Senin, 1 Oktober 2018
Pesta S. Teresia dr Kanak-kanak Yesus
Ayb. 42:1-3,5-6,12-17;Mzm. 119:66,71,75,91,125,130;Luk. 10:17-24. atau: Yes. 66:10-14b atau 1Kor. 12:31– 13:13; Mat. 18:1-4.
Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus atau yang juga kita kenal sebagai St. Theresia Liseux, yang kita peringati hari ini merupakan seorang biarawati Karmelit yang meninggal dalam usia sangat muda, 24 tahun. Namun, dalam usia yang begitu muda tersebut, ia telah berhasil menghayati kesucian hidup yang luar biasa. Sebagaimana ditunjukkan dalam catatan riwayat pribadinya, "Kisah Suatu Jiwa", kesucian hidup dapat dicapai oleh siapa saja, betapa pun rendah, hina dan biasa orang itu. Caranya ialah melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kecil dan tugas sehari-hari dengan penuh cintakasih yang murni kepada Tuhan. Marilah kita hayati ajakan pertobatan dan menjadi seperti anak kecil dari Yesus ini berdasarkan teladan St. Theresia. Kita lakukan tugas dan pekerjaan kita sehari-hari, termasuk yang kecil dan sederhana, bahkan terkesen remeh dengan semangat cinta kasih yang murni sebagai wujud pengabdian kita kepada Tuhan dan pelayanan kepada sesama.
Doa: Tuhan, bantulah kami untuk senantiasa melakukan tugas dan pekerjaan kami sehari-hari dengan penuh cinta kasih. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus
Minggu, 30 September 2018
#renungan
*SEPERTI ANAK KECIL*
Senin 01 Okt 2018
_Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. (Mat 18:4)_
Dalam kosakata bahasa Inggris dikenal istilah childish dan childlike.
Dua kata yang mempunyai akar kata yang sama, yaitu child, namun mempunyai arti berbeda.
Childish berarti kekanak-kanakan, sedangkan childlike berarti seperti anak kecil.
Tuhan menghendaki kita `menjadi seperti anak kecil`, bukan menjadi kekanak-kanakan.
Tuhan menghendaki kita mempunyai sikap terbuka, percaya, dan bergantung kepada Allah.
Kualitas-kualitas inilah yang sebenarnya diperlukan untuk menanggapi kasih Allah.
Anak kecil menggambarkan kaum yang lemah dan bergantung sepenuhnya kepada orang tuanya.
Gambaran seorang anak kecil menyiratkan suatu pesan dan semangat kerendahan hati bahwa dari diri sendiri kita adalah miskin dan papa.
Kita sungguh membutuhkan Allah dalam segala hal.
Dengan kesadaran itu kita berusaha mengosongkan diri dan membiarkan seluruh hidup kita dipenuhi kasih-Nya.
Setelah mengalami kasih Allah, kita juga mampu berbagi kasih kepada sesama melalui perbuatan-perbuatan baik.
Bahkan, kita dapat menyertakan kasih yang besar dalam perbuatan-perbuatan kecil.
Ini mempunyai nilai besar di hadapan Allah.
Itulah juga yang diteladankan St. Theresia dari Lisieux.
*_Fr. Mikael Pius, CSE_*
Senin 01 Okt 2018
Pesta S. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja (P.Karm & CSE)
Ayb 1:6-22; Mzm 17:1-3.6-7; Luk 9:46-50 atau Yes 66:10-14 atau 1Kor 12:31``13:13; Mat 18:1-5
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*SEPERTI ANAK KECIL*
Senin 01 Okt 2018
_Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. (Mat 18:4)_
Dalam kosakata bahasa Inggris dikenal istilah childish dan childlike.
Dua kata yang mempunyai akar kata yang sama, yaitu child, namun mempunyai arti berbeda.
Childish berarti kekanak-kanakan, sedangkan childlike berarti seperti anak kecil.
Tuhan menghendaki kita `menjadi seperti anak kecil`, bukan menjadi kekanak-kanakan.
Tuhan menghendaki kita mempunyai sikap terbuka, percaya, dan bergantung kepada Allah.
Kualitas-kualitas inilah yang sebenarnya diperlukan untuk menanggapi kasih Allah.
Anak kecil menggambarkan kaum yang lemah dan bergantung sepenuhnya kepada orang tuanya.
Gambaran seorang anak kecil menyiratkan suatu pesan dan semangat kerendahan hati bahwa dari diri sendiri kita adalah miskin dan papa.
Kita sungguh membutuhkan Allah dalam segala hal.
Dengan kesadaran itu kita berusaha mengosongkan diri dan membiarkan seluruh hidup kita dipenuhi kasih-Nya.
Setelah mengalami kasih Allah, kita juga mampu berbagi kasih kepada sesama melalui perbuatan-perbuatan baik.
Bahkan, kita dapat menyertakan kasih yang besar dalam perbuatan-perbuatan kecil.
