Jumat, 31 Mei 2019

Swara Bersahabat
“Apa Yang Kita Minta Kepada Tuhan (Yohanes 16:23b-28)”.

Salah satu isi doa kita kepada Tuhan adalah minta. Kita minta kepada Tuhan berbagai hal yang mungkin dan berbagai hal yang mungkin adalah ketidakmungkinan. Dalam setiap permohonan kita, kita meyakini bahwa dalam Tuhan, dalam doa bahwa ketidakmungkinan menjadi mungkin.

Kita meminta dengan penuh harapan agat dikabulkan apa yang kita inginkan itu. Kita terbiasa untuk menodong, memaksa, merampok Tuhan dengan permohonan kita. Kita kadangkal lupa bahwa Tuhan juga mempunyai kemungkinan untuk menjawab TIDAK atas hal-hal yang kita minta.

Kadang kita lalu merasa wajar untuk marah, emosional bahkan ngambeg kepada Tuham kalau permintaan itu tidak terkabulkan. Kita merasa diperlakukan tidak adil, kecewa dan marah dengan situasi.

Kita lupa bahwa Tuhan mengabulkan permintaan kita karena buka semata-mata mereka mampu dan munhkin tetapi mereka menimbang nilai dan makna di balik permintaan kita itu. Intinya, tidak semua permintaan terkabulkan apalagi permintaan yang tidak memberikan nilai baik bagi hidup umat manusia.

Dalam doa, kita diiingatkan tentang kedermawanam Tuhan kepada kita. Kedermawanan Tuhan melampaui ukuran manusiawi kita. Apa yang kita minta dari Tuhan? Permintaan kita mesti mengarahkan kita pada kasih dan kebaikan. Permintaan kita mesti menuntun kita pada nilai dan makna yang berguna bagi hidup kita. Tuhan selalu membuka hati-Nya untuk kita. Kita mempunyai kebebasan untuk meminta apa saja kepada-Nya. Permintaan kita mesti memperkaya dan memperkuat hidup iman kita.
(|flohartantapr|01062019|)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar