Rabu, 31 Oktober 2018

Percikan Nas
Kamis, 01 November 2018
HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Why. 7:2-4,9-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; 1Yoh. 3:1-3; Mat. 5:1-12a. BcO Why. 4:1-11 atau Why. 5:1-14.

Nas Injil:
1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. 5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. 6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. 7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. 8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. 9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. 10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Percikan Nas
Hari ini kita merayakan hari raya semua orang kudus. Hari ini kesempatan bagi kita untuk bersyukur atas pribadi-pribadi kudus yang menjadi pelindung kita. Maka baik kalau hari ini kita pun membaca riwayat santo-santa pelindung kita masing-masing. Setelah membaca kita temukan inspirasi bagi hidup kita.
Dalam pembacaan saya salah satu sikap hidup para kudus yang membuat mereka diangkat menjadi orang kudus adalah karena ketekunannya. Mereka adalah teladan tekun dalam setiap bidang yang dijalani. St Teresa dari Kalkuta misalnya. Ia tekun melayani orang kecil. Ketekunannya membuahkan percikan-percikan iman yang menyinari jalan hidup manusia.
Rasanya ketekunan memang menjadi kunci pokok dalam keberhasilan hidup manusia. Mereka yang tekun dalam dunianya akan mampu meraih sesuatu yang melebihi perkiraan banyak orang. Orang cerdas yang tidak tekun sering gagal. Orang tidak cerdas tapi tekun akan berhasil. Mari kita sungguh membangun ketekunan dalam diri kita masing-masing.

Doa:
Tuhan terima kasih atas para kudus-Mu yang Kauanugerahkan kepada kami. Keberadaan mereka menjadi teladan ketekunan hidup. Semoga kami pun tekun dalam hidup kami. Amin.

Tekun

Para Kudus di surga doakanlah kami.
(goeng).

Salam Damai Kristus
INSPIRASI PAGI LBI
Kontras
Kamis, 1 November 2018 – Hari Raya Semua Orang Kudus

Matius 5:1-12a

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga.”

***

Saudara-saudari yang terkasih, bersama dengan Gereja universal, hari ini kita merayakan pesta para orang Kudus. Dua minggu yang lalu (Minggu, 14/10/2018), kita bersyukur atas kanonisasi tujuh orang kudus baru. Mereka yang dikanonisasi oleh Paus Fransiskus adalah Santo Paulus VI (Giovanni Battista Montini, paus), Santo Oscar Romero (martir), Santo Francesco Spinelli (imam diosesan pendiri Institut Suster Pengabdi Sakramen Mahakudus), Santo Vincenzo Romano (imam diosesan), Santa Maria Katharina Kasper (perawan, pendiri Institut Pelayan Yesus Kristus yang Miskin), Santa Nazaria Ignacia de Santa Teresa de Jesus (suster, pendiri kongregasi Bala Tentara Salib Misioner Gereja), dan Santo Nunzio Sulprizio (seorang awam muda, berkebangsaan Italia).

Menarik! Ketujuh santo-santa yang baru tersebut adalah orang-orang dengan berbagai macam latar belakang panggilan yang berbeda-beda. Ada yang seorang paus, uskup, imam, suster, dan bahkan seorang awam yang sangat muda. Dengan caranya masing-masing, semasa hidup, mereka menghayati dan menghidupi panggilan sebagai murid-murid Kristus yang sejati.

Sabda Tuhan hari ini juga mengajak kita untuk menjalankan cara hidup sebagai murid Kristus yang sejati. Kita mendengarkan sabda-sabda bahagia yang mengajak para murid Yesus untuk mampu melihat makna dan sekaligus harapan di balik setiap tantangan serta kesulitan hidup. Ada makna dan harapan di balik kemiskinan, kesedihan, penganiayaan, kehausan, dan kelaparan! Kesulitan dan tantangan sering kali membuat kita lari dari kenyataan, dan parahnya, malah menyalahkan Tuhan. Sabda bahagia mengajak kita untuk selalu bersyukur karena di balik itu tersimpan sesuatu yang sangat berharga.

Cara hidup yang kontras dengan cara pandang dunia dihidupi dan diajarkan oleh para santo dan santa kepada kita. Adalah mungkin bagi kita untuk berbahagia di tengah kemiskinan, di tengah kehausan dan kelaparan, di tengah kesedihan dan penganiayaan. Ini karena kita mampu menjumpai Allah di balik semua kesulitan dan tantangan manusiawi tersebut. Dengan seluruh kelemahan manusiawinya, para santo dan santa menghidupi panggilan suci untuk mewartakan Kerajaan Allah selama hidup mereka.

Saudara-saudari yang terkasih, kita bersyukur karena bertambahnya deretan orang kudus yang menjadi teladan dan pendoa bagi kita yang masih berjuang dalam kehidupan ini. Semoga kita mampu meneladani mereka untuk berani mempunyai cara hidup yang kontras dengan cara hidup yang ditawarkan oleh dunia. Tetaplah menemukan makna dan tetaplah berpengharapan di tengah tantangan dan kesulitan kehidupan ini. Para santo dan santa, doakanlah kami.

Paulus Erwin Sasmito Pr (Sedang menyelesaikan tugas S3 program Psikologi Klinis di Ateneo de Manila University, Manila, Filipina)

Salam Damai Kristus
BE THANKFUL

"Jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah maka sukses itu akan datang" Merry

Bersyukur adalah kata indah namun sulit diucapkan. Jika Anda ingin sukses, jika Anda ingin berhasil satu kuncinya bisa bersyukur. Bersyukur kapan pun, dimanapun, dan di saat apapun.

Bersyukur itu mudah saat penuh berkah, namun sulit saat sedih, hidup terasa hampa dan sia-sia. Sulit pula saat tangis menimpa. Yakinlah semua pengalaman itu pasti ada maksud dan maknanya. Tak mungkin Tuhan memberi sesuatu dalam hidup kita tanpa Tuhan punya rencana.

Mungkin saat mengalaminya terasa perih, letih, putus asa dan sia-sia. Buat apa sih aku hidup, apa sih arti semuanya. Baru kemudian hari kita akan mengangguk bahagia pada waktunya.

Mungkin Anda saat ini merasa hidup begitu berat. Cobaan demi cobaan datang silih berganti. Masalah datang bertubi-tubi. Mau bahagia, sukses, lulus, dan berhasil saja kok rasanya susah. Begitu banyak pengorbanan, biaya, air mata, keringat, dan tenaga telah diberikan, tapi kok tetap saja. Boro-boro sukses untuk hidup saja sulit. Bersyukurlah!

Rejeki datang tak selalu dibungkus kain sutra. Rejeki kadang datang terbungkus oleh koran bekas. Awalnya terlihat susah dan seperti musibah ternyata membawa berkah. Hanya saja bungkusnya tak seindah yang kita bayangkan.

Hidup adalah perjuangan yang harus kita menangkan. Tantangan harus kita hadapi. Anugerah Tuhan sekecil apapun harus kita syukuri. Karena bersyukur akan membuka pintu rejeki lebih lebar bagi hidup kita.

Ingat pesan Paulus "bersyukurlah senantiasa di dalam Tuhan, karena itulah yang dikehendaki Kristus Yesus". Sekali lagi katakan dalam hati " Gaudette in Domino semper". Deo gratias. Rio. scj.

Salam Damai Kristus
Doa yang indah...
Saudara-saudara...
✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ
❤ _*SUDAHKAH SIAP DIJEMPUT?*
Berjaga jagalah, sebab kamu tidak tau akan hari maupun saatnya( Mat 25:13)
✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ *Kita baru saja mendengar & menyaksikan, pesawat Lion Air yg jatuh...* ❤ _*Tidakkah kita lihat... ada sekitar 180 orang antri chek in menjadi penumpang... satu persatu mereka mendekati takdir mereka...*_
_*Tidak ada yang tertukar apa lagi yang salah....*_ ๐Ÿ’› *Sampai pesawat diberangkatkan...**Dan terjatuh,
tidak ada kehidupan yg tersisa...* ๐Ÿ’œ _*Sungguh tidak ada yang salah dan tertukar....*_ ๐Ÿงก *Sesungguhnya semuanya sudah tertulis..*
*Dan kita tidak tahu, kapan kita sampai pada akhir hayat kita...* ๐Ÿ’™ _*Yang kita bisa lakukan hanya memaksimalkan detik-detik yang kita jalani, hendaklah bernilai kebaikan & & menjadi berkat.*_amin. Gbus ๐Ÿ“–_*APABILA KAMU MENDENGAR SUARA ALLAH JANGAN KERASKAN HATIMU.*_( Ibrani 3:7-8) *Bersiaplah kalau tiba2 / se- waktu2 Tuhan menjemput kita pulang ke Sorga
๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ“– *IBRANI 3 : 7 - 8*
_*APABILA KAMU MENDENGAR SUARA ALLAH. JANGAN
KERASKAN HATIMU.*_ ๐Ÿ’š *SEMUA YG TERJADI MERUPAKAN FIRMAN BAGI KITA YG MASIH HIDUP..* amin. Salam Damai Kristus.
๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈๐Ÿ›ฌ✈
#renungan

*KEBAHAGIAAN*

Kamis 01 Nop 2018

_`Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga` (Mat 5:3)_


Hari ini kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus.