Ini mempunyai nilai besar di hadapan Allah.
Itulah juga yang diteladankan St. Theresia dari Lisieux.
*_Fr. Mikael Pius, CSE_*
Senin 01 Okt 2018
Pesta S. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja (P.Karm & CSE)
Ayb 1:6-22; Mzm 17:1-3.6-7; Luk 9:46-50 atau Yes 66:10-14 atau 1Kor 12:31``13:13; Mat 18:1-5
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Senin, 1 Oktober 2018
Bacaan: Ibrani 10:36 "Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu."
Renungan:
Nobita adalah seorang anak yang kurang sabar. Jika menginginkan sesuatu, maunya cepat mendapatkan tanpa mau mengalami kesulitan. Tentu saja dia bisa mendapatkannya, karena Doraemon, sahabat baiknya itu memiliki kantong ajaib yang bisa mengeluarkan benda-benda yang diinginkan Nobita. Sayangnya Nobita sering gagal mempergunakan dengan baik benda-benda yang ia terima. Di samping itu keberadaan Doraemon dengan kebaikan-kebaikannya itu membuat Nobita tidak bisa hidup mandiri.
Cerita ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap keinginan yang diperoleh dengan cara yang instan, cenderung menghasilkan kekecewaan. Juga tersirat pesan bahwa adalah baik jika kita mau menjalani setiap proses yang ada di dalam kehidupan ini. Tidak jarang sebagai manusia kita juga memiliki kecenderungan untuk bersikap seperti Nobita, yang memiliki mental jalan pintas. Tidak sabar menanti jodoh yang lebih tepat, sehingga menikah dengan orang yang berbeda iman dan meninggalkan Yesus. Tidak sabar menunggu hari pernikahan, sehingga hamil di luar nikah. Tidak sabar mengikuti sekolah atau kuliah sehingga berhenti di tengah jalan. Hasilnya kekecewaanlah yang didapat. Di dalam Alkitab kita bisa melihat contohnya di dalam diri Esau. Karena ketidaksabaran untuk menahan lapar, ia kehilangan hak kesulungannya karena ia menukarnya dengan sepiring sup kacang merah. Akhirnya hanya penyesalan yang ia dapat karena ia kehilangan hak kesulungannya.
Jangan pernah memiliki mental jalan pintas! Tetapi milikilah mental anak Tuhan yang tangguh, yang tidak pernah menyerah dan mau menjalani proses kehidupan meski itu sulit. Karena di situlah terletak nilai-nilai kehidupan yang sangat berharga, yang pada gilirannya tidak akan membuat kita menyesal. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, beri ku hati yang mau dibentuk untuk menjalani proses kehidupan ini agar tidak ada penyesalan di masa depan. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Senin, 1 Oktober 2018
Bacaan: Ibrani 10:36 "Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu."
Renungan:
Nobita adalah seorang anak yang kurang sabar. Jika menginginkan sesuatu, maunya cepat mendapatkan tanpa mau mengalami kesulitan. Tentu saja dia bisa mendapatkannya, karena Doraemon, sahabat baiknya itu memiliki kantong ajaib yang bisa mengeluarkan benda-benda yang diinginkan Nobita. Sayangnya Nobita sering gagal mempergunakan dengan baik benda-benda yang ia terima. Di samping itu keberadaan Doraemon dengan kebaikan-kebaikannya itu membuat Nobita tidak bisa hidup mandiri.
Cerita ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap keinginan yang diperoleh dengan cara yang instan, cenderung menghasilkan kekecewaan. Juga tersirat pesan bahwa adalah baik jika kita mau menjalani setiap proses yang ada di dalam kehidupan ini. Tidak jarang sebagai manusia kita juga memiliki kecenderungan untuk bersikap seperti Nobita, yang memiliki mental jalan pintas. Tidak sabar menanti jodoh yang lebih tepat, sehingga menikah dengan orang yang berbeda iman dan meninggalkan Yesus. Tidak sabar menunggu hari pernikahan, sehingga hamil di luar nikah. Tidak sabar mengikuti sekolah atau kuliah sehingga berhenti di tengah jalan. Hasilnya kekecewaanlah yang didapat. Di dalam Alkitab kita bisa melihat contohnya di dalam diri Esau. Karena ketidaksabaran untuk menahan lapar, ia kehilangan hak kesulungannya karena ia menukarnya dengan sepiring sup kacang merah. Akhirnya hanya penyesalan yang ia dapat karena ia kehilangan hak kesulungannya.
