Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 12 Juli 2018
Bacaan: Amsal 14:30 "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."
Renungan:
Ada seorang laki-laki Jepang yang ikut kontes pidato pada akhir perang dunia ke 2. Ia memilih tema "Kekudusan Kerja". Sebagian orang tersenyum ketika mendengar tema yang dipilih tersebut, tetapi ketika mendengar kisahnya senyuman mereka berubah menjadi tangisan. Ia menceritakan bahwa orang tuanya dan rumahnya hancur ketika bom meledak di Nagasaki. Dia adalah anak sulung dari 3 bersaudara yang masih hidup. Karena mereka adalah pengikut Yesus, mereka bertiga berdoa di atas rumah mereka yang telah menjadi abu. Mereka meminta petunjuk dari Tuhan apa yang harus mereka lalukan. Salah satu dari mereka berkata, "Aku tahu apa yang harus kita lakukan. Kita harus bekerja. Kita harus bekerja dan kita harus melakukannya." Mereka mulai membangun gubuk kecil dari kumpulan bekas sisa-sisa tiang dan papan. Mereka bisa mengatasi rasa dendam dan kepahitan yang menyebabkan hidup mereka muram. Mereka melepaskan pengampunan bagi orang-orang yang mendatangkan penderitaan bagi mereka. Mereka bangkit dari keterpurukan mereka.
Menyimpan dendam hanya merugikan diri sendiri. Orang yang selalu berusaha memelihara kebugaran rohaninya tidak akan pernah mengizinkan dendam ada di dalam dirinya, karena "sesungguhnya orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati." (Ayub 5:2). Sebenarnya ketika kita menaruh dendam pada orang lain, yang terluka adalah diri kita sendiri, sedangkan orang yang kita benci atau yang membuat kita dendam tidak merasakan apa-apa. Dia menikmati hidupnya sementara kita menyiksa diri.
Marilah kita bangkit dan siap untuk mulai melepaskan pengampunan kepada setiap orang yang pernah menyakiti kita, agar pengorbanan dan penebusan Yesus di kayu salib bagi kita tidak sia-sia. Kalau Yesus sebagai Tuhan saja sudah mengampuni dosa kita, mengapa justru menahan dosa orang lain dalam diri kita? Maukah saat ini kita mengampuni pasangan, orang tua, anak-anak atau sahabat kita? Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, aku ingin hidup merdeka, lepas dari keterikatan dengan dendam dan kebencian. Bantulah aku dengan Roh KudusMu untuk menjelajah setiap setiap sudut hatiku dan membersihkan serta mengangkat setiap luka yang pernah ada di hatiku, sehingga aku boleh menjadi pribadi yang bebas merdeka dan dipenuhi roh sukacitaMu. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar