Sabtu, 1 Juni 2019, Santo Yustinus , martir.
*PERCAYA KEPADA KASIH ALLAH*
BACAAN
*Kis 18:23-28* – “Apolos membuktikan dari Kitab Suci, bahwa Yesus adalah Mesias”
*Yoh 16:23b-28* – “Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah”
*RENUNGAN*
1.Mintalah, maka kamu akan menerima:
Ketika saya masih seorang anak, saya seringkali malu ketika harus ketemu dengan orang yang sama sekali asing. Di samping malu, juga ada rasa tidak percaya dan was-was. Demikian juga ketika kita akan berdoa. Kita tidak yakin jika Allah akan baik hati untuk mendengarkan permintaan kita, karena pengalaman mengatakan bahwa doa-doa kita jarang dikabulkan. Namun kita perlu ingat betapa Allah sungguh senang jika kita meminta sesuatu dan percaya bahwa Allah pasti akan mengabulkan. Maka rasa takut, was-was dan tidak percaya harus dibuang jauh-jauh ketika kita berdoa memohon sesuatu kepada Allah.
2.Penyataan Pribadi Allah:
Bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi dan sarana untuk mengungkapkan gagasan. Namun demikian bahasa kita tetaplah terbatas, tidak mampu mengungkapkan seluruh gagasan secara utuh dan lengkap. Kekuasaan Allah, yang keagungan-Nya sangat mengagumkan, berada di luar kemampuan jangkauan kita. Yesus, sebagai wahyu Allah, yang benar-benar Allah dan benar-benar manusia, menjadi jembatan antara bahasa manusia kita dengan Allah. Misalnya, Allah disebut-Nya sebagai Bapa. Pada suatu hari, Yesus berjanji kepada kita untuk mengatakan secara terang dan bahkan memperkenalkan kita kepada Bapa.
3.”Bapa sendiri mengasihi kamu”
Benar, bahwa tak seorang pun pernah melihat Allah sebagaimana Ia. Namun demikian Allah tidak sepenuhnya tidak kelihatan bagi kita. Ia mengasihi kita. “Kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya” (1Yoh 4:9). Allah telah menjadikan diri-Nya kelihatan. Dalam Yesus, kita mampu melihat Bapa (Yoh 14:9). Dalam diri Yesus, Allah datang kepada kita, Ia mencari untuk memenangkan hati kita, Ia memanggul Salib menuju Golgota, Ia menampakkan diri sesudah kebangkitan-Nya, dan Ia mendampingi Gereja sepanjang perjalanannya. Yang dituntut dari kita adalah percaya kepada Allah yang selalu mengasihi kita. 🇮🇩MS🇮🇩
Salam Damai Kristus
Jumat, 31 Mei 2019
RUAH
Sabtu, 01 Juni 2019
Peringatan Wajib St. Yustinus, Martir
“Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau di buang ke moncong-moncong binatang buas, ataupun disiksa dengan belenggu api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi nama Yesus, bertobat dan menjadi saleh." --- St Yustinus
Antifon Pembuka (Mzm 119:85.46)
Orang sombong menggali lubang bagiku, mereka tidak memedulikan perintah-Mu. Aku akan berbicara tentang hukum-Mu. Aku tidak malu di hadapan para raja. Alleluya.
The wicked have told me lies, but not so is your law:ispoke of your decrees before kings, and was not confounded. Alleluya.
Doa Pembuka
Allah Bapa sumber hikmat kebijaksanaan, dengan kebodohan salib Engkau telah mengajarkan kebijaksanaan Yesus Kristus, Putra-Mu, kepada Santo Yustinus, Martir. Pada hari peringatannya hari ini kami mohon, berilah kami agar sanggup menolak segala yang dapat menjauhkan kami daripada-Mu. Berilah pula kami rahmat-Mu agar selalu setia dalam iman. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
Apolos dapat menjadi teladan beriman yang berkobar-kobar dalam mewartakan Yesus dan yang terus menyempurnakan rahmat Tuhan dalam hidupnya.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (18:23-28)
"Apolos membuktikan dari Kitab Suci, bahwa Yesus adalah Mesias."
Paulus meninggalkan Korintus dan kembali ke Kota Antiokhia di Siria. Setelah beberapa hari lamanya tinggal di Antiokhia, ia berangkat, dan menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid. Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Kota Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus; tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Tuhan. Karena Apolos ingin menyeberang ke daerah Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya, Apolos oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 825
Ref. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.8-9.10; R: 6)
1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
2. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.
3. Para pemimpin bangsa-bangsa berdatangan bergabung dengan umat Allah Abraham. Sebab segala perisai di atas bumi adalah milik-Nya; sangat agunglah Dia!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 16:28)
Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa
Yesus berpesan agar kita meminta segala sesuatu kepada Bapa dalam nama-Nya. Jika kita menerimanya, maka hati kita akan dipenuhi dengan sukacita. Santo Yustinus adalah seorang filsuf yang bertobat karena kesaksian hidup umat. Dalam kesaksian itu, ia menemukan kebenaran sejati yang telah lama ia cari. Kesaksian menuai kesaksian. Ia rela menerima hukuman mati sebagai saksi untuk membela umat dalam kebenaran ilahi.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:23b-28)
"Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya."
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Kukatakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Apolos adalah seorang pengajar yang pandai bicara namun kurang pengetahuan tentang Yesus. Setelah diberi pengarahan oleh Piskila dan Akwila, ia pun percaya dan mampu membawa jemaat untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Ia bersama Paulus bahu-membahu mewartakan Yesus. Bila kita mau beriman dengan baik, jangan malu bertanya. Yesus minta kita untuk berdoa kepada Tuhan dalam nama-Nya. Ia menjamin bahwa permintaan kita pasti dikabulkan oleh Bapa. Mohonlah kepada Bapa dalam nama Yesus agar dapat mengenal Yesus dengan baik, supaya mantap di dalam pewartaan.
Antifon Komuni (1Kor 2:2)
Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
I resolved to know nothing while i was with you except Jesus Christ, and him crucified
Salam Damai Kristus
Sabtu, 01 Juni 2019
Peringatan Wajib St. Yustinus, Martir
“Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau di buang ke moncong-moncong binatang buas, ataupun disiksa dengan belenggu api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi nama Yesus, bertobat dan menjadi saleh." --- St Yustinus
Antifon Pembuka (Mzm 119:85.46)
Orang sombong menggali lubang bagiku, mereka tidak memedulikan perintah-Mu. Aku akan berbicara tentang hukum-Mu. Aku tidak malu di hadapan para raja. Alleluya.
The wicked have told me lies, but not so is your law:ispoke of your decrees before kings, and was not confounded. Alleluya.
Doa Pembuka
Allah Bapa sumber hikmat kebijaksanaan, dengan kebodohan salib Engkau telah mengajarkan kebijaksanaan Yesus Kristus, Putra-Mu, kepada Santo Yustinus, Martir. Pada hari peringatannya hari ini kami mohon, berilah kami agar sanggup menolak segala yang dapat menjauhkan kami daripada-Mu. Berilah pula kami rahmat-Mu agar selalu setia dalam iman. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
Apolos dapat menjadi teladan beriman yang berkobar-kobar dalam mewartakan Yesus dan yang terus menyempurnakan rahmat Tuhan dalam hidupnya.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (18:23-28)
"Apolos membuktikan dari Kitab Suci, bahwa Yesus adalah Mesias."
Paulus meninggalkan Korintus dan kembali ke Kota Antiokhia di Siria. Setelah beberapa hari lamanya tinggal di Antiokhia, ia berangkat, dan menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid. Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Kota Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus; tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Tuhan. Karena Apolos ingin menyeberang ke daerah Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya, Apolos oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 825
Ref. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.8-9.10; R: 6)
1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
2. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.
3. Para pemimpin bangsa-bangsa berdatangan bergabung dengan umat Allah Abraham. Sebab segala perisai di atas bumi adalah milik-Nya; sangat agunglah Dia!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 16:28)
Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa
Yesus berpesan agar kita meminta segala sesuatu kepada Bapa dalam nama-Nya. Jika kita menerimanya, maka hati kita akan dipenuhi dengan sukacita. Santo Yustinus adalah seorang filsuf yang bertobat karena kesaksian hidup umat. Dalam kesaksian itu, ia menemukan kebenaran sejati yang telah lama ia cari. Kesaksian menuai kesaksian. Ia rela menerima hukuman mati sebagai saksi untuk membela umat dalam kebenaran ilahi.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:23b-28)
"Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya."
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Kukatakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Apolos adalah seorang pengajar yang pandai bicara namun kurang pengetahuan tentang Yesus. Setelah diberi pengarahan oleh Piskila dan Akwila, ia pun percaya dan mampu membawa jemaat untuk percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Ia bersama Paulus bahu-membahu mewartakan Yesus. Bila kita mau beriman dengan baik, jangan malu bertanya. Yesus minta kita untuk berdoa kepada Tuhan dalam nama-Nya. Ia menjamin bahwa permintaan kita pasti dikabulkan oleh Bapa. Mohonlah kepada Bapa dalam nama Yesus agar dapat mengenal Yesus dengan baik, supaya mantap di dalam pewartaan.
Antifon Komuni (1Kor 2:2)
Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
I resolved to know nothing while i was with you except Jesus Christ, and him crucified
Salam Damai Kristus
Swara Bersahabat
“Apa Yang Kita Minta Kepada Tuhan (Yohanes 16:23b-28)”.
Salah satu isi doa kita kepada Tuhan adalah minta. Kita minta kepada Tuhan berbagai hal yang mungkin dan berbagai hal yang mungkin adalah ketidakmungkinan. Dalam setiap permohonan kita, kita meyakini bahwa dalam Tuhan, dalam doa bahwa ketidakmungkinan menjadi mungkin.
Kita meminta dengan penuh harapan agat dikabulkan apa yang kita inginkan itu. Kita terbiasa untuk menodong, memaksa, merampok Tuhan dengan permohonan kita. Kita kadangkal lupa bahwa Tuhan juga mempunyai kemungkinan untuk menjawab TIDAK atas hal-hal yang kita minta.
Kadang kita lalu merasa wajar untuk marah, emosional bahkan ngambeg kepada Tuham kalau permintaan itu tidak terkabulkan. Kita merasa diperlakukan tidak adil, kecewa dan marah dengan situasi.
Kita lupa bahwa Tuhan mengabulkan permintaan kita karena buka semata-mata mereka mampu dan munhkin tetapi mereka menimbang nilai dan makna di balik permintaan kita itu. Intinya, tidak semua permintaan terkabulkan apalagi permintaan yang tidak memberikan nilai baik bagi hidup umat manusia.
Dalam doa, kita diiingatkan tentang kedermawanam Tuhan kepada kita. Kedermawanan Tuhan melampaui ukuran manusiawi kita. Apa yang kita minta dari Tuhan? Permintaan kita mesti mengarahkan kita pada kasih dan kebaikan. Permintaan kita mesti menuntun kita pada nilai dan makna yang berguna bagi hidup kita. Tuhan selalu membuka hati-Nya untuk kita. Kita mempunyai kebebasan untuk meminta apa saja kepada-Nya. Permintaan kita mesti memperkaya dan memperkuat hidup iman kita.
(|flohartantapr|01062019|)
Salam Damai Kristus
“Apa Yang Kita Minta Kepada Tuhan (Yohanes 16:23b-28)”.
Salah satu isi doa kita kepada Tuhan adalah minta. Kita minta kepada Tuhan berbagai hal yang mungkin dan berbagai hal yang mungkin adalah ketidakmungkinan. Dalam setiap permohonan kita, kita meyakini bahwa dalam Tuhan, dalam doa bahwa ketidakmungkinan menjadi mungkin.
Kita meminta dengan penuh harapan agat dikabulkan apa yang kita inginkan itu. Kita terbiasa untuk menodong, memaksa, merampok Tuhan dengan permohonan kita. Kita kadangkal lupa bahwa Tuhan juga mempunyai kemungkinan untuk menjawab TIDAK atas hal-hal yang kita minta.
Kadang kita lalu merasa wajar untuk marah, emosional bahkan ngambeg kepada Tuham kalau permintaan itu tidak terkabulkan. Kita merasa diperlakukan tidak adil, kecewa dan marah dengan situasi.
Kita lupa bahwa Tuhan mengabulkan permintaan kita karena buka semata-mata mereka mampu dan munhkin tetapi mereka menimbang nilai dan makna di balik permintaan kita itu. Intinya, tidak semua permintaan terkabulkan apalagi permintaan yang tidak memberikan nilai baik bagi hidup umat manusia.
Dalam doa, kita diiingatkan tentang kedermawanam Tuhan kepada kita. Kedermawanan Tuhan melampaui ukuran manusiawi kita. Apa yang kita minta dari Tuhan? Permintaan kita mesti mengarahkan kita pada kasih dan kebaikan. Permintaan kita mesti menuntun kita pada nilai dan makna yang berguna bagi hidup kita. Tuhan selalu membuka hati-Nya untuk kita. Kita mempunyai kebebasan untuk meminta apa saja kepada-Nya. Permintaan kita mesti memperkaya dan memperkuat hidup iman kita.
(|flohartantapr|01062019|)
Salam Damai Kristus
PERMINTAAN KITA KEPADA TUHAN!
Sabtu, 1 Mei 2019
Yohanes 16:23b-28
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”
Pada orangtua, biasanya kita meminta uang atau meminta mereka membelikan sesuatu yang kita inginkan. Kalau apa yang kita minta itu terkabulkan, kita merasa senang. Tetapi kalau permintaan itu tidak terkabulkan, kita merasa diperlakukan tidak adil, kecewa dan marah dengan situasi. Saya yakin orangtua mengabulkan permintaan kita karena buka semata-mata mereka mampu secara finansial, tetapi mereka menimbang nilai dan makna di balik permintaan kita itu. Intinya, tidak semua permintaan terkabulkan apalagi permintaan yang tidak memberikan nilai baik bagi hidup seorang anak.
Pada bacaan injil hari ini, Tuhan Yesus mengingatkan para murid untuk tidak segan-segan meminta sesuatu kepada Bapa dengan menggunakan Nama-Nya. Kata-kata Tuhan Yesus ini mengingatkan tentang kedermawanan-Nya kepada kita. Kedermawanan Tuhan melampaui ukuran manusiawi kita. Apa yang kita minta dari Tuhan? Permintaan kita mesti mengarahkan kita pada kasih dan kebaikan. Permintaan kita mesti menuntun kita pada nilai dan makna yang berguna bagi hidup kita. Tuhan selalu membuka hati-Nya untuk kita. Kita mempunyai kebebasan untuk meminta apa saja kepada-Nya. Permintaan kita mesti memperkaya dan memperkuat hidup iman kita.
Saudara/I, berdoa adalah salah satu cara kita meminta kepada Tuhan. Semoga kita meminta sesuatu yang memberikan nilai dan makna bagi hidup kita. (*saotilayad – 56)
Salam Damai Kristus
Sabtu, 1 Mei 2019
Yohanes 16:23b-28
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”
Pada orangtua, biasanya kita meminta uang atau meminta mereka membelikan sesuatu yang kita inginkan. Kalau apa yang kita minta itu terkabulkan, kita merasa senang. Tetapi kalau permintaan itu tidak terkabulkan, kita merasa diperlakukan tidak adil, kecewa dan marah dengan situasi. Saya yakin orangtua mengabulkan permintaan kita karena buka semata-mata mereka mampu secara finansial, tetapi mereka menimbang nilai dan makna di balik permintaan kita itu. Intinya, tidak semua permintaan terkabulkan apalagi permintaan yang tidak memberikan nilai baik bagi hidup seorang anak.
