" Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Mat 26:41)
Kita berjaga-jaga, karena lawan kita si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Karena itu lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kita tahu, bahwa semua saudara kita di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kita dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kita, sesudah kita menderita seketika lamanya.
Karena Allah dipihak kita, siapa yang akan melawan kita, Dia akan menjadi pembela kita dan membuat kita lebih dari pemenang.
Salam Damai Kristus
Kamis, 31 Oktober 2019
Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 1 November 2019
Bacaan: Amsal 18:14 "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?"
Renungan:
Pada tanggal 2 Juli 1932, di Atlantic City, lahirlah seorang bayi laki-laki. Enam minggu kemudian sepasang suami istri mengadopsinya, tetapi pada saat usianya 5 tahun, ibu angkatnya meninggal dunia. Pada usia 12 tahun, anak laki-laki itu mendapatkan pekerjaan di Hobby House restoran. Pada usia 15 tahun ia memutuskan berhenti sekolah dan bekerja sepenuh waktu di restoran tersebut. Beberapa tahun kemudian bos dari restoran tersebut menawarkan anak muda itu kesempatan. Bosnya memiliki 4 restoran KFC yang merugi dan memintanya untuk membuat restoran itu berkembang lagi. 4 tahun kemudian dengan kerja kerasnya, restoran itu kembali 'sehat' dan dijual kembali ke KFC. Akibat penjualan restoran itu dia menjadi jutawan dalam usia 35 tahun. Siapa anak muda tersebut? Namanya Dave Thomas, pendiri Wendy's. 45 tahun kemudian setelah ia drop out dari sekolah, Dave akhirnya berhasil mendapatkan ijazahnya.
Dunia ini penuh dengan orang seperti Dave. Mereka menghadapi tragedi, penyakit, terluka, kemiskinan dan kesulitan di berbagai hal, namun mereka tidak menyerah dengan keadaan. Mereka berjuang dan bekerja dengan penuh semangat, hingga akhirnya berhasil mengubah keadaannya dan menjadi orang yang dikagumi dan diteladani banyak orang. Tuhan ingin kita menjadi pribadi jenis ini. Pribadi yang tidak takut oleh kesulitan, namun berhasil mengatasi setiap tantangan. Rasul Paulus menulis kepada Timotius bahwa Tuhan tidak memberi kita roh ketakutan tapi Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Tim 1:7). Ketakutan hanya akan membuat kita kehabisan tenaga dan mematahkan semangat kita. Namun bersama Tuhan Yesus, kita akan mendapatkan kekuatan untuk menanggung segala perkara dan dapat melakukan perkara-perkara besar bagi Tuhan.
Jadi, jangan takut saat kesulitan datang. Orang yang sukses dan gagal sama-sama berjuang. Namun yang membedakan mereka adalah orang yang gagal berhenti di tengah jalan, sementara orang yang sukses tidak menyerah dengan kegagalan melainkan maju terus menuju puncak. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, aku mau maju bersama Engkau dalam segala hal. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Jumat, 1 November 2019
Bacaan: Amsal 18:14 "Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?"
Renungan:
Pada tanggal 2 Juli 1932, di Atlantic City, lahirlah seorang bayi laki-laki. Enam minggu kemudian sepasang suami istri mengadopsinya, tetapi pada saat usianya 5 tahun, ibu angkatnya meninggal dunia. Pada usia 12 tahun, anak laki-laki itu mendapatkan pekerjaan di Hobby House restoran. Pada usia 15 tahun ia memutuskan berhenti sekolah dan bekerja sepenuh waktu di restoran tersebut. Beberapa tahun kemudian bos dari restoran tersebut menawarkan anak muda itu kesempatan. Bosnya memiliki 4 restoran KFC yang merugi dan memintanya untuk membuat restoran itu berkembang lagi. 4 tahun kemudian dengan kerja kerasnya, restoran itu kembali 'sehat' dan dijual kembali ke KFC. Akibat penjualan restoran itu dia menjadi jutawan dalam usia 35 tahun. Siapa anak muda tersebut? Namanya Dave Thomas, pendiri Wendy's. 45 tahun kemudian setelah ia drop out dari sekolah, Dave akhirnya berhasil mendapatkan ijazahnya.
Dunia ini penuh dengan orang seperti Dave. Mereka menghadapi tragedi, penyakit, terluka, kemiskinan dan kesulitan di berbagai hal, namun mereka tidak menyerah dengan keadaan. Mereka berjuang dan bekerja dengan penuh semangat, hingga akhirnya berhasil mengubah keadaannya dan menjadi orang yang dikagumi dan diteladani banyak orang. Tuhan ingin kita menjadi pribadi jenis ini. Pribadi yang tidak takut oleh kesulitan, namun berhasil mengatasi setiap tantangan. Rasul Paulus menulis kepada Timotius bahwa Tuhan tidak memberi kita roh ketakutan tapi Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Tim 1:7). Ketakutan hanya akan membuat kita kehabisan tenaga dan mematahkan semangat kita. Namun bersama Tuhan Yesus, kita akan mendapatkan kekuatan untuk menanggung segala perkara dan dapat melakukan perkara-perkara besar bagi Tuhan.
Jadi, jangan takut saat kesulitan datang. Orang yang sukses dan gagal sama-sama berjuang. Namun yang membedakan mereka adalah orang yang gagal berhenti di tengah jalan, sementara orang yang sukses tidak menyerah dengan kegagalan melainkan maju terus menuju puncak. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, aku mau maju bersama Engkau dalam segala hal. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Swara Bersahabat
“Bagaimana Mau Bahagia (Mat 5:1-12a)”.
Banyak orang mencari dan berusaha menemukan rasa bahagia. Dengan segala kesibukan mereka dan aktivitas yang dibuat, orang mencoba berlindung dibalik segala kesibukan itu.
Mereka merasa bahwa semua aktivitas itu bisa membuat mereka bahagia. Banyak orang seringkali merasa bisa bersembunyi dalam segala kesibukannya.Kesibukan seringkali menjadi kesempatan bagi sebagian orang untuk bisa merasa bahagia.
Sebagian yang lain merasa bahagia kalau dia bisa diam. Dia bisa merasa damai dan tenang batin ketika diam. Diam menjadi kesempatan baginya untuk merasa bahagia.
Apapun yang diperjuangkan untuk bahagia semoga adalah pilihan kebaikan yang diharapkan mengarah kepada kebaikan.
Berkah Dalem|flohartantapr|dikameagukung|01112019||
Salam Damai Kristus
“Bagaimana Mau Bahagia (Mat 5:1-12a)”.
Banyak orang mencari dan berusaha menemukan rasa bahagia. Dengan segala kesibukan mereka dan aktivitas yang dibuat, orang mencoba berlindung dibalik segala kesibukan itu.
Mereka merasa bahwa semua aktivitas itu bisa membuat mereka bahagia. Banyak orang seringkali merasa bisa bersembunyi dalam segala kesibukannya.Kesibukan seringkali menjadi kesempatan bagi sebagian orang untuk bisa merasa bahagia.
Sebagian yang lain merasa bahagia kalau dia bisa diam. Dia bisa merasa damai dan tenang batin ketika diam. Diam menjadi kesempatan baginya untuk merasa bahagia.
Apapun yang diperjuangkan untuk bahagia semoga adalah pilihan kebaikan yang diharapkan mengarah kepada kebaikan.
Berkah Dalem|flohartantapr|dikameagukung|01112019||
Salam Damai Kristus
EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE
Jumat, 01 November 2019
Bac.I, Why 7 : 2 - 4. 9 - 14
Bac. II, 1Yoh 3 : 1 - 3
Injil : Mat 5 : 1 - 12a
Hari Raya Semua Orang Kudus
Kudamba Tinggal Bersamamu Dalam Kekudusan
"Tidak ada yang lebih indah nan berharga yang dirindukan oleh jiwa selain nantinya kelak berkumpul dengan jiwa-jiwa yang lain dalam keabadian karena dilingkupi sinar Ilahi."
Dalam syahadat Para Rasul kita berdoa, "Aku percaya akan persekutuan para kudus." Siapakah para kudus itu? Kitab Wahyu dalam bacaan pertama memberikan jawaban, "Aku melihat suatu kumpulan orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala suku dan bangsa, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka."
Berdasarkan teks di atas dan syahadat para Rasul, maka Gereja Katolik mendedikasikan hari ini, setiap tanggal 1 November sebagai Hari Raya Semua Orang Kudus."
Hari raya ini memberikan harapan kepada kita bahwa;
1) Tubuh kita akan mengakhiri perjalanan di dunia ini lewat peristiwa kematian, tetapi jiwa kita akan berarak menuju keabadian, yakni Allah sendiri.
2) Kerinduan terdalam setiap jiwa adalah tinggal bersama jiwa-jiwa lain dalam keabadian, yakni di hadirat Allah, Sang Pencipta.
3) Perlu perjuangan yang serius untuk menghantar jiwamu ke dalam keabadian. Pilihan untuk berada di sana atau tidak, sepenuhnya adalah keputusanmu.
Akhirnya, milikilah kerinduan untuk kelak bergabung dengan orang kudus di surga maka engkau pun tak pernah berhenti berjuang untuk menggapainya.
Selamat beraktivitas di hari baru untuk para sahabat.
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )
Salam Damai Kristus
Jumat, 01 November 2019
Bac.I, Why 7 : 2 - 4. 9 - 14
Bac. II, 1Yoh 3 : 1 - 3
Injil : Mat 5 : 1 - 12a
Hari Raya Semua Orang Kudus
Kudamba Tinggal Bersamamu Dalam Kekudusan
"Tidak ada yang lebih indah nan berharga yang dirindukan oleh jiwa selain nantinya kelak berkumpul dengan jiwa-jiwa yang lain dalam keabadian karena dilingkupi sinar Ilahi."
Dalam syahadat Para Rasul kita berdoa, "Aku percaya akan persekutuan para kudus." Siapakah para kudus itu? Kitab Wahyu dalam bacaan pertama memberikan jawaban, "Aku melihat suatu kumpulan orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala suku dan bangsa, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka."
Berdasarkan teks di atas dan syahadat para Rasul, maka Gereja Katolik mendedikasikan hari ini, setiap tanggal 1 November sebagai Hari Raya Semua Orang Kudus."
Hari raya ini memberikan harapan kepada kita bahwa;
1) Tubuh kita akan mengakhiri perjalanan di dunia ini lewat peristiwa kematian, tetapi jiwa kita akan berarak menuju keabadian, yakni Allah sendiri.
2) Kerinduan terdalam setiap jiwa adalah tinggal bersama jiwa-jiwa lain dalam keabadian, yakni di hadirat Allah, Sang Pencipta.
3) Perlu perjuangan yang serius untuk menghantar jiwamu ke dalam keabadian. Pilihan untuk berada di sana atau tidak, sepenuhnya adalah keputusanmu.
Akhirnya, milikilah kerinduan untuk kelak bergabung dengan orang kudus di surga maka engkau pun tak pernah berhenti berjuang untuk menggapainya.
Selamat beraktivitas di hari baru untuk para sahabat.
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )
Salam Damai Kristus
*DOA INDULGENSI*
Mulai 1 Nopember kita diminta untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal supaya mendapat indulgensi penuh. Harus didoakan mulai tgl 1 Nov sampai tgl 8 November. (Sampaikan pesan ini kepada keluarga2 lain)... Jangan lupa setiap hari sampai tanggal di atas. Terima kasih.
Ini doanya :
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
Bapa yang maharahim, percaya akan kasih-Mu yang tiada terbatas, bersama seluruh Gereja-Mu, pada hari ini kami mohon dengan sangat, lepaskanlah jiwa-jiwa...(sebut nama2 yang didoakan.)
dari segala hukuman atas dosa-dosa mereka. Perkenankan mereka semua memasuki hidup abadi yang terang dan bahagia di Surga mulia, dan perkenankan mereka memandang kemuliaan cahaya wajah-Mu. Semua ini kami mohon dengan pengantaraan Kristus Putra-Mu dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin
Aku percaya ... (1X)
Bapa Kami ... (1 X)
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
Amin...
*DOA INDULGENSI*
Mulai 1 Nopember kita diminta untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal supaya mendapat indulgensi penuh. Harus didoakan mulai tgl 1 Nov sampai tgl 8 November. (Sampaikan pesan ini kepada keluarga2 lain)... Jangan lupa setiap hari sampai tanggal di atas. Terima kasih.
Ini doanya :
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
Bapa yang maharahim, percaya akan kasih-Mu yang tiada terbatas, bersama seluruh Gereja-Mu, pada hari ini kami mohon dengan sangat, lepaskanlah jiwa-jiwa...(sebut nama2 yang didoakan.)
dari segala hukuman atas dosa-dosa mereka. Perkenankan mereka semua memasuki hidup abadi yang terang dan bahagia di Surga mulia, dan perkenankan mereka memandang kemuliaan cahaya wajah-Mu. Semua ini kami mohon dengan pengantaraan Kristus Putra-Mu dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin
Aku percaya ... (1X)
Bapa Kami ... (1 X)
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin...
Salam Damai Kristis
Mulai 1 Nopember kita diminta untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal supaya mendapat indulgensi penuh. Harus didoakan mulai tgl 1 Nov sampai tgl 8 November. (Sampaikan pesan ini kepada keluarga2 lain)... Jangan lupa setiap hari sampai tanggal di atas. Terima kasih.
Ini doanya :
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
Bapa yang maharahim, percaya akan kasih-Mu yang tiada terbatas, bersama seluruh Gereja-Mu, pada hari ini kami mohon dengan sangat, lepaskanlah jiwa-jiwa...(sebut nama2 yang didoakan.)
dari segala hukuman atas dosa-dosa mereka. Perkenankan mereka semua memasuki hidup abadi yang terang dan bahagia di Surga mulia, dan perkenankan mereka memandang kemuliaan cahaya wajah-Mu. Semua ini kami mohon dengan pengantaraan Kristus Putra-Mu dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin
Aku percaya ... (1X)
Bapa Kami ... (1 X)
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
Amin...
*DOA INDULGENSI*
Mulai 1 Nopember kita diminta untuk mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal supaya mendapat indulgensi penuh. Harus didoakan mulai tgl 1 Nov sampai tgl 8 November. (Sampaikan pesan ini kepada keluarga2 lain)... Jangan lupa setiap hari sampai tanggal di atas. Terima kasih.
Ini doanya :
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.
Bapa yang maharahim, percaya akan kasih-Mu yang tiada terbatas, bersama seluruh Gereja-Mu, pada hari ini kami mohon dengan sangat, lepaskanlah jiwa-jiwa...(sebut nama2 yang didoakan.)
dari segala hukuman atas dosa-dosa mereka. Perkenankan mereka semua memasuki hidup abadi yang terang dan bahagia di Surga mulia, dan perkenankan mereka memandang kemuliaan cahaya wajah-Mu. Semua ini kami mohon dengan pengantaraan Kristus Putra-Mu dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin
Aku percaya ... (1X)
Bapa Kami ... (1 X)
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin...
Salam Damai Kristis
☘🍁Doa pagi🍁☘
Hari Jumat 1 November 2019
Allah mahakasih, ajarilah aku berdoa
mengangkat budi dan hati kepadaMu,
berbicara padaMu dan mendengarkan bisikanMu,
membiarkan kasihku dan kasihMu berpadu.
Bantulah aku untuk jujur dalam doaku,
menyatakan keluhan dan kerinduan,
yang dalam-dalam tersimpan di lubuk hatiku.
Bantulah aku untuk terus bertekun dalam doa,
juga kalaupun doa terasa kering dan membosankan,
bahkan seperti sia-sia memboroskan waktu saja.
Terima kasih ya Tuhan, untuk saat - saat
ketika dalam doa Kau menghibur hatiku, atau
ketika dalam doa Kau menantang aku,
untuk mengubah sikap - sikap hatiku, atau
untuk menata ulang rencana hidupku, atau
untuk memperluas cakrawala pandanganku.
Semoga aku selalu ingat bahwa aku berdoa
tidak untuk menghasilkan sesuatu
tetapi untuk mengugkapkan cinta kasih padaMu,
dan untuk Kau bentuk jadi orang,
sesuai dengan kehendak dan rencanaMu,
penuh syukur untuk segala sesuatu .
Amin.
Salam Damai Kristus
Hari Jumat 1 November 2019
Allah mahakasih, ajarilah aku berdoa
mengangkat budi dan hati kepadaMu,
berbicara padaMu dan mendengarkan bisikanMu,
membiarkan kasihku dan kasihMu berpadu.
Bantulah aku untuk jujur dalam doaku,
menyatakan keluhan dan kerinduan,
yang dalam-dalam tersimpan di lubuk hatiku.
Bantulah aku untuk terus bertekun dalam doa,
juga kalaupun doa terasa kering dan membosankan,
bahkan seperti sia-sia memboroskan waktu saja.
Terima kasih ya Tuhan, untuk saat - saat
ketika dalam doa Kau menghibur hatiku, atau
ketika dalam doa Kau menantang aku,
untuk mengubah sikap - sikap hatiku, atau
untuk menata ulang rencana hidupku, atau
untuk memperluas cakrawala pandanganku.
Semoga aku selalu ingat bahwa aku berdoa
tidak untuk menghasilkan sesuatu
tetapi untuk mengugkapkan cinta kasih padaMu,
dan untuk Kau bentuk jadi orang,
sesuai dengan kehendak dan rencanaMu,
penuh syukur untuk segala sesuatu .
Amin.