Jangan pernah memiliki mental jalan pintas! Tetapi milikilah mental anak Tuhan yang tangguh, yang tidak pernah menyerah dan mau menjalani proses kehidupan meski itu sulit. Karena di situlah terletak nilai-nilai kehidupan yang sangat berharga, yang pada gilirannya tidak akan membuat kita menyesal. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, beri ku hati yang mau dibentuk untuk menjalani proses kehidupan ini agar tidak ada penyesalan di masa depan. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Senin, 1 Okt 2018, St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus
*YANG TERBESAR*
*BACAAN*
Ayb 1:6-22 – “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan”
Luk 9:46-50 – “Yang terkecil di antara kamu, dialah yang terbesar”
*RENUNGAN*
1.Seandainya para murid memperhatikan Sang Guru, pastilah mereka tahu bahwa Kabar Gembira bukanlah usaha untuk meraih prestise dan pengakuan, tetapi kerendahan hati dan pelayanan. Kenyataannya, para murid tidak memahami, malah berebut siapa yang paling besar. Apakah kita lebih baik daripada para murid? Kita mendengar atau membaca Kitab Suci dari tahun ke tahun, tetapi masih saja sombong; kita menganggap diri kita lebih baik atau lebih suci dari orang lain. Bagaimana Kristus memandang kita pada saat ini?
2.Yesus berbicara kepada mereka tentang penerimaan terhadap orang yang paling lemah dan paling tak terlindungi. Yang dibutuhkan adalah kerendahan hati. Dalam kehidupan sering terjadi seseorang mengekploitasi orang lain, mayoritas menindas minoritas, seorang boss menindas bawahannya. Bagaimana Aku memperlakukan orang lain? Apakah aku suka memiliki sifat diktator? Atau aku memiliki jiwa pelayanan seperti dikehendaki Tuhan?
3.Yohanes dan murid yang lain mencoba menghentikan seseorang yang melakukan perbuatan baik atas nama Yesus, karena orang tersebut tidak termasuk “kelompok kita.” Mereka merasa ditunjuk sebagai “polisi.” Bagi Yesus, yang penting adalah buah yang dihasilkan (Mat 7:16), bukan siapa yang melakukan. *Penting*: Jangan begitu cepat menghakimi tindakan orang lain. Kita harus bisa melihat nilai-nilai positip dan buah-buah yang dihasilkan. (MS,www.berkat.id)
Salam Damai Kristus
*YANG TERBESAR*
*BACAAN*
Ayb 1:6-22 – “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan”
Luk 9:46-50 – “Yang terkecil di antara kamu, dialah yang terbesar”
*RENUNGAN*
1.Seandainya para murid memperhatikan Sang Guru, pastilah mereka tahu bahwa Kabar Gembira bukanlah usaha untuk meraih prestise dan pengakuan, tetapi kerendahan hati dan pelayanan. Kenyataannya, para murid tidak memahami, malah berebut siapa yang paling besar. Apakah kita lebih baik daripada para murid? Kita mendengar atau membaca Kitab Suci dari tahun ke tahun, tetapi masih saja sombong; kita menganggap diri kita lebih baik atau lebih suci dari orang lain. Bagaimana Kristus memandang kita pada saat ini?
2.Yesus berbicara kepada mereka tentang penerimaan terhadap orang yang paling lemah dan paling tak terlindungi. Yang dibutuhkan adalah kerendahan hati. Dalam kehidupan sering terjadi seseorang mengekploitasi orang lain, mayoritas menindas minoritas, seorang boss menindas bawahannya. Bagaimana Aku memperlakukan orang lain? Apakah aku suka memiliki sifat diktator? Atau aku memiliki jiwa pelayanan seperti dikehendaki Tuhan?
3.Yohanes dan murid yang lain mencoba menghentikan seseorang yang melakukan perbuatan baik atas nama Yesus, karena orang tersebut tidak termasuk “kelompok kita.” Mereka merasa ditunjuk sebagai “polisi.” Bagi Yesus, yang penting adalah buah yang dihasilkan (Mat 7:16), bukan siapa yang melakukan. *Penting*: Jangan begitu cepat menghakimi tindakan orang lain. Kita harus bisa melihat nilai-nilai positip dan buah-buah yang dihasilkan. (MS,www.berkat.id)
Salam Damai Kristus
“Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”" Yoh 8 :11b
pengampunan Yesus ini seridaknya mengandung dua pesan.
PERTAMA : jangan menghakimi dosa org lain.
kita juga berbuat dosa, mengapa kita begitu sombang, menganggap dosa org lain lebih parah dari dosa kita!
KEDUA :Ttuhan tdk Membeda-bedakan antara dosa besar dan disa kecil
yang penting bukan besarnya dosa kita, namun apakah kita bersedia memohon ampun kepadaNya.. jika Allah saja menyediakan pengampunan, mengapa kita malah melontarkan penghakiman ?
Salam Damai Kristus
pengampunan Yesus ini seridaknya mengandung dua pesan.
PERTAMA : jangan menghakimi dosa org lain.
kita juga berbuat dosa, mengapa kita begitu sombang, menganggap dosa org lain lebih parah dari dosa kita!
KEDUA :Ttuhan tdk Membeda-bedakan antara dosa besar dan disa kecