"Harapan orang benar akan menjadi sukacita...." Amsal 10 : 28a
2018 menjadi sejarah .......... dgn segala kenangannya.
Tangisan penyesalan tak akan merubah semua kesalahan, kegagalan juga penderitaan.
Gelak tawa kenenangan penuh kebanggaan pun tak akan menambah kegembiraan & kebahagian yg kita dapatkan.
Semua akan berakhir segera.
2019 menjadi harapan.....dgn segala tantangan yg akan dihadapi.
berbagai masalah & kesulitan akan kita hadapi Tak perlu rasa gentar apalagi kuatir.
Tidak boleh juga terlalu optimis dan sesumbar.
Ketenangan hati & pikiran akan memberikan keyakinan, bahwa kita akan mampu menjalani semuanya dgn penuh keteguhan.
Selamat Tahun baru 2019. kiranya Tuhan Sang Pencipta alam semesta beserta kita sepanjang tahun depan dan memberkati dgn kesehatan, kebahagian serta kesejahteraan.
Selamat Tahun Baru
selamat pagi!
Salam Damai Kristus
Senin, 31 Desember 2018
#renungan
*BERKAT INDAH DI TAHUN BARU*
Selasa 01 Jan 2019
_`Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau, Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera` (Bil 6:24-26)_
Sebuah keluarga mendapat berkat luar biasa di tahun baru karena `pemutihan segala yang lama` dan kerelaan `membuka lembaran baru` dengan saling memaafkan. Seorang anak keluarga tersebut, ketika kembali dari studinya di luar negeri, ingin si ayah mengubah cara kerjanya sesuai dengan apa yang dia pelajari. Si ayah sulit menerima hal itu sehingga mereka berdua sering berselisih. Si ibu yang sudah mengalami pembaruan hidup rohani, melalui suatu retret di Ngadireso, tidak ingin hal itu berkepanjangan, maka ia berdoa.
Pada malam tahun baru si ibu mengajak beberapa teman dan kerabat untuk syukuran di akhir tahun dan memberi kesempatan kepada si anak untuk minta maaf kepada ayahnya. Berkat doa si ibu, ayah pun memaafkan, dan keduanya memulai lembaran baru. Tak terduga, datanglah berkat berlimpah: istri si anak dipanggil kerja ke luar negeri, beberapa waktu kemudian si anak dipanggil kerja ke Jakarta dengan posisi tinggi, sementara si ayah dengan damai tetap menjalankan pekerjaannya seperti biasa.
Dalam kisah ini keluarga merasakan berkat Tuhan yang mengalir melalui orang tua, setelah pengampunan yang memutihkan. Namun, lebih penting daripada itu: pengampunan dan rekonsiliasi keluarga sendiri merupakan berkat yang sangat indah di tahun baru. Mari saling meminta maaf dan memaafkan.
*_Bil 6:22-27; Mzm 67:2-3.5-6.8; Gal 4:4-7; Luk 2:16-21_*
Selasa 01 Jan 2019
Hari Raya Santa Maria Bunda Allah
Sr. M. Vianney, P.Karm
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
*BERKAT INDAH DI TAHUN BARU*
Selasa 01 Jan 2019
_`Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau, Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera` (Bil 6:24-26)_
Sebuah keluarga mendapat berkat luar biasa di tahun baru karena `pemutihan segala yang lama` dan kerelaan `membuka lembaran baru` dengan saling memaafkan. Seorang anak keluarga tersebut, ketika kembali dari studinya di luar negeri, ingin si ayah mengubah cara kerjanya sesuai dengan apa yang dia pelajari. Si ayah sulit menerima hal itu sehingga mereka berdua sering berselisih. Si ibu yang sudah mengalami pembaruan hidup rohani, melalui suatu retret di Ngadireso, tidak ingin hal itu berkepanjangan, maka ia berdoa.
Pada malam tahun baru si ibu mengajak beberapa teman dan kerabat untuk syukuran di akhir tahun dan memberi kesempatan kepada si anak untuk minta maaf kepada ayahnya. Berkat doa si ibu, ayah pun memaafkan, dan keduanya memulai lembaran baru. Tak terduga, datanglah berkat berlimpah: istri si anak dipanggil kerja ke luar negeri, beberapa waktu kemudian si anak dipanggil kerja ke Jakarta dengan posisi tinggi, sementara si ayah dengan damai tetap menjalankan pekerjaannya seperti biasa.
Dalam kisah ini keluarga merasakan berkat Tuhan yang mengalir melalui orang tua, setelah pengampunan yang memutihkan. Namun, lebih penting daripada itu: pengampunan dan rekonsiliasi keluarga sendiri merupakan berkat yang sangat indah di tahun baru. Mari saling meminta maaf dan memaafkan.
*_Bil 6:22-27; Mzm 67:2-3.5-6.8; Gal 4:4-7; Luk 2:16-21_*
Selasa 01 Jan 2019
Hari Raya Santa Maria Bunda Allah
Sr. M. Vianney, P.Karm
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Selasa, 1 Jan 2019, *HR St. Maria Bunda Allah*
*BUNDA MARIA MENGETAHUI NYANYIAN PARA MALAIKAT*
*BACAAN*
*Bil 6:22-27* – “Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel”
*Gal 4:4-7* – “Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan”
*Luk 2:16-21* – “Mereka mendapati Maria, Yusuf dan Bayi yang terbaring di dalam palungan”
*RENUNGAN*
1.Apakah para gembala tertarik menemukan Maria, Yosep, dan kanak-kanak Yesus *jika* para malaikat tidak mengatakan apa yang sedang terjadi? *Tidak.* Mereka akan tetap menganggap keluarga Yosep sebagai keluarga miskin, keluarga pengembara dan sama seperti kehidupan mereka sebagai gembala. Namun *para malaikat telah menyingkap kenyataan yang tak pernah mereka bayangkan.* Allah pun mengirim para malaikat kepada kita lewat iman orang tua, teladan baik teman-teman atau lewat imam atau yang lain. Maria pun mengajarkan kepada kita untuk menemukan Allah dalam diri Anaknya.
2.Maria mendengar simponi para malaikat dari Gabriel. Sekarang ini para gembala juga mendengarkannya, dan mereka *menanggapi dengan sangat antusias.* Dari situlah sejarah mengungkapkan rencana penyelamatan Allah. Apakah aku juga telah melanjutkan dan mewujudkan rencana Allah tersebut dalam kehidupan kita setiap hari lewat komitmen dan kerasulan?
3.Maria dan Yosep mengetahui rahasia nyanyian para malaikat, bahwa *Kanak-kanak Yesus akan menyelamatkan Israel dan akan menyelamatkan semua manusia*. Mereka menyampaikan kepada dunia, bahwa Yesus – yang artinya Allah yang Menyelamatkan – tidak hanya sebagai yang dijanjikan tetapi juga mewujud dalam seorang pribadi: Yesus Kristus. Ia tidak hanya Allah *sumber segala sesuatu,* tetapi Allah yang *berkomitmen terhadap hidup kita;* Ia *mencintai kita*. Apakah aku membuka diri terhadap Kristus yang ingin memberikan damai dan harapan di tengah dunia yang sedang putus asa ini? (MS,berkat.id)
----------------------------------------
Kepada Saudara semua, saya mengucapkan *SELAMAT TAHUN BARU 2019*. Kita syukuri seluruh peristiwa selama tahun 2018, yang positip maupun negatip, dan kita berharap dan berserah kepada Allah untuk tahun 2019 ini. Berkah Dalem Gusti tansah maluber-luber marang Umat Dalem sawegung.
Salam Damai Kristus
*BUNDA MARIA MENGETAHUI NYANYIAN PARA MALAIKAT*
*BACAAN*
*Bil 6:22-27* – “Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel”
*Gal 4:4-7* – “Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan”
*Luk 2:16-21* – “Mereka mendapati Maria, Yusuf dan Bayi yang terbaring di dalam palungan”
*RENUNGAN*
1.Apakah para gembala tertarik menemukan Maria, Yosep, dan kanak-kanak Yesus *jika* para malaikat tidak mengatakan apa yang sedang terjadi? *Tidak.* Mereka akan tetap menganggap keluarga Yosep sebagai keluarga miskin, keluarga pengembara dan sama seperti kehidupan mereka sebagai gembala. Namun *para malaikat telah menyingkap kenyataan yang tak pernah mereka bayangkan.* Allah pun mengirim para malaikat kepada kita lewat iman orang tua, teladan baik teman-teman atau lewat imam atau yang lain. Maria pun mengajarkan kepada kita untuk menemukan Allah dalam diri Anaknya.
2.Maria mendengar simponi para malaikat dari Gabriel. Sekarang ini para gembala juga mendengarkannya, dan mereka *menanggapi dengan sangat antusias.* Dari situlah sejarah mengungkapkan rencana penyelamatan Allah. Apakah aku juga telah melanjutkan dan mewujudkan rencana Allah tersebut dalam kehidupan kita setiap hari lewat komitmen dan kerasulan?
3.Maria dan Yosep mengetahui rahasia nyanyian para malaikat, bahwa *Kanak-kanak Yesus akan menyelamatkan Israel dan akan menyelamatkan semua manusia*. Mereka menyampaikan kepada dunia, bahwa Yesus – yang artinya Allah yang Menyelamatkan – tidak hanya sebagai yang dijanjikan tetapi juga mewujud dalam seorang pribadi: Yesus Kristus. Ia tidak hanya Allah *sumber segala sesuatu,* tetapi Allah yang *berkomitmen terhadap hidup kita;* Ia *mencintai kita*. Apakah aku membuka diri terhadap Kristus yang ingin memberikan damai dan harapan di tengah dunia yang sedang putus asa ini? (MS,berkat.id)
----------------------------------------
Kepada Saudara semua, saya mengucapkan *SELAMAT TAHUN BARU 2019*. Kita syukuri seluruh peristiwa selama tahun 2018, yang positip maupun negatip, dan kita berharap dan berserah kepada Allah untuk tahun 2019 ini. Berkah Dalem Gusti tansah maluber-luber marang Umat Dalem sawegung.
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 1 Januari 2019
Bacaan: Matius 28:19
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."
Renungan:
Suatu ketika ada 4 orang yang berjalan melewati hutan. Tiba-tiba mereka sampai pada sebuah tembok yang tinggi. Berdasarkan kesepakatan, mereka mendirikan sebuah tangga untuk melihat apa yang ada di seberang sana. Ketika orang pertama naik dan melihatnya, ia bersorak kegirangan lalu melompati tembok tersebut. Hal yang sama terjadi pada orang kedua dan ketiga. Ketika orang keempat menaiki tangga itu dan mencapai puncak tembok, dia tersenyum karena apa yang dilihatnya. Taman yang hijau dan rimbun dengan pohon buah-buahan yang beraneka, sungai dengan ikan serta binatang buas dan jinak. Seperti tiga teman lainnya, orang keempat itupun berusaha untuk melompat. Tetapi dia kemudian ingat akan keluarganya, teman-teman dan tetangganya. Oleh karena itu dia pulang untuk berbagi berita gembira yang ia temukan itu.
Banyak di antara kita yang mengalami kebaikan Tuhan tetapi tidak berani untuk bersaksi tentang itu semua. Tuhan Yesus bersabda, "Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu." Ini adalah tugas perutusan Yesus pada kita untuk memberitakan kasih Tuhan kepada banyak orang agar mereka percaya dan juga mengalami kasih itu, sehingga pada akhirnya mereka mau mengikutiNya sebagai satu-satunya jalan, kebenaran dan kehidupan.
Oleh karena itu, apapun kebaikan Tuhan yang telah kita terima, Tuhan mau supaya kita menceritakannya kepada orang lain, agar orang lainpun diberkati dengan kesaksian hidup kita, sehingga nama Tuhan dimuliakan dan KerajaanNya semakin meluas di dunia ini. Selamat Tahun Baru 2019 dan selamat untuk menerima kebaikan Tuhan serta selamat untuk memulai bersaksi tentang kemuliaan dan kasihNya. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, lepaskanlah lidah yang kelu dari mulutku, agar aku mampu mewartakan kasihMu pada orang lain, terutama mereka yang belum mengenal Engkau, sehingga kehadiranku dapat membawa kebaikan bagi orang banyak. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Selasa, 1 Januari 2019
Bacaan: Matius 28:19
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."
Renungan:
Suatu ketika ada 4 orang yang berjalan melewati hutan. Tiba-tiba mereka sampai pada sebuah tembok yang tinggi. Berdasarkan kesepakatan, mereka mendirikan sebuah tangga untuk melihat apa yang ada di seberang sana. Ketika orang pertama naik dan melihatnya, ia bersorak kegirangan lalu melompati tembok tersebut. Hal yang sama terjadi pada orang kedua dan ketiga. Ketika orang keempat menaiki tangga itu dan mencapai puncak tembok, dia tersenyum karena apa yang dilihatnya. Taman yang hijau dan rimbun dengan pohon buah-buahan yang beraneka, sungai dengan ikan serta binatang buas dan jinak. Seperti tiga teman lainnya, orang keempat itupun berusaha untuk melompat. Tetapi dia kemudian ingat akan keluarganya, teman-teman dan tetangganya. Oleh karena itu dia pulang untuk berbagi berita gembira yang ia temukan itu.
Banyak di antara kita yang mengalami kebaikan Tuhan tetapi tidak berani untuk bersaksi tentang itu semua. Tuhan Yesus bersabda, "Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu." Ini adalah tugas perutusan Yesus pada kita untuk memberitakan kasih Tuhan kepada banyak orang agar mereka percaya dan juga mengalami kasih itu, sehingga pada akhirnya mereka mau mengikutiNya sebagai satu-satunya jalan, kebenaran dan kehidupan.
Oleh karena itu, apapun kebaikan Tuhan yang telah kita terima, Tuhan mau supaya kita menceritakannya kepada orang lain, agar orang lainpun diberkati dengan kesaksian hidup kita, sehingga nama Tuhan dimuliakan dan KerajaanNya semakin meluas di dunia ini. Selamat Tahun Baru 2019 dan selamat untuk menerima kebaikan Tuhan serta selamat untuk memulai bersaksi tentang kemuliaan dan kasihNya. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, lepaskanlah lidah yang kelu dari mulutku, agar aku mampu mewartakan kasihMu pada orang lain, terutama mereka yang belum mengenal Engkau, sehingga kehadiranku dapat membawa kebaikan bagi orang banyak. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
KABAR GEMBIRA
1 January 2019
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. - Luk 2:17
Lectio
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21.
Di malam tahun baru keluarga Edwin hanya bisa bermimpi untuk merayakan malam tahun baru dengan gembira, karena harus menemani putranya Andy yang sakit DBD di rumah. Sekitar pukul 9 malam, beberapa teman Andy datang membawa makanan, mengajak ngobrol, bermain, sehingga rumah yang tadinya sunyi, tiba-tiba menjadi penuh SUKACITA karena kehadiran teman-teman Andy.
Melihat apa yang dilakukan teman-temannya, Andy pun terharu, lalu salah seorang dari temannya bertanya :
”Om, sebentar lagi kami mau pulang, tapi apakah resolusi Om di tahun 2019?”
Edwin menjawab dengan penuh emosi :
”Kalian datang dengan membawa SUKACITA di saat hati kami sedih karena Andy sakit. Om berjanji di tahun 2019 akan menjadi PEMBERI KABAR GEMBIRA bagi yang sedih hatinya, bagi yang sakit, yang sedang bermusuhan, yang sedang putus asa, dan yang menderita. Kalian yang masih muda sudah memberikan INSPIRASI pada Om. Selamat Tahun Baru 2019l”.
Dengan memberi Kabar Sukacita bagi setiap orang yang kita temui, kita telah mewartakan kelahiran Kristus.
Oratio
Ya Yesus, Engkaulah Sang Immanuel, Allah beserta kita. Amin
Missio
Mari kita jadikan 2019 sebagai tahun berhikmat dimana kita selalu menjadi pemberi kabar Damai dan Sukacita.
Have a Blessed New Year 2019.
KABAR GEMBIRA
1 January 2019
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. - Luk 2:17
Lectio
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21.
Di malam tahun baru keluarga Edwin hanya bisa bermimpi untuk merayakan malam tahun baru dengan gembira, karena harus menemani putranya Andy yang sakit DBD di rumah. Sekitar pukul 9 malam, beberapa teman Andy datang membawa makanan, mengajak ngobrol, bermain, sehingga rumah yang tadinya sunyi, tiba-tiba menjadi penuh SUKACITA karena kehadiran teman-teman Andy.
Melihat apa yang dilakukan teman-temannya, Andy pun terharu, lalu salah seorang dari temannya bertanya :
”Om, sebentar lagi kami mau pulang, tapi apakah resolusi Om di tahun 2019?”