Salam Damai Kristus
RUAH
Jumat, 01 November 2019
Hari Raya Semua Orang Kudus (Jumat Pertama, Hari Raya Wajib)
“…Para pengikut Kristus dipanggil oleh Allah bukan berdasarkan perbuatan mereka, melainkan berdasarkan rencana dan rahmat-Nya. Mereka dibenarkan dalam Tuhan Yesus, dan dalam Baptis iman sungguh-sungguh dijadikan anak-anak Allah dan ikut serta dalam kodrat ilahi, maka sungguh menjadi suci. Maka dengan bantuan Allah mereka wajib mempertahankan dan mengembangkan dalam hidup mereka kesucian yang telah mereka terima. Oleh rasul mereka dinasehati, supaya hidup “sebagaimana layak bagi orang-orang kudus” (Ef 5:3); supaya “sebagai kaum pilihan Allah, sebagai orang-orang Kudus yang tercinta, mengenakan sikap belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran” (Kol 3:12); dan supaya menghasilkan buah-buah Roh yang membawa kepada kesucian (lih. Gal 5:22; Rom 6:22). Akan tetapi karena dalam banyak hal kita semua bersalah (lih. Yak 3:2), kita terus-menerus membutuhkan belas kasihan Allah dan wajib berdoa setiap hari: “Dan ampunilah kesalahan kami” (Mat 6:12). Jadi bagi semua jelaslah, bahwa semua orang kristiani, bagaimanapun status atau corak hidup mereka, dipanggil untuk mencapai kepenuhan hidup kristiani dan kesempurnaan cinta kasih…” (Konstitusi Dogmatis tentang Gereja, 40)
Antifon Pembuka
Marilah kita semua bergembira dalam Tuhan sambil merayakan hari pesta untuk menghormati semua Orang Kudus; pada hari raya ini para malaikat pun turut bergembira dan bersama-sama memuji Putra Allah.
Gaudeamus omnes in Domino, diem festum celebrantes sub honore Sanctorum omnium: de quorum solemnitate gaudent angeli, et collaudant Filium Dei.
Let us all rejoice in the Lord, as we celebrate the feast day in honor of all the Saints, at whose festival the Angels rejoice and praise the Son of God
Pada Misa Hari Raya Semua Orang Kudus ada Madah Kemuliaan dan Syahadat
Doa Pembuka
Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, dalam perayaan kali ini kami kenangkan semua orang kudus yang mengimani dan mempercayakan dirinya kepada cinta kasih-Mu entah mereka itu terkenal entah tidak. Dengan para kudus itu kami telah Kau perkenankan dalam umat-Mu, dalam Gereja-Mu. Maka kami mohon dengan perantaraan mereka penuhilah doa keinginan kami dan perkenankanlah kami ikut serta dilimpahi belas kasih-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Wahyu (7:2-4.9-14)
"Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa"
Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup. Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya, "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih, dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta, dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk yang ada disekeliling takhta itu. Mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah sambil berkata, "Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin! "Seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu, dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya, "Tuanku, Tuan mengetahuinya!" Lalu ia berkata kepadaku, "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar! Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkan di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (3:1-3)
"Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."
Saudara-saudara terkasih, lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita ini sudah anak-anak Allah, tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata. Akan tetapi kita tahu bahwa, apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah pada-Ku, kamu semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan membuat lega.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:1-12a)
"Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga."
Sekali peristiwa ketika melihat banyak orang yang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, katanya, "Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat; bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
Renungan
Hari ini kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Secara spontan, bayangan di benak kita, orang-orang kudus yang kita rayakan adalah santo, santa, beato, beata, dan semua orang suci yang namanya tertera di buku yang berisi daftar orang-orang kudus itu. Akan tetapi, tahukah kita bahwa selain para kudus yang resmi diakui oleh Gereja, para kudus yang dirayakan hari ini adalah semua orang, siapa saja yang memang telah masuk dalam barisan orang kudus, mereka yang telah berada di surga? Siapa saja orang itu? Mereka itu dapat orang tua kita, kakek atau nenek kita, bahkan kakak atau adik, anak, atau teman, atau siapa saja dari orang dekat kita yang telah meninggal dan telah masuk ke dalam kemuliaan Allah di surga! Betapa kita harus bersukacita dan bangga, sebab orang yang pernah mengasuh kita (orang tua), orang yang kita kasihi dan pernah kita tolong saat sakit dahulu, kini telah berada di surga, telah menikmati damai dan kemuliaan abadi di surga.
Semua orang yang telah berada di surga itulah yang kira rayakan hari ini. Orang-orang itu dilukiskan oleh Kitab Wahyu pada bacaan pertama hari ini sebagai “Orang-orang yang keluar dari kesusahan besar! Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” Apa artinya? Kitab Wahyu barangkali menunjuk para martir, orang-orang Kmten yang dahulu dianiaya dan dimartir, sehingga disebutkan "keluar dari kesusahan besar". Tetapi kita boleh percaya bahwa yang keluar dari kesusahan besar adalah siapa saja dari para murid Kristus termasuk saudara-saudari kita yang telah meninggal itu, yang ketika di dunia juga mengalami berbau derita dan kesulitan dalam hidup, tetapi berkat penebusan Kristus, diselamatkan. "Jubah putih karena dicuci dalam darah Anak Domba" jelaslah menunjuk pada kemuliaan dan kesucian berkat pahala darah Kristus yang tersalib. Artinya. darah Anak Domba Allah telah menghapus dosa-dosa mereka. dan menjadikan mereka layak masuk ke dalam kemuliaan Allah di surga. Orang-orang kudus ini telah melihat Allah dalam keadaan-Nya yang sebenarnya, seperti dikatakan Rasul Yohanes pada bacaan kedua.
Apa maknanya bagi kita? Nasib para kudus yang sekarang kita rayakan ini adalah keadaan dan gambaran yang akan datang bagi kita semua. ltulah nasib yang harapkan terjadi ketika pada waktunya kita menghadap Allah di surga. Akan tetapi marilah kemuliaan para kudus yang diterima berkat darah Anak Domba itu juga sudah mulai kita hidupi dalam sejarah hidup kita sekarang ini. Bagaimana caranya? Marilah kita laksanakan sabda bahagia yang dikatakan Yesus dalam Injil hari ini. Sabda bahagia itu kita jadikan tuntunan dan kita hidupi, karena dengan cara itulah kita disebut bahagia oleh Tuhan. Bukan hanya tatkala nanti di surga seperti para kudus, tetapi sudah pada hari ini, saat ini ketika kita menghayatinya. [Rm. Emmanuel Martasudjita, Pr/INSPIRASI BATIN 2019]
Kekudusan berawal dari hal-hal kecil dan sederhana yang dilakukan dengan motif kasih yang besar kepada Tuhan, karena “perbuatan kasih adalah jalan utama yang memimpin kita kepada Tuhan.” (St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus)
Antifon Komuni (Mat 5:8-10)
Berbahagialah orang yang suci hatinya sebab mereka akan memandang Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai sebab mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Blessed are the clean of heart, for they shall see God. Blessed are the peacemakers, for they shall be called children of God. Blessed are they who are persecuted for the sake of righteousness, for theirs is the Kingdom of Heaven.
Beati mundo corde, quoniam ipsi Deum videbunt: beati pacifici, quoniam filii Dei vocabuntur: beati qui persecutionem patiuntur propter iustitiam, quoniam ipsorum est regnum caelorum.
Salam Damai Kristus
Jumat, 01 November 2019
Hari Raya Semua Orang Kudus (Jumat Pertama, Hari Raya Wajib)
“…Para pengikut Kristus dipanggil oleh Allah bukan berdasarkan perbuatan mereka, melainkan berdasarkan rencana dan rahmat-Nya. Mereka dibenarkan dalam Tuhan Yesus, dan dalam Baptis iman sungguh-sungguh dijadikan anak-anak Allah dan ikut serta dalam kodrat ilahi, maka sungguh menjadi suci. Maka dengan bantuan Allah mereka wajib mempertahankan dan mengembangkan dalam hidup mereka kesucian yang telah mereka terima. Oleh rasul mereka dinasehati, supaya hidup “sebagaimana layak bagi orang-orang kudus” (Ef 5:3); supaya “sebagai kaum pilihan Allah, sebagai orang-orang Kudus yang tercinta, mengenakan sikap belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran” (Kol 3:12); dan supaya menghasilkan buah-buah Roh yang membawa kepada kesucian (lih. Gal 5:22; Rom 6:22). Akan tetapi karena dalam banyak hal kita semua bersalah (lih. Yak 3:2), kita terus-menerus membutuhkan belas kasihan Allah dan wajib berdoa setiap hari: “Dan ampunilah kesalahan kami” (Mat 6:12). Jadi bagi semua jelaslah, bahwa semua orang kristiani, bagaimanapun status atau corak hidup mereka, dipanggil untuk mencapai kepenuhan hidup kristiani dan kesempurnaan cinta kasih…” (Konstitusi Dogmatis tentang Gereja, 40)
Antifon Pembuka
Marilah kita semua bergembira dalam Tuhan sambil merayakan hari pesta untuk menghormati semua Orang Kudus; pada hari raya ini para malaikat pun turut bergembira dan bersama-sama memuji Putra Allah.
Gaudeamus omnes in Domino, diem festum celebrantes sub honore Sanctorum omnium: de quorum solemnitate gaudent angeli, et collaudant Filium Dei.
Let us all rejoice in the Lord, as we celebrate the feast day in honor of all the Saints, at whose festival the Angels rejoice and praise the Son of God
Pada Misa Hari Raya Semua Orang Kudus ada Madah Kemuliaan dan Syahadat
Doa Pembuka
Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, dalam perayaan kali ini kami kenangkan semua orang kudus yang mengimani dan mempercayakan dirinya kepada cinta kasih-Mu entah mereka itu terkenal entah tidak. Dengan para kudus itu kami telah Kau perkenankan dalam umat-Mu, dalam Gereja-Mu. Maka kami mohon dengan perantaraan mereka penuhilah doa keinginan kami dan perkenankanlah kami ikut serta dilimpahi belas kasih-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Wahyu (7:2-4.9-14)
"Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa"
Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup. Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya, "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih, dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta, dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk yang ada disekeliling takhta itu. Mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah sambil berkata, "Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin! "Seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu, dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya, "Tuanku, Tuan mengetahuinya!" Lalu ia berkata kepadaku, "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar! Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkan di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (3:1-3)
"Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."
Saudara-saudara terkasih, lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita ini sudah anak-anak Allah, tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata. Akan tetapi kita tahu bahwa, apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah pada-Ku, kamu semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan membuat lega.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:1-12a)
"Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga."
Sekali peristiwa ketika melihat banyak orang yang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, katanya, "Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat; bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
Renungan
Hari ini kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Secara spontan, bayangan di benak kita, orang-orang kudus yang kita rayakan adalah santo, santa, beato, beata, dan semua orang suci yang namanya tertera di buku yang berisi daftar orang-orang kudus itu. Akan tetapi, tahukah kita bahwa selain para kudus yang resmi diakui oleh Gereja, para kudus yang dirayakan hari ini adalah semua orang, siapa saja yang memang telah masuk dalam barisan orang kudus, mereka yang telah berada di surga? Siapa saja orang itu? Mereka itu dapat orang tua kita, kakek atau nenek kita, bahkan kakak atau adik, anak, atau teman, atau siapa saja dari orang dekat kita yang telah meninggal dan telah masuk ke dalam kemuliaan Allah di surga! Betapa kita harus bersukacita dan bangga, sebab orang yang pernah mengasuh kita (orang tua), orang yang kita kasihi dan pernah kita tolong saat sakit dahulu, kini telah berada di surga, telah menikmati damai dan kemuliaan abadi di surga.
Semua orang yang telah berada di surga itulah yang kira rayakan hari ini. Orang-orang itu dilukiskan oleh Kitab Wahyu pada bacaan pertama hari ini sebagai “Orang-orang yang keluar dari kesusahan besar! Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” Apa artinya? Kitab Wahyu barangkali menunjuk para martir, orang-orang Kmten yang dahulu dianiaya dan dimartir, sehingga disebutkan "keluar dari kesusahan besar". Tetapi kita boleh percaya bahwa yang keluar dari kesusahan besar adalah siapa saja dari para murid Kristus termasuk saudara-saudari kita yang telah meninggal itu, yang ketika di dunia juga mengalami berbau derita dan kesulitan dalam hidup, tetapi berkat penebusan Kristus, diselamatkan. "Jubah putih karena dicuci dalam darah Anak Domba" jelaslah menunjuk pada kemuliaan dan kesucian berkat pahala darah Kristus yang tersalib. Artinya. darah Anak Domba Allah telah menghapus dosa-dosa mereka. dan menjadikan mereka layak masuk ke dalam kemuliaan Allah di surga. Orang-orang kudus ini telah melihat Allah dalam keadaan-Nya yang sebenarnya, seperti dikatakan Rasul Yohanes pada bacaan kedua.
Apa maknanya bagi kita? Nasib para kudus yang sekarang kita rayakan ini adalah keadaan dan gambaran yang akan datang bagi kita semua. ltulah nasib yang harapkan terjadi ketika pada waktunya kita menghadap Allah di surga. Akan tetapi marilah kemuliaan para kudus yang diterima berkat darah Anak Domba itu juga sudah mulai kita hidupi dalam sejarah hidup kita sekarang ini. Bagaimana caranya? Marilah kita laksanakan sabda bahagia yang dikatakan Yesus dalam Injil hari ini. Sabda bahagia itu kita jadikan tuntunan dan kita hidupi, karena dengan cara itulah kita disebut bahagia oleh Tuhan. Bukan hanya tatkala nanti di surga seperti para kudus, tetapi sudah pada hari ini, saat ini ketika kita menghayatinya. [Rm. Emmanuel Martasudjita, Pr/INSPIRASI BATIN 2019]
Kekudusan berawal dari hal-hal kecil dan sederhana yang dilakukan dengan motif kasih yang besar kepada Tuhan, karena “perbuatan kasih adalah jalan utama yang memimpin kita kepada Tuhan.” (St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus)
Antifon Komuni (Mat 5:8-10)
Berbahagialah orang yang suci hatinya sebab mereka akan memandang Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai sebab mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Blessed are the clean of heart, for they shall see God. Blessed are the peacemakers, for they shall be called children of God. Blessed are they who are persecuted for the sake of righteousness, for theirs is the Kingdom of Heaven.
Beati mundo corde, quoniam ipsi Deum videbunt: beati pacifici, quoniam filii Dei vocabuntur: beati qui persecutionem patiuntur propter iustitiam, quoniam ipsorum est regnum caelorum.
Salam Damai Kristus
*JUMAT, 01 NOPEMBER 2019*
Bacaan Liturgi
HR Semua Orang Kudus
Bacaan Injil
Mat 5:1-12a
Bersukacita dan bergembiralah,
karena besarlah ganjaranmu di surga.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa
ketika melihat banyak orang yang datang,
Yesus mendaki lereng sebuah bukit.
Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya.
Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya,
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah orang yang berdukacita,
karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut,
karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hati,
karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya,
karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah kamu,
jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya,
dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat;
bersukacita dan bergembiralah,
karena besarlah ganjaranmu di surga."
Demikianlah Injil Tuhan.
=======================
*SIRAMAN ROHANI* Jumat, 01 Nopember 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Mulailah Hidup Suci Sekarang Juga, Janganlah Ditunda-Tunda!* Matius 5: 1-12a
Saudara-saudari…Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya semua orang Kudus. Siapa saja orang kudus itu? Mereka adalah saudara-saudari kita, yang hidup bersama Tuhan dalam surga. Di antara mereka ada yang sudah diakui secara resmi oleh gereja sebagai orang kudus, tetapi ada begitu banyak penghuni surga yang belum diakui oleh gereja secara resmi, tetapi kita percaya bahwa mereka juga adalah orang kudus. Di antara mereka-mereka itu, mungkin orangtua kita, kakek nenek kita, saudara-saudari kandung kita. Pada hari ini kita menyampaikan syukur kepada Tuhan karena berkat kesetiaan, iman dan perbuatan mereka, Tuhan sudah mengganjari mereka kebahagiaan abadi bersama Dia dalam kerajaan surga. Kita juga meminta para kudus di surga agar selalu mendoakan kita dan semoga berkat doa mereka kita pun selalu teguh dalam iman dan setia menjalankan perintah Tuhan sehingga kelak kita pun boleh bersatu bersama mereka dalam kerjaan surga.
Bagaimana mereka bisa menjadi kudus? 1) Karena selama hidup di dunia ini, mereka selalu merasa bergantung pada Allah dan selalu percaya padaNya. Kata Yesus: “Berbahagialah orang miskin di hadapan Allah.” Jadi barangsiapa yang selalu bergantung pada Allah, maka mereka akan bahagia, akan jadi kudus. 2) Karena mereka selalu alami banyak penderitaan demi iman akan Kristus. Kata Yesus: “Berbahagialah mereka yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” Jadi barangsiapa yang selalu menderita karena iman, maka mereka akan dihibur untuk selamanya. 3) Karena mereka selalu murah hati selama hidupnya; selalu menolong orang sakit, orang miskin dan yang terlantar. Kata Yesus: “Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan.” 4) Karena mereka selalu mengikuti perintah dan kehendak Allah. Hati mereka selalu suci. 5) Karena selama hidup di dunia ini, mereka selalu promosikan perdamaian, keadilan dan kebenaran dan mereka pun siap menderita karena tugas mulia itu.
Jadi kalau kita rindu mau menjadi orang kudus kelak dan hidup bersama Tuhan dalam kerajaanNya, maka hayatilah dan amalkanlah nilai-nilai Injil dalam hidup harian kita mulai saat ini juga, jangan ditunda-tunda! Dalam situasi apa pun kita harus selalu percaya teguh pada Tuhan, siap memikul salib demi iman akan Kristus, selalu murah hati kepada yang miskin dan menderita, hidup suci, berani tampil membawa perdamaian dan siap berkorban demi keadilan dan kebenaran.