Pada bacaan injil hari ini, Tuhan Yesus mengingatkan para murid untuk tidak segan-segan meminta sesuatu kepada Bapa dengan menggunakan Nama-Nya. Kata-kata Tuhan Yesus ini mengingatkan tentang kedermawanan-Nya kepada kita. Kedermawanan Tuhan melampaui ukuran manusiawi kita. Apa yang kita minta dari Tuhan? Permintaan kita mesti mengarahkan kita pada kasih dan kebaikan. Permintaan kita mesti menuntun kita pada nilai dan makna yang berguna bagi hidup kita. Tuhan selalu membuka hati-Nya untuk kita. Kita mempunyai kebebasan untuk meminta apa saja kepada-Nya. Permintaan kita mesti memperkaya dan memperkuat hidup iman kita.
Saudara/I, berdoa adalah salah satu cara kita meminta kepada Tuhan. Semoga kita meminta sesuatu yang memberikan nilai dan makna bagi hidup kita. (*saotilayad – 56)
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 1 Juni 2019
Bacaan: Efesus 2:10 "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."
Renungan:
Aristoteles memberikan dua pemahaman tentang kebahagiaan hidup. Ketika seseorang berhasil memenuhi keinginannya, itu adalah kebahagiaan hedonic. Sedangkan kebahagiaan yang memenuhi jiwa adalah eudaimonic, yaitu keadaan di mana seseorang merasa telah menjalani hidupnya dengan potensinyang maksimal. Bagaimana caranya agar kita dapat memenuhi kebahagiaan eudaimonic? Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah mengenali diri hingga pada sisi-sisi yang tersembunyi.
Oleh sebab itu kita harus dan bahkan wajib untuk mengenali diri kita sendiri dapat menentukan sikap yang tepat. Ketika kita dapat mengetahui kelemahan-kelamahan dalam diri kita khusus
nya yang terkecil, maka kita sudah pasti dapat menguasai diri dengan mudah dan kita tidak perlu khawatir akan melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang tidak disengaja.
Ketika kita dapat melakukan semua dengan baik dan dapat mengenali diri sendiri, maka akan ada kepuasan tersendiri dalam hidup kita. Hanya dengan bimbingan roh kudus kita dapat mengenali diri kita sendiri hingga sisi-sisi tergelap pun mundur. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, aku akan menjadi orang yang memaksimalkan potensi hidupku dengan baik. Untuk itu aku mohon pimpinan Roh Mu yang kuasa. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Sabtu, 1 Juni 2019
Bacaan: Efesus 2:10 "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."
Renungan:
Aristoteles memberikan dua pemahaman tentang kebahagiaan hidup. Ketika seseorang berhasil memenuhi keinginannya, itu adalah kebahagiaan hedonic. Sedangkan kebahagiaan yang memenuhi jiwa adalah eudaimonic, yaitu keadaan di mana seseorang merasa telah menjalani hidupnya dengan potensinyang maksimal. Bagaimana caranya agar kita dapat memenuhi kebahagiaan eudaimonic? Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah mengenali diri hingga pada sisi-sisi yang tersembunyi.
Oleh sebab itu kita harus dan bahkan wajib untuk mengenali diri kita sendiri dapat menentukan sikap yang tepat. Ketika kita dapat mengetahui kelemahan-kelamahan dalam diri kita khusus
nya yang terkecil, maka kita sudah pasti dapat menguasai diri dengan mudah dan kita tidak perlu khawatir akan melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang tidak disengaja.
Ketika kita dapat melakukan semua dengan baik dan dapat mengenali diri sendiri, maka akan ada kepuasan tersendiri dalam hidup kita. Hanya dengan bimbingan roh kudus kita dapat mengenali diri kita sendiri hingga sisi-sisi tergelap pun mundur. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, aku akan menjadi orang yang memaksimalkan potensi hidupku dengan baik. Untuk itu aku mohon pimpinan Roh Mu yang kuasa. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
#renungan
*ALLAH BAPA YANG PENGASIH*
Sabtu 01 Jun 2019
_`Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah` (Yoh 16:26-27)_
Tidak jarang kita memandang Allah sebagai Allah yang murka dan suka menghukum, Allah yang keras dan sukar didekati. Benarkah Allah`yang diperkenalkan oleh Yesus sebagai Bapa`adalah Allah yang demikian? Padahal, kita mengenal Yesus sebagai pribadi yang lemah lembut dan penuh kasih. Apa yang Yesus katakan dalam amanat perpisahan-Nya sebenarnya adalah `kamu bisa pergi kepada Allah Bapa karena Dia mengasihi kamu.` Yesus mengatakan hal ini sebelum Ia wafat disalib. Artinya, Yesus tidak mati untuk mengubah Allah menjadi kasih, tetapi Yesus mati untuk mengatakan kepada kita bahwa Allah adalah kasih.
Dengan demikian, ada suatu hubungan yang baru dengan Allah. Bila kita sungguh-sungguh mengenal Allah, kita dapat datang kepada-Nya dan meminta apa saja dari-Nya. Kita tahu bahwa Ia adalah Bapa kita yang hati-Nya meluapluap dengan kasih kepada kita. Ia adalah Allah yang dekat pada kita dan selalu menarik kita mendekat kepada-Nya. Maka, mulai saat ini bila Anda memandang salib, ingatlah bahwa itulah bukti bahwa Allah mengasihi kita, Anda dan saya.
Allah, Bapa yang Mahabaik, singkirkanlah segala yang menghambat aku untuk melihat dan mempercayai kasihMu lebih lagi.
*_Sr. M. Amadea, P.Karm_*
Sabtu 01 Jun 2019
Pw. S. Yustinus, Mrt
Kis 18:23-28; Mzm 47:2-3.8-10; Yoh 16:23-28
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*ALLAH BAPA YANG PENGASIH*
Sabtu 01 Jun 2019
_`Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah` (Yoh 16:26-27)_
Tidak jarang kita memandang Allah sebagai Allah yang murka dan suka menghukum, Allah yang keras dan sukar didekati. Benarkah Allah`yang diperkenalkan oleh Yesus sebagai Bapa`adalah Allah yang demikian? Padahal, kita mengenal Yesus sebagai pribadi yang lemah lembut dan penuh kasih. Apa yang Yesus katakan dalam amanat perpisahan-Nya sebenarnya adalah `kamu bisa pergi kepada Allah Bapa karena Dia mengasihi kamu.` Yesus mengatakan hal ini sebelum Ia wafat disalib. Artinya, Yesus tidak mati untuk mengubah Allah menjadi kasih, tetapi Yesus mati untuk mengatakan kepada kita bahwa Allah adalah kasih.
Dengan demikian, ada suatu hubungan yang baru dengan Allah. Bila kita sungguh-sungguh mengenal Allah, kita dapat datang kepada-Nya dan meminta apa saja dari-Nya. Kita tahu bahwa Ia adalah Bapa kita yang hati-Nya meluapluap dengan kasih kepada kita. Ia adalah Allah yang dekat pada kita dan selalu menarik kita mendekat kepada-Nya. Maka, mulai saat ini bila Anda memandang salib, ingatlah bahwa itulah bukti bahwa Allah mengasihi kita, Anda dan saya.
Allah, Bapa yang Mahabaik, singkirkanlah segala yang menghambat aku untuk melihat dan mempercayai kasihMu lebih lagi.
*_Sr. M. Amadea, P.Karm_*
Sabtu 01 Jun 2019
Pw. S. Yustinus, Mrt
Kis 18:23-28; Mzm 47:2-3.8-10; Yoh 16:23-28
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*SABTU, 01 Juni 2019*
Bacaan Liturgi
Hari Biasa Pekan Paskah VI
PW S. Yustinus, Martir
Bacaan Injil
Yoh 16:23b-28
Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa,
akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
Sampai sekarang
kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku.
Mintalah maka kamu akan menerima,
supaya penuhlah sukacitamu.
Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan.
Akan tiba saatnya
Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan,
tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.
Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku.
Dan tidak Kukatakan kepadamu,
bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
sebab Bapa sendiri mengasihi kamu,
karena kamu telah mengasihi Aku
dan percaya bahwa Aku datang dari Allah.
Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia;
kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa."
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Salam Damai Kristus
Bacaan Liturgi
Hari Biasa Pekan Paskah VI
PW S. Yustinus, Martir
Bacaan Injil
Yoh 16:23b-28
Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa,
akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
Sampai sekarang
kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku.
Mintalah maka kamu akan menerima,
supaya penuhlah sukacitamu.
Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan.
Akan tiba saatnya
Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan,
tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.
Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku.
Dan tidak Kukatakan kepadamu,
bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
sebab Bapa sendiri mengasihi kamu,
karena kamu telah mengasihi Aku
dan percaya bahwa Aku datang dari Allah.
Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia;
kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa."
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Salam Damai Kristus
*SIRAMAN ROHANI* Sabtu, 01 Juni 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Lewat Doa kita mendekatkan diri dengan Tuhan!*
Yohanes 16:23-28
Saudara-saudari... Kita semua tahu dan alami bahwa lewat doa kita bisa alami kedekatan kita dengan Tuhan. Lewat doa kita bisa ungkapkan diri kita kepada Tuhan, katakan apa yang perlu kita katakan dan juga dalam keheningan doa, kita juga bisa mendengar apa yang dikatakan Tuhan kepada kita.
Doa sesungguhnya satu aktivitas manusia yang sangat luar biasa, di mana dalam doa manusia mengadakan hubungan yang sangat intim dengan Tuhan yang menciptakannya. Lewat doa, manusia membawa Tuhan yang sangat mulia dekat dengan dirinya, dan lewat doa, manusia mengangkat dirinya, yang fana dekat pada Tuhan. Semua ini bisa terjadi kalau kita ungkapkan doa kita dengan penuh iman.
Dalam surat kepada orang di Hibrani ada tertulis: “Tanpa iman orang tidak mungkin membuat Allah bahagia!” (Ibrani 11:6). Iman berarti percaya total kepada satu kekuatan yang berada di luar diri kita dan kekuatan itu bisa menjawab apa yang kita butuhkan. Dari sudut iman, kita namai kekuatan itu adalah Allah. Tuhan sudah menampakkan diriNya dalam diri Yesus kristus. Kristus sendiri sudah buktikan kekuatan Tuhan itu dalam kehidupanNya di dunia ini. Lewat Yesus Kristus, Tuhan membuat banyak mujizat. Yesus Kristus sendiri selalu yakinkan para pendengar-Nya, bahwa barangsiapa yang melihat Dia, ia sudah melihat Bapa yang mengutusNya.
Hari ini Yesus kristus kembali yakinkan para murid dan pengikutNya, katanya: “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam namaKu.” Pernyataan Yesus Kristus ini sudah menjadi kenyataan bagi banyak orang yang sungguh percaya kepadaNya. Santu Paulus, Apolos, Priscila dan Aguila dalam bacaan pertama hari ini (Kis 18:23-28) sudah mengalami betapa besar kuasa Tuhan dalam hidup mereka. Mereka selalu ciptakan hubungan yang baik dengan Tuhan lewat doa harian mereka. Tantangan yang dihadapinya selalu dapat dilalui dengan baik berkat bantuan Tuhan. Berkat kedekatannya dengan Tuhan, mereka selalu alami kekuatan sehingga mereka pun selalu didorong untuk maju mewartakan misi Kristus.
Saudara-saudari... Apakah kita selalu merasa dekat dengan Tuhan? Apakah kita selalu alami kekuatan Tuhan lewat doa kita?
Marilah saudara-saudari... Hayati dan amalkanlah apa yang dikatakan Yesus Kristus hari ini: “Mintalah maka kamu akan menerima. Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam Nama-Ku.”
Kita berdoa, semoga Tuhan selalu menguatkan iman dan meneguhkan kepercayaan kita. Percayalah, bahwa Tuhan selalu mengabulkan permohonan kita sesuai dengan kehendakNya. Sesungguhnya Tuhan tahu lebih baik apa yang kita butuhkan.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen!
Salam Damai Kristus
*Tema: Lewat Doa kita mendekatkan diri dengan Tuhan!*
Yohanes 16:23-28
Saudara-saudari... Kita semua tahu dan alami bahwa lewat doa kita bisa alami kedekatan kita dengan Tuhan. Lewat doa kita bisa ungkapkan diri kita kepada Tuhan, katakan apa yang perlu kita katakan dan juga dalam keheningan doa, kita juga bisa mendengar apa yang dikatakan Tuhan kepada kita.
Doa sesungguhnya satu aktivitas manusia yang sangat luar biasa, di mana dalam doa manusia mengadakan hubungan yang sangat intim dengan Tuhan yang menciptakannya. Lewat doa, manusia membawa Tuhan yang sangat mulia dekat dengan dirinya, dan lewat doa, manusia mengangkat dirinya, yang fana dekat pada Tuhan. Semua ini bisa terjadi kalau kita ungkapkan doa kita dengan penuh iman.
Dalam surat kepada orang di Hibrani ada tertulis: “Tanpa iman orang tidak mungkin membuat Allah bahagia!” (Ibrani 11:6). Iman berarti percaya total kepada satu kekuatan yang berada di luar diri kita dan kekuatan itu bisa menjawab apa yang kita butuhkan. Dari sudut iman, kita namai kekuatan itu adalah Allah. Tuhan sudah menampakkan diriNya dalam diri Yesus kristus. Kristus sendiri sudah buktikan kekuatan Tuhan itu dalam kehidupanNya di dunia ini. Lewat Yesus Kristus, Tuhan membuat banyak mujizat. Yesus Kristus sendiri selalu yakinkan para pendengar-Nya, bahwa barangsiapa yang melihat Dia, ia sudah melihat Bapa yang mengutusNya.
Hari ini Yesus kristus kembali yakinkan para murid dan pengikutNya, katanya: “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam namaKu.” Pernyataan Yesus Kristus ini sudah menjadi kenyataan bagi banyak orang yang sungguh percaya kepadaNya. Santu Paulus, Apolos, Priscila dan Aguila dalam bacaan pertama hari ini (Kis 18:23-28) sudah mengalami betapa besar kuasa Tuhan dalam hidup mereka. Mereka selalu ciptakan hubungan yang baik dengan Tuhan lewat doa harian mereka. Tantangan yang dihadapinya selalu dapat dilalui dengan baik berkat bantuan Tuhan. Berkat kedekatannya dengan Tuhan, mereka selalu alami kekuatan sehingga mereka pun selalu didorong untuk maju mewartakan misi Kristus.
Saudara-saudari... Apakah kita selalu merasa dekat dengan Tuhan? Apakah kita selalu alami kekuatan Tuhan lewat doa kita?
Marilah saudara-saudari... Hayati dan amalkanlah apa yang dikatakan Yesus Kristus hari ini: “Mintalah maka kamu akan menerima. Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam Nama-Ku.”
Kita berdoa, semoga Tuhan selalu menguatkan iman dan meneguhkan kepercayaan kita. Percayalah, bahwa Tuhan selalu mengabulkan permohonan kita sesuai dengan kehendakNya. Sesungguhnya Tuhan tahu lebih baik apa yang kita butuhkan.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen!
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *01 Juni 2019*
*St. Yustinus*
Kis 18:23-28
Mzm 47:1-3,8-10
Yoh 16:23b-28
*KEMBALI KEPADA BAPA*
_Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa. -- Yoh 16:28_
Suatu duka yang sangat dalam bila kita ditinggal selama-lamanya oleh orang yang kita kasihi.
Pada pertengahan Maret lalu, seorang teman meninggal. Hari itu ia bersama teman-temannya bermain arung jeram. Cuaca yang semula cerah berubah menjadi hujan lebat. Saat beristirahat di suatu tempat, banjir tiba-tiba datang dan menghanyutkan mereka. Empat orang meninggal, termasuk teman saya.
