Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Rabu,_ *01 April 2020*
Dan 3:14-20, 24-25,28
MT Dan 3:52-56
Yoh 8:31-42
*TERLENA*
_Kami keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka? -- Yoh 8:33_
Pada umumnya, kita hidup dalam zona nyaman. Kita hidup dalam kestabilan dalam banyak hal dan itu berlangsung waktu demi waktu. Tanpa kita sadari, kemampuan, fisik, dan daya ingat kita semakin menurun. Sementara di sisi lain kita masih terbiasa dengan hidup kita di masa lalu tanpa menyadari perubahan diri. Celakanya, kadang kita malah menjadi keras kepala untuk bisa menyadari apa yang terjadi.
Bangsa Yahudi memiliki masalah yang sama. Mereka sangat bangga dengan identitas mereka sebagai bangsa terpilih. Meskipun secara fisik, hidup mereka dalam penjajahan bangsa Romawi, tetapi mereka masih bahagia dengan adanya Bait Allah. Akibatnya mereka terlena dengan janji Allah yang membuat mereka jauh dari hidup sesuai dengan kehendak Allah. Mereka hanya memegang janji itu tanpa berusaha untuk patuh akan hukum Allah. Sama seperti kita yang menerima Sakramen Baptis, kita terlena akan rahmat pembaptisan dan tidak hidup sesuai dengan rencana dan kehendak Allah.
Dalam ayat berikutnya, Yesus berkata bahwa ketika kita berbuat dosa, kita menjadi hamba dosa. Walaupun secara janji bahwa kita anak Allah, tetapi pilihan kita yang menjadikan kita sebagai hamba dosa.
Jadi padankan hidup kita sebagai anak Allah dengan sikap dan tingkah laku kita. (An)
_Apakah hidup saya sudah sesuai dengan iman yang saya miliki?_
Salam Damai Kristus
Selasa, 31 Maret 2020
Rabu, 1 April 2020
Pekan V Prapaskah
Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42
"Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku"
Yesus telah mengajari para murid dan kita semua doa Bapa Kami. Doa ini merupakan doa yang sempurna sebagaimana dikatakan oleh St. Thomas Aquinas dan dikutip dalam Kompendium Katekismus Gereja Katolik (no.579). Dengan berdoa Bapa Kami, kita tidak hanya menyebut dan mengakui Allah sebagai Bapa tetapi juga menyadari jati diri kita sebagai anak-anak Allah yang terkasih. Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan konsekuensi lebih lanjut dari pengakuan iman bahwa Allah adalah Bapa kita, yakni kita harus mengasihi. Tidak ada cara hidup lain yang lebih pantas untuk kita hayati sebagai anak-anak Allah selain mengasihi.
Di tengah wabah virus corona yang sedang melanda kita saat ini, kita boleh bersyukur. Bukan bersyukur karena diberi wabah, tetapi bersyukur karena munculnya banyak gerakan kasih secara konkret di antara kita, yakni melalui berbagai macam tindakan berbagi. Kita bersyukur karena di tengah situasi yang sulit ini kita masih diberi kesempatan untuk berbagi, untuk mengasihi, untuk mewujudkan solidaritas. Bukan hanya dengan saling mendoakan tetapi juga menggunakan apa yang kita miliki untuk menolong orang lain, untuk membantu kebutuhan Ruhah Sakit, para dokter dan tenaga medis, serta saudara-saduari kita yang masih harus tetap bekerja. Di tengah-tengah Masa Prapaskah, di mana kita diajak secara khusus meningkatkan doa, puasa dan derma (Injil Rabu Abu), kita pun diberi kesempatan yang istimewa juga untuk sungguh-sungguh melaksanakannya. Semoga, Injil hari ini semaki meneguhkan kita dalam mengasihi dan menghayati jati diri kita sebagai anak-anak Allah. Tentu, kita juga berpengharapan agar wabah ini segera berakhir, namun mengasihi tetap berlanjut.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Pekan V Prapaskah
Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42
"Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku"
Yesus telah mengajari para murid dan kita semua doa Bapa Kami. Doa ini merupakan doa yang sempurna sebagaimana dikatakan oleh St. Thomas Aquinas dan dikutip dalam Kompendium Katekismus Gereja Katolik (no.579). Dengan berdoa Bapa Kami, kita tidak hanya menyebut dan mengakui Allah sebagai Bapa tetapi juga menyadari jati diri kita sebagai anak-anak Allah yang terkasih. Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan konsekuensi lebih lanjut dari pengakuan iman bahwa Allah adalah Bapa kita, yakni kita harus mengasihi. Tidak ada cara hidup lain yang lebih pantas untuk kita hayati sebagai anak-anak Allah selain mengasihi.
Di tengah wabah virus corona yang sedang melanda kita saat ini, kita boleh bersyukur. Bukan bersyukur karena diberi wabah, tetapi bersyukur karena munculnya banyak gerakan kasih secara konkret di antara kita, yakni melalui berbagai macam tindakan berbagi. Kita bersyukur karena di tengah situasi yang sulit ini kita masih diberi kesempatan untuk berbagi, untuk mengasihi, untuk mewujudkan solidaritas. Bukan hanya dengan saling mendoakan tetapi juga menggunakan apa yang kita miliki untuk menolong orang lain, untuk membantu kebutuhan Ruhah Sakit, para dokter dan tenaga medis, serta saudara-saduari kita yang masih harus tetap bekerja. Di tengah-tengah Masa Prapaskah, di mana kita diajak secara khusus meningkatkan doa, puasa dan derma (Injil Rabu Abu), kita pun diberi kesempatan yang istimewa juga untuk sungguh-sungguh melaksanakannya. Semoga, Injil hari ini semaki meneguhkan kita dalam mengasihi dan menghayati jati diri kita sebagai anak-anak Allah. Tentu, kita juga berpengharapan agar wabah ini segera berakhir, namun mengasihi tetap berlanjut.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 1 April 2020
Bacaan: Lukas 10:41-42
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Renungan:
Manusia diciptakan dengan 2 telinga untuk mendengar, namun banyak orang yang tidak bersedia mendengarkan firman Tuhan. Sebagai alasan tidak mau mendengarkan firman Tuhan, mereka menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan pada hari Minggu. Mengapa orang menutup telinga dan tidak mau mendengarkan suara Tuhan? Hal ini dikarenakan suara Tuhan akan menyatakan dosa dan kesalahan serta menuntut suatu perubahan hidup. Suara Tuhan akan mengganggu daerah kenyamanan manusia yang lebih memilih untuk hidup merdeka melakukan apa saja yang bisa memuaskan keinginan hatinya. Suara Tuhan menuntut manusia untuk meninggalkan pandangan dan sikap hidup lama yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan banyak manusia tidak suka akan hal ini.
Marilah kita belajar dari Maria yang begitu antusias untuk mendengarkan firman Tuhan. Keinginannya yang besar untuk bisa mendengarkan firman Tuhan, dinyatakan dengan melupakan sejenak kesibukannya dan mengambil waktu untuk duduk di kaki Yesus. Maria menyadari bahwa apa yang keluar dari mulut Yesus adalah pesan-pesan rohani yang sangat penting baginya. Ia lebih memilih yang terbaik, yaitu membuka telinga dan hatinya, bukan untuk mendengarkan gosip atau cerita bohong, melainkan mendengarkan firman Tuhan yang akan mengubah kehidupannya.
Bukalah hati dan telinga kita untuk firman Tuhan dan kita akan merasakan kuasa firman Tuhan yang mengubahkan hidup kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, jamahlah hatiku agar ketika telingaku terbuka untuk mendengar firmanMu, hatiku juga siap menerimanya. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Rabu, 1 April 2020
Bacaan: Lukas 10:41-42
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Renungan:
Manusia diciptakan dengan 2 telinga untuk mendengar, namun banyak orang yang tidak bersedia mendengarkan firman Tuhan. Sebagai alasan tidak mau mendengarkan firman Tuhan, mereka menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan pada hari Minggu. Mengapa orang menutup telinga dan tidak mau mendengarkan suara Tuhan? Hal ini dikarenakan suara Tuhan akan menyatakan dosa dan kesalahan serta menuntut suatu perubahan hidup. Suara Tuhan akan mengganggu daerah kenyamanan manusia yang lebih memilih untuk hidup merdeka melakukan apa saja yang bisa memuaskan keinginan hatinya. Suara Tuhan menuntut manusia untuk meninggalkan pandangan dan sikap hidup lama yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan banyak manusia tidak suka akan hal ini.
Marilah kita belajar dari Maria yang begitu antusias untuk mendengarkan firman Tuhan. Keinginannya yang besar untuk bisa mendengarkan firman Tuhan, dinyatakan dengan melupakan sejenak kesibukannya dan mengambil waktu untuk duduk di kaki Yesus. Maria menyadari bahwa apa yang keluar dari mulut Yesus adalah pesan-pesan rohani yang sangat penting baginya. Ia lebih memilih yang terbaik, yaitu membuka telinga dan hatinya, bukan untuk mendengarkan gosip atau cerita bohong, melainkan mendengarkan firman Tuhan yang akan mengubah kehidupannya.
Bukalah hati dan telinga kita untuk firman Tuhan dan kita akan merasakan kuasa firman Tuhan yang mengubahkan hidup kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, jamahlah hatiku agar ketika telingaku terbuka untuk mendengar firmanMu, hatiku juga siap menerimanya. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
TETAP DALAM FIRMANKU
1 April 2020
“Jikalah kamu tetap dalam firman-Ku, maka kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yoh 8:31-32)
Lectio
Dan 3:14-20,24-25,28; Dan 3:52,53,54,55,56; Yoh 8:31-42
Seorang Ibu sedang menyiapkan makanan untuk berjualan di depan rumahnya ketika datang seorang Bapak yang memakai masker yang berkata :
“Bu, jualannya pindah di rumah ya? Gimana rame?”
“Ya Pak.. Jaga jarak supaya aman semuanya. Ya Puji Tuhan setiap hari sih selalu habis makanannya Pak.” Kata Ibu itu.
“Masih sisa berapa sekarang Bu?” tanya Bapak itu.
“Ada 100 bungkus Pak.” Sahut ibu.
“Saya beli semua ya Bu, mau saya bagikan kepada pekerja harian di seberang kali. Untuk besok sampai 2 minggu ke depan, Ibu bisa siapkan 100 bungkus setiap hari?” tanya Bapak itu.
Ibu itu hanya terdiam dan berkata :
“Saya tidak bisa berkata apa-apa Pak, selain MENGUCAP SYUKUR kepada Tuhan, karena di masa yang seperti ini, TUHAN menjadi TERANG dalam hidup saya.”
Setiap orang yang PERCAYA akan Sabda Allah, akan memperoleh KEMERDEKAAN.
Oratio
Ya Tuhan, Sabda-Mu adalah jalan dan kehidupan. Amin
Missio
Marilah kita hidup dalam sabda Allah, sehingga selalu melihat Terang ketika kegelapan melanda di sekeliling kita.
Have a Blessed Wednesday.
TETAP DALAM FIRMANKU
1 April 2020
“Jikalah kamu tetap dalam firman-Ku, maka kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yoh 8:31-32)
Lectio
Dan 3:14-20,24-25,28; Dan 3:52,53,54,55,56; Yoh 8:31-42
Seorang Ibu sedang menyiapkan makanan untuk berjualan di depan rumahnya ketika datang seorang Bapak yang memakai masker yang berkata :
“Bu, jualannya pindah di rumah ya? Gimana rame?”
“Ya Pak.. Jaga jarak supaya aman semuanya. Ya Puji Tuhan setiap hari sih selalu habis makanannya Pak.” Kata Ibu itu.
“Masih sisa berapa sekarang Bu?” tanya Bapak itu.
“Ada 100 bungkus Pak.” Sahut ibu.
“Saya beli semua ya Bu, mau saya bagikan kepada pekerja harian di seberang kali. Untuk besok sampai 2 minggu ke depan, Ibu bisa siapkan 100 bungkus setiap hari?” tanya Bapak itu.
Ibu itu hanya terdiam dan berkata :
“Saya tidak bisa berkata apa-apa Pak, selain MENGUCAP SYUKUR kepada Tuhan, karena di masa yang seperti ini, TUHAN menjadi TERANG dalam hidup saya.”
Setiap orang yang PERCAYA akan Sabda Allah, akan memperoleh KEMERDEKAAN.
Oratio
Ya Tuhan, Sabda-Mu adalah jalan dan kehidupan. Amin
Missio
Marilah kita hidup dalam sabda Allah, sehingga selalu melihat Terang ketika kegelapan melanda di sekeliling kita.
Have a Blessed Wednesday.
EMBUN ROHANI PAGI dari AMBON, City of Music
Rabu, 01 April 2020
Bac.I, Dan 3 : 14 - 20. 24 - 25. 28
Injil, Yoh. 8 : 31 - 42
Minggu Prapaskah V
Siapakah Bapamu?
"Lewat kata dan perbuatanmu, orang bisa mengetahui dari mana asalmu dan siapa bapamu."
Dalam bacaan Injil hari ini kita tahu akan karakter berikut ini; Kasih atau saling mengasihi adalah karakter anak-anak Allah, sedangkan niat dan rencana jahat adalah cirikhas hamba iblis.
Sekarang kita bertanya diri sendiri; "Pantaskah aku masih berani menyebut Tuhan sebagai bapaku bila yang kulakukan adalah niat dan rencana jahat?"
Pagi ini kudatangi saudara sekalian dan menyakinmu bahwa :
1) Engkau dan aku adalah anak-anak Allah yang merdeka dan bukan hamba-hamba dosa atau anak-anak iblis.
2) Tuhan membenci dosa-dosa kita yang merusak citra dan martabat kita sebagai putra-putri-Nya, tapi Ia selalu membuka hati-Nya bagi kita untuk memulihkan citra dan martabat kita yang telah rusak akibat dosa melalui jalan pertobatan.
Akhirnya, pagi ini kuajak engkau untuk mengatakan dengan tegas bahwa "aku adalah anak Allah. Takan kubiarkan iblis merusak citra dan martabatku sebagai anak Allah dengan niat dan rencana jahat yang membuatku berdosa."
Semoga engkau selalu ingat akan yang satu ini, "selama kusembunyikan dosaku batinku tertekan dan aku mengeluh sepannang hari."
Selamat beraktivitas untuk para sahabat
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )
Salam Damai Kristus
Rabu, 01 April 2020
Bac.I, Dan 3 : 14 - 20. 24 - 25. 28
Injil, Yoh. 8 : 31 - 42
Minggu Prapaskah V
Siapakah Bapamu?
"Lewat kata dan perbuatanmu, orang bisa mengetahui dari mana asalmu dan siapa bapamu."
Dalam bacaan Injil hari ini kita tahu akan karakter berikut ini; Kasih atau saling mengasihi adalah karakter anak-anak Allah, sedangkan niat dan rencana jahat adalah cirikhas hamba iblis.
Sekarang kita bertanya diri sendiri; "Pantaskah aku masih berani menyebut Tuhan sebagai bapaku bila yang kulakukan adalah niat dan rencana jahat?"
Pagi ini kudatangi saudara sekalian dan menyakinmu bahwa :
1) Engkau dan aku adalah anak-anak Allah yang merdeka dan bukan hamba-hamba dosa atau anak-anak iblis.
2) Tuhan membenci dosa-dosa kita yang merusak citra dan martabat kita sebagai putra-putri-Nya, tapi Ia selalu membuka hati-Nya bagi kita untuk memulihkan citra dan martabat kita yang telah rusak akibat dosa melalui jalan pertobatan.
Akhirnya, pagi ini kuajak engkau untuk mengatakan dengan tegas bahwa "aku adalah anak Allah. Takan kubiarkan iblis merusak citra dan martabatku sebagai anak Allah dengan niat dan rencana jahat yang membuatku berdosa."
Semoga engkau selalu ingat akan yang satu ini, "selama kusembunyikan dosaku batinku tertekan dan aku mengeluh sepannang hari."
Selamat beraktivitas untuk para sahabat
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )
Salam Damai Kristus
☘🍁DOA PAGI🍁☘
Rabu 1 April 2020
Tuhan,
di keheningan mentari pagi ini, aku datang mohon kedamaianMu, kebijaksanaan, dan kekuatan. Aku ingin menatap dunia dengan mata penuh cinta ; bersabar dan pengertian, lemah lembut dan bijaksana.
Aku ingin melihat saudara- saudariku melampaui penampilan lahiriah mereka. Aku ingin melihat mereka sama seperti Engkau melihat mereka, dan hanya dengan cara ini aku dapat melihat kebaikan dalam diri setiap orang.
Jagalah mulutku dari semua fitnah. Lindungilah pikiranku dari semua kejahatan, dan hatiku dari semua kefasikan. Semoga rohku hanya dipenuhi dengan berkat. Semoga aku bersikap ramah dan gembira, sehingga semua orang yang mendekati aku merasakan kehadiranMu.
Kenakanlah aku dengan keindahanMu, Tuhan, supaya sepanjang hari ini aku menyatakan Engkau kepada setiap orang yang akan aku jumpai.
Amin.
Salam Damai Kristus
Rabu 1 April 2020
Tuhan,
di keheningan mentari pagi ini, aku datang mohon kedamaianMu, kebijaksanaan, dan kekuatan. Aku ingin menatap dunia dengan mata penuh cinta ; bersabar dan pengertian, lemah lembut dan bijaksana.
Aku ingin melihat saudara- saudariku melampaui penampilan lahiriah mereka. Aku ingin melihat mereka sama seperti Engkau melihat mereka, dan hanya dengan cara ini aku dapat melihat kebaikan dalam diri setiap orang.
Jagalah mulutku dari semua fitnah. Lindungilah pikiranku dari semua kejahatan, dan hatiku dari semua kefasikan. Semoga rohku hanya dipenuhi dengan berkat. Semoga aku bersikap ramah dan gembira, sehingga semua orang yang mendekati aku merasakan kehadiranMu.
Kenakanlah aku dengan keindahanMu, Tuhan, supaya sepanjang hari ini aku menyatakan Engkau kepada setiap orang yang akan aku jumpai.
Amin.
Salam Damai Kristus
🍁☘DOA MALAM☘🍁
Selasa 31 Maret 2020
Ya Yesusku,
aku menghadap Engkau mohon penyembuhan atas ingatan-ingatanku, semua yang ada dalam batinku yang terus menerus menyiksa aku.
Engkau mengenal aku dan Engkau tahu penyebab dari setiap masalah yang kubawa dalam sanubariku
Datanglah, Yesus, dan sembuhkan aku dari ingatan-ingatan ini : ingatan akan saat-saat aku merasa ditolak, dikecewakan dan di abaikan bahkan justru oleh orang-orang yang paling aku cintai.
Sembuhkanlah dalam diriku rasa benci, dendam, pedih, dan tidak mau mengampuni, yang sering kali berpengaruh buruk pada badanku, yang menyebabkan fisikku terasa sakit dan lemah.
Sembuhkanlah aku, ya Yesus, dari saat-saat yang membahayakan ini, yang membuat aku menjadi pribadi penakut dan minder dan selalu merasa diri tidak nyaman.
Amin.
Selasa 31 Maret 2020
Ya Yesusku,
aku menghadap Engkau mohon penyembuhan atas ingatan-ingatanku, semua yang ada dalam batinku yang terus menerus menyiksa aku.
Engkau mengenal aku dan Engkau tahu penyebab dari setiap masalah yang kubawa dalam sanubariku
Datanglah, Yesus, dan sembuhkan aku dari ingatan-ingatan ini : ingatan akan saat-saat aku merasa ditolak, dikecewakan dan di abaikan bahkan justru oleh orang-orang yang paling aku cintai.
Sembuhkanlah dalam diriku rasa benci, dendam, pedih, dan tidak mau mengampuni, yang sering kali berpengaruh buruk pada badanku, yang menyebabkan fisikku terasa sakit dan lemah.
Sembuhkanlah aku, ya Yesus, dari saat-saat yang membahayakan ini, yang membuat aku menjadi pribadi penakut dan minder dan selalu merasa diri tidak nyaman.
Amin.
Salam Damai Kristus
Senin, 30 Maret 2020
Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 31 Maret 2020
Bacaan: 1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Renungan:
Banyak wanita sangat mementingkan penggunaan kosmetik terutama jika hendak bepergian ke sebuah pesta, bertemu kerabat atau kekasih hatinya. Mereka ingin tampil cantik, anggun dan menawan di hadapan banyak orang. Kecantikan fisik seorang wanita memang dapat membuat banyak orang tertegun dan kagum. Namun terlebih dari itu seharusnya seorang wanita juga cantik hatinya.
Ester adalah contoh wanita yang bukan hanya cantik secara fisik tetapi juga hatinya. Salah satu wujud kecantikan hatinya adalah kerelaan Ester untuk berkorban demi keselamatan bangsanya. Ester tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, ia juga memikirkan kepentingan orang banyak. "Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati," adalah kata-kata Ester sebagai bentuk teriakan hati yang terdalam dari seorang yang rela hidupnya menjadi berkat bagi orang lain, sekalipun hal itu bisa mendatangkan kerugian yang besar baginya.
Secantik apapun fisik seorang wanita, semua itu tidak ada gunanya jika hatinya buruk. Hal ini juga berlaku bagi para pria. Ketampanan dan kegagahan tidak ada harganya dibandingkan hati yang baik. Kita memang harus menjaga penampilan fisik, namun ingatlah bahwa Tuhan lebih berkenan dengan hati kita yang baik. Bahkan Tuhan juga menjadikan hati sebagai standar pemilihan-Nya atas seseorang untuk menjadi pelayan-Nya. "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Oleh karena itu, mari kita tidak hanya berdandan secara fisik, tetapi yang terutama mendandani hati kita dengan kebaikan dan kebenaran, sehingga Tuhan berkenan dan mau memakai kita menjadi alat-Nya untuk menjadi berkat bagi sesama. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, bantulah aku agar aku dapat menjaga keindahan hatiku, sehingga melalui kehadiranku banyak orang melihat kehadiranMu sendiri dalam diriku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Selasa, 31 Maret 2020
Bacaan: 1 Samuel 16:7
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Renungan:
Banyak wanita sangat mementingkan penggunaan kosmetik terutama jika hendak bepergian ke sebuah pesta, bertemu kerabat atau kekasih hatinya. Mereka ingin tampil cantik, anggun dan menawan di hadapan banyak orang. Kecantikan fisik seorang wanita memang dapat membuat banyak orang tertegun dan kagum. Namun terlebih dari itu seharusnya seorang wanita juga cantik hatinya.
Ester adalah contoh wanita yang bukan hanya cantik secara fisik tetapi juga hatinya. Salah satu wujud kecantikan hatinya adalah kerelaan Ester untuk berkorban demi keselamatan bangsanya. Ester tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, ia juga memikirkan kepentingan orang banyak. "Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati," adalah kata-kata Ester sebagai bentuk teriakan hati yang terdalam dari seorang yang rela hidupnya menjadi berkat bagi orang lain, sekalipun hal itu bisa mendatangkan kerugian yang besar baginya.
Secantik apapun fisik seorang wanita, semua itu tidak ada gunanya jika hatinya buruk. Hal ini juga berlaku bagi para pria. Ketampanan dan kegagahan tidak ada harganya dibandingkan hati yang baik. Kita memang harus menjaga penampilan fisik, namun ingatlah bahwa Tuhan lebih berkenan dengan hati kita yang baik. Bahkan Tuhan juga menjadikan hati sebagai standar pemilihan-Nya atas seseorang untuk menjadi pelayan-Nya. "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Oleh karena itu, mari kita tidak hanya berdandan secara fisik, tetapi yang terutama mendandani hati kita dengan kebaikan dan kebenaran, sehingga Tuhan berkenan dan mau memakai kita menjadi alat-Nya untuk menjadi berkat bagi sesama. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, bantulah aku agar aku dapat menjaga keindahan hatiku, sehingga melalui kehadiranku banyak orang melihat kehadiranMu sendiri dalam diriku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
PERCAYA
31 Maret 2020
“Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang PERCAYA kepada-Nya” (Yoh 8:30)
Lectio
Bil 21:4-9; Mzm 102:2-3,16-18,19-21; Yoh 8:21-30
Setelah pesanan makanan lewat Ojol’nya tiba, Rudi mengambilnya sambil memberikan tip dan bertanya :
“Bagaimana bisnis Pak? Sepi kah?”
Driver Ojol itu memjawab dengan tersenyum :
“Terima kasih Pak untuk tip’nya. Orderan memang lebih sepi, namun jumlah tip jadi lebih banyak. Saya sering menangis sendiri di tengah malam, karena di hari itu saya banyak mengalami KASIH TUHAN, melalui pelanggan, ada yang memberi makanan, ada yang memberi tips yang besar dan bahkan dua-duanya. Saya semakin PERCAYA akan kasih Tuhan pada orang yang PERCAYA kepada KUASA KASIH-Nya, dan IMAN saya semakin BERTUMBUH.”
“Amin! Mas sungguh luar biasa!” Kata Rudi.
IMAN akan KUASA TUHAN, membawa kita pada keselamatan.
Oratio
Ya Tuhan Yesus, aku percaya Engkau adalah Juru Selamatku. Amin
Missio
Marilah kita mengarahkan pikiran kita akan kuasa Yesus yang memberi kehidupan kekal.
Have a Blessed Tuesday.
PERCAYA
31 Maret 2020
“Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang PERCAYA kepada-Nya” (Yoh 8:30)
Lectio
Bil 21:4-9; Mzm 102:2-3,16-18,19-21; Yoh 8:21-30
Setelah pesanan makanan lewat Ojol’nya tiba, Rudi mengambilnya sambil memberikan tip dan bertanya :
“Bagaimana bisnis Pak? Sepi kah?”
Driver Ojol itu memjawab dengan tersenyum :
“Terima kasih Pak untuk tip’nya. Orderan memang lebih sepi, namun jumlah tip jadi lebih banyak. Saya sering menangis sendiri di tengah malam, karena di hari itu saya banyak mengalami KASIH TUHAN, melalui pelanggan, ada yang memberi makanan, ada yang memberi tips yang besar dan bahkan dua-duanya. Saya semakin PERCAYA akan kasih Tuhan pada orang yang PERCAYA kepada KUASA KASIH-Nya, dan IMAN saya semakin BERTUMBUH.”
“Amin! Mas sungguh luar biasa!” Kata Rudi.
IMAN akan KUASA TUHAN, membawa kita pada keselamatan.
Oratio
Ya Tuhan Yesus, aku percaya Engkau adalah Juru Selamatku. Amin
Missio
Marilah kita mengarahkan pikiran kita akan kuasa Yesus yang memberi kehidupan kekal.
Have a Blessed Tuesday.
🍁☘DOA MALAM☘🍁
Senin 30 Maret 2020
Keluarga Kudus Nazareth :
Yesus, Maria dan Yusuf,
Kami sekeluarga bersyukur atas kebaikan dan cintamu yang tiada henti - hentinya. Keluargamu yang kudus senantiasa hadir, mendorong, membimbing dan menyemangati hidup keluarga kami sepanjang hari ini.
Engkau selalu menopang, menjaga dan mendampingi setiap gerak dan kegiatan kami. Syukur kepadamu pula karena keluargamu yang kudus senantiasa tinggal dalam keluarga kami. Maka bantulah kami, agar kami mampu berbuat sesuai kehendak Bapa dan semakin berkenan pada Bapa.
Keluarga Kudus Nazareth :
Yesus, Maria dan Yusuf,
Berkenanlah engkau tinggal dalam keluarga kami, penuhilah hati kami selalu dengan kebahagiaan, kobarkanlah dalam hati kami semangat yang tidak pernah padam, agar keluarga kami senantiasa hidup dalam kebenaran.
Nyalakanlah dan kobarkanlah selalu api cintamu dalam keluarga kami, agar kami mampu berbuat kasih. Bukalah hati kami agar bersama keluargamu yang kudus, kami dapat memahami sabda Bapa demi perkembangan hidup dan iman keluarga kami.
Amin.
Salam Damai Kristus
Senin 30 Maret 2020
Keluarga Kudus Nazareth :
Yesus, Maria dan Yusuf,
Kami sekeluarga bersyukur atas kebaikan dan cintamu yang tiada henti - hentinya. Keluargamu yang kudus senantiasa hadir, mendorong, membimbing dan menyemangati hidup keluarga kami sepanjang hari ini.
Engkau selalu menopang, menjaga dan mendampingi setiap gerak dan kegiatan kami. Syukur kepadamu pula karena keluargamu yang kudus senantiasa tinggal dalam keluarga kami. Maka bantulah kami, agar kami mampu berbuat sesuai kehendak Bapa dan semakin berkenan pada Bapa.
Keluarga Kudus Nazareth :
Yesus, Maria dan Yusuf,
Berkenanlah engkau tinggal dalam keluarga kami, penuhilah hati kami selalu dengan kebahagiaan, kobarkanlah dalam hati kami semangat yang tidak pernah padam, agar keluarga kami senantiasa hidup dalam kebenaran.
Nyalakanlah dan kobarkanlah selalu api cintamu dalam keluarga kami, agar kami mampu berbuat kasih. Bukalah hati kami agar bersama keluargamu yang kudus, kami dapat memahami sabda Bapa demi perkembangan hidup dan iman keluarga kami.
Amin.
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Selasa,_ *31 Maret 2020*
Bil 21:4-9
Mzm 102:2-3,16-20
Yoh 8:21-30
*AKU TAK PERNAH DITINGGALKAN*
_Dan Ia yang telah mengutus Aku, menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri. -- Yoh 8:29_
Seorang teman komunitas rohani saya cukup aktif. Selain melayani di komunitas, ia juga melayani di persekutuan doa paroki, petugas lektris di lingkungan, serta anggota tim Kerasulan Kitab Suci (KKS). Sebagai seorang staf di bagian keuangan sekolah milik paroki, tentulah gajinya tidak begitu besar.
Berhubung ibunya sudah lama meninggal, ia tinggal bersama ayahnya yang sudah renta. Dialah satu-satunya tulang punggung keluarga.
Pada awal tahun lalu, kami dikejutkan oleh berita kalau teman ini mengidap kanker payudara stadium 3B. Untuk menjalani pengobatan yang serius, ia terpaksa berhenti bekerja. Dengan sendirinya semua penghasilan berhenti, sedangkan semua biaya tetap berjalan. Namun Tuhan tidak pernah meninggalkannya sendirian.
Seorang teman komunitas lainnya menyediakan kendaraannya untuk teman ini berobat. Karena kemo menyebabkan rambut rontok, teman yang lain mengantarnya untuk membeli wig. Anggota persekutuan doa menjenguk dan membawakan makanan. Tim KKS datang ke rumahnya dan memberikan bantuan dana. Dewan paroki pun berkunjung dan memberikan sejumlah dana yang akhirnya di depositokan oleh teman kami ini.
Sampai detik ini, ia tidak pernah kekurangan. Lihat, betapa Tuhan memelihara dan menyayangi umat-Nya. (Yo)
_Apakah saya masih meragukan kasih Tuhan dalam hidup ini?_
Salam Damai Kristus
_Selasa,_ *31 Maret 2020*
Bil 21:4-9
Mzm 102:2-3,16-20
Yoh 8:21-30
*AKU TAK PERNAH DITINGGALKAN*
_Dan Ia yang telah mengutus Aku, menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri. -- Yoh 8:29_
Seorang teman komunitas rohani saya cukup aktif. Selain melayani di komunitas, ia juga melayani di persekutuan doa paroki, petugas lektris di lingkungan, serta anggota tim Kerasulan Kitab Suci (KKS). Sebagai seorang staf di bagian keuangan sekolah milik paroki, tentulah gajinya tidak begitu besar.
Berhubung ibunya sudah lama meninggal, ia tinggal bersama ayahnya yang sudah renta. Dialah satu-satunya tulang punggung keluarga.
Pada awal tahun lalu, kami dikejutkan oleh berita kalau teman ini mengidap kanker payudara stadium 3B. Untuk menjalani pengobatan yang serius, ia terpaksa berhenti bekerja. Dengan sendirinya semua penghasilan berhenti, sedangkan semua biaya tetap berjalan. Namun Tuhan tidak pernah meninggalkannya sendirian.
Seorang teman komunitas lainnya menyediakan kendaraannya untuk teman ini berobat. Karena kemo menyebabkan rambut rontok, teman yang lain mengantarnya untuk membeli wig. Anggota persekutuan doa menjenguk dan membawakan makanan. Tim KKS datang ke rumahnya dan memberikan bantuan dana. Dewan paroki pun berkunjung dan memberikan sejumlah dana yang akhirnya di depositokan oleh teman kami ini.
Sampai detik ini, ia tidak pernah kekurangan. Lihat, betapa Tuhan memelihara dan menyayangi umat-Nya. (Yo)
_Apakah saya masih meragukan kasih Tuhan dalam hidup ini?_
Salam Damai Kristus
Doa Selasa
31 Mar 2020
By : Team Moderator DSM
Bapa terkasih sorgawi
TuntunanMu membawa kami
Memasuki hari terakhir
Di bulan ke tiga tahun ini
Kesulitan dan masalah yang selama ini
Kami temui dalam perjalanan kami...
Tidak ada satupun berwarna
KemarahanMu dalam KemahakuasaanMu
Tidak satupun memuat nada
HukumanMu akibat perbuatan kami
Semuanya kami terima
Sebagai pendisiplinanMu
Supaya kami bisa serupa denganMu
Perjalanan hidupMu, Yesus
Selama dekat dengan muridMu
Sepanjang tiga setengah tahun
Dua puluh abad silam
Yang tercatat dalam perjanjian baru
Memberikan percerahan sangat berarti
Dalam kami menyikapi hari hari kami
Ketika ada masalah datang merintangi
Ketika berhadapan dengan kesulitan
Ketika orang tua kami bersikap memusuhi
Ketika pekerjaan kami tidak dihargai
Ketika saudara kami berbuat hal yang menyakitkan..
Kau membentuk kami melalui semua itu...
Supaya kami bisa layak
Mendapat sebutan menyerupai Kristus...
Kami siap untuk Kau bentuk
Layaknya tanah liat
Di tangan penjunan
TanganMu, Tuhan Yesus
Kami bangga Kau pilih
Untuk Kau jadikan bentuk kesukaanMu
Dalam nama Bapa
Putra dan Roh Kudus
Kami berdoa
Amin
Salam Damai Kristus
31 Mar 2020
By : Team Moderator DSM
Bapa terkasih sorgawi
TuntunanMu membawa kami
Memasuki hari terakhir
Di bulan ke tiga tahun ini
Kesulitan dan masalah yang selama ini
Kami temui dalam perjalanan kami...
Tidak ada satupun berwarna
KemarahanMu dalam KemahakuasaanMu
Tidak satupun memuat nada
HukumanMu akibat perbuatan kami
Semuanya kami terima
Sebagai pendisiplinanMu
Supaya kami bisa serupa denganMu
Perjalanan hidupMu, Yesus
Selama dekat dengan muridMu
Sepanjang tiga setengah tahun
Dua puluh abad silam
Yang tercatat dalam perjanjian baru
Memberikan percerahan sangat berarti
Dalam kami menyikapi hari hari kami
Ketika ada masalah datang merintangi
Ketika berhadapan dengan kesulitan
Ketika orang tua kami bersikap memusuhi
Ketika pekerjaan kami tidak dihargai
Ketika saudara kami berbuat hal yang menyakitkan..
Kau membentuk kami melalui semua itu...
Supaya kami bisa layak
Mendapat sebutan menyerupai Kristus...
Kami siap untuk Kau bentuk
Layaknya tanah liat
Di tangan penjunan
TanganMu, Tuhan Yesus
Kami bangga Kau pilih
Untuk Kau jadikan bentuk kesukaanMu
Dalam nama Bapa
Putra dan Roh Kudus
Kami berdoa
Amin
Salam Damai Kristus
Minggu, 29 Maret 2020
EMBUN ROHANI PAGI dari AMBON, City of Music
Senin, 30 Maret 2020
Bac.I, Dan 13 : 41c - 62
Injil, Yoh. 8 : 1 - 11
Minggu Prapaskah V
Menghukum Orang Lain Dan Memaafkan Diri Sendiri
"Penghakiman menghancurkan dan membunuh, tapi pengampunan menghidupkan dan memperbaharui."
Dalam hidup, kadang kita lebih mudah menghakimi dan menginginkan hukuman terhadap orang lain, tapi bersifat kompromi dan bahkan memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang sama.
Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi menghendaki hukuman terhadap perempuan yang kedapatan berzina, tapi Yesus menawarkan belas kasih dan pengampunan.
Pelajaran penting bagi kita di pagi ini adalah;
1) Allah selalu memberi ruang dan kesempatan bagi kita untuk bertobat dan berubah bila kita tidak ingin dihukum.
2) Pengampunan dan maaf selalu membangkitkan kepercayaan diri mereka yang bersalah dan berdosa untuk berbalik, bertumbuh dan berbuah dalam iman.
3) Setiap kali bila ada keinginan dalam diri kita untuk menghakimi orang lain maka ingatlah bahwa Anda sendiri adalah seorang terdakwa di hadapan Allah.
Karena itu, bila Allah selalu memberi ruang di hati-Nya untuk memaafkan kita, maka hendaklah kita juga menciptakan ruang di hati kita untuk sesama bila mereka bersalah kepada kita.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )
Salam Damai Kristus
Senin, 30 Maret 2020
Bac.I, Dan 13 : 41c - 62
Injil, Yoh. 8 : 1 - 11
Minggu Prapaskah V
Menghukum Orang Lain Dan Memaafkan Diri Sendiri
"Penghakiman menghancurkan dan membunuh, tapi pengampunan menghidupkan dan memperbaharui."
Dalam hidup, kadang kita lebih mudah menghakimi dan menginginkan hukuman terhadap orang lain, tapi bersifat kompromi dan bahkan memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang sama.
Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi menghendaki hukuman terhadap perempuan yang kedapatan berzina, tapi Yesus menawarkan belas kasih dan pengampunan.
Pelajaran penting bagi kita di pagi ini adalah;
1) Allah selalu memberi ruang dan kesempatan bagi kita untuk bertobat dan berubah bila kita tidak ingin dihukum.
2) Pengampunan dan maaf selalu membangkitkan kepercayaan diri mereka yang bersalah dan berdosa untuk berbalik, bertumbuh dan berbuah dalam iman.
3) Setiap kali bila ada keinginan dalam diri kita untuk menghakimi orang lain maka ingatlah bahwa Anda sendiri adalah seorang terdakwa di hadapan Allah.
Karena itu, bila Allah selalu memberi ruang di hati-Nya untuk memaafkan kita, maka hendaklah kita juga menciptakan ruang di hati kita untuk sesama bila mereka bersalah kepada kita.
Selamat beraktivitas untuk para sahabat
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
MELEMPARKAN BATU PERTAMA
30 Maret 2020
“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7)
Lectio
Dan 13:1-9,15-17,19-30,33-62; Mzm 23:1-3a, 3b-4,5,6; Yoh 8:1-11
Seorang anak bertanya kepada Ibunya :
“Mama, kata teman-teman, Tante Tini ada mengambil uang lingkungan? Terus bagaimana Mah? Dilaporkan ke polisi?”
“Kalau kamu jadi Mama, apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Ibunya.
Anak itu terdiam, lalu berkata :
“Karena ini ada di lingkungan Gereja, saya rasa kita harus memaafkan tante Tini. Semoga Tante juga menyesali perbuatannya, karena mendapatkan uang yang bukan milik-nya juga tidak boleh oleh Tuhan.”
Ibunya menjawab :
“Wah Mama senang sekali punya anak yang mengerti arti PENGAMPUNAN dan PERTOBATAN.”
MENGAMPUNI adalah awal dari PERTOBATAN.
Oratio
Ya Tuhan, ampunilah aku orang yang berdosa ini. Amin
Missio
Marilah kita mengampuni orang yang berdosa karena kita juga orang yang berdosa.
Have a Blessed Monday.
MELEMPARKAN BATU PERTAMA
30 Maret 2020
“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7)
Lectio
Dan 13:1-9,15-17,19-30,33-62; Mzm 23:1-3a, 3b-4,5,6; Yoh 8:1-11
Seorang anak bertanya kepada Ibunya :
“Mama, kata teman-teman, Tante Tini ada mengambil uang lingkungan? Terus bagaimana Mah? Dilaporkan ke polisi?”
“Kalau kamu jadi Mama, apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Ibunya.
Anak itu terdiam, lalu berkata :
“Karena ini ada di lingkungan Gereja, saya rasa kita harus memaafkan tante Tini. Semoga Tante juga menyesali perbuatannya, karena mendapatkan uang yang bukan milik-nya juga tidak boleh oleh Tuhan.”
Ibunya menjawab :
“Wah Mama senang sekali punya anak yang mengerti arti PENGAMPUNAN dan PERTOBATAN.”
MENGAMPUNI adalah awal dari PERTOBATAN.
Oratio
Ya Tuhan, ampunilah aku orang yang berdosa ini. Amin
Missio
Marilah kita mengampuni orang yang berdosa karena kita juga orang yang berdosa.
Have a Blessed Monday.
🍁☘DOA MALAM☘🍁
Minggu 29 Mart 2020
Tuhan,
bantulah aku mencintai-Mu sehingga aku dapat melihat tangan-Mu bekerja dalam segala hal yang mengarah kepada kebaikan.
Tenangkanlah ketakutanku, tentramkanlah kecemasanku, buanglah keraguanku, hentikan gerutuku, dan singkirkanlah jauh-jauh dari padaku segala pikiran sedih, putus asa, dan penuh kekalutan
Ajarilah aku percaya kekuatan-Mu dan pasrah kepada cintaMu. Semoga rahmat dan berkat-Mu mengalir seperti sungai di tengah padang gurun ke dalam hidupku melalui Yesus Kristus, yang sambil ulurkan tangan, berkata, " Ke dalam tangan-Mu kuserahkan jiwa-Ku."
Amin.
Salam.Damai Kristus
Minggu 29 Mart 2020
Tuhan,
bantulah aku mencintai-Mu sehingga aku dapat melihat tangan-Mu bekerja dalam segala hal yang mengarah kepada kebaikan.
Tenangkanlah ketakutanku, tentramkanlah kecemasanku, buanglah keraguanku, hentikan gerutuku, dan singkirkanlah jauh-jauh dari padaku segala pikiran sedih, putus asa, dan penuh kekalutan
Ajarilah aku percaya kekuatan-Mu dan pasrah kepada cintaMu. Semoga rahmat dan berkat-Mu mengalir seperti sungai di tengah padang gurun ke dalam hidupku melalui Yesus Kristus, yang sambil ulurkan tangan, berkata, " Ke dalam tangan-Mu kuserahkan jiwa-Ku."
Amin.
Salam.Damai Kristus
Sabtu, 28 Maret 2020
Belajar _merasa_ *TERHARU*
Saat _melihat_ *kebaikan* orang lain, kita merasa *SENANG* _melihat_ orang *BAIK* dan hal-hal *BAIK*, dan kita _merasa_ *TERHARU*.
Bisa _merasa_ *TERHARU* adalah suatu bentuk *kasih sayang*.
Didalam *kehidupan* banyak hal dan kata-kata yang bisa membuat kita *TERHARU*.
Jadi kita pun harus _berusaha_ supaya bisa _membuat_ orang lain *TERHARU* ( _dengan berbuat hal-hal baik dan berkata-kata baik_ ).
Belajar _bertahan_ *hidup*.
Untuk *bertahan* hidup, kita harus menjaga *KESEHATAN*.
Tubuh *SEHAT* tidak hanya _menguntungkan_ diri sendiri, tetapi juga membuat _teman_ dan _keluarga_ kita merasa *TENANG*
Menjaga *kesehatan* juga merupakan suatu bentuk *BAKTI* kepada _orang tua_
Bila Hari Ini _Belum_ dapat _Memberi_ *Kebahagiaan* pada Sesama, usahakan Hari Ini Tidak *Menyakiti* Orang lain.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat _Melakukan_ *Amal baik*, usahakan Hari Ini Tidak _Melakukan_ *Dosa*.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat *Berakhlak Mulia*, usahakan Hari Ini Tidak _Menyimpan_ *Hati Buruk* pada Sesama.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat *Menghargai* Orang lain, usahakan Hari Ini Tidak _Memberi_ nilai *Berlebih* pada Diri Sendiri.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat Memberi *Manfaat*, usahakan Hari Ini Tidak Memberi *Masalah* bagi Sesama.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat _Menciptakan_ *Suasana* yang *Menyenangkan* bagi Orang lain, usahakan Hari Ini Tidak _Melakukan_ *Kemarahan* dan *Kebencian* pada Sesama.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat _Mengingat_ *Kebaikan* Orang, usahakan Hari Ini dapat _Melupakan_ *Keburukan* Orang lain.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat *Beramal* dengan *Ikhlas*, usahakan Hari Ini dapat *Membebaskan* Diri dari *Pujian* Org lain.
Makna dari *Kehidupan* Bukan Terletak pada seberapa *Bernilainya* Diri Kita, Tetapi seberapa Besar *Bermanfaatnya* Kita bagi Orang lain.
Jika *Keberadaan* Kita dapat Menjadi *Berkah* bagi Banyak Orang, barulah Kita Benar- Benar *BERNILAI*
*JANGAN LUPA* untuk:
1. *_TETAP DIRUMAH_*
2. *_SERING CUCI TANGAN_*
3. *_JAGA JARAK_*
4. *_OLAH RAGA_*
5. *MINUM YANG BANYAK*
6. *_HIDUP SEHAT_*
Salam Damai Kristus
Saat _melihat_ *kebaikan* orang lain, kita merasa *SENANG* _melihat_ orang *BAIK* dan hal-hal *BAIK*, dan kita _merasa_ *TERHARU*.
Bisa _merasa_ *TERHARU* adalah suatu bentuk *kasih sayang*.
Didalam *kehidupan* banyak hal dan kata-kata yang bisa membuat kita *TERHARU*.
Jadi kita pun harus _berusaha_ supaya bisa _membuat_ orang lain *TERHARU* ( _dengan berbuat hal-hal baik dan berkata-kata baik_ ).
Belajar _bertahan_ *hidup*.
Untuk *bertahan* hidup, kita harus menjaga *KESEHATAN*.
Tubuh *SEHAT* tidak hanya _menguntungkan_ diri sendiri, tetapi juga membuat _teman_ dan _keluarga_ kita merasa *TENANG*
Menjaga *kesehatan* juga merupakan suatu bentuk *BAKTI* kepada _orang tua_
Bila Hari Ini _Belum_ dapat _Memberi_ *Kebahagiaan* pada Sesama, usahakan Hari Ini Tidak *Menyakiti* Orang lain.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat _Melakukan_ *Amal baik*, usahakan Hari Ini Tidak _Melakukan_ *Dosa*.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat *Berakhlak Mulia*, usahakan Hari Ini Tidak _Menyimpan_ *Hati Buruk* pada Sesama.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat *Menghargai* Orang lain, usahakan Hari Ini Tidak _Memberi_ nilai *Berlebih* pada Diri Sendiri.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat Memberi *Manfaat*, usahakan Hari Ini Tidak Memberi *Masalah* bagi Sesama.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat _Menciptakan_ *Suasana* yang *Menyenangkan* bagi Orang lain, usahakan Hari Ini Tidak _Melakukan_ *Kemarahan* dan *Kebencian* pada Sesama.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat _Mengingat_ *Kebaikan* Orang, usahakan Hari Ini dapat _Melupakan_ *Keburukan* Orang lain.
Bila Hari Ini _Belum_ dapat *Beramal* dengan *Ikhlas*, usahakan Hari Ini dapat *Membebaskan* Diri dari *Pujian* Org lain.
Makna dari *Kehidupan* Bukan Terletak pada seberapa *Bernilainya* Diri Kita, Tetapi seberapa Besar *Bermanfaatnya* Kita bagi Orang lain.
Jika *Keberadaan* Kita dapat Menjadi *Berkah* bagi Banyak Orang, barulah Kita Benar- Benar *BERNILAI*
*JANGAN LUPA* untuk:
1. *_TETAP DIRUMAH_*
2. *_SERING CUCI TANGAN_*
3. *_JAGA JARAK_*
4. *_OLAH RAGA_*
5. *MINUM YANG BANYAK*
6. *_HIDUP SEHAT_*
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 29 Maret 2020
Bacaan: Amsal 14:30
"Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."
Renungan:
Ada seekor burung elang yang merasa iri hati dengan burung elang lainnya, karena mereka bisa terbang lebih tinggi dibandingkan dirinya. Suatu hari ada seorang pemburu yang sedang berburu dekat sarangnya. Ia pun mendekati pemburu tersebut dan berkata, "Wahai pemburu, tidakkah kau melihat burung elang yang ada di sana? Maukah kau memanahnya? Lihatlah bulunya yang indah dan menawan itu." Pemburu ini heran, namun ia pun tertarik menerima usulan tersebut. Ia menyetujui permintaan burung elang tersebut dengan syarat burung elang itu mau merelakan beberapa helai bulunya untuk dipasang pada anak panahnya agar anak panah tersebut dapat melesat lebih tinggi. Terdorong oleh rasa iri dan dengki, burung elang tersebut menyetujui persyaratan tersebut. Berkali-kali si pemburu gagal memanah burung elang tersebut, dan berkali-kali pula elang harus menyerahkan beberapa helai bulunya kembali untuk si pemburu. Pada akhirnya si pemburu yang cerdik itu menangkap si burung elang yang sudah tidak bisa terbang tersebut karena kehabisan bulu di sayapnya.
Memiliki rasa iri hati dan dendam kepada orang lain akan membuat kita terkurung dalam kejahatan. Ingatkah kita dengan kisah Kain dan Habel, karena iri maka Kain membunuh Habel adiknya. Iri hati dapat membawa sesuatu yang buruk bagi kita dan lingkungan kita. Iri adalah awal dosa mulai mengintip kita. Ada 3 cara untuk mengatasi rasa iri hati. Pertama, belajarlah mendekatkan diri kepada Tuhan, karena hanya dekat dengan Tuhan saja, maka akan ada rasa damai dalam diri kita. Kedua, belajar bersyukur atas apa yang kita miliki. Ketiga, belajarlah untuk selalu berpikir positif dalam situasi apapun, baik itu terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.
Jadi, jangan pernah menyimpan iri dan dengki, karena bukan hanya orang lain yang dirugikan, tetapi diri kita pun akan menderita dan mengalami kerugian. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari rasa iri hati terhadap ... Ampuni aku karena aku tidak bersyukur atas apa yang sudah Kau berikan padaku selama ini. Kembalikanlah damaiMu dalam hatiku, sehingga hanya ucapan syukurlah yang selalu menguasai diriku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Minggu, 29 Maret 2020
Bacaan: Amsal 14:30
"Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."
Renungan:
Ada seekor burung elang yang merasa iri hati dengan burung elang lainnya, karena mereka bisa terbang lebih tinggi dibandingkan dirinya. Suatu hari ada seorang pemburu yang sedang berburu dekat sarangnya. Ia pun mendekati pemburu tersebut dan berkata, "Wahai pemburu, tidakkah kau melihat burung elang yang ada di sana? Maukah kau memanahnya? Lihatlah bulunya yang indah dan menawan itu." Pemburu ini heran, namun ia pun tertarik menerima usulan tersebut. Ia menyetujui permintaan burung elang tersebut dengan syarat burung elang itu mau merelakan beberapa helai bulunya untuk dipasang pada anak panahnya agar anak panah tersebut dapat melesat lebih tinggi. Terdorong oleh rasa iri dan dengki, burung elang tersebut menyetujui persyaratan tersebut. Berkali-kali si pemburu gagal memanah burung elang tersebut, dan berkali-kali pula elang harus menyerahkan beberapa helai bulunya kembali untuk si pemburu. Pada akhirnya si pemburu yang cerdik itu menangkap si burung elang yang sudah tidak bisa terbang tersebut karena kehabisan bulu di sayapnya.
Memiliki rasa iri hati dan dendam kepada orang lain akan membuat kita terkurung dalam kejahatan. Ingatkah kita dengan kisah Kain dan Habel, karena iri maka Kain membunuh Habel adiknya. Iri hati dapat membawa sesuatu yang buruk bagi kita dan lingkungan kita. Iri adalah awal dosa mulai mengintip kita. Ada 3 cara untuk mengatasi rasa iri hati. Pertama, belajarlah mendekatkan diri kepada Tuhan, karena hanya dekat dengan Tuhan saja, maka akan ada rasa damai dalam diri kita. Kedua, belajar bersyukur atas apa yang kita miliki. Ketiga, belajarlah untuk selalu berpikir positif dalam situasi apapun, baik itu terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.
Jadi, jangan pernah menyimpan iri dan dengki, karena bukan hanya orang lain yang dirugikan, tetapi diri kita pun akan menderita dan mengalami kerugian. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari rasa iri hati terhadap ... Ampuni aku karena aku tidak bersyukur atas apa yang sudah Kau berikan padaku selama ini. Kembalikanlah damaiMu dalam hatiku, sehingga hanya ucapan syukurlah yang selalu menguasai diriku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
☘🍁DOA PAGI🍁☘
Minggu 29 Maret 2020 " Ia akan memunculkan kebenaranMu seperti terang, dan hakmu seperti siang." Mazmur 37:6.
Tuhan,
aku ingin menjadi orang yang menjalani kehidupan di dalam kuasaMu dan doa - doanya memiliki kuasa membawa perubahan besar di dalam dunia di sekelilingku.
Tolong aku agar selalu ingat untuk hidup oleh kuasa Roh-Mu dan tidak berusaha mengerjakan segala sesuatu dengan kekuatan sendiri.
Tunjukkanlah kepadaku bagaimana cara mempergunakan kunci - kunci yang telah Engkau berikan kepadaku untuk membuka dan melepaskan kuasaMu dalam doa.
Tolong aku untuk membayar haga dalam memiliki kepenuhan terangMu, yaitu dengan hidup seturut dengan jalanMu. Aku tidak mau mendapati diriku berjalan di dalam gelap karena hanya tidak mau membayar harga terang yang kumiliki.
Amin.
Salam Damai Kristus
Minggu 29 Maret 2020 " Ia akan memunculkan kebenaranMu seperti terang, dan hakmu seperti siang." Mazmur 37:6.
Tuhan,
aku ingin menjadi orang yang menjalani kehidupan di dalam kuasaMu dan doa - doanya memiliki kuasa membawa perubahan besar di dalam dunia di sekelilingku.
Tolong aku agar selalu ingat untuk hidup oleh kuasa Roh-Mu dan tidak berusaha mengerjakan segala sesuatu dengan kekuatan sendiri.
Tunjukkanlah kepadaku bagaimana cara mempergunakan kunci - kunci yang telah Engkau berikan kepadaku untuk membuka dan melepaskan kuasaMu dalam doa.
Tolong aku untuk membayar haga dalam memiliki kepenuhan terangMu, yaitu dengan hidup seturut dengan jalanMu. Aku tidak mau mendapati diriku berjalan di dalam gelap karena hanya tidak mau membayar harga terang yang kumiliki.
Amin.