Marilah saudara-saudari... Mulailah hidup suci sekarang ini juga, jangalah ditunda-tunda agar kelak kita layak bergabung dalam persekutuan para kudus di surga.
Kita memohon para orang kudus dan Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amin.
Salam Damai Kristus
Bacaan Liturgi
HR Semua Orang Kudus
Bacaan Injil
Mat 5:1-12a
Bersukacita dan bergembiralah,
karena besarlah ganjaranmu di surga.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa
ketika melihat banyak orang yang datang,
Yesus mendaki lereng sebuah bukit.
Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya.
Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya,
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah orang yang berdukacita,
karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut,
karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hati,
karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya,
karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Berbahagialah kamu,
jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya,
dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat;
bersukacita dan bergembiralah,
karena besarlah ganjaranmu di surga."
Demikianlah Injil Tuhan.
=======================
*SIRAMAN ROHANI* Jumat, 01 Nopember 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Mulailah Hidup Suci Sekarang Juga, Janganlah Ditunda-Tunda!* Matius 5: 1-12a
Saudara-saudari…Pada hari ini Gereja merayakan Hari Raya semua orang Kudus. Siapa saja orang kudus itu? Mereka adalah saudara-saudari kita, yang hidup bersama Tuhan dalam surga. Di antara mereka ada yang sudah diakui secara resmi oleh gereja sebagai orang kudus, tetapi ada begitu banyak penghuni surga yang belum diakui oleh gereja secara resmi, tetapi kita percaya bahwa mereka juga adalah orang kudus. Di antara mereka-mereka itu, mungkin orangtua kita, kakek nenek kita, saudara-saudari kandung kita. Pada hari ini kita menyampaikan syukur kepada Tuhan karena berkat kesetiaan, iman dan perbuatan mereka, Tuhan sudah mengganjari mereka kebahagiaan abadi bersama Dia dalam kerajaan surga. Kita juga meminta para kudus di surga agar selalu mendoakan kita dan semoga berkat doa mereka kita pun selalu teguh dalam iman dan setia menjalankan perintah Tuhan sehingga kelak kita pun boleh bersatu bersama mereka dalam kerjaan surga.
Bagaimana mereka bisa menjadi kudus? 1) Karena selama hidup di dunia ini, mereka selalu merasa bergantung pada Allah dan selalu percaya padaNya. Kata Yesus: “Berbahagialah orang miskin di hadapan Allah.” Jadi barangsiapa yang selalu bergantung pada Allah, maka mereka akan bahagia, akan jadi kudus. 2) Karena mereka selalu alami banyak penderitaan demi iman akan Kristus. Kata Yesus: “Berbahagialah mereka yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” Jadi barangsiapa yang selalu menderita karena iman, maka mereka akan dihibur untuk selamanya. 3) Karena mereka selalu murah hati selama hidupnya; selalu menolong orang sakit, orang miskin dan yang terlantar. Kata Yesus: “Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan.” 4) Karena mereka selalu mengikuti perintah dan kehendak Allah. Hati mereka selalu suci. 5) Karena selama hidup di dunia ini, mereka selalu promosikan perdamaian, keadilan dan kebenaran dan mereka pun siap menderita karena tugas mulia itu.
Jadi kalau kita rindu mau menjadi orang kudus kelak dan hidup bersama Tuhan dalam kerajaanNya, maka hayatilah dan amalkanlah nilai-nilai Injil dalam hidup harian kita mulai saat ini juga, jangan ditunda-tunda! Dalam situasi apa pun kita harus selalu percaya teguh pada Tuhan, siap memikul salib demi iman akan Kristus, selalu murah hati kepada yang miskin dan menderita, hidup suci, berani tampil membawa perdamaian dan siap berkorban demi keadilan dan kebenaran.
Marilah saudara-saudari... Mulailah hidup suci sekarang ini juga, jangalah ditunda-tunda agar kelak kita layak bergabung dalam persekutuan para kudus di surga.
Kita memohon para orang kudus dan Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amin.
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
MEMBAWA DAMAI
1 Nopember 2019
“Berbahagialah orang yang membawa DAMAI, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9)
Lectio
Why 7:2-4,9-14; Mzm 24:1-2.3-4ab, 5-6; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a
Di suatu pagi Andy berkata kepada Ibunya :
“Bu, hari Minggu ini kita main ke rumah Paman Rudi ya.”
Namun sang Ibu menjawab :
“Nak, Pamanmu itu sudah mengambil hak ayahmu! Ibu sebenarnya tak ingin datang. Tapi karena kamu yang minta, baiklah..”
Di hari minggu, setelah misa, Andy membelikan beberapa makanan dan lalu mereka pergi ke rumah Rudi.
Setibanya di sana, mereka melihat Rudi seperti sedang sakit, sedikit kaget melihat Andy datang bersama Ibunya.
“Pagi Paman, ini kami bawakan makanan, kami habis misa. Mari kita makan pagi bersama.”
Dengan terbata-bata menahan haru Rudi berkata :
“Paman sangat beruntung bisa makan bersama saudara yang baru pulang dari Gereja. Terima kasih kalian sudah datang.”
Lalu merekapun makan bersama. Rudi yang tampak kurang sehat berkata :
“Mba Maria, saya tahu kita tidak pernah bertemu hampir 2 tahun ini. Kehadiran kalian hari ini benar-benar MENDAMAIKAN hati saya. Kalian benar-benar anak-anak Allah dan saya serta keluarga harus banyak belajar untuk mendahulukan KEDAMAIAN di atas segala materi. Saya nanti akan mengembalikan warisan jatah Alm Mas Tony. Saya percaya beliau juga senang melihat kita hidup DAMAI.”
Pembawa KEDAMAIAN adalah ciri anak-anak Allah.
Oratio
Ya Allah, jadikanlah kami anak-anak-Mu yang selalu membawa damai pada sesama. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan selalu membawa damai pada sesama.
Have a Blessed First Friday.
MEMBAWA DAMAI
1 Nopember 2019
“Berbahagialah orang yang membawa DAMAI, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9)
Lectio
Why 7:2-4,9-14; Mzm 24:1-2.3-4ab, 5-6; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a
Di suatu pagi Andy berkata kepada Ibunya :
“Bu, hari Minggu ini kita main ke rumah Paman Rudi ya.”
Namun sang Ibu menjawab :
“Nak, Pamanmu itu sudah mengambil hak ayahmu! Ibu sebenarnya tak ingin datang. Tapi karena kamu yang minta, baiklah..”
Di hari minggu, setelah misa, Andy membelikan beberapa makanan dan lalu mereka pergi ke rumah Rudi.
Setibanya di sana, mereka melihat Rudi seperti sedang sakit, sedikit kaget melihat Andy datang bersama Ibunya.
“Pagi Paman, ini kami bawakan makanan, kami habis misa. Mari kita makan pagi bersama.”
Dengan terbata-bata menahan haru Rudi berkata :
“Paman sangat beruntung bisa makan bersama saudara yang baru pulang dari Gereja. Terima kasih kalian sudah datang.”
Lalu merekapun makan bersama. Rudi yang tampak kurang sehat berkata :
“Mba Maria, saya tahu kita tidak pernah bertemu hampir 2 tahun ini. Kehadiran kalian hari ini benar-benar MENDAMAIKAN hati saya. Kalian benar-benar anak-anak Allah dan saya serta keluarga harus banyak belajar untuk mendahulukan KEDAMAIAN di atas segala materi. Saya nanti akan mengembalikan warisan jatah Alm Mas Tony. Saya percaya beliau juga senang melihat kita hidup DAMAI.”
Pembawa KEDAMAIAN adalah ciri anak-anak Allah.
Oratio
Ya Allah, jadikanlah kami anak-anak-Mu yang selalu membawa damai pada sesama. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan selalu membawa damai pada sesama.
Have a Blessed First Friday.
Santo-Santa
1 November
Hari Raya Semua Orang Kudus
Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul. Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan pada hari minggu sesudah Pentekosta. Lama kelamaan pesta ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum dan yang tidak diketahui.
Pesta hari ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut "Persekutuan para Kudus", yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Secara khusus pada hari raya ini kita memperingati rombongan besar orang yang berdiri di hadapan takhta Allah, karena mereka telah memelihara imannya dengan baik sampai pada akhir pertandingan di dunia ini, sehingga memperoleh ganjaran yang besar di surga.
Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus yang berbahagia di surga itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan dan tabah dalam penderitaan. Bersama mereka kita nantikan kebangkitan badan. Dan bila Kristus menyatakan diri dalam kemuliaan, kita akan menjadi serupa dengan Dia. Pada saat itulah terjalin kesatuan kita yang sempurna dengan Kristus dan dengan semua saudara kita. Para kudus itu berbahagia karena mereka telah mengikuti Kristus.
Kebahagiaan dan kemuliaan mereka tak bisa kita lukiskan dengan kata-kata manusiawi. Sehubungan dengan itu Santo Paulus berkata: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1Kor 2:9) Ganjaran yang diterimanya dari Kristus adalah turut serta di dalam Perjamuan Perkawinan Anak Domba Allah. Air mata mereka telah dihapus sendiri oleh Yesus. Tentang itu Yohanes menulis: "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan perkawinan Anak Domba." (Why 19:9) "Dan Dia akan menghapus segala air mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau berdukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Oleh sebab itu "Kita, mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Hibr 12:1-2).
Sumber : www.imankatolik.or.id
1 November
Hari Raya Semua Orang Kudus
Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul. Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan pada hari minggu sesudah Pentekosta. Lama kelamaan pesta ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum dan yang tidak diketahui.
Pesta hari ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut "Persekutuan para Kudus", yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Secara khusus pada hari raya ini kita memperingati rombongan besar orang yang berdiri di hadapan takhta Allah, karena mereka telah memelihara imannya dengan baik sampai pada akhir pertandingan di dunia ini, sehingga memperoleh ganjaran yang besar di surga.
Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus yang berbahagia di surga itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan dan tabah dalam penderitaan. Bersama mereka kita nantikan kebangkitan badan. Dan bila Kristus menyatakan diri dalam kemuliaan, kita akan menjadi serupa dengan Dia. Pada saat itulah terjalin kesatuan kita yang sempurna dengan Kristus dan dengan semua saudara kita. Para kudus itu berbahagia karena mereka telah mengikuti Kristus.
Kebahagiaan dan kemuliaan mereka tak bisa kita lukiskan dengan kata-kata manusiawi. Sehubungan dengan itu Santo Paulus berkata: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1Kor 2:9) Ganjaran yang diterimanya dari Kristus adalah turut serta di dalam Perjamuan Perkawinan Anak Domba Allah. Air mata mereka telah dihapus sendiri oleh Yesus. Tentang itu Yohanes menulis: "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan perkawinan Anak Domba." (Why 19:9) "Dan Dia akan menghapus segala air mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau berdukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Oleh sebab itu "Kita, mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Hibr 12:1-2).
Sumber : www.imankatolik.or.id
Rabu, 30 Oktober 2019
" Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! " (Maz 27:14)
Sebab jika kita me-nanti2kan Tuhan, kita akan mendapat kekuatan baru, ketika kita berlari dan tidak menjadi lesu, ketika kita berjalan dan tidak menjadi lelah,
Karena Tuhan penolong kita dan perisai kita,
Allah yang adil, berbahagialah orang2 yang me-nanti2kan Dia.
Salam Damai Kristus
Sebab jika kita me-nanti2kan Tuhan, kita akan mendapat kekuatan baru, ketika kita berlari dan tidak menjadi lesu, ketika kita berjalan dan tidak menjadi lelah,
Karena Tuhan penolong kita dan perisai kita,
Allah yang adil, berbahagialah orang2 yang me-nanti2kan Dia.
Salam Damai Kristus
EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE
Kamis, 31 Oktober 2019
Bac.I, Rom 8 : 31b - 39
Injil : Luk. 13 : 31 - 35
Pekan Biasa XXX
Berani Menghadapi Ancaman
"Ada dua pilihan ketika menghadapi ancaman yakni; Menyerah atau berani menantangnya. Dan hanya orang yang berani karena imanlah yang akan keluar sebagai pemenangnya."
Yesus pun pada masanya mendapatkan ancaman dari Herodes yang ingin membunuh-Nya. Apakah Yesus takut dan mundur? Tidak! Ia malah menantangnya dan terus menyelesaikan misi-Nya.
Pelajaran penting bagi kita di pagi ini adalah;
1) Andalkanlah Tuhan dalam setiap perkara dan ancaman yang Anda hadapi karena imanmu pada Yesus.
2). Dengan imanmu, jangan pernah takut menghadapi ancaman apa pun. Ubahlah ancaman jadi peluang bagimu untuk menggapai tujuan.
3) Fokuslah pada tujuan misi dan tugasmu. Tentukanlah langkah-langkah yang pasti dan terukur untuk mencapai tujuanmu.
Akhirnya ingatlah nasehat Rasul Paulus, "Jika Tuhan ada di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"
Selamat beraktivitas di hari baru untuk para sahabat.
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
(Rinnong - Duc in Altum)
Salam Damai Kristus
Kamis, 31 Oktober 2019
Bac.I, Rom 8 : 31b - 39
Injil : Luk. 13 : 31 - 35
Pekan Biasa XXX
Berani Menghadapi Ancaman
"Ada dua pilihan ketika menghadapi ancaman yakni; Menyerah atau berani menantangnya. Dan hanya orang yang berani karena imanlah yang akan keluar sebagai pemenangnya."
Yesus pun pada masanya mendapatkan ancaman dari Herodes yang ingin membunuh-Nya. Apakah Yesus takut dan mundur? Tidak! Ia malah menantangnya dan terus menyelesaikan misi-Nya.
Pelajaran penting bagi kita di pagi ini adalah;
1) Andalkanlah Tuhan dalam setiap perkara dan ancaman yang Anda hadapi karena imanmu pada Yesus.
2). Dengan imanmu, jangan pernah takut menghadapi ancaman apa pun. Ubahlah ancaman jadi peluang bagimu untuk menggapai tujuan.
3) Fokuslah pada tujuan misi dan tugasmu. Tentukanlah langkah-langkah yang pasti dan terukur untuk mencapai tujuanmu.
Akhirnya ingatlah nasehat Rasul Paulus, "Jika Tuhan ada di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?"
Selamat beraktivitas di hari baru untuk para sahabat.
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
(Rinnong - Duc in Altum)
Salam Damai Kristus
Kamis, 31 Oktober 2019
Pekan Biasa XXX
Ef. 6:10-20; Mzm. 144:1,2,9-10; Luk. 13:31-35.
"Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau" (Luk 13,34)
Kita masing-masing tentunya pernah mempunyai rasa kangen atau rindu. Mungkin pada orangtua, anak, saudara atau dekat. Rasa rindu itu biasanya mendorong kita untuk berkomunikasi, mendoakan, dan bertemu. Namun, kalau komunikasi dan perjumpaan itu tidak terjadi, maka rasa rindu semakin menjadi. Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan kerinduan-Nya untuk mengumpulkan anak-anak Yerusalem, yakni kita semua. Namun, seringkali kita tidak mau, cuek, tidak peduli, sok sibuk atau apa pun alasan kita. Berhadapan dengan penolakan kita itu, mungkin Tuhan kecewa atau marah juga. Tetapi, itu tidak membatalkan cinta-Nya kepada kita, bahkan mengurangi sedikit pun tidak. Cinta-Nya kepada kita tidak berkurang sedikit pun oleh karena dosa dan ketidaksetiaan kita. Kehendak Tuhan untuk menyelamatkan kita tidak terbatalkan oleh karena penolakan dari pihak kita. Meskipun kita seringkali cuek, tidak peduli dan malah pergi meninggalkan-Nya, Tuhan tetap rindu untuk mengumpulkan kita. Justru untuk mewujudkan kerinduan-Nya itu, Ia pergi ke Yerusalem. Untuk apa? Untuk disalibkan. Di atas salib itulah, tangan-Nya terentang: siap menyambut, merengkuh dan mengumpulkan kita (bdk. Yoh 3,14). Sadar akan betapa besar kerinduan dan kasih Tuhan kepada kita, masihkan kita tetap cuek dan tidak peduli pada-Nya? Semoga, kita pun juga merindukan-Nya sehingga selalu meluangkan waktu untuk berkomunikasi dan berjumpa dengan-Nya.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Pekan Biasa XXX
Ef. 6:10-20; Mzm. 144:1,2,9-10; Luk. 13:31-35.
"Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau" (Luk 13,34)
Kita masing-masing tentunya pernah mempunyai rasa kangen atau rindu. Mungkin pada orangtua, anak, saudara atau dekat. Rasa rindu itu biasanya mendorong kita untuk berkomunikasi, mendoakan, dan bertemu. Namun, kalau komunikasi dan perjumpaan itu tidak terjadi, maka rasa rindu semakin menjadi. Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan kerinduan-Nya untuk mengumpulkan anak-anak Yerusalem, yakni kita semua. Namun, seringkali kita tidak mau, cuek, tidak peduli, sok sibuk atau apa pun alasan kita. Berhadapan dengan penolakan kita itu, mungkin Tuhan kecewa atau marah juga. Tetapi, itu tidak membatalkan cinta-Nya kepada kita, bahkan mengurangi sedikit pun tidak. Cinta-Nya kepada kita tidak berkurang sedikit pun oleh karena dosa dan ketidaksetiaan kita. Kehendak Tuhan untuk menyelamatkan kita tidak terbatalkan oleh karena penolakan dari pihak kita. Meskipun kita seringkali cuek, tidak peduli dan malah pergi meninggalkan-Nya, Tuhan tetap rindu untuk mengumpulkan kita. Justru untuk mewujudkan kerinduan-Nya itu, Ia pergi ke Yerusalem. Untuk apa? Untuk disalibkan. Di atas salib itulah, tangan-Nya terentang: siap menyambut, merengkuh dan mengumpulkan kita (bdk. Yoh 3,14). Sadar akan betapa besar kerinduan dan kasih Tuhan kepada kita, masihkan kita tetap cuek dan tidak peduli pada-Nya? Semoga, kita pun juga merindukan-Nya sehingga selalu meluangkan waktu untuk berkomunikasi dan berjumpa dengan-Nya.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
#renungan
*SAAT-SAAT UNTUK BERKEMBANG DALAM IMAN*
Kamis 31 Okt 2019
_`Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?` (Rm 8:31)_
Saya ingat ketika saya masih kecil, cara saya beriman itu seperti burung beo. Orang mengatakan `begini`, saya akan percaya dan melakukannya. Kepercayaan saya hanya sejauh orang lain percaya, maka saya juga akan ikut percaya. Saya meniru iman orang lain. Namun, dalam perjalanan waktu iman itu terus bertumbuh.