Semua orang kudus kini telah menikmati kebahagiaan kekal karena semasa di dunia mereka menjalani hidup yang benar di hadapan Allah.

Hidup yang benar di hadapan Allah tidaklah mudah, namun ketika kita setia menjalaninya maka setiap kesukaran akan menjadi kebahagiaan, seperti sabda Yesus hari ini.

Kebahagiaan sejati adalah pemberian Allah kepada mereka yang memiliki sikap hidup yang benar, yaitu mereka yang tidak mengikatkan diri pada harta duniawi (ay. 3),
karena mereka justru akan memiliki harta surgawi.

Orang yang berduka cita karena di dunia ini tidak memiliki apa-apa justru akan berbahagia oleh penghiburan surgawi (ay. 4).

Orang yang lemah lembut akan mewarisi bumi (ay. 5).

Orang yang lapar dan haus akan kebenaran serta mencari harta surgawi pasti dipuaskan (ay. 6).

Orang yang murah hati memberi justru akan menikmati kelimpahan (ay. 7).

Orang yang suci hatinya, yang memfokuskan hidupnya pada Allah (bukan dunia), akan melihat dan menikmati Allah (ay. 8).

Mereka yang membawa damai dan menebarkan kasih Allah, akan disebut anak-anak Allah (ay. 9).

Akhirnya, mereka yang menderita karena nama Allah, akan dilimpahi sukacita kekal (ay. 10-12).

*_Fr. Charlez Mary, CSE_*

Kamis 01 Nop 2018
Hari Raya Semua Orang Kudus
Why 7:2-4.9-14; Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
Hidup Suci Sebagai Anak Allah

November 1, 2018Webmaster

Renungan Kamis 1 November 2018, Hari Raya Semua Orang Kudus

Bacaan: Why. 7:2-4,9-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; 1Yoh. 3:1-3; Mat. 5:1-12a.

HIDUP SUCI SEBAGAI ANAK ALLAH

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Mat. 5:9)

Puji Tuhan, kita harus bersyukur memperoleh anugerah dari Tuhan Yesus Kristus, karena berkat kasih karunia Bapa di surga, sehingga kita bisa disebut sebagai anak-anak Allah. Dunia tidak mengenal kita, sama seperti dunia tidak mengenal Yesus. Tetapi sekarang, ketika kita mengimani Yesus Kristus, kita menjadi tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia.

Di dunia sekarang ini, betapa pun kesulitan dan penderitaan hidup yang kita alami, kita harus tetap bertahan seperti yang Yesus ajarkan. Yesuslah Sang Firman, dan kita harus pegang terus firman-Nya.

Pegang kata-kata Yesus mengenai “berbahagia”. Kita sudah mendapat anugerah hidup, maka firman mengatakan jangan takut, jangan khawatir, apakah dengan kekhawatiran, kita bisa menambah sehasta hidup kita?

Meskipun kita diejek, dihina, dikejar-kejar, dianiaya, difitnah karena iman kita pada Kristus, kita tetap menjaga diri berbahagia. Yang kita selalu upayakan adalah kita berusaha hidup suci dalam Tuhan.

Setiap hari kita perlu berdoa kepada Bunda Maria, Ratu para Orang Kudus, agar Bunda Maria bersama para Orang Kudus mendoakan kita yang masih berjuang hidup di dunia yang banyak suka-dukanya, berani setia, taat, tabah dalam hidup ini. Dan kita juga berdoa kepada Tuhan Yesus, agar diberi kekuatan, hikmat kebijaksanaan untuk menghadapi hidup di dunia ini, sambil menantikan kebangkitan badan kelak.

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu. (Mat. 5:12)

Doa: Ya Tuhan Yesus, turunkanlah rahmat kasih-Mu, agar usaha, kerja dan pelayanan kami berkenan kepada-Mu, sehingga bila Kristus menyatakan diri-Nya dalam kemuliaan-Nya, kami bisa menjadi serupa dengan Dia terjalin dalam kesatuan Roh yang sempurna. Terpujilah Kristus Yesus Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, sekarang dan selama-lamanya. Amin. (VDP)

Salam Damai Kristus
Kamis, 1 Nop 2018

*HR SEMUA ORANG KUDUS: MENJADI KUDUS DAN MULIA BERSAMA ALLAH*

*BACAAN*
Why 7:2-4.9-14 – “Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya”

1Yoh 3:1-3 – “Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”

Mat 5:1-12a – “Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga”

*RENUNGAN*
1. *Siapa para kudus?* Mereka adalah persekutuan orang beriman (“Persekutuan para Kudus) yang telah mempercayakan dirinya kepada Tuhan Yesus dan disucikan oleh Darah Anak Domba. Selama hidup, mereka telah memelihara iman dengan baik sampai akhir pertandingan di dunia ini, sehingga mereka memperoleh ganjaran besar di surga.

2.Yang disebut bahagia menurut pandangan dunia adalah mereka yang kaya, berkuasa, dan  yang memuaskan diri dengan kepuasan duniawi. *Menurut Yesus, yang disebut bahagia adalah mereka yang miskin di hadapan Allah, yang berdukacita, lemah lembut, yang lapar dan haus akan kebenaran, yang murah hati, yang suci hatinya, pembawa damai, yang dianiaya demi kebenaran, mereka yang dicela dan dicaci maki atas nama Kristus.*

3.Mereka disebut bahagia karena mereka ini *memberikan contoh sikap percaya dan mengandalkan Allah dalam situasi dan segala keperluan mereka.* Yesus sendiri merupakan contoh Sabda Bahagia. Ia orang yang miskin (Mat 8:20), lemah lembut dan rendah hati (Mat 11:29), welas asih (Mat 12:16-21). Para kudus ini telah meneladani hidup Tuhan dengan sempurna, maka sudah selayaknya mulia bersama Allah dalam Kerajaan-Nya.

4. *Mampukah kita menjadi kudus seperti dikehendaki Tuhan?* (MS,berkat.id)

Salam Damai Kristus
Kamis, 1 Nov 2018
HR Semua Orang Kudus
Why. 7:2-4,9-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; 1Yoh. 3:1-3; Mat. 5:1-12a.

Berbahagialah ....
 
Hari ini kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Injil mengajak kita untuk merenungkan sabda bahagia yang kita kenal dengan Delapan Sabda Bahagia. Kalau kita cermati, kebahagiaan yang dimaksud oleh Yesus bukan pertama-tama kebahagiaan jasmani tetapi rohani, bukan kebahagiaan duniawi tetapi kebahagiaan sorgawi. Hal ini amat jelas dari sabda bahagia pertama dan kedelapan atau terakhir. Sabda bahagia pertama menegaskan,  "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya *Kerajaan Sorga*"; sementara yang terakhir: "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya *Kerajaan Sorga*". Selain itu, ayat terakhir juga memberikan penegasan yang sama: "Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di *sorga*". Kebahagiaan surgawi, yang sudah dialami oleh para kudus dan juga kita harapkan untuk kita alami kelak, pertama-tama merupakan anugerah Tuhan. Dua sabda bahagia pertama yang dianugerahkan kepada yang miskin dan berdukacita menegaskan anugerah cuma-cuma dari Tuhan ini. Miskin dan dukacita adalah sebuah kondisi ketidakberdayaan yang menggerakkan belas kasih Allah. Meskipun manusia pasif karena tidak berdaya, namun Allah bertindak dan bekerja. Sementara itu, enam sabda bahagia yang lain, pelan-pelan mengajak manusia untuk aktif, berusaha dan berbuat sesuatu. Pertama-tama berusaha untuk menjadi lemah lembut, kemudian mencari, memelihara, dan mempertahankan kebenaran. Lalu semakin aktif berbuat sesuatu, yakni dengan bermurah hati, menyucikan hati terus-menerus, dan memperjuangkan kedamaian. Akhirnya, berani berkorban dan  menanggung resiko atas usaha-usaha yang dilakukan untuk membela kebenaran, bermurah hati, memperjuangkan kedamaian. dll. Kedelapan sabda bahagia ini mengajak kita untuk mengarahkan diri pada kebahagiaan sejati dengan cara bertindak seperti Allah sendiri. Setelah mengalami Allah yang penuh belas kasih dan murah hati kepada kita yang miskin, kita diundang untuk menjadi lemah lembut, mencintai kebenaran, semakin murah hati, memiliki hati yang suci, cinta damai, dan berani berkorban demi orang lain, demi kebenaran, demi kebaikan bersama.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

SUCI HATINYA
1 Nopember 2018

“Berbahagialah orang yang SUCI hatinya, karena mereka akan melihat Allah” (Mat 5:8)

Lectio
Why 7:2-4,9-14; Mzm 24:1-2,3-4ab, 5-6; 1 Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a

Seorang anak muda berkata kepada Ibunya :
”Mama, aku mau beli costum drakula untuk hari Halloween!”
Ibunya yang sedang memegang Rosario kaget dan berkata :
”Mengapa kamu mau jadi drakula?”
Jawab anak itu :
”Asik dan keren mah.”
Lalu sang Ibu mengajak anaknya duduk dan berkata :
”Kamu tahu tanggal 1 Nop diperingati sebagai hari apa?”
Jawab anak itu :
”Hari Orang Kudus.”
“Betul sekali nak! Jadi apakah kamu tahu apa yang Papa mama ajarkan tentang orang kudus?”
Jawab Anak itu lagi :
”Saya harus hidup suci supaya bisa melihat Allah baik sekarang di dunia dan nanti ketika bertemu di surga.”
“Jadi kalau kamu beli kostume drakula apakah bermanfaat?” tanya Ibunya.
Lalu anaknya menunduk terdiam dan berkata :
”Tidak Mah, karena kita seharusnya menjauh dari si jahat dan hidup mengikuti jalan Tuhan.”

Hidup kita adalah suatu proses menuju KEKUDUSAN supaya bisa melihat Allah.

Oratio
Ya Allah, jadikanlah kami orang Kudus-Mu. Amin

Missio
Marilah kita hidup dengan meneladani para Santo dan Santa.
Have a Blessed All Saints Day.
Doa Hari Kamis

01 Nov' 2018

By : Team Moderator DSM

Tuhan,
aku ingin berbeda dari diriku yang sekarang ini.
Jika aku menyukai seseorang, aku menyakitinya;
Jika aku ingin bicara, aku diam.
Apa yang aku rasakan, sulit bagi ku untuk
memberitahukannya kepada orang lain.

Aku ingin menjadi kuat dan yakin -
terbuka dan bahagia.
Tetapi aku sering merasa takut dan
kemudian menjadi canggung dan kaku!

Tuhan,
Engkau mengatakan,
semua orang memiliki sisi yang kuat!
Mungkinkah aku bisa mencintai
diriku sendiri seperti apa adanya?
Mungkinkah orang lain juga bisa
mencintaiku seperti itu?
Maka aku akan menjadi lebih kuat,
lebih bebas dan lebih terbuka!

Cerahkanlah diriku ya Tuhan.

Dalam nama Yesus Kristus,
aku berdoa.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin.

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Kamis, 01 November 2018

Hari Raya Semua Orang Kudus

Why 7:2-4,9-14
Mzm 24:1-6
1Yoh 3:1-3
Mat 5:1-12a

JALAN MENUJU KESUCIAN

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.1Yoh 3:3

Saya sangat menyadari kalau diri saya memiliki banyak kelemahan. Namun ketika saya setia datang kepada Tuhan mempersembahkan seluruh diri saya, ada pesan Tuhan yang saya terima bahwa manusia tidak mungkin bisa terlepas dari kelemahan-kelemahan sepanjang hidupnya. Tapi meski demikian, Tuhan akan selalu hadir dalam kelemahan-kelemahan tersebut untuk menyertai dan memberi kekuatan.

Kelemahan tidak selalu merupakan dosa. Kita semua akan mengalami proses pembentukan agar dapat hidup kudus melalui jatuh bangun dalam kelemahan kita. Kelemahan adalah jalan untuk kita bergantung dengan penuh kepasrahan kepada Tuhan, dan jalan untuk kita mencintai Tuhan dengan sungguh, sehingga kita dapat merasakan betapa tidak berdayanya hidup kita tanpa kehadiran-Nya.

Ketika kita mau bangkit lagi saat mengalami kejatuhan, itulah yang disebut proses pembentukan hidup kita. Marilah kita selalu bertekun dalam setiap proses pembentukan yang kita alami dengan terus berpegang kepada Tuhan.

Hari ini Gereja Katolik memperingati Hari Raya Orang Kudus, dan iman kita juga mengakui bahwa anggota gereja yang masih di dunia adalah bagian dari persekutuan orang kudus. Mari kita pakai momentum hari ini dengan mengambil komitmen untuk terus belajar taat dan setia untuk hidup dalam jalan Tuhan. (In)

Apa yang saya lakukan untuk selalu hidup di jalan-Nya?

Salam Damai Kristus
Kamis, 01 November 2018
PERCIKAN HATI❤

๐ŸŒŸMutiara Iman

*APAPUN ITU, BERTAHANLAH*

“Sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Ul. 31:6b)

Menjadi pengikut Kristus, bukan berarti hidup kita jauh dari masalah, jauh dari kesulitan, jauh dari kesukaran, dan jauh dari persoalan. Menjadi pengikut Kristus berarti kita mampu untuk menghadapi segala tantangan dan kesulitan hidup berdasarkan dengan kasih dan penyertaan Allah.

Sahabat, Yesus tak pernah salah memimpin kita, Ia tak pernah salah menuntun kita. Untuk itu, dalam keadaan apapun kita saat ini dan sebesar apapun masalah dan cobaan hidup yang kita alami, janganlah pernah meninggalkan Yesus. Jangan pernah lari kepada tuhan yang lain, karena hanya ada satu Tuhan yang bisa menolong kita, yakni; Yesus Kristus, yang adalah Putera Allah.

Jadilah pengikut Kristus yang setia, yang sungguh-sungguh percaya pada penyelenggaraan kasih Bapa. Pandanglah setiap kesulitan yang kita alami itu sebagai ujian dari iman kita, dan setiap orang yang dapat bertahan dalam iman, kelak akan hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Yesus Kristus.

Salam Damai Kristus
Rabu, 31 Oktober 2018
KatKit (Katekese Sedikit) No. 162

Seri Katekismus
KUNCI-KUNCI KERAJAAN

Syalom aleikhem.
Semua orang dipanggil masuk ke dalam Kerajaan Allah. Namun, Kerajaan itu adalah milik kaum miskin dan kecil, artinya mereka yang menerimanya dengan rendah hati. Di antara semua orang, Tuhan Yesus mengundang para pendosa secara khusus untuk masuk Kerajaan Allah. Pendosa diundang supaya bertobat sebab pertobatan adalah syarat mutlak masuk Kerajaan Allah. Pewartaan Kerajaan Allah oleh Tuhan Yesus disertai kekuatan, mujizat, dan tanda. Semua itu menunjukkan bahwa Kerajaan Allah hadir di dalam diri-Nya dan bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan. Kedatangan Kerajaan Allah berarti kekalahan kerajaan setan.

Dalam karya-Nya di depan umum, Tuhan Yesus memilih dua belas orang laki-laki menjadi rasul-rasul-Nya. Mereka selalu bersama-sama dengan Kristus dan ambil bagian dalam perutusan-Nya. Dari dua belas itu, Simon Petrus menduduki tempat pertama. Kristus menjanjikan bahwa Gereja-Nya akan dibangun di atas wadas kuat, yaitu Rasul Petrus yang menerima perutusan untuk menjaga supaya iman jangan gugur.

Tuhan Yesus mempercayakan kepada Rasul Petrus wewenang yang khusus: “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga” (Mat. 16:19). “Kuasa kunci-kunci” berarti wewenang untuk memimpin rumah Allah, yaitu Gereja. Wewenang “mengikat” dan “melepaskan” adalah wewenang di dalam Gereja untuk membebaskan orang dari dosa, mengambil keputusan menyangkut ajaran, dan memberikan aneka keputusan disipliner. Sang Kristus mempercayakan otoritas ini kepada Gereja melalui pelayanan Para Rasul, terutama melalui Rasul Petrus.

Sejak saat Rasul Petrus mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah yang hidup, Tuhan Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan lalu dibunuh, dibangkitkan pada hari ketiga (Mat. 16:21). Rasul Petrus menolak pernyataan itu, juga rasul-rasul lain tak mengerti. Dalam hubungan ini, terjadilah perubahan rupa Kristus.