Salam Damai Kristus
Doa Minggu
29 Mar 2020
By : Team Moderator
Allah Bapa yang baik,
Dihari-hari terakhir ini
Yang secara duniawi
Terasa sangat berat dan menyesakkan
Dengan suasana yang tidak nyaman
Membuat sulit mengucap syukur
Kau hadir dengan membawa pelajaran baru
Kebersamaan sepanjang hari
Dengan orang tua dan saudara
Membuat kami kalah dari diri sendiri
Sedikit perbedaan pendapat
Membuat nada bicara menjadi tinggi
Membuat luncuran kata-kata menjadi cepat
Kami akui, kami kalah
Mengatasi hal kecil dan sederhana
Belum pantas untuk disebut lulus
Apalagi dengan predikat sangat memuaskan
Kami jadi bertanya,
Layakkah kami mengaku sebagai anak Bapa
Sudah sangat sering kami baca
PerkataanMu, ya Tuhan Yesus
Yang meminta kami mentaati
Untuk mencapai keadaan Kudus
Untuk bisa menjadi Sempurna
Seperti Bapa yang di Sorga
Hari Minggu seperti ini,
Yang biasanya kami berkumpul
Bersama saudara dan kerabat
Duduk berdampingan, dengan tenang
Dalam ruangan besar, gedung gereja
Hari ini kami ikuti anjuran pemerintah
Untuk melakukan itu, dirumah
Ada rasa kehilangan
Ternyata itu kami rindukan
Kami mengucap syukur
Untuk kejadian ini,
Kami percaya, wabah pandemi ini
Bukan kehendakMu, Bapa
Juga kami rasakan, itupun sulit
Kami sebut sebagai atas seijinMu
Mungkin saat ini, kami bisa
Sebut sebagai Kau biarkan terjadi
Agar kami bisa lebih baik lagi
Meneladani Tuhan Baik,
kami bedoa besama sama
Amin
Salam Damai Kristus
29 Mar 2020
By : Team Moderator
Allah Bapa yang baik,
Dihari-hari terakhir ini
Yang secara duniawi
Terasa sangat berat dan menyesakkan
Dengan suasana yang tidak nyaman
Membuat sulit mengucap syukur
Kau hadir dengan membawa pelajaran baru
Kebersamaan sepanjang hari
Dengan orang tua dan saudara
Membuat kami kalah dari diri sendiri
Sedikit perbedaan pendapat
Membuat nada bicara menjadi tinggi
Membuat luncuran kata-kata menjadi cepat
Kami akui, kami kalah
Mengatasi hal kecil dan sederhana
Belum pantas untuk disebut lulus
Apalagi dengan predikat sangat memuaskan
Kami jadi bertanya,
Layakkah kami mengaku sebagai anak Bapa
Sudah sangat sering kami baca
PerkataanMu, ya Tuhan Yesus
Yang meminta kami mentaati
Untuk mencapai keadaan Kudus
Untuk bisa menjadi Sempurna
Seperti Bapa yang di Sorga
Hari Minggu seperti ini,
Yang biasanya kami berkumpul
Bersama saudara dan kerabat
Duduk berdampingan, dengan tenang
Dalam ruangan besar, gedung gereja
Hari ini kami ikuti anjuran pemerintah
Untuk melakukan itu, dirumah
Ada rasa kehilangan
Ternyata itu kami rindukan
Kami mengucap syukur
Untuk kejadian ini,
Kami percaya, wabah pandemi ini
Bukan kehendakMu, Bapa
Juga kami rasakan, itupun sulit
Kami sebut sebagai atas seijinMu
Mungkin saat ini, kami bisa
Sebut sebagai Kau biarkan terjadi
Agar kami bisa lebih baik lagi
Meneladani Tuhan Baik,
kami bedoa besama sama
Amin
Salam Damai Kristus
🍁☘DOA MALAM☘🍁
Sabtu 28 Maret 2020
Ya Tuhan,
jadikanlah aku alat perdamaianMu :
untuk membawa cinta kasih, ke tempat ada kebencian ; untuk membawa pengampunan, ke tempat ada kesalahan ; untuk membawa kerukunan, ke tempat perpecahan ; untuk membawa kegembiraan, ke tempat ada kesedihan ; untuk membawa terang, ke tempat ada kegelapan ; untuk membawa kebenaran, ke tempat ada kesesatan ; untuk membawa kepercayaan, ke tempat ada kebimbangan ; dan untuk membawa pengharapan, ke tempat ada putus asa.
Ya Guru Ilahi,
berilah agar aku senantiasa berusaha bukan untuk dihibur, melainkan untuk menghibur ; bukan untuk dimengerti, melainkan untuk mengerti ; bukan untuk dicintai, melainkan untuk mencintai.
Oleh karena :
hanya dengan memberi, kami akan menerima ; hanya dengan memaafkan, kami akan dimaafkan ; dan hanya dengan mati, kami akan dilahirkan pula ke dalam hidup yang baru yang abadi.
Amin.
Salam Damai Kristus
Sabtu 28 Maret 2020
Ya Tuhan,
jadikanlah aku alat perdamaianMu :
untuk membawa cinta kasih, ke tempat ada kebencian ; untuk membawa pengampunan, ke tempat ada kesalahan ; untuk membawa kerukunan, ke tempat perpecahan ; untuk membawa kegembiraan, ke tempat ada kesedihan ; untuk membawa terang, ke tempat ada kegelapan ; untuk membawa kebenaran, ke tempat ada kesesatan ; untuk membawa kepercayaan, ke tempat ada kebimbangan ; dan untuk membawa pengharapan, ke tempat ada putus asa.
Ya Guru Ilahi,
berilah agar aku senantiasa berusaha bukan untuk dihibur, melainkan untuk menghibur ; bukan untuk dimengerti, melainkan untuk mengerti ; bukan untuk dicintai, melainkan untuk mencintai.
Oleh karena :
hanya dengan memberi, kami akan menerima ; hanya dengan memaafkan, kami akan dimaafkan ; dan hanya dengan mati, kami akan dilahirkan pula ke dalam hidup yang baru yang abadi.
Amin.
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
KEBANGKITAN DAN HIDUP
29 Maret 2020
“Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati” (Yoh 11:25)
Lectio
Yeh 37:12-14; Mzm 130:1-2,3-4ab, 4c-6,7-8; Rom 8:8-11; Yoh 11:1-45
Seorang suami berkata kepada isterinya :
“Ma, saya mau menyisihkan uang kita untuk membantu sepasang kakek nenek di belakang kali. Jadi kebutuhan bulanannya nanti kita penuhi sekalian uang jajan.”
Isterinya menjawab :
“Wah papa hatinya baik sekali, pasti Roh-nya juga baik. Saya mau minta dibelikan tas baru boleh?”
Suaminya menjawab :
“Mama kan sudah punya 5 tas! Itupun jarang kamu pakai. Di jaman seperti ini sementara kita tak perlu membeli apa yang menempel di BADAN kita, tapi BERI lah dari HATI kita.”
Isterinya menjawab :
“Kalau tubuh kan bisa tua Pah. Makanya para Ibu semakin tua semakin BESAR berliannya, supaya kelihatan elegan yah.”
Lalu suaminya menjawab :
“Ketika kita semakin TUA, justru yang harus semakin BESAR adalah HATI kita. Hati yang mau MEMBERI, MENGASIHI, dan MENGAMPUNI. Karena ketika pulang ke rumah Bapa, Roh kita masih HIDUP dan membawa apa yang ada dalam HATI kita.”
Setiap orang yang PERCAYA pada Tuhan Yesus, akan DIBANGKITKAN dan memperoleh KEHIDUPAN.
Oratio
Ya Yesus, Engkaulah Kebangkitan dan kehidupan. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan penuh IMAN akan Yesus yang akan membangkitkan dan membawa kita pada kehidupan yang kekal.
Have A Blessed Fifth Sunday of Lent.
KEBANGKITAN DAN HIDUP
29 Maret 2020
“Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati” (Yoh 11:25)
Lectio
Yeh 37:12-14; Mzm 130:1-2,3-4ab, 4c-6,7-8; Rom 8:8-11; Yoh 11:1-45
Seorang suami berkata kepada isterinya :
“Ma, saya mau menyisihkan uang kita untuk membantu sepasang kakek nenek di belakang kali. Jadi kebutuhan bulanannya nanti kita penuhi sekalian uang jajan.”
Isterinya menjawab :
“Wah papa hatinya baik sekali, pasti Roh-nya juga baik. Saya mau minta dibelikan tas baru boleh?”
Suaminya menjawab :
“Mama kan sudah punya 5 tas! Itupun jarang kamu pakai. Di jaman seperti ini sementara kita tak perlu membeli apa yang menempel di BADAN kita, tapi BERI lah dari HATI kita.”
Isterinya menjawab :
“Kalau tubuh kan bisa tua Pah. Makanya para Ibu semakin tua semakin BESAR berliannya, supaya kelihatan elegan yah.”
Lalu suaminya menjawab :
“Ketika kita semakin TUA, justru yang harus semakin BESAR adalah HATI kita. Hati yang mau MEMBERI, MENGASIHI, dan MENGAMPUNI. Karena ketika pulang ke rumah Bapa, Roh kita masih HIDUP dan membawa apa yang ada dalam HATI kita.”
Setiap orang yang PERCAYA pada Tuhan Yesus, akan DIBANGKITKAN dan memperoleh KEHIDUPAN.
Oratio
Ya Yesus, Engkaulah Kebangkitan dan kehidupan. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan penuh IMAN akan Yesus yang akan membangkitkan dan membawa kita pada kehidupan yang kekal.
Have A Blessed Fifth Sunday of Lent.
Jumat, 27 Maret 2020
Sabtu, 28 Maret 2020
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
Yer. 11:18-20; Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12; Yoh. 7:40-53.
Kalau kita cemati, Injil Yohanes bab 7, dimana Injil hari ini merupakan bagian terakhirnya, menampilkan banyak sekali pertentangan yang berkaitan dengan pribadi Yesus. Saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya (7,3-5). Orang banyak ada yang berpikir bahwa Yesus adalah orang baik (7,12a), tetapi ada pula yang berpikir bahwa Ia menyesatkan banyak orang (7,12b); sebagian mengatakan bahwa Ia adalah orang yang tidak terpelajar (7,15, sementara yang lain mengatakan bahwa Ia adalah nabi (7,40). Dalam Injil hari ini, para imam kepala dan orang-orang Farisi menilai negatif Yesus berdasarkan asal-usulnya, yakni dari Galilea. Berdasarkan Kitab Suci yang mereka pelajari, "tidak adan nabi yang datang dari Galilea" (7,52b). Maka, mereka tidak percaya dan tidak mengakui bahwa Yesus adalah nabi. Konsekuensinya, Ia harus dibinasakan karena menurut mereka Yesus telah berbuat seolah-olah sebagai nabi yang punya otoritas.
Mengapa muncul berbagai penilaian yang keliru dari banyak orang tentang Yesus, dengan akibat mereka tidak mau mempercayai dan mengakui-Nya, bahkan keluarga-Nya sendiri mengusir-Nya (7,3-5) dan orang-orang lain ingin membunuh-Nya (7,30)? Padahal mereka semua menggunakan argumen berdasarkan Kitab Suci! Rupanya, salah satu penyebab utamanya adalah mereka hanya berhenti pada Kita Suci Perjanjian Lama sebagai masa lampau saja. Mereka tidak melihat bahwa Perjanjian Lama sebenarnya persiapan untuk Perjanjian Baru. Apa yang tertulis dalam Perjanjian Lama bukan sekedar data dan peristiwa di masa lampau tetapi nubuat tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Bahkan, Yesus sendiri dengan tegas mengatakan: Selidikilah Kitab Suci, Musa telah menulis tentang Aku (Yoh 5,39.46). Demikian pula para nabi, misalnya Yesaya banyak bernubuat tentang Yesus (Yes 7,14;42,1-9; 49,1-6; 50,4-9; 52,13-53,12; 61,1-2).
Lalu, apa pesannya untuk kita? Salah satunya adalah agar kita tidak berhenti pada masa lalu sebagai masa lalu. Masa lalu kita lihat sebagai pengalaman untuk menapaki dan membangun masa depan. Ketika orang hanya fokus dan berhenti pada masa lalu, apalagi kalau masa lalu itu kurang bagus, ada kecenderungan untuk menjadi mandeg dan pesimis. Ada baiknya kisa selalu melihat pesan positif dari masa lalu. Entah masa lalu itu baik atau buruk, tetapi pasti ada pesan positifnya untuk masa depan kita yang lebih baik. Hidup kita bersama Yesus adalah berjalan ke depan.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
Yer. 11:18-20; Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12; Yoh. 7:40-53.
Kalau kita cemati, Injil Yohanes bab 7, dimana Injil hari ini merupakan bagian terakhirnya, menampilkan banyak sekali pertentangan yang berkaitan dengan pribadi Yesus. Saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya (7,3-5). Orang banyak ada yang berpikir bahwa Yesus adalah orang baik (7,12a), tetapi ada pula yang berpikir bahwa Ia menyesatkan banyak orang (7,12b); sebagian mengatakan bahwa Ia adalah orang yang tidak terpelajar (7,15, sementara yang lain mengatakan bahwa Ia adalah nabi (7,40). Dalam Injil hari ini, para imam kepala dan orang-orang Farisi menilai negatif Yesus berdasarkan asal-usulnya, yakni dari Galilea. Berdasarkan Kitab Suci yang mereka pelajari, "tidak adan nabi yang datang dari Galilea" (7,52b). Maka, mereka tidak percaya dan tidak mengakui bahwa Yesus adalah nabi. Konsekuensinya, Ia harus dibinasakan karena menurut mereka Yesus telah berbuat seolah-olah sebagai nabi yang punya otoritas.
Mengapa muncul berbagai penilaian yang keliru dari banyak orang tentang Yesus, dengan akibat mereka tidak mau mempercayai dan mengakui-Nya, bahkan keluarga-Nya sendiri mengusir-Nya (7,3-5) dan orang-orang lain ingin membunuh-Nya (7,30)? Padahal mereka semua menggunakan argumen berdasarkan Kitab Suci! Rupanya, salah satu penyebab utamanya adalah mereka hanya berhenti pada Kita Suci Perjanjian Lama sebagai masa lampau saja. Mereka tidak melihat bahwa Perjanjian Lama sebenarnya persiapan untuk Perjanjian Baru. Apa yang tertulis dalam Perjanjian Lama bukan sekedar data dan peristiwa di masa lampau tetapi nubuat tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Bahkan, Yesus sendiri dengan tegas mengatakan: Selidikilah Kitab Suci, Musa telah menulis tentang Aku (Yoh 5,39.46). Demikian pula para nabi, misalnya Yesaya banyak bernubuat tentang Yesus (Yes 7,14;42,1-9; 49,1-6; 50,4-9; 52,13-53,12; 61,1-2).
Lalu, apa pesannya untuk kita? Salah satunya adalah agar kita tidak berhenti pada masa lalu sebagai masa lalu. Masa lalu kita lihat sebagai pengalaman untuk menapaki dan membangun masa depan. Ketika orang hanya fokus dan berhenti pada masa lalu, apalagi kalau masa lalu itu kurang bagus, ada kecenderungan untuk menjadi mandeg dan pesimis. Ada baiknya kisa selalu melihat pesan positif dari masa lalu. Entah masa lalu itu baik atau buruk, tetapi pasti ada pesan positifnya untuk masa depan kita yang lebih baik. Hidup kita bersama Yesus adalah berjalan ke depan.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
PERTENTANGAN
28 Maret 2020
“Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya” (Yoh 7:44)
Lectio
Yer 11:18-20; Mzm 7:2-3,9bc-10,11-12; Yoh 7:40-53
Suatu sore Rudi bermain ke rumah tetangganya dengan memakai masker. Sambil ngobrol ia berkata :
“Ton apa yang kau pikirkan dari kejadian Pandemi ini?”
Jawab Toni :
“Bisnis tak bisa jalan dan orang kecil tak bisa makan. Kalau kamu gimana?”
Jawab Rudi :
“Manusia itu adalah mahluk yang rentan. Kita sering TERGODA dengan sesuatu yang tak terlihat, namun melupakan yang MENCIPTAKAN kita. Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah keadaan kembali normal?”
Toni menjawab :
“Wah kamu sungguh dalam merenungnya. Kalau sudah beres sih, kita harus kerja keras kembali, bisnis mesti jalan lagi! Kalau kamu?”
Rudi menjawab :
“Selama 3 minggu ini, saya baru MENYADARI bahwa kita bisa BERDOA bersama, mulai dengan Misa pagi, doa Novena, Rosario di malam hari, dan doa keluarga. Saya menyadari bahwa saya tidak mau kelihangan hal yang BERHARGA ini. Saya akan terus melakukannya setelah Virus Pandemi ini selesai.”
Apa yang Tuhan TAWARKAN berbeda dengan yang diTAWARKAN dunia.
Oratio
Ya Tuhan, ajarilah kami selalu mengikuti-Mu dengan setia. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan berpegang pada KEBENARAN yang Tuhan ajarkan.
Have a Blessed Saturday.
PERTENTANGAN
28 Maret 2020
“Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya” (Yoh 7:44)
Lectio
Yer 11:18-20; Mzm 7:2-3,9bc-10,11-12; Yoh 7:40-53
Suatu sore Rudi bermain ke rumah tetangganya dengan memakai masker. Sambil ngobrol ia berkata :
“Ton apa yang kau pikirkan dari kejadian Pandemi ini?”
Jawab Toni :
“Bisnis tak bisa jalan dan orang kecil tak bisa makan. Kalau kamu gimana?”
Jawab Rudi :
“Manusia itu adalah mahluk yang rentan. Kita sering TERGODA dengan sesuatu yang tak terlihat, namun melupakan yang MENCIPTAKAN kita. Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah keadaan kembali normal?”
Toni menjawab :
“Wah kamu sungguh dalam merenungnya. Kalau sudah beres sih, kita harus kerja keras kembali, bisnis mesti jalan lagi! Kalau kamu?”
Rudi menjawab :
“Selama 3 minggu ini, saya baru MENYADARI bahwa kita bisa BERDOA bersama, mulai dengan Misa pagi, doa Novena, Rosario di malam hari, dan doa keluarga. Saya menyadari bahwa saya tidak mau kelihangan hal yang BERHARGA ini. Saya akan terus melakukannya setelah Virus Pandemi ini selesai.”
Apa yang Tuhan TAWARKAN berbeda dengan yang diTAWARKAN dunia.
Oratio
Ya Tuhan, ajarilah kami selalu mengikuti-Mu dengan setia. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan berpegang pada KEBENARAN yang Tuhan ajarkan.
Have a Blessed Saturday.
☘🍁DOA PAGI🍁☘
Sabtu 28 Maret 2020
Ya Allah,
Bapa di dalam surga. Hari yang baru sudah mulai lagi. Engkau menganugerahkan kepadaku sebagai bagian baru hidupku. Aku bergembira sekali dan berterima kasih kepadaMu, karena aku boleh menghayatinya. Sudilah menguduskan hari ini, karena Kristus PutraMu.
Kristus, Raja dan Juruselamatku, hari ini aku mau berusaha mengikuti Engkau dengan setia. Berikanlah aku rahmatMu dalam segala usahaku, berikanlah aku berkatMu dalam segala kegiatanku, berikanlah aku kemauan yang kuat untuk melaksanakan semuanya itu.
Maria Bunda Allah, pelindung yang baik, bentangkanlah mantolmu dan lindungilah serta peliharalah aku sepanjang hari ini. Allah yang mahabaik, berkatilah orang tuaku dan kaum kerabatku ; berkatilah semua orang yang berhubungan dengan aku hari ini.
Amin.
Salam Damai Kristus
Sabtu 28 Maret 2020
Ya Allah,
Bapa di dalam surga. Hari yang baru sudah mulai lagi. Engkau menganugerahkan kepadaku sebagai bagian baru hidupku. Aku bergembira sekali dan berterima kasih kepadaMu, karena aku boleh menghayatinya. Sudilah menguduskan hari ini, karena Kristus PutraMu.