Seringkali dalam kehidupan kita sehari-hari persoalan yang tak kunjung henti menjadikan kita akhirnya mulai percaya dan pasrah kepada Tuhan. Seperti pemazmur yang berseru, `Tetapi Engkau, ya Allah, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh sebab kasih setia-Mu yang baik!` (Mzm 109:21) Ketika kita sedang terpuruk dengan berbagai persoalan dan semua orang juga sudah tidak bisa diharapkan, pada saat seperti itulah biasanya kita akhirnya berlari kepada Tuhan. Tuhan menjadikan saat itu sebagai kesempatan agar kita mulai percaya hanya kepada-Nya.
Banyak sekali orang yang berkembang dalam iman, ketika mereka sudah melalui banyak peristiwa, mulai dari hal yang sederhana sampai pada persoalan yang luar biasa. Perjalanan iman tidak akan lepas dari suka-duka kehidupan yang membentuknya. Iman yang dimulai dari `diucapkan di mulut saja` berkembang sampai pada iman yang sungguhsungguh percaya dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan, tanpa ada kebimbangan. Bagaimana iman Anda? Sudahkah Anda memanfaatkan saat-saat kehidupan Anda untuk berkembang dalam iman?
*_Sr. M. Brigitta, P.Karm_*
Kamis 31 Okt 2019
Rm 8:31-39; Mzm 109:21-22.26-27.30-31 Luk 13:31-35
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*SAAT-SAAT UNTUK BERKEMBANG DALAM IMAN*
Kamis 31 Okt 2019
_`Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?` (Rm 8:31)_
Saya ingat ketika saya masih kecil, cara saya beriman itu seperti burung beo. Orang mengatakan `begini`, saya akan percaya dan melakukannya. Kepercayaan saya hanya sejauh orang lain percaya, maka saya juga akan ikut percaya. Saya meniru iman orang lain. Namun, dalam perjalanan waktu iman itu terus bertumbuh.
Seringkali dalam kehidupan kita sehari-hari persoalan yang tak kunjung henti menjadikan kita akhirnya mulai percaya dan pasrah kepada Tuhan. Seperti pemazmur yang berseru, `Tetapi Engkau, ya Allah, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh sebab kasih setia-Mu yang baik!` (Mzm 109:21) Ketika kita sedang terpuruk dengan berbagai persoalan dan semua orang juga sudah tidak bisa diharapkan, pada saat seperti itulah biasanya kita akhirnya berlari kepada Tuhan. Tuhan menjadikan saat itu sebagai kesempatan agar kita mulai percaya hanya kepada-Nya.
Banyak sekali orang yang berkembang dalam iman, ketika mereka sudah melalui banyak peristiwa, mulai dari hal yang sederhana sampai pada persoalan yang luar biasa. Perjalanan iman tidak akan lepas dari suka-duka kehidupan yang membentuknya. Iman yang dimulai dari `diucapkan di mulut saja` berkembang sampai pada iman yang sungguhsungguh percaya dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan, tanpa ada kebimbangan. Bagaimana iman Anda? Sudahkah Anda memanfaatkan saat-saat kehidupan Anda untuk berkembang dalam iman?
*_Sr. M. Brigitta, P.Karm_*
Kamis 31 Okt 2019
Rm 8:31-39; Mzm 109:21-22.26-27.30-31 Luk 13:31-35
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Pernik-Pernik Iman dan Devosi Kepada Santa Perawan Maria (30)
Pengantar
Satu kebenaran hakiki yang harus diakui oleh semua orang Kristen adalah "MARIA MEMANG BUKAN TUHAN TAPI DIA ADALAH BUNDA TUHAN. "Alasanya, kita semua percaya bahwa "YESUS ADALAH TUHAN DAN MARIA ADALAH BUNDA YESUS."
Maria, Engkau Bukan Bundaku, Tapi Yesus Putramu adalah Tuhanku
Kata-kata di atas bisa kita temukan dalam penghayatan sebagian besar orang Kristen di luar Gereja Katolik. Bagi mereka, Maria adalah penghalang atau tidak layak mendapatkan penghormatan yang besar seperti yang diperbuat oleh orang-orang Katolik terhadapnya lewat devosi-devosi yang ada dalam praktek iman orang Katolik.
Bagaimana menghadapi tuduhan seperti di atas?
Dalam sebuah pesan singkat bergambar Yesus dan Maria, Bunda-Nya tertulis, "Jangan mengira bahwa pujianmu kepada Yesus berkenan kepada-Nya jika engkau memandang rendah Maria, ibu-Nya." Ini berarti bahwa sebagai orang Kristen, Maria harus dihormati lebih dari siapa pun nabi atau murid Kristus di dunia maupun akhirat. Mengapa, karena kita semua yang lain mewartakan Yesus melalui mulut kita, tapi Maria mengandung dan mewartakan Yesus dari dalam rahim keibuannya. Atas alasan inilah Paus Fransiskus menegaskan, "Jika ada orang Kristen yang tidak menerima Maria sebagai ibu rohaninya maka ia adalah anak yatim piatu."
Penegasan Paus Fransiskus di atas tentunya memiliki dasar biblis yang kuat yakni perintah Yesus sendiri kepada Yohanes, murid-Nya dari tiang gantungan, "Inilah ibumu!" ( Yoh. 19 : 27 ). Perintah ini diberikan kepada Yohanes, yang mewakili semua murid atau pengikut-Nya dengan keharusan untuk menjadikan Maria sebagai ibu mereka. Dengan kata lain, tidak mungkin Anda menyebut diri pengikut Kristus tapi menolak Maria sebagai ibumu. Jika itu yang Anda perbuat maka Anda tidak layak disebut orang Kristen atau pengikut Kristus.
Karena itu, bersyukurlah kita sekalian yang menghormati Maria dan menjadikannya sebagai ibu rohani kita karena memang itulah yang dikehendaki Yesus Putranya, yang adalah Juruselamat kita.
Ingatlah akan pesan St. Maximilianus Kolbe, " Jangan takut mencintai Maria, karena sebesar apa pun cintamu padanya tidak sebanding dengan cinta Yesus kepadanya sebagai putra Maria."
Akhirnya, ingatlah pesan Scott Hahn, penulis buku terlaris, "Rome Sweet Home, "Jangan pernah malu dilihat orang bersama Bundamu, Maria."
Ditulis oleh : Rinnong - Duc in Altum
Salam Damai Kristus
Pengantar
Satu kebenaran hakiki yang harus diakui oleh semua orang Kristen adalah "MARIA MEMANG BUKAN TUHAN TAPI DIA ADALAH BUNDA TUHAN. "Alasanya, kita semua percaya bahwa "YESUS ADALAH TUHAN DAN MARIA ADALAH BUNDA YESUS."
Maria, Engkau Bukan Bundaku, Tapi Yesus Putramu adalah Tuhanku
Kata-kata di atas bisa kita temukan dalam penghayatan sebagian besar orang Kristen di luar Gereja Katolik. Bagi mereka, Maria adalah penghalang atau tidak layak mendapatkan penghormatan yang besar seperti yang diperbuat oleh orang-orang Katolik terhadapnya lewat devosi-devosi yang ada dalam praktek iman orang Katolik.
Bagaimana menghadapi tuduhan seperti di atas?
Dalam sebuah pesan singkat bergambar Yesus dan Maria, Bunda-Nya tertulis, "Jangan mengira bahwa pujianmu kepada Yesus berkenan kepada-Nya jika engkau memandang rendah Maria, ibu-Nya." Ini berarti bahwa sebagai orang Kristen, Maria harus dihormati lebih dari siapa pun nabi atau murid Kristus di dunia maupun akhirat. Mengapa, karena kita semua yang lain mewartakan Yesus melalui mulut kita, tapi Maria mengandung dan mewartakan Yesus dari dalam rahim keibuannya. Atas alasan inilah Paus Fransiskus menegaskan, "Jika ada orang Kristen yang tidak menerima Maria sebagai ibu rohaninya maka ia adalah anak yatim piatu."
Penegasan Paus Fransiskus di atas tentunya memiliki dasar biblis yang kuat yakni perintah Yesus sendiri kepada Yohanes, murid-Nya dari tiang gantungan, "Inilah ibumu!" ( Yoh. 19 : 27 ). Perintah ini diberikan kepada Yohanes, yang mewakili semua murid atau pengikut-Nya dengan keharusan untuk menjadikan Maria sebagai ibu mereka. Dengan kata lain, tidak mungkin Anda menyebut diri pengikut Kristus tapi menolak Maria sebagai ibumu. Jika itu yang Anda perbuat maka Anda tidak layak disebut orang Kristen atau pengikut Kristus.
Karena itu, bersyukurlah kita sekalian yang menghormati Maria dan menjadikannya sebagai ibu rohani kita karena memang itulah yang dikehendaki Yesus Putranya, yang adalah Juruselamat kita.
Ingatlah akan pesan St. Maximilianus Kolbe, " Jangan takut mencintai Maria, karena sebesar apa pun cintamu padanya tidak sebanding dengan cinta Yesus kepadanya sebagai putra Maria."
Akhirnya, ingatlah pesan Scott Hahn, penulis buku terlaris, "Rome Sweet Home, "Jangan pernah malu dilihat orang bersama Bundamu, Maria."
Ditulis oleh : Rinnong - Duc in Altum
Salam Damai Kristus
Kamis, 31 Oktober 2019
*ALLAH INGIN MENARIK KITA KEPADA-NYA*
*BACAAN*
*Rom 8:31b-39* – “Tiada makhluk mana pun yang dapat memisahkan kita dari cinta kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus”
*Luk 13:31-35* – “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayap, tetapi kamu tidak mau”
*RENUNGAN*
1.Yesus mendapatkan perlawanan ketika menuju Yerusalem. Orang-orang Parisi mengingatkan Dia tentang Herodes. Yesus tidak terkejut. Ia tahu kehendak Bapa bahwa diri-Nya harus pergi ke Yerusalem dan menyerahkan hidup-Nya di kayu salib. Ia tidak bersembunyi dan tidak lari dari kehendak Bapa-Nya. Ia tahu bahwa salib berada di hadapan-Nya, tetapi Ia juga tahu bahwa kematian dan salib bukanlah titik akhir. Di balik kematian ada Kebangkitan. “Pada hari ketiga, Aku akan selesai.” Teladan Kristus hendaknya memberi keyakinan bahwa kita tidak boleh mundur ketika menghadapi kesukaran-kesukaran dan perjuangan hidup. Tuhan ingin selalu terlibat dalam kehidupan kita dan menyertai perjalanan kita. Ia selalu berada bersama kita, siap membantu kita dengan rahmat dan kekuatan tangan-Nya.
2.Yesus menangisi Yerusalem, tetapi hati-Nya selalu terbuka terhadap orang lain. Ia tidak terjerumus dalam kepedihan-Nya. Ia dengan bebas mempersembahkan hidup-Nya bagi orang lain. Orang lain menolak Dia, tetapi Dia tidak pernah menolak mereka. Ia tidak membenci mereka yang akan membuat Dia menderita dan sengsara. Ia mengasihi, dan Ia tidak pernah berhenti mengasihi. Sebagaimana seekor induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, demikian juga Allah begitu rindu untuk menarik semua orang kepada-Nya. Kita perlu membiarkan Allah menarik kita kepada-Nya.
3.Yesus memberikan teladan untuk kita ikuti. Hati kita tidak boleh tertutup terhadap orang lain di sekitar kita, bahkan mereka yang benci dan memusuhi Gereja. Yesus mengasihi musuh-musuh-Nya. Dia berdoa bagi mereka yang menganiaya dan menyiksa Gereja. Ia memberkati siapa pun yang memaki diri-Nya. Tuhan hanya melihat kebaikan mereka, dan Ia mengurbankan diri bagi mereka. Ia menunjukkan kepada kita bagaimana hidup sebagai orang Kristen sejati. Untuk percaya kepada-Nya, kita perlu membangun persaudaraan kepada mereka yang tidak sepaham dan tidak bertindak seperti kita. Betulkah orang Kristen itu eksklusif?
🇮🇩www.berkat.id🇮🇩
Salam Damai Kristus
*ALLAH INGIN MENARIK KITA KEPADA-NYA*
*BACAAN*
*Rom 8:31b-39* – “Tiada makhluk mana pun yang dapat memisahkan kita dari cinta kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus”
*Luk 13:31-35* – “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayap, tetapi kamu tidak mau”
*RENUNGAN*
1.Yesus mendapatkan perlawanan ketika menuju Yerusalem. Orang-orang Parisi mengingatkan Dia tentang Herodes. Yesus tidak terkejut. Ia tahu kehendak Bapa bahwa diri-Nya harus pergi ke Yerusalem dan menyerahkan hidup-Nya di kayu salib. Ia tidak bersembunyi dan tidak lari dari kehendak Bapa-Nya. Ia tahu bahwa salib berada di hadapan-Nya, tetapi Ia juga tahu bahwa kematian dan salib bukanlah titik akhir. Di balik kematian ada Kebangkitan. “Pada hari ketiga, Aku akan selesai.” Teladan Kristus hendaknya memberi keyakinan bahwa kita tidak boleh mundur ketika menghadapi kesukaran-kesukaran dan perjuangan hidup. Tuhan ingin selalu terlibat dalam kehidupan kita dan menyertai perjalanan kita. Ia selalu berada bersama kita, siap membantu kita dengan rahmat dan kekuatan tangan-Nya.
2.Yesus menangisi Yerusalem, tetapi hati-Nya selalu terbuka terhadap orang lain. Ia tidak terjerumus dalam kepedihan-Nya. Ia dengan bebas mempersembahkan hidup-Nya bagi orang lain. Orang lain menolak Dia, tetapi Dia tidak pernah menolak mereka. Ia tidak membenci mereka yang akan membuat Dia menderita dan sengsara. Ia mengasihi, dan Ia tidak pernah berhenti mengasihi. Sebagaimana seekor induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, demikian juga Allah begitu rindu untuk menarik semua orang kepada-Nya. Kita perlu membiarkan Allah menarik kita kepada-Nya.
3.Yesus memberikan teladan untuk kita ikuti. Hati kita tidak boleh tertutup terhadap orang lain di sekitar kita, bahkan mereka yang benci dan memusuhi Gereja. Yesus mengasihi musuh-musuh-Nya. Dia berdoa bagi mereka yang menganiaya dan menyiksa Gereja. Ia memberkati siapa pun yang memaki diri-Nya. Tuhan hanya melihat kebaikan mereka, dan Ia mengurbankan diri bagi mereka. Ia menunjukkan kepada kita bagaimana hidup sebagai orang Kristen sejati. Untuk percaya kepada-Nya, kita perlu membangun persaudaraan kepada mereka yang tidak sepaham dan tidak bertindak seperti kita. Betulkah orang Kristen itu eksklusif?
🇮🇩www.berkat.id🇮🇩
Salam Damai Kristus
Santo-Santa
31 Oktober
Santo Bruder Alfonsus Rodriguez, Pengaku Iman
Alfonsus lahir di Segovia, Spanyol pada tahun 1531. Ayahnya, Rodriguez adalah seorang pedagang kain wol yang tergolong kaya raya di negeri itu. Sementara belajar di Universitas Alkala, ayahnya terkasih meninggal dunia sehingga ibunya terpaksa memanggilnya pulang untuk melanjutkan usaha dagang ayahnya. Selang beberapa tahun ia menikah dan dikaruniai dua orang anak. Meskipun demikian, Tuhan yang menyelenggarakan hidup manusia, rupanya menginginkan sesuatu yang lain dari Alfonsus. Usaha dagangnya yang pada tahun-tahun awal berjalan begitu lancar tanpa masalah serius, lama-kelamaan berangsur-angsur merosot dan bangkrut. Isterinya terkasih tak terduga jatuh sakit keras lalu meninggal dunia. Lebih dari itu, kedua anaknya pun kemudian menyusul kepergian ibunya. Tinggallah Alfonsus seorang diri dalam bimbingan Tuhan secara rahasia. Tampaknya semua peristiwa ini sangat tragis dan menyayat hati. Tetapi Alfonsus yang sejak masa mudanya beriman teguh menerima segalanya dengan pasrah. Ia yakin bahwa Tuhan itu mahabaik dan penyelenggaraanNya terhadap hidup manusia tidak pernah mengecewakan manusia. Ia yakin bahwa Tuhan selalu memilih yang terbaik untuk manusia.
Lalu Tuhan menggerakkan hati Alfonsus untuk memasuki cara hidup bakti dalam suatu tarekat religius. Pada umur 40 tahun ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan mengajukan permohonan menjadi seorang bruder dalam Serikat Yesus di Valencia, Spanyol. Setelah dipertimbangkan agak lama, akhirnya ia diterima dan ditempatkan di Kolese Montesion di Palma de Majorca. Di sinilah ia menekuni sisa-sisa hidupnya dengan melaksanakan tugas-tugas yang diserahkan kepadanya. Tugasnya sangat remeh dan sepele: membukakan pintu bagi tamu, memberitahu penghuni bila kedatangan tamu dan mengerjakan hal-hal kecil sembari menjaga pintu.