Peristiwa duka mendadak ini membuat orang-orang yang mengenalnya sangat kaget. Keluarga sangat berduka. Dua minggu setelah kematiannya, ayahnya menulis di Facebook: _"Anak kami tetap EMPAT sampai kapanpun juga. Hanya yang sulung sudah pindah ke Rumah Bapa di surga nan permai."_
Inilah pengharapan kita sebagai umat beriman. Karena wafat dan kebangkitan Yesus, kita memperoleh kehidupan kekal di surga. Kristus rela mati, supaya kita memperoleh hidup yang kekal. Melalui Sakramen Baptis, kita menerima Roh Kudus yaitu Roh Allah yang menghidupkan. Oleh Roh Allah yang berdiam di dalam diri kita inilah, kita mempunyai pengharapan bahwa kelak kita akan dibangkitkan dan tetap hidup, meskipun kita sudah mati (Yohanes 11:25). Roh Allah ini yang memungkinkan kita mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri, dalam kebahagiaan-Nya yang tanpa akhir.
Sahabat yang terkasih, kematian selalu membawa duka. Namun, jangan berhenti sampai di sini. Kita berasal dari Allah dan jiwa kita pasti kembali kepada Allah selama kita tidak menolak-Nya. (Yo)
_Apakah saya menyadari, ketika hidup saya berakhir di dunia, hidup kekal saya baru dimulai?_
Salam Damai Kristus
_Sabtu,_ *01 Juni 2019*
*St. Yustinus*
Kis 18:23-28
Mzm 47:1-3,8-10
Yoh 16:23b-28
*KEMBALI KEPADA BAPA*
_Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa. -- Yoh 16:28_
Suatu duka yang sangat dalam bila kita ditinggal selama-lamanya oleh orang yang kita kasihi.
Pada pertengahan Maret lalu, seorang teman meninggal. Hari itu ia bersama teman-temannya bermain arung jeram. Cuaca yang semula cerah berubah menjadi hujan lebat. Saat beristirahat di suatu tempat, banjir tiba-tiba datang dan menghanyutkan mereka. Empat orang meninggal, termasuk teman saya.
Peristiwa duka mendadak ini membuat orang-orang yang mengenalnya sangat kaget. Keluarga sangat berduka. Dua minggu setelah kematiannya, ayahnya menulis di Facebook: _"Anak kami tetap EMPAT sampai kapanpun juga. Hanya yang sulung sudah pindah ke Rumah Bapa di surga nan permai."_
Inilah pengharapan kita sebagai umat beriman. Karena wafat dan kebangkitan Yesus, kita memperoleh kehidupan kekal di surga. Kristus rela mati, supaya kita memperoleh hidup yang kekal. Melalui Sakramen Baptis, kita menerima Roh Kudus yaitu Roh Allah yang menghidupkan. Oleh Roh Allah yang berdiam di dalam diri kita inilah, kita mempunyai pengharapan bahwa kelak kita akan dibangkitkan dan tetap hidup, meskipun kita sudah mati (Yohanes 11:25). Roh Allah ini yang memungkinkan kita mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri, dalam kebahagiaan-Nya yang tanpa akhir.
Sahabat yang terkasih, kematian selalu membawa duka. Namun, jangan berhenti sampai di sini. Kita berasal dari Allah dan jiwa kita pasti kembali kepada Allah selama kita tidak menolak-Nya. (Yo)
_Apakah saya menyadari, ketika hidup saya berakhir di dunia, hidup kekal saya baru dimulai?_
Salam Damai Kristus
Santo Santa 1 Juni
S. Yustinus
St. Yustinus berasal dari Samaria. Ia hidup pada abad kedua. Ayahnya membesarkannya tanpa pengenalan akan Tuhan. Ketika masih kanak-kanak, Yustinus membaca puisi, sejarah dan ilmu pengetahuan. Sementara tumbuh dewasa, ia terus belajar. Tujuan utamanya dalam belajar adalah untuk menemukan kebenaran akan Tuhan.
Suatu hari, ketika sedang berjalan menyusuri tepi pantai, Yustinus bertemu dengan seorang tua. Mereka berbincang-bincang. Karena Yustinus kelihatan gelisah, orang tua itu bertanya apa yang menggelisahkan hatinya. Yustinus menjawab bahwa ia bersedih karena tidak menemukan kepastian tentang Tuhan dalam semua buku yang telah dibacanya. Orang tua itu bercerita kepadanya tentang Yesus, Sang Juruselamat. Ia mendorong Yustinus untuk berdoa agar dapat memahami kebenaran Tuhan.
St. Yustinus mulai berdoa dan membaca Sabda Tuhan, yaitu Kitab Suci. Ia jatuh cinta padanya. Ia juga amat terkesan mengetahui betapa beraninya umat Kristiani yang bersedia mati demi iman serta cinta mereka kepada Yesus. Setelah memperdalam pengenalannya tentang agama Kristen, Yustinus menjadi seorang Kristen pula. Kemudian, ia mempergunakan pengetahuannya yang luas itu untuk menjelaskan serta mempertahankan iman dengan banyak tulisannya.
Di kota Roma, St. Yustinus ditangkap karena menjadi seorang pengikut Kristus. Hakim bertanya padanya, “Apakah kamu pikir dengan mati, maka kamu akan masuk surga dan memperoleh ganjaranmu?” “Bukan saja aku berpikir demikian,” orang kudus itu menjawab, “tetapi aku yakin mengenainya!” dan ia pun wafat sebagai martir sekitar tahun 166.
Berapa seringkah aku membaca Kitab Suci? Marilah mohon pada Roh Kudus untuk membantu kita mencintai Sabda Tuhan dan memperteguh iman kita. Setiap saat, baiklah kita mengucapkan doa ini: “Allahku, aku percaya padamu.”
Sumber : yesaya.indocell.net
S. Yustinus
St. Yustinus berasal dari Samaria. Ia hidup pada abad kedua. Ayahnya membesarkannya tanpa pengenalan akan Tuhan. Ketika masih kanak-kanak, Yustinus membaca puisi, sejarah dan ilmu pengetahuan. Sementara tumbuh dewasa, ia terus belajar. Tujuan utamanya dalam belajar adalah untuk menemukan kebenaran akan Tuhan.
Suatu hari, ketika sedang berjalan menyusuri tepi pantai, Yustinus bertemu dengan seorang tua. Mereka berbincang-bincang. Karena Yustinus kelihatan gelisah, orang tua itu bertanya apa yang menggelisahkan hatinya. Yustinus menjawab bahwa ia bersedih karena tidak menemukan kepastian tentang Tuhan dalam semua buku yang telah dibacanya. Orang tua itu bercerita kepadanya tentang Yesus, Sang Juruselamat. Ia mendorong Yustinus untuk berdoa agar dapat memahami kebenaran Tuhan.
St. Yustinus mulai berdoa dan membaca Sabda Tuhan, yaitu Kitab Suci. Ia jatuh cinta padanya. Ia juga amat terkesan mengetahui betapa beraninya umat Kristiani yang bersedia mati demi iman serta cinta mereka kepada Yesus. Setelah memperdalam pengenalannya tentang agama Kristen, Yustinus menjadi seorang Kristen pula. Kemudian, ia mempergunakan pengetahuannya yang luas itu untuk menjelaskan serta mempertahankan iman dengan banyak tulisannya.
Di kota Roma, St. Yustinus ditangkap karena menjadi seorang pengikut Kristus. Hakim bertanya padanya, “Apakah kamu pikir dengan mati, maka kamu akan masuk surga dan memperoleh ganjaranmu?” “Bukan saja aku berpikir demikian,” orang kudus itu menjawab, “tetapi aku yakin mengenainya!” dan ia pun wafat sebagai martir sekitar tahun 166.
Berapa seringkah aku membaca Kitab Suci? Marilah mohon pada Roh Kudus untuk membantu kita mencintai Sabda Tuhan dan memperteguh iman kita. Setiap saat, baiklah kita mengucapkan doa ini: “Allahku, aku percaya padamu.”
Sumber : yesaya.indocell.net
Mutiara Iman
DALAM NAMA-KU
1 Juni 2019
“Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku” (Yoh 16:23b-28)
Lectio
Kis 18:23-28; Mzm 47:2-3,8-9,10; Yoh 16:23b-28
Setelah merayakan Hari Ulang Tahun perkawinan yang ke-20, pasutri Yanti dan Hendra diminta memberikan harapan akan hidup perkawinannya.
Lalu Yanti memberi kode kepada Hendra untuk menyampaikan keinginan mereka :
“Di HUT perkawinan kami yang ke-20 dan dimana anak-anak kami sudah bekerja, maka kami berdua sepakat untuk mengadopsi anak bagi kami.”
Mendengar hal ini, kagetlah semua yang hadir di dalam ruangan itu. Lalu MC bertanya :
”Apakah Bapak dan Ibu yakin? Maaf dengan usia Bapak dan Ibu?”
Jawab Hendra :
”Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa apabila hal ini berkenan dan sesuai dengan kehendak Tuhan.”
Setiap doa dalam nama Tuhan Yesus, akan didengar oleh Allah Bapa.
Oratio
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin
Missio
Marilah kita berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Have a Blessed Saturday.
DALAM NAMA-KU
1 Juni 2019
“Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku” (Yoh 16:23b-28)
Lectio
Kis 18:23-28; Mzm 47:2-3,8-9,10; Yoh 16:23b-28
Setelah merayakan Hari Ulang Tahun perkawinan yang ke-20, pasutri Yanti dan Hendra diminta memberikan harapan akan hidup perkawinannya.
Lalu Yanti memberi kode kepada Hendra untuk menyampaikan keinginan mereka :
“Di HUT perkawinan kami yang ke-20 dan dimana anak-anak kami sudah bekerja, maka kami berdua sepakat untuk mengadopsi anak bagi kami.”
Mendengar hal ini, kagetlah semua yang hadir di dalam ruangan itu. Lalu MC bertanya :
”Apakah Bapak dan Ibu yakin? Maaf dengan usia Bapak dan Ibu?”
Jawab Hendra :
”Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa apabila hal ini berkenan dan sesuai dengan kehendak Tuhan.”
Setiap doa dalam nama Tuhan Yesus, akan didengar oleh Allah Bapa.
Oratio
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin
Missio
Marilah kita berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Have a Blessed Saturday.
Kamis, 30 Mei 2019
#renungan
*Pesan Kunjungan Maria*
Jumat 31 Mei 2019
_`Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan` (Luk 1:44)_
Peristiwa Maria mengunjungi Elisabet adalah suatu peristiwa yang membawa sukacita. Buktinya adalah bayi dalam kandungan Elisabet (yaitu Yohanes Pembaptis) melonjak kegirangan ketika mendengar salam Maria. Selain itu, kunjungan Maria kepada Elisabet ini juga membawa makna bahwa Maria memiliki kepedulian yang besar kepada orang lain.
Sampai saat ini pun, Bunda Maria masih sangat peduli kepada kita semua. Salah satu bukti kepedulian Bunda Maria kepada kita adalah kunjungannya kepada kita melalui berbagai macam penampakan. Hanya saja, pesan yang disampaikan Bunda Maria dewasa ini berbeda dengan pesan kegembiraan ketika Bunda Maria mengunjungi Elisabet. Dewasa ini, melalui penampakan-penampakan yang ada, Bunda Maria memberikan pesan urgensi pertobatan. Dan, untuk melengkapi pertobatan itu, Bunda Maria menganjurkan agar kita banyak melakukan doa, mati raga, silih, dan kurban-kurban bagi keselamatan banyak jiwa.
Semoga kunjungan Bunda Maria dewasa ini tetap membawa makna berarti bagi kita semua. Agar pada akhirnya, kita semua beroleh keselamatan sebagaimana yang dijanjikan Allah Bapa kepada seluruh umat manusia yang mau bertobat dan berbalik ke jalan yang benar.
Bunda Maria, doakanlah kami selalu!
*_Fr. Kevin de Sanctis, CSE_*
Jumat 31 Mei 2019
Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet
Zef 3:14-18 atau Rm 12:9-16b; MT Yes 12:2-6; Luk 1:39-56
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*Pesan Kunjungan Maria*
Jumat 31 Mei 2019
_`Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan` (Luk 1:44)_
Peristiwa Maria mengunjungi Elisabet adalah suatu peristiwa yang membawa sukacita. Buktinya adalah bayi dalam kandungan Elisabet (yaitu Yohanes Pembaptis) melonjak kegirangan ketika mendengar salam Maria. Selain itu, kunjungan Maria kepada Elisabet ini juga membawa makna bahwa Maria memiliki kepedulian yang besar kepada orang lain.
Sampai saat ini pun, Bunda Maria masih sangat peduli kepada kita semua. Salah satu bukti kepedulian Bunda Maria kepada kita adalah kunjungannya kepada kita melalui berbagai macam penampakan. Hanya saja, pesan yang disampaikan Bunda Maria dewasa ini berbeda dengan pesan kegembiraan ketika Bunda Maria mengunjungi Elisabet. Dewasa ini, melalui penampakan-penampakan yang ada, Bunda Maria memberikan pesan urgensi pertobatan. Dan, untuk melengkapi pertobatan itu, Bunda Maria menganjurkan agar kita banyak melakukan doa, mati raga, silih, dan kurban-kurban bagi keselamatan banyak jiwa.
Semoga kunjungan Bunda Maria dewasa ini tetap membawa makna berarti bagi kita semua. Agar pada akhirnya, kita semua beroleh keselamatan sebagaimana yang dijanjikan Allah Bapa kepada seluruh umat manusia yang mau bertobat dan berbalik ke jalan yang benar.
Bunda Maria, doakanlah kami selalu!
*_Fr. Kevin de Sanctis, CSE_*
Jumat 31 Mei 2019
Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet
Zef 3:14-18 atau Rm 12:9-16b; MT Yes 12:2-6; Luk 1:39-56
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 31 Mei 2019
Bacaan: Kolose 2:7 "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."
Renungan:
Pohon korma adalah pohon yang tahan banting dan mampu hidup di tengah kesulitan. Mengapa demikian? Karena pohon korma memiliki akar yang kuat yang sanggup menopang batang pohon dengan sangat kokoh. Pada masa pertumbuhannya, akar pohon korma akan menembus ke bawah mencari sumber mata air untuk bertahan hidup. Akar pohon korma bisa tertanam dan tumbuh hingga puluhan bahkan ratusan meter ke dalam tanah hingga menemukan sumber air. Ini yang menyebabkan tunas yang tumbuh ke atas pun menjadi kuat untuk menembus kerikil atau pasir yang tebal yang akan menghalangi pertumbuhannya. Dengan adanya akar yang kuat, pohon korma merupakan satu-satunya tanaman yang mampu bertahan untuk tidak tumbang meski di tengah badai sekalipun.
Mungkin saat ini kita sedang berada dalam situasi yang tidak menyenangkan dan dihimpit oleh sesuatu hal yang membuat kita sulit untuk bertumbuh. Agar terlepas dari himpitan itu, kita harus terlebih dahulu menjadi kuat. Untuk menjadi kuat kita harus mencari sumber yang dapat menjadikan kita kuat. Seperti halnya pohon korma, akarnya akan masuk ke dalam tanah yang sangat dalam untuk mencari sumber air yang menjadikannya kuat. Demikian halnya dengan kita, kita harus masuk ke dalam hadirat Tuhan lebih dalam, agar kita dapat menemukan sumber mata air kehidupan kita, yaitu Yesus Kristus, yang dapat menjadikan kita kuat, sehingga pada akhirnya kita mampu menerobos batu permasalahan yang sedang menghimpit kita saat ini. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, kuatkan aku untuk menghadapi setiap permasalahan yang sering mampir dalam hidupku. Aku percaya bersamaMu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Jumat, 31 Mei 2019
Bacaan: Kolose 2:7 "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."
Renungan:
Pohon korma adalah pohon yang tahan banting dan mampu hidup di tengah kesulitan. Mengapa demikian? Karena pohon korma memiliki akar yang kuat yang sanggup menopang batang pohon dengan sangat kokoh. Pada masa pertumbuhannya, akar pohon korma akan menembus ke bawah mencari sumber mata air untuk bertahan hidup. Akar pohon korma bisa tertanam dan tumbuh hingga puluhan bahkan ratusan meter ke dalam tanah hingga menemukan sumber air. Ini yang menyebabkan tunas yang tumbuh ke atas pun menjadi kuat untuk menembus kerikil atau pasir yang tebal yang akan menghalangi pertumbuhannya. Dengan adanya akar yang kuat, pohon korma merupakan satu-satunya tanaman yang mampu bertahan untuk tidak tumbang meski di tengah badai sekalipun.