Kristus, Raja dan Juruselamatku, hari ini aku mau berusaha mengikuti Engkau dengan setia. Berikanlah aku rahmatMu dalam segala usahaku, berikanlah aku berkatMu dalam segala kegiatanku, berikanlah aku kemauan yang kuat untuk melaksanakan semuanya itu.
Maria Bunda Allah, pelindung yang baik, bentangkanlah mantolmu dan lindungilah serta peliharalah aku sepanjang hari ini. Allah yang mahabaik, berkatilah orang tuaku dan kaum kerabatku ; berkatilah semua orang yang berhubungan dengan aku hari ini.
Amin.
Salam Damai Kristus
Kamis, 26 Maret 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
Keb. 2:1a,12-22; Mzm. 34:17-18,19-20,21,23; Yoh. 7:1-2,10,25-30.
Salah satu sumbangan khas Injil Yohanes adalah refleksinya tentang waktu. Sebagaimana tampak dalam Injil hari ini, Yesus memang harus menderita sengsara dan wafat di salib, tapi yang menentukan waktunya bukan mereka yang akan menyalibkan-Nya. Yang menentukan kapan waktunya adalah Yesus sendiri. Hal ini kita lihat juga dalam kisah-kisah lain: dalam perjamuan nikah di Kana (Yoh 2,4), dalam percakapan-Nya dengan perempuan Samaria (Yoh 4,23), ketika Yesus mengajarkan bahwa Dia adalah terang dunia (Yoh 8,20), pada saat Yesus memberitakan kematian-Nya (Yoh 12,23.27), pada saat Yesus membasuh kaki para murid (Yoh 13,1), pada saat Yesus berdoa untuk para murid-Nya (Yoh 17,1), dan terakhir pada saat Ia wafat di salib (Yoh 19,29-30).
Demikian pulalah yang terjadi dalam kehidupan kita. Memang, ada hal-hal tertentu yang bisa kita rencanakan dan kita buat dengan kita sendiri yang menetukan waktunya. Namun, banyak hal yang harus terjadi dan kita alami, bukan kita yang menentukan dan mengatur waktunya, tetapi Tuhan sendiri. Termasuk banyak yang sudah kita rencanakan tetapi tidak bisa terjadi dan sebaliknya banyak hal yang tidak kita rencanakan, bahkan tidak kita inginkan, tetapi harus terjadi. Inilah yang hari-hari ini kita alami terkait dengan mewabahnya corona-virus. Kita tidak tahu kapan akan berakhir. Saya sendiri, setiap hari selalu berdoa dan berharap agar wabah ini segera berakhir: yang tertular semakin sedikit, demikian pula yang meninggal. Namun, setiap kali melihat data belum tampak ada tanda-tanda akan berakhir. Di Itali, sekitar seminggu ini, sampai hari ini, setiap hari jumlah orang yang tertular masih di atas 6.000, yang meninggal masih di atas 600 setiap hari. Di Indonesia, jumlah yang tertular juga semakin banyak, apalagi disertai dengan sikap sikap "semau gue" dari banyak orang: tidak mau tinggal di rumah, tidak mau menjaga jarak aman, tetap kumpul-kumpul, tidak mau karantina, dll. Namun, ini semua tidak menyurutkan pengharapan untuk terus menerus berdoa agar Tuhan segera menentukan waktu untuk mengakhiri wabah ini. Banyak orang, termasuk PM Italia pun mengatakan: "Kita telah melakukan semua upaya, all out. Tapi hasilnya belum maksimal. Bahkan nyaris tidak ada. Sekarang kita mengharapkan satu-satunya pertolongan dari atas". Semoga, waktunya segera tiba. Atau setidaknya, terjadi seperti dalam perjamuan nikah di Kana: kendati Yesus mengatakan "waktu-Ku belum tiba" tetapi karena yang meminta adalah Bunda Maria, maka Ia pun tidak tinggal diam dan masalah selesai. Oleh karena itu, ada baiknya kita mohon segera dibebaskan dari wabah corona-virus ini bersama dan dengan pengantaraan Bunda Maria. Saya sendiri telah membuat doa rosario khusus, dengan beberapa tambahan intensi, yang saya doakan setiap hari untuk secara khusus mohon rahmat agar dunia kita ini segera dibebaskan dari wabah ini. Yang ingin ikut mendoakan, bisa WA, nanti saya share teks doanya.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
Keb. 2:1a,12-22; Mzm. 34:17-18,19-20,21,23; Yoh. 7:1-2,10,25-30.
Salah satu sumbangan khas Injil Yohanes adalah refleksinya tentang waktu. Sebagaimana tampak dalam Injil hari ini, Yesus memang harus menderita sengsara dan wafat di salib, tapi yang menentukan waktunya bukan mereka yang akan menyalibkan-Nya. Yang menentukan kapan waktunya adalah Yesus sendiri. Hal ini kita lihat juga dalam kisah-kisah lain: dalam perjamuan nikah di Kana (Yoh 2,4), dalam percakapan-Nya dengan perempuan Samaria (Yoh 4,23), ketika Yesus mengajarkan bahwa Dia adalah terang dunia (Yoh 8,20), pada saat Yesus memberitakan kematian-Nya (Yoh 12,23.27), pada saat Yesus membasuh kaki para murid (Yoh 13,1), pada saat Yesus berdoa untuk para murid-Nya (Yoh 17,1), dan terakhir pada saat Ia wafat di salib (Yoh 19,29-30).
Demikian pulalah yang terjadi dalam kehidupan kita. Memang, ada hal-hal tertentu yang bisa kita rencanakan dan kita buat dengan kita sendiri yang menetukan waktunya. Namun, banyak hal yang harus terjadi dan kita alami, bukan kita yang menentukan dan mengatur waktunya, tetapi Tuhan sendiri. Termasuk banyak yang sudah kita rencanakan tetapi tidak bisa terjadi dan sebaliknya banyak hal yang tidak kita rencanakan, bahkan tidak kita inginkan, tetapi harus terjadi. Inilah yang hari-hari ini kita alami terkait dengan mewabahnya corona-virus. Kita tidak tahu kapan akan berakhir. Saya sendiri, setiap hari selalu berdoa dan berharap agar wabah ini segera berakhir: yang tertular semakin sedikit, demikian pula yang meninggal. Namun, setiap kali melihat data belum tampak ada tanda-tanda akan berakhir. Di Itali, sekitar seminggu ini, sampai hari ini, setiap hari jumlah orang yang tertular masih di atas 6.000, yang meninggal masih di atas 600 setiap hari. Di Indonesia, jumlah yang tertular juga semakin banyak, apalagi disertai dengan sikap sikap "semau gue" dari banyak orang: tidak mau tinggal di rumah, tidak mau menjaga jarak aman, tetap kumpul-kumpul, tidak mau karantina, dll. Namun, ini semua tidak menyurutkan pengharapan untuk terus menerus berdoa agar Tuhan segera menentukan waktu untuk mengakhiri wabah ini. Banyak orang, termasuk PM Italia pun mengatakan: "Kita telah melakukan semua upaya, all out. Tapi hasilnya belum maksimal. Bahkan nyaris tidak ada. Sekarang kita mengharapkan satu-satunya pertolongan dari atas". Semoga, waktunya segera tiba. Atau setidaknya, terjadi seperti dalam perjamuan nikah di Kana: kendati Yesus mengatakan "waktu-Ku belum tiba" tetapi karena yang meminta adalah Bunda Maria, maka Ia pun tidak tinggal diam dan masalah selesai. Oleh karena itu, ada baiknya kita mohon segera dibebaskan dari wabah corona-virus ini bersama dan dengan pengantaraan Bunda Maria. Saya sendiri telah membuat doa rosario khusus, dengan beberapa tambahan intensi, yang saya doakan setiap hari untuk secara khusus mohon rahmat agar dunia kita ini segera dibebaskan dari wabah ini. Yang ingin ikut mendoakan, bisa WA, nanti saya share teks doanya.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
🍁☘D O A M ALAM☘🍁
Kamis 26 Maret 2020
Bapa yang Mahabaik .....
Sabda-Mu selalu menerangi perjalanan hidup kami , memberi sukacita hidup kami dan sesama .
Semoga semakin banyak orang menyadari betapa pentingnya suatu tugas pelayanan , karena banyak saudara- saudara kami yang membutuhkan dan merindukan kehadiran petugas pelayanan .
Ya Bapa semoga semakin banyak orang yang terpanggil dan bersedia untuk ikut terlibat didalam karya - karya pelayanan -Mu , sehingga semakin banyak orang yang mendapatkan dan memiliki belas kasih -Mu , dengan demikian Kerajaan Surga semakin nyata hadir didalam kehidupan didunia ini.
Syukur dan terimakasih ,
Ya Tuhan atas semua anugerah yang telah Engkau limpahkan dalam hidup kami . Semoga anugerah ini membantu berlanjutnya karya penyelamatan -Mu , khususnya bagi yang menderita dan tak berdaya .
Kami mohon dalam pengampunan - Mu Engkau tetap berkenan melindungi dan memberkati istirahat kami sepanjang malam ini.
Amin.
Salam Damai Kristus
Kamis 26 Maret 2020
Bapa yang Mahabaik .....
Sabda-Mu selalu menerangi perjalanan hidup kami , memberi sukacita hidup kami dan sesama .
Semoga semakin banyak orang menyadari betapa pentingnya suatu tugas pelayanan , karena banyak saudara- saudara kami yang membutuhkan dan merindukan kehadiran petugas pelayanan .
Ya Bapa semoga semakin banyak orang yang terpanggil dan bersedia untuk ikut terlibat didalam karya - karya pelayanan -Mu , sehingga semakin banyak orang yang mendapatkan dan memiliki belas kasih -Mu , dengan demikian Kerajaan Surga semakin nyata hadir didalam kehidupan didunia ini.
Syukur dan terimakasih ,
Ya Tuhan atas semua anugerah yang telah Engkau limpahkan dalam hidup kami . Semoga anugerah ini membantu berlanjutnya karya penyelamatan -Mu , khususnya bagi yang menderita dan tak berdaya .
Kami mohon dalam pengampunan - Mu Engkau tetap berkenan melindungi dan memberkati istirahat kami sepanjang malam ini.
Amin.
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *27 Maret 2020*
Keb 2:1a,12-22
Mzm 34:17-21,23
Yoh 7:1-2,10,25-30
*YESUS SANG MESIAS*
_Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. -- Yoh 7:29_
Mengikut Yesus bukan hal yang mudah. Kalau hanya sekedar pergi ke gereja dan berdoa, bukanlah hal sulit. Tetapi mengabdikan hidup untuk mengikuti segala perintah-Nya, ini yang sulit.
Zaman Yesus dulu, permasalahan yang kompleks juga terjadi. Sebagian orang merasa Yesus adalah Mesias, tetapi sebagian lagi meragukan-Nya. Golongan Farisi dan ahli Taurat justru menentang Yesus dan mereka memusuhi orang-orang yang menjadi pengikut Yesus.
Pada zaman sekarang, kita dapat mempraktekkan iman dan kepercayaan kita dengan lebih baik dibanding zaman Yesus dulu. Namun permasalahan yang sama masih tetap terjadi. Sebagai orang yang mengaku beriman, seringkali kita gagal untuk menyadari keilahian Yesus.
Sering kita bertanya apakah iman masih relevan dengan situasi dan zaman yang semakin modern. _Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)._ Iman akan Yesus tidak membutuhkan pembuktian karena iman adalah dasar bagi kita untuk percaya atas hal-hal yang tidak pernah kita ketahui. Jadi, kalau kita mengatakan kita adalah umat beriman, maka kita tidak memerlukan bukti untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Walaupun sebetulnya kalau kita mau membaca Kitab Suci, kita akan menemukan jawabannya. (An)
_Percayakah saya dengan iman bahwa Yesus adalah Mesias?_
Salam Damai KristusRenungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *27 Maret 2020*
Keb 2:1a,12-22
Mzm 34:17-21,23
Yoh 7:1-2,10,25-30
*YESUS SANG MESIAS*
_Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. -- Yoh 7:29_
Mengikut Yesus bukan hal yang mudah. Kalau hanya sekedar pergi ke gereja dan berdoa, bukanlah hal sulit. Tetapi mengabdikan hidup untuk mengikuti segala perintah-Nya, ini yang sulit.
Zaman Yesus dulu, permasalahan yang kompleks juga terjadi. Sebagian orang merasa Yesus adalah Mesias, tetapi sebagian lagi meragukan-Nya. Golongan Farisi dan ahli Taurat justru menentang Yesus dan mereka memusuhi orang-orang yang menjadi pengikut Yesus.
Pada zaman sekarang, kita dapat mempraktekkan iman dan kepercayaan kita dengan lebih baik dibanding zaman Yesus dulu. Namun permasalahan yang sama masih tetap terjadi. Sebagai orang yang mengaku beriman, seringkali kita gagal untuk menyadari keilahian Yesus.
Sering kita bertanya apakah iman masih relevan dengan situasi dan zaman yang semakin modern. _Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)._ Iman akan Yesus tidak membutuhkan pembuktian karena iman adalah dasar bagi kita untuk percaya atas hal-hal yang tidak pernah kita ketahui. Jadi, kalau kita mengatakan kita adalah umat beriman, maka kita tidak memerlukan bukti untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Walaupun sebetulnya kalau kita mau membaca Kitab Suci, kita akan menemukan jawabannya. (An)
_Percayakah saya dengan iman bahwa Yesus adalah Mesias?_
Salam Damai KristusRenungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *27 Maret 2020*
Keb 2:1a,12-22
Mzm 34:17-21,23
Yoh 7:1-2,10,25-30
*YESUS SANG MESIAS*
_Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. -- Yoh 7:29_
Mengikut Yesus bukan hal yang mudah. Kalau hanya sekedar pergi ke gereja dan berdoa, bukanlah hal sulit. Tetapi mengabdikan hidup untuk mengikuti segala perintah-Nya, ini yang sulit.
Zaman Yesus dulu, permasalahan yang kompleks juga terjadi. Sebagian orang merasa Yesus adalah Mesias, tetapi sebagian lagi meragukan-Nya. Golongan Farisi dan ahli Taurat justru menentang Yesus dan mereka memusuhi orang-orang yang menjadi pengikut Yesus.
Pada zaman sekarang, kita dapat mempraktekkan iman dan kepercayaan kita dengan lebih baik dibanding zaman Yesus dulu. Namun permasalahan yang sama masih tetap terjadi. Sebagai orang yang mengaku beriman, seringkali kita gagal untuk menyadari keilahian Yesus.
Sering kita bertanya apakah iman masih relevan dengan situasi dan zaman yang semakin modern. _Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)._ Iman akan Yesus tidak membutuhkan pembuktian karena iman adalah dasar bagi kita untuk percaya atas hal-hal yang tidak pernah kita ketahui. Jadi, kalau kita mengatakan kita adalah umat beriman, maka kita tidak memerlukan bukti untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Walaupun sebetulnya kalau kita mau membaca Kitab Suci, kita akan menemukan jawabannya. (An)
_Percayakah saya dengan iman bahwa Yesus adalah Mesias?_
Salam Damai KristusRenungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *27 Maret 2020*
Keb 2:1a,12-22
Mzm 34:17-21,23
Yoh 7:1-2,10,25-30
*YESUS SANG MESIAS*
_Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. -- Yoh 7:29_
Mengikut Yesus bukan hal yang mudah. Kalau hanya sekedar pergi ke gereja dan berdoa, bukanlah hal sulit. Tetapi mengabdikan hidup untuk mengikuti segala perintah-Nya, ini yang sulit.
Zaman Yesus dulu, permasalahan yang kompleks juga terjadi. Sebagian orang merasa Yesus adalah Mesias, tetapi sebagian lagi meragukan-Nya. Golongan Farisi dan ahli Taurat justru menentang Yesus dan mereka memusuhi orang-orang yang menjadi pengikut Yesus.
Pada zaman sekarang, kita dapat mempraktekkan iman dan kepercayaan kita dengan lebih baik dibanding zaman Yesus dulu. Namun permasalahan yang sama masih tetap terjadi. Sebagai orang yang mengaku beriman, seringkali kita gagal untuk menyadari keilahian Yesus.
Sering kita bertanya apakah iman masih relevan dengan situasi dan zaman yang semakin modern. _Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)._ Iman akan Yesus tidak membutuhkan pembuktian karena iman adalah dasar bagi kita untuk percaya atas hal-hal yang tidak pernah kita ketahui. Jadi, kalau kita mengatakan kita adalah umat beriman, maka kita tidak memerlukan bukti untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Walaupun sebetulnya kalau kita mau membaca Kitab Suci, kita akan menemukan jawabannya. (An)
_Percayakah saya dengan iman bahwa Yesus adalah Mesias?_
Salam Damai Kristus
_Jumat,_ *27 Maret 2020*
Keb 2:1a,12-22
Mzm 34:17-21,23
Yoh 7:1-2,10,25-30
*YESUS SANG MESIAS*
_Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. -- Yoh 7:29_
Mengikut Yesus bukan hal yang mudah. Kalau hanya sekedar pergi ke gereja dan berdoa, bukanlah hal sulit. Tetapi mengabdikan hidup untuk mengikuti segala perintah-Nya, ini yang sulit.
Zaman Yesus dulu, permasalahan yang kompleks juga terjadi. Sebagian orang merasa Yesus adalah Mesias, tetapi sebagian lagi meragukan-Nya. Golongan Farisi dan ahli Taurat justru menentang Yesus dan mereka memusuhi orang-orang yang menjadi pengikut Yesus.
Pada zaman sekarang, kita dapat mempraktekkan iman dan kepercayaan kita dengan lebih baik dibanding zaman Yesus dulu. Namun permasalahan yang sama masih tetap terjadi. Sebagai orang yang mengaku beriman, seringkali kita gagal untuk menyadari keilahian Yesus.
Sering kita bertanya apakah iman masih relevan dengan situasi dan zaman yang semakin modern. _Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)._ Iman akan Yesus tidak membutuhkan pembuktian karena iman adalah dasar bagi kita untuk percaya atas hal-hal yang tidak pernah kita ketahui. Jadi, kalau kita mengatakan kita adalah umat beriman, maka kita tidak memerlukan bukti untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Walaupun sebetulnya kalau kita mau membaca Kitab Suci, kita akan menemukan jawabannya. (An)
_Percayakah saya dengan iman bahwa Yesus adalah Mesias?_
Salam Damai KristusRenungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *27 Maret 2020*
Keb 2:1a,12-22
Mzm 34:17-21,23
Yoh 7:1-2,10,25-30
*YESUS SANG MESIAS*
_Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. -- Yoh 7:29_
Mengikut Yesus bukan hal yang mudah. Kalau hanya sekedar pergi ke gereja dan berdoa, bukanlah hal sulit. Tetapi mengabdikan hidup untuk mengikuti segala perintah-Nya, ini yang sulit.