Tuhan yang mengenal baik Alfonsus mengaruniakan kepadanya karunia-karunia istimewa, antara lain ketekunan berdoa dan pengetahuanadikodrati. Karunia-karunia ini membuatnya dikenal banyak orang sebagai seorang yang diterangi Allah. Banyak orang datang kepadanya untuk minta nasehat, antara lain Santo Petrus Klaver sewaktu masih belajar. Oleh bimbingan Alfonsus, Petrus Klaver akhirnya tertarik untuk membaktikan dirinya bagi kepentingan jiwa orang-orang Negro yang menjadi budak belian di Amerika Selatan.
Cita-citanya ialah melupakan dirinya. Konon, pada suatu upacara besar semua kursi biara termasuk yang dipakai oleh para biarawan di kamarnya, diangkat ke dalam gereja. Sehabis upacara itu, kursi bruder Alfonsus tidak dikembalikan ke kamarnya. Bruder yang rendah hati itu tidak memintanya juga. Ia membiarkan kamarnya tanpa kursi selama setahun. Pada tahun berikutnya ketika akan diadakan lagi upacara besar di gereja, barulah diketahui bahwa bruder Alfonsus tidak mempunyai kursi sudah selama satu tahun. Pemimpin biara itu tertegun memandang bruder Alfonsus yang rendah hati itu. Ia tidak memberontak karena ia menganggap dirinya seorang pengemis malang yang tidak segan menerima hal-hal yang paling sederhana.
Pengalaman-pengalaman rohaninya dituangkan dalam sebuah tulisan yang menarik atas permintaan atasannya. Setelah menikmati jalan yang ditunjukkan Tuhan padanya, ia menghembuskan nafasnya di Palma de Majorca pada tahun 1617.
Sumber : www.imankatolik.or.id
31 Oktober
Santo Bruder Alfonsus Rodriguez, Pengaku Iman
Alfonsus lahir di Segovia, Spanyol pada tahun 1531. Ayahnya, Rodriguez adalah seorang pedagang kain wol yang tergolong kaya raya di negeri itu. Sementara belajar di Universitas Alkala, ayahnya terkasih meninggal dunia sehingga ibunya terpaksa memanggilnya pulang untuk melanjutkan usaha dagang ayahnya. Selang beberapa tahun ia menikah dan dikaruniai dua orang anak. Meskipun demikian, Tuhan yang menyelenggarakan hidup manusia, rupanya menginginkan sesuatu yang lain dari Alfonsus. Usaha dagangnya yang pada tahun-tahun awal berjalan begitu lancar tanpa masalah serius, lama-kelamaan berangsur-angsur merosot dan bangkrut. Isterinya terkasih tak terduga jatuh sakit keras lalu meninggal dunia. Lebih dari itu, kedua anaknya pun kemudian menyusul kepergian ibunya. Tinggallah Alfonsus seorang diri dalam bimbingan Tuhan secara rahasia. Tampaknya semua peristiwa ini sangat tragis dan menyayat hati. Tetapi Alfonsus yang sejak masa mudanya beriman teguh menerima segalanya dengan pasrah. Ia yakin bahwa Tuhan itu mahabaik dan penyelenggaraanNya terhadap hidup manusia tidak pernah mengecewakan manusia. Ia yakin bahwa Tuhan selalu memilih yang terbaik untuk manusia.
Lalu Tuhan menggerakkan hati Alfonsus untuk memasuki cara hidup bakti dalam suatu tarekat religius. Pada umur 40 tahun ia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan mengajukan permohonan menjadi seorang bruder dalam Serikat Yesus di Valencia, Spanyol. Setelah dipertimbangkan agak lama, akhirnya ia diterima dan ditempatkan di Kolese Montesion di Palma de Majorca. Di sinilah ia menekuni sisa-sisa hidupnya dengan melaksanakan tugas-tugas yang diserahkan kepadanya. Tugasnya sangat remeh dan sepele: membukakan pintu bagi tamu, memberitahu penghuni bila kedatangan tamu dan mengerjakan hal-hal kecil sembari menjaga pintu.
Tuhan yang mengenal baik Alfonsus mengaruniakan kepadanya karunia-karunia istimewa, antara lain ketekunan berdoa dan pengetahuanadikodrati. Karunia-karunia ini membuatnya dikenal banyak orang sebagai seorang yang diterangi Allah. Banyak orang datang kepadanya untuk minta nasehat, antara lain Santo Petrus Klaver sewaktu masih belajar. Oleh bimbingan Alfonsus, Petrus Klaver akhirnya tertarik untuk membaktikan dirinya bagi kepentingan jiwa orang-orang Negro yang menjadi budak belian di Amerika Selatan.
Cita-citanya ialah melupakan dirinya. Konon, pada suatu upacara besar semua kursi biara termasuk yang dipakai oleh para biarawan di kamarnya, diangkat ke dalam gereja. Sehabis upacara itu, kursi bruder Alfonsus tidak dikembalikan ke kamarnya. Bruder yang rendah hati itu tidak memintanya juga. Ia membiarkan kamarnya tanpa kursi selama setahun. Pada tahun berikutnya ketika akan diadakan lagi upacara besar di gereja, barulah diketahui bahwa bruder Alfonsus tidak mempunyai kursi sudah selama satu tahun. Pemimpin biara itu tertegun memandang bruder Alfonsus yang rendah hati itu. Ia tidak memberontak karena ia menganggap dirinya seorang pengemis malang yang tidak segan menerima hal-hal yang paling sederhana.
Pengalaman-pengalaman rohaninya dituangkan dalam sebuah tulisan yang menarik atas permintaan atasannya. Setelah menikmati jalan yang ditunjukkan Tuhan padanya, ia menghembuskan nafasnya di Palma de Majorca pada tahun 1617.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Mutiara Iman
PADA HARI KETIGA
31 Oktober 2019
“Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang pada hari ini dan esok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai” (Luk 13:32)
Lectio
Rom 8:31b-39; Mzm 109:21-22,26-27,30-31; Luk 13:31-35
Seorang Bapak setengah tua ikut bernyanyi bersama kelompok Paduan Suara di Misa Natal dengan penuh semangat dengan suara BASSnya. Setelah misa selesai, dan waktunya untuk foto bersama, semua anggota Koor itu meminta Pak Thomas untuk berdiri di tengah mereka, dengan memakai topi Santa Klaus. Selesai berfoto, seorang Ibu berkata kepada temannya :
“Saya mau seperti Pak Thomas, yang selalu BERNYANYI untuk Tuhan, baik di gereja, Persekutuan Doa, maupun di Rumah Duka. Dan seperti beliau, saya juga akan melakukannya dengan sukacita sampai Tuhan memanggil saya.”
“Iya Von, Pak Thomas memang melayani Tuhan dan sesama secara TOTAL.” kata Ibu lainnya.
Hidup kita adalah melayani Tuhan dan sesama, sepanjang kita diberikan nafas kehidupan.
Oratio
Ya Tuhan, pakailah hamba-Mu sebagai alat untuk menunjukkan kasih-Mu. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan melayani Tuhan dan sesama untuk selamanya.
Have a Blessed Thursday.
PADA HARI KETIGA
31 Oktober 2019
“Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang pada hari ini dan esok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai” (Luk 13:32)
Lectio
Rom 8:31b-39; Mzm 109:21-22,26-27,30-31; Luk 13:31-35
Seorang Bapak setengah tua ikut bernyanyi bersama kelompok Paduan Suara di Misa Natal dengan penuh semangat dengan suara BASSnya. Setelah misa selesai, dan waktunya untuk foto bersama, semua anggota Koor itu meminta Pak Thomas untuk berdiri di tengah mereka, dengan memakai topi Santa Klaus. Selesai berfoto, seorang Ibu berkata kepada temannya :
“Saya mau seperti Pak Thomas, yang selalu BERNYANYI untuk Tuhan, baik di gereja, Persekutuan Doa, maupun di Rumah Duka. Dan seperti beliau, saya juga akan melakukannya dengan sukacita sampai Tuhan memanggil saya.”
“Iya Von, Pak Thomas memang melayani Tuhan dan sesama secara TOTAL.” kata Ibu lainnya.
Hidup kita adalah melayani Tuhan dan sesama, sepanjang kita diberikan nafas kehidupan.
Oratio
Ya Tuhan, pakailah hamba-Mu sebagai alat untuk menunjukkan kasih-Mu. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan melayani Tuhan dan sesama untuk selamanya.
Have a Blessed Thursday.
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Kamis,_ *31 Oktober 2019*
Rm 8:31b-39
Mzm 109:21-22,26-27,30-31
Luk 13:31-35
*KASIH-NYA SELALU ADA*
_Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup....atau kuasa-kuasa, baik yang diatas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan Kita. -- Rm 8:38-39_
Baru-baru ini saya mendengar berita bahwa pemimpin pujian sekaligus penulis lagu rohani sebuah gereja mengundurkan diri dan mempertanyakan imannya. Seolah iman yang dipegangnya tidak cocok dengan ilmu pengetahuan dan logika nalar. Salah satu contohnya, tidak mungkin Tuhan mengirim milyaran orang di dunia ini ke neraka karena mereka bukan orang Kristen.
Bagi saya, beberapa kepercayaan yang pernah saya dengar memang kurang tepat, karena bertentangan dengan sejarah, ajaran rasul, dan nalar. Jadi menurut saya, kepercayaan bahwa milyaran orang akan masuk neraka tidak akan terjadi semudah itu, karena Allah adalah Kasih.
Mereka yang mempunyai kasih mempunyai sepercik cinta kasih Allah. Allah tidak menciptakan manusia untuk masuk neraka tentunya, karena Allah mengasihi manusia. Kasih Allah tidak akan dapat memisahkan kita dari-Nya, kecuali kita sendiri yang memisahkan diri atas kehendak bebas kita. Karena keputusan kita sendirilah akhirnya kita terpisah dari Allah.
Hanya Allah yang dapat menyelami hati. Kita tidak bisa menebak hati orang lain, karena itu tidak pantas kita memberikan penghakiman apapun soal hidup orang lain. Yang pasti, kasih-Nya selalu ada bagi kita. Marilah kita menyadari dan menerima bahwa Allah selalu mengasihi kita dan hiduplah senantiasa dalam kasih-Nya. (Aw)
_Sudahkah saya selalu berusaha untuk hidup dalam kasih-Nya?_
Salam Damai Kristus
_Kamis,_ *31 Oktober 2019*
Rm 8:31b-39
Mzm 109:21-22,26-27,30-31
Luk 13:31-35
*KASIH-NYA SELALU ADA*
_Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup....atau kuasa-kuasa, baik yang diatas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan Kita. -- Rm 8:38-39_
Baru-baru ini saya mendengar berita bahwa pemimpin pujian sekaligus penulis lagu rohani sebuah gereja mengundurkan diri dan mempertanyakan imannya. Seolah iman yang dipegangnya tidak cocok dengan ilmu pengetahuan dan logika nalar. Salah satu contohnya, tidak mungkin Tuhan mengirim milyaran orang di dunia ini ke neraka karena mereka bukan orang Kristen.
Bagi saya, beberapa kepercayaan yang pernah saya dengar memang kurang tepat, karena bertentangan dengan sejarah, ajaran rasul, dan nalar. Jadi menurut saya, kepercayaan bahwa milyaran orang akan masuk neraka tidak akan terjadi semudah itu, karena Allah adalah Kasih.
Mereka yang mempunyai kasih mempunyai sepercik cinta kasih Allah. Allah tidak menciptakan manusia untuk masuk neraka tentunya, karena Allah mengasihi manusia. Kasih Allah tidak akan dapat memisahkan kita dari-Nya, kecuali kita sendiri yang memisahkan diri atas kehendak bebas kita. Karena keputusan kita sendirilah akhirnya kita terpisah dari Allah.
Hanya Allah yang dapat menyelami hati. Kita tidak bisa menebak hati orang lain, karena itu tidak pantas kita memberikan penghakiman apapun soal hidup orang lain. Yang pasti, kasih-Nya selalu ada bagi kita. Marilah kita menyadari dan menerima bahwa Allah selalu mengasihi kita dan hiduplah senantiasa dalam kasih-Nya. (Aw)
_Sudahkah saya selalu berusaha untuk hidup dalam kasih-Nya?_
Salam Damai Kristus
Doa Kamis
31 Oct 2019
By : Team Moderator
Bapa Allah,Tuhan Yesus dan Roh Kudus
sabdaMu adalah pelita bagi kakiku
dan terang bagi jalanku
yang menunjukkan arah saat aku tersesat.
Ajarlah aku ya Tuhan untuk menyadari
dan taat bahwa Engkau adalah pemimpin
dan aku pengikutMu,
karena Engkau tahu segala sesuatu termasuk
masa lampau, kini dan yang akan datang;
dan Engkau mempunyai rancangan yang terbaik buatku.
Di dalam pengetahuanMu
dan kebijaksanaanMu yang tak terbatas,
Engkau mengawasi aku,
memperhatikan kebutuhanku,
dan menuntunku di jalan kebenaran.
Demi namaMu Tuhan Yesus,
'ku bersyukur untuk itu.
kami berdoa bersama-sama,
Amin.
Salam Damai Kristus
31 Oct 2019
By : Team Moderator
Bapa Allah,Tuhan Yesus dan Roh Kudus
sabdaMu adalah pelita bagi kakiku
dan terang bagi jalanku
yang menunjukkan arah saat aku tersesat.
Ajarlah aku ya Tuhan untuk menyadari
dan taat bahwa Engkau adalah pemimpin
dan aku pengikutMu,
karena Engkau tahu segala sesuatu termasuk
masa lampau, kini dan yang akan datang;
dan Engkau mempunyai rancangan yang terbaik buatku.
Di dalam pengetahuanMu
dan kebijaksanaanMu yang tak terbatas,
Engkau mengawasi aku,
memperhatikan kebutuhanku,
dan menuntunku di jalan kebenaran.
Demi namaMu Tuhan Yesus,
'ku bersyukur untuk itu.
kami berdoa bersama-sama,
Amin.
Salam Damai Kristus
RUAH
Kamis, 31 Oktober 2019
Hari Biasa Pekan XXX
“Jiwa yang telah dipersatukan dan diubah dalam Allah, bernapas di dalam Allah dengan pernapasan ilahi sama seperti Allah” (St. Yohanes dari Salib)
Antifon Pembuka (bdk. Roma 8:39)
Makhluk mana pun takkan dapat memisahkan kita dari cinta kasih Allah, yang dinyatakan dalam Kristus Yesus Tuhan kita.
Doa Pembuka
Allah Bapa kami Yang Mahakuasa dan kekal, kami tak perlu takut sedikit pun karena Engkau memihak kami. Kami mengucap syukur, karena telah Kauberi janji kasih setia-Mu dalam diri Yesus Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (8:31b-39)
"Tiada makhluk mana pun yang dapat memisahkan kita dari cinta kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus."
Saudara-saudara, jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Allah bahkan tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya demi kita sekalian. Bagaimana mungkin Dia tidak menganugerahkan segalanya bersama Anak-Nya itu kepada kita? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka! Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus yang telah wafat? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit? Yang juga duduk di sisi kanan Allah? Yang malahan menjadi pembela kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Seperti ada tertulis, ‘Karena Engkaulah kami berada dalam bahaya maut sepanjang hari dan dianggap sebagai domba sembelihan’. Tetapi dalam segalanya itu kita akan menang oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, baik maut maupun hidup, malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa baik yang di atas maupun yang di bawah, atau suatu makhluk lain mana pun, takkan dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 109:21-22.26-27.30-31)
1. Engkau, ya Allah, Tuhanku, bertindaklah kepadaku demi kebesaran nama-Mu, lepaskanlah aku karena kasih setia-Mu yang murah! Sebab sengsara dan miskinlah aku, dan hatiku terluka dalam diriku.
2. Tolonglah aku, ya Tuhan, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya Tuhan, yang telah melakukannya.
3. Aku hendak bersyukur nyaring kepada Tuhan dengan mulutku, aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak, Sebab Ia berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkan dia dari orang-orang yang menghukumnya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 13:35; Mrk 11:10)
Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (13:31-35)
"Tidak semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem."
Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
”Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (Luk 13:34). Demikianlah keluhan Yesus terhadap Yerusalem, kota yang melambangkan kekerasan hati yang dari dulu menolak kehadiran nabi-nabi. Kota dengan umat pilihan Allah, tetapi yang menolak-Nya. Menolak kasih Allah yang datang mau menyelamatkan umat-Nya. Mereka menolak ajaran dan mukjizat-mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus. Umat pilihan Allah menolak kehadiran-Nya sendiri.
Daud dalam mazmurnya mengingatkan "Selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan." Kita mesti menjadikan Tuhan sebagai fokus dan pusat hidup. Dengan kata lain, Tuhanlah yang terutama dalam hidup manusia. Persoalannya, itulah yang tidak dilakukan Yerusalem, Penduduk Yerusalem lebih menggugu kehendak hatinya sendiri. Mereka tidak menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup mereka. Itu tampak jelas ketika beberapa orang Farisi berkata kepada Yesus, ”Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Yesus menanggapi beberapa orang Farisi yang datang dan memberitahu bahwa Herodes hendak membunuh-Nya. Dia berkata bahwa tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem. Yesus memang siap dengan risiko apa pun sebagai utusan Allah untuk menyelamatkan umat-Nya dari segala dosa. Yesus menyebut Herodes dengan serigala. Yang dimaksud dengan serigala di sini ialah sekilas tampak seperti domba karena warnanya tak begitu berbeda, namun pemangsa domba. Arti kiasan rubah ialah untuk menggambarkan orang jahat yang licik dan berbahaya. Di mata Yesus, Herodes merupakan gambaran manusia yang terlihat baik, namun berbahaya.