Tuhan Yesus membiarkan kemuliaan ilahi-Nya bersinar untuk meneguhkan pengakuan Rasul Petrus dan menunjukkan bahwa Ia harus menderita kematian di salib di Yerusalem untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Perubahan rupa memberi kita gambaran mengenai kedatangan kedua Kristus dalam kemuliaan yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia (Flp. 3:21). Selain itu, kita harus mengalami banyak sengsara untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Kis. 14:22).

** Ringkasan atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 544 – 556

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring
Santo-Santa
1 November

Hari Raya Semua Orang Kudus

Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul. Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan pada hari minggu sesudah Pentekosta. Lama kelamaan pesta ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum dan yang tidak diketahui.
Pesta hari ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut "Persekutuan para Kudus", yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Secara khusus pada hari raya ini kita memperingati rombongan besar orang yang berdiri di hadapan takhta Allah, karena mereka telah memelihara imannya dengan baik sampai pada akhir pertandingan di dunia ini, sehingga memperoleh ganjaran yang besar di surga.
Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus yang berbahagia di surga itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan dan tabah dalam penderitaan. Bersama mereka kita nantikan kebangkitan badan. Dan bila Kristus menyatakan diri dalam kemuliaan, kita akan menjadi serupa dengan Dia. Pada saat itulah terjalin kesatuan kita yang sempurna dengan Kristus dan dengan semua saudara kita. Para kudus itu berbahagia karena mereka telah mengikuti Kristus.
Kebahagiaan dan kemuliaan mereka tak bisa kita lukiskan dengan kata-kata manusiawi. Sehubungan dengan itu Santo Paulus berkata: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1Kor 2:9) Ganjaran yang diterimanya dari Kristus adalah turut serta di dalam Perjamuan Perkawinan Anak Domba Allah. Air mata mereka telah dihapus sendiri oleh Yesus. Tentang itu Yohanes menulis: "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan perkawinan Anak Domba." (Why 19:9) "Dan Dia akan menghapus segala air mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau berdukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Oleh sebab itu "Kita, mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Hibr 12:1-2).

Sumber : www.imankatolik.or.id
Rebo Wage, 31 Okt 2018

*JALAN SEMPIT ITU ADALAH JALAN SALIB*

*BACAAN*
Ef 6:1-9 – “Laksanakan pelayananmu seperti orang yang melayani Kristus”

Luk 13:22-30 – “Ada orang terakhir yang akan menjadi terdahulu, dan ada orang terdahulu yang akan menjadi yang terakhir”

*RENUNGAN*
1.”Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Latar belakang pertanyaan ini adalah bahwa semua orang Israel, sebagai Umat Perjanjian, akan masuk surga. Jawaban Yesus mengguncang mereka: *Keanggotaan seseorang sebagai Umat Perjanjian tidak otomatis sebagai jaminan masuk ke dalam Kerajaan Allah.* Undangan Allah *terbuka untuk umum,* termasuk bangsa-bangsa kafir. Bagi kita, untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah harus berjuang melalui pintu yang sempit.

2. *Pintu sempit itu adalah Yesus, dan Yesus adalah satu-satunya Jalan. “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat” (Yoh 10:9). Dan jalan Yesus adalah Jalan Salib.* Melalui Salib, Yesus membuka jalan bagi kita untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Yesus mengingatkan, kita harus berjuang untuk memperoleh keselamatan.

3.Supaya mampu melalui Salib, kita *harus mengenal Yesus,* akrab bersatu dengan-Nya lewat Firman,  doa, Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi. Kita diingatkan Rasul Paulus: “Hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus” (Flp 1:27).

4. *Kelemahan utama kita* adalah: tidak berusaha sungguh-sungguh mengenal Kristus. Dengan kata lain: kita abai membaca dan merenungkan Kitab Suci, tidak teratur berdoa, dan tidak memperhatikan Sakramen Tobat dan Ekaristi. Betulkah demikian? *(MS,berkat.id)*

Salam Damai Kristus

Selasa, 30 Oktober 2018

Kasih Yesus...
"Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu."
"Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.
"Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."
Matius 10 :29-31

Di zaman dahulu,  dipasar 1 duit dpt membeli
2 ekor burung pipit.
Harga yg sangat murah sekali, tetapi ketahuilah bahwa tdk seekor burung pipitpun mati tanpa seijin Bapa di Sorga.

Itulah sebabnya tdk ada kejahatan menghadang dijalan kita, yg tdk diketahui oleh Bapa kita.

Bersyukurlah sebab Bapa sangat mengasihi kita dan Bapa menghargai kita lebih dari burung pipit.

Salam Damai Kristus
Aku pwrcaya jika....
Pintu Yang Sesak

October 31, 2018Webmaster

Renungan Rabu 31 Oktober 2018

Bacaan: Ef. 6:1-9; Mzm. 145:10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 13:22-30

PINTU YANG SESAK

Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. (Luk. 13:24)

Saudara terkasih saya mencoba membayangkan dalam sebuah pertandingan sepak bola, lalu di tengah jalannya pertandingan terjadi keributan, di mana terdapat lebih dari sepuluh ribu orang penonton yang akan berbondong-bondong, berdesak-desakan untuk berjuang keluar dari stadion tersebut melalui pintu yang tidak terlalu besar (cukup sempit) untuk mengeluarkan manusia sebanyak itu dalam waktu yang singkat, maka setiap orang akan berjuang sekuat tenaga untuk melewati pintu yang sempit itu agar dapat segera keluar menyelamatkan diri. Seandainya kita berada dalam stadion tersebut, maka kita juga akan berjuang sekuat tenaga agar kita bisa sesegera mungkin keluar melalui pintu yang sempit tersebut agar selamat.

Injil hari ini mengingatkan kita, bahwa hal yang lebih penting menurut Tuhan Yesus adalah:“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu!” (Luk. 13:24). Berjuang melalui pintu yang sempit dalam stadion tersebut akan menyelamatkan tubuh jasmani kita, tetapi Tuhan menghendaki bukan tubuh jasmani saja yang selamat, namun tubuh rohani kita jauh lebih penting daripada tubuh jasmani yang harus kita selamatkan dengan berjuang sekuat tenaga melalui pintu yang sempit dalam perumpaan Injil Lukas tersebut.

Keselamatan jiwa adalah rahmat dari Tuhan yang artinya keselamatan itu adalah anugerah pemberian cuma-cuma dari Tuhan, tidak dapat dibeli dengan uang. Untuk mendapatkan rahmat keselamatan dari Tuhan dibutuhkan kerjasama dan perjuangan dari pihak manusia yang hendak menerima rahmat. Rahmat keselamatan yang kita terima oleh iman, harus diperjuangkan, dibuktikan dengan perbuatan baik, rahmat keselamatan tidak dapat diperoleh dengan “hanya beriman saja” atau “Sola Fide”, hanya dengan mengucap aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah sang juru selamat maka hidup kita akan selamat, tentu saja tidak bisa demikian saja (baca: Yak. 2:17).

Keselamatan harus diperjuangkan, maka dibutuhkan kerja sama antara sang pemberi rahmat (Tuhan) dan penerima rahmat (manusia), seperti perumpamaan ragi dalam Luk. 13:21 “Kerajaan Allah itu seperti ragi yang diambil seorang perempuan dan dicampurkannya dalam 3 sukat tepung sampai seluruh adonan itu mengembang.” Hidup kita harus diberi ragi Kristus agar hidup kita ini dapat berkembang bagaikan adonan roti yang mengembang dengan baik dan dapat dinikmati oleh orang di sekitar kita terutama keluarga kita dan menyenangkan hati Tuhan.

Marilah saudara kita berjuang melalui pintu yang sesak, artinya kita harus bekerja keras dalam iman dan perbuatan, memikul salib yang membawa pada keselamatan, siap menderita bersama Kristus, menjadi saksi Kristus. Yesus sering mengajarkan bahwa iman harus disertai dengan perbuatan (kerja keras), yang membuat orang dapat bertahan menghadapi berbagai ujian hidup di mana Tuhan izinkan hadir dalam hidup kita. Maka kita harus tetap tegar, pantang menyerah jauhkan rasa putus asa melainkan semakin kuat dalam iman dan perbuatan hingga menghasilkan buah kemenangan dalam kebenaran yang akan memberi kita damai sejahtera, dan bila kita berhasil melalui ujian hidup tersebut, maka kesaksian hidup kita dapat pula membangun iman orang-orang yang mendengarkan kesaksian hidup kita.

Teringat akan sebuah pepatah “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Tuhan itu setia, dan kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya (Mzm. 117:2), teruslah berjuang melalui pintu yang sesak untuk memperoleh keselamatan,Yesus tak pernah meninggalkan kita, Ia telah menyiapkan tempat yang indah bagi kita dan akan menjemput kita serta membawa kita ke tempat di mana Ia berada (lihat Yoh. 14:3).

Pesan Yesus: “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku.” (Luk. 9:23,) karena “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Tuhan Yesus memberkati kita semua. (IGP)

Salam Damai Kristus
Rabu, 31 Okt 2018
Alfonsus Rodriguez
Ef. 6:1-9; Mzm. 145:10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 13:22-30.

Orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. 

Kerajaan Allah itu mengandung paradoks. Dalam Injil hari ini dikatakan bahwa di satu sisi hanya sedikit orang yang bisa masuk di dalamnya karena jalannya sempit (= sulit) sehingga orang harus berjuang. Banyak orang berusaha, tetapi hanya sedikit yang dapat masuk. Di sisi lain, Kerajaan Allah itu terbuka dan diperuntukkan bagi semua orang. Orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Lalu bagaimana kita harus menyikapi paradoks ini? Bagi kita yang percaya dan mengukuti Kristus, sudah jelas. Keselamatan kita dijamin oleh-Nya. Namun, apakah itu cukup? Tidak! Kalau tidak hati-hati, kita bisa kehilangan jaminan itu. Kata-kata Yesus ini amat jelas: "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!" Jadi, jelas siapa yang tidak akan masuk dalam Kerajaan-Nya adalah yang melakukan kejahatan dan tidak mau bertobat. Kita semua tentu dapat menyebutkan contoh apa yang dimaksud perbuatan jahat. Sebaliknya, kita akan masuk ke dalam Kerajaan Allah kalau kita menjadikan hidup kita bermakna, bermanfaat, dan berguna bagi orang lain (bdk. renungan kemarin).

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
#renungan

*MEMBAYAR HARGA*

Rabu 31 Okt 2018

_Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: =Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. (Luk 13:24)_


Dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem,
Tuhan Yesus ditanya,
`Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?`

Ia menjawabnya dengan sebuah harga yang harus dibayar,
yaitu `Berjuanglah melalui pintu yang sesak itu`.

Namun, harga itu pun nampaknya juga mustahil dibayar manusia karena ditegaskan-Nya,
`Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.`

Tuhan Yesus menyatakan kalimat ini tidak untuk membuat kita frustrasi atau bahkan putus asa dan meninggalkan Dia.

Ia justru mau menyatakan kepada kita bahwa tidak ada lagi harga yang harus dibayar untuk sampai pada keselamatan itu karena manusia tidak akan mampu membayarnya,
tetapi kita diminta untuk pertama-tama memandang Tuhan dahulu sebagai sumber keselamatan dengan mendasarkan segala sesuatu di dalam Tuhan! Bagaimana caranya? Ef 6:1-9 menyatakannya dengan sangat jelas.

Oleh karena itu, Kalau Tuhan dicari terlebih dahulu, maka keselamatan kita sudah dibayar lunas oleh Tuhan Yesus di kayu salib.

Akan tetapi, kalau keselamatan diri semata yang dicari terlebih dahulu, kita tidak akan pernah masuk dalam Kerajaan-Nya (bdk. Mat 16:25).

Mari kita memohon agar Tuhan Yesus sendiri yang mengarahkan pandangan kita hanya kepada-Nya.

*_Fr. Timothy Faber, CSE_*

Rabu 31 Okt 2018
Ef 6:1-9; Mzm 145:10-14; Luk 13:22-30

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
Percikan Nas
Rabu, 31 Oktober 2018
Alfonsus Rodriguez
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Ef. 6:1-9; Mzm. 145:10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 13:22-30. BcO Keb. 4:1-20

Nas Injil:
22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" 24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. 25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. 26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. 27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! 28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. 29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. 30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Percikan Nas
Barusan saya dan beberapa bapak pulang dari silaturahmi dengan sahabat-sahabat Banser Kulon Progo. Pada waktu kami datang kami disambut dengan ramah sekali. Selama ini sahabat-sahabat Banser sudah sering ikut mengamankan hari-hari besar di Paroki. Namun baru kali ini mereka bertemu dengan pimpinan Gereja yang selama ini mereka amankan. Maka perjumpaan itu menjadi perjumpaan yang bersaudara dan memperkenalkan diri masing-masing.
Perjalanan pengajaran telah dilakukan Tuhan Yesus. Ia berkeliling dari desa ke desa dan dari kota ke kota. Walau demikian mereka yang diselamatkan adalah merek yang mengenal Tuhan dan dikenal Tuhan. Pada mereka yang tidak dikenal Tuhan pun menolak mereka.
Kemauan untuk berkenalan menjadi kunci dalam persahabatan. Ungkapan ini sering kita dengar, “Tak kenal maka tak sayang.” Untuk bisa disayang kita perlu saling mengenal.  Kita pun perlu memperkenalkan diri kepada Tuhan dan sesama kita supaya pada saatnya kita dikenal oleh Tuhan. Perkenalan itu menghidupkan persaudaraan antar sesama.

Doa:
Tuhan kami menghadap-Mu. Sudilah Engkau mengenali kami. Kami anak-anak-Mu yang masih berjuang dalam pejiarahan hidup kami. Jangan tolak kami ya Tuhan. Amin.

Mau kenal

Santa Maria Doakanlah Kami
(goeng).

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 31 Oktober 2018

Bacaan: 1 Tesalonika 5:18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

Renungan:
  Ketika menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan, orang selalu cenderung untuk tidak puas dan mengeluh tentang banyak hal misalkan mengeluh karena pekerjaan yang menumpuk, cuaca, kelemahan sesama termasuk pasangan, uang yang tidak pernah cukup, makanan yang tidak sesuai selera, dll.  Bahkan tidak hanya sebatas mengeluh, ada juga yang mulai menyalahkan situasi, orang lain atau Tuhan.
   Sebaliknya kebiasaan mengucap syukur akan membangun sesuatu yang  positif dalam diri kita. Bersyukur membuat kita bisa menghadapi situasi yang sulit dengan tenang, bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, membuat beban menjadi ringan dan hati tidak kehilangan damai sejahtera. Kegembiraan lahir dari hati yang bisa mengucap syukur. Jika kita bersyukur, maka hati kita akan gembira.
  Mulai saat ini, berusahalah menemukan alasan untuk mengucap syukur di balik keadaan yang sepertinya tidak menyenangkan. Tuhan tidak akan membiarkan kita menjalani kesulitan seorang diri. Ia berjanji bahwa dalam segala hal Ia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Biarlah kita mulai mengembangkan kebiasaan untuk mengucap syukur dalam segala hal. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, aku bersyukur atas segala sesuatu yang Kau izinkan terjadi di dalam hidupku ini. Aku percaya ada berkat di balik setiap ucapan syukurku ini. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
_*Mari kita doakan  korban musibah kecelakaan pesawat Lion Air JT610*

*Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.*

Ya Tuhan,
Indonesia berduka kembali.
Kami sangat berduka mendengar kabar musibah kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang terjatuh di perairan Karawang, pada hari ini Senin, 29 Oktober 2018.

Kami berdoa untuk seluruh penumpang yang menjadi korban, agar mereka dapat di temukan dengan segera dan berada dalam tangan pengasihan Engkau semata.

Kami berdoa untuk seluruh keluarga korban kiranya Engkau melawat mereka dan memberikan penghiburan, kekuatan dan ketabahan kepada mereka dalam menghadapi dukacita kehilangan orang yang dikasihinya.

Tuhan, berikan kesehatan dan perlindungan kepada seluruh regu petugas pencarian korban.
Lancarkan seluruh proses pencarian dan identifikasi korban yang telah ditemukan.

Bapa Kami ......... 1x
Salam Maria ....... 1x

Kemuliaan kepada Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan, sekarang selalu dan sepanjang segala abad.
Amin.