Mungkin saat ini kita sedang berada dalam situasi yang tidak menyenangkan dan dihimpit oleh sesuatu hal yang membuat kita sulit untuk bertumbuh. Agar terlepas dari himpitan itu, kita harus terlebih dahulu menjadi kuat. Untuk menjadi kuat kita harus mencari sumber yang dapat menjadikan kita kuat. Seperti halnya pohon korma, akarnya akan masuk ke dalam tanah yang sangat dalam untuk mencari sumber air yang menjadikannya kuat. Demikian halnya dengan kita, kita harus masuk ke dalam hadirat Tuhan lebih dalam, agar kita dapat menemukan sumber mata air kehidupan kita, yaitu Yesus Kristus, yang dapat menjadikan kita kuat, sehingga pada akhirnya kita mampu menerobos batu permasalahan yang sedang menghimpit kita saat ini. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, kuatkan aku untuk menghadapi setiap permasalahan yang sering mampir dalam hidupku. Aku percaya bersamaMu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Selasa, 31 Mei 2019
Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet
Zef. 3:14-18a atau Rm. 12:9-16b; MT Yes. 12:2-3,4-bcd,5-6; Luk. 1:39-56.
“Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” – Luk 1,43.
Hari ini kita merayakan Pesta Bunda Maria Mengunjungi Elisabeth. Injil mengisahkan betapa bahagia dan bersukacitanya Elisabet. Ketika usianya sudah lanjut dan dengan pasrah menerima “aib” karena tidak dianugerahi anak, ternyata Tuhan menunjukkan kerahiman-Nya. Ia tidak hanya mengisi rahimnya dengan seorang jabang bayi yang kelak harus diberi nana Yohanes. Nama "Yohanes" ini memang mempunyai arti "Tuhan merahimi". Namun, maknanya bukan sekedar Tuhan mengisi rahim Elisabet sehingga ia mengandung dan melahirkan seorang anak, tapi lebih-lebih menyatakan bahwa Tuhan berkenan memberi kerahiman atau belas kasih. Kita tahu bahwa Yohanes pembaptis memang diutus untuk membuka pintu dan jalan kerahiman. Ia mempersiapkan kehadiran Yesus Kristus.
Kembali pada misteri iman yang kita rayakan hari ini. Kebahagiaan Elisabet tidak hanya berbenti pada anugerah seorang putra yang diterimanya tetapi berlanjut dan menjadi semakin sempurna karena Bunda Tuhan, - tentu saja bersama dengan Tuhan sendiri - berkenan datang mengunjunginya. Kunjungan Maria dan Yesus yang masih berada dalam rahimnya membawa banyak berkah. Maria berkunjung tidak hanya seorang diri tetapi bersama Yesus. Kepada Elisabet, Maria tidak hanya menyapa dengan salamnya tetapi menjadikannya dipenuhi Roh Kudus. Maria tidak hanya berkunjung sebentar tetapi tinggal bersamanya beberapa saat sampai sang jabang bayi yang dikandungnya lahir.
Saat ini, dan setiap saat, Bunda Maria dan Yesus pun senantiasa berkenan mengunjungi kita. Mereka membawa Roh Kudus bagi kita. Mereka juga tidak hanya sebentar tetapi mau untuk tinggal bersama kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet
Zef. 3:14-18a atau Rm. 12:9-16b; MT Yes. 12:2-3,4-bcd,5-6; Luk. 1:39-56.
“Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” – Luk 1,43.
Hari ini kita merayakan Pesta Bunda Maria Mengunjungi Elisabeth. Injil mengisahkan betapa bahagia dan bersukacitanya Elisabet. Ketika usianya sudah lanjut dan dengan pasrah menerima “aib” karena tidak dianugerahi anak, ternyata Tuhan menunjukkan kerahiman-Nya. Ia tidak hanya mengisi rahimnya dengan seorang jabang bayi yang kelak harus diberi nana Yohanes. Nama "Yohanes" ini memang mempunyai arti "Tuhan merahimi". Namun, maknanya bukan sekedar Tuhan mengisi rahim Elisabet sehingga ia mengandung dan melahirkan seorang anak, tapi lebih-lebih menyatakan bahwa Tuhan berkenan memberi kerahiman atau belas kasih. Kita tahu bahwa Yohanes pembaptis memang diutus untuk membuka pintu dan jalan kerahiman. Ia mempersiapkan kehadiran Yesus Kristus.
Kembali pada misteri iman yang kita rayakan hari ini. Kebahagiaan Elisabet tidak hanya berbenti pada anugerah seorang putra yang diterimanya tetapi berlanjut dan menjadi semakin sempurna karena Bunda Tuhan, - tentu saja bersama dengan Tuhan sendiri - berkenan datang mengunjunginya. Kunjungan Maria dan Yesus yang masih berada dalam rahimnya membawa banyak berkah. Maria berkunjung tidak hanya seorang diri tetapi bersama Yesus. Kepada Elisabet, Maria tidak hanya menyapa dengan salamnya tetapi menjadikannya dipenuhi Roh Kudus. Maria tidak hanya berkunjung sebentar tetapi tinggal bersamanya beberapa saat sampai sang jabang bayi yang dikandungnya lahir.
Saat ini, dan setiap saat, Bunda Maria dan Yesus pun senantiasa berkenan mengunjungi kita. Mereka membawa Roh Kudus bagi kita. Mereka juga tidak hanya sebentar tetapi mau untuk tinggal bersama kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
RUAH
Jumat, 31 Mei 2019
Pesta SP Maria mengunjungi Elisabet
“Maria tahu bahwa dalam beredarnya waktu ia akan melahirkan Dia, yang diakuinya sebagai sumber keselamatan sejak dari kekal” (St. Beda Venerabilis)
Antifon Pembuka
Maria, dengarkanlah, hai kalian yang takwa, aku hendak mewartakan yang dikerjakan Allah bagiku.
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan, tanpa Syahadat.
Doa Pembuka
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah mendorong Santa Perawan Maria, yang sedang mengandung Putra-Mu, untuk mengunjungi Santa Elisabet, saudarinya. Semoga kami pun senantiasa mentaati dorongan Roh Kudus. Maka bersama Santa Perawan Maria kami akan selalu dengan gembira memuji karya-Mu yang agung. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Nubuat Zefanya (3:14-18a)
"Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengahmu."
Bersorak sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah, hai Israel! Bersukacita dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu, Ia telah menebas binasa musuh-musuhmu. Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu; Engkau tidak akan takut lagi kepada malapetaka. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lunglai! Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bersukaria karena engkau, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, dan Ia bersorak gembira karena engkau seperti pada hari pertemuan raya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Atau
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (12:9-16b)
"Bantulah orang yang kudus dalam kekurangannya, dan berusahalah selalu memberi tumpangan."
Saudara-saudara, kasihmu janganlah pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik! Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu berkurang, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Bantulah orang-orang kudus dalam kekurangannya, dan berusahalah selalu memberi tumpangan! Berkatilah orang yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan yang muluk-muluk, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 864
Ref. Tuhan, Dikaulah sumber air hidup.
Ayat. (Yes 12:2-3.4bcd.5-6; R: 6b)
1. Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
2. Pada waktu itu kamu akan berkata, "Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!"
3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 1:45)
Berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:39-56)
"Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?"
Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.” Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan menceraiberaikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama dengan Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Kaum ibu kalau berkunjung, atau menghadiri undangan perkawinan/undangan ulang tahun dll, sering kali membawa bingkisan. Bingkisan itu merupakan tanda kasih, dukungan atau pun tanda persaudaraan. Lebih dari itu, bingkisan itu merupakan tanda kehadiran dan kehidupan dari sang pemberi kepada orang itu. Bunda Maria, ketika mengunjungi Elisabeth, kemungkinan besarjuga membawa bingkisan, namun Lukas (penulis lnjll) tidak mencatat hal itu. Yang pasti adalah Maria membawa/menyampaikan/ memberi “salam” (tanda kasih, persaudaraan, dukungan, simpati, dan atau seluruh kehadiran dirinya) yang tulus, mendalam dan murni kepada Elisabeth. Salam itu merupakan simbol seluruh diri dan sukacitanya. Maka, Elisabeth pun bergembira, dan anak yang masih di kandungan pun bersorak kegirangan. Maria adalah utusan Allah (pahlawan) yang mengusir kesunyian dan kesedihan, dan menghantar mereka kepada kegembiraan.
Antifon Komuni (Luk 1:48-49)
Mulai sekarang aku disebut "yang bahagia" oleh sekalian bangsa. Sebab karya agung dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa, kuduslah nama-Nya.
Doa Malam
Allah Bapa yang penuh kasih, Engkau memilih Maria menjadi Bunda penebus dalam hidup ini. Kami bersyukur kepada-Mu atas anugerah ini. Pun pula kami bersyukur atas penyertaan dan rahmat-Mu yang Engkau nyatakan kepada kami sepanjang bulan Mei ini, yang didedikasikan sebagai Bulan Maria. Semoga Bunda surgawi menuntun kami agar sampai kepada-Mu, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
“Sukacita merupakan kata kunci perjumpaan dengan Elisabet, di mana suara Maria dan kehadiran Yesus dalam rahimnya membuat Yohanes "melonjak kegirangan" (Luk 1:44). Sukacita juga memenuhi kawasan Betlehem ketika kelahiran Bayi Ilahi, Juruselamat dunia, diberitakan oleh nyanyian para malaikat dan dimaklumkan kepada para gembala sebagai "kesukaan besar" (Luk 2:10).” (Paus Yohanes Paulus II, Surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae, No. 20)
Salam Damai Kristus
Jumat, 31 Mei 2019
Pesta SP Maria mengunjungi Elisabet
“Maria tahu bahwa dalam beredarnya waktu ia akan melahirkan Dia, yang diakuinya sebagai sumber keselamatan sejak dari kekal” (St. Beda Venerabilis)
Antifon Pembuka
Maria, dengarkanlah, hai kalian yang takwa, aku hendak mewartakan yang dikerjakan Allah bagiku.
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan, tanpa Syahadat.
Doa Pembuka
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah mendorong Santa Perawan Maria, yang sedang mengandung Putra-Mu, untuk mengunjungi Santa Elisabet, saudarinya. Semoga kami pun senantiasa mentaati dorongan Roh Kudus. Maka bersama Santa Perawan Maria kami akan selalu dengan gembira memuji karya-Mu yang agung. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Nubuat Zefanya (3:14-18a)
"Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengahmu."
Bersorak sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah, hai Israel! Bersukacita dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu, Ia telah menebas binasa musuh-musuhmu. Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu; Engkau tidak akan takut lagi kepada malapetaka. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lunglai! Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bersukaria karena engkau, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, dan Ia bersorak gembira karena engkau seperti pada hari pertemuan raya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Atau
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (12:9-16b)
"Bantulah orang yang kudus dalam kekurangannya, dan berusahalah selalu memberi tumpangan."
Saudara-saudara, kasihmu janganlah pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik! Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu berkurang, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Bantulah orang-orang kudus dalam kekurangannya, dan berusahalah selalu memberi tumpangan! Berkatilah orang yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan yang muluk-muluk, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 864
Ref. Tuhan, Dikaulah sumber air hidup.
Ayat. (Yes 12:2-3.4bcd.5-6; R: 6b)
1. Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
2. Pada waktu itu kamu akan berkata, "Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!"
3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 1:45)
Berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:39-56)
"Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?"
Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.” Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan menceraiberaikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama dengan Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Kaum ibu kalau berkunjung, atau menghadiri undangan perkawinan/undangan ulang tahun dll, sering kali membawa bingkisan. Bingkisan itu merupakan tanda kasih, dukungan atau pun tanda persaudaraan. Lebih dari itu, bingkisan itu merupakan tanda kehadiran dan kehidupan dari sang pemberi kepada orang itu. Bunda Maria, ketika mengunjungi Elisabeth, kemungkinan besarjuga membawa bingkisan, namun Lukas (penulis lnjll) tidak mencatat hal itu. Yang pasti adalah Maria membawa/menyampaikan/ memberi “salam” (tanda kasih, persaudaraan, dukungan, simpati, dan atau seluruh kehadiran dirinya) yang tulus, mendalam dan murni kepada Elisabeth. Salam itu merupakan simbol seluruh diri dan sukacitanya. Maka, Elisabeth pun bergembira, dan anak yang masih di kandungan pun bersorak kegirangan. Maria adalah utusan Allah (pahlawan) yang mengusir kesunyian dan kesedihan, dan menghantar mereka kepada kegembiraan.
Antifon Komuni (Luk 1:48-49)
Mulai sekarang aku disebut "yang bahagia" oleh sekalian bangsa. Sebab karya agung dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa, kuduslah nama-Nya.
Doa Malam
Allah Bapa yang penuh kasih, Engkau memilih Maria menjadi Bunda penebus dalam hidup ini. Kami bersyukur kepada-Mu atas anugerah ini. Pun pula kami bersyukur atas penyertaan dan rahmat-Mu yang Engkau nyatakan kepada kami sepanjang bulan Mei ini, yang didedikasikan sebagai Bulan Maria. Semoga Bunda surgawi menuntun kami agar sampai kepada-Mu, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
“Sukacita merupakan kata kunci perjumpaan dengan Elisabet, di mana suara Maria dan kehadiran Yesus dalam rahimnya membuat Yohanes "melonjak kegirangan" (Luk 1:44). Sukacita juga memenuhi kawasan Betlehem ketika kelahiran Bayi Ilahi, Juruselamat dunia, diberitakan oleh nyanyian para malaikat dan dimaklumkan kepada para gembala sebagai "kesukaan besar" (Luk 2:10).” (Paus Yohanes Paulus II, Surat Apostolik Rosarium Virginis Mariae, No. 20)
Salam Damai Kristus
*SIRAMAN ROHANI* Jumat, 31 Mei 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Pupukilah sikap saling menghargai dan mengakui kelebihan sesama!*
Lukas 1:39-56
Saudara-saudari.... Hari ini kita merayakan Pesta Maria mengunjungi Elisabet. Untuk apa Maria mengunjungi Elisabet? Siapa yang menyuruh dia mengunjungi Elisabet? Injil tidak menceriterakan kepada kita, apa alasan Maria bergegas mengunjungi Elisabet. Juga tidak diberitahu, siapa yang menyuruh dia pergi mengunjungi Elisabet. Injil hanya mengatakan bahwa beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, berangkatlah Maria kepegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Malaikat Gabriel tidak meminta Maria untuk mengunjungi Elisabet, dia hanya menyampaikan: “Sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Beberapa penafsiran mengapa Maria mengunjungi Elisabet:
1) Maria ingin membagi suka-citanya dengan Elisabet, yang juga sudah mengalami pengalaman iman. Hanya orang yang sudah mengalami pengalaman iman bisa memahami apa artinya pengalaman iman.
2) Maria didorong oleh Roh Kudus untuk mengunjungi Elisabet agar orang yang sudah mengalami pemenuhan Roh Kudus yaitu Elisabet bisa memberi kesaksian bahwa Maria adalah sungguh – sungguh Bunda Tuhan. Injil katakan bahwa sesudah Elisabet mendengar salam dari Maria, Elisabet langsung dipenuhi Roh Kudus dan berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang ada dalam rahimku melonjak kegirangan.” Dalam penampakan di Nasaret, Malaikat Gabriel, utusan Allah, sudah mengatakan bahwa Maria adalah Bunda Allah, satu pengakuan surgawi. Sekarang, lewat mulut Elisabet yang sudah dipenuhi Roh Kudus, mewakili manusia, Elisabet mengakui bahwa Maria adalah Bunda Tuhan. Langit dan Bumi kini mengakui bahwa Maria adalah Bunda Tuhan.