Edwin menjawab dengan penuh emosi :
”Kalian datang dengan membawa SUKACITA di saat hati kami sedih karena Andy sakit. Om berjanji di tahun 2019 akan menjadi PEMBERI KABAR GEMBIRA bagi yang sedih hatinya, bagi yang sakit, yang sedang bermusuhan, yang sedang putus asa, dan yang menderita. Kalian yang masih muda sudah memberikan INSPIRASI pada Om. Selamat Tahun Baru 2019l”.
Dengan memberi Kabar Sukacita bagi setiap orang yang kita temui, kita telah mewartakan kelahiran Kristus.
Oratio
Ya Yesus, Engkaulah Sang Immanuel, Allah beserta kita. Amin
Missio
Mari kita jadikan 2019 sebagai tahun berhikmat dimana kita selalu menjadi pemberi kabar Damai dan Sukacita.
Have a Blessed New Year 2019.
Minggu, 30 Desember 2018
Senin, 31 Des 2018
Hari ke-7 Oktaf Natal
1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18.
"Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia." - Yoh 1,19
Hari ini kita mengakhiri Tahun 2018 dan akan segera memasuki tahun 2019. Gereja, melalui bacaan dalam liturgi hari ini, membekali kita dengan menampilkan Yesus sebagai Terang dunia. Setiap orang membutuhkan terang. Dengan adanya terang, kita dapat melihat dengan jelas sehingga bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk; bisa memilih yang baik dan benar; bisa menghindari bahaya, dll. Bagi kita orang kristiani, Yesus adalah Terang dari segala terang. Dialah terang dunia, terang yang sesungguhnya. Dia sedang datang dan terus-menerus bersinar, tidak akan pernah tenggelam. Yohanes menggunakan istilah "sedang datang". Kapan pun kita baca, bunyinya sama: "sedang datang". Artinya, Kristus hadir secara continyu, terus-menerus, setiap saat. Untuk menjelaskan bagaimana terang Kristus ini menerangi kita, kita bisa mengambil analogi dari lampu kendaraan. Kalau pada malam hari, kita mengendarai mobil atau motor, lampunya terus menyala. Sorot lampu itu memang tidak langsung sampai di tempat yang kita tuju. Hanya sejauh jarak pandang yang kita butuhkan. Itu sudah cukup. Setiap kali kita maju, sorotnya juga maju sehingga selalu menerangi jalan yang hendak kita lalui. Demikian pula terang Tuhan. Dia memang tidak membuka semua masa depan kita. Namun, Ia selalu menerangi kita langkah demi langkah. Itu sudah cukup. Dan yang lebih penting, dalam bimbingan terang-Nya, kita dijamin pasti selamat sampai tujuan. Selamat menapaki tahun baru 2019 bersama Kristus yang akan selalu menerangi kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Hari ke-7 Oktaf Natal
1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18.
"Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia." - Yoh 1,19
Hari ini kita mengakhiri Tahun 2018 dan akan segera memasuki tahun 2019. Gereja, melalui bacaan dalam liturgi hari ini, membekali kita dengan menampilkan Yesus sebagai Terang dunia. Setiap orang membutuhkan terang. Dengan adanya terang, kita dapat melihat dengan jelas sehingga bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk; bisa memilih yang baik dan benar; bisa menghindari bahaya, dll. Bagi kita orang kristiani, Yesus adalah Terang dari segala terang. Dialah terang dunia, terang yang sesungguhnya. Dia sedang datang dan terus-menerus bersinar, tidak akan pernah tenggelam. Yohanes menggunakan istilah "sedang datang". Kapan pun kita baca, bunyinya sama: "sedang datang". Artinya, Kristus hadir secara continyu, terus-menerus, setiap saat. Untuk menjelaskan bagaimana terang Kristus ini menerangi kita, kita bisa mengambil analogi dari lampu kendaraan. Kalau pada malam hari, kita mengendarai mobil atau motor, lampunya terus menyala. Sorot lampu itu memang tidak langsung sampai di tempat yang kita tuju. Hanya sejauh jarak pandang yang kita butuhkan. Itu sudah cukup. Setiap kali kita maju, sorotnya juga maju sehingga selalu menerangi jalan yang hendak kita lalui. Demikian pula terang Tuhan. Dia memang tidak membuka semua masa depan kita. Namun, Ia selalu menerangi kita langkah demi langkah. Itu sudah cukup. Dan yang lebih penting, dalam bimbingan terang-Nya, kita dijamin pasti selamat sampai tujuan. Selamat menapaki tahun baru 2019 bersama Kristus yang akan selalu menerangi kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Senin, 31 Desember 2018
Bacaan: Kejadian 4:7 "Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
Renungan:
Tuhan telah menganugerahkan kepada kita kemampuan untuk mengatur emosi. Emosi pada dasarnya menggambarkan perasaan manusia ketika menghadapi situasi yang berbeda. Jika kita tidak dapat mengatur emosi dengan baik, maka itu akan menjadi celah bagi iblis untuk menjatuhkan kita.
Perhatikan peristiwa pembunuhan Habel oleh Kain. Hati Kain menjadi panas ketika persembahannya tidak diterima Tuhan. Firman Tuhan kepada Kain sesunggguhnya mengingatkan supaya Kain bisa mengontrol emosinya sehingga tidak jatuh ke dalam dosa. Namun ternyata Kain mengabaikan firman Tuhan dan lebih menuruti emosinya. Akibatnya dia berbuat dosa dengan cara membunuh Habel.
Sebagai pengikut Kristus, hidup dipimpin oleh Roh Kudus adalah cara efektif untuk mampu mengatur emosi dengan baik. Sebab ketika hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita akan menghasilkan buah Roh Kudus yang salah satunya adalah penguasaan diri. Dengan penguasaan diri kita sanggup mengatur emosi kita. Oleh karena itu, beri kesempatan kepada Roh Kudus untuk memimpin hidup kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Ya Allah Roh Kudus, berilah aku kemauan dan kemampuan untuk tunduk pada pimpinanMu, sehingga aku bisa menguasai emosiku. Angkat semua akar kepahitan yang selama ini membuat aku hidup penuh dengan emosi dan gantikan dengan damai sejahtera yang berasal daripadaMu. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Senin, 31 Desember 2018
Bacaan: Kejadian 4:7 "Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
Renungan:
Tuhan telah menganugerahkan kepada kita kemampuan untuk mengatur emosi. Emosi pada dasarnya menggambarkan perasaan manusia ketika menghadapi situasi yang berbeda. Jika kita tidak dapat mengatur emosi dengan baik, maka itu akan menjadi celah bagi iblis untuk menjatuhkan kita.
Perhatikan peristiwa pembunuhan Habel oleh Kain. Hati Kain menjadi panas ketika persembahannya tidak diterima Tuhan. Firman Tuhan kepada Kain sesunggguhnya mengingatkan supaya Kain bisa mengontrol emosinya sehingga tidak jatuh ke dalam dosa. Namun ternyata Kain mengabaikan firman Tuhan dan lebih menuruti emosinya. Akibatnya dia berbuat dosa dengan cara membunuh Habel.
Sebagai pengikut Kristus, hidup dipimpin oleh Roh Kudus adalah cara efektif untuk mampu mengatur emosi dengan baik. Sebab ketika hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita akan menghasilkan buah Roh Kudus yang salah satunya adalah penguasaan diri. Dengan penguasaan diri kita sanggup mengatur emosi kita. Oleh karena itu, beri kesempatan kepada Roh Kudus untuk memimpin hidup kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Ya Allah Roh Kudus, berilah aku kemauan dan kemampuan untuk tunduk pada pimpinanMu, sehingga aku bisa menguasai emosiku. Angkat semua akar kepahitan yang selama ini membuat aku hidup penuh dengan emosi dan gantikan dengan damai sejahtera yang berasal daripadaMu. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
#renungan
*ALASAN MEMBERI KESAKSIAN*
Senin 31 Des 2018
_`Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya` (Yoh 1:6-7)_
Sejak kecil saya sudah melihat buah durian dan pernah memakannya. Saya punya seorang teman yang belum pernah melihat buah durian. Suatu hari dia bertanya bagaimana bentuk buah durian. Saya menjelaskan bahwa buah durian mempunyai banyak duri tajam, dsb. Dia tidak percaya buah durian mempunyai banyak duri karena dia belum pernah melihatnya. Suatu hari saya mengajaknya ke pasar dan menunjukkan buah durian kepadanya. Barulah, dia percaya.
Kita semua diajak untuk menjadi saksi dan memberi kesaksian tentang Sang Terang, yaitu Yesus. Karena iman, kita semua telah melihat-Nya! Kapan kita melihatNya? Antara lain: saat Ekaristi. Saat itu melalui bacaan kita mendengar suara-Nya, saat konsekrasi kita melihat Yesus hadir dalam rupa roti dan anggur, dan saat komuni kita telah menerima-Nya. Tidak hanya itu, kita juga `melihat` Yesus melalui alam semesta, sesama, peristiwa-peristiwa hidup, bahkan melalui penderitaan! Semakin beriman seseorang, semakin dia bisa `melihat` Yesus setiap saat dan dalam segalanya.
Banyak orang belum percaya sebelum ada orang yang memberi kesaksian. Tugas ini tidak hanya untuk para misonaris dan imam, tetapi untuk kita semua yang sudah menjadi pengikut-Nya.
*_Fr. Martino de Porres, CSE_*
Senin 31 Des 2018
Pfak S. Silvester I, Paus
Hari ketujuh dalam Oktaf Natal
1Yoh 2:18-21; Mzm 96:1-2.11-13; Yoh 1:1-18
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*ALASAN MEMBERI KESAKSIAN*
Senin 31 Des 2018
_`Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya` (Yoh 1:6-7)_
Sejak kecil saya sudah melihat buah durian dan pernah memakannya. Saya punya seorang teman yang belum pernah melihat buah durian. Suatu hari dia bertanya bagaimana bentuk buah durian. Saya menjelaskan bahwa buah durian mempunyai banyak duri tajam, dsb. Dia tidak percaya buah durian mempunyai banyak duri karena dia belum pernah melihatnya. Suatu hari saya mengajaknya ke pasar dan menunjukkan buah durian kepadanya. Barulah, dia percaya.
Kita semua diajak untuk menjadi saksi dan memberi kesaksian tentang Sang Terang, yaitu Yesus. Karena iman, kita semua telah melihat-Nya! Kapan kita melihatNya? Antara lain: saat Ekaristi. Saat itu melalui bacaan kita mendengar suara-Nya, saat konsekrasi kita melihat Yesus hadir dalam rupa roti dan anggur, dan saat komuni kita telah menerima-Nya. Tidak hanya itu, kita juga `melihat` Yesus melalui alam semesta, sesama, peristiwa-peristiwa hidup, bahkan melalui penderitaan! Semakin beriman seseorang, semakin dia bisa `melihat` Yesus setiap saat dan dalam segalanya.
Banyak orang belum percaya sebelum ada orang yang memberi kesaksian. Tugas ini tidak hanya untuk para misonaris dan imam, tetapi untuk kita semua yang sudah menjadi pengikut-Nya.
*_Fr. Martino de Porres, CSE_*
Senin 31 Des 2018
Pfak S. Silvester I, Paus
Hari ketujuh dalam Oktaf Natal
1Yoh 2:18-21; Mzm 96:1-2.11-13; Yoh 1:1-18
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Senen Kliwon, 31 Des 2018
*SABDA MENJADI MANUSIA*
*BACAAN*
*1Yoh 2:18-21* – “Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus dan dianugerahi pengetahuan”
*Yoh 1:1-18* – “Sabda telah menjadi daging”
*RENUNGAN*
1. Perikop Injil hari ini merupakan *Prolog* Injil Yohanes. Isinya *ringkasan* Injil Yohanes. Allah yang semula abstrak, kini telah menjadi *nyata* karena Sabda menjadi daging; *Sabda menjadi manusia.* Ia bukan sekedar manusia. Ia adalah manusia yang *penuh belas kasih dan bicara kebenaran*. Ia menginginkan bersatu dengan kita, dengan demikian Allah *memahami suka duka hidup kita.* Ia selalu *berjalan bersama kita.*
2.Melalui penjilmaan-Nya, *surga telah turun ke dunia* dan terjadilah rekonsiliasi antara surga dan dunia yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Dengan penjilmaan-Nya, *manusia dapat melihat, mendengar dan tahu siapa Allah* yang sebelumnya tidak pernah mungkin. Manusia mampu menjalin keakraban dengan Allah. Dengan demikian *kisah Yesus adalah kisah tentang Allah.* Ketika seseorang melihat Yesus, ia melihat Allah; ketika seseorang mendengar Yesus, ia mendengar Allah. Namun *tiap orang bebas menanggapi,* bisa menerima dan bisa menolak.
3. *Penolakan terhadap Yesus semakin besar.* Kegelapan berusaha menguasai terang. *Keserakahan, korupsi, intoleransi, kebencian, arogansi, pertengkaran dan perpecahan dalam keluarga merupakan penolakan terhadap Sang Sabda.* Bagi yang *menerima terang* dan hidup dalam terang, menyadari bahwa *Allah berjalan bersama mereka* dan mendahului mereka. Dalam diri Yesus, Allah tahu suka duka hidup kita.
4.Tahun 2018 telah berakhir dan esok hari kita memasuki tahun baru 2019. Banyak rahmat Tuhan selama tahun 2018 yang pantas *kita syukuri*. Memasuki tahun baru 2019, kita harus *berani mengubah cara hidup dan cara pandang* yang negatip terhadap diri sendiri, terhadap orang lain, terhadap lingkungan, terhadap Allah dan mengubahnya menjadi positip, baru dan penuh pengharapan. (MS,berkat.id)
Salam Damai Kristus
*SABDA MENJADI MANUSIA*
*BACAAN*
*1Yoh 2:18-21* – “Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus dan dianugerahi pengetahuan”
*Yoh 1:1-18* – “Sabda telah menjadi daging”
*RENUNGAN*
1. Perikop Injil hari ini merupakan *Prolog* Injil Yohanes. Isinya *ringkasan* Injil Yohanes. Allah yang semula abstrak, kini telah menjadi *nyata* karena Sabda menjadi daging; *Sabda menjadi manusia.* Ia bukan sekedar manusia. Ia adalah manusia yang *penuh belas kasih dan bicara kebenaran*. Ia menginginkan bersatu dengan kita, dengan demikian Allah *memahami suka duka hidup kita.* Ia selalu *berjalan bersama kita.*
2.Melalui penjilmaan-Nya, *surga telah turun ke dunia* dan terjadilah rekonsiliasi antara surga dan dunia yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Dengan penjilmaan-Nya, *manusia dapat melihat, mendengar dan tahu siapa Allah* yang sebelumnya tidak pernah mungkin. Manusia mampu menjalin keakraban dengan Allah. Dengan demikian *kisah Yesus adalah kisah tentang Allah.* Ketika seseorang melihat Yesus, ia melihat Allah; ketika seseorang mendengar Yesus, ia mendengar Allah. Namun *tiap orang bebas menanggapi,* bisa menerima dan bisa menolak.
3. *Penolakan terhadap Yesus semakin besar.* Kegelapan berusaha menguasai terang. *Keserakahan, korupsi, intoleransi, kebencian, arogansi, pertengkaran dan perpecahan dalam keluarga merupakan penolakan terhadap Sang Sabda.* Bagi yang *menerima terang* dan hidup dalam terang, menyadari bahwa *Allah berjalan bersama mereka* dan mendahului mereka. Dalam diri Yesus, Allah tahu suka duka hidup kita.
4.Tahun 2018 telah berakhir dan esok hari kita memasuki tahun baru 2019. Banyak rahmat Tuhan selama tahun 2018 yang pantas *kita syukuri*. Memasuki tahun baru 2019, kita harus *berani mengubah cara hidup dan cara pandang* yang negatip terhadap diri sendiri, terhadap orang lain, terhadap lingkungan, terhadap Allah dan mengubahnya menjadi positip, baru dan penuh pengharapan. (MS,berkat.id)
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
HIDUP ITU ADALAH TERANG MANUSIA
31 Desember 2018
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia- Yoh 1:4
Lectio
1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18.
Setelah ditinggalkan isteri yang telah menemaninya selama lebih dari 70 tahun, selalu datang ke makam sang isteri, dari Senin hingga Sabtu dengan naik bis 3 kali ganti. Dia melakukannya sampai 1300 kali. Dia berkata bahwa isterinya telah melayaninya selama 70 tahun dan sekarang dia ingin membalasnya dengan membersihkan makamnya, memotong rumput dan membuang ilalang.
“Saya sangat bersukacita ketika bisa melakukan ini pada orang yang saya kasihi” katanya pada orang yang keral bertanya padanya.