*Dalam nama Bapa*, *dan Putera dan Roh Kudus.*
*Amin.*
(Romo Hardiyanto SJ)

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

AJARAN DAN NASIHAT TUHAN
31 Oktober 2018

“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi DIDIKLAH mereka di dalam AJARAN dan NASIHAT TUHAN” (Ef 6:4)

Lectio
Ef 6:1-9; Mzm 145:10-11,12-13ab, 13cd-14; Luk 13:22-30

Suatu malam Edi bercerita kepada Toni tentang bagaimana cara mendidik anak.
“Kalau gua sih dari kecil akan kasih anak gua barang-barang IT, supaya ketika besar dia bisa sehebat Mark, pendiri Facebook! Kalau kamu bagaimana Ed?” tanya Toni.
Jawab Edi :
”Kalau aku sih akan ajarkan anakku apa yang Tuhan telah ajarkan dalam Kitab Suci.”
“Hah? Mengapa? Kamu ga salah? Emangnya mau jadi Pastor nanti setelah besar?” tanya Toni.
Jawab Edi :
”Karena awal dari segala PENGETAHUAN adalah takut akan Tuhan. Oleh karena itu, aku mau ajarkan tentang Ajaran Allah.”

Mengajarkan tentang apa yang diajarkan Allah, adalah hal pertama yang harua diajarkan pada anak-anak kita.

Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami mengajarkan ajaran-Mu kepada anak-anak kami. Amin

Missio
Marilah kita mengajarkan tentang kasih dan nasihat Allah kepada anak-anak kita.
Have a Blessed Wednesday.
*Pelita Hati Hari Ini:* (31.10.2018)

*Berjuang dan Berjuang*

_*Bacaan Lukas 13:22-30*_
*KEMUDIAN* Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"  Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir." (Luk. 13:22-24.30)

Sahabat pelita hati,
Pelita sabda hari ini berkisah tentang Yesus yang menjawab pertanyaan para murid secara "jitu" alias tepat, benar dan menyasar. Seorang murid bertanya, "Tuhan sedikit sajakah yang diselamatkan?" Pertanyaan ini senada dengan, siapa yang pantas diselamatkan? Kapan hari terkahir itu datang? Dll. Terhadap pertanyaan itu Tuhan tak menjawab secara langsung tetapi dengan sebuah tantangan, "Berjuanglah melalui pintu yang sempit dan sesak." Dengan demikian Tuhan tidak bicara soal hasil tetapi soal berusaha dan berjuang. Siapa pun yang mau berjuang dan berusaha dengan sepenuh hati akan layak menerima yang menjadi hak nya. Karenanya Tuhan menegaskan ada kemungkinan yang terakhir bisa menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu bisa menjadi yang terakhir. Sekali lagi kuncinya adalah berjuang dan berjuang. Siapa yang sungguh-sungguh berusaha dan berjuang akan layak mendapatkan haknya.

Sahabat terkasih,
Bagi kita pintu yang sesak itu sudah jelas dan pasti, yaitu Yesus dengan beragam ajaran dan tuntutan-Nya. Jika kita ingin diselamatkan marilah bergegas menuju "Sang Pintu Kehidupan", yakni Yesus sendiri. Apakah kita sungguh-sungguh telah berjuang menuju Sang Pintu itu? Ataukah kita menghayati kekristenan kita dengan santai dan tanpa target? Kini Tuhan mengetuk hati kita agar jangan menjadi pengikut Kristus yang biasa-biasa tetapi harus luar biasa. Artinya berani menjadi pelopor dalam bercinta kasih, berkorban bahwa rela mempertaruhkan apa pun demi iman dan Tuhan kita. Bukan berarti kita harus radikal, fanatik dan keras tetapi menjadi pribadi yang selalu memperjuangkan kebaikan dan keutamaan dalam kerendahan hati dan kesederhanaan. Semoga kita mampu menjadi pejuang-pejuang kerendahan hati dan kebaikan di mana pun kita berada.

_Jika bukti telah diperolehnya._
_kita tak boleh menyangkal._
_Bagi yang setia hingga pada akhirnya,_
_akan beroleh keselamatan kekal._

_dari Papua dengan cinta,_
*Berkah Dalem**

*_Rm.Istoto_*

Salam Damai Kristus
God sometimes...
Akulah TUHAN...
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Rabu, 31 Oktober 2018

Ef 6:1-9
Mzm 145:10-14
Luk 13:22-30

BERUSAHA KERAS

Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Luk 13:23

Ada yang pernah mengatakan "muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga." Saya hanya tersenyum mendengar pernyataan tersebut. Mungkin saya tidak bisa mengatakan tidak mungkin, tapi rasanya sulit terjadi. Kita semua tahu bagaimana kerasnya hidup di zaman sekarang ini. Segala sesuatu perlu diperjuangkan dengan usaha yang besar. Jadi kalau dikatakan hidup foya-foya, apa benar kemudian bisa kaya raya?

Gereja saat ini selalu penuh dengan umat. Bahkan jadwal misa terus ditambah agar dapat menampung umat yang hadir. Namun apakah umat yang memenuhi gereja tersebut sudah sungguh-sungguh mengikuti-Nya? Menjadi pengikut-Nya bukan hanya sekedar pergi ke gereja. Yang Tuhan inginkan adalah kita berjuang untuk mengikuti dan melakukan kehendak-Nya.

Terkadang, kita aktif dalam gereja maupun pelayanan hanya untuk tubuh kita saja. Sementara pikiran kita ada di tempat lain. Dan hari ini, Yesus ingin menyadarkan kita untuk tidak bermain-main dalam mengikuti-Nya. Karena, banyak orang yang tertinggal di luar walaupun mereka mengenal Yesus.

Berjuang dan berjuang dan berjuang. Jangan patah semangat dalam mengikuti dan melayani Tuhan. Berusahalah secara lebih lagi agar kita dapat mencintai-Nya dengan sepenuh hati kita. (An)

Sudahkah saya berjuang dalam mengikuti-Nya?

Salam Damai Kristus
Doa Hari Rabu

31 Oct' 2018

By : Team Moderator DSM

Tuhan,
aku telah selesai melakukannya!
Seperti yang sangat kuharapkan,
tapi aku masih tidak percaya itu.
Ujian telah berlalu.

Kini aku bernafas lega.
Setelah kulalui hari-hari dan malam yang gelisah.
Banyak orang telah bersabar dengan diriku.
Orang lain juga membantu ku belajar.
Sekarang aku menantikan pekerjaan baru.

Tuhan,
berikan  kepadaku apa yang dapat aku pergunakan,
dari ilmu dan pengetahuan yang telah kupelajari.
Kiranya aku melakukan hal yang benar secara profesional.
Semoga aku memiliki kesabaran dengan orang lain.
Semoga aku banyak membantu orang lain.
Dan semoga aku tidak pernah berhenti belajar.

Terima kasih, Tuhan.
Dalam nama Yesus Kristus,
aku berdoa.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin.

Salam Damai Kristus
Rabu, 31 Oktober 2018
PERCIKAN HATI❤

๐ŸŒŸMotivasi Rohani

*SUSAH SENANG, ITU BIASA*

Dalam hidup, mengalami susah senang itu hal yang biasa. Kemarin, baru saja syukuran dan senang-gembira-bahagia, karena anaknya lulus S1. Namun hari ini, sang ayah “dipundhut Gusti” – meninggal dunia. Barangkali ini merupakan salah satu tulisan dari  Darmagandhul,  “Begja  lan cilaka iku sandhangane wong urip” – Bahagia dan celaka hanyalah pakaiannya orang hidup.

Tidak ada orang yang selama hidup itu  senang terus atau  sebaliknya. Kalau kita pernah menerima keberuntungan, mengapa kita tidak mau menerima kesialan.  Ini pernah kita baca dalam Kitab Ayub, “…si bona suscepimus de manu Domini quare mala non suscipiamus …” – Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk (Ayb 2: 10).

“It’s life” – Inilah hidup.  Ini pula yang ditulis Anand Krisna (lahir: 1 September 1956)  dalam bukunya yang berjudul, “Life and Happy”  agar dalam hidup ini kita mengalir  tetapi tidak  easy going”. Hidup dinikmati  dalam suka maupun duka. 

Baiklah kita menengok kata-kata penyanyi dan pecinta lagu –  Bob Marley (1945 – 1981), “When one door is closed, don’t you know that many more are open” – Ketika satu pintu tertutup, tidak kah Anda tahu bahwa  ada banyak lagi yang terbuka.