Zaman Yesus dulu, permasalahan yang kompleks juga terjadi. Sebagian orang merasa Yesus adalah Mesias, tetapi sebagian lagi meragukan-Nya. Golongan Farisi dan ahli Taurat justru menentang Yesus dan mereka memusuhi orang-orang yang menjadi pengikut Yesus.
Pada zaman sekarang, kita dapat mempraktekkan iman dan kepercayaan kita dengan lebih baik dibanding zaman Yesus dulu. Namun permasalahan yang sama masih tetap terjadi. Sebagai orang yang mengaku beriman, seringkali kita gagal untuk menyadari keilahian Yesus.
Sering kita bertanya apakah iman masih relevan dengan situasi dan zaman yang semakin modern. _Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)._ Iman akan Yesus tidak membutuhkan pembuktian karena iman adalah dasar bagi kita untuk percaya atas hal-hal yang tidak pernah kita ketahui. Jadi, kalau kita mengatakan kita adalah umat beriman, maka kita tidak memerlukan bukti untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Walaupun sebetulnya kalau kita mau membaca Kitab Suci, kita akan menemukan jawabannya. (An)
_Percayakah saya dengan iman bahwa Yesus adalah Mesias?_
Salam Damai KristusRenungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *27 Maret 2020*
Keb 2:1a,12-22
Mzm 34:17-21,23
Yoh 7:1-2,10,25-30
*YESUS SANG MESIAS*
_Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. -- Yoh 7:29_
Mengikut Yesus bukan hal yang mudah. Kalau hanya sekedar pergi ke gereja dan berdoa, bukanlah hal sulit. Tetapi mengabdikan hidup untuk mengikuti segala perintah-Nya, ini yang sulit.
Zaman Yesus dulu, permasalahan yang kompleks juga terjadi. Sebagian orang merasa Yesus adalah Mesias, tetapi sebagian lagi meragukan-Nya. Golongan Farisi dan ahli Taurat justru menentang Yesus dan mereka memusuhi orang-orang yang menjadi pengikut Yesus.
Pada zaman sekarang, kita dapat mempraktekkan iman dan kepercayaan kita dengan lebih baik dibanding zaman Yesus dulu. Namun permasalahan yang sama masih tetap terjadi. Sebagai orang yang mengaku beriman, seringkali kita gagal untuk menyadari keilahian Yesus.
Sering kita bertanya apakah iman masih relevan dengan situasi dan zaman yang semakin modern. _Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)._ Iman akan Yesus tidak membutuhkan pembuktian karena iman adalah dasar bagi kita untuk percaya atas hal-hal yang tidak pernah kita ketahui. Jadi, kalau kita mengatakan kita adalah umat beriman, maka kita tidak memerlukan bukti untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Walaupun sebetulnya kalau kita mau membaca Kitab Suci, kita akan menemukan jawabannya. (An)
_Percayakah saya dengan iman bahwa Yesus adalah Mesias?_
Salam Damai KristusRenungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *27 Maret 2020*
Keb 2:1a,12-22
Mzm 34:17-21,23
Yoh 7:1-2,10,25-30
*YESUS SANG MESIAS*
_Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. -- Yoh 7:29_
Mengikut Yesus bukan hal yang mudah. Kalau hanya sekedar pergi ke gereja dan berdoa, bukanlah hal sulit. Tetapi mengabdikan hidup untuk mengikuti segala perintah-Nya, ini yang sulit.
Zaman Yesus dulu, permasalahan yang kompleks juga terjadi. Sebagian orang merasa Yesus adalah Mesias, tetapi sebagian lagi meragukan-Nya. Golongan Farisi dan ahli Taurat justru menentang Yesus dan mereka memusuhi orang-orang yang menjadi pengikut Yesus.
Pada zaman sekarang, kita dapat mempraktekkan iman dan kepercayaan kita dengan lebih baik dibanding zaman Yesus dulu. Namun permasalahan yang sama masih tetap terjadi. Sebagai orang yang mengaku beriman, seringkali kita gagal untuk menyadari keilahian Yesus.
Sering kita bertanya apakah iman masih relevan dengan situasi dan zaman yang semakin modern. _Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)._ Iman akan Yesus tidak membutuhkan pembuktian karena iman adalah dasar bagi kita untuk percaya atas hal-hal yang tidak pernah kita ketahui. Jadi, kalau kita mengatakan kita adalah umat beriman, maka kita tidak memerlukan bukti untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Walaupun sebetulnya kalau kita mau membaca Kitab Suci, kita akan menemukan jawabannya. (An)
_Percayakah saya dengan iman bahwa Yesus adalah Mesias?_
Salam Damai Kristus
Rabu, 25 Maret 2020
Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 26 Maret 2020
Bacaan: Mazmur 25:5 "Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari."
Renungan:
Carol Schuller, anak dari Robert Schuller mengalami kecelakaan sehingga kakinya harus diamputasi. Tetapi keadaan itu tidak membuatnya minder atau putus asa. Ia tetap tegar dan ulet sehingga ia menjadi satu pemain handal dalam tim softballnya. Pada suatu musim panas Robert diundang sebagai tamu dalam sebuah pelayanan ke Hawai selama seminggu. Dalam perjalanan itu ada acara pertunjukkan bakat. Ketika tiba giliran Carol, dengan penuh percaya diri ia berkata, "Saya tidak tahu apa bakat saya sebenarnya, namun ini adalah kesempatan yang baik untuk mengutarakan apa yang ingin anda ketahui tentang kaki palsu saya. Saya mengalami kecelakaan dan hampir tewas, namun tim dokter terus mentransfusi darah sehingga denyut saya kembali menguat. Mereka memotong kaki saya tepat di bawah lutut dan belakangan mereka memotong lutut saya juga. Saya harus berada di rumah sakit selama 7 bulan dengan infus antibiotik untuk melawan infeksi yang meradang. Kalau saya memiliki bakat, maka bakat saya adalah: Saya dapat memberitahukan kepada anda semua bahwa selama masa-masa sukar itu, kayakinan menjadi sangat nyata bagi diri saya. Saya melihat gadis-gadis berjalan normal dan saya ingin berjalan seperti mereka tapi tidak bisa. Inilah yang dapat saya pahami dan sekaligus ingin saya beritahukan kepada anda semua, bahwa bukan cara berjalan anda yang diperhitungkan, namun siapa yang berjalan dengan anda dan dengan siapa anda berjalan. Terima kasih."
Malam itu tidak ada mata yang kering dan tidak ada hati yang tidak tersentuh. Mereka paham bahwa masa sukar pasti berlalu. Manusia tegar mampu bertahan karena Tuhan berjalan bersama mereka.
Jangan terpaku pada masalah yang ada di depan kita, karena itu hanya akan menambah sesak di dada kita, tapi pandanglah Tuhan yang selalu setia berjalan bersama kita. Mengapa orang-orang tegar mampu bertahan? Bukan strategi yang memampukan mereka bertahan di masa sukar, tetapi hati yang kuat yang selalu memandang dan terpaut pada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk melangkah bersamaMu. Masuklah dalam hatiku dan hancurkanlah semua karat-karat kekecewaan, kebencian, ketakutan dan kecemasanku saat ini. Aku percaya, hanya Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Kamis, 26 Maret 2020
Bacaan: Mazmur 25:5 "Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari."
Renungan:
Carol Schuller, anak dari Robert Schuller mengalami kecelakaan sehingga kakinya harus diamputasi. Tetapi keadaan itu tidak membuatnya minder atau putus asa. Ia tetap tegar dan ulet sehingga ia menjadi satu pemain handal dalam tim softballnya. Pada suatu musim panas Robert diundang sebagai tamu dalam sebuah pelayanan ke Hawai selama seminggu. Dalam perjalanan itu ada acara pertunjukkan bakat. Ketika tiba giliran Carol, dengan penuh percaya diri ia berkata, "Saya tidak tahu apa bakat saya sebenarnya, namun ini adalah kesempatan yang baik untuk mengutarakan apa yang ingin anda ketahui tentang kaki palsu saya. Saya mengalami kecelakaan dan hampir tewas, namun tim dokter terus mentransfusi darah sehingga denyut saya kembali menguat. Mereka memotong kaki saya tepat di bawah lutut dan belakangan mereka memotong lutut saya juga. Saya harus berada di rumah sakit selama 7 bulan dengan infus antibiotik untuk melawan infeksi yang meradang. Kalau saya memiliki bakat, maka bakat saya adalah: Saya dapat memberitahukan kepada anda semua bahwa selama masa-masa sukar itu, kayakinan menjadi sangat nyata bagi diri saya. Saya melihat gadis-gadis berjalan normal dan saya ingin berjalan seperti mereka tapi tidak bisa. Inilah yang dapat saya pahami dan sekaligus ingin saya beritahukan kepada anda semua, bahwa bukan cara berjalan anda yang diperhitungkan, namun siapa yang berjalan dengan anda dan dengan siapa anda berjalan. Terima kasih."
Malam itu tidak ada mata yang kering dan tidak ada hati yang tidak tersentuh. Mereka paham bahwa masa sukar pasti berlalu. Manusia tegar mampu bertahan karena Tuhan berjalan bersama mereka.
Jangan terpaku pada masalah yang ada di depan kita, karena itu hanya akan menambah sesak di dada kita, tapi pandanglah Tuhan yang selalu setia berjalan bersama kita. Mengapa orang-orang tegar mampu bertahan? Bukan strategi yang memampukan mereka bertahan di masa sukar, tetapi hati yang kuat yang selalu memandang dan terpaut pada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk melangkah bersamaMu. Masuklah dalam hatiku dan hancurkanlah semua karat-karat kekecewaan, kebencian, ketakutan dan kecemasanku saat ini. Aku percaya, hanya Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
HORMAT
26 Maret 2020
“Aku tidak memerlukan hormat dari manusia” (Yoh 5:41)
Lectio
Kel 32:7-14; Mzm 106:19-20,21-22,23; Yoh 5:31-47
Suatu pagi Husin ikut berpartisipasi dalam BakSos lingkungan yang berkunjung ke Panti Jompo.
Setibanya di Panti, semua peserta membaur dengan para opa dan oma, menyapa dan menghibur mereka. Husin yang berjalan mengikuti Andi ketua lingkungan, ngobrol dengan seorang Opa yang lalu curhat :
“Anak dibesarkan, sesudah besar, kaya dan sukses lalu Ayahnya dibuang. Dia tidak mau mengurus lagi.”
Mendengar itu Husin menjawab :
“Mungkin Ayahnya bikin anaknya susah kali Opa? Kan Anaknya juga sibuk dengan urusannya.”
Andi sedikit kaget mendengarnya, namun Opa itu menjawab :
“Toko itu saya punya, semua pelanggan saya kenal. Setelah saya tua, membantu di Toko saja tak boleh, dan malah dia kirim saya ke sini.”
Lalu Andi mengajak Husin pamit secara halus, sambil berkata :
“Yuk kita ikut misa di dalam, Opa.”
Setelah menjauh, Andi berkata :
“Pak Husin kenapa bicara sperti itu tadi? Kita seharusnya menghibur opa itu.”
Husin pun terdiam sebentar, lalu berkata :
“Maaf Pak. Saya memang belum terbiasa ke tempat seperti ini. Mama saya memang ada di panti jompo juga dan saya tadi jadi merasa terhakimi. Saya memang belum RENDAH HATI, dan masih MENCARI muka.”
“Oh tak apa Pak. Tuhan akan mengubah hati kita.” jawab Andi memakluminya.
Ketika hati kita mau dibentuk oleh Tuhan, maka kita akan mengenal apa yang dikehendaki Tuhan dan bukan manusia.
Oratio
Ya Tuhan, bentuklah kami sesuai kehendak-Mu. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan mengikuti jalan Tuhan dan bukan jalan kita sendiri.
Have a Blessed Thursday.
HORMAT
26 Maret 2020
“Aku tidak memerlukan hormat dari manusia” (Yoh 5:41)
Lectio
Kel 32:7-14; Mzm 106:19-20,21-22,23; Yoh 5:31-47
Suatu pagi Husin ikut berpartisipasi dalam BakSos lingkungan yang berkunjung ke Panti Jompo.
Setibanya di Panti, semua peserta membaur dengan para opa dan oma, menyapa dan menghibur mereka. Husin yang berjalan mengikuti Andi ketua lingkungan, ngobrol dengan seorang Opa yang lalu curhat :
“Anak dibesarkan, sesudah besar, kaya dan sukses lalu Ayahnya dibuang. Dia tidak mau mengurus lagi.”
Mendengar itu Husin menjawab :
“Mungkin Ayahnya bikin anaknya susah kali Opa? Kan Anaknya juga sibuk dengan urusannya.”
Andi sedikit kaget mendengarnya, namun Opa itu menjawab :
“Toko itu saya punya, semua pelanggan saya kenal. Setelah saya tua, membantu di Toko saja tak boleh, dan malah dia kirim saya ke sini.”
Lalu Andi mengajak Husin pamit secara halus, sambil berkata :
“Yuk kita ikut misa di dalam, Opa.”
Setelah menjauh, Andi berkata :
“Pak Husin kenapa bicara sperti itu tadi? Kita seharusnya menghibur opa itu.”
Husin pun terdiam sebentar, lalu berkata :
“Maaf Pak. Saya memang belum terbiasa ke tempat seperti ini. Mama saya memang ada di panti jompo juga dan saya tadi jadi merasa terhakimi. Saya memang belum RENDAH HATI, dan masih MENCARI muka.”
“Oh tak apa Pak. Tuhan akan mengubah hati kita.” jawab Andi memakluminya.
Ketika hati kita mau dibentuk oleh Tuhan, maka kita akan mengenal apa yang dikehendaki Tuhan dan bukan manusia.
Oratio
Ya Tuhan, bentuklah kami sesuai kehendak-Mu. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan mengikuti jalan Tuhan dan bukan jalan kita sendiri.
Have a Blessed Thursday.
☘🍁Doa Pagi🍁☘
Kamis 26 Maret 2020
Bapa kami yang di Surga,
kembali aku menghaturkan ucapan syukurku kepada-Mu untuk anugerah-Mu yang sungguh besar bagi hidupku. Aku yang seharusnya terpisah dari-Mu untuk selama-lamanya karena keberdosaanku telah Engkau bawa kembali kepada-Mu oleh karena kasih-Mu. Aku yang patut untuk dimurkai karena pelanggaran-pelanggaranku telah Engkau ampuni dengan kemurahan-Mu.
Di dalam belas kasihan-Mu Engkau menghapuskan masa laluku yang sia-sia dan menganugerahkan kepadaku kehidupan yang baru dan yang penuh dengan makna. Sehingga dengan demikian dari kehidupan yang tanpa masa depan Engkau membentangkan hari esok yang penuh dengan pengharapan bagi hidupku.
Pada pagi hari ini aku datang ke hadapan takhta anugerah-Mu dengan penuh keberanian dan puji-pujian kepada-Mu. Darah-Mu yang kudus telah membasuh semua noda dosaku sehingga aku dapat berdiri di hadapan-Mu tanpa tuduhan akan masa laluku. Firman-Mu menjamin bahwa semua janji-janji-Mu pasti akan Engkau genapi di dalam hidupku. Itu sebabnya tak henti-hentinya hatiku meninggikan nama-Mu.
Tuhan, tunjukkanlah jalan-Mu bagi hidupku dan peganglah hidupku dengan kasih setia-Mu. Tolonglah diriku agar dapat melewati hari ini dengan kehidupan yang menyenangkan hati-Mu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku.
Amin
Salam Damai Kristus
Kamis 26 Maret 2020
Bapa kami yang di Surga,
kembali aku menghaturkan ucapan syukurku kepada-Mu untuk anugerah-Mu yang sungguh besar bagi hidupku. Aku yang seharusnya terpisah dari-Mu untuk selama-lamanya karena keberdosaanku telah Engkau bawa kembali kepada-Mu oleh karena kasih-Mu. Aku yang patut untuk dimurkai karena pelanggaran-pelanggaranku telah Engkau ampuni dengan kemurahan-Mu.
Di dalam belas kasihan-Mu Engkau menghapuskan masa laluku yang sia-sia dan menganugerahkan kepadaku kehidupan yang baru dan yang penuh dengan makna. Sehingga dengan demikian dari kehidupan yang tanpa masa depan Engkau membentangkan hari esok yang penuh dengan pengharapan bagi hidupku.
Pada pagi hari ini aku datang ke hadapan takhta anugerah-Mu dengan penuh keberanian dan puji-pujian kepada-Mu. Darah-Mu yang kudus telah membasuh semua noda dosaku sehingga aku dapat berdiri di hadapan-Mu tanpa tuduhan akan masa laluku. Firman-Mu menjamin bahwa semua janji-janji-Mu pasti akan Engkau genapi di dalam hidupku. Itu sebabnya tak henti-hentinya hatiku meninggikan nama-Mu.
Tuhan, tunjukkanlah jalan-Mu bagi hidupku dan peganglah hidupku dengan kasih setia-Mu. Tolonglah diriku agar dapat melewati hari ini dengan kehidupan yang menyenangkan hati-Mu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku.
Amin
Salam Damai Kristus
*SESAAT BERSAMA BUNDA MARIA : NOVENA MOHON KEMURAHAN TUHAN DALAM MENGHADAPI PENYEBARAN VIRUS CORONA*
_Hari ke - 1_ ; " *MOHON KEKUATAN DAN KESEHATAN BAGI PARA TENAGA MEDIS YANG BERANI MELAYANI KORBAN VIRUS CORONA* ."
_Hari ke - 2_ ; " *MOHON KETABAHAN DAN KESEMBUHAN BAGI KORBAN VIRUS CORONA* ."
_Hari ke - 3_ ; *MOHON PENGAMPUNAN DOSA DAN KESELAMATAN JIWA BAGI KORBAN VIRUS CORONA YANG TELAH MENINGGAL DUNIA.*
_Hari ke - 4_ ; *MOHON RAHMAT KEBIJAKSAAN DAN KETULUSAN BAGI PARA PEMIMPIN NEGARA DAN PEMERINTAHAN AGAR MELAKUKAN SEGALA UPAYA YANG TEPAT AGAR DAPAT MENANGGULANGI PENYEBARAN VIRUS INI* .
_Hari ke - 5_ ; *MOHON ROH KETABAHAN DAN KESABARAN BAGI KELUARGA PARA KORBAN AGAR TETAP OPTIMIS DAN MEMBERIKAN SEGALA BENTUK BANTUAN BAGI ANGGOTA KELUARGA YANG MENJADI KORBAN* .
_Hari ke - 6_ ; *MOHON ROH PENGERTIAN DAN KETAATAN BAGI SEMUA ANGGOTA MASYARAKAT UNTUK MEMATUHI DAN MENJALANKAN SEMUA ATURAN DEMI PENCEGAHAN VIRUS CORONA INI* .