3) Pernyataan iman Maria. Sesudah mendengar pernyataan Elisabet, Maria langsung melambungkan mada pujian kepada Tuhan sebagai ungkapan iman dan kegembiraannya bahwa apa yang sudah dikatakan oleh Malaikat Gabriel, bahwa ia akan menjadi Bunda Tuhan, kini diteguhkan oleh Elisabet yang dipenuhi oleh Roh Kudus.
4) Ada yang mengatakan bahwa kunjungan Maria kepada Elisabet merupakan satu tanda solidaritas dan perhatian Maria menanggapi situasi Elisabet. Ia mau membantu Elisabet sampai Elisabet melahirkan anaknya. Injil katakan bahwa Maria tinggal bersama Elisabet selama tiga bulan.
5) Satu hal yang sangat menarik dalam perjumpaan Maria dan Elisabet adalah Elisabet, yang sudah lanjut dalam usia, sangat menghormati Maria, gadis yang masih sangat muda, dan mengakui kelebihan Maria. Elisabet tidak sombongkan dirinya, walaupun ia juga sudah mengalami pengalaman iman, tetapi ia tetap sadar bahwa ia adalah tetap seorang wanita biasa, sementara Maria adalah wanita yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk menjadi Bunda Tuhan, untuk melahirkan sang Penebus.
Bagaimana dengan pengalaman kita? Apakah kita juga memiliki sikap seperti Elisabet yang rendah hati dan mengakui kelebihan sesama? Apakah kita saling memperhatikan dan selalu terbuka melayani sesama, seperti yang dibuat oleh Bunda Maria? Apakah hati dan iman kita selalu terbuka menyambut dan mendengarkan bisikan Roh Kudus dan melaksakan apa yang diperintahkannya?
Bersama Bunda Maria kita berdoa memohon bantuan Tuhan agar kita pun selalu menghargai dan menerima kelebihan sesama dan selalu siap mendengarkan bisikan Roh Kudus dan siap melaksanakan perintahNya. Amen!
Salam Damai Kristus
*Tema: Pupukilah sikap saling menghargai dan mengakui kelebihan sesama!*
Lukas 1:39-56
Saudara-saudari.... Hari ini kita merayakan Pesta Maria mengunjungi Elisabet. Untuk apa Maria mengunjungi Elisabet? Siapa yang menyuruh dia mengunjungi Elisabet? Injil tidak menceriterakan kepada kita, apa alasan Maria bergegas mengunjungi Elisabet. Juga tidak diberitahu, siapa yang menyuruh dia pergi mengunjungi Elisabet. Injil hanya mengatakan bahwa beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, berangkatlah Maria kepegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Malaikat Gabriel tidak meminta Maria untuk mengunjungi Elisabet, dia hanya menyampaikan: “Sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Beberapa penafsiran mengapa Maria mengunjungi Elisabet:
1) Maria ingin membagi suka-citanya dengan Elisabet, yang juga sudah mengalami pengalaman iman. Hanya orang yang sudah mengalami pengalaman iman bisa memahami apa artinya pengalaman iman.
2) Maria didorong oleh Roh Kudus untuk mengunjungi Elisabet agar orang yang sudah mengalami pemenuhan Roh Kudus yaitu Elisabet bisa memberi kesaksian bahwa Maria adalah sungguh – sungguh Bunda Tuhan. Injil katakan bahwa sesudah Elisabet mendengar salam dari Maria, Elisabet langsung dipenuhi Roh Kudus dan berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang ada dalam rahimku melonjak kegirangan.” Dalam penampakan di Nasaret, Malaikat Gabriel, utusan Allah, sudah mengatakan bahwa Maria adalah Bunda Allah, satu pengakuan surgawi. Sekarang, lewat mulut Elisabet yang sudah dipenuhi Roh Kudus, mewakili manusia, Elisabet mengakui bahwa Maria adalah Bunda Tuhan. Langit dan Bumi kini mengakui bahwa Maria adalah Bunda Tuhan.
3) Pernyataan iman Maria. Sesudah mendengar pernyataan Elisabet, Maria langsung melambungkan mada pujian kepada Tuhan sebagai ungkapan iman dan kegembiraannya bahwa apa yang sudah dikatakan oleh Malaikat Gabriel, bahwa ia akan menjadi Bunda Tuhan, kini diteguhkan oleh Elisabet yang dipenuhi oleh Roh Kudus.
4) Ada yang mengatakan bahwa kunjungan Maria kepada Elisabet merupakan satu tanda solidaritas dan perhatian Maria menanggapi situasi Elisabet. Ia mau membantu Elisabet sampai Elisabet melahirkan anaknya. Injil katakan bahwa Maria tinggal bersama Elisabet selama tiga bulan.
5) Satu hal yang sangat menarik dalam perjumpaan Maria dan Elisabet adalah Elisabet, yang sudah lanjut dalam usia, sangat menghormati Maria, gadis yang masih sangat muda, dan mengakui kelebihan Maria. Elisabet tidak sombongkan dirinya, walaupun ia juga sudah mengalami pengalaman iman, tetapi ia tetap sadar bahwa ia adalah tetap seorang wanita biasa, sementara Maria adalah wanita yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk menjadi Bunda Tuhan, untuk melahirkan sang Penebus.
Bagaimana dengan pengalaman kita? Apakah kita juga memiliki sikap seperti Elisabet yang rendah hati dan mengakui kelebihan sesama? Apakah kita saling memperhatikan dan selalu terbuka melayani sesama, seperti yang dibuat oleh Bunda Maria? Apakah hati dan iman kita selalu terbuka menyambut dan mendengarkan bisikan Roh Kudus dan melaksakan apa yang diperintahkannya?
Bersama Bunda Maria kita berdoa memohon bantuan Tuhan agar kita pun selalu menghargai dan menerima kelebihan sesama dan selalu siap mendengarkan bisikan Roh Kudus dan siap melaksanakan perintahNya. Amen!
Salam Damai Kristus
Jumat, 31 Mei 2019
*LEGIO MARIA*
1. *Legio Maria* – Pasukan Maria – merupakan sebuah kelompok kerasulan awam Katolik yang melayani Gereja Katolik secara sukarela. Legio Maria berjuang di bawah panji-panji Santa Maria Tak Bernoda dengan bersenjatakan doa-doa.
2. *Sejarah*
Legio Maria didirikan di Dublin, Irlandia, oleh Frank Duff, seorang awam Katolik, pada 7 September 1921. Anggota pertamanya adalah Frank Duff, pastor Michael Toher, dan 13 wanita. Pada umur 18 tahun, ia menjadi pegawai negeri sipil dan bekerja di departemen keuangan. Dalam umur 24 tahun, dia bergabung dalam Serikat Santo Vincentius (SSV) yang kemudian benar-benar mengubah hidupnya. Yang paling menarik perhatian Frank Duff adalah sabda Yesus yang sangat ditekankan dalam SSV: “Segala sesuatu yang kamu lakukan bagi saudaraku yang paling hina ini, kamu lakukan untuk aku” (Mat 25:40). Dari sini terlihat hubungan erat antara Legio Maria dan SSV. Frank Duff berkehendak menguatkan aspek spiritual yang saat itu diabaikan, sehingga Legio Maria muncul untuk mengisi kekosongan tersebut.
Buku Bakti Sejati tulisan St. Monfort yang dibacanya memberinya pencerahan. Sejak tahun 1918 (“perjumpaannya” dengan buku Bakti Sejati) Frank sungguh-sungguh terinspirasi untuk mengenal secara lebih dalam ajaran Mariologi (teologi tentang Bunda Maria) karena kalau tidak, mugkin dia akan terjerumus ke dalam bentuk devosi yang dangkal. Setiap pertemuan bulanan SSV, Frank selalu membahas buku Bakti Sejati dengan penuh antusias.
Roh dan semangat Maria selalu hadir dalam setiap pertemuan yang diadakan. Mereka bukan saja datang untuk membentuk sebuah perkumpulan atau organisasi, melainkan untuk menyediakan diri bagi suatu tugas pelayanan, untuk mencintai dan melayani seseorang. Pada awalnya, perkumpulan itu dinamakan Perserikatan Maria Berbelaskasih dan kemudian menjadi Legio Mariae (Pasukan Maria).
3. *Spiritualitas*
Spiritualitas Legio Maria didasarkan pada ajaran St. Louis Grignion de Monfort sebagaimana dikemukakan dalam buku Bakti Sejati kepada Maria. Grignion de Monfort mempromosikan “dedikasi total” kepada Kristus melalui pengabdian kepada Santa Perawan Maria. Elemen penting lainnya yang membentuk spiritualitas Legio adalah devosi Frank Duff kepada Roh Kudus. Itulah juga yang mendasari Janji Legio ditujukan kepada Roh Kudus dan Gambar Veksilum Legio Maria (Panji).
“Semangat Legio Maria adalah semangat Maria sendiri. Legio terutama berusaha meniru kerendahan hatinya yang luar biasa, ketaatannya yang sempurna, keindahannya yang laksana malaikat, doanya yang terus menerus, mati raga yang menyeluruh, kemurniannya yang tak bercela, ketaatannya yang gagah berani, kebijaksanaannya yang surgawi, pengorbanannya untuk kasih akan Allah dan di atas segalanya adalah imannya, bahwa kebajikan tanpa batas hanya ada pada dirinya dan tidak ada duanya. Dijiwai oleh kasih dan iman Maria ini, Legio sanggup melaksanakan tugas apa saja dan “tidak pernah mengeluh bahwa suatu tugas adalah tidak mungkin, karena yakin bahwa mereka boleh dan dapat melakukan apa saja” (Buku Pegangan Legio Maria Hal.13)
4. *Menjadi Anggota Legio*
Tidak mudah menjadi prajurit pasukan Maria, apalagi perkembangan jaman sekarang sungguh menantang. Banyak rintangan dan halangan yang tidak mudah. Para Legioner diajak untuk mengenali dan mengalahkan rintangan, bukan melarikan diri dan ketakutan. Senjata andalannya adalah pengetahuan iman tentang doa, di mana Bunda Maria sebagai sosok keteladanan iman. Senjata tersebut merupakan bekal para Legioner untuk melayani umat. Legio Maria memiliki ciri militansi dalam membangun kesetiaan, keberanian, kedisiplinan dan ketaatan.
Dalam Legio Maria ada anggota aktif, di mana setiap minggu rutin mengikuti rapat, menjalankan kewajiban berdoa Katena setiap hari dan menjalankan tugas-tugas yang diberikan oleh Ketua selama rapat. Legio Maria juga memiliki keanggotaan yang disebut anggota auksilier, yaitu anggota tidak aktif. Disebut tidak aktif karena anggota auksilier tidak mengikuti rapat mingguan dan tidak melakukan tugas-tugas yang dibagikan selama rapat. Seorang anggota auksilier bertugas untuk berdoa setiap hari doa-doa yang ada dalam tessera, termasuk doa Rosario
5. *Istilah-istilah dalam Legio Maria*
a. *Tessera:* merupakan sebuah lembaran yang berisi Doa-doa Legio, dilengkapi dengan sebuah reproduksi gambar Legio, diberikan kepada setiap anggota aktif maupun auksilier.
b. *Katena:* rantai doa Legio. Setiap hari seorang anggota Legio (aktif) harus berdoa katena yang terdiri dari Magnificat, doa pujian Maria dan kidung sore Gereja. Doa katena merupakan mata rantai antara Legio dengan kehidupan sehari-hari semua anggotanya dan juga merupakan ikatan yang mempersatukan anggota satu dengan lainnya dengan Ibu yang Terberkati.
c. *Veksilum Legionis:* Panji Legio. Panji Legio berisi gagasan bahwa dunia akan ditaklukkan oleh Roh Kudus yang berkarya melalui Maria dan putra-putrinya.
d. *Acies:* upacara penyerahan diri legioner kepada Bunda Maria. Dalam upacara ini juga ada pembaruan janji kepada Maria.
e. *Presidium:* satu unit Legio Maria yang berada di suatu paroki.
f. *Alokusio:* amanat singkat yang disampaikan oleh Pemimpin rohani, berupa penjelasan atau komentar tentang buku pegangan.
g. *Perwira:* Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
h. *Kuria:* gabungan beberapa presidium. Kuria yang lebih tinggi kedudukannya diberi nama khusus, yaitu Komisium.
i. *Regia:* dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk mengurus Legio Maria di wilayah yang terlalu luas untuk satu Komisium tetapi kurang luas untuk satu Senatus.
j. *Senatus:* adalah dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk memegang pimpinan Legio Maria dalam satu Negara.
k. *Konsilium Legionis Maria:* Dewan pusat tetinggi yang mempunyai kekuasaan memerintah dalam Legio. Hanya Konsilium yang berwenang mengeluarkan, mengubah atau menafsirkan peraturan-peraturan; membentuk atau membubarkan presidium dan dewan lain di bawah kekuasaannya, menetapkan kebijaksanaan Legio dalam segala segi, menyelesaikan segala perselisihan dan permohonan.
🇮🇩MS🇮🇩
----------------------------------------
*SELESAI*
Tulisan ttg Bunda Maria selama bulan Mei (31 tema) telah selesai. *Selanjutnya:*
*1)* Mohon tanggapan atas tulisan tersebut.
*2)* Mohon usulan utk tulisan serial berikutnya.
(MS)
Salam Damai Kristus
*LEGIO MARIA*
1. *Legio Maria* – Pasukan Maria – merupakan sebuah kelompok kerasulan awam Katolik yang melayani Gereja Katolik secara sukarela. Legio Maria berjuang di bawah panji-panji Santa Maria Tak Bernoda dengan bersenjatakan doa-doa.
2. *Sejarah*
Legio Maria didirikan di Dublin, Irlandia, oleh Frank Duff, seorang awam Katolik, pada 7 September 1921. Anggota pertamanya adalah Frank Duff, pastor Michael Toher, dan 13 wanita. Pada umur 18 tahun, ia menjadi pegawai negeri sipil dan bekerja di departemen keuangan. Dalam umur 24 tahun, dia bergabung dalam Serikat Santo Vincentius (SSV) yang kemudian benar-benar mengubah hidupnya. Yang paling menarik perhatian Frank Duff adalah sabda Yesus yang sangat ditekankan dalam SSV: “Segala sesuatu yang kamu lakukan bagi saudaraku yang paling hina ini, kamu lakukan untuk aku” (Mat 25:40). Dari sini terlihat hubungan erat antara Legio Maria dan SSV. Frank Duff berkehendak menguatkan aspek spiritual yang saat itu diabaikan, sehingga Legio Maria muncul untuk mengisi kekosongan tersebut.
Buku Bakti Sejati tulisan St. Monfort yang dibacanya memberinya pencerahan. Sejak tahun 1918 (“perjumpaannya” dengan buku Bakti Sejati) Frank sungguh-sungguh terinspirasi untuk mengenal secara lebih dalam ajaran Mariologi (teologi tentang Bunda Maria) karena kalau tidak, mugkin dia akan terjerumus ke dalam bentuk devosi yang dangkal. Setiap pertemuan bulanan SSV, Frank selalu membahas buku Bakti Sejati dengan penuh antusias.
Roh dan semangat Maria selalu hadir dalam setiap pertemuan yang diadakan. Mereka bukan saja datang untuk membentuk sebuah perkumpulan atau organisasi, melainkan untuk menyediakan diri bagi suatu tugas pelayanan, untuk mencintai dan melayani seseorang. Pada awalnya, perkumpulan itu dinamakan Perserikatan Maria Berbelaskasih dan kemudian menjadi Legio Mariae (Pasukan Maria).