Doa Malam
Tuhan, dalam perjalanan hidupku di dunia ini, ajarilah aku untuk senantiasa mau membantu sesama tanpa memandang muka, tanpa memikir-mikirkan untung dan rugi. Engkau telah memberi teladan dalam berkurban sampai mati demi cinta-Mu terhadap umat-Mu sendiri. Terpujilah Engkau, kini dan sepanjang masa. Amin.
Salam Damai Kristus
Kamis, 31 Oktober 2019
Hari Biasa Pekan XXX
“Jiwa yang telah dipersatukan dan diubah dalam Allah, bernapas di dalam Allah dengan pernapasan ilahi sama seperti Allah” (St. Yohanes dari Salib)
Antifon Pembuka (bdk. Roma 8:39)
Makhluk mana pun takkan dapat memisahkan kita dari cinta kasih Allah, yang dinyatakan dalam Kristus Yesus Tuhan kita.
Doa Pembuka
Allah Bapa kami Yang Mahakuasa dan kekal, kami tak perlu takut sedikit pun karena Engkau memihak kami. Kami mengucap syukur, karena telah Kauberi janji kasih setia-Mu dalam diri Yesus Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (8:31b-39)
"Tiada makhluk mana pun yang dapat memisahkan kita dari cinta kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus."
Saudara-saudara, jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Allah bahkan tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya demi kita sekalian. Bagaimana mungkin Dia tidak menganugerahkan segalanya bersama Anak-Nya itu kepada kita? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka! Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus yang telah wafat? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit? Yang juga duduk di sisi kanan Allah? Yang malahan menjadi pembela kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Seperti ada tertulis, ‘Karena Engkaulah kami berada dalam bahaya maut sepanjang hari dan dianggap sebagai domba sembelihan’. Tetapi dalam segalanya itu kita akan menang oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, baik maut maupun hidup, malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa baik yang di atas maupun yang di bawah, atau suatu makhluk lain mana pun, takkan dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 109:21-22.26-27.30-31)
1. Engkau, ya Allah, Tuhanku, bertindaklah kepadaku demi kebesaran nama-Mu, lepaskanlah aku karena kasih setia-Mu yang murah! Sebab sengsara dan miskinlah aku, dan hatiku terluka dalam diriku.
2. Tolonglah aku, ya Tuhan, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya Tuhan, yang telah melakukannya.
3. Aku hendak bersyukur nyaring kepada Tuhan dengan mulutku, aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak, Sebab Ia berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkan dia dari orang-orang yang menghukumnya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 13:35; Mrk 11:10)
Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (13:31-35)
"Tidak semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem."
Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
”Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (Luk 13:34). Demikianlah keluhan Yesus terhadap Yerusalem, kota yang melambangkan kekerasan hati yang dari dulu menolak kehadiran nabi-nabi. Kota dengan umat pilihan Allah, tetapi yang menolak-Nya. Menolak kasih Allah yang datang mau menyelamatkan umat-Nya. Mereka menolak ajaran dan mukjizat-mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus. Umat pilihan Allah menolak kehadiran-Nya sendiri.
Daud dalam mazmurnya mengingatkan "Selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan." Kita mesti menjadikan Tuhan sebagai fokus dan pusat hidup. Dengan kata lain, Tuhanlah yang terutama dalam hidup manusia. Persoalannya, itulah yang tidak dilakukan Yerusalem, Penduduk Yerusalem lebih menggugu kehendak hatinya sendiri. Mereka tidak menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup mereka. Itu tampak jelas ketika beberapa orang Farisi berkata kepada Yesus, ”Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Yesus menanggapi beberapa orang Farisi yang datang dan memberitahu bahwa Herodes hendak membunuh-Nya. Dia berkata bahwa tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem. Yesus memang siap dengan risiko apa pun sebagai utusan Allah untuk menyelamatkan umat-Nya dari segala dosa. Yesus menyebut Herodes dengan serigala. Yang dimaksud dengan serigala di sini ialah sekilas tampak seperti domba karena warnanya tak begitu berbeda, namun pemangsa domba. Arti kiasan rubah ialah untuk menggambarkan orang jahat yang licik dan berbahaya. Di mata Yesus, Herodes merupakan gambaran manusia yang terlihat baik, namun berbahaya.
Doa Malam
Tuhan, dalam perjalanan hidupku di dunia ini, ajarilah aku untuk senantiasa mau membantu sesama tanpa memandang muka, tanpa memikir-mikirkan untung dan rugi. Engkau telah memberi teladan dalam berkurban sampai mati demi cinta-Mu terhadap umat-Mu sendiri. Terpujilah Engkau, kini dan sepanjang masa. Amin.
Salam Damai Kristus
*KAMIS, 31 OKTOBER 2019*
Bacaan Liturgi
Hari Biasa, Pekan Biasa XXX
Bacaan Injil
Luk 13:31-35
Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi
dan berkata kepada Yesus,
"Pergilah, tinggalkanlah tempat ini,
karena Herodes hendak membunuh Engkau."
Jawab Yesus kepada mereka,
"Pergilah, dan katakanlah kepada si serigala itu,
'Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang
pada hari ini dan esok,
dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.
Tetapi hari ini dan esok dan lusa
Aku harus meneruskan perjalanan-Ku,
sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.'
Yerusalem, Yerusalem, engkau membunuh nabi-nabi
dan merajam orang-orang yang diutus kepadamu!
Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu,
sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayap,
tetapi kalian tidak mau.
Sungguh, rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi!
Tetapi Aku berkata kepadamu,
kalian tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata,
'Teberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan'."
Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI* Kamis, 31 Oktober 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Rencana Dan Kehendak Tuhan Harus Selalu Dijalankan!* Lukas 13: 31 - 35
Saudara-saudari… Kalau kita ikuti kisah perjalanan hidup Yesus Kristus selama di dunia ini, semuanya berpedoman pada rencana dan kehendak Tuhan, bukannya pada rencana dan kehendak manusia. Berawal dari berita gembira dari Malaikat Tuhan kepada Maria. Malaikat Gabriel katakan kepada Maria: “Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Lukas 1: 31) Mendengar perkataan Malaikat itu Maria bingung dan bertanya: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab Malaikat: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau.” Lukas 1: 31 – 35). Dari kisah ini, sangat jelas bahwa kelahiran Yesus Kristus bukanlah rencana dan kehendak manusia tetapi rencana dan kehendak Tuhan. Maria harus pasrah dan menjalankannya. Kemudian sewaktu Yusuf menemukan Maria mengandung sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Yusuf punya rencana untuk menceraikan Maria secara dia-diam, tetapi tiba-tiba sewaktu tidur Yusuf mendapat penglihatan dalam mimpi. Malaikat berkata kepadanya: “Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Matius 1: 20). Sekali lagi rencana dan kehendak Tuhan harus dijalankan oleh Yusuf. Sewaktu Yesus berumur 12 tahun. Orangtuanya mencari Yesus selama 3 hari. Sewaktu menemukan dia dalam Bait Suci, Maria, ibunya bertanya kepadaNya: “Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”Jawab Yesus: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidak tahukah kamu, bahwa Aku harus berada dalam rumah BapaKu? (Lukas 2: 48 – 49). Lagi-lagi kita melihat rencana dan kehendak Tuhan harus diutamakan.
Saudara-saudari… Kisah Injil hari ini juga mau mewartakan kepada kita betapa taatnya Yesus kepada rencana dan kehendak Bapa-Nya. Orang Farisi berkata kepadanya: “Pergilah, tinggalkan tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau!” Kita tidak tahu, apakah ajakan orang Farisi ini keluar dari rasa prihatin, kehendak baik akan hidup Yesus, atau mau menakut-nakuti Yesus agar Yesus keluar dari wilayah mereka? Apa pun rencana dan kehendak mereka, Yesus tetap focus pada tugasnya; Ia tetap mau menjalankan rencana dan kehendak Tuhan. Karena itu Ia berkata: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang… Aku harus meneruskan perjalananKu, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.” Bagi Yesus, rencana dan kehendak Tuhan harus selalu menjadi prioritas.
Bagaimana dengan kita? Apa rencana dan kehendak Tuhan untuk kita? Rencana dan kehendak Tuhan adalah menjalankan Perintah dan Ajaran-Nya. Apakah Perintah dan Ajarannya selalu menjadi priortitas dalam hidup kita? Apakah nilai-nilai Injil: saling mengasihi, mengampuni, menghargai, menolong, hidup jujur, rendah hati dan taat selalu kita hayati dan amalkan dalam hidup kita?
Marilah saudara-saudari… Prioritaskanlah dan jalankanlah rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup kita, maka Kerajaan Surga dan keselamatan abadi akan menjadi milik kita.
Kita mohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!
Salam Damai Kristus
Bacaan Liturgi
Hari Biasa, Pekan Biasa XXX
Bacaan Injil
Luk 13:31-35
Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi
dan berkata kepada Yesus,
"Pergilah, tinggalkanlah tempat ini,
karena Herodes hendak membunuh Engkau."
Jawab Yesus kepada mereka,
"Pergilah, dan katakanlah kepada si serigala itu,
'Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang
pada hari ini dan esok,
dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.
Tetapi hari ini dan esok dan lusa
Aku harus meneruskan perjalanan-Ku,
sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.'
Yerusalem, Yerusalem, engkau membunuh nabi-nabi
dan merajam orang-orang yang diutus kepadamu!
Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu,
sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayap,
tetapi kalian tidak mau.
Sungguh, rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi!
Tetapi Aku berkata kepadamu,
kalian tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata,
'Teberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan'."
Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI* Kamis, 31 Oktober 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Rencana Dan Kehendak Tuhan Harus Selalu Dijalankan!* Lukas 13: 31 - 35
Saudara-saudari… Kalau kita ikuti kisah perjalanan hidup Yesus Kristus selama di dunia ini, semuanya berpedoman pada rencana dan kehendak Tuhan, bukannya pada rencana dan kehendak manusia. Berawal dari berita gembira dari Malaikat Tuhan kepada Maria. Malaikat Gabriel katakan kepada Maria: “Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Lukas 1: 31) Mendengar perkataan Malaikat itu Maria bingung dan bertanya: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab Malaikat: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau.” Lukas 1: 31 – 35). Dari kisah ini, sangat jelas bahwa kelahiran Yesus Kristus bukanlah rencana dan kehendak manusia tetapi rencana dan kehendak Tuhan. Maria harus pasrah dan menjalankannya. Kemudian sewaktu Yusuf menemukan Maria mengandung sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Yusuf punya rencana untuk menceraikan Maria secara dia-diam, tetapi tiba-tiba sewaktu tidur Yusuf mendapat penglihatan dalam mimpi. Malaikat berkata kepadanya: “Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Matius 1: 20). Sekali lagi rencana dan kehendak Tuhan harus dijalankan oleh Yusuf. Sewaktu Yesus berumur 12 tahun. Orangtuanya mencari Yesus selama 3 hari. Sewaktu menemukan dia dalam Bait Suci, Maria, ibunya bertanya kepadaNya: “Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”Jawab Yesus: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidak tahukah kamu, bahwa Aku harus berada dalam rumah BapaKu? (Lukas 2: 48 – 49). Lagi-lagi kita melihat rencana dan kehendak Tuhan harus diutamakan.
Saudara-saudari… Kisah Injil hari ini juga mau mewartakan kepada kita betapa taatnya Yesus kepada rencana dan kehendak Bapa-Nya. Orang Farisi berkata kepadanya: “Pergilah, tinggalkan tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau!” Kita tidak tahu, apakah ajakan orang Farisi ini keluar dari rasa prihatin, kehendak baik akan hidup Yesus, atau mau menakut-nakuti Yesus agar Yesus keluar dari wilayah mereka? Apa pun rencana dan kehendak mereka, Yesus tetap focus pada tugasnya; Ia tetap mau menjalankan rencana dan kehendak Tuhan. Karena itu Ia berkata: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang… Aku harus meneruskan perjalananKu, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.” Bagi Yesus, rencana dan kehendak Tuhan harus selalu menjadi prioritas.
Bagaimana dengan kita? Apa rencana dan kehendak Tuhan untuk kita? Rencana dan kehendak Tuhan adalah menjalankan Perintah dan Ajaran-Nya. Apakah Perintah dan Ajarannya selalu menjadi priortitas dalam hidup kita? Apakah nilai-nilai Injil: saling mengasihi, mengampuni, menghargai, menolong, hidup jujur, rendah hati dan taat selalu kita hayati dan amalkan dalam hidup kita?
Marilah saudara-saudari… Prioritaskanlah dan jalankanlah rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup kita, maka Kerajaan Surga dan keselamatan abadi akan menjadi milik kita.
Kita mohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!
Salam Damai Kristus
KATKIT (Katekese Sedikit) No. 291
Seri Katekismus
KUASA MENGAMPUNI DOSA
Syalom aleikhem.
Yesus Kristus adalah Firman yang menjadi manusia, Putra Allah yang tunggal. Beliau memiliki kuasa mengampuni dosa sebagaimana dinyatakan-Nya: “di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” (Mrk. 2:10). Ayat-ayat lain juga menyatakan kuasa Kristus itu (Mrk. 2:5; Luk. 7:48). Mengampuni dosa adalah kuasa ilahi yang dimiliki Tuhan Yesus.
Selanjutnya, kuasa itu diberikan oleh Kristus kepada manusia-manusia terpilih, yaitu Para Rasul, supaya mereka melaksanakannya atas nama-Nya. Tertulis dalam Yoh. 20:21-23: “Maka kata Yesus sekali lagi: ‘Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.’ Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: ‘Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.’”
Sebelum naik ke surga, Tuhan mempercayakan kuasa mengampuni dosa kepada Para Rasul (jabatan apostolik). Itu sebabnya, Rasul Paulus mengajar melalui suratnya (2Kor. 5:18): “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.” “Pelayanan pendamaian” adalah pengampunan dosa. Disebut pendamaian karena pengampunan dosa artinya mendamaikan (menyambungkan) kembali hubungan Allah dan manusia yang terputus.
Ayat berikutnya yang menyatakan bahwa pelayanan pengampunan dipercayakan kepada jabatan apostolik (rasuli) adalah 2Kor. 5:20: “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” “Kami” dalam ayat ini adalah Para Rasul. Jelas sudah, kuasa mengampuni dosa dipercayakan oleh Kristus kepada Para Rasul, kepada Gereja-Nya.
Pembaptisan dan Pengampunan Dosa
Pengampunan dosa pertama-tama terkait dengan iman dan Pembaptisan sebagaimana dinyatakan oleh Tuhan kita dalam Mrk. 16:15-16. Dengan Pembaptisan, orang dipersatukan dengan Kristus yang telah wafat untuk dosa manusia dan yang telah bangkit demi pembenaran manusia.
Dengan Pembaptisan, orang dibersihkan dari dosa asal dan dosa akibat perbuatannya sendiri, diampuni dari segala kesalahannya. Ketika dibaptis, dosa orang dan siksa dosanya dihapuskan semuanya Namun, Pembaptisan tak menghapus kelemahan manusiawi, yaitu kecenderungan berbuat dosa. Karena itu, orang masih harus berjuang tanpa henti melawan hawa nafsunya guna menjaga rahmat baptisannya.
Pengakuan dan Pengampunan Dosa
Sewaktu dibaptis, orang dibebaskan dari segala dosa dan siksa dosanya. Tak ada dosa sekecil apapun masih melekat padanya. Putih seperti salju. Masalahnya, ia masih punya kecenderungan berbuat dosa. Jadi, orang masih bisa berdosa setelah Pembaptisan. Karena itu, diperlukan sakramen lain untuk menghapuskan dosa-dosa yang diperbuat setelah Pembaptisan; namanya Sakramen Tobat alias Pengakuan (Dosa).
** Ikhtisar atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 976-980
Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring
Salam Damai Kristus
Seri Katekismus
KUASA MENGAMPUNI DOSA
Syalom aleikhem.
Yesus Kristus adalah Firman yang menjadi manusia, Putra Allah yang tunggal. Beliau memiliki kuasa mengampuni dosa sebagaimana dinyatakan-Nya: “di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” (Mrk. 2:10). Ayat-ayat lain juga menyatakan kuasa Kristus itu (Mrk. 2:5; Luk. 7:48). Mengampuni dosa adalah kuasa ilahi yang dimiliki Tuhan Yesus.
Selanjutnya, kuasa itu diberikan oleh Kristus kepada manusia-manusia terpilih, yaitu Para Rasul, supaya mereka melaksanakannya atas nama-Nya. Tertulis dalam Yoh. 20:21-23: “Maka kata Yesus sekali lagi: ‘Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.’ Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: ‘Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.’”
Sebelum naik ke surga, Tuhan mempercayakan kuasa mengampuni dosa kepada Para Rasul (jabatan apostolik). Itu sebabnya, Rasul Paulus mengajar melalui suratnya (2Kor. 5:18): “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.” “Pelayanan pendamaian” adalah pengampunan dosa. Disebut pendamaian karena pengampunan dosa artinya mendamaikan (menyambungkan) kembali hubungan Allah dan manusia yang terputus.
Ayat berikutnya yang menyatakan bahwa pelayanan pengampunan dipercayakan kepada jabatan apostolik (rasuli) adalah 2Kor. 5:20: “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” “Kami” dalam ayat ini adalah Para Rasul. Jelas sudah, kuasa mengampuni dosa dipercayakan oleh Kristus kepada Para Rasul, kepada Gereja-Nya.
Pembaptisan dan Pengampunan Dosa
Pengampunan dosa pertama-tama terkait dengan iman dan Pembaptisan sebagaimana dinyatakan oleh Tuhan kita dalam Mrk. 16:15-16. Dengan Pembaptisan, orang dipersatukan dengan Kristus yang telah wafat untuk dosa manusia dan yang telah bangkit demi pembenaran manusia.
Dengan Pembaptisan, orang dibersihkan dari dosa asal dan dosa akibat perbuatannya sendiri, diampuni dari segala kesalahannya. Ketika dibaptis, dosa orang dan siksa dosanya dihapuskan semuanya Namun, Pembaptisan tak menghapus kelemahan manusiawi, yaitu kecenderungan berbuat dosa. Karena itu, orang masih harus berjuang tanpa henti melawan hawa nafsunya guna menjaga rahmat baptisannya.
Pengakuan dan Pengampunan Dosa
Sewaktu dibaptis, orang dibebaskan dari segala dosa dan siksa dosanya. Tak ada dosa sekecil apapun masih melekat padanya. Putih seperti salju. Masalahnya, ia masih punya kecenderungan berbuat dosa. Jadi, orang masih bisa berdosa setelah Pembaptisan. Karena itu, diperlukan sakramen lain untuk menghapuskan dosa-dosa yang diperbuat setelah Pembaptisan; namanya Sakramen Tobat alias Pengakuan (Dosa).
** Ikhtisar atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 976-980
Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring
Salam Damai Kristus
Selasa, 29 Oktober 2019
☘🍁Doa pagi🍁☘
Hari Rabu 30 Oktober 2019
Ya Allah,
Engkau telah memberikan kehendak yang kuat pada Yesus, Tuhan kami. Tanpa takut atau goyah berpegang pada kehendakMu meski harus menanggung pengorbanan yang berat.
Ketika Yesus digoda iblis, Ia tidak goyah. Demikian pula ketika Ia menderita sengsara sampai mati. Maka berilah kami kehendak yang kuat, agar pada saat goyah kami tidak berbelok arah dan menyeleweng. Semoga kami tidak kecil hati menghadapi aneka kesulitan dan tantangan.
Allah gunung batu kami, berilah kami kehendak yang kuat laksana batu karang yang tetap tegar meski tak henti diterpa gelombang. Semoga kami tetap teguh bila kami diajak dan dibujuk mengkhianati kasihMu.
Berilah suatu kekuatan dan kehendak yang kuat kepadaku Tuhan, agar aku mampu menjalani hidupku dengan penuh arti.
Ya Allah, kekuatan kami buatlah kami, kuat seperti Yesus yang bersedia mati daripada menyimpang dari kehendakMu.
Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa.
Amin.
Salam Damai Kristus
Hari Rabu 30 Oktober 2019
Ya Allah,
Engkau telah memberikan kehendak yang kuat pada Yesus, Tuhan kami. Tanpa takut atau goyah berpegang pada kehendakMu meski harus menanggung pengorbanan yang berat.
Ketika Yesus digoda iblis, Ia tidak goyah. Demikian pula ketika Ia menderita sengsara sampai mati. Maka berilah kami kehendak yang kuat, agar pada saat goyah kami tidak berbelok arah dan menyeleweng. Semoga kami tidak kecil hati menghadapi aneka kesulitan dan tantangan.
Allah gunung batu kami, berilah kami kehendak yang kuat laksana batu karang yang tetap tegar meski tak henti diterpa gelombang. Semoga kami tetap teguh bila kami diajak dan dibujuk mengkhianati kasihMu.
Berilah suatu kekuatan dan kehendak yang kuat kepadaku Tuhan, agar aku mampu menjalani hidupku dengan penuh arti.
Ya Allah, kekuatan kami buatlah kami, kuat seperti Yesus yang bersedia mati daripada menyimpang dari kehendakMu.
Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa.
Amin.
Salam Damai Kristus
_*INSPIRASI PAGI*_
_(Taat saja dulu dengan Tuhan)_
_*Ada*_ _begitu banyak orang percaya yang masih_ _*suka berdoa*_ _untuk menyampaikan_ _*daftar panjang*_ _permohonan doanya kepada Tuhan._
_*Bahkan*_ _ada yang berdoa_ _*berulang-ulang*_ _setiap hari & setiap saat seolah_ _*ingin*_ _mengingatkan Tuhan, kalau-kalau Tuhan_ _*lupa*_ _menjawab doa mereka._
_*Sahabat..*_ _Tuhan tidak tuli, bahkan sesungguhnya DIA_ _*sudah tahu*_ _apa yang kau_ _*inginkan*_ _sebelum kamu memintanya._
_*Tak usah*_ _terlalu sibuk berdoa meminta ini dan itu kepada-Nya,_
_*"Taat saja dulu ..!!!"*_
_Ketika kamu_ _*Taat*_ _maka_ _*DIA*_ _akan mengerjakan bahagian yang_ _*terbaik*_ _bagimu_ _*tanpa kau minta..*_
_Kalaupun kita harus berdoa.._ _*mintalah*_ _yang UTAMA iaitu mengetahui APA KEHENDAK BAPA dalam_ _*hidup kita..*_
_Sebab berdoa bukanlah usaha_ _*MENG-UPLOAD*_ _kehendak kita pada Tuhan_, _*namun*_ _sebuah upaya untuk_ _*MEN-DOWNLOAD*_ _kehendak Allah dalam hidup anda & saya._
_*"Kita tahu sekarang, bahawa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, iaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."*_
_*(Roma. 8: 28)*_
_Sahabat .. TUHAN tidak sedang_ _*menanti*_ _DAFTAR permohonan Doamu,_ _*DIA sedang*_ _menanti HATIMU yang merindukan-Nya dalam Doa._
_*Sebab*_ _esensi BERDOA bukanlah pada apa yang kita inginkan,_ _*Tapi*_ _pada sikap hati kita yang_ _*dengan*_ _penuh kerendahan hati_ _*percaya pada Kehendak-Nya..*_
_Amin_
_Selamat pagi, selamat beraktiviti, dan selamat berkarya_
_*Salam Damai Kristus*_
_(Taat saja dulu dengan Tuhan)_
_*Ada*_ _begitu banyak orang percaya yang masih_ _*suka berdoa*_ _untuk menyampaikan_ _*daftar panjang*_ _permohonan doanya kepada Tuhan._
_*Bahkan*_ _ada yang berdoa_ _*berulang-ulang*_ _setiap hari & setiap saat seolah_ _*ingin*_ _mengingatkan Tuhan, kalau-kalau Tuhan_ _*lupa*_ _menjawab doa mereka._
_*Sahabat..*_ _Tuhan tidak tuli, bahkan sesungguhnya DIA_ _*sudah tahu*_ _apa yang kau_ _*inginkan*_ _sebelum kamu memintanya._
_*Tak usah*_ _terlalu sibuk berdoa meminta ini dan itu kepada-Nya,_
_*"Taat saja dulu ..!!!"*_
_Ketika kamu_ _*Taat*_ _maka_ _*DIA*_ _akan mengerjakan bahagian yang_ _*terbaik*_ _bagimu_ _*tanpa kau minta..*_
_Kalaupun kita harus berdoa.._ _*mintalah*_ _yang UTAMA iaitu mengetahui APA KEHENDAK BAPA dalam_ _*hidup kita..*_
_Sebab berdoa bukanlah usaha_ _*MENG-UPLOAD*_ _kehendak kita pada Tuhan_, _*namun*_ _sebuah upaya untuk_ _*MEN-DOWNLOAD*_ _kehendak Allah dalam hidup anda & saya._
_*"Kita tahu sekarang, bahawa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, iaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."*_
_*(Roma. 8: 28)*_
_Sahabat .. TUHAN tidak sedang_ _*menanti*_ _DAFTAR permohonan Doamu,_ _*DIA sedang*_ _menanti HATIMU yang merindukan-Nya dalam Doa._
_*Sebab*_ _esensi BERDOA bukanlah pada apa yang kita inginkan,_ _*Tapi*_ _pada sikap hati kita yang_ _*dengan*_ _penuh kerendahan hati_ _*percaya pada Kehendak-Nya..*_
_Amin_
_Selamat pagi, selamat beraktiviti, dan selamat berkarya_
_*Salam Damai Kristus*_
Rabu, 30 Okt 2019
Pekan Biasa XXX
Rm. 8:26-30; Mzm. 13:4-5,6; Luk. 13:22-30.
Keselamatan adalah anugerah dari Tuhan bagi semua orang di seluruh penjuru dunia, baik dari timur, barat, utara maupun selatan. Namun bukan berarti kita hanya pasif, diam saja atau bahkan berbuat semuanya, tahu-tahu diselamatkan. Tidak! Yesus menegaskan bahwa kita harus berjuang untuk menerima anugerah keselamatan itu. Ia menggambarkan bahwa perjuangan tersebut ibarat usaha seseorang untuk memasuki pintu yang sempit. Kita pasti tahu bahwa untuk memasuki pintu yang sempit kita harus saling bekerjasama dan tolong menolong. Kalau kita saling berebut, saling dorong dan saling sikut tentu yang terjadi bukan keselamatan tetapi justru kesengsaraan dan penderitaan. Salah satu bentuk tolong-menolong ini, misalnya terjadi pada saat kita mendoakan jenazah atau arwah. Di satu pihak, orang yang sudah meninggal dan masih dalam perjalanan atau penantian untuk masuk surga dibantu dengan doa-doa kita. Di pihak lain, mereka pun juga dibantu dengan doa-doa yang dipanjatkan tanpa henti oleh para kudus, yakni saudara/i kita yang sudah mulia di surga. Selain itu, untuk memasuki pintu yang sempit, kita juga tidak bisa membawa banyak barang atau beban. Oleh karena itu, kita harus berani melepaskan semua beban: pikiran dan perasaan negatif, kebencian, dendam dan prasangka buruk terhadap orang lain. Itu semua merintangi kita memasuki pintu sempit menuju Kerajaan Surga.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Pekan Biasa XXX
Rm. 8:26-30; Mzm. 13:4-5,6; Luk. 13:22-30.
Keselamatan adalah anugerah dari Tuhan bagi semua orang di seluruh penjuru dunia, baik dari timur, barat, utara maupun selatan. Namun bukan berarti kita hanya pasif, diam saja atau bahkan berbuat semuanya, tahu-tahu diselamatkan. Tidak! Yesus menegaskan bahwa kita harus berjuang untuk menerima anugerah keselamatan itu. Ia menggambarkan bahwa perjuangan tersebut ibarat usaha seseorang untuk memasuki pintu yang sempit. Kita pasti tahu bahwa untuk memasuki pintu yang sempit kita harus saling bekerjasama dan tolong menolong. Kalau kita saling berebut, saling dorong dan saling sikut tentu yang terjadi bukan keselamatan tetapi justru kesengsaraan dan penderitaan. Salah satu bentuk tolong-menolong ini, misalnya terjadi pada saat kita mendoakan jenazah atau arwah. Di satu pihak, orang yang sudah meninggal dan masih dalam perjalanan atau penantian untuk masuk surga dibantu dengan doa-doa kita. Di pihak lain, mereka pun juga dibantu dengan doa-doa yang dipanjatkan tanpa henti oleh para kudus, yakni saudara/i kita yang sudah mulia di surga. Selain itu, untuk memasuki pintu yang sempit, kita juga tidak bisa membawa banyak barang atau beban. Oleh karena itu, kita harus berani melepaskan semua beban: pikiran dan perasaan negatif, kebencian, dendam dan prasangka buruk terhadap orang lain. Itu semua merintangi kita memasuki pintu sempit menuju Kerajaan Surga.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 30 Oktober 2019
Bacaan: Roma 8:28
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
Renungan:
Seorang turis sedang berjalan-jalan di pasar tradisional orang-orang Indian. Para pedagang di sana menjajakan berbagai macam cendera mata. Di antaranya terdapat kalung dengan bandul gigi buaya, gigi harimau, gigi ikan hiu dan juga kuku beruang. Melihat hal itu semua, si turis lalu bertanya, "Apakah bandul-bandul kalung ini sangat bernilai bagi orang Indian?" Pedagang itu menjawab, "Oh tentu, bahkan lebih bernilai dari mutiara. Karena banyak orang bisa membuka tiram dan mengambil mutiaranya. Namun hanya orang yang berani menghadapi tantangan saja yang dapat mengambil gigi-gigi dan kuku binatang buas tersebut. Itulah yang membuat benda-benda ini memiliki nilai yang sangat tinggi, karena untuk mendapatkannya dibutuhkan sebuah perjuangan."
Hidup yang kita jalani saat ini memang penuh dengan tantangan. Akan tetapi justru oleh tantangan itulah hidup ini menjadi lebih hidup, lebih berwarna dan lebih bernilai. Namun banyak orang yang belum apa-apa sudah dikalahkan oleh tantangan itu sendiri. Mereka menyerah sebelum berusaha mengatasinya. Bila kita benar-benar perhatikan, sebuah tantangan akan membuat kita bekerja lebih bersemangat dan antusias dari pada bekerja dengan situasi yang nyaman atau biasa-biasa saja.
Hidup adalah anugerah dan tantangan, jadi nikmatilah keduanya. Jangan pernah menyesali hidup yang kita jalani karena beratnya tantangan yang harus dihadapi. Ingatlah bahwa tidak ada kesuksesan tanpa sebuah tantangan. Karena hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan kepada kita, namun hari-hari yang kurang baik juga dapat memberikan pengalaman bagi kita. Kedua-duanya memberikan arti dan kedua-duanya membuat kehidupan ini lebih bernilai. Jadi, semakin tinggi tantangan yang kita hadapi, maka akan semakin tinggi pula nilai kehidupan kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih atas setiap tantangan yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku yang kuterima saat ini baik di tempat belajar maupun di tempat kerja. Bantulah aku untuk menerima setiap tantangan itu bukan sebagai hambatan tetapi sebagai cara dariMu untuk aku naik ke level kesuksesan yang lebih tinggi lagi. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Rabu, 30 Oktober 2019
Bacaan: Roma 8:28
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
Renungan:
Seorang turis sedang berjalan-jalan di pasar tradisional orang-orang Indian. Para pedagang di sana menjajakan berbagai macam cendera mata. Di antaranya terdapat kalung dengan bandul gigi buaya, gigi harimau, gigi ikan hiu dan juga kuku beruang. Melihat hal itu semua, si turis lalu bertanya, "Apakah bandul-bandul kalung ini sangat bernilai bagi orang Indian?" Pedagang itu menjawab, "Oh tentu, bahkan lebih bernilai dari mutiara. Karena banyak orang bisa membuka tiram dan mengambil mutiaranya. Namun hanya orang yang berani menghadapi tantangan saja yang dapat mengambil gigi-gigi dan kuku binatang buas tersebut. Itulah yang membuat benda-benda ini memiliki nilai yang sangat tinggi, karena untuk mendapatkannya dibutuhkan sebuah perjuangan."
Hidup yang kita jalani saat ini memang penuh dengan tantangan. Akan tetapi justru oleh tantangan itulah hidup ini menjadi lebih hidup, lebih berwarna dan lebih bernilai. Namun banyak orang yang belum apa-apa sudah dikalahkan oleh tantangan itu sendiri. Mereka menyerah sebelum berusaha mengatasinya. Bila kita benar-benar perhatikan, sebuah tantangan akan membuat kita bekerja lebih bersemangat dan antusias dari pada bekerja dengan situasi yang nyaman atau biasa-biasa saja.
Hidup adalah anugerah dan tantangan, jadi nikmatilah keduanya. Jangan pernah menyesali hidup yang kita jalani karena beratnya tantangan yang harus dihadapi. Ingatlah bahwa tidak ada kesuksesan tanpa sebuah tantangan. Karena hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan kepada kita, namun hari-hari yang kurang baik juga dapat memberikan pengalaman bagi kita. Kedua-duanya memberikan arti dan kedua-duanya membuat kehidupan ini lebih bernilai. Jadi, semakin tinggi tantangan yang kita hadapi, maka akan semakin tinggi pula nilai kehidupan kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih atas setiap tantangan yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku yang kuterima saat ini baik di tempat belajar maupun di tempat kerja. Bantulah aku untuk menerima setiap tantangan itu bukan sebagai hambatan tetapi sebagai cara dariMu untuk aku naik ke level kesuksesan yang lebih tinggi lagi. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
#renungan
*ROH KUDUS MEMBANTU KITA BERDOA*
Rabu 30 Okt 2019
_`Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan` (Rm 8:26)_
Dalam hidup ini mungkin kita seringkali tidak tahu apa yang Tuhan inginkan dan terlebih lagi sering kita menghakimi Tuhan dalam doa kita. Kita sering merasa bahwa Tuhan tidak mengerti kita, tidak mendengarkan kita, dan membiarkan kita sendiri, dll.
Kita diajak untuk menyadari bahwa Tuhan telah memberikan Roh Kudus, yaitu Roh-Nya sendiri bagi kita pada saat kita dibaptis. Roh Kudus adalah Pembela dan Penolong kita. Roh Kudus jugalah yang mengajarkan dan memberitahukan kepada kita rahasia doa, lalu menaikkan semua doa dan permohonan kita kepada Bapa, sekalipun doa itu hanya dapat kita ungkapan dalam hati.
Kita perlu berusaha semakin mampu dan rela mendengarkan bimbingan Roh Kudus. Kita perlu semakin memberikan ruang kepada-Nya untuk bekerja sebebasbebasnya dalam diri kita dalam segalanya, termasuk dalam hidup doa kita. Jika kita setia, Ia akan membawa kita ke hidup doa yang mendalam.
*_Sr. M. Laura, P.Karm_*
Rabu 30 Okt 2019
Rm 8:26-30; Mzm 13:4-6; Luk 13:22-30
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Krisrus
*ROH KUDUS MEMBANTU KITA BERDOA*
Rabu 30 Okt 2019
_`Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan` (Rm 8:26)_
Dalam hidup ini mungkin kita seringkali tidak tahu apa yang Tuhan inginkan dan terlebih lagi sering kita menghakimi Tuhan dalam doa kita. Kita sering merasa bahwa Tuhan tidak mengerti kita, tidak mendengarkan kita, dan membiarkan kita sendiri, dll.