Salam Damai Kristus
Santo-Santa
31 Oktober

Santo Bruder Alfonsus Rodriguez, Pengaku Iman

Alfonsus lahir di Segovia, Spanyol pada tahun 1531. Ayahnya, Rodriguez adalah seorang pedagang kain wol yang tergolong kaya raya di negeri itu. Sementara belajar di Universitas Alkala, ayahnya terkasih meninggal dunia sehingga ibunya terpaksa memanggilnya pulang untuk melanjutkan usaha dagang ayahnya. Selang beberapa tahun ia menikah dan dikaruniai dua orang anak. Meskipun demikian, Tuhan yang menyelenggarakan hidup manusia, rupanya menginginkan sesuatu yang lain dari Alfonsus. Usaha dagangnya yang pada tahun-tahun awal berjalan begitu lancar tanpa masalah serius, lama-kelamaan berangsur-angsur merosot dan bangkrut. Isterinya terkasih tak terduga jatuh sakit keras lalu meninggal dunia. Lebih dari itu, kedua anaknya pun kemudian menyusul kepergian ibunya. Tinggallah Alfonsus seorang diri dalam bimbingan Tuhan secara rahasia. Tampaknya semua peristiwa ini sangat tragis dan menyayat hati. Tetapi Alfonsus yang sejak masa mudanya beriman teguh menerima segalanya dengan pasrah. Ia yakin bahwa Tuhan itu mahabaik dan penyelenggaraanNya terhadap hidup manusia tidak pernah mengecewakan manusia. Ia yakin bahwa Tuhan selalu memilih yang terbaik untuk manusia.
Lalu Tuhan menggerakkan hati Alfonsus untuk memasuki cara hidup bakti dalam suatu tarekat religius. Pada umur 40 tahun ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan mengajukan permohonan menjadi seorang bruder dalam Serikat Yesus di Valencia, Spanyol. Setelah dipertimbangkan agak lama, akhirnya ia diterima dan ditempatkan di Kolese Montesion di Palma de Majorca. Di sinilah ia menekuni sisa-sisa hidupnya dengan melaksanakan tugas-tugas yang diserahkan kepadanya. Tugasnya sangat remeh dan sepele: membukakan pintu bagi tamu, memberitahu penghuni bila kedatangan tamu dan mengerjakan hal-hal kecil sembari menjaga pintu.
Tuhan yang mengenal baik Alfonsus mengaruniakan kepadanya karunia-karunia istimewa, antara lain ketekunan berdoa dan pengetahuanadikodrati. Karunia-karunia ini membuatnya dikenal banyak orang sebagai seorang yang diterangi Allah. Banyak orang datang kepadanya untuk minta nasehat, antara lain Santo Petrus Klaver sewaktu masih belajar. Oleh bimbingan Alfonsus, Petrus Klaver akhirnya tertarik untuk membaktikan dirinya bagi kepentingan jiwa orang-orang Negro yang menjadi budak belian di Amerika Selatan.
Cita-citanya ialah melupakan dirinya. Konon, pada suatu upacara besar semua kursi biara termasuk yang dipakai oleh para biarawan di kamarnya, diangkat ke dalam gereja. Sehabis upacara itu, kursi bruder Alfonsus tidak dikembalikan ke kamarnya. Bruder yang rendah hati itu tidak memintanya juga. Ia membiarkan kamarnya tanpa kursi selama setahun. Pada tahun berikutnya ketika akan diadakan lagi upacara besar di gereja, barulah diketahui bahwa bruder Alfonsus tidak mempunyai kursi sudah selama satu tahun. Pemimpin biara itu tertegun memandang bruder Alfonsus yang rendah hati itu. Ia tidak memberontak karena ia menganggap dirinya seorang pengemis malang yang tidak segan menerima hal-hal yang paling sederhana.
Pengalaman-pengalaman rohaninya dituangkan dalam sebuah tulisan yang menarik atas permintaan atasannya. Setelah menikmati jalan yang ditunjukkan Tuhan padanya, ia menghembuskan nafasnya di Palma de Majorca pada tahun 1617.

Sumber : www.imankatolik.or.id

Senin, 29 Oktober 2018

"Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." ibrani 4:16

Ini merupakan undangan yg termulia dari Allah utk kita, oleh sebab itu marilah kita menghampiri  tahkta anugrah-Nya di dalam Doa dgn penuh keyakinan. krn disana ada belas kasihan yg melimpah.

Kasih-Nya yg istimewa selalu tersedia utk kita, Dia akan menolong  kita  tepat pada waktuNya.

Salam Damai Kristus
BENAR Vs MERASA BENAR

'Orang benar' tdk akan berpikiran bahwa ia adalah yg paling benar, S e b a l i k nvy a 'orang yg merasa benar', di dlm pikirannya hanya dirinya yg paling benar. 'Orang benar' akan bisa menyadari kesalahannya.
S e d a n g k a n 'org yg merasa benar', tdk akan merasa perlu utk mengaku salah. 'Orang benar' setiap saat akan berintrospeksi diri dan merendahkan hati. T e t a p i 'orang yg merasa benar', tidak merasa perlu ber introspeksi.
Mereka karena sudah merasa benar, selalu tinggi hati. 'Orang benar' memiliki kelembutan hati, ia dapat menerima masukan dan kritikan dari siapa saja, t e t a p i 'Orang yg merasa benar' ber kepala batu, sulit utk menerima nasehat, masukan a p a l a g i kritikan. 'Orang benar' akan selalu menjaga
perkataan dan perilakunya dgn benar,
ber-kata2 dengan hati2, s e d a n g k a n 'Orang yg merasa benar' berpikir, berkata dan berbuat sekehendak hatinya tanpa mempertimbangkan dan memperdulikan perasaan orang lain.

Pada akhirnya,'Orang Benar' akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang.
N a m u n 'orang yang hidupnya merasa benar sendiri' hanya akan disanjung oleh orang2 yg berpikir sempit, yg sepemikiran dgnnya dan orang2 yg ingin memanfaatkan dirinya.

Termasuk tipe manakah kita?
Apakah tipe 'Orang Benar' a t a u 'Orang Yg Merasa Benar' ?

Mari sama2 evaluasi diri, dan berusaha berjalan ke arah yg benar.

Kita tidak perlu mengarahkan telunjuk kepada orang lain, n a m u n mari kita  segera berubah utk msk kedalam tipe 'orang benar'. Bila kita sudah termasuk tipe 'orang benar' bertahanlah dan tetap rendah hati.. ( Mat 7 : 3 )

Salam Damai Ktistus
Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 30 Oktober 2018

Bacaan: Amsal 21:23  "Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran."

Renungan:
  Suatu ketika seorang wanita menyebarkan berita bahwa tetangganya telah berselingkuh. Dalam beberapa hari, seluruh warga desa mengetahui berita yang memalukan itu. Tentu saja orang yang menjadi korbannya merasa sakit hati, bahkan tersingkirkan. Wanita yang menjadi sumber berita itu mendapat konfirmasi bahwa apa yang diberitakannya tidak benar. Akhirnya dengan penuh penyesalan wanita itu datang kepada seorang hamba Tuhan di desanya untuk meminta nasihat dan memperbaiki kesalahannya. "Ibu, pergilah ke pasar dan belilah seekor ayam. Sembelihlah ayam itu kemudian dalam perjalanan pulang cabuti bulu-bulunya dan buang satu persatu di sepanjang jalan. Setelah itu kembalilah ke sini, " kata hamba Tuhan itu. Setelah melakukan nasihat itu, wanita tadi kembali kepada si hamba Tuhan. "Sekarang pergilah, kumpulkan kembali semua bulu yang telah ibu buang dan bawa kembali ke sini, " kata si hamba Tuhan. Beberapa jam kemudian ia datang kembali dengan hanya membawa beberapa helai bulu ayam saja. Angin telah menerbangkan bulu-bulu itu ke segala penjuru sehingga mustahil untuk bisa dikumpulkan. "Lihat, sangat mudah mencabuti bulu ayam dan menebarkannya ke mana saja, namun sangat tidak mungkin untuk mengumpulkannya kembali. Begitu pula dengan sebuah berita, tidak sulit untuk menyebarluaskan gosip, tetapi sekali diberitakan kita tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaan secara utuh seperti sediakala, " kata hamba Tuhan itu.
  Yakobus mengatakan walaupun kita rajin beribadah tetapi jika tidak bisa mengekang lidah, kita sama saja seperti tidak beribadah (Yak 1:26). Baiklah kita berhati-hati dengan lidah, dengan menanamkan prinsip cepat mendengar tetapi lambat untuk berkata-kata. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, berjagalah di pintu bibirku agar apa yang aku bicarakan tidak menyimpang dari perkataanMu. Berilah aku penguasaan diri yang tinggi terutama ketika berhadapan dengan sebuah berita yang tidak baik. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
Selasa, 30 Okt 2018

*JANGAN MEREMEHKAN YANG KECIL DAN SEDERHANA*

*BACAAN*
Ef 5:21-33 – “Rahasia ini sungguh besar! Yang kumaksudkan ialah hubungan Kristus dengan jemaat”

Luk 13:18-21 – “ *Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi … ”*

*RENUNGAN*
1.Biji sesawi dikenal umum di Palestina. Biji yang teramat kecil, tetapi bila tumbuh, tanaman itu lebih besar daripada segala tanaman  belukar. Burung-burung di udara tertarik untuk makan biji-bijinya dan bersarang di pohon tersebut. Demikian *Kerajaan Allah, tumbuh dan berproses seperti biji sesawi.* Lewat Sabda yang diterima oleh manusia, Kerajaan Allah tumbuh dari dalam hati manusia. Pertumbuhannya tidak bisa dilihat, namun akan *membawa perubahan besar* dari dalam hati manusia. Ia menjadi *manusia baru* dalam Kristus.