Kita belajar dari Bapak ini bahwa melalui KEMALANGAN, KESULITAN dan PENDERITAAN, kita mampu MENGASIHI.
Ketika menghadapi PENDERITAAN dengan berpaling dari Allah, artinya kita hanya menginginkan BERKAT-Nya dan bukan KEHADIRAN-NYA. Namun ketika kita MEMPERCAYAI DIA dalam masa kesulitan, kita mengalami bahwa IMAN kita LEBIH BESAR dari keadaan kita.
Oratio
Ya Allah, kami bersyukur atas KEHADIRAN-Mu dalam kehidupan kami selama tahun 2018 ini, sehingga kami PERCAYA dalam segala keadaan, Engkau telah memampukan kami untuk mengasihi-Mu dan sesama. Amin
Missio
Marilah merenungkan di tahun 2018 ini seberapa jauh kita mengharapkan KEHADIRAN Tuhan dalam kehidupan kita dan bukan hanya BERKAT-NYA, sehingga kita bisa mengasihi Tuhan dan sesama dalam segala suasana.
Have a Blessed Year End 2018
HIDUP ITU ADALAH TERANG MANUSIA
31 Desember 2018
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia- Yoh 1:4
Lectio
1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18.
Setelah ditinggalkan isteri yang telah menemaninya selama lebih dari 70 tahun, selalu datang ke makam sang isteri, dari Senin hingga Sabtu dengan naik bis 3 kali ganti. Dia melakukannya sampai 1300 kali. Dia berkata bahwa isterinya telah melayaninya selama 70 tahun dan sekarang dia ingin membalasnya dengan membersihkan makamnya, memotong rumput dan membuang ilalang.
“Saya sangat bersukacita ketika bisa melakukan ini pada orang yang saya kasihi” katanya pada orang yang keral bertanya padanya.
Kita belajar dari Bapak ini bahwa melalui KEMALANGAN, KESULITAN dan PENDERITAAN, kita mampu MENGASIHI.
Ketika menghadapi PENDERITAAN dengan berpaling dari Allah, artinya kita hanya menginginkan BERKAT-Nya dan bukan KEHADIRAN-NYA. Namun ketika kita MEMPERCAYAI DIA dalam masa kesulitan, kita mengalami bahwa IMAN kita LEBIH BESAR dari keadaan kita.
Oratio
Ya Allah, kami bersyukur atas KEHADIRAN-Mu dalam kehidupan kami selama tahun 2018 ini, sehingga kami PERCAYA dalam segala keadaan, Engkau telah memampukan kami untuk mengasihi-Mu dan sesama. Amin
Missio
Marilah merenungkan di tahun 2018 ini seberapa jauh kita mengharapkan KEHADIRAN Tuhan dalam kehidupan kita dan bukan hanya BERKAT-NYA, sehingga kita bisa mengasihi Tuhan dan sesama dalam segala suasana.
Have a Blessed Year End 2018
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Senin, 31 Desember 2018
1Yoh 2:18-21
Mzm 96:1-2,11-13
Yoh 1:1-18
MEMAHAMI ALLAH DALAM IMAN
Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yoh 1:1
Sampai sekarang pertanyaan ataupun perdebatan tentang Allah Tritunggal masih kita temui. Biasanya, yang tidak paham itu berasal dari kalangan non Kristiani. Tetapi kalangan Kristiani sendiri banyak yang cuek dalam arti tidak berusaha memahami dengan benar.
Walaupun sebaiknya kita memahami dengan baik, tetapi yang benar-benar melakukannya tidak banyak. Sikap _take it for granted_ masih banyak terjadi. Jangan sampai kita menjadi batu sandungan bagi orang lain karena kita bersikap sebagai umat yang hanya mengikuti kebiasaan dan tradisi tanpa mengerti maksudanya. Justru, kita perlu menguatkan iman kita agar kita dapat membagikan kebenaran itu kepada sekeliling kita.
Marilah kita terus belajar untuk memahami iman kita dengan benar. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar iman kita terus dan semakin bertumbuh. Ada banyak sumber bacaan yang dapat kita akses, ada banyak tawaran seminar, bahkan kita juga dapat bertanya kepada yang lebih mengerti. Jangan pernah merasa sudah cukup tahu sehingga kita tidak lagi ingin belajar.
Namun jangan hanya berhenti pada pemahaman, melainkan kita perlu mempraktekkannya secara nyata dalam kehidupan kita. Pewartaan kita akan menjadi lebih efektif lewat perbuatan kita. Karena ada banyak orang yang bisa berbicara tetapi perbuatannya berbeda seratus delapan puluh derajat. (Aw)
Apakah saya sudah cukup paham dengan iman saya?
Apa yang akan saya lakukan untuk terus bertumbuh dalam iman?
Salam Damai Kristus
Senin, 31 Desember 2018
1Yoh 2:18-21
Mzm 96:1-2,11-13
Yoh 1:1-18
MEMAHAMI ALLAH DALAM IMAN
Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yoh 1:1
Sampai sekarang pertanyaan ataupun perdebatan tentang Allah Tritunggal masih kita temui. Biasanya, yang tidak paham itu berasal dari kalangan non Kristiani. Tetapi kalangan Kristiani sendiri banyak yang cuek dalam arti tidak berusaha memahami dengan benar.
Walaupun sebaiknya kita memahami dengan baik, tetapi yang benar-benar melakukannya tidak banyak. Sikap _take it for granted_ masih banyak terjadi. Jangan sampai kita menjadi batu sandungan bagi orang lain karena kita bersikap sebagai umat yang hanya mengikuti kebiasaan dan tradisi tanpa mengerti maksudanya. Justru, kita perlu menguatkan iman kita agar kita dapat membagikan kebenaran itu kepada sekeliling kita.
Marilah kita terus belajar untuk memahami iman kita dengan benar. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar iman kita terus dan semakin bertumbuh. Ada banyak sumber bacaan yang dapat kita akses, ada banyak tawaran seminar, bahkan kita juga dapat bertanya kepada yang lebih mengerti. Jangan pernah merasa sudah cukup tahu sehingga kita tidak lagi ingin belajar.
Namun jangan hanya berhenti pada pemahaman, melainkan kita perlu mempraktekkannya secara nyata dalam kehidupan kita. Pewartaan kita akan menjadi lebih efektif lewat perbuatan kita. Karena ada banyak orang yang bisa berbicara tetapi perbuatannya berbeda seratus delapan puluh derajat. (Aw)
Apakah saya sudah cukup paham dengan iman saya?
Apa yang akan saya lakukan untuk terus bertumbuh dalam iman?
Salam Damai Kristus
Sabtu, 29 Desember 2018
Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 30 Desember 2018
Bacaan: Ibrani 12:11 "Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya."
Renungan:
Setiap masalah mengandung mutiara, asal kita bisa menghadapi masalah itu dengan benar, lapang dada dan berbesar hati. Kenyataannya masalah banyak membuat orang tidak bisa menikmati hidup ini dengan baik. Banyak orang yang jatuh dalam keputusasaan, kesedihan yang berkepanjangan dan stres karena masalah hidup. Banyak orang yang berusaha meninggalkan masalah bahkan sampai ada yang bunuh diri. Satu-satunya jalan keluar terbaik di dalam menyelesaikan masalah adalah menghadapinya. Jadi kita tidak perlu lari dari masalah.
Ucapkanlah selamat datang pada masalah karena di dalam masalah kita bisa belajar lebih banyak. Ketakutan, kecemasan dan pemikiran-pemikiran yang salah tentang masalah yang sedang dihadapi hanya akan membuat kita dikalahkan oleh masalah tersebut, sehingga kita tidak akan pernah menemukan mutiara berharga tersebut.
Di dalam menghadapi masalah, mungkin Allah sedang mengajarkan kita tentang kesabaran, kerendahan hati, bergantung sepenuhnya kepada Allah dan tidak mengandalkan kemampuan kita sendiri. Pandanglah masalah sebagai sesuatu yang akan membuat kita lebih terampil di dalam menjalani hidup ini dan yang akan mendatangkan keberuntungan bagi kita.
Maka bersyukurlah untuk setiap masalah yang Allah izinkan terjadi dalam hidup kita. Hadapilah, carilah jalan keluarnya dan jangan pernah membiarkan diri kita dirusak dan menderita karena masalah. Ingatlah, Yesus sudah masuk terlebih dahulu dalam masalah yang kita hadapi dan saat kita memintanya, maka Ia akan memberi kita kekuatan dan jalan keluar. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, aku bersyukur padaMu karena dalam setiap masalah yang hadir dalam hidupku, Engkau bermaksud membuat aku bertumbuh menjadi dewasa dalam hal iman karena ada mutiara berharga dalam setiap masalah di hidupku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Minggu, 30 Desember 2018
Bacaan: Ibrani 12:11 "Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya."
Renungan:
Setiap masalah mengandung mutiara, asal kita bisa menghadapi masalah itu dengan benar, lapang dada dan berbesar hati. Kenyataannya masalah banyak membuat orang tidak bisa menikmati hidup ini dengan baik. Banyak orang yang jatuh dalam keputusasaan, kesedihan yang berkepanjangan dan stres karena masalah hidup. Banyak orang yang berusaha meninggalkan masalah bahkan sampai ada yang bunuh diri. Satu-satunya jalan keluar terbaik di dalam menyelesaikan masalah adalah menghadapinya. Jadi kita tidak perlu lari dari masalah.
Ucapkanlah selamat datang pada masalah karena di dalam masalah kita bisa belajar lebih banyak. Ketakutan, kecemasan dan pemikiran-pemikiran yang salah tentang masalah yang sedang dihadapi hanya akan membuat kita dikalahkan oleh masalah tersebut, sehingga kita tidak akan pernah menemukan mutiara berharga tersebut.
Di dalam menghadapi masalah, mungkin Allah sedang mengajarkan kita tentang kesabaran, kerendahan hati, bergantung sepenuhnya kepada Allah dan tidak mengandalkan kemampuan kita sendiri. Pandanglah masalah sebagai sesuatu yang akan membuat kita lebih terampil di dalam menjalani hidup ini dan yang akan mendatangkan keberuntungan bagi kita.
Maka bersyukurlah untuk setiap masalah yang Allah izinkan terjadi dalam hidup kita. Hadapilah, carilah jalan keluarnya dan jangan pernah membiarkan diri kita dirusak dan menderita karena masalah. Ingatlah, Yesus sudah masuk terlebih dahulu dalam masalah yang kita hadapi dan saat kita memintanya, maka Ia akan memberi kita kekuatan dan jalan keluar. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, aku bersyukur padaMu karena dalam setiap masalah yang hadir dalam hidupku, Engkau bermaksud membuat aku bertumbuh menjadi dewasa dalam hal iman karena ada mutiara berharga dalam setiap masalah di hidupku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Minggu, 30 Des 18, Pesta Keluarga Kudus
*TAAT DAN SETIA*
*BACAAN*
*1Sam 1:20-22.24-28* – “Seumur hidupnya Samuel diserahkan kepada Tuhan”
*1Yoh 3:1-2.21-24* – “Kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah”
*Luk 2:41-52*– “Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nasaret dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka”
*RENUNGAN*
1.”Ketaatan” mungkin kata asing bagi kita, namun kita, sebenarnya, telah menjalankan ketaatan misalnya taat terhadap boss perusahaan, taat terhadap peraturan lalulintas, taat terhadap dokter yang sedang merawat kita. Demikian pula Yesus. Ia adalah Allah yang menjadi manusia dan lahir di dunia karena taat. Yesus kembali dengan orangtua-Nya ke Nasaret dan taat kepada mereka. Kalau Yesus taat kepada Maria, ibu-Nya, dan kepada Yoseph, bapak angkat-Nya, karena Ia taat kepada Allah.
2.Apa artinya taat? Taat, bahasa latinnya adalah Ob Audire, artinya mendengarkan. Taat kepada Allah berarti mendengarkan Allah. Yesus mengalami damai yang berasal dari ketaatan-Nya kepada Allah, dan damai tersebut diberikan kepada kita.
3.Tigapuluh tahun Yesus taat kepada orangtua-Nya di Nasaret. Ia menjalankan tanggungjawab sebagai anak dengan setia. Untuk menjadi manusia unggul, yang pertama dan utama, adalah berusaha untuk setia sebagai anak, setia sebagai ayah, setia sebagai ibu. Setia, termasuk setia dalam hal-hal kecil, harus dimulai dari dalam keluarga sendiri. “Cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri” mendapat wujud nyata di dalam keluarga, karena keluarga adalah sesama yang paling dekat.
4.Namun tantangan bagi keluarga-keluarga beriman tak kalah hebat. Begitu pesatnya alat komunikasi, gaya hidup, media digital, hedonisme, konsumerisme, dan individualisme benar-benar menggoyahkan ketaatan dan kesetiaan kepada keluarga maupun kepada Allah. Bersyukurlah kita memiliki model keluarga yang masih bisa kita teladani, yaitu Keluarga Kudus Nasaret. Keluarga yang memancarkan keramahan, kelembutan, ketaatan terhadap karya Allah, kesederhanaan, kesetiaan yang bisa menjadi sumber inspirasi bagi keluarga kita. Bagaimana keluargaku? (MS,berkat.id)
Salam Damai Kristus
*TAAT DAN SETIA*
*BACAAN*
*1Sam 1:20-22.24-28* – “Seumur hidupnya Samuel diserahkan kepada Tuhan”
*1Yoh 3:1-2.21-24* – “Kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah”
*Luk 2:41-52*– “Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nasaret dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka”
*RENUNGAN*
1.”Ketaatan” mungkin kata asing bagi kita, namun kita, sebenarnya, telah menjalankan ketaatan misalnya taat terhadap boss perusahaan, taat terhadap peraturan lalulintas, taat terhadap dokter yang sedang merawat kita. Demikian pula Yesus. Ia adalah Allah yang menjadi manusia dan lahir di dunia karena taat. Yesus kembali dengan orangtua-Nya ke Nasaret dan taat kepada mereka. Kalau Yesus taat kepada Maria, ibu-Nya, dan kepada Yoseph, bapak angkat-Nya, karena Ia taat kepada Allah.
2.Apa artinya taat? Taat, bahasa latinnya adalah Ob Audire, artinya mendengarkan. Taat kepada Allah berarti mendengarkan Allah. Yesus mengalami damai yang berasal dari ketaatan-Nya kepada Allah, dan damai tersebut diberikan kepada kita.
3.Tigapuluh tahun Yesus taat kepada orangtua-Nya di Nasaret. Ia menjalankan tanggungjawab sebagai anak dengan setia. Untuk menjadi manusia unggul, yang pertama dan utama, adalah berusaha untuk setia sebagai anak, setia sebagai ayah, setia sebagai ibu. Setia, termasuk setia dalam hal-hal kecil, harus dimulai dari dalam keluarga sendiri. “Cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri” mendapat wujud nyata di dalam keluarga, karena keluarga adalah sesama yang paling dekat.
4.Namun tantangan bagi keluarga-keluarga beriman tak kalah hebat. Begitu pesatnya alat komunikasi, gaya hidup, media digital, hedonisme, konsumerisme, dan individualisme benar-benar menggoyahkan ketaatan dan kesetiaan kepada keluarga maupun kepada Allah. Bersyukurlah kita memiliki model keluarga yang masih bisa kita teladani, yaitu Keluarga Kudus Nasaret. Keluarga yang memancarkan keramahan, kelembutan, ketaatan terhadap karya Allah, kesederhanaan, kesetiaan yang bisa menjadi sumber inspirasi bagi keluarga kita. Bagaimana keluargaku? (MS,berkat.id)
Salam Damai Kristus
PAUS FRANSISKUS
“KELUARGA"
Tidak ada keluarga yang sempurna.
Kita tidak punya orang tua yang sempurna;
Diri kita sendiri tidak sempurna;
Kita tidak menikah dgn orang yg sempurna;
kita juga tidak memiliki anak yang sempurna.
Kita memiliki keluhan tentang satu sama lain;
Kita kecewa dengan satu sama lain;
Oleh karena itu, tidak ada pernikahan yang sehat, atau keluarga yang sehat tanpa pengampunan.
Pengampunan penting untuk kesehatan emosional kita dan kelangsungan hidup spiritual.
Tanpa pengampunan
keluarga menjadi sebuah teater konflik & benteng keluhan.
Tanpa pengampunan keluarga menjadi sakit.
Pengampunan adalah sterilisasi jiwa, penjernihan pikiran & pembebasan hati.
Siapa-pun yang tidak memaafkan tidak memiliki ketenangan jiwa & persekutuan dengan Allah.
Rasa sakit adalah racun yang meracuni & membunuh.
Mempertahankan luka hati adalah tindakan merusak diri sendiri.
Orang yang tidak memaafkan,
menderita secara fisik, emosional dan spiritual.