_Hari ke - 7_ ; *MOHON ROH KUDUS MENGGERAKKAN HATI MEREKA YANG BERADA/BERUANG SEHINGGA MEMBANTU PEMERINTAH DALAM PENYEDIAAN ALAT DAN OBAT DEMI MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS INI*.
_Hari ke - 8_ ; *MOHON PENERANGAN ROH KUDUS BAGI PARA PENELITI DAN ILMUAN YANG MENCARI VAKSIN DAN OBAT BAGI VIRUS INI. SEMOGA HASIL PENEMUAN MEREKA MEMBANTU MENCEGAH DAN MENYEMBUHKAN SEMUA KORBAN*.
_Hari ke - 9_ ; " *MARILAH KITA MENSYUKURI DAN BERTERIMA KASIH ATAS KESEMPATAN YANG TUHAN BERIKAN SEHINGGA KITA DAPAT BERKUMPUL BERSAMA KELUARGA DAN MENDOAKAN ORANG LAIN SELAMA 9 HARI INI.* "
*Ritus Pembuka*
Lagu : EL SHADDAI
TANDA SALIB : Dalam Nama...
Tobat : SAYA MENGAKU
*NOVENA KEPADA BUNDA PENOLONG ABADI*
Bunda Penolong Abadi, dengan penuh kepercayaan dan harapan kami berlutut di hadapanmu. Belum pernah ada orang yang sia-sia mencari perlindunganmu. Semasa hidupmu sebagai ibu, engkau seringkali memberi pertolongan kepada Yesus Puteramu. Dengan penuh kasih sayang engkau melindungi dan membimbing-Nya selama masa muda-Nya. Selama hidup-Nya di muka umum engkau menghibur-Nya dan memberi dorongan kepada-Nya. Pada saat Dia menderita, engkau mendampingi dan menguatkan-Nya. Demikian juga jadilah bagi kami seorang ibu yang selalu menolong kami.
Bunda Maria, kami ini juga anakmu. Di kayu salib, Putera Ilahimu telah memberikan dikau sebagai bunda kami dan engkau telah menerima kami sebagai anakmu. Kami tahu engkau memberi anak-anakmu -khususnya mereka yang menghormatimu sebagai Bunda Penolong Abadi- rahmat dan berkat yang tak terhitung banyaknya untuk jiwa raga mereka. Dengan penuh syukur kami mengucapkan terima kasih untuk segala perlindungan bagi kami dan bagi mereka semua. Bunda Penolong Abadi, jangan biarkan kami sekarang pergi tanpa penghiburanmu. Kami selalu memerlukan bantuanmu, teristimewa dalam kesulitan yang sekarang ini kami alami (... _*Sebutkan permohonan kita malam ini*_ ...) Bunda Maria pandanglah kami dengan penuh kebaikan dan kasih sayang. Jadilah perantara kepada Putera Ilahimu untuk memperoleh anugerah-anugerah ( _... *sebutkan anugrah-anugrah yang Anda inginkan*_ ...) yang kami mohon dengan sangat dalam doa ini. Kami berjanji akan berterima kasih kepadamu selama hidup kami, sampai kami datang bersyukur kepadamu di surga.
Bunda yang berkuasa, baik bagi kami, Engkau dapat menolong kami, Engkau pasti berkenan menolong kami, Engkau bersedia menolong kami, O Bunda Penolong Abadi yang setia, terimalah doa kami. Amin.
_*Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan* ._
Santa Maria : Doakanlah kami
Santo Mikhael : Doakanlah kami
Santa Corona : Doakanlah kami
*Ritus Penutup*
Lagu : TRIMA KASIH TUHAN
TANDA SALIB : Dalam nama...
(Pastor Inno Ngutra, Pr - Ambon)
_Hari ke - 1_ ; " *MOHON KEKUATAN DAN KESEHATAN BAGI PARA TENAGA MEDIS YANG BERANI MELAYANI KORBAN VIRUS CORONA* ."
_Hari ke - 2_ ; " *MOHON KETABAHAN DAN KESEMBUHAN BAGI KORBAN VIRUS CORONA* ."
_Hari ke - 3_ ; *MOHON PENGAMPUNAN DOSA DAN KESELAMATAN JIWA BAGI KORBAN VIRUS CORONA YANG TELAH MENINGGAL DUNIA.*
_Hari ke - 4_ ; *MOHON RAHMAT KEBIJAKSAAN DAN KETULUSAN BAGI PARA PEMIMPIN NEGARA DAN PEMERINTAHAN AGAR MELAKUKAN SEGALA UPAYA YANG TEPAT AGAR DAPAT MENANGGULANGI PENYEBARAN VIRUS INI* .
_Hari ke - 5_ ; *MOHON ROH KETABAHAN DAN KESABARAN BAGI KELUARGA PARA KORBAN AGAR TETAP OPTIMIS DAN MEMBERIKAN SEGALA BENTUK BANTUAN BAGI ANGGOTA KELUARGA YANG MENJADI KORBAN* .
_Hari ke - 6_ ; *MOHON ROH PENGERTIAN DAN KETAATAN BAGI SEMUA ANGGOTA MASYARAKAT UNTUK MEMATUHI DAN MENJALANKAN SEMUA ATURAN DEMI PENCEGAHAN VIRUS CORONA INI* .
_Hari ke - 7_ ; *MOHON ROH KUDUS MENGGERAKKAN HATI MEREKA YANG BERADA/BERUANG SEHINGGA MEMBANTU PEMERINTAH DALAM PENYEDIAAN ALAT DAN OBAT DEMI MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS INI*.
_Hari ke - 8_ ; *MOHON PENERANGAN ROH KUDUS BAGI PARA PENELITI DAN ILMUAN YANG MENCARI VAKSIN DAN OBAT BAGI VIRUS INI. SEMOGA HASIL PENEMUAN MEREKA MEMBANTU MENCEGAH DAN MENYEMBUHKAN SEMUA KORBAN*.
_Hari ke - 9_ ; " *MARILAH KITA MENSYUKURI DAN BERTERIMA KASIH ATAS KESEMPATAN YANG TUHAN BERIKAN SEHINGGA KITA DAPAT BERKUMPUL BERSAMA KELUARGA DAN MENDOAKAN ORANG LAIN SELAMA 9 HARI INI.* "
*Ritus Pembuka*
Lagu : EL SHADDAI
TANDA SALIB : Dalam Nama...
Tobat : SAYA MENGAKU
*NOVENA KEPADA BUNDA PENOLONG ABADI*
Bunda Penolong Abadi, dengan penuh kepercayaan dan harapan kami berlutut di hadapanmu. Belum pernah ada orang yang sia-sia mencari perlindunganmu. Semasa hidupmu sebagai ibu, engkau seringkali memberi pertolongan kepada Yesus Puteramu. Dengan penuh kasih sayang engkau melindungi dan membimbing-Nya selama masa muda-Nya. Selama hidup-Nya di muka umum engkau menghibur-Nya dan memberi dorongan kepada-Nya. Pada saat Dia menderita, engkau mendampingi dan menguatkan-Nya. Demikian juga jadilah bagi kami seorang ibu yang selalu menolong kami.
Bunda Maria, kami ini juga anakmu. Di kayu salib, Putera Ilahimu telah memberikan dikau sebagai bunda kami dan engkau telah menerima kami sebagai anakmu. Kami tahu engkau memberi anak-anakmu -khususnya mereka yang menghormatimu sebagai Bunda Penolong Abadi- rahmat dan berkat yang tak terhitung banyaknya untuk jiwa raga mereka. Dengan penuh syukur kami mengucapkan terima kasih untuk segala perlindungan bagi kami dan bagi mereka semua. Bunda Penolong Abadi, jangan biarkan kami sekarang pergi tanpa penghiburanmu. Kami selalu memerlukan bantuanmu, teristimewa dalam kesulitan yang sekarang ini kami alami (... _*Sebutkan permohonan kita malam ini*_ ...) Bunda Maria pandanglah kami dengan penuh kebaikan dan kasih sayang. Jadilah perantara kepada Putera Ilahimu untuk memperoleh anugerah-anugerah ( _... *sebutkan anugrah-anugrah yang Anda inginkan*_ ...) yang kami mohon dengan sangat dalam doa ini. Kami berjanji akan berterima kasih kepadamu selama hidup kami, sampai kami datang bersyukur kepadamu di surga.
Bunda yang berkuasa, baik bagi kami, Engkau dapat menolong kami, Engkau pasti berkenan menolong kami, Engkau bersedia menolong kami, O Bunda Penolong Abadi yang setia, terimalah doa kami. Amin.
_*Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan* ._
Santa Maria : Doakanlah kami
Santo Mikhael : Doakanlah kami
Santa Corona : Doakanlah kami
*Ritus Penutup*
Lagu : TRIMA KASIH TUHAN
TANDA SALIB : Dalam nama...
(Pastor Inno Ngutra, Pr - Ambon)
Salam Damai Kristus
Doa Kamis
26 Mar 2020
By : Team Moderator
Allah Bapa kami yang maha baik
Syukur tiada tara kami panjatkan kepadaMu
Terima kasih untuk setiap berkat yang boleh
kami terima hingga saat ini
Kami bersatu hati sekarang ini
Mendoakan negara dan bangsa kami
Tuhan kasihanilah kami
Tuhan turunkan bantuan
Tuhan ulurkan tanganMu
Menjamah setiap kami
Menghapus setiap sakit penyakit
Menggantikan duka menjadi suka
Memberikan anugrahMu kepada bangsa ini
Ya Bapa biarlah kami
Dapat saling bahu membahu
Menolong sesama kami
Menguatkan sekitar kami
Hilangkan segala kekhawatiran
Berikan RohMu kepada hati kami
Sehingga kami dapat semakin memegang teguh iman kami.
Biar apapun yang kami lakukan dapat menyenangkan hatiMu
Ampuni kami apabila membuat hatiMu sedih dan terluka
Sesungguhnya kami hanyalah manusia biasa
yang tiada artinya tanpaMu,
Tuhan Yesus Kristus penolong kami.
Amin.
Salam Damai Kristus
26 Mar 2020
By : Team Moderator
Allah Bapa kami yang maha baik
Syukur tiada tara kami panjatkan kepadaMu
Terima kasih untuk setiap berkat yang boleh
kami terima hingga saat ini
Kami bersatu hati sekarang ini
Mendoakan negara dan bangsa kami
Tuhan kasihanilah kami
Tuhan turunkan bantuan
Tuhan ulurkan tanganMu
Menjamah setiap kami
Menghapus setiap sakit penyakit
Menggantikan duka menjadi suka
Memberikan anugrahMu kepada bangsa ini
Ya Bapa biarlah kami
Dapat saling bahu membahu
Menolong sesama kami
Menguatkan sekitar kami
Hilangkan segala kekhawatiran
Berikan RohMu kepada hati kami
Sehingga kami dapat semakin memegang teguh iman kami.
Biar apapun yang kami lakukan dapat menyenangkan hatiMu
Ampuni kami apabila membuat hatiMu sedih dan terluka
Sesungguhnya kami hanyalah manusia biasa
yang tiada artinya tanpaMu,
Tuhan Yesus Kristus penolong kami.
Amin.
Salam Damai Kristus
🍁☘DOA MALAM☘🍁
Rabu 25 Mart 2020
Allah Bapa,
pemersatu setiap keluarga, terimalah persembahan syukur dan pujian kami sekeluarga.
Engkau menghidupkan kami setiap hari dengan kelimpahan berkat jasmani dan rohani, khususnya sepanjang hari ini. Engkau melengkapi kami dengan cintaMu yang sejati, yang selalu menjadi pemersatu.
Semoga cintaMu itu menguatkan kami untuk selalu saling berbagi dalam suka dan duka hidup keluarga kami. Mampukanlah kami untuk saling meneguhkan dan menguatkan di kala perjuangan keluarga kami mengalami kegagalan. Semoga kami selalu sadar bahwa Engkau senantiasa menyertai kami.
Ampunilah kami atas segala dosa dan kesalahan kepadaMu dan kepada sesama kami.
Kiranya setiap saat dan setiap waktu kami selalu siap membagi diri, saling menolong dan mendukung, saling membesarkan hati dan saling mendoakan agar kasihMu sungguh - sungguh nyata hidup di antara kami sekeluarga. Dengan demikian keluarga kami dapat pula menjadi tanda nyata kehadiran - Mu yang penuh kasih dalam setiap keluarga.
Terpujilah namaMu Bapa, kini dan sepanjang segala masa.
Amin.
Salam Damai Kristus
Rabu 25 Mart 2020
Allah Bapa,
pemersatu setiap keluarga, terimalah persembahan syukur dan pujian kami sekeluarga.
Engkau menghidupkan kami setiap hari dengan kelimpahan berkat jasmani dan rohani, khususnya sepanjang hari ini. Engkau melengkapi kami dengan cintaMu yang sejati, yang selalu menjadi pemersatu.
Semoga cintaMu itu menguatkan kami untuk selalu saling berbagi dalam suka dan duka hidup keluarga kami. Mampukanlah kami untuk saling meneguhkan dan menguatkan di kala perjuangan keluarga kami mengalami kegagalan. Semoga kami selalu sadar bahwa Engkau senantiasa menyertai kami.
Ampunilah kami atas segala dosa dan kesalahan kepadaMu dan kepada sesama kami.
Kiranya setiap saat dan setiap waktu kami selalu siap membagi diri, saling menolong dan mendukung, saling membesarkan hati dan saling mendoakan agar kasihMu sungguh - sungguh nyata hidup di antara kami sekeluarga. Dengan demikian keluarga kami dapat pula menjadi tanda nyata kehadiran - Mu yang penuh kasih dalam setiap keluarga.
Terpujilah namaMu Bapa, kini dan sepanjang segala masa.
Amin.
Salam Damai Kristus
Selasa, 24 Maret 2020
Rabu, 25 Maret 2020
HARI RAYA KABAR SUKACITA
Yes. 7:10-14; 8:10; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,11; Ibr. 10:4-10; Luk. 1:26-38.
Selama 40 hari Masa Prapaskah, kita memiliki 2 Hari Raya. Bukan sekedar Pesta, tetapi Hari Raya, yakni Hari Raya St. Yusuf pada tanggal 19 Maret dan Hari Raya Kabar Sukacita pada tanggal 25 Maret. Kehadiran 2 Hari Raya di tengah masa tobat ini bisa kita maknai bahwa di tengah masa tobat dengan meningkatkan sikap prihatin dan mati raga, kita diajak untuk tetap mengalami sukacita. Bahkan, dalam salah satu Minggu Prapaskah, yakni yang ke-4, kita pun merayakan Minggu Sukacita. Itu berarti, kita diajak untuk tidak hanya merenungkan dan menghayati Jalan Salib, tetapi juga sukacita penuh pengharapan. Secara khusus, hari ini, ketika kita merayakan Kabar Sukacita, kita bersama-sama diajak untuk membangun dan meneguhkan harapan kita akan janji keselamatan yang secara khusus dinyatakan kepada Bunda Maria. Kesediaan Bunda Maria untuk menerima tugas mengandung dan melahirkan Sang Juru Selamat adalah berkah bagi kita semua. Dengan kesediaan dan sikapnya yang dapat diringkat dalam kata-katanya: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1,38), Bunda Maria telah menjadikan kita semua memiliki Tuhan yang "menjadi manusia dan diam di tengah-tengah kita" (Yoh 1,14). Bunda Maria telah berperan dalam mewujudkan apa yang mustahil menjadi mungkin. "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Luk 1,37), tetapi agar yang mustahil itu menjadi kenyataan, dibutuhkan peran manusia untuk ikut serta mewujudkannya. Tidak mustahil bagi Allah untuk menyelamatkan kita, tetapi kalau kitanya menolak dan tidak mau diselamatkan, akapah keselamatan itu tetap terjadi?
Di tengah wabah coronavirus ini, kita memang merasa sedih dan sangat prihatin. Tetapi, kita tidak boleh kehilangan harapan. "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Luk 1,37. Saya yakin, Tuhan berkenan menyelamatkan kita. Dan itu tidak mustahil. Namun, dari pihak kita dibutuhkan sikap taat seperti Bunda Maria: "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1,38). Ada cukup hanyak kata-kata bijak yang kita terima: cuci tangan sesering mungkin dengan sabun, hindari kerumunan, jaga jarak, tinggal di rumah, dll. Semoga, kita punya niat dan usaha yang sungguh-sungguh "Jadilah padaku menurut kata-kata itu".
NB. Tepat jam 12.00 siang (18.00 WIB), Paus mengajak kita semua untuk bersama-sama berdoa Bapa Kami. Kita bersama-sama berseru kepada Bapa agar diberbaskan dari wabah coronavirus ini.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
HARI RAYA KABAR SUKACITA
Yes. 7:10-14; 8:10; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,11; Ibr. 10:4-10; Luk. 1:26-38.
Selama 40 hari Masa Prapaskah, kita memiliki 2 Hari Raya. Bukan sekedar Pesta, tetapi Hari Raya, yakni Hari Raya St. Yusuf pada tanggal 19 Maret dan Hari Raya Kabar Sukacita pada tanggal 25 Maret. Kehadiran 2 Hari Raya di tengah masa tobat ini bisa kita maknai bahwa di tengah masa tobat dengan meningkatkan sikap prihatin dan mati raga, kita diajak untuk tetap mengalami sukacita. Bahkan, dalam salah satu Minggu Prapaskah, yakni yang ke-4, kita pun merayakan Minggu Sukacita. Itu berarti, kita diajak untuk tidak hanya merenungkan dan menghayati Jalan Salib, tetapi juga sukacita penuh pengharapan. Secara khusus, hari ini, ketika kita merayakan Kabar Sukacita, kita bersama-sama diajak untuk membangun dan meneguhkan harapan kita akan janji keselamatan yang secara khusus dinyatakan kepada Bunda Maria. Kesediaan Bunda Maria untuk menerima tugas mengandung dan melahirkan Sang Juru Selamat adalah berkah bagi kita semua. Dengan kesediaan dan sikapnya yang dapat diringkat dalam kata-katanya: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1,38), Bunda Maria telah menjadikan kita semua memiliki Tuhan yang "menjadi manusia dan diam di tengah-tengah kita" (Yoh 1,14). Bunda Maria telah berperan dalam mewujudkan apa yang mustahil menjadi mungkin. "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Luk 1,37), tetapi agar yang mustahil itu menjadi kenyataan, dibutuhkan peran manusia untuk ikut serta mewujudkannya. Tidak mustahil bagi Allah untuk menyelamatkan kita, tetapi kalau kitanya menolak dan tidak mau diselamatkan, akapah keselamatan itu tetap terjadi?