2.Banyak hal kecil kita sepelekan dan remehkan, padahal apa yang besar dan segala yang baik berawal dari hal-hal kecil, sederhana, dan serba biasa. Dalam proses beriman, seseorang menerima kehidupan baru. Ia *dipanggil untuk mengasihi mulai dari cara yang sederhana, lewat menyapa orang lain, memberi senyuman, menjadi pendengar yang baik, memberi pertolongan. Dari hal-hal kecil akan menghasilkan hal-hal besar. Dengan cara itu Kerajaan Allah terwujud.*

3. *Apa sumbangsih kita* (Gereja) bagi kemajuan lingkungan dan masyarakat di sekitar kita?

Salam Damai Kristus
#renungan

*HAL KERAJAAN SURGA*

Selasa 30 Okt 2018

_Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; [`]. Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan, [`]. (Luk 13:19,21)_


Kerajaaan Allah tidak dapat digambarkan dan dipahami secara jelas dalam bahasa dan pandangan manusia. Oleh karena itu, Yesus dengan sigap menjelaskan bahwa kerajaaan Allah itu seumpama biji sesawi dan ragi. Kita dapat berefleksi bahwa hal mengenai biji sesawi dan ragi itu adalah gambaran mengenai perkara-perkara kecil yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hal kecil ini dapat memberikan dampak yang amat besar bagi diri kita dan orang lain jika kita lakukan dengan penuh cintakasih. Hal ini mau menggambarkan bahwa kerajaan Allah dapat kita temukan dalam perbuatan-perbuatan dan kebajikan-kebajikan kecil yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam perumpamaan biji sesawi dan ragi tentang surga ini Yesus menggunakan contoh kehidupan seharihari untuk memberi suatu pandangan yang jelas mengenai kerajaan Allah dan yang sesuai dengan keadaan dan kemampuan kita untuk mengertinya. Walaupun biji sesawi kecil, namun jika ia bertumbuh, maka akan menjadi sebatang pohon yang rindang dan burungburung dapat bersarang pada dahannya. Hal ini merupakan gambaran kebajikan yang ditawarkan kepada setiap orang agar mereka juga memperoleh tempat yang sama dalam kerajaan surga.

*_Fr. Nicholas Messi, CSE_*

Selasa 30 Okt 2018
Ef 5:21-33; Mzm 128:1-5; Luk 13:18-21

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
TELEGRAM DUKACITA PAUS FRANSISKUS KEPADA DUTA BESAR VATIKAN UNTUK INDONESIA, MGR PIERO PIOPPO, ATAS TRAGEDI JATUHNYA PESAWAT LION AIR JT-610 29 Oktober 2018

Setelah mempelajari dengan kesedihan kecelakaan pesawat baru-baru ini di Jakarta, Bapa Suci Paus Fransiskus menyampaikan belasungkawa kepada semua orang yang terkena dampak tragedi ini.

Beliau menawarkan jaminan doanya bagi semua orang yang meninggal dan bagi orang-orang yang berdukacita atas kehilangan mereka. Atas bangsa dan semua orang yang terlibat dalam upaya penyelamatan dan pemulihan, Bapa Suci memohonkan kekuatan dan kedamaian dari Allah yang Mahakuasa.

Pietro Kardinal Parolin
Sekretaris Negara
___

(Peter Suriadi - Bogor, 29 Oktober 2018)

Salam Damai Kristus
Selasa, 30 Okt 2018
Pekan Biasa XXX
Ef. 5:21-33; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Luk. 13:18-21

Kerajaan Allah itu seumpana biji sesawi,
"Biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya." 

Dua hari kemarin kita menerungkan kisah penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus. Yang pertama, Ia menyembuhkan Bartimeus dari kebutaannya dan yang kedua seorang wanita yang bungkuk selama 18 tahun karena dikuasai roh jahat. Dua mukjizat penyembuhan ini merupakan pengantar untuk masuk pada pengajaran Yesus tentang Kerajaan Allah yang kita renungkan hari ini. Dua perumpaan singkat tentang Kerajaan Allah ini paling tidak mengandung satu kesamaan, yakni berguna atau bermanfaat. Biji sesawi yang ditaburkan menjadi tumbuh dan berkembang sehingga bermanfaat bagi burung-burung di udara untuk bersarang pada dahan-dahannya. Demikian pula ragi yang dicampurkan pada tepung terigu mengubah tepung itu menjadi roti sehingga mempunyai manfaat sebagai makanan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tanda dari hadirnya Kerajaan Allah adalah membuat hal-hal yang kecil dan sederhana namun bermanfaat bagi orang lain. Maka, kalau kita menerima dan mengalami Allah yang hadir dalam hidup kita sehingga kita dirajai oleh-Nya, kita akan dimampukan untuk melakukan hal-hal yang kecil dan sederhana namun berguna dan memberi manfaat bagi orang lain. Bahkan tidak hanya orang lain tetapi juga alam semesta dan ciptaan lain di sekitar kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26) -agawpr-

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Selasa,30 Oktober 2018

Ef 5:21-33
Mzm 128:1-5
Luk 13:18-21

DIKIT-DIKIT JADI BUKIT

(Kerajaaan Allah) ....seumpama biji sesawi yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya, biji itu tumbuh dan menjadi pohon. Luk 13:19

Ada pepatah 'sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit'. Meskipun artinya tidak persis sama, tapi saya merasa ada kemiripan dengan firman Tuhan yang mengatakan "setia dengan perkara kecil, maka kamu akan dipercayakan perkara yang lebih besar"

Pada masa sekolah, kita belajar banyak hal. Sedikit demi sedikit ilmu dan pengetahuan diajarkan dan kita cerna sampai akhirnya kita mengetahui banyak hal dan memiliki kemampuan serta ketrampilan. Begitu juga anak-anak belajar untuk memahami budaya dan kebiasaan keluarga. Dari situ mereka menjadi tahu dan mengerti apa yang menjadi harapan orang tuanya.

Demikian pula prinsip kerajaan Allah. Dalam Injil hari ini Yesus mengatakan Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya, kemudian tumbuh dan menjadi pohon sehingga burung-burung bersarang pada cabang-cabangnya.

Pengalaman bersama Tuhan setiap hari akan menambah iman kita kepada Tuhan. Dari setiap pengalaman yang kita alami akan membuat kita semakin mengenal-Nya dan hidup dalam kerajaan-Nya di muka bumi ini. Jangan pernah menolak ajaran Tuhan dalam pengalaman hidup yang kita alami. Karena dari situlah iman kita sedikit demi sedikit dibentuk dan dikuatkan. (Al)

Apakah saya setia dalam pengalaman bersama Tuhan?

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

KASIHILAH ISTERIMU
30 Oktober 2018

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah MENYERAHKAN diri-Nya baginya” (Ef 5:25)

Lectio
Ef 5:21-33; Mzm 128:1-2,3,4-5; Luk 13:18-21

Freddy adalah seorang suami yang bekerja sangat keras untuk keluarga. Suatu sore, dia bertemu dengan ketua lingkungannya Sony yang berkata :
”Pak Sabtu besok kita berencana kunjungan ke Panti Jompo. Ikut ya Pak?”
Freddy menjawab :
”Bapak tolong tanya Feny istri saya ya, saya mah ikut saja. Kalau saya tugasnya mencari uang. Urusan kegiatan rohani dan sumbangan, nanti isteri yang pegang.”
Mendengar itu Sony berkata :
”Pak Freddy, sebenarnya sebagai suami, kita harus MEMBANGUN dan menjadi TELADAN dalam MEMBERIKAN diri pada isteri dan anak-anak, sama seperti Yesus kepada jemaat. Jadi tanggung jawab kita tidak hanya memberikan nafkah, namun juga sebagai pemberi pedoman KASIH.”

Suami adalah TELADAN pemberian diri pada isteri dan anak-anakmya.

Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami para suami untuk membangun Kasih dalam keluarga kami. Amin

Missio
Marilah kita berjuang untuk membangun KASIH dalam keluarga.
Have a Blessed Tuesday.