“Itulah sebabnya keluarga harus menjadi tempat kehidupan dan bukan tempat kematian;
sebuah tempat penyembuhan bukan tempat penuh dengan penyakit;
sebuah panggung pengampunan dan bukan panggung penghakiman.
Pengampunan membawa sukacita sedangkan kesedihan membuat hati luka.
Pengampunan membawa penyembuhan, sedangkan rasa sakit menyebabkan penyakit."
Selamat pesta keluarga Kudus Nasareth inspirasi u setiap keluarga kita.
Salam Damai Kristus
“KELUARGA"
Tidak ada keluarga yang sempurna.
Kita tidak punya orang tua yang sempurna;
Diri kita sendiri tidak sempurna;
Kita tidak menikah dgn orang yg sempurna;
kita juga tidak memiliki anak yang sempurna.
Kita memiliki keluhan tentang satu sama lain;
Kita kecewa dengan satu sama lain;
Oleh karena itu, tidak ada pernikahan yang sehat, atau keluarga yang sehat tanpa pengampunan.
Pengampunan penting untuk kesehatan emosional kita dan kelangsungan hidup spiritual.
Tanpa pengampunan
keluarga menjadi sebuah teater konflik & benteng keluhan.
Tanpa pengampunan keluarga menjadi sakit.
Pengampunan adalah sterilisasi jiwa, penjernihan pikiran & pembebasan hati.
Siapa-pun yang tidak memaafkan tidak memiliki ketenangan jiwa & persekutuan dengan Allah.
Rasa sakit adalah racun yang meracuni & membunuh.
Mempertahankan luka hati adalah tindakan merusak diri sendiri.
Orang yang tidak memaafkan,
menderita secara fisik, emosional dan spiritual.
“Itulah sebabnya keluarga harus menjadi tempat kehidupan dan bukan tempat kematian;
sebuah tempat penyembuhan bukan tempat penuh dengan penyakit;
sebuah panggung pengampunan dan bukan panggung penghakiman.
Pengampunan membawa sukacita sedangkan kesedihan membuat hati luka.
Pengampunan membawa penyembuhan, sedangkan rasa sakit menyebabkan penyakit."
Selamat pesta keluarga Kudus Nasareth inspirasi u setiap keluarga kita.
Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Minggu 30 Desember 2018
Tuhan Yesus,
terimakasih untuk kesempatan berlibur bersama keluarga yang kukasihi. Sudah lama rasanya kami tidak bepergian bersama, melakukan aktifitas bersama sambil menikmati keindahan alam ciptaan-Mu.
Sungguh ajaib buatan tanganMu ya Tuhan, agung dan dahsyat tiada tertandingi. Melihat kebesaranMu dan kemahakuasaan diriMu, membuatku sadar betapa kecilnya diriku, betapa aku ini seperti setitik debu di tengah dunia yang luas ini ; dan betapa hebatNya diriMu yang mengenali satu persatu diri kami manusia ciptaanMu, bahkan sekalipun satu dari kami hilang, Engkapun tahu dan mencarinya. Luar biasa.!
KasihMu sungguh melingkupi hatiku, dan keluargaku. Aku bersyukur atas penyertaanMu, perlindunganMu, dan pertolonganMu yang tak habis - habisnya bagiku dan keluargaku.
Begitu banyak sudah pengalaman demi pengalaman hidup yang kami lalui, suka dan duka yang kami jalani, dan di dalam kesemuanya ini kami mengucap syukur karena Engkau senantiasa ada disisi kami, Engkau tak pernah meninggalkan kami, Engkau selalu siap memberi kekuatan, penghiburan, dan pertolongan.
Betapa kami bersyukur memiliki Engkau sebagai Tuhan di dalam kehidupan kami. Terimakasih Tuhan untuk semua yang telah Engkau perbuat dalam hidup kami. Terimakasih karena melalui liburan ini, kami disegarkan dan di perbaharui kembali di dalam jasmani, maupun kerohanian kami.
Terpujilah Engkau, Tuhan dan Allah kami, Raja yang kekal untuk selama-lamanya.
Amin.
Salam Damai Kristus
Minggu 30 Desember 2018
Tuhan Yesus,
terimakasih untuk kesempatan berlibur bersama keluarga yang kukasihi. Sudah lama rasanya kami tidak bepergian bersama, melakukan aktifitas bersama sambil menikmati keindahan alam ciptaan-Mu.
Sungguh ajaib buatan tanganMu ya Tuhan, agung dan dahsyat tiada tertandingi. Melihat kebesaranMu dan kemahakuasaan diriMu, membuatku sadar betapa kecilnya diriku, betapa aku ini seperti setitik debu di tengah dunia yang luas ini ; dan betapa hebatNya diriMu yang mengenali satu persatu diri kami manusia ciptaanMu, bahkan sekalipun satu dari kami hilang, Engkapun tahu dan mencarinya. Luar biasa.!
KasihMu sungguh melingkupi hatiku, dan keluargaku. Aku bersyukur atas penyertaanMu, perlindunganMu, dan pertolonganMu yang tak habis - habisnya bagiku dan keluargaku.
Begitu banyak sudah pengalaman demi pengalaman hidup yang kami lalui, suka dan duka yang kami jalani, dan di dalam kesemuanya ini kami mengucap syukur karena Engkau senantiasa ada disisi kami, Engkau tak pernah meninggalkan kami, Engkau selalu siap memberi kekuatan, penghiburan, dan pertolongan.
Betapa kami bersyukur memiliki Engkau sebagai Tuhan di dalam kehidupan kami. Terimakasih Tuhan untuk semua yang telah Engkau perbuat dalam hidup kami. Terimakasih karena melalui liburan ini, kami disegarkan dan di perbaharui kembali di dalam jasmani, maupun kerohanian kami.
Terpujilah Engkau, Tuhan dan Allah kami, Raja yang kekal untuk selama-lamanya.
Amin.
Salam Damai Kristus
"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”" Matius 6 : 34.
apapun yg telah kita alami di tahun ini....hendaknya kita syukuri.
yang baik, yg buruk, yg menyenangkan, yang menyedihkan, yg memudahkan, yg menyusahkan ..semua kegagalan, kesuksesan
...bahkan semua masalah dan kesulitan yg kita hadapi .
kita bersyukur krn senua itu adalah pembelajaran yg kita peroleh dlm kehidupan, yg bukan akan mengukir sejarah kehidupan, tetapi juga membentuk diri kita hari ini.. maka..janganlah mengeluhkan apa yg telah dan sedang terjadi.
jgn pula terlena ketika semua berjalan dgn baik dan sesuai harapan.
Tetaplah beupaya mengamvil hiknah dan pembelajaran dlm hidup setahun yg sdh kita kewati, agar kita siao menghadapi Thn 2019 dalam 2 hari kedepan.
Salam Damai Kristus
apapun yg telah kita alami di tahun ini....hendaknya kita syukuri.
yang baik, yg buruk, yg menyenangkan, yang menyedihkan, yg memudahkan, yg menyusahkan ..semua kegagalan, kesuksesan
...bahkan semua masalah dan kesulitan yg kita hadapi .
kita bersyukur krn senua itu adalah pembelajaran yg kita peroleh dlm kehidupan, yg bukan akan mengukir sejarah kehidupan, tetapi juga membentuk diri kita hari ini.. maka..janganlah mengeluhkan apa yg telah dan sedang terjadi.
jgn pula terlena ketika semua berjalan dgn baik dan sesuai harapan.
Tetaplah beupaya mengamvil hiknah dan pembelajaran dlm hidup setahun yg sdh kita kewati, agar kita siao menghadapi Thn 2019 dalam 2 hari kedepan.
Salam Damai Kristus
#renungan
*PERANAN KELUARGA*
Minggu 30 Des 2018
_`Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu` (Luk 2:41-52)_
Keluarga mempunyai nilai yang sangat penting bagi Allah. Oleh karena itu, Yesus, Allah yang menjelma menjadi manusia, tinggal di tengah keluarga St. Yusuf dan Bunda Maria. Yesus lahir, dididik dan dibesarkan dalam keluarga yang penuh kasih. Dia dikelilingi oleh kehangatan dan rasa nyaman serta aman dalam keluarga.
St. Yusuf dan Bunda Maria, sebagai orang tua, sangat berperan dalam kehidupan Yesus. Pada usia dua belas tahun Yesus pergi bersama orangtua-Nya ke Bait Allah di Yerusalem. Mereka merayakan hari raya Paska Yahudi untuk memeringati pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir. Kita lihat, mereka membiasakan anak mereka sejak usia dini percaya dan bergaul dengan Allah Israel, mengenal hukum Allah, dan terbiasa berdoa bersama. Pada zaman itu orang pergi ke Bait Allah bersama-sama secara berkelompok. Mereka bersama-sama dengan orang satu desa atau satu keluarga. Dalam perjalanan itu biasanya mereka juga akan menyanyikan lagu-lagu ziarah dari Kitab Mazmur.
Pada bacaan hari ini, pada pesta Keluarga Kudus, kita melihat pentingnya peranan keluarga dalam pertumbuhan iman anak-anak. Apakah Anda telah memperkenalkan Yesus kepada anak-anak Anda?
*_Sr. M. Sesilia L., P.Karm_*
Minggu 30 Des 2018
Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria, Yusuf
1Sam 1:20-22.24-28 atau Mzm 84:2-3.5-6.9-10; 1Yoh 3:1-2.21-24; Luk 2:41-52
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
*PERANAN KELUARGA*
Minggu 30 Des 2018
_`Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu` (Luk 2:41-52)_
Keluarga mempunyai nilai yang sangat penting bagi Allah. Oleh karena itu, Yesus, Allah yang menjelma menjadi manusia, tinggal di tengah keluarga St. Yusuf dan Bunda Maria. Yesus lahir, dididik dan dibesarkan dalam keluarga yang penuh kasih. Dia dikelilingi oleh kehangatan dan rasa nyaman serta aman dalam keluarga.
St. Yusuf dan Bunda Maria, sebagai orang tua, sangat berperan dalam kehidupan Yesus. Pada usia dua belas tahun Yesus pergi bersama orangtua-Nya ke Bait Allah di Yerusalem. Mereka merayakan hari raya Paska Yahudi untuk memeringati pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir. Kita lihat, mereka membiasakan anak mereka sejak usia dini percaya dan bergaul dengan Allah Israel, mengenal hukum Allah, dan terbiasa berdoa bersama. Pada zaman itu orang pergi ke Bait Allah bersama-sama secara berkelompok. Mereka bersama-sama dengan orang satu desa atau satu keluarga. Dalam perjalanan itu biasanya mereka juga akan menyanyikan lagu-lagu ziarah dari Kitab Mazmur.
Pada bacaan hari ini, pada pesta Keluarga Kudus, kita melihat pentingnya peranan keluarga dalam pertumbuhan iman anak-anak. Apakah Anda telah memperkenalkan Yesus kepada anak-anak Anda?
*_Sr. M. Sesilia L., P.Karm_*
Minggu 30 Des 2018
Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria, Yusuf
1Sam 1:20-22.24-28 atau Mzm 84:2-3.5-6.9-10; 1Yoh 3:1-2.21-24; Luk 2:41-52
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Doa Hari Minggu
30 Des' 2018
By : Team Moderator DSM
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Tuhan Yesus,
Hari minggu ini adalah ibadah terakhir yang aku
hadiri di tahun 2018 ini.
Tak lama lagi, tahun ini akan berlalu dan aku
akan menyongsong tahun yang baru 2019
Sudah begitu banyak ya Tuhan,
firman Tuhan yang aku dengarkan sepanjang tahun ini.
Namun, ketika aku bertanya pada diriku sendiri,
apakah firman yang aku dengar itu sudah 'ku lakukan
semuanya ?
Aku sungguh malu Tuhan, karena banyak hal yang
belum 'ku kerjakan.
Seringkali aku tidak melakukan firmanMu dan
mengajukan berbagai macam alasan untuk tidak melakukannya.
Kadang tidak setiap hari aku merenungkan akan firmanMu,
setiap hari aku lalui secara biasa - biasa saja,
dalam rutinitas belaka, tanpa aku berusaha untuk
menggali firmanMu lebih dalam dan mencari kesempatan
untuk melakukannya ataupun membagikan firmanMu kepada
sesama.
Ampuni aku ya Tuhan.
Ampuni sikap dan perbuatanku yang cenderung
menomorduakan firmanMu,
ampuni aku yang sering mendukakan hatiMu,
ampuni aku yang masih saja menjadi seperti bayi
yang kerohaniannya statis, yang selalu mesti
dibujuk dan didorong tanpa ada inisiatif dari
diriku sendiri untuk bertumbuh.
Aku mohon Tuhan Yesus,
tolonglah diriku ini.
Aku tidak mau selamanya seperti bayi,
Aku mau bertumbuh makin besar dan bisa makan
makanan yang keras, sehingga kerohanianku
berakar dengan kuat, dan tidak mudah goyah dalam
menghadapi apapun juga.
Bimbing aku untuk sungguh - sungguh merenungkan akan
firmanMu dan taat melakukannya.
Tolong aku untuk tidak hanya sekedar duduk di bangku
gereja dan mendengar akan firmanMu untuk kemudian
berlalu dengan sia - sia, seakan tak pernah mendengarnya,
melainkan firmanMu itu tertanam kuat di hatiku, dan
ada tekad dan kemauan yang kuat dari diriku untuk
mau melakukan kebenaran firmanMu yang telah 'ku dengar itu.
Sungguh Tuhan Yesus,
aku rindu tahun depan kehidupan kerohanianku
boleh lebih baik.
Dan, hubunganku dengan diriMu semakin terjalin dengan
erat dan indah.
BersamaMu Tuhan Yesus, aku mau menjalani hari - hari
yang lebih berarti, mengalami hal - hal yang luar biasa
bersamaMu.
Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin
Salam Damai Kristus
30 Des' 2018
By : Team Moderator DSM
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Tuhan Yesus,
Hari minggu ini adalah ibadah terakhir yang aku
hadiri di tahun 2018 ini.
Tak lama lagi, tahun ini akan berlalu dan aku
akan menyongsong tahun yang baru 2019
Sudah begitu banyak ya Tuhan,
firman Tuhan yang aku dengarkan sepanjang tahun ini.
Namun, ketika aku bertanya pada diriku sendiri,
apakah firman yang aku dengar itu sudah 'ku lakukan
semuanya ?
Aku sungguh malu Tuhan, karena banyak hal yang
belum 'ku kerjakan.
Seringkali aku tidak melakukan firmanMu dan
mengajukan berbagai macam alasan untuk tidak melakukannya.
Kadang tidak setiap hari aku merenungkan akan firmanMu,
setiap hari aku lalui secara biasa - biasa saja,
dalam rutinitas belaka, tanpa aku berusaha untuk
menggali firmanMu lebih dalam dan mencari kesempatan
untuk melakukannya ataupun membagikan firmanMu kepada
sesama.
Ampuni aku ya Tuhan.
Ampuni sikap dan perbuatanku yang cenderung
menomorduakan firmanMu,
ampuni aku yang sering mendukakan hatiMu,
ampuni aku yang masih saja menjadi seperti bayi
yang kerohaniannya statis, yang selalu mesti
dibujuk dan didorong tanpa ada inisiatif dari
diriku sendiri untuk bertumbuh.
Aku mohon Tuhan Yesus,
tolonglah diriku ini.
Aku tidak mau selamanya seperti bayi,
Aku mau bertumbuh makin besar dan bisa makan
makanan yang keras, sehingga kerohanianku
berakar dengan kuat, dan tidak mudah goyah dalam
menghadapi apapun juga.
Bimbing aku untuk sungguh - sungguh merenungkan akan
firmanMu dan taat melakukannya.
Tolong aku untuk tidak hanya sekedar duduk di bangku
gereja dan mendengar akan firmanMu untuk kemudian
berlalu dengan sia - sia, seakan tak pernah mendengarnya,
melainkan firmanMu itu tertanam kuat di hatiku, dan
ada tekad dan kemauan yang kuat dari diriku untuk
mau melakukan kebenaran firmanMu yang telah 'ku dengar itu.
Sungguh Tuhan Yesus,
aku rindu tahun depan kehidupan kerohanianku
boleh lebih baik.
Dan, hubunganku dengan diriMu semakin terjalin dengan
erat dan indah.
BersamaMu Tuhan Yesus, aku mau menjalani hari - hari
yang lebih berarti, mengalami hal - hal yang luar biasa
bersamaMu.
Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin
Salam Damai Kristus
Santo-Santa
30 Desember
Santo Sabinus, Uskup dan Martir
Sabinus adalah uskup kota Asisi. Bersama beberapa orang imamnya, ia ditangkap dan dipenjarakan di kala Kaisar Diokletianus dan Maksimianus melancarkan penganiayaan terhadap umat Kristen pada tahun 303. Pengadilan atas diri Sabinus bersama imam-imamnya dan seluruh umatnya ditangani langsung oleh Gubernur Venustian di kota Umbria. Mengikuti kebiasaan yang berlaku pada setiap pengadilan terhadap orang-orang Kristen, Venustian memerintahkan Sabinus bersama imam-imam dan seluruh umatnya menyembah sujud patung dewa Yupiter, dewa tertinggi bangsa Romawi. Mereka harus menyembah Yupiter karena Yupiterlah yang menurunkan hujan dan memberikan cahaya matahari kepada manusia, terutama karena Yupiter adalah pembela ulung kekuasaan Romawi di seluruh dunia.
Mendengar perintah sang Gubernur Venustian, Sabinus tampil ke depan seolah-olah hendak menyembah patung dewa Yupiter. Ia menyentuh patung itu dengan jarinya dan patung itu sekonyong-konyong hancur berkeping-keping dan berserakan di atas tanah. Semua orang yang hadir di situ tercengang keheranan. Melihat keajaiban itu, Venustian marah dan segera memerintahkan agar tangan Sabinus dipotong. Sementara itu imam-imamnya disiksa hingga mati.
Para serdadu yang diperintahkan memotong tangan Sabinus menggiring Sabinus ke hadapan Venustian untuk dihukum. Ketika berada di hadapan Venustian, Sabinus tergerak hatinya oleh belaskasihan atas Venustian yang sudah lama menderita penyakit mata yang membahayakan. Ia berdoa kepada Yesus lalu menyentuh mata Venustian. Seketika itu juga sembuhlah mata Venustian.
Mengalami kebaikan hati Sabinus, Venustian terharu dan melepaskan Sabinus. Ia sendiri pun kemudian bertobat dan minta dipermandikan. Tak lama kemudian Venustian yang sudah menjadi Kristen itu ditangkap dan dipenggal kepalanya oleh kaki tangan gubernur Asisi yang baru. Hal yang sama dilakukan pula atas diri Uskup Sabinus.
Sumber : www.imankatolik.or.id
30 Desember
Santo Sabinus, Uskup dan Martir
Sabinus adalah uskup kota Asisi. Bersama beberapa orang imamnya, ia ditangkap dan dipenjarakan di kala Kaisar Diokletianus dan Maksimianus melancarkan penganiayaan terhadap umat Kristen pada tahun 303. Pengadilan atas diri Sabinus bersama imam-imamnya dan seluruh umatnya ditangani langsung oleh Gubernur Venustian di kota Umbria. Mengikuti kebiasaan yang berlaku pada setiap pengadilan terhadap orang-orang Kristen, Venustian memerintahkan Sabinus bersama imam-imam dan seluruh umatnya menyembah sujud patung dewa Yupiter, dewa tertinggi bangsa Romawi. Mereka harus menyembah Yupiter karena Yupiterlah yang menurunkan hujan dan memberikan cahaya matahari kepada manusia, terutama karena Yupiter adalah pembela ulung kekuasaan Romawi di seluruh dunia.
Mendengar perintah sang Gubernur Venustian, Sabinus tampil ke depan seolah-olah hendak menyembah patung dewa Yupiter. Ia menyentuh patung itu dengan jarinya dan patung itu sekonyong-konyong hancur berkeping-keping dan berserakan di atas tanah. Semua orang yang hadir di situ tercengang keheranan. Melihat keajaiban itu, Venustian marah dan segera memerintahkan agar tangan Sabinus dipotong. Sementara itu imam-imamnya disiksa hingga mati.
Para serdadu yang diperintahkan memotong tangan Sabinus menggiring Sabinus ke hadapan Venustian untuk dihukum. Ketika berada di hadapan Venustian, Sabinus tergerak hatinya oleh belaskasihan atas Venustian yang sudah lama menderita penyakit mata yang membahayakan. Ia berdoa kepada Yesus lalu menyentuh mata Venustian. Seketika itu juga sembuhlah mata Venustian.
Mengalami kebaikan hati Sabinus, Venustian terharu dan melepaskan Sabinus. Ia sendiri pun kemudian bertobat dan minta dipermandikan. Tak lama kemudian Venustian yang sudah menjadi Kristen itu ditangkap dan dipenggal kepalanya oleh kaki tangan gubernur Asisi yang baru. Hal yang sama dilakukan pula atas diri Uskup Sabinus.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Mutiara Iman
RUMAH BAPA-KU
30 Desember 2018
“Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" (Luk 2:49)
Lectio
1Sam 1:20-22,24-28 atau Mzm. 84:2-3. 5-6.9-10; 1 Yoh. 3:1-2.21-24; Luk. 2:41-52.
Setelah David dan Susan menikah, mereka tinggal di rumah yang sederhana. Tetapi seminggu setelah bulan madu, mereka berargumentasi mulai dari hal-hal yang sederhana. Sehingga yang biasanya mereka pergi ke kantor bersama, jadinya mereka pergi masing-masing.
Siangnya David bertanya kepada supervisornya:”Mengapa ya hidup keluarga saya sudah mulai ribut padahal baru menikah!” Tony berkata:”Apakah kamu berdoa BERSAMA tiap hari?” David terdiam dan menjawab:”Tidak!” “Tuhan harus selalu ada dalam rumahmu. Apabila kalian berdua tidak menemukan Dia. CARILAH! Maka hidup KELUARGAMU akan penuh DAMAI dan SUKACITA!”
“Terima kasih Pak! Iya itu yang hilang dalam keluarga kami!” Jawab David sambil berlari ke meja kerjanya.
Ketika keluarga sedang dalam kebuntuan, carilah TUHAN.
Oratio
Yesus Engkaulah andalanku. Amin
Missio
Marilah kita selalu hadirkan TUHAN dalam keluarga kita.
Have a Blessed Holy Family Sunday.
RUMAH BAPA-KU
30 Desember 2018
“Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" (Luk 2:49)
Lectio
1Sam 1:20-22,24-28 atau Mzm. 84:2-3. 5-6.9-10; 1 Yoh. 3:1-2.21-24; Luk. 2:41-52.
Setelah David dan Susan menikah, mereka tinggal di rumah yang sederhana. Tetapi seminggu setelah bulan madu, mereka berargumentasi mulai dari hal-hal yang sederhana. Sehingga yang biasanya mereka pergi ke kantor bersama, jadinya mereka pergi masing-masing.
Siangnya David bertanya kepada supervisornya:”Mengapa ya hidup keluarga saya sudah mulai ribut padahal baru menikah!” Tony berkata:”Apakah kamu berdoa BERSAMA tiap hari?” David terdiam dan menjawab:”Tidak!” “Tuhan harus selalu ada dalam rumahmu. Apabila kalian berdua tidak menemukan Dia. CARILAH! Maka hidup KELUARGAMU akan penuh DAMAI dan SUKACITA!”
“Terima kasih Pak! Iya itu yang hilang dalam keluarga kami!” Jawab David sambil berlari ke meja kerjanya.
Ketika keluarga sedang dalam kebuntuan, carilah TUHAN.
Oratio
Yesus Engkaulah andalanku. Amin
Missio
Marilah kita selalu hadirkan TUHAN dalam keluarga kita.
Have a Blessed Holy Family Sunday.
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Minggu. 30 Desember 2018
Pesta Keluarga Kudus : Yesus, Maria, Yusuf
1Sam 1:20-22,24-28
Mzm 84:2-3,5-6,9-10
1Yoh 3:1-12,21-24
Luk 2:41-52
DIAM ATAU BERSUARA
Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Luk 2:51
Sekarang ini, semakin kecil ruang privasi yang kita miliki. Kemajuan tekhnologi dan beragam media sosial membuat kita selalu terbuka akan kehidupan pribadi kita.
Mulai dari hal biasa hingga hal yang sebenarnya sangat pribadi dan tidak untuk diumbar di publik, akhirnya harus masuk ke media sosial. Rasanya seperti ada yang kurang bila tidak memposting di media sosial setiap harinya, sampai-sampai akhirnya kita tidak tahu lagi mana yang cocok untuk menjadi konsumsi publik dan mana yang hanya untuk koleksi pribadi.
Bahkan, orang semakin tidak ragu untuk _curhat_ masalah pribadi atau memposting foto-foto yang tak seharusnya di media sosial. Banyak orang berpikir, semakin aktif di media sosial berarti semakin eksis dan terkenal. Padahal efek dari media sosial sangatlah panjang.
Hari ini kita diingatkan oleh Bunda Maria untuk bisa menyimpan hal yang terjadi dalam hidup kita sebagai sesuatu yang pribadi dan tak perlu disebarluaskan. Seringkali kita sulit untuk duduk diam dan berpikir saat masalah datang. Lebih mudah bagi kita untuk langsung menyuarakan masalah tersebut. Kesabaran Bunda Maria patut menjadi pegangan hidup kita. Walalupun Maria ingin tahu mengapa Yesus menghilang, tapi ia tetap diam dan menunggu. (Ve)
Apa yang saya lakukan saat masalah datang?
Salam Damai Kristus
Minggu. 30 Desember 2018
Pesta Keluarga Kudus : Yesus, Maria, Yusuf
1Sam 1:20-22,24-28
Mzm 84:2-3,5-6,9-10
1Yoh 3:1-12,21-24
Luk 2:41-52
DIAM ATAU BERSUARA
Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Luk 2:51
Sekarang ini, semakin kecil ruang privasi yang kita miliki. Kemajuan tekhnologi dan beragam media sosial membuat kita selalu terbuka akan kehidupan pribadi kita.
Mulai dari hal biasa hingga hal yang sebenarnya sangat pribadi dan tidak untuk diumbar di publik, akhirnya harus masuk ke media sosial. Rasanya seperti ada yang kurang bila tidak memposting di media sosial setiap harinya, sampai-sampai akhirnya kita tidak tahu lagi mana yang cocok untuk menjadi konsumsi publik dan mana yang hanya untuk koleksi pribadi.
Bahkan, orang semakin tidak ragu untuk _curhat_ masalah pribadi atau memposting foto-foto yang tak seharusnya di media sosial. Banyak orang berpikir, semakin aktif di media sosial berarti semakin eksis dan terkenal. Padahal efek dari media sosial sangatlah panjang.
Hari ini kita diingatkan oleh Bunda Maria untuk bisa menyimpan hal yang terjadi dalam hidup kita sebagai sesuatu yang pribadi dan tak perlu disebarluaskan. Seringkali kita sulit untuk duduk diam dan berpikir saat masalah datang. Lebih mudah bagi kita untuk langsung menyuarakan masalah tersebut. Kesabaran Bunda Maria patut menjadi pegangan hidup kita. Walalupun Maria ingin tahu mengapa Yesus menghilang, tapi ia tetap diam dan menunggu. (Ve)
Apa yang saya lakukan saat masalah datang?
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 Desember 2018
#renungan
*UJI KETAATAN*
Sabtu 29 Des 2018
_`Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya` (1Yoh 2:3)_
Anak yang hidup dekat dengan orang tuanya dapat mengenal dengan baik siapa orang tuanya dan bagaimana karakter mereka. Anak yang mengenal dan mengasihi orang tuanya dengan baik tentu mengetahui kehendak dan keinginan mereka dan akan berusaha untuk melakukannya. Demikian juga dengan orang yang mengenal dan mengasihi Allah akan menuruti perintah-perintah-Nya.
Ketaatan pada perintah Allah berasal dari pengenalan akan Allah. Orang yang mengenal Allah akan mengetahui betapa besar kasih Allah dan akan sungguhsungguh mengasihi-Nya. Orang yang mengasihi-Nya akan menuruti segala perintah-Nya karena seseorang yang mengasihi akan berusaha menyenangkan dia yang dikasihinya. Mustahil seseorang mengasihi tanpa berusaha menyenangkan dia yang dikasihinya. Demikianlah, orang yang mengasihi Allah akan menuruti segala perintah Allah karena ia ingin menyenangkan Allah.
Salah satu cara terbaik untuk mengetahui apakah kita sungguh-sungguh mengenal Allah adalah menguji ketaatan kita, `Seberapa besar kita taat kepada Allah?` Ingatlah sabda Tuhan, `Inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintahperintah-Nya`.
*_Sr. M. Laura, P.Karm_*
Sabtu 29 Des 2018
Pfak S. Tomas Becket, Uskup dan Martir
Hari kelima dalam Oktaf Natal
1Yoh 2:3-11; Mzm 96:1-3.5-6; Luk 2:22-35
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*UJI KETAATAN*
Sabtu 29 Des 2018
_`Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya` (1Yoh 2:3)_
Anak yang hidup dekat dengan orang tuanya dapat mengenal dengan baik siapa orang tuanya dan bagaimana karakter mereka. Anak yang mengenal dan mengasihi orang tuanya dengan baik tentu mengetahui kehendak dan keinginan mereka dan akan berusaha untuk melakukannya. Demikian juga dengan orang yang mengenal dan mengasihi Allah akan menuruti perintah-perintah-Nya.
Ketaatan pada perintah Allah berasal dari pengenalan akan Allah. Orang yang mengenal Allah akan mengetahui betapa besar kasih Allah dan akan sungguhsungguh mengasihi-Nya. Orang yang mengasihi-Nya akan menuruti segala perintah-Nya karena seseorang yang mengasihi akan berusaha menyenangkan dia yang dikasihinya. Mustahil seseorang mengasihi tanpa berusaha menyenangkan dia yang dikasihinya. Demikianlah, orang yang mengasihi Allah akan menuruti segala perintah Allah karena ia ingin menyenangkan Allah.
Salah satu cara terbaik untuk mengetahui apakah kita sungguh-sungguh mengenal Allah adalah menguji ketaatan kita, `Seberapa besar kita taat kepada Allah?` Ingatlah sabda Tuhan, `Inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintahperintah-Nya`.
*_Sr. M. Laura, P.Karm_*
Sabtu 29 Des 2018
Pfak S. Tomas Becket, Uskup dan Martir
Hari kelima dalam Oktaf Natal
1Yoh 2:3-11; Mzm 96:1-3.5-6; Luk 2:22-35
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Setu Pon, 29 Des 18
*DALAM ROH KUDUS*
*BACAAN*
*1Yoh 2:3-11* – “Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang”
*Luk 2:22-35*– “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel”
*RENUNGAN*
1. Simeon orang yang penuh dengan Roh Kudus. “Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias.” Simeon selalu bicara dengan Roh Kudus dan *belajar mendengarkan* inspirasi yang datang dari pada-Nya, sehingga Ia digerakkan dengan sangat kuat oleh Roh Kudus. Pernahkah aku kagum terhadap Simeon yang seluruh hidupnya digerakkan oleh Roh Kudus?
2. *Maria dinaungi Roh Kudus*. Maria tidak kesulitan dengan karya Roh Kudus. “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau” (Luk 1:35). St. Yohanes Paulus II menyatakan: “Maria *menanggapi dengan ketaatan penuh* terhadap setiap permintaan dari Allah, terhadap setiap gerakan Roh Kudus.” Ia mendengarkan suara Roh Kudus melalui Simeon yang berkata: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri – supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” Sekali lagi, *Maria rela dan menerima nubuat penderitaan yang akan terjadi atas dirinya.*
3. *Apakah Roh Kudus menggerakkan hidupku?* Mengapa banyak kali aku tidak mampu menangkap pesan Roh Kudus? *(MS.berkat.id)*
Salam Damai Kristus
*DALAM ROH KUDUS*
*BACAAN*
*1Yoh 2:3-11* – “Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang”
*Luk 2:22-35*– “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel”
*RENUNGAN*
1. Simeon orang yang penuh dengan Roh Kudus. “Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias.” Simeon selalu bicara dengan Roh Kudus dan *belajar mendengarkan* inspirasi yang datang dari pada-Nya, sehingga Ia digerakkan dengan sangat kuat oleh Roh Kudus. Pernahkah aku kagum terhadap Simeon yang seluruh hidupnya digerakkan oleh Roh Kudus?
2. *Maria dinaungi Roh Kudus*. Maria tidak kesulitan dengan karya Roh Kudus. “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan menaungi engkau” (Luk 1:35). St. Yohanes Paulus II menyatakan: “Maria *menanggapi dengan ketaatan penuh* terhadap setiap permintaan dari Allah, terhadap setiap gerakan Roh Kudus.” Ia mendengarkan suara Roh Kudus melalui Simeon yang berkata: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri – supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” Sekali lagi, *Maria rela dan menerima nubuat penderitaan yang akan terjadi atas dirinya.*
3. *Apakah Roh Kudus menggerakkan hidupku?* Mengapa banyak kali aku tidak mampu menangkap pesan Roh Kudus? *(MS.berkat.id)*
Salam Damai Kristus
Sabtu, 29 Des 2018
Oktaf Natal kelima
1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35.
"Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya"
Dari bacaan Injil hari ini, kita sebenarnya dapat belajar dari para tokoh yang ditampilkan. Kita bisa belajar dari Maria dan Yusuf dalam hal ketaatan akan kehendak Tuhan. Mereka menyerahkan putranya kepada Tuhan sesuai dengan hukum Taurat Musa. Tidak hanya dalam hal ketaatan, tetapi juga dalam keralaan untuk menyerahkan anak mereka kepada Tuhan agar dikuduskan bagi-Nya dan oleh-Nya. Hal ini kiranya menjadi undangan bagi para orang tua untuk tidak lupa menyerahkan anak-anak mereka kepada Tuhan agar dikuduskan oleh-Nya. Konkretnya, misalnya dengan mendoakan mereka, mengajak mereka ke Gereja, mendorong mereka untuk menjadi imam/suster/bruder, dll. Kita juga bisa belajar dari Simeoan. Ia adalah seorang nabi yang sudah tua, bahkan sangat tua. Seorang yang benar dan saleh serta dipenuhi dengan Roh Kudus. Karena bimbingan Roh Kudus, ia datang ke Bait Allah, tepat pada saat kanak-kanak Yesus dipersembahkan kepada Allah. Dengan demikian, ia dapat perjumpa dengan Kristus, membopong-Nya dan menyampaikan nubuat. Roh Kudus yang sama, juga senantiasa dianugerahkan kepada kita. Dan kalau kita hidup dalam bimbingan-Nya, kita pun akan berjumpa dengan Tuhan dan dimampukan untuk membopong-Nya (=membawa-Nya) dalam hidup sehari-hari kita. Bahkan, kita juga dimampukan untuk bernubuat, yakni untuk berbicara, berwarta, dan bersaksi tentang Tuhan kita Yesus Kristus.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Oktaf Natal kelima
1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35.
"Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya"
Dari bacaan Injil hari ini, kita sebenarnya dapat belajar dari para tokoh yang ditampilkan. Kita bisa belajar dari Maria dan Yusuf dalam hal ketaatan akan kehendak Tuhan. Mereka menyerahkan putranya kepada Tuhan sesuai dengan hukum Taurat Musa. Tidak hanya dalam hal ketaatan, tetapi juga dalam keralaan untuk menyerahkan anak mereka kepada Tuhan agar dikuduskan bagi-Nya dan oleh-Nya. Hal ini kiranya menjadi undangan bagi para orang tua untuk tidak lupa menyerahkan anak-anak mereka kepada Tuhan agar dikuduskan oleh-Nya. Konkretnya, misalnya dengan mendoakan mereka, mengajak mereka ke Gereja, mendorong mereka untuk menjadi imam/suster/bruder, dll. Kita juga bisa belajar dari Simeoan. Ia adalah seorang nabi yang sudah tua, bahkan sangat tua. Seorang yang benar dan saleh serta dipenuhi dengan Roh Kudus. Karena bimbingan Roh Kudus, ia datang ke Bait Allah, tepat pada saat kanak-kanak Yesus dipersembahkan kepada Allah. Dengan demikian, ia dapat perjumpa dengan Kristus, membopong-Nya dan menyampaikan nubuat. Roh Kudus yang sama, juga senantiasa dianugerahkan kepada kita. Dan kalau kita hidup dalam bimbingan-Nya, kita pun akan berjumpa dengan Tuhan dan dimampukan untuk membopong-Nya (=membawa-Nya) dalam hidup sehari-hari kita. Bahkan, kita juga dimampukan untuk bernubuat, yakni untuk berbicara, berwarta, dan bersaksi tentang Tuhan kita Yesus Kristus.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
"Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu." 1 Samuel 17 : 45 .
Apakah kita punya respon yg sama seperti Daud yg tdk terpengaruh dgn apa yg hrs dihadapi ,yakin ada Tuhan beserta denganNya.
seringkali kita terlalu fokus melihat besarnya masalah yg kita hadapi sehingga tdk menyadari ada Tuhan yg jauh lebih besar kuasanya beserta dgn kita.
Mari belajar seoerti Daud yg mau hidup krn iman kpd Tuhan.
Apapun yg kita hadapi saat ini, walaupun secara pikiran manusia sdh tdk ada jalan keluar, jgn kita gentar dan tetap hadapi semua.
Masih ada Tuhan beserta kita, KuasaNya jauh lebih besar dari segala permasalahan yg kita hadapi.
Melangkahlah bersama Tuhan, Dia akan memberi kemenangan bagi kita.
Salam Damai Kristus
Apakah kita punya respon yg sama seperti Daud yg tdk terpengaruh dgn apa yg hrs dihadapi ,yakin ada Tuhan beserta denganNya.
seringkali kita terlalu fokus melihat besarnya masalah yg kita hadapi sehingga tdk menyadari ada Tuhan yg jauh lebih besar kuasanya beserta dgn kita.
Mari belajar seoerti Daud yg mau hidup krn iman kpd Tuhan.
Apapun yg kita hadapi saat ini, walaupun secara pikiran manusia sdh tdk ada jalan keluar, jgn kita gentar dan tetap hadapi semua.
Masih ada Tuhan beserta kita, KuasaNya jauh lebih besar dari segala permasalahan yg kita hadapi.
Melangkahlah bersama Tuhan, Dia akan memberi kemenangan bagi kita.
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
TERANG
29 Desember 2018
“yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel” (Luk 2:32)
Lectio
1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35.
Suatu sore Andy menerima whatsapp bahwa teman baiknya pasangan Tony dan Indri mau berpisah karena tidak ada rasa cinta lagi. Menjelang hari ulang tahunnya, Andy mengundang Tony dan Indri makan di suatu restoran.
Pada hari H, mereka datang berdua dengan wajah yang kurang bersahabat. Ketika sampai Tony berkata:”Dy, kok cuma kami berdua?” Andy menjawab:”Iya saya ingin menghabiskan hari ulang tahunku hanya dengan sahabat-sahabat terbaikku.” Setelah itu mereka ngobrol, menceritakan masa kecil mereka sampai kuliah.
“Ton, kamu ingat ketika saya kenalkan Indri kepadamu? Terus kamu berkata bahwa dia adalah wanita yang selama ini kamu mimpikan dan kamu ingin MENCINTAI dan MELINDUNGI dia seumur hidupmu? Demikian juga Indri yang berterima kasih kepadaku karena memperkenalkan Tony, pria sejati yang diharapkan karena bertanggung jawab dan bisa melindungi?”
Mendengar pertanyaan itu, mereka berdua terdiam cukup lama. Lalu Andy berkata:”Saya sangat berbahagia ketika sahabatku ini bisa menjadi TELADAN pasutri jaman sekarang, karena TANPA LELAH kalian selalu saling MENCINTAI dalam segala keadaaan.”
Lalu Tony memegang tangan Indri dan berkata:”Ton, terima kasih. Ini adalah HADIAH ulangtahunmu yang terindah. Kamu telah menjadi TERANG bagi relasi kami yang sedang berada dalam kegelapan”.
Hidup kita adalah menjadi TERANG di tengah keluarga, lingkungan dan masyarakat.
Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami menjadi terang bagi keluarga dan sesama. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan menjadi TERANG.
Have a Blessed Saturday.
TERANG
29 Desember 2018
“yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel” (Luk 2:32)
Lectio
1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35.
Suatu sore Andy menerima whatsapp bahwa teman baiknya pasangan Tony dan Indri mau berpisah karena tidak ada rasa cinta lagi. Menjelang hari ulang tahunnya, Andy mengundang Tony dan Indri makan di suatu restoran.
Pada hari H, mereka datang berdua dengan wajah yang kurang bersahabat. Ketika sampai Tony berkata:”Dy, kok cuma kami berdua?” Andy menjawab:”Iya saya ingin menghabiskan hari ulang tahunku hanya dengan sahabat-sahabat terbaikku.” Setelah itu mereka ngobrol, menceritakan masa kecil mereka sampai kuliah.
“Ton, kamu ingat ketika saya kenalkan Indri kepadamu? Terus kamu berkata bahwa dia adalah wanita yang selama ini kamu mimpikan dan kamu ingin MENCINTAI dan MELINDUNGI dia seumur hidupmu? Demikian juga Indri yang berterima kasih kepadaku karena memperkenalkan Tony, pria sejati yang diharapkan karena bertanggung jawab dan bisa melindungi?”
Mendengar pertanyaan itu, mereka berdua terdiam cukup lama. Lalu Andy berkata:”Saya sangat berbahagia ketika sahabatku ini bisa menjadi TELADAN pasutri jaman sekarang, karena TANPA LELAH kalian selalu saling MENCINTAI dalam segala keadaaan.”
Lalu Tony memegang tangan Indri dan berkata:”Ton, terima kasih. Ini adalah HADIAH ulangtahunmu yang terindah. Kamu telah menjadi TERANG bagi relasi kami yang sedang berada dalam kegelapan”.
Hidup kita adalah menjadi TERANG di tengah keluarga, lingkungan dan masyarakat.
Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami menjadi terang bagi keluarga dan sesama. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan menjadi TERANG.
Have a Blessed Saturday.
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu, 29 Desember 2018
1Yoh 2:3-11
Mzm 96:1-3,5-6
Luk 2:22-35
WAJIB HUKUMNYA
Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. 1Yoh 2:6
Beberapa bulan lalu, saya dimarahi habis-habisan oleh seorang teman yang berbeda kota dengan saya. Tak cukup puas dengan makian via telepon, ia juga WA saya dengan kata-kata kasar. Ia menuduh saya melaporkan faktur pajak yang tidak sesuai dengan nominal yang ia terbitkan. Berkali-kali saya menjelaskan kalau saya mengikuti aturan perusahaan tempat saya bekerja. Saya tetap menghadapinya dengan sabar, sambil berdoa dan percaya bahwa suatu saat Tuhan pasti menunjukkan yang benar. Ternyata setelah beberapa waktu, ia menelepon saya untuk meminta maaf dan saya menerima permintaan maafnya.
Kalau saya dihadapkan pada situasi seperti di atas, biasanya saya hanya diam dan berdoa. Saya belajar mengampuni. Karena menurut saya, sekalipun saya sudah membela diri dan mengatakan saya tidak salah, mereka tetap tidak percaya. Saya lebih percaya pada kekuatan doa dan percaya bahwa Tuhan sendiri yang akan menunjukkan kebenarannya.
Seorang sahabat pernah menasihati saya untuk bersyukur ketika Tuhan mengirimkan orang-orang seperti itu, karena di situlah kita bisa belajar arti mengampuni yang sesungguhnya. Sama seperti Injil hari ini, ketika kita mengatakan kita hidup di dalam Tuhan, maka kita wajib hidup seperti Kristus telah hidup. Menurut saya, ini memang wajib hukumnya. Orang bisa mengenal Tuhan jika hidup kita bisa menjadi berkat bagi sesama dan hidup kita menghasilkan buah Roh.
Mari kita meneladani kehidupan Yesus, agar banyak orang percaya datang kepada-Nya dan Ia semakin dimuliakan. (Ar)
Sudahkah kehidupan saya meneladani kehidupan Yesus?
Salam Damai Kristus
Sabtu, 29 Desember 2018
1Yoh 2:3-11
Mzm 96:1-3,5-6
Luk 2:22-35
WAJIB HUKUMNYA
Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. 1Yoh 2:6
Beberapa bulan lalu, saya dimarahi habis-habisan oleh seorang teman yang berbeda kota dengan saya. Tak cukup puas dengan makian via telepon, ia juga WA saya dengan kata-kata kasar. Ia menuduh saya melaporkan faktur pajak yang tidak sesuai dengan nominal yang ia terbitkan. Berkali-kali saya menjelaskan kalau saya mengikuti aturan perusahaan tempat saya bekerja. Saya tetap menghadapinya dengan sabar, sambil berdoa dan percaya bahwa suatu saat Tuhan pasti menunjukkan yang benar. Ternyata setelah beberapa waktu, ia menelepon saya untuk meminta maaf dan saya menerima permintaan maafnya.
Kalau saya dihadapkan pada situasi seperti di atas, biasanya saya hanya diam dan berdoa. Saya belajar mengampuni. Karena menurut saya, sekalipun saya sudah membela diri dan mengatakan saya tidak salah, mereka tetap tidak percaya. Saya lebih percaya pada kekuatan doa dan percaya bahwa Tuhan sendiri yang akan menunjukkan kebenarannya.
Seorang sahabat pernah menasihati saya untuk bersyukur ketika Tuhan mengirimkan orang-orang seperti itu, karena di situlah kita bisa belajar arti mengampuni yang sesungguhnya. Sama seperti Injil hari ini, ketika kita mengatakan kita hidup di dalam Tuhan, maka kita wajib hidup seperti Kristus telah hidup. Menurut saya, ini memang wajib hukumnya. Orang bisa mengenal Tuhan jika hidup kita bisa menjadi berkat bagi sesama dan hidup kita menghasilkan buah Roh.
Mari kita meneladani kehidupan Yesus, agar banyak orang percaya datang kepada-Nya dan Ia semakin dimuliakan. (Ar)
Sudahkah kehidupan saya meneladani kehidupan Yesus?
Salam Damai Kristus
Doa Hari Sabtu
29 Des' 2018
By : Team Moderator DSM
Dalam nama Bapa dan Puteta dan Roh Kudus. Amin.
Tuhan Yesus,
Terima kasih karena Engkau telah berkenan menjadi
Sahabat kami dalam suka dan duka,
ke manapun kami melangkah, Engkau ada di sisi kami,
menemani di sepanjang perjalanan hidup kami.
Terima kasih juga Tuhan, karena Engkaupun
mengerti kebutuhan kami untuk bersosialisasi.
Engkau tau bahwa kamipun memerlukan sahabat,
orang - orang di sekitar kami untuk saling berinteraksi.
Kami tak akan menjadi manusia yang utuh jika
hanya hidup menyendiri, kami saling memerlukan
satu dengan yang lainnya.
Tuhan Yesus,
ajarlah kami untuk menjadi sahabat yang baik
bagi teman - teman kami, sahabat yang bukan saja
turut bersuka cita saat mendengar berita bahagia,
namun juga sahabat yang turut menangis saat mendengar teman
kami dalam kedukaan.
Jangan biarkan kami terlena dalam aktifitas dan kesibukan
sendiri sehingga melalaikan persahabatan kami dengan
teman - teman, tolong kami untuk saling memperhatikan,
saling tolong menolong, saling mengasihi, dan selalu
sedia memberikan waktu kami untuk sahabat - sahabat kami
yang memerlukan dukungan dan pertolongan kami.
Kami menyadari bahwa kami tidak dapat hidup sendiri,
hidup ini akan sangat terasa sepi jika kami hanya
berdiam diri saja tanpa bersosialisasi.
Itu sebabnya Engkaupun memberikan kepada Adam seorang
penolong baginya, yaitu Hawa.
Kami mohon ya Tuhan, ingatkanlah kami selalu akan
indahnya sebuah persahabatan, sehingga kami boleh
lebih menghargainya dan menjaga persahabatan kami
dengan teman - teman agar selalu terjalin dengan baik.
Terima kasih Tuhan Yesus.
Hanya di dalam namaMu, kami berdoa.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin
Salam Damai Kristus
29 Des' 2018
By : Team Moderator DSM
Dalam nama Bapa dan Puteta dan Roh Kudus. Amin.
Tuhan Yesus,
Terima kasih karena Engkau telah berkenan menjadi
Sahabat kami dalam suka dan duka,
ke manapun kami melangkah, Engkau ada di sisi kami,
menemani di sepanjang perjalanan hidup kami.
Terima kasih juga Tuhan, karena Engkaupun
mengerti kebutuhan kami untuk bersosialisasi.
Engkau tau bahwa kamipun memerlukan sahabat,
orang - orang di sekitar kami untuk saling berinteraksi.
Kami tak akan menjadi manusia yang utuh jika
hanya hidup menyendiri, kami saling memerlukan
satu dengan yang lainnya.
Tuhan Yesus,
ajarlah kami untuk menjadi sahabat yang baik
bagi teman - teman kami, sahabat yang bukan saja
turut bersuka cita saat mendengar berita bahagia,
namun juga sahabat yang turut menangis saat mendengar teman
kami dalam kedukaan.
Jangan biarkan kami terlena dalam aktifitas dan kesibukan
sendiri sehingga melalaikan persahabatan kami dengan
teman - teman, tolong kami untuk saling memperhatikan,
saling tolong menolong, saling mengasihi, dan selalu
sedia memberikan waktu kami untuk sahabat - sahabat kami
yang memerlukan dukungan dan pertolongan kami.
Kami menyadari bahwa kami tidak dapat hidup sendiri,
hidup ini akan sangat terasa sepi jika kami hanya
berdiam diri saja tanpa bersosialisasi.
Itu sebabnya Engkaupun memberikan kepada Adam seorang
penolong baginya, yaitu Hawa.
Kami mohon ya Tuhan, ingatkanlah kami selalu akan
indahnya sebuah persahabatan, sehingga kami boleh
lebih menghargainya dan menjaga persahabatan kami
dengan teman - teman agar selalu terjalin dengan baik.
Terima kasih Tuhan Yesus.
Hanya di dalam namaMu, kami berdoa.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin
Salam Damai Kristus
Kamis, 27 Desember 2018
#renungan
*MEMBUNUH KARENA BENCI*
Jumat 28 Des 2018
_`Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu` (Mat 2:16)_
Herodes membenci Kanak-Kanak Yesus, karena ia merasa kedudukannya terancam dan kenyamanannya terganggu oleh Raja Baru itu. Maka, ia berusaha membunuh-Nya melalui pembantaian anakanak yang keji.
Apakah kita lebih baik daripada Herodes, ketika kita merasa kedudukan kita tersaingi seseorang, kita berusaha membunuh kariernya, menyingkirkan dia dari kedudukannya dengan kata-kata, sikap, dan usaha menjatuhkan dia, bahkan sampai berani pergi ke dukun? Ketika kita membunuh janin dalam rahim karena merasa kenyamanan kita terganggu? Ketika kita mematikan suara hati dengan mengeraskan hati karena tuntutan kebenaran dan Sabda Tuhan terasa terlalu mengusik?
Mari kita menerima kebenaran tentang diri kita, posisi kita, dan mengakui tempat dan posisi sesama yang mungkin lebih beruntung dan lebih baik daripada kita. Mari berdoa bagi mereka.
Para Kanak-Kanak Suci, doakanlah kami agar kami berani hidup dalam keadilan dan kebenaran sesuai dengan kehendak Tuhan.
*_Sr. M Vianney, P.Karm_*
Jumat 28 Des 2018
Pesta Kanak-kanak Suci, Martir
Hari keempat dalam Oktaf Natal
1Yoh 1:5-2:2; Mzm 124:2-5.7-8; Mat 2:13-18
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*MEMBUNUH KARENA BENCI*
Jumat 28 Des 2018
_`Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu` (Mat 2:16)_
Herodes membenci Kanak-Kanak Yesus, karena ia merasa kedudukannya terancam dan kenyamanannya terganggu oleh Raja Baru itu. Maka, ia berusaha membunuh-Nya melalui pembantaian anakanak yang keji.
Apakah kita lebih baik daripada Herodes, ketika kita merasa kedudukan kita tersaingi seseorang, kita berusaha membunuh kariernya, menyingkirkan dia dari kedudukannya dengan kata-kata, sikap, dan usaha menjatuhkan dia, bahkan sampai berani pergi ke dukun? Ketika kita membunuh janin dalam rahim karena merasa kenyamanan kita terganggu? Ketika kita mematikan suara hati dengan mengeraskan hati karena tuntutan kebenaran dan Sabda Tuhan terasa terlalu mengusik?
Mari kita menerima kebenaran tentang diri kita, posisi kita, dan mengakui tempat dan posisi sesama yang mungkin lebih beruntung dan lebih baik daripada kita. Mari berdoa bagi mereka.
Para Kanak-Kanak Suci, doakanlah kami agar kami berani hidup dalam keadilan dan kebenaran sesuai dengan kehendak Tuhan.
*_Sr. M Vianney, P.Karm_*
Jumat 28 Des 2018
Pesta Kanak-kanak Suci, Martir
Hari keempat dalam Oktaf Natal
1Yoh 1:5-2:2; Mzm 124:2-5.7-8; Mat 2:13-18
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 28 Desember 2018
Bacaan: Filipi 2:3b "Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri."
Renungan:
Ketika kita hidup menurut prinsip firman Tuhan, kita pasti menikmati pertolongan demi pertolongan dan berkat demi berkat mengalir dalam hidup kita. Hukum dunia mengajarkan bahwa semakin banyak kita mengambil, semakin banyak yang kita miliki, semakin kayalah kita. Tetapi hukum Kerajaan Sorga adalah semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita menerima. Di saat kita menempatkan Tuhan di atas segalanya dan memerhatikan kepentingan sesama, maka Tuhan yang akan memerhatikan kita. Tuhan sanggup melakukan lebih banyak dari apa yang bisa kita lakukan.
Mungkin selama ini kita telah menempatkan diri sendiri pada urutan pertama, lalu Tuhan dan sesama pada urutan berikutnya. Kini saatnya untuk kita menempatkan Tuhan pada urutan yang pertama, demikian juga kita harus mulai memikirkan kepentingan sesama, karena mungkin saja mereka lebih membutuhkan dibandingkan dengan kita. Jangan biarkan keserakahan menguasai hati kita, melainkan belajarlah untuk peduli. Tuhan tidak akan pernah menahan berkat dan pertolonganNya terhadap mereka yang bersungguh hati mengutamakan Dia. Tuhan juga tahu bagaimana membalas kebaikan dan kepedulian kita kepada kepentingan sesama.
Ketika kita menempatkan diri sendiri pada urutan terakhir, maka Tuhan akan menempatkan kita pada posisi pertama di pemandangan mataNya. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, ajarilah aku untuk menjadikan Engkau yang pertama dalam hidupku. Jangan biarkan keegoisan membuat aku mementingkan diriku sendiri sehingga aku melalaikan perintahMu untuk mengasihiMu dan sesamaku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 Desember 2018
Bacaan: Filipi 2:3b "Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri."
Renungan:
Ketika kita hidup menurut prinsip firman Tuhan, kita pasti menikmati pertolongan demi pertolongan dan berkat demi berkat mengalir dalam hidup kita. Hukum dunia mengajarkan bahwa semakin banyak kita mengambil, semakin banyak yang kita miliki, semakin kayalah kita. Tetapi hukum Kerajaan Sorga adalah semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita menerima. Di saat kita menempatkan Tuhan di atas segalanya dan memerhatikan kepentingan sesama, maka Tuhan yang akan memerhatikan kita. Tuhan sanggup melakukan lebih banyak dari apa yang bisa kita lakukan.
Mungkin selama ini kita telah menempatkan diri sendiri pada urutan pertama, lalu Tuhan dan sesama pada urutan berikutnya. Kini saatnya untuk kita menempatkan Tuhan pada urutan yang pertama, demikian juga kita harus mulai memikirkan kepentingan sesama, karena mungkin saja mereka lebih membutuhkan dibandingkan dengan kita. Jangan biarkan keserakahan menguasai hati kita, melainkan belajarlah untuk peduli. Tuhan tidak akan pernah menahan berkat dan pertolonganNya terhadap mereka yang bersungguh hati mengutamakan Dia. Tuhan juga tahu bagaimana membalas kebaikan dan kepedulian kita kepada kepentingan sesama.
Ketika kita menempatkan diri sendiri pada urutan terakhir, maka Tuhan akan menempatkan kita pada posisi pertama di pemandangan mataNya. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, ajarilah aku untuk menjadikan Engkau yang pertama dalam hidupku. Jangan biarkan keegoisan membuat aku mementingkan diriku sendiri sehingga aku melalaikan perintahMu untuk mengasihiMu dan sesamaku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 Des 2018
Pesta Kanak-kanak Suci
1Yoh. 1:5-2:2; Mzm. 124:2-3,4-5,7b-8; Mat. 2:13-18.
"Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." (Mat 2,13)
Hari ini, kita merayakan Pesta Kanak-kanak Suci, yakni anak-anak Betlehem yang dibunuh oleh Herodes. Mereka masih berusia di bawah 2 tahun (Mat 2,16) dan belum mengenal, apalagi mengimani Yesus. Namun, mereka telah mengorbankan nyawa demi Dia. Herpdes, yang sejak semula memang ingin membinasakan Yesus, menjadi murka ketika tidak mendapatkan informasi dari para majus perihal keberadaan-Nya. Maka, ia memerintahkan untuk semua anak di Betlehem dengan maksud agar Yesus merupakan salah satu di antara mereka yang terbunuh. Namun, Ia sudah diungsikan ke Mesir sehingga selamat. Kepergian-Nya ke Mesir ini mengingatkan kita akan peristiwa pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di bawah pimpinan Musa. Yesus adalah Musa baru yang membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Dan secara tidak langsung, kanak-kanak suci di Betlehem telah berperan besar dalam karya penyelamatan Allah ini. Berkah pengorbanan mereka, mereka telah "menyelamatkan" Kanak-kanak Yesus. Dengan demikian, Kanak-kanak Yesus tetap hidup, "makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya" (Luk 2,52), sampai saat-Nya tiba, Ia pun mengorbankan diri demi keselamatan umat manusia. Pengorbanan kanak-kanak suci ini, menegaskan bahwa kita pun harus rela berkorban agar Kristus tetap hidup dan meraja dalam diri kita. Kita diundang untuk mengorbankan (membunuh) keegoisan, kebencian, iri hati, dll., agar Kristus mendapatkan tempat dalam hidup kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Pesta Kanak-kanak Suci
1Yoh. 1:5-2:2; Mzm. 124:2-3,4-5,7b-8; Mat. 2:13-18.
"Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." (Mat 2,13)
Hari ini, kita merayakan Pesta Kanak-kanak Suci, yakni anak-anak Betlehem yang dibunuh oleh Herodes. Mereka masih berusia di bawah 2 tahun (Mat 2,16) dan belum mengenal, apalagi mengimani Yesus. Namun, mereka telah mengorbankan nyawa demi Dia. Herpdes, yang sejak semula memang ingin membinasakan Yesus, menjadi murka ketika tidak mendapatkan informasi dari para majus perihal keberadaan-Nya. Maka, ia memerintahkan untuk semua anak di Betlehem dengan maksud agar Yesus merupakan salah satu di antara mereka yang terbunuh. Namun, Ia sudah diungsikan ke Mesir sehingga selamat. Kepergian-Nya ke Mesir ini mengingatkan kita akan peristiwa pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di bawah pimpinan Musa. Yesus adalah Musa baru yang membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Dan secara tidak langsung, kanak-kanak suci di Betlehem telah berperan besar dalam karya penyelamatan Allah ini. Berkah pengorbanan mereka, mereka telah "menyelamatkan" Kanak-kanak Yesus. Dengan demikian, Kanak-kanak Yesus tetap hidup, "makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya" (Luk 2,52), sampai saat-Nya tiba, Ia pun mengorbankan diri demi keselamatan umat manusia. Pengorbanan kanak-kanak suci ini, menegaskan bahwa kita pun harus rela berkorban agar Kristus tetap hidup dan meraja dalam diri kita. Kita diundang untuk mengorbankan (membunuh) keegoisan, kebencian, iri hati, dll., agar Kristus mendapatkan tempat dalam hidup kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
*Jumat, 28 Desember 2018: Pesta Para Kanak-Kanak Suci, Martir*
*Bacaan Injil: Mat 2:13-18*
“... Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu... “
*Refleksi* :
Hari ini, Gereja kembali merayakan kisah kemartiran kanak-kanak Suci. Kisah horor ini dilakoni oleh seorang Raja bernama Herodes dan kanak-kanak Suci yang menjadi korban kejahatan kemanusiaan. Mengapa Herodes melakukan holocaust itu?
Injil menceritakan tragedi kemanusiaan ini terjadi setelah Herodes mendapat kabar dari para Majus tentang Kelahiran Yesus, Sang Juruselamat, Raja Dunia. Berita ini sangat tidak menggembirakan bagi seorang raja dalam sistem “monarkisme “ dengan mentalitas ‘status quo “ untuk memberi kesempatan berkuasa bagi orang-orang bukan dari kalangan bangsawan atau ningrat. Karena itu, satu-satunya cara agar kekuasaannya langgeng adalah holocaust bukan dengan api melainkan dengan pedang terhadap Anak-anak yang berpotensi menggantikannya. Apa yang dilakukan Herodes adalah bukti bahwa moralitas dan spiritualitas kekuasaan itu tak berlaku bagi penguasa yang otoriter.
Untuk dapat merenungkan secara mendalam makna Pesta hari ini marilah kita kutib gagasan santo Quodvultdeus (Sermo 2 de Symbolo: PL 40, 655):
*Pertama* , Herodes terusik karena Kelahiran seorang Raja baru. Mengapa ia mau membunuh Yesus, satu-satunya jawaban adalah karena ia percaya bahwa Yesus adalah Raja.
*Kedua* , kisah horor ini terjadi karena Herodes sangat ketakutan dengan takthanya yang akan diambil alih oleh Yesus. Herodes juga tidak paham dengan tujuan dari kehadiran Yesus. Untuk mengatasi rasa takut dan tidak paham biasanya seorang penguasa otoriter akan menunjukkan kekejaman terhadap siapapun sampai pada kematian orang-orang yang dianggap musuh.
*Ketiga* , kekejaman Herodes menunjukkan betapa tertutup suara hatinya terhadap tangisan bayi dan orang tua dari anak-anak tak berdosa itu. Dari sini, terlihat bahwa Herodes membunuh anak-anak dengan terlebih dahulu membunuh suara hatinya.
*Keempat* , Anak-anak yang mati terbunuh, adalah korban dari sebuah rezim yang tak punya hati nurani yang terbuka pada rahmat kehidupan. Anak-anak ini mati untuk Tuhan sekalipun mereka tak bersuara dan tak melakukan perlawanan apapun.
*Kelima* , betapa besarnya rahmat yang dapat kita terima dari kemartiran kanak-kanak Suci tersebut bagi hidup dan kesaksian iman kita. Mereka tidak bicara, tetapi kesaksian mereka tentang Kristus sungguh agung. Kemartiran mereka adalah kemenangan telak akan kekuasaan dan kekejaman manusia.
*Pesan* : Apakah kita sering bersikap brutal terhadap anak-anak kita? Seringkali ego kita orang dewasa mengabaikan pertumbuhan jiwa dan raga Anak-anak kita sendiri. Ingatlah saja: setiap kali bersikap kasar ataupun kejam terhadap anak-anak, ataupun terhadap sesama kita, itu karena kita sudah membunuh suara hati kita.
“holocaust “ berasal dari bahasa Yunani artinya: berkorban dengan api. Nyala api kematian bisa terjadi dalam kehidupan kita ketika mencederai dan mengorbankan orang lain dengan kata-kata gossip penuh kemarahan, ketika kita mempersekusi sesama dengan hujatan dan makian. Lebih buruk lagi ketika dari mulut kita keluar ujaran-ujaran intoleransi terhadap orang lain karena konsep teologi berbeda. Orang-orang semacam ini bukan saja sedang ketakutan dan kurang paham terhadap spiritualitas hidup setiap agama atau kelompok tetapi terpesona pada pedang (ala Herodes) dan kekerasan. Semoga Anda tidak. Amin.
*Selamat pagi dan Tuhan memberkati.*
P. Abdul Ocd
Salam Damai Kristus
*Bacaan Injil: Mat 2:13-18*
“... Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu... “
*Refleksi* :
Hari ini, Gereja kembali merayakan kisah kemartiran kanak-kanak Suci. Kisah horor ini dilakoni oleh seorang Raja bernama Herodes dan kanak-kanak Suci yang menjadi korban kejahatan kemanusiaan. Mengapa Herodes melakukan holocaust itu?
Injil menceritakan tragedi kemanusiaan ini terjadi setelah Herodes mendapat kabar dari para Majus tentang Kelahiran Yesus, Sang Juruselamat, Raja Dunia. Berita ini sangat tidak menggembirakan bagi seorang raja dalam sistem “monarkisme “ dengan mentalitas ‘status quo “ untuk memberi kesempatan berkuasa bagi orang-orang bukan dari kalangan bangsawan atau ningrat. Karena itu, satu-satunya cara agar kekuasaannya langgeng adalah holocaust bukan dengan api melainkan dengan pedang terhadap Anak-anak yang berpotensi menggantikannya. Apa yang dilakukan Herodes adalah bukti bahwa moralitas dan spiritualitas kekuasaan itu tak berlaku bagi penguasa yang otoriter.
Untuk dapat merenungkan secara mendalam makna Pesta hari ini marilah kita kutib gagasan santo Quodvultdeus (Sermo 2 de Symbolo: PL 40, 655):
*Pertama* , Herodes terusik karena Kelahiran seorang Raja baru. Mengapa ia mau membunuh Yesus, satu-satunya jawaban adalah karena ia percaya bahwa Yesus adalah Raja.
*Kedua* , kisah horor ini terjadi karena Herodes sangat ketakutan dengan takthanya yang akan diambil alih oleh Yesus. Herodes juga tidak paham dengan tujuan dari kehadiran Yesus. Untuk mengatasi rasa takut dan tidak paham biasanya seorang penguasa otoriter akan menunjukkan kekejaman terhadap siapapun sampai pada kematian orang-orang yang dianggap musuh.