Kita diajak untuk menyadari bahwa Tuhan telah memberikan Roh Kudus, yaitu Roh-Nya sendiri bagi kita pada saat kita dibaptis. Roh Kudus adalah Pembela dan Penolong kita. Roh Kudus jugalah yang mengajarkan dan memberitahukan kepada kita rahasia doa, lalu menaikkan semua doa dan permohonan kita kepada Bapa, sekalipun doa itu hanya dapat kita ungkapan dalam hati.
Kita perlu berusaha semakin mampu dan rela mendengarkan bimbingan Roh Kudus. Kita perlu semakin memberikan ruang kepada-Nya untuk bekerja sebebasbebasnya dalam diri kita dalam segalanya, termasuk dalam hidup doa kita. Jika kita setia, Ia akan membawa kita ke hidup doa yang mendalam.
*_Sr. M. Laura, P.Karm_*
Rabu 30 Okt 2019
Rm 8:26-30; Mzm 13:4-6; Luk 13:22-30
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Krisrus
EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE
Rabu, 30 Oktober 2019
Bac.I, Rom 8 : 26 - 30
Injil : Luk. 13 : 22 - 30
Pekan Biasa XXX
Engkau dan Aku adalah Penghuni Surga, Asalkan...
"Surga atau keselamatan adalah anugrah Allah kepada semua orang, tapi banyak di antara kita enggan untuk memasuki dan tinggal di dalamnya."
Inilah alasannya mengapa Yesus dalam Injil hari ini menegaskan kembali pentingnya keseriusan setiap orang untuk memiliki surga/keselamatan dengan berkata, "Berusahalah untuk masuk lewat pintu yang sempit itu, sebab banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat."
Pertanyaan penting yang perlu kita masing-masing jawab pagi ini adalah, "Bagaimana kita bisa selamat atau masuk surga?"
Jawabannya adalah :
1) Beriman dan percayalah kepada Yesus, karena Dialah Juruselamat dan hanya Dialah yang tahu jalan ke surga. Tidak ada seorang pun yang bisa datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku, demikianlah penegasan Yesus.
2) Tapi tidak cukup dengan percaya karena tidak semua orang yang berseru nama Tuhan akan masuk ke dalam Surga, melainkan yang melakukan kehendak Bapa seperti berbuat baik, mengampuni dan membantu meringangkan beban kaum miskin dan papa.
3) Katakanlah kepada dirimu saat ini bahwa "Akulah penghuni surga." Tapi ingat untuk menempati tempat di sana perlu berbuat amal dan kasih tanpa batas dan syarat.
Akhirnya ingatlah bahwa kerinduan terdalam hati Allah adalah tinggal bersamamu dalam keabadiaan.
Selamat beraktivitas di hari baru untuk para sahabat.
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )
Salam Damai Kristus
Rabu, 30 Oktober 2019
Bac.I, Rom 8 : 26 - 30
Injil : Luk. 13 : 22 - 30
Pekan Biasa XXX
Engkau dan Aku adalah Penghuni Surga, Asalkan...
"Surga atau keselamatan adalah anugrah Allah kepada semua orang, tapi banyak di antara kita enggan untuk memasuki dan tinggal di dalamnya."
Inilah alasannya mengapa Yesus dalam Injil hari ini menegaskan kembali pentingnya keseriusan setiap orang untuk memiliki surga/keselamatan dengan berkata, "Berusahalah untuk masuk lewat pintu yang sempit itu, sebab banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat."
Pertanyaan penting yang perlu kita masing-masing jawab pagi ini adalah, "Bagaimana kita bisa selamat atau masuk surga?"
Jawabannya adalah :
1) Beriman dan percayalah kepada Yesus, karena Dialah Juruselamat dan hanya Dialah yang tahu jalan ke surga. Tidak ada seorang pun yang bisa datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku, demikianlah penegasan Yesus.
2) Tapi tidak cukup dengan percaya karena tidak semua orang yang berseru nama Tuhan akan masuk ke dalam Surga, melainkan yang melakukan kehendak Bapa seperti berbuat baik, mengampuni dan membantu meringangkan beban kaum miskin dan papa.
3) Katakanlah kepada dirimu saat ini bahwa "Akulah penghuni surga." Tapi ingat untuk menempati tempat di sana perlu berbuat amal dan kasih tanpa batas dan syarat.
Akhirnya ingatlah bahwa kerinduan terdalam hati Allah adalah tinggal bersamamu dalam keabadiaan.
Selamat beraktivitas di hari baru untuk para sahabat.
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )
Salam Damai Kristus
Rabu, 30 Oktober 2019
*MASUK MELALUI PINTU SESAK NAN SEMPIT*
*BACAAN*
*Rom 8:26-30* – “Bagi mereka yang mengasihi Tuhan segala sesuatu mendatangkan kebaikan”
*Luk 13:22-30* – “Ingatlah, ada orang terakhir yang akan menjadi terdahulu, dan ada orang terdahulu yang akan menjadi yang terakhir”
*RENUNGAN*
1.Sebuah pertanyaan yang menakutkan: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Mereka bertanya demikian, karena mereka adalah sebagai Umat Terpilih, Umat Kekasih Tuhan dan pasti selamat. Kartu surga sudah di tangan. Yesus tidak secara langsung menjawab pertanyaan tersebut, hanya memberi nasehat: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” “Berjuanglah” merupakan kata kunci. Banyak orang gagal untuk masuk tetapi gagal, karena pintu sesak. Keanggotaan seseorang sebagai Umat Terpilih tidak otomatis sebagai jaminan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Undangan Allah terbuka untuk siapa saja, termasuk bangsa- bangsa yang tidak mengenal Allah. Kata-kata Tuhan “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” berlaku bagi siapa saja.
2.Siapa orang yang gagal masuk ke dalam Kerajaan Allah? Adalah mereka yang tidak menjadikan Yesus sebagai jalan secara serius, orang yang tidak berusaha sungguh-sungguh, orang yang begitu mencintai dunia ini melebihi cinta kepada Yesus. Sangat banyak orang akan gagal masuk ke dalam Kerajaan Allah. Bagaimana aku?
3.Jalan sesak dan sempit itu adalah Yesus: “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat” (Yoh 10:9). Jalan Yesus adalah Jalan Salib. Melalui Salib, Yesus membuka jalan bagi kita untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Kita terus diingatkan: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” Jangan merasa cukup hanya menjadi Umat Allah yang suam-suam kuku, tidak panas dan tidak dingin, karena akan dimuntahkan.
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩
Salam Damai Kristus
*MASUK MELALUI PINTU SESAK NAN SEMPIT*
*BACAAN*
*Rom 8:26-30* – “Bagi mereka yang mengasihi Tuhan segala sesuatu mendatangkan kebaikan”
*Luk 13:22-30* – “Ingatlah, ada orang terakhir yang akan menjadi terdahulu, dan ada orang terdahulu yang akan menjadi yang terakhir”
*RENUNGAN*
1.Sebuah pertanyaan yang menakutkan: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Mereka bertanya demikian, karena mereka adalah sebagai Umat Terpilih, Umat Kekasih Tuhan dan pasti selamat. Kartu surga sudah di tangan. Yesus tidak secara langsung menjawab pertanyaan tersebut, hanya memberi nasehat: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” “Berjuanglah” merupakan kata kunci. Banyak orang gagal untuk masuk tetapi gagal, karena pintu sesak. Keanggotaan seseorang sebagai Umat Terpilih tidak otomatis sebagai jaminan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Undangan Allah terbuka untuk siapa saja, termasuk bangsa- bangsa yang tidak mengenal Allah. Kata-kata Tuhan “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” berlaku bagi siapa saja.
2.Siapa orang yang gagal masuk ke dalam Kerajaan Allah? Adalah mereka yang tidak menjadikan Yesus sebagai jalan secara serius, orang yang tidak berusaha sungguh-sungguh, orang yang begitu mencintai dunia ini melebihi cinta kepada Yesus. Sangat banyak orang akan gagal masuk ke dalam Kerajaan Allah. Bagaimana aku?
3.Jalan sesak dan sempit itu adalah Yesus: “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat” (Yoh 10:9). Jalan Yesus adalah Jalan Salib. Melalui Salib, Yesus membuka jalan bagi kita untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Kita terus diingatkan: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” Jangan merasa cukup hanya menjadi Umat Allah yang suam-suam kuku, tidak panas dan tidak dingin, karena akan dimuntahkan.
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩
Salam Damai Kristus
*RABU, 30 OKTOBER 2019*
Bacaan Liturgi
Hari Biasa, Pekan Biasa XXX
Bacaan Injil
Luk 13:22-30
Mereka datang dari timur dan barat,
dan akan duduk makan di dalam kerajaan Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa
sambil mengajar.
Maka bertanyalah orang kepada-Nya,
"Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ,
"Berusahalah masuk melalui pintu yang sempit itu!
Sebab Aku berkata kepadamu,
'banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Jika tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu,
kalian akan berdiri di luar
dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata,
'Tuan, bukakan pintu bagi kami.'
Tetapi dia akan berkata,
'Aku tidak tahu dari mana kalian datang.'
Maka kalian akan berkata,
'Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu,
dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.'
Tetapi ia akan berkata,
'Aku tidak tahu dari mana kalian datang.
Enyahlah dari hadapan-Ku,
hai kalian semua yang melakukan kejahatan!'
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi,
apabila kalian melihat
Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi
ada di dalam Kerajaan Allah,
tetapi kalian sendiri dicampakkan ke luar.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dari Utara dan Selatan,
dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
Ingatlah, ada orang terakhir yang akan menjadi terdahulu,
dan ada orang terdahulu yang akan menjadi yang terakhir."
Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI* Rabu, 30 Oktober 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Berjuanglah Dan Bekerja Keraslah Selalu Bersama Tuhan!* Lukas 13:22 - 30
Saudara-saudari... Kisah Injil hari ini mengingatkan saya akan pengalaman hidup St. Rita. Semasa mudanya dia rindu sekali mau menjadi suster, tetapi karena taat kepada orang tuanya, yang sudah mengatur perkawinannya dengan seorang pemuda, maka dia terpaksa menikah dengan pemuda itu. Pernikahan mereka cuma 18 tahun. Suaminya penjudi dan pemabuk. Selama 18 tahun Rita berdoa untuk pertobatan suaminya. Pada suatu malam, suaminya dipukul oleh sekelompok pengaco. Ia pulang ke rumah berlumuran darah. Ia berlutut di depan istrinya dan memohon maaf atas kesalahannya. Sesudahnya ia meninggal dalam keadaan damai.
Kehebatan St. Rita adalah kesediaannya untuk menerima suami apa adanya. Dia tidak membencinya, tetapi merasa kasihan dengannya, karena itu ia selalu berdoa untuknya. Kedua anaknya mau membalas dendam kepada mereka yang memukul ayah mereka, tetapi Rita, ibu mereka, menghalangi kemauan buruk mereka. Rita berdoa agar kedua anaknya tidak terjerat oleh godaan setan. Keduanya jatuh sakit dan meninggal.
Sesudah suami dan anak-anaknya pergi untuk selamanya, atas persetujuan uskup setempat, Rita masuk biara. Rita sungguh mencintai panggilannya untuk menjadi biarawati. Doanya didengar Tuhan. Perjalanan hidupnya ibarat berjuang masuk melalui Pintu yang sesak. Berkat doa, ketekunan dan kesabaran akhirnya cita-citanya tercapai juga. Semoga kehidupan St. Rita menjadi inspirasi hidup kita semua, khususnya bagi keluarga yang mungkin alami hal yang sama. Mendoakan pasangan hidup adalah sangat penting. Dalam berdoa dan bertingkah biarkanlah cinta selalu mendasari hidup keluarga, bukanya kebencian!
Saudara-saudari... Hari ini Yesus mengajak kita untuk berjuang masuk melalui Pintu yang sesak. Semua kesuksesan selalu diperoleh lewat kerja keras. Untuk memperoleh kebahagiaan hidup juga melewati kerja keras. Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Kalau kita selalu rindu masuk surga, maka berjuanglah dan bekerja keraslah dari sekarang, kendalikanlah kemauan diri sendiri, tetapi kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhan.
Saudara-saudari …. Menjadi orang Kristen tidaklah cukup menerima Sakramen Permandian, tetapi kita harus menjalankan tugas dan kewajiban kita sebagai orang Kristen, yaitu mewartakan Kristus lewat cara hidup kita. Itu berarti hidup mengikuti contoh hidup Yesus Kristus lewat promosikan cintakasih bukannya kebencian, promosikan perdamaian bukannya peperangan, promosikan persatuan dan harmoni bukannya perceraian dan percecokan, promosikan saling menghargai bukannya saling menginjak.
Marilah saudara-saudari... Berjuanglah dan bekerja keraslah bersama Tuhan setiap hari. Bersama Tuhan pasti kita sanggup masuk melewati pintu yang sesak.
Kita berdoa, semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita dan biarkan pikir dan hati kita selalu fokus pada-Nya sehingga apa yang kita dambakan bisa tercapai.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!
Salam Damai Kristus
Bacaan Liturgi
Hari Biasa, Pekan Biasa XXX
Bacaan Injil
Luk 13:22-30
Mereka datang dari timur dan barat,
dan akan duduk makan di dalam kerajaan Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa
sambil mengajar.
Maka bertanyalah orang kepada-Nya,
"Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ,
"Berusahalah masuk melalui pintu yang sempit itu!
Sebab Aku berkata kepadamu,
'banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Jika tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu,
kalian akan berdiri di luar
dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata,
'Tuan, bukakan pintu bagi kami.'
Tetapi dia akan berkata,
'Aku tidak tahu dari mana kalian datang.'
Maka kalian akan berkata,
'Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu,
dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.'
Tetapi ia akan berkata,
'Aku tidak tahu dari mana kalian datang.
Enyahlah dari hadapan-Ku,
hai kalian semua yang melakukan kejahatan!'
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi,
apabila kalian melihat
Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi
ada di dalam Kerajaan Allah,
tetapi kalian sendiri dicampakkan ke luar.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dari Utara dan Selatan,
dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
Ingatlah, ada orang terakhir yang akan menjadi terdahulu,
dan ada orang terdahulu yang akan menjadi yang terakhir."
Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI* Rabu, 30 Oktober 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Berjuanglah Dan Bekerja Keraslah Selalu Bersama Tuhan!* Lukas 13:22 - 30
Saudara-saudari... Kisah Injil hari ini mengingatkan saya akan pengalaman hidup St. Rita. Semasa mudanya dia rindu sekali mau menjadi suster, tetapi karena taat kepada orang tuanya, yang sudah mengatur perkawinannya dengan seorang pemuda, maka dia terpaksa menikah dengan pemuda itu. Pernikahan mereka cuma 18 tahun. Suaminya penjudi dan pemabuk. Selama 18 tahun Rita berdoa untuk pertobatan suaminya. Pada suatu malam, suaminya dipukul oleh sekelompok pengaco. Ia pulang ke rumah berlumuran darah. Ia berlutut di depan istrinya dan memohon maaf atas kesalahannya. Sesudahnya ia meninggal dalam keadaan damai.
Kehebatan St. Rita adalah kesediaannya untuk menerima suami apa adanya. Dia tidak membencinya, tetapi merasa kasihan dengannya, karena itu ia selalu berdoa untuknya. Kedua anaknya mau membalas dendam kepada mereka yang memukul ayah mereka, tetapi Rita, ibu mereka, menghalangi kemauan buruk mereka. Rita berdoa agar kedua anaknya tidak terjerat oleh godaan setan. Keduanya jatuh sakit dan meninggal.
Sesudah suami dan anak-anaknya pergi untuk selamanya, atas persetujuan uskup setempat, Rita masuk biara. Rita sungguh mencintai panggilannya untuk menjadi biarawati. Doanya didengar Tuhan. Perjalanan hidupnya ibarat berjuang masuk melalui Pintu yang sesak. Berkat doa, ketekunan dan kesabaran akhirnya cita-citanya tercapai juga. Semoga kehidupan St. Rita menjadi inspirasi hidup kita semua, khususnya bagi keluarga yang mungkin alami hal yang sama. Mendoakan pasangan hidup adalah sangat penting. Dalam berdoa dan bertingkah biarkanlah cinta selalu mendasari hidup keluarga, bukanya kebencian!
Saudara-saudari... Hari ini Yesus mengajak kita untuk berjuang masuk melalui Pintu yang sesak. Semua kesuksesan selalu diperoleh lewat kerja keras. Untuk memperoleh kebahagiaan hidup juga melewati kerja keras. Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Kalau kita selalu rindu masuk surga, maka berjuanglah dan bekerja keraslah dari sekarang, kendalikanlah kemauan diri sendiri, tetapi kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhan.
Saudara-saudari …. Menjadi orang Kristen tidaklah cukup menerima Sakramen Permandian, tetapi kita harus menjalankan tugas dan kewajiban kita sebagai orang Kristen, yaitu mewartakan Kristus lewat cara hidup kita. Itu berarti hidup mengikuti contoh hidup Yesus Kristus lewat promosikan cintakasih bukannya kebencian, promosikan perdamaian bukannya peperangan, promosikan persatuan dan harmoni bukannya perceraian dan percecokan, promosikan saling menghargai bukannya saling menginjak.
Marilah saudara-saudari... Berjuanglah dan bekerja keraslah bersama Tuhan setiap hari. Bersama Tuhan pasti kita sanggup masuk melewati pintu yang sesak.
Kita berdoa, semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita dan biarkan pikir dan hati kita selalu fokus pada-Nya sehingga apa yang kita dambakan bisa tercapai.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!
Salam Damai Kristus
Langganan:
Postingan (Atom)