3. *Spiritualitas*
Spiritualitas Legio Maria didasarkan pada ajaran St. Louis Grignion de Monfort sebagaimana dikemukakan dalam buku Bakti Sejati kepada Maria. Grignion de Monfort mempromosikan “dedikasi total” kepada Kristus melalui pengabdian kepada Santa Perawan Maria. Elemen penting lainnya yang membentuk spiritualitas Legio adalah devosi Frank Duff kepada Roh Kudus. Itulah juga yang mendasari Janji Legio ditujukan kepada Roh Kudus dan Gambar Veksilum Legio Maria (Panji).
“Semangat Legio Maria adalah semangat Maria sendiri. Legio terutama berusaha meniru kerendahan hatinya yang luar biasa, ketaatannya yang sempurna, keindahannya yang laksana malaikat, doanya yang terus menerus, mati raga yang menyeluruh, kemurniannya yang tak bercela, ketaatannya yang gagah berani, kebijaksanaannya yang surgawi, pengorbanannya untuk kasih akan Allah dan di atas segalanya adalah imannya, bahwa kebajikan tanpa batas hanya ada pada dirinya dan tidak ada duanya. Dijiwai oleh kasih dan iman Maria ini, Legio sanggup melaksanakan tugas apa saja dan “tidak pernah mengeluh bahwa suatu tugas adalah tidak mungkin, karena yakin bahwa mereka boleh dan dapat melakukan apa saja” (Buku Pegangan Legio Maria Hal.13)
4. *Menjadi Anggota Legio*
Tidak mudah menjadi prajurit pasukan Maria, apalagi perkembangan jaman sekarang sungguh menantang. Banyak rintangan dan halangan yang tidak mudah. Para Legioner diajak untuk mengenali dan mengalahkan rintangan, bukan melarikan diri dan ketakutan. Senjata andalannya adalah pengetahuan iman tentang doa, di mana Bunda Maria sebagai sosok keteladanan iman. Senjata tersebut merupakan bekal para Legioner untuk melayani umat. Legio Maria memiliki ciri militansi dalam membangun kesetiaan, keberanian, kedisiplinan dan ketaatan.
Dalam Legio Maria ada anggota aktif, di mana setiap minggu rutin mengikuti rapat, menjalankan kewajiban berdoa Katena setiap hari dan menjalankan tugas-tugas yang diberikan oleh Ketua selama rapat. Legio Maria juga memiliki keanggotaan yang disebut anggota auksilier, yaitu anggota tidak aktif. Disebut tidak aktif karena anggota auksilier tidak mengikuti rapat mingguan dan tidak melakukan tugas-tugas yang dibagikan selama rapat. Seorang anggota auksilier bertugas untuk berdoa setiap hari doa-doa yang ada dalam tessera, termasuk doa Rosario
5. *Istilah-istilah dalam Legio Maria*
a. *Tessera:* merupakan sebuah lembaran yang berisi Doa-doa Legio, dilengkapi dengan sebuah reproduksi gambar Legio, diberikan kepada setiap anggota aktif maupun auksilier.
b. *Katena:* rantai doa Legio. Setiap hari seorang anggota Legio (aktif) harus berdoa katena yang terdiri dari Magnificat, doa pujian Maria dan kidung sore Gereja. Doa katena merupakan mata rantai antara Legio dengan kehidupan sehari-hari semua anggotanya dan juga merupakan ikatan yang mempersatukan anggota satu dengan lainnya dengan Ibu yang Terberkati.
c. *Veksilum Legionis:* Panji Legio. Panji Legio berisi gagasan bahwa dunia akan ditaklukkan oleh Roh Kudus yang berkarya melalui Maria dan putra-putrinya.
d. *Acies:* upacara penyerahan diri legioner kepada Bunda Maria. Dalam upacara ini juga ada pembaruan janji kepada Maria.
e. *Presidium:* satu unit Legio Maria yang berada di suatu paroki.
f. *Alokusio:* amanat singkat yang disampaikan oleh Pemimpin rohani, berupa penjelasan atau komentar tentang buku pegangan.
g. *Perwira:* Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
h. *Kuria:* gabungan beberapa presidium. Kuria yang lebih tinggi kedudukannya diberi nama khusus, yaitu Komisium.
i. *Regia:* dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk mengurus Legio Maria di wilayah yang terlalu luas untuk satu Komisium tetapi kurang luas untuk satu Senatus.
j. *Senatus:* adalah dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk memegang pimpinan Legio Maria dalam satu Negara.
k. *Konsilium Legionis Maria:* Dewan pusat tetinggi yang mempunyai kekuasaan memerintah dalam Legio. Hanya Konsilium yang berwenang mengeluarkan, mengubah atau menafsirkan peraturan-peraturan; membentuk atau membubarkan presidium dan dewan lain di bawah kekuasaannya, menetapkan kebijaksanaan Legio dalam segala segi, menyelesaikan segala perselisihan dan permohonan.
🇮🇩MS🇮🇩
----------------------------------------
*SELESAI*
Tulisan ttg Bunda Maria selama bulan Mei (31 tema) telah selesai. *Selanjutnya:*
*1)* Mohon tanggapan atas tulisan tersebut.
*2)* Mohon usulan utk tulisan serial berikutnya.
(MS)
Salam Damai Kristus
*JUMAT, 31 MEI 2019*
Bacaan Liturgi
*Pesta S.P. Maria Mengunjungi Elisabet*
Bacaan Injil
Luk 1:39-56
Siapakah aku ini
sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel,
bergegaslah Maria ke pegunungan
menuju sebuah kota di wilayah Yehuda.
Ia masuk ke rumah Zakharia
dan memberi salam kepada Elisabet.
Ketika Elisabet mendengar salam Maria,
melonjaklah anak yang di dalam rahimnya
dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
lalu berseru dengan suara nyaring,
"Diberkatilah engkau di antara semua wanita,
dan diberkatilah buah rahimmu.
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Sebab sesungguhnya,
ketika salammu sampai kepada telingaku,
anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya,
sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana."
Lalu kata Maria,
"Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.
Sesungguhnya,
mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
karena Yang Mahakuasa
telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku,
dan nama-Nya adalah kudus.
Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya
dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya,
dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar,
dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Ia menolong Israel, hamba-Nya,
karena Ia mengingat rahmat-Nya,
seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita,
kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Kira-kira tiga bulan lamanya
Maria tinggal bersama dengan Elisabet,
lalu pulang kembali ke rumahnya.
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Salam Damai Kristus
Bacaan Liturgi
*Pesta S.P. Maria Mengunjungi Elisabet*
Bacaan Injil
Luk 1:39-56
Siapakah aku ini
sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel,
bergegaslah Maria ke pegunungan
menuju sebuah kota di wilayah Yehuda.
Ia masuk ke rumah Zakharia
dan memberi salam kepada Elisabet.
Ketika Elisabet mendengar salam Maria,
melonjaklah anak yang di dalam rahimnya
dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
lalu berseru dengan suara nyaring,
"Diberkatilah engkau di antara semua wanita,
dan diberkatilah buah rahimmu.
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Sebab sesungguhnya,
ketika salammu sampai kepada telingaku,
anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya,
sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana."
Lalu kata Maria,
"Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.
Sesungguhnya,
mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
karena Yang Mahakuasa
telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku,
dan nama-Nya adalah kudus.
Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya
dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya,
dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar,
dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Ia menolong Israel, hamba-Nya,
karena Ia mengingat rahmat-Nya,
seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita,
kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
Kira-kira tiga bulan lamanya
Maria tinggal bersama dengan Elisabet,
lalu pulang kembali ke rumahnya.
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Salam Damai Kristus
Doa Hari Jumat
31 Mei' 2019
By : Team Moderator DSM
Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus
terima kasih karena Engkau bukan saja telah
menyelamatkanku dari kebinasaan yang kekal,
tapi Engkau juga telah mengubah hidupku yang
sebelumnya sia - sia menjadi berarti.
Engkau terus mengasah kerohanianku, seperti
pisau yang diasah menjadi semakin tajam,
demikianlah Engkau membentuk hidupku menjadi
lebih baik dan lebih baik lagi.
Meski saat Engkau membentuk hidupku,
kadang terasa begitu sakit,
namun aku sadar semuanya itu untuk kebaikanku,
agar karakterku semakin menyerupai diriMu.
Ampunilah aku Tuhan jika terkadang aku sering
mengeluh ketika Engkau sedang menjunan hidupku.
Ajarlah aku untuk sabar, tekun, dan percaya
sepenuhnya kepadaMu, serta menjalani setiap
kehendakMu dengan setia.
Aku ingin imanku kian hari semakin bertumbuh,
dan berakar kuat di dalam Engkau ya Tuhan,
dan kelak suatu saat nanti ketika aku
berjumpa dengan Engkau, aku berharap kehidupanku
di dunia ini tidak mengecewakan hatiMu Tuhan
dan aku dapat melihat senyum terpancar di wajahMu Tuhan.
Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa.
Amin
Salam Damai Kristus
31 Mei' 2019
By : Team Moderator DSM
Tuhan Yesus Kristus, dan Roh Kudus
terima kasih karena Engkau bukan saja telah
menyelamatkanku dari kebinasaan yang kekal,
tapi Engkau juga telah mengubah hidupku yang
sebelumnya sia - sia menjadi berarti.
Engkau terus mengasah kerohanianku, seperti
pisau yang diasah menjadi semakin tajam,
demikianlah Engkau membentuk hidupku menjadi
lebih baik dan lebih baik lagi.
Meski saat Engkau membentuk hidupku,
kadang terasa begitu sakit,
namun aku sadar semuanya itu untuk kebaikanku,
agar karakterku semakin menyerupai diriMu.
Ampunilah aku Tuhan jika terkadang aku sering
mengeluh ketika Engkau sedang menjunan hidupku.
Ajarlah aku untuk sabar, tekun, dan percaya
sepenuhnya kepadaMu, serta menjalani setiap
kehendakMu dengan setia.
Aku ingin imanku kian hari semakin bertumbuh,
dan berakar kuat di dalam Engkau ya Tuhan,
dan kelak suatu saat nanti ketika aku
berjumpa dengan Engkau, aku berharap kehidupanku
di dunia ini tidak mengecewakan hatiMu Tuhan
dan aku dapat melihat senyum terpancar di wajahMu Tuhan.
Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa.
Amin
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *31 Mei 2019*
*Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet*
Zef 3:14-18a atau Rm 12:9-16b
MT Yes 12:2-6
Luk 1:39-56
*BERKATI, JANGAN MENGUTUK*
_Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! -- Rm 12:14_
Pastinya banyak kejadian sehari-hari yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan dan harapkan. Biasanya ketika mengalami kejadian seperti itu, kita terpancing menjadi emosi dan mengutuk. Emosi yang tidak terkendali, cenderung merugikan, baik diri sendiri ataupun orang lain.
Seorang teman paruh baya yang memasuki usia 60an pernah bercerita. Ketika ia pergi ke sebuah mal, ia kesulitan mencari parkir. Setelah berputar-putar dan keluar masuk, ia hampir mengurungkan niat untuk masuk ke mal itu. Namun akhirnya ia menemukan tempat kosong. Tetapi tidak lama berselang, seorang anak muda menghampiri dan memukul mobilnya, marah-marah dan mengutukinya. Anak muda itu menuduhnya telah merebut tempat parkirnya.
Teman saya ini jauh lebih tua, sehingga merasa perkataan anak muda itu terhadapnya sangat tidak sopan. Namun dengan rendah hati ia meminta maaf dengan tulus dan akan memindahkan mobilnya. Tak disangka, amarah anak mudah itu surut seketika dan ia minta maaf kepada teman saya. Ia mengatakan, "Walau saya sudah tidak sopan kepada bapak yang usianya jauh lebih tua dari saya, namun bapak tidak membalas kemarahan saya. Bapak memberikan contoh teladan yang akan saya ingat ketika saya mulai emosi dan kehilangan kesabaran."
Sang bapak tetap memberikan tempat parkirnya kepada anak muda tersebut. Meski pada akhirnya ia pulang ke rumah, namun ia merasakan kemenangan atas jiwa yang disadarkan. Ia mampu memberikan contoh untuk tetap memberkati orang yang menganiaya, bukan mengutuk. (Md)
_Dapatkah saya memberkati orang lain, walaupun saya dianiaya?_
Salam Damai Kristus
_Jumat,_ *31 Mei 2019*
*Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet*
Zef 3:14-18a atau Rm 12:9-16b
MT Yes 12:2-6
Luk 1:39-56
*BERKATI, JANGAN MENGUTUK*
_Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! -- Rm 12:14_
Pastinya banyak kejadian sehari-hari yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan dan harapkan. Biasanya ketika mengalami kejadian seperti itu, kita terpancing menjadi emosi dan mengutuk. Emosi yang tidak terkendali, cenderung merugikan, baik diri sendiri ataupun orang lain.
Seorang teman paruh baya yang memasuki usia 60an pernah bercerita. Ketika ia pergi ke sebuah mal, ia kesulitan mencari parkir. Setelah berputar-putar dan keluar masuk, ia hampir mengurungkan niat untuk masuk ke mal itu. Namun akhirnya ia menemukan tempat kosong. Tetapi tidak lama berselang, seorang anak muda menghampiri dan memukul mobilnya, marah-marah dan mengutukinya. Anak muda itu menuduhnya telah merebut tempat parkirnya.
Teman saya ini jauh lebih tua, sehingga merasa perkataan anak muda itu terhadapnya sangat tidak sopan. Namun dengan rendah hati ia meminta maaf dengan tulus dan akan memindahkan mobilnya. Tak disangka, amarah anak mudah itu surut seketika dan ia minta maaf kepada teman saya. Ia mengatakan, "Walau saya sudah tidak sopan kepada bapak yang usianya jauh lebih tua dari saya, namun bapak tidak membalas kemarahan saya. Bapak memberikan contoh teladan yang akan saya ingat ketika saya mulai emosi dan kehilangan kesabaran."
Sang bapak tetap memberikan tempat parkirnya kepada anak muda tersebut. Meski pada akhirnya ia pulang ke rumah, namun ia merasakan kemenangan atas jiwa yang disadarkan. Ia mampu memberikan contoh untuk tetap memberkati orang yang menganiaya, bukan mengutuk. (Md)
_Dapatkah saya memberkati orang lain, walaupun saya dianiaya?_
Salam Damai Kristus
*DOA MALAM*
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amin
Terima kasih TUHAN YESUS, buat kasih setiaMU yang begitu besar bagiku.
Hari ini aku dapat beribadah untuk memperingati hari kenaikanMU ke sorga, aku tahu ENGKAU tak meninggalkanku sendirian tapi dengan kenaikanMU aku boleh memperoleh kekuatan lewat ROH KUDUSMU yang menemaniku setiap saat, karena IA hidup dalamku, menjadi ROH yang menegur bila aku salah, menguatkan ketika aku lemah, mencurahkan damai sejahtera yang melampaui segala akal dan menyertaiku dalam segala keadaan.
Semua itu hanya aku dapat lewat kenaikanMU ke sorga, bahkan lewat peristiwa ini, aku mempunyai tempat dimana ENGKAU berada akupun akan berada bersamaMU.
Terpujilah namaMU YESUS KRISTUS kekal selama-lamanya, di dalam namaMU aku naikan doaku ini.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amen.
Salam Damai Kristus
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amin
Terima kasih TUHAN YESUS, buat kasih setiaMU yang begitu besar bagiku.
Hari ini aku dapat beribadah untuk memperingati hari kenaikanMU ke sorga, aku tahu ENGKAU tak meninggalkanku sendirian tapi dengan kenaikanMU aku boleh memperoleh kekuatan lewat ROH KUDUSMU yang menemaniku setiap saat, karena IA hidup dalamku, menjadi ROH yang menegur bila aku salah, menguatkan ketika aku lemah, mencurahkan damai sejahtera yang melampaui segala akal dan menyertaiku dalam segala keadaan.