*Ketiga* , kekejaman Herodes menunjukkan betapa tertutup suara hatinya terhadap tangisan bayi dan orang tua dari anak-anak tak berdosa itu. Dari sini, terlihat bahwa Herodes membunuh anak-anak dengan terlebih dahulu membunuh suara hatinya.
*Keempat* , Anak-anak yang mati terbunuh, adalah korban dari sebuah rezim yang tak punya hati nurani yang terbuka pada rahmat kehidupan. Anak-anak ini mati untuk Tuhan sekalipun mereka tak bersuara dan tak melakukan perlawanan apapun.
*Kelima* , betapa besarnya rahmat yang dapat kita terima dari kemartiran kanak-kanak Suci tersebut bagi hidup dan kesaksian iman kita. Mereka tidak bicara, tetapi kesaksian mereka tentang Kristus sungguh agung. Kemartiran mereka adalah kemenangan telak akan kekuasaan dan kekejaman manusia.
*Pesan* : Apakah kita sering bersikap brutal terhadap anak-anak kita? Seringkali ego kita orang dewasa mengabaikan pertumbuhan jiwa dan raga Anak-anak kita sendiri. Ingatlah saja: setiap kali bersikap kasar ataupun kejam terhadap anak-anak, ataupun terhadap sesama kita, itu karena kita sudah membunuh suara hati kita.
“holocaust “ berasal dari bahasa Yunani artinya: berkorban dengan api. Nyala api kematian bisa terjadi dalam kehidupan kita ketika mencederai dan mengorbankan orang lain dengan kata-kata gossip penuh kemarahan, ketika kita mempersekusi sesama dengan hujatan dan makian. Lebih buruk lagi ketika dari mulut kita keluar ujaran-ujaran intoleransi terhadap orang lain karena konsep teologi berbeda. Orang-orang semacam ini bukan saja sedang ketakutan dan kurang paham terhadap spiritualitas hidup setiap agama atau kelompok tetapi terpesona pada pedang (ala Herodes) dan kekerasan. Semoga Anda tidak. Amin.
*Selamat pagi dan Tuhan memberkati.*
P. Abdul Ocd
Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Jumat 28 Desember 2018
Tuhan Yesus,
Saat -saat sebelum mengkahiri atau menutup tahun ini, kuserahkan kehidupan masa laluku, kehidupan sekarang ini, dan kehidupan di masa yang akan datang kepadaMu. tolonglah aku untuk tidak mengkhawatirkan masa depanku, tetapi yakin dalam kesadaran bahwa masa depanku terjamin di dalam Engkau.
Aku telah menaruh hidupku dan melangkah sebagian dengan kakiku dalam kehidupan kekal, namun dengan tidak melepaskan genggaman tanganMu. Aku ingin menyimpan banyak harta di surga, supaya surga tidak akan asing lagi melihatku kalau aku tiba disana.
Dan ketika aku sudah sampai pada langkah terakhir menuju kehidupan kekal bersamaMu, aku percaya bahwa Engkau akan ada juga di sana menyertaiku dengan segala terang yang keperlukan untuk langkah itu.
Terpujilah Engkau selama - lamanya.
Amin.
Salam Damai Kristus
Jumat 28 Desember 2018
Tuhan Yesus,
Saat -saat sebelum mengkahiri atau menutup tahun ini, kuserahkan kehidupan masa laluku, kehidupan sekarang ini, dan kehidupan di masa yang akan datang kepadaMu. tolonglah aku untuk tidak mengkhawatirkan masa depanku, tetapi yakin dalam kesadaran bahwa masa depanku terjamin di dalam Engkau.
Aku telah menaruh hidupku dan melangkah sebagian dengan kakiku dalam kehidupan kekal, namun dengan tidak melepaskan genggaman tanganMu. Aku ingin menyimpan banyak harta di surga, supaya surga tidak akan asing lagi melihatku kalau aku tiba disana.
Dan ketika aku sudah sampai pada langkah terakhir menuju kehidupan kekal bersamaMu, aku percaya bahwa Engkau akan ada juga di sana menyertaiku dengan segala terang yang keperlukan untuk langkah itu.
Terpujilah Engkau selama - lamanya.
Amin.
Salam Damai Kristus
"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." 1 Tes 5 :18.
Bagi org yg sering berkeluh kesah, segala sesuatu dlm hidupnya bisa dijadikan bahan keluhan.
Anak sulit dibangunkan di pagi hari. lambat mandi, susah sarapan.
Suami cuek membiarkan istri seorang diri, mempersiapkan anak2 utk brkt kesekolah .
rumah berantakan, pekerjaan kantor menumpuk dll.
sepanjang hari, ada begitu banyak bahan utk berkeluh kesah.
Firman Tuhan yg menjdi bacaan kita pagi ini mengajak kita utk mengucap syukur dlm segala hal, sebab hanya dgn hati yg bersyukur, kita dpt melihat peluang2 yg Tuhan sediakan dibalik keluhan kita.
Hati yg penuh rasa syukur menutup peluang utk berkeluh kesah.
sebab kita tdk sanggup, menbutuhkan segala berkat, kesempatan dan Anugrah-Nya.
Salam Damai Kristus
Bagi org yg sering berkeluh kesah, segala sesuatu dlm hidupnya bisa dijadikan bahan keluhan.
Anak sulit dibangunkan di pagi hari. lambat mandi, susah sarapan.
Suami cuek membiarkan istri seorang diri, mempersiapkan anak2 utk brkt kesekolah .
rumah berantakan, pekerjaan kantor menumpuk dll.
sepanjang hari, ada begitu banyak bahan utk berkeluh kesah.
Firman Tuhan yg menjdi bacaan kita pagi ini mengajak kita utk mengucap syukur dlm segala hal, sebab hanya dgn hati yg bersyukur, kita dpt melihat peluang2 yg Tuhan sediakan dibalik keluhan kita.
Hati yg penuh rasa syukur menutup peluang utk berkeluh kesah.
sebab kita tdk sanggup, menbutuhkan segala berkat, kesempatan dan Anugrah-Nya.
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Jumat, 28 Desember 2018
Pesta Kanak-kanak Suci
1Yoh 1:5 - 2:2
Mzm 124:2-5,7-8
Mat 2: 13-18
AYO BELAJAR TAAT
Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. Mat 2:14
Apakah kita masih merasakan kegembiraan dan sukacita Natal? Adakah hal lain yang membuat kita bersukacita selain hadiah dan pesta yang mungkin kita adakan dalam merayakan Natal? Ditengah kegembiraan yang kita rasakan, hari ini kita diajak untuk mengingat sekaligus mendoakan kanak-kanak yang menjadi korban dari kekejaman Herodes.
Ketika Yusuf diperingatkan oleh malaikat, malam hari itu juga Keluarga Kudus ini segera pergi meninggalkan Betlehem. Yusuf percaya akan perintah Tuhan yang diterimanya melalui mimpi. Tak ada sedikitpun keraguan. Padahal tempat tujuan mereka tidak pernah mereka kunjungi sebelumnya dan tanpa persiapan yang memadai.
Saya pernah membawa anak saya yang berusia tiga bulan bepergian dengan pesawat selama delapan jam. Jarak tempuh yang kami lalui tidak terasa terlalu lama karena ditempuh dengan pesawat. Sementara Keluarga Kudus ini mungkin hanya mengendarai keledai dan membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi harus memperhatikan Maria dan bayi Yesus.
Lewat renungan hari ini, saya ingin mengajak Anda untuk belajar percaya akan bimbingan Tuhan. Sikap ini juga akan membawa kita untuk belajar taat. (An)
Sudahkah saya sungguh-sungguh belajar untuk taat kepada Tuhan?
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 Desember 2018
Pesta Kanak-kanak Suci
1Yoh 1:5 - 2:2
Mzm 124:2-5,7-8
Mat 2: 13-18
AYO BELAJAR TAAT
Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. Mat 2:14
Apakah kita masih merasakan kegembiraan dan sukacita Natal? Adakah hal lain yang membuat kita bersukacita selain hadiah dan pesta yang mungkin kita adakan dalam merayakan Natal? Ditengah kegembiraan yang kita rasakan, hari ini kita diajak untuk mengingat sekaligus mendoakan kanak-kanak yang menjadi korban dari kekejaman Herodes.
Ketika Yusuf diperingatkan oleh malaikat, malam hari itu juga Keluarga Kudus ini segera pergi meninggalkan Betlehem. Yusuf percaya akan perintah Tuhan yang diterimanya melalui mimpi. Tak ada sedikitpun keraguan. Padahal tempat tujuan mereka tidak pernah mereka kunjungi sebelumnya dan tanpa persiapan yang memadai.
Saya pernah membawa anak saya yang berusia tiga bulan bepergian dengan pesawat selama delapan jam. Jarak tempuh yang kami lalui tidak terasa terlalu lama karena ditempuh dengan pesawat. Sementara Keluarga Kudus ini mungkin hanya mengendarai keledai dan membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi harus memperhatikan Maria dan bayi Yesus.
Lewat renungan hari ini, saya ingin mengajak Anda untuk belajar percaya akan bimbingan Tuhan. Sikap ini juga akan membawa kita untuk belajar taat. (An)
Sudahkah saya sungguh-sungguh belajar untuk taat kepada Tuhan?
Salam Damai Kristus
Doa Hari Jumat
28 Des' 2018
By : Team Moderator DSM
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Tuhan Yesus,
dari waktu ke waktu kami perlu diingatkan,
bahwa ada hal-hal lain dalam jagad rayaMu ini
yang jauh lebih penting daripada kebahagiaan
atau kesejahteraan kami sendiri.
Dunia ini tidak dirancang untuk memuaskan
semua selera jasmani maupun rohani kami, dan
menjadikan satu sama lain pusat kehidupan kami,
dan kemudian kami bertanya mengapa
kami masih tidak puas dan haus.
Dengan kemurahanMu Engkau telah memungkinkan
kami membagikan hidup kami,
tetapi kebahagiaan kami bersama
janganlah menjadi tujuan akhir itu sendiri.
Kebahagiaan adalah sarana untuk memperindah
dan memperkaya hidup kami kepada satu sama lain
bertumbuh makin dalam,
jadikanlah kesetiaan kami kepada Engkau dan orang lain
lebih sungguh-sungguh dan nyata.
Kami berdoa kiranya Engkau dan tujuan-tujuanMu
selalu kami utamakan dalam hidup kami.
Bimbinglah kami Tuhan untuk sungguh berkomitmen
dan menjadikan Engkau sebagai fokus utama dalam
kehidupan kami.
Kami panjatkan doa ini hanya di dalam namaMu,
Tuhan Yesus
Juru Selamat kami.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin
Salam Damai Kristus
28 Des' 2018
By : Team Moderator DSM
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Tuhan Yesus,
dari waktu ke waktu kami perlu diingatkan,
bahwa ada hal-hal lain dalam jagad rayaMu ini
yang jauh lebih penting daripada kebahagiaan
atau kesejahteraan kami sendiri.
Dunia ini tidak dirancang untuk memuaskan
semua selera jasmani maupun rohani kami, dan
menjadikan satu sama lain pusat kehidupan kami,
dan kemudian kami bertanya mengapa
kami masih tidak puas dan haus.
Dengan kemurahanMu Engkau telah memungkinkan
kami membagikan hidup kami,
tetapi kebahagiaan kami bersama
janganlah menjadi tujuan akhir itu sendiri.
Kebahagiaan adalah sarana untuk memperindah
dan memperkaya hidup kami kepada satu sama lain
bertumbuh makin dalam,
jadikanlah kesetiaan kami kepada Engkau dan orang lain
lebih sungguh-sungguh dan nyata.
Kami berdoa kiranya Engkau dan tujuan-tujuanMu
selalu kami utamakan dalam hidup kami.
Bimbinglah kami Tuhan untuk sungguh berkomitmen
dan menjadikan Engkau sebagai fokus utama dalam
kehidupan kami.
Kami panjatkan doa ini hanya di dalam namaMu,
Tuhan Yesus
Juru Selamat kami.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin
Salam Damai Kristus
Santo-Santa
28 Desember
Pesta Para Kanak-kanak Suci Betlehem, Martir
Kelahiran Yesus yang konon akan menjadi 'Raja Israel' membawa kegoncangan bahkan ancaman terhadap kekuasaan Herodes Agung. Kemarahan Herodes semakin menjadi-jadi karena Tiga Raja dari Timur, yang disuruh kembali ke Yerusalem untuk memberitahukan kepadanya tempat kelahiran bayi Yesus, pulang ke negerinya masing-masing melalui jalan lain. Ia segera memerintahkan agar bayi Yesus dibunuh dan semua bayi yang ada di Betlehem. Tanpa mempedulikan ratap tangis ibu-ibu, disuruhnya membunuh semua kanak-kanak di daerah Betlehem. Maksudnya gagal karena Kanak-kanak Yesus sudah dibawa lari orangtua-Nya ke Mesir.
Herodes memang dikenal sebagai penguasa yang berhasil membangun Yerusalem dengan berbagai monumen, namun ia sebenarnya adalah boneka mainan kaisar Romawi. Namanya sendiri busuk karena ke bengisan dan kebejatan hidupnya. Ia membunuh banyak orang termasuk tiga orang puteranya sendiri. Isterinya ada 10 orang. Dengan melihat pada kepribadiannya yang bejat ini, kita dapat memahami tindakannya.
Pada hari ini Gereja bukan saja menghormati kanak-kanak itu sebagai martir-martir Kristus, melainkan juga terutama menekankan nilai kesucian hidup dan kemurnian hati sebagai suatu cita-cita iman semua orang Kristen. Pesta hari ini menghimbau semua orang Katolik untuk terus berjuang mewujudkan kesucian dan kemurnian hidup sebagai saksi-saksi Kristus, meskipun kerap harus mengorbankan nyawa, menumpahkan darah karena cinta kasih kepada Allah dan sesama. Di dalam diri kanak-kanak Suci dan tak bersalah itu dapat dibaca cita-cita Kristen pada masa Gereja perdana. Marilah kita meneladani pula cita-cita iman yang luhur itu agar kita pun suci dari semua yang menentang kehendak Tuhan serta menghadapi Bapa kita di surga dalam keadaan yang se-sempurna-sempurnanya.
Sumber : www.imankatolik.or.id
28 Desember
Pesta Para Kanak-kanak Suci Betlehem, Martir
Kelahiran Yesus yang konon akan menjadi 'Raja Israel' membawa kegoncangan bahkan ancaman terhadap kekuasaan Herodes Agung. Kemarahan Herodes semakin menjadi-jadi karena Tiga Raja dari Timur, yang disuruh kembali ke Yerusalem untuk memberitahukan kepadanya tempat kelahiran bayi Yesus, pulang ke negerinya masing-masing melalui jalan lain. Ia segera memerintahkan agar bayi Yesus dibunuh dan semua bayi yang ada di Betlehem. Tanpa mempedulikan ratap tangis ibu-ibu, disuruhnya membunuh semua kanak-kanak di daerah Betlehem. Maksudnya gagal karena Kanak-kanak Yesus sudah dibawa lari orangtua-Nya ke Mesir.
Herodes memang dikenal sebagai penguasa yang berhasil membangun Yerusalem dengan berbagai monumen, namun ia sebenarnya adalah boneka mainan kaisar Romawi. Namanya sendiri busuk karena ke bengisan dan kebejatan hidupnya. Ia membunuh banyak orang termasuk tiga orang puteranya sendiri. Isterinya ada 10 orang. Dengan melihat pada kepribadiannya yang bejat ini, kita dapat memahami tindakannya.
Pada hari ini Gereja bukan saja menghormati kanak-kanak itu sebagai martir-martir Kristus, melainkan juga terutama menekankan nilai kesucian hidup dan kemurnian hati sebagai suatu cita-cita iman semua orang Kristen. Pesta hari ini menghimbau semua orang Katolik untuk terus berjuang mewujudkan kesucian dan kemurnian hidup sebagai saksi-saksi Kristus, meskipun kerap harus mengorbankan nyawa, menumpahkan darah karena cinta kasih kepada Allah dan sesama. Di dalam diri kanak-kanak Suci dan tak bersalah itu dapat dibaca cita-cita Kristen pada masa Gereja perdana. Marilah kita meneladani pula cita-cita iman yang luhur itu agar kita pun suci dari semua yang menentang kehendak Tuhan serta menghadapi Bapa kita di surga dalam keadaan yang se-sempurna-sempurnanya.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Langganan:
Postingan (Atom)
















