Di tengah wabah coronavirus ini, kita memang merasa sedih dan sangat prihatin. Tetapi, kita tidak boleh kehilangan harapan. "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Luk 1,37. Saya yakin, Tuhan berkenan menyelamatkan kita. Dan itu tidak mustahil. Namun, dari pihak kita dibutuhkan sikap taat seperti Bunda Maria: "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1,38). Ada cukup hanyak kata-kata bijak yang kita terima: cuci tangan sesering mungkin dengan sabun, hindari kerumunan, jaga jarak, tinggal di rumah, dll. Semoga, kita punya niat dan usaha yang sungguh-sungguh "Jadilah padaku menurut kata-kata itu".
NB. Tepat jam 12.00 siang (18.00 WIB), Paus mengajak kita semua untuk bersama-sama berdoa Bapa Kami. Kita bersama-sama berseru kepada Bapa agar diberbaskan dari wabah coronavirus ini.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
☘🍁DOA PAGI🍁☘
Selasa 24 Maret 2020
Tuhan Yesus,
Aku membawa salib di dalam kantongku, yang selalu mengingatkan bahwa aku adalah pengikut Kristus, dimana pun aku berada. Salib kecil ini bukanlah sihir atau jimat. Salib ini tidak bermaksud melindungi aku dari setiap bahaya fisik. Salib kecil ini hanyalah tanda kesepakatan antara aku dan penyelamatku. Dan tanda pengenal kepada seluruh dunia bahwa aku adalah pengikut-Mu.
Ketika aku memasukkan tanganku ke dalam kantongku, untuk mengambil uang atau kunci, salib ada di dalamnya, yang mengingatkan aku tentang harga yang telah Engkau bayar untuk aku.
Ini juga mengingatkan aku untuk bersyukur atas setiap berkat yang aku terima dari hari ke hari. Dan berusaha untuk meneladaniNya dengan lebih baik, dalam semua perkataan dan perbuatanku.
Salib ini juga mengingatkan aku setiap hari untuk membagi damai dan ketenangan kepada semua mereka yang mengenal Tuhan dan menyerahkan diri mereka kepada pemeliharaanNya.
Maka, aku membawa salib di dalam kantongku, yang mengingatkan aku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas hidupku hanya bila aku membiarkan Dia berada dalam hatiku.
Tuhan Yesus, Engkau andalanku, salib suciMu selalu menyadarkan aku betapa Engkau mengasihiku melalui darah dan air dari hatiMu. Engkau terus mengampuni dan memberi hidup.
Amin.
Salam Damai Kristus
Selasa 24 Maret 2020
Tuhan Yesus,
Aku membawa salib di dalam kantongku, yang selalu mengingatkan bahwa aku adalah pengikut Kristus, dimana pun aku berada. Salib kecil ini bukanlah sihir atau jimat. Salib ini tidak bermaksud melindungi aku dari setiap bahaya fisik. Salib kecil ini hanyalah tanda kesepakatan antara aku dan penyelamatku. Dan tanda pengenal kepada seluruh dunia bahwa aku adalah pengikut-Mu.
Ketika aku memasukkan tanganku ke dalam kantongku, untuk mengambil uang atau kunci, salib ada di dalamnya, yang mengingatkan aku tentang harga yang telah Engkau bayar untuk aku.
Ini juga mengingatkan aku untuk bersyukur atas setiap berkat yang aku terima dari hari ke hari. Dan berusaha untuk meneladaniNya dengan lebih baik, dalam semua perkataan dan perbuatanku.
Salib ini juga mengingatkan aku setiap hari untuk membagi damai dan ketenangan kepada semua mereka yang mengenal Tuhan dan menyerahkan diri mereka kepada pemeliharaanNya.
Maka, aku membawa salib di dalam kantongku, yang mengingatkan aku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas hidupku hanya bila aku membiarkan Dia berada dalam hatiku.
Tuhan Yesus, Engkau andalanku, salib suciMu selalu menyadarkan aku betapa Engkau mengasihiku melalui darah dan air dari hatiMu. Engkau terus mengampuni dan memberi hidup.
Amin.
Salam Damai Kristus
Senin, 23 Maret 2020
☘🍁DOA PAGI🍁☘
Selasa 24 Maret 2020
Tuhan Yesus,
Aku membawa salib di dalam kantongku, yang selalu mengingatkan bahwa aku adalah pengikut Kristus, dimana pun aku berada. Salib kecil ini bukanlah sihir atau jimat. Salib ini tidak bermaksud melindungi aku dari setiap bahaya fisik. Salib kecil ini hanyalah tanda kesepakatan antara aku dan penyelamatku. Dan tanda pengenal kepada seluruh dunia bahwa aku adalah pengikut-Mu.
Ketika aku memasukkan tanganku ke dalam kantongku, untuk mengambil uang atau kunci, salib ada di dalamnya, yang mengingatkan aku tentang harga yang telah Engkau bayar untuk aku.
Ini juga mengingatkan aku untuk bersyukur atas setiap berkat yang aku terima dari hari ke hari. Dan berusaha untuk meneladaniNya dengan lebih baik, dalam semua perkataan dan perbuatanku.
Salib ini juga mengingatkan aku setiap hari untuk membagi damai dan ketenangan kepada semua mereka yang mengenal Tuhan dan menyerahkan diri mereka kepada pemeliharaanNya.
Maka, aku membawa salib di dalam kantongku, yang mengingatkan aku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas hidupku hanya bila aku membiarkan Dia berada dalam hatiku.
Tuhan Yesus, Engkau andalanku, salib suciMu selalu menyadarkan aku betapa Engkau mengasihiku melalui darah dan air dari hatiMu. Engkau terus mengampuni dan memberi hidup.
Amin.
Salam Damai Kristus
Selasa 24 Maret 2020
Tuhan Yesus,
Aku membawa salib di dalam kantongku, yang selalu mengingatkan bahwa aku adalah pengikut Kristus, dimana pun aku berada. Salib kecil ini bukanlah sihir atau jimat. Salib ini tidak bermaksud melindungi aku dari setiap bahaya fisik. Salib kecil ini hanyalah tanda kesepakatan antara aku dan penyelamatku. Dan tanda pengenal kepada seluruh dunia bahwa aku adalah pengikut-Mu.
Ketika aku memasukkan tanganku ke dalam kantongku, untuk mengambil uang atau kunci, salib ada di dalamnya, yang mengingatkan aku tentang harga yang telah Engkau bayar untuk aku.
Ini juga mengingatkan aku untuk bersyukur atas setiap berkat yang aku terima dari hari ke hari. Dan berusaha untuk meneladaniNya dengan lebih baik, dalam semua perkataan dan perbuatanku.
Salib ini juga mengingatkan aku setiap hari untuk membagi damai dan ketenangan kepada semua mereka yang mengenal Tuhan dan menyerahkan diri mereka kepada pemeliharaanNya.
Maka, aku membawa salib di dalam kantongku, yang mengingatkan aku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas hidupku hanya bila aku membiarkan Dia berada dalam hatiku.
Tuhan Yesus, Engkau andalanku, salib suciMu selalu menyadarkan aku betapa Engkau mengasihiku melalui darah dan air dari hatiMu. Engkau terus mengampuni dan memberi hidup.
Amin.
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 24 Maret 2020
Bacaan: 1 Tesalonika 5:18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."
Renungan:
Orang Yahudi memunyai kebiasaan untuk selalu mengucap syukur atas apa yang mereka nikmati. Misalnya ketika hendak minum anggur atau ketika melihat matahari terbit, ketika anak mereka baru pertama kali berjalan, dan untuk apa saja yang hendak mereka lakukan, umumnya ada ucapan syukur yang mereka panjatkan kepada Tuhan. Ucapan syukur untuk buah pohon yang akan mereka makan berbunyi demikian, "Terpujilah Engkau, sumber segala kehidupan, Pencipta buah dari pohon." Ini merupakan kebiasaan baik yang patut kita teladani. Di dalam ucapan syukur terkandung rasa terima kasih dan penghargaan kepada Sang Pencipta yang telah menciptakan langit, bumi dan segala isinya.
Rasul Paulus berpesan kepada jemaat di Tesalonika agar mereka mengucap syukur dalam segala hal. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tes 5:18).
Mari jadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita. Jika kita jeli melihat, maka kita akan selalu menemukan alasan untuk bersyukur kepada Tuhan daripada mengeluh sepanjang hari. Kesehatan, tempat tinggal, pakaian, makanan, pekerjaan, teman hidup, anak-anak, orang tua, dll., semuanya patut disyukuri. Jika kita tidak belajar mengucap syukur untuk hal-hal yang baik, bagaimana mungkin kita bisa bersyukur ketika Tuhan mengizinkan kejadian buruk terjadi dalam hidup kita? Mulailah bersyukur sejak kita bangun di pagi hari, maka hari-hari yang kita lalui akan terasa indah. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih untuk semua yang telah Engkau berikan kepadaku. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidupku ini, aku percaya ada berkat di balik ucapan syukurku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Selasa, 24 Maret 2020
Bacaan: 1 Tesalonika 5:18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."
Renungan:
Orang Yahudi memunyai kebiasaan untuk selalu mengucap syukur atas apa yang mereka nikmati. Misalnya ketika hendak minum anggur atau ketika melihat matahari terbit, ketika anak mereka baru pertama kali berjalan, dan untuk apa saja yang hendak mereka lakukan, umumnya ada ucapan syukur yang mereka panjatkan kepada Tuhan. Ucapan syukur untuk buah pohon yang akan mereka makan berbunyi demikian, "Terpujilah Engkau, sumber segala kehidupan, Pencipta buah dari pohon." Ini merupakan kebiasaan baik yang patut kita teladani. Di dalam ucapan syukur terkandung rasa terima kasih dan penghargaan kepada Sang Pencipta yang telah menciptakan langit, bumi dan segala isinya.
Rasul Paulus berpesan kepada jemaat di Tesalonika agar mereka mengucap syukur dalam segala hal. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tes 5:18).
Mari jadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita. Jika kita jeli melihat, maka kita akan selalu menemukan alasan untuk bersyukur kepada Tuhan daripada mengeluh sepanjang hari. Kesehatan, tempat tinggal, pakaian, makanan, pekerjaan, teman hidup, anak-anak, orang tua, dll., semuanya patut disyukuri. Jika kita tidak belajar mengucap syukur untuk hal-hal yang baik, bagaimana mungkin kita bisa bersyukur ketika Tuhan mengizinkan kejadian buruk terjadi dalam hidup kita? Mulailah bersyukur sejak kita bangun di pagi hari, maka hari-hari yang kita lalui akan terasa indah. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih untuk semua yang telah Engkau berikan kepadaku. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidupku ini, aku percaya ada berkat di balik ucapan syukurku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
🍁☘DOA MALAM☘🍁
Senin 23 Mart 2020
Ya Allah perdamaian,
melalui putraMu Yesus Kristus Engkau telah memberikan umat manusia kepercayaan akan penebusan.
Limpahkanlah rahmat dan berkat surgawiMu ke atas sekalian orang yang datang menghadap Dikau dan mau berkumpul satu sama lain dalam persatuan roh kudusMu dan dalam ikatan damai.
Berilah agar kami pun dengan tekun berusaha bagi kemuliaanMu serta kemajuan kerajaanMu, persatukanlah kami sekalian dengan Dikau, seperti Engkau, ya Bapa, bersatu dengan Putra dan Roh kudus Allah yang tunggal sepanjang masa.
Amin.
Salam Damai Kristus
Senin 23 Mart 2020
Ya Allah perdamaian,
melalui putraMu Yesus Kristus Engkau telah memberikan umat manusia kepercayaan akan penebusan.
Limpahkanlah rahmat dan berkat surgawiMu ke atas sekalian orang yang datang menghadap Dikau dan mau berkumpul satu sama lain dalam persatuan roh kudusMu dan dalam ikatan damai.
Berilah agar kami pun dengan tekun berusaha bagi kemuliaanMu serta kemajuan kerajaanMu, persatukanlah kami sekalian dengan Dikau, seperti Engkau, ya Bapa, bersatu dengan Putra dan Roh kudus Allah yang tunggal sepanjang masa.
Amin.
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
JANGAN BERBUAT DOSA LAGI
24 Maret 2020
“Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk” (Yoh 5:14)
Lectio
Yeh 47:1-9,12; Mzm 46:2-3,5-6,8-9; Yoh 5:1-16
Seorang Bapak yang hidup dari berjudi dan memberi pinjaman dengan bunga tinggi berkumpul bersama keluarganya di meja makan. Lalu isterinya berkata :
“Setelah hampir seminggu ini kita berdiam di rumah, sebenarnya selama ini Bapak bekerja sudah melebihi takarannya. Dengan makan sederhana seperti sekarang, kita sudah bisa memberi makan 3 orang karyawanmu.”
Bapak itu menarik nafas dan berkata :
“Iya.. kita kurang bersyukur atas apa yang kita miliki, dan malah MENINDAS untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Saya ingin BERHENTI tidak mau melakukannya lagi. Saya ingin BERTOBAT! Tolong ingatkan saya Mah. Setelah wabah penyakit ini selesai, ingatkan saya untuk tidak menjadi PENGANIAYA orang lemah ya.”
Lalu Ibu dan kedua anaknya memeluknya sambil bersyukur kepada Tuhan.
BERTOBATLAH ketika Tuhan memberi waktu dan kesempatan pada kita dan jangan berbuat dosa lagi.
Oratio
Ya Allah, kasihanilah aku orang yang berdosa ini. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan penuh pertobatan dan meninggalkan hidup kita yang jahat dan hidup dalam terang dan kasih Tuhan.
Have a Blessed Tuesday.
JANGAN BERBUAT DOSA LAGI
24 Maret 2020
“Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk” (Yoh 5:14)
Lectio
Yeh 47:1-9,12; Mzm 46:2-3,5-6,8-9; Yoh 5:1-16
Seorang Bapak yang hidup dari berjudi dan memberi pinjaman dengan bunga tinggi berkumpul bersama keluarganya di meja makan. Lalu isterinya berkata :
“Setelah hampir seminggu ini kita berdiam di rumah, sebenarnya selama ini Bapak bekerja sudah melebihi takarannya. Dengan makan sederhana seperti sekarang, kita sudah bisa memberi makan 3 orang karyawanmu.”
Bapak itu menarik nafas dan berkata :
“Iya.. kita kurang bersyukur atas apa yang kita miliki, dan malah MENINDAS untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Saya ingin BERHENTI tidak mau melakukannya lagi. Saya ingin BERTOBAT! Tolong ingatkan saya Mah. Setelah wabah penyakit ini selesai, ingatkan saya untuk tidak menjadi PENGANIAYA orang lemah ya.”
Lalu Ibu dan kedua anaknya memeluknya sambil bersyukur kepada Tuhan.
BERTOBATLAH ketika Tuhan memberi waktu dan kesempatan pada kita dan jangan berbuat dosa lagi.
Oratio
Ya Allah, kasihanilah aku orang yang berdosa ini. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan penuh pertobatan dan meninggalkan hidup kita yang jahat dan hidup dalam terang dan kasih Tuhan.
Have a Blessed Tuesday.
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Selasa,_ *24 Maret 2020*
Yeh 47:1-9,12
Mzm 46:2-3,5-6,8-9
Yoh 5:1-16
*TUHAN SANG PENYEMBUH*
_Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: Maukah engkau sembuh? -- Yoh 5:5-6_
Mengalami sakit bertahun-tahun seringkali membuat orang kehilangan harapan. Ketika ada yang menawarkan solusi kesembuhan, sekalipun dengan cara yang tidak masuk akal, pasti akan tetap dijalankannya.
Saya teringat seorang saudara yang terkena kanker payudara. Ia berjuang untuk sembuh dari sakitnya. Berobat ke sana ke mari dan menghabiskan biaya yang sangat besar. Sampai akhirnya, semua hartanya habis untuk membiayai pengobatannya, namun penyakitnya tidak sembuh juga. Pilihan terakhir, ia memilih pengobatan alternatif. Saya yang mendengar metode pengobatannya itu merasa tidak masuk akal, namun karena sudah putus asa, saudara saya ini mengikuti semua yang diperintahkan kepada-nya.
Dalam bacaan Injil hari ini, diceritakan tentang seorang yang sudah 36 tahun lamanya mengalami sakit. Ia hanya berbaring dan berharap untuk bisa sembuh, meskipun sepertinya harapan itu sangatlah kecil. Ketika Yesus mengatakan kepadanya untuk bangun, mengangkat tilamnya, dan berjalan, orang itu langsung melakukanya. Dan seketika itu juga ia sembuh. Si sakit ini tidak peduli apakah hari ini hari Sabat atau bukan. Apa yang dikatakan Tuhan Yesus langsung dilakukan, yang penting ia bisa sembuh.
Jika saat ini kita sedang mengalami sakit, datanglah kepada Tuhan dan minta kesembuhan dari-Nya, karena Ia adalah Sang Penyembuh. (Dn)
_Tuhan Yesus, sembuhkanlah saya. Amin_
Salam Damai Kristus
_Selasa,_ *24 Maret 2020*
Yeh 47:1-9,12
Mzm 46:2-3,5-6,8-9
Yoh 5:1-16
*TUHAN SANG PENYEMBUH*
_Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: Maukah engkau sembuh? -- Yoh 5:5-6_
Mengalami sakit bertahun-tahun seringkali membuat orang kehilangan harapan. Ketika ada yang menawarkan solusi kesembuhan, sekalipun dengan cara yang tidak masuk akal, pasti akan tetap dijalankannya.
Saya teringat seorang saudara yang terkena kanker payudara. Ia berjuang untuk sembuh dari sakitnya. Berobat ke sana ke mari dan menghabiskan biaya yang sangat besar. Sampai akhirnya, semua hartanya habis untuk membiayai pengobatannya, namun penyakitnya tidak sembuh juga. Pilihan terakhir, ia memilih pengobatan alternatif. Saya yang mendengar metode pengobatannya itu merasa tidak masuk akal, namun karena sudah putus asa, saudara saya ini mengikuti semua yang diperintahkan kepada-nya.
Dalam bacaan Injil hari ini, diceritakan tentang seorang yang sudah 36 tahun lamanya mengalami sakit. Ia hanya berbaring dan berharap untuk bisa sembuh, meskipun sepertinya harapan itu sangatlah kecil. Ketika Yesus mengatakan kepadanya untuk bangun, mengangkat tilamnya, dan berjalan, orang itu langsung melakukanya. Dan seketika itu juga ia sembuh. Si sakit ini tidak peduli apakah hari ini hari Sabat atau bukan. Apa yang dikatakan Tuhan Yesus langsung dilakukan, yang penting ia bisa sembuh.
Jika saat ini kita sedang mengalami sakit, datanglah kepada Tuhan dan minta kesembuhan dari-Nya, karena Ia adalah Sang Penyembuh. (Dn)
_Tuhan Yesus, sembuhkanlah saya. Amin_
Salam Damai Kristus
Langganan:
Postingan (Atom)







