Semua itu hanya aku dapat lewat kenaikanMU ke sorga, bahkan lewat peristiwa ini, aku mempunyai tempat dimana ENGKAU berada akupun akan berada bersamaMU.
Terpujilah namaMU YESUS KRISTUS kekal selama-lamanya, di dalam namaMU aku naikan doaku ini.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amen.
Salam Damai Kristus
Santo-Santa (31 Mei)
Peringatan Wajib Santa Perawan Maria mengunjungi Elisabeth
Setiap tanggal 31 Mei kita merayakan Pesta SP Maria mengunjungi Elisabet. Peristiwa ini adalah peristiwa gembira yang kedua dalam Rosario. Setelah Malaikat Gabriel memberitahukan kepada Santa Perawan Maria bahwa ia telah dipilih Tuhan untuk menjadi Bunda Yesus, ia juga memberitahukan kepada Maria bahwa Elisabet, sepupunya, sedang mengandung seorang anak laki-laki pada masa tuanya. Kitab Suci mengatakan bahwa Maria “bersiap-siap dan bergegas" ke rumah Elisabet untuk membantunya. Meskipun Maria baru saja menerima kabar bahwa ia akan menjadi Bunda Sang Juruselamat, ia rela bergegas membantu serta melayani orang lain yang membutuhkan pertolongan.
Mari meluangkan waktu untuk berdoa rosario setiap hari sepanjang bulan ini bersama seluruh anggota keluarga. Jika kamu tidak dapat mendaraskan rosario seluruhnya, bagaimana jika setidak-tidaknya satu misteri dalam suatu peristiwa saja? Pikirkan, terutama pada bulan ini, untuk membantu serta melayani orang lain seperti yang dilakukan Maria. Mari menjadikannya tujuan agar dapat hidup kudus, sehingga suatu hari kelak kita dapat pergi ke surga dan berbahagia selama-lamanya dengan Yesus dan Maria!
Salam Damai Kristus
Peringatan Wajib Santa Perawan Maria mengunjungi Elisabeth
Setiap tanggal 31 Mei kita merayakan Pesta SP Maria mengunjungi Elisabet. Peristiwa ini adalah peristiwa gembira yang kedua dalam Rosario. Setelah Malaikat Gabriel memberitahukan kepada Santa Perawan Maria bahwa ia telah dipilih Tuhan untuk menjadi Bunda Yesus, ia juga memberitahukan kepada Maria bahwa Elisabet, sepupunya, sedang mengandung seorang anak laki-laki pada masa tuanya. Kitab Suci mengatakan bahwa Maria “bersiap-siap dan bergegas" ke rumah Elisabet untuk membantunya. Meskipun Maria baru saja menerima kabar bahwa ia akan menjadi Bunda Sang Juruselamat, ia rela bergegas membantu serta melayani orang lain yang membutuhkan pertolongan.
Mari meluangkan waktu untuk berdoa rosario setiap hari sepanjang bulan ini bersama seluruh anggota keluarga. Jika kamu tidak dapat mendaraskan rosario seluruhnya, bagaimana jika setidak-tidaknya satu misteri dalam suatu peristiwa saja? Pikirkan, terutama pada bulan ini, untuk membantu serta melayani orang lain seperti yang dilakukan Maria. Mari menjadikannya tujuan agar dapat hidup kudus, sehingga suatu hari kelak kita dapat pergi ke surga dan berbahagia selama-lamanya dengan Yesus dan Maria!
Salam Damai Kristus
Rabu, 29 Mei 2019
Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 30 Mei 2019
Bacaan: Amsal 18:14 "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?"
Renungan:
Oscar Leonard Carl Pistorius adalah seorang pelari cepat dari Afrika Selatan. Dia dikenal dengan sebutan 'pelari mata pisau' atau pelari tercepat tanpa kaki. Dia adalah pemenang rekor dunia lari jarak 100, 200, dan 400 meter. Pistorius lahir di Sandton, Johannesburg. Dia lahir dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, yaitu tidak memunyai tulang betis di kedua kakinya. Pada umur sebelas bulan kedua kakinya diamputasi. Keadaan yang tidak normal itu memacu Pistorius untuk mencoba hal-hal yang bagi manusia cacat akan sulit dicapai. Pada usia 11 sampai 13 tahun dia sudah bisa bermain rugby, polo air dan tenis. Pada usia 17 tahun dia menekuni olah raga lari cepat. Pada kompetisi terbuka di Pilditch Stadium, dia berlari dengan jarak 100 meter dalam waktu 11, 51 detik. Rekor dunia saat itu adalah 12,2 detik. Pada tanggal 17 Maret 2007 dia mencetak rekor dunia untuk olahraga penyandang cacat nomor 400 meter di Afrika Selatan Kejuaraan Atletik Senior di Durban dengan catatan waktu 46,56 detik.
Jika Pistorius menyerah pada nasib, dunia tidak akan mengenal dia. Perjalanan hidupnya membuktikan bagaimana hidupnya diliputi dengan semangat yang tinggi untuk meraih sukses. Dia tidak menyalahkan diri sendiri, orang tua dan Tuhan.
Setiap kita memunyai kekurangan atau kelemahan. Apapun kelemahan kita, bukan alasan bagi kita untuk mengeluh apalagi patah semangat. Ingat, Tuhan itu adil. Dia pasti memberikan kepada kita kelebihan di sisi yang lain. Kita bisa menjadi orang yang luar biasa jika kita berusaha dengan luar biasa bersama Tuhan yang luar biasa. Tuhan memberkati.
Doa:
Ya Allah Roh Kudus, bimbing aku untuk tetap semangat dan tidak menangisi kelemahanku saat ini. Aku percaya, bersamaMu aku akan meraih kesuksesan. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Kamis, 30 Mei 2019
Bacaan: Amsal 18:14 "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?"
Renungan:
Oscar Leonard Carl Pistorius adalah seorang pelari cepat dari Afrika Selatan. Dia dikenal dengan sebutan 'pelari mata pisau' atau pelari tercepat tanpa kaki. Dia adalah pemenang rekor dunia lari jarak 100, 200, dan 400 meter. Pistorius lahir di Sandton, Johannesburg. Dia lahir dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, yaitu tidak memunyai tulang betis di kedua kakinya. Pada umur sebelas bulan kedua kakinya diamputasi. Keadaan yang tidak normal itu memacu Pistorius untuk mencoba hal-hal yang bagi manusia cacat akan sulit dicapai. Pada usia 11 sampai 13 tahun dia sudah bisa bermain rugby, polo air dan tenis. Pada usia 17 tahun dia menekuni olah raga lari cepat. Pada kompetisi terbuka di Pilditch Stadium, dia berlari dengan jarak 100 meter dalam waktu 11, 51 detik. Rekor dunia saat itu adalah 12,2 detik. Pada tanggal 17 Maret 2007 dia mencetak rekor dunia untuk olahraga penyandang cacat nomor 400 meter di Afrika Selatan Kejuaraan Atletik Senior di Durban dengan catatan waktu 46,56 detik.
Jika Pistorius menyerah pada nasib, dunia tidak akan mengenal dia. Perjalanan hidupnya membuktikan bagaimana hidupnya diliputi dengan semangat yang tinggi untuk meraih sukses. Dia tidak menyalahkan diri sendiri, orang tua dan Tuhan.
Setiap kita memunyai kekurangan atau kelemahan. Apapun kelemahan kita, bukan alasan bagi kita untuk mengeluh apalagi patah semangat. Ingat, Tuhan itu adil. Dia pasti memberikan kepada kita kelebihan di sisi yang lain. Kita bisa menjadi orang yang luar biasa jika kita berusaha dengan luar biasa bersama Tuhan yang luar biasa. Tuhan memberkati.
Doa:
Ya Allah Roh Kudus, bimbing aku untuk tetap semangat dan tidak menangisi kelemahanku saat ini. Aku percaya, bersamaMu aku akan meraih kesuksesan. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
#renungan
*PERAYAAN KEMULIAAN ALLAH*
Kamis 30 Mei 2019
_`Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga` (Luk 24:51)_
Kita kembali diajak untuk merenungkan misteri Paska Kristus, misteri penderitaan, wafat, dan kebangkitanNya. Dengan Paska-Nya ini maka berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa perlu diwartakan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem sampai ke ujung dunia. Yesus mau mengingatkan kita bahwa tugas pewartaan-Nya sudah selesai di dunia ini dan tiba waktu-Nya untuk kembali ke Surga. Dia akan menguatkan para murid untuk menjadi saksi-saksi-Nya yang hidup dengan mengutus Roh Kudus kepada mereka, agar seluruh dunia bisa mengenal Dia.
Hari ini kita merayakan Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Ini merupakan suatu perayaan kemuliaan Tuhan Yesus yang kita imani. Katekismus Gereja Katolik mengatakan, `Kenaikan Kristus ke surga menggambarkan langkah masuk yang definitif dari kodrat manusiawi Yesus ke dalam kemuliaan Allah di surga, dari mana la akan datang kembali, tetapi untuk sementara tersembunyi bagi pandangan manusia` (KGK 665).
Saat kita merayakan Yesus yang kembali kepada Bapa, seakan-akan Dia berkata kepada kita, `Sekarang engkau harus menyampaikan kasih-Ku hingga ke ujung-ujung bumi. Engkau akan meneruskan karya pelayanan-Ku di bumi. Kekuatan dari Roh Kudus akan menguatkan kakimu dan akan memberimu keberanian yang kamu butuhkan!` Mari kita berani melangkah untuk menjadi saksi kasih Kristus yang hidup di mana pun kita berada!
*_Sr. M. Jacinta, P.Karm_*
Kamis 30 Mei 2019
Hari Raya Kenaikan Tuhan
Kis 1:1-11; Mzm 47:2-3.6-9; Ef 1:17-23 atau Ibr 9:24-28; 10:19-23; Luk 24:46-53
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*PERAYAAN KEMULIAAN ALLAH*
Kamis 30 Mei 2019
_`Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga` (Luk 24:51)_
Kita kembali diajak untuk merenungkan misteri Paska Kristus, misteri penderitaan, wafat, dan kebangkitanNya. Dengan Paska-Nya ini maka berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa perlu diwartakan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem sampai ke ujung dunia. Yesus mau mengingatkan kita bahwa tugas pewartaan-Nya sudah selesai di dunia ini dan tiba waktu-Nya untuk kembali ke Surga. Dia akan menguatkan para murid untuk menjadi saksi-saksi-Nya yang hidup dengan mengutus Roh Kudus kepada mereka, agar seluruh dunia bisa mengenal Dia.
Hari ini kita merayakan Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Ini merupakan suatu perayaan kemuliaan Tuhan Yesus yang kita imani. Katekismus Gereja Katolik mengatakan, `Kenaikan Kristus ke surga menggambarkan langkah masuk yang definitif dari kodrat manusiawi Yesus ke dalam kemuliaan Allah di surga, dari mana la akan datang kembali, tetapi untuk sementara tersembunyi bagi pandangan manusia` (KGK 665).
Saat kita merayakan Yesus yang kembali kepada Bapa, seakan-akan Dia berkata kepada kita, `Sekarang engkau harus menyampaikan kasih-Ku hingga ke ujung-ujung bumi. Engkau akan meneruskan karya pelayanan-Ku di bumi. Kekuatan dari Roh Kudus akan menguatkan kakimu dan akan memberimu keberanian yang kamu butuhkan!` Mari kita berani melangkah untuk menjadi saksi kasih Kristus yang hidup di mana pun kita berada!
*_Sr. M. Jacinta, P.Karm_*
Kamis 30 Mei 2019
Hari Raya Kenaikan Tuhan
Kis 1:1-11; Mzm 47:2-3.6-9; Ef 1:17-23 atau Ibr 9:24-28; 10:19-23; Luk 24:46-53
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Kamis 30 Mei 2019
Ya Yesus yang berbelas kasihan,
berikanlah rahmatMu kepadaku,
agar Engkau selalu besertaku
dan bekerja denganku,
hingga akhirnya tetap menyertai aku.
Perkenankanlah aku selalu menginginkan
dan menghendaki
apa yang paling menyenangkan
dan paling berkenan kepadaMu.
Semoga kehendakMu adalah kehendakku pula;
dan semoga kehendakku selama-lamanya
mengikuti kehendakMu
dan sungguh-sungguh sesuai dengan
kehendakMu.
Biarlah aku berkehendak dan tidak
berkehendak sama dengan Engkau;
dan tidak dapat berkehendak atau tidak
menghendaki
sesuatu yang lain dari apa yang Engkau
kehendaki atau tidak kehendaki.
Amin.
Salam Damai Kristus
Kamis 30 Mei 2019
Ya Yesus yang berbelas kasihan,
berikanlah rahmatMu kepadaku,
agar Engkau selalu besertaku
dan bekerja denganku,
hingga akhirnya tetap menyertai aku.
Perkenankanlah aku selalu menginginkan
dan menghendaki
apa yang paling menyenangkan
dan paling berkenan kepadaMu.
Semoga kehendakMu adalah kehendakku pula;
dan semoga kehendakku selama-lamanya
mengikuti kehendakMu
dan sungguh-sungguh sesuai dengan
kehendakMu.
Biarlah aku berkehendak dan tidak
berkehendak sama dengan Engkau;
dan tidak dapat berkehendak atau tidak
menghendaki
sesuatu yang lain dari apa yang Engkau
kehendaki atau tidak kehendaki.
Amin.
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
PERTOBATAN DAN PENGAMPUNAN DOSA
30 Mei 2019
“Dalam nama-Nya berita tentang PERTOBATAN dan PENGAMPUNAN DOSA harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem” (Luk 24:47)
Lectio
Kis 1:1-11; Mzm 47:2-3,6-7,8-9; Ef 1:17-23; atau Ibr 9:24-28; 10:19-23; Luk 24:46-53
Seorang pemuda yang hendak pulang ke desanya, didekati seorang calo yang berkata :
”Mas ini tiket tinggal satu. Harganya Rp 300 ribu.”
“Wah biasanya kan 150 ribu Mas!” jawab pemuda itu.
“Coba saja Mas cari sampai dapat!” kata calo itu.
Lalu pemuda itu menunggu sampai 10 menit sebelum Bis berangkat. Dan calo itu terus menawarkan karcisnya yang hanya satu, namun tidak ada yang membeli. Pemuda itu pun melihat calo itu menengadah ke langit seperti sedang berdoa.
Lalu pemuda itu menghampirinya dan berkata :
”Mas tahu mengapa tiketnya belum juga terjual?”
Calo itu kaget dan menjawab :
”Saya juga tidak tahu Mas. Kata teman saya, kalau beli tiket di terminal dan dijual lagi bisa untung 100%”.
Lalu pemuda itu mengeluarkan uang sambil berkata :
”Mas, tiket bis ini masih banyak. Saya beli hanya Rp 150 ribu. Saya memperhatikan Mas dan jadi iba hati saya. Maka ini saya mau memberikan 200 ribu supaya Mas bisa kembali uangnya dan sisanya bisa untuk makan.”
Maka terharulah calo itu dan sambil meneteskan air mata dia berkata :
”Saya frustasi Mas karena uang yang saya pinjam dari tetangga akan hilang. Sementara bis akan segera berangkay. Ternyata Mas adalah Malaikat untuk saya. Terima kasih Mas atas PERTOLONGAN dan NASEHATNYA.”
Hidup kita adalah memberikan KESAKSIAN akan KASIH ALLAH.
Oratio
Ya Tuhan Yesus, segala kemuliaan hanya bagi-Mu. Amin
Missio
Marilah kita mewartakan Yesus dengan mengajak orang bertobat.
Have a Blessed Ascension Day of Lord.
PERTOBATAN DAN PENGAMPUNAN DOSA
30 Mei 2019
“Dalam nama-Nya berita tentang PERTOBATAN dan PENGAMPUNAN DOSA harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem” (Luk 24:47)
Lectio
Kis 1:1-11; Mzm 47:2-3,6-7,8-9; Ef 1:17-23; atau Ibr 9:24-28; 10:19-23; Luk 24:46-53
Seorang pemuda yang hendak pulang ke desanya, didekati seorang calo yang berkata :
”Mas ini tiket tinggal satu. Harganya Rp 300 ribu.”
“Wah biasanya kan 150 ribu Mas!” jawab pemuda itu.
“Coba saja Mas cari sampai dapat!” kata calo itu.
Lalu pemuda itu menunggu sampai 10 menit sebelum Bis berangkat. Dan calo itu terus menawarkan karcisnya yang hanya satu, namun tidak ada yang membeli. Pemuda itu pun melihat calo itu menengadah ke langit seperti sedang berdoa.
Lalu pemuda itu menghampirinya dan berkata :
”Mas tahu mengapa tiketnya belum juga terjual?”
Calo itu kaget dan menjawab :
”Saya juga tidak tahu Mas. Kata teman saya, kalau beli tiket di terminal dan dijual lagi bisa untung 100%”.
Lalu pemuda itu mengeluarkan uang sambil berkata :
”Mas, tiket bis ini masih banyak. Saya beli hanya Rp 150 ribu. Saya memperhatikan Mas dan jadi iba hati saya. Maka ini saya mau memberikan 200 ribu supaya Mas bisa kembali uangnya dan sisanya bisa untuk makan.”
Maka terharulah calo itu dan sambil meneteskan air mata dia berkata :
”Saya frustasi Mas karena uang yang saya pinjam dari tetangga akan hilang. Sementara bis akan segera berangkay. Ternyata Mas adalah Malaikat untuk saya. Terima kasih Mas atas PERTOLONGAN dan NASEHATNYA.”
Hidup kita adalah memberikan KESAKSIAN akan KASIH ALLAH.
Oratio
Ya Tuhan Yesus, segala kemuliaan hanya bagi-Mu. Amin
Missio
Marilah kita mewartakan Yesus dengan mengajak orang bertobat.
Have a Blessed Ascension Day of Lord.
*KAMIS, 30 MEI 2019*
Bacaan Liturgi
HR Kenaikan Tuhan
Bacaan Injil
Luk 24:46-53
Ketika sedang memberkati mereka,
Yesus terangkat ke Surga.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sesudah bangkit dari antara orang mati,
Yesus menampakkan diri kepada para murid.
Kata-Nya kepada mereka,
"Ada tertulis demikian:
Mesias harus menderita
dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.
Dan lagi:
Dalam nama-Nya
berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa
harus disampaikan kepada segala bangsa,
mulai dari Yerusalem.
Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku.
Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini
sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari atas."
Lalu Yesus membawa murid-murid itu ke luar kota
sampai dekat Betania.
Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
Dan ketika sedang memberkati mereka,
Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga.
Para murid menyembah kepada-Nya,
lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah
dan memuliakan Allah.
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus
Salam Damai Kristus
Bacaan Liturgi
HR Kenaikan Tuhan
Bacaan Injil
Luk 24:46-53
Ketika sedang memberkati mereka,
Yesus terangkat ke Surga.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sesudah bangkit dari antara orang mati,
Yesus menampakkan diri kepada para murid.
Kata-Nya kepada mereka,
"Ada tertulis demikian:
Mesias harus menderita
dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.
Dan lagi:
Dalam nama-Nya
berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa
harus disampaikan kepada segala bangsa,
mulai dari Yerusalem.
Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku.
Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini
sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari atas."
Lalu Yesus membawa murid-murid itu ke luar kota
sampai dekat Betania.
Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
Dan ketika sedang memberkati mereka,
Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga.
Para murid menyembah kepada-Nya,
lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah
dan memuliakan Allah.
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus
Salam Damai Kristus
*SIRAMAN ROHANI* Kamis, 30 Mei 2019 (Kenaikan Yesus) RP Fredy Jehadin SVD
*Tema: Kenaikan Yesus Kristus ke Surga membuka wawasan baru bagi kita!* Lukas 24:46-53
Saudara-saudari... Hari ini kita merayakan Pesta Kenaikan Yesus Kristus ke surga.
Perayaan hari ini mengingatkan kita akan beberapa hal penting dalam hidup kita.
1. Kenaikan Yesus Kristus ke surga mengingatkan kita bahwa sesudah perjalanan kita di dunia ini berakhir, maka jiwa kita akan mengikuti Yesus Kristus, menuju surga dan bersatu kembali dengan Dia yang sudah menciptakan kita. Roh yang kita miliki sesungguhnya adalah milik Tuhan. Dia sendiri yang memberikannya kepada kita di saat Ia menciptakan kita. Dia yang memberi, Dia juga yang akan mengambilnya kembali dan hidup bersamaNya untuk selama-lamanya. Kenaikan Yesus Kristus sudah membuka wawasan baru bagi kita akan kehidupan kita.
2. Kenaikan Yesus Kristus ke surga mengingatkan kita akan kehidupan baru. Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu masuk ke dalam satu kehidupan baru. Yesus sendiri sudah bersabda: “Akulah kehidupan, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan memperoleh hidup abadi.” Sebagai pengikut Kristus, kita harus bersyukur karena Ia yang adalah sumber kehidupan sudah mendahului kita dan sudah menunjukkan jalan ke mana kita harus pergi sesudah ziarah kehidupan kita di dunia ini berakhir. Kematian tubuh sesungguhnya bukanlah malapetaka yang menghancurkan harapan kita, sebaliknya satu peristiwa iman yang mendatangkan kebahagiaan di mana lewat kematian tubuh, jiwa kita, sesudah mengalami proses penyucian, akan naik bersama Kristus menuju surga, di mana Bapa bersama penghuni surga bersemayam dalam damai dan penuh sukacita untuk selama-lamanya.
3. Kenaikan Yesus Kristus mengingatkan kita akan satu hadiah Tuhan yang sangat mulia yang sudah diberikanNya kepada kita, yaitu Roh Kudus. Kalau Yesus Kristus tidak naik ke surga, maka Roh Kudus tidak datang kepada kita. Hari ini, lewat Injilnya, Yesus berkata: “Aku akan mengirim kepadaMu apa yang dijanjikan Bapa-Ku, Ialah Roh Kudus. Kamu akan diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” Beberapa hari sesudah kenaikanNya ke surga, Roh Kudus turun ke atas para Rasul pada hari pentekosten. Turunnya Roh Kudus ke atas para rasul merupakan pemenuhan janji Kristus. Roh Kudus sudah menjadi pembimbing dan pelengkap kekuatan Allah yang dikenakan oleh para rasul sewaktu mereka keluar mewartakan ajaran Kristus. Roh Kudus mengingatkan para Rasul akan apa yang sudah diajarkan Kristus selama Dia hidup bersama mereka. Roh Kudus yang sama sudah dicurahkan kepada kita sewaktu kita menerima Sakramen Permandian dan diteguhkan lewat Sakramen Krisma. Roh Kudus inilah yang selalu membimbing kita sehingga kita selalu sadar untuk melakukan apa yang berkenan bagi Tuhan dan sesama, dan apa yang tidak berkenan. Roh Kudus inilah yang selalu mengingatkan kita akan dosa yang sudah kita lakukan dan menggerakkan hati dan pikiran kita untuk kembali mengakui semua dosa kita lewat menerima Sakramen Pengakuan.
Saudara-saudari .... Marilah kita bersyukur kepada Tuhan atas peristiwa iman yang kita rayakan hari ini. KepergiaanNya sudah mendatangkan berkat bagi kita.
Kita berdoa semoga Peristiwa iman yang kita rayakan hari ini selalu menyadarkan kita akan arah perjalanan hidup kita. Dan semoga semasih kita mengadakan perjalanan di dunia ini, berkat bantuan Roh Kudus, kita selalu tampil sebagai saksi Kristus yang setia sehingga banyak orang yang berjalan bersama kita menuju surga.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!
Salam Damai Kristus
*Tema: Kenaikan Yesus Kristus ke Surga membuka wawasan baru bagi kita!* Lukas 24:46-53
Saudara-saudari... Hari ini kita merayakan Pesta Kenaikan Yesus Kristus ke surga.
Perayaan hari ini mengingatkan kita akan beberapa hal penting dalam hidup kita.
1. Kenaikan Yesus Kristus ke surga mengingatkan kita bahwa sesudah perjalanan kita di dunia ini berakhir, maka jiwa kita akan mengikuti Yesus Kristus, menuju surga dan bersatu kembali dengan Dia yang sudah menciptakan kita. Roh yang kita miliki sesungguhnya adalah milik Tuhan. Dia sendiri yang memberikannya kepada kita di saat Ia menciptakan kita. Dia yang memberi, Dia juga yang akan mengambilnya kembali dan hidup bersamaNya untuk selama-lamanya. Kenaikan Yesus Kristus sudah membuka wawasan baru bagi kita akan kehidupan kita.
2. Kenaikan Yesus Kristus ke surga mengingatkan kita akan kehidupan baru. Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu masuk ke dalam satu kehidupan baru. Yesus sendiri sudah bersabda: “Akulah kehidupan, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan memperoleh hidup abadi.” Sebagai pengikut Kristus, kita harus bersyukur karena Ia yang adalah sumber kehidupan sudah mendahului kita dan sudah menunjukkan jalan ke mana kita harus pergi sesudah ziarah kehidupan kita di dunia ini berakhir. Kematian tubuh sesungguhnya bukanlah malapetaka yang menghancurkan harapan kita, sebaliknya satu peristiwa iman yang mendatangkan kebahagiaan di mana lewat kematian tubuh, jiwa kita, sesudah mengalami proses penyucian, akan naik bersama Kristus menuju surga, di mana Bapa bersama penghuni surga bersemayam dalam damai dan penuh sukacita untuk selama-lamanya.
3. Kenaikan Yesus Kristus mengingatkan kita akan satu hadiah Tuhan yang sangat mulia yang sudah diberikanNya kepada kita, yaitu Roh Kudus. Kalau Yesus Kristus tidak naik ke surga, maka Roh Kudus tidak datang kepada kita. Hari ini, lewat Injilnya, Yesus berkata: “Aku akan mengirim kepadaMu apa yang dijanjikan Bapa-Ku, Ialah Roh Kudus. Kamu akan diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” Beberapa hari sesudah kenaikanNya ke surga, Roh Kudus turun ke atas para Rasul pada hari pentekosten. Turunnya Roh Kudus ke atas para rasul merupakan pemenuhan janji Kristus. Roh Kudus sudah menjadi pembimbing dan pelengkap kekuatan Allah yang dikenakan oleh para rasul sewaktu mereka keluar mewartakan ajaran Kristus. Roh Kudus mengingatkan para Rasul akan apa yang sudah diajarkan Kristus selama Dia hidup bersama mereka. Roh Kudus yang sama sudah dicurahkan kepada kita sewaktu kita menerima Sakramen Permandian dan diteguhkan lewat Sakramen Krisma. Roh Kudus inilah yang selalu membimbing kita sehingga kita selalu sadar untuk melakukan apa yang berkenan bagi Tuhan dan sesama, dan apa yang tidak berkenan. Roh Kudus inilah yang selalu mengingatkan kita akan dosa yang sudah kita lakukan dan menggerakkan hati dan pikiran kita untuk kembali mengakui semua dosa kita lewat menerima Sakramen Pengakuan.
Saudara-saudari .... Marilah kita bersyukur kepada Tuhan atas peristiwa iman yang kita rayakan hari ini. KepergiaanNya sudah mendatangkan berkat bagi kita.
Kita berdoa semoga Peristiwa iman yang kita rayakan hari ini selalu menyadarkan kita akan arah perjalanan hidup kita. Dan semoga semasih kita mengadakan perjalanan di dunia ini, berkat bantuan Roh Kudus, kita selalu tampil sebagai saksi Kristus yang setia sehingga banyak orang yang berjalan bersama kita menuju surga.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Kamis,_ *30 Mei 2019*
*Hari Raya Kenaikan Tuhan*
Kis 1:1-11
Mzm 47:2-3,6-9
Ef 1:17-23 atau Ibr 9:24-28; 10:19-23
Luk 24:46-53
*KEHAUSAN YANG DITULARKAN*
_Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. -- Luk 24:47_
Inti perutusan Yesus ke dunia adalah membawa manusia untuk bertobat dan menerima pengampunan dosa.
Pertobatan tidak hanya dilakukan saat masa Prapaskah, tetapi setiap waktu adalah pertobatan bagi manusia agar menerima rahmat kekudusan dari-Nya. Mengapa pertobatan harus dilakukan setiap waktu?
Dosa menghalangi manusia untuk dapat bersatu dengan Allah yang Maha Kudus. Dan Allah selalu rindu untuk bersama dengan kita manusia. Oleh karena itu, Allah memberi kesempatan dan jalan bagi manusia untuk terbebas dari dosa, yaitu melalui salib Yesus. Pertobatan juga merupakan pengalaman perjumpaan dengan-Nya.
Ketika saya mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi, ada rasa haus dan lapar yang besar akan pengenalan kepada-Nya. Rasa inilah yang mendorong saya untuk terus tinggal dalam hadirat-Nya. Untuk itu saya belajar meluangkan waktu khusus bagi-Nya setiap hari secara konsisten. Namun saya tidak ingin menikmati sukacita bersekutu dengan Tuhan sendirian.
Buah dari kehausan tersebut melahirkan kerinduan agar orang lain mengalami sukacita yang saya alami. Untuk alasan itulah saya mulai masuk dalam pelayanan, dan saya meyakini Tuhan pasti akan campur tangan. Buah pertobatan saya menghasilkan buah yang lain, yaitu kerinduan untuk mewartakan tentang pertobatan dan pengampunan dosa oleh kasih-Nya yang tak terbatas. (In)
_Apakah pertobatan saya sudah menghasilkan buah?_
Salam Damai Kristus
_Kamis,_ *30 Mei 2019*
*Hari Raya Kenaikan Tuhan*
Kis 1:1-11
Mzm 47:2-3,6-9
Ef 1:17-23 atau Ibr 9:24-28; 10:19-23
Luk 24:46-53
*KEHAUSAN YANG DITULARKAN*
_Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. -- Luk 24:47_
Inti perutusan Yesus ke dunia adalah membawa manusia untuk bertobat dan menerima pengampunan dosa.
Pertobatan tidak hanya dilakukan saat masa Prapaskah, tetapi setiap waktu adalah pertobatan bagi manusia agar menerima rahmat kekudusan dari-Nya. Mengapa pertobatan harus dilakukan setiap waktu?
Dosa menghalangi manusia untuk dapat bersatu dengan Allah yang Maha Kudus. Dan Allah selalu rindu untuk bersama dengan kita manusia. Oleh karena itu, Allah memberi kesempatan dan jalan bagi manusia untuk terbebas dari dosa, yaitu melalui salib Yesus. Pertobatan juga merupakan pengalaman perjumpaan dengan-Nya.
Ketika saya mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi, ada rasa haus dan lapar yang besar akan pengenalan kepada-Nya. Rasa inilah yang mendorong saya untuk terus tinggal dalam hadirat-Nya. Untuk itu saya belajar meluangkan waktu khusus bagi-Nya setiap hari secara konsisten. Namun saya tidak ingin menikmati sukacita bersekutu dengan Tuhan sendirian.
Buah dari kehausan tersebut melahirkan kerinduan agar orang lain mengalami sukacita yang saya alami. Untuk alasan itulah saya mulai masuk dalam pelayanan, dan saya meyakini Tuhan pasti akan campur tangan. Buah pertobatan saya menghasilkan buah yang lain, yaitu kerinduan untuk mewartakan tentang pertobatan dan pengampunan dosa oleh kasih-Nya yang tak terbatas. (In)
_Apakah pertobatan saya sudah menghasilkan buah?_
Salam Damai Kristus
Langganan:
Postingan (Atom)



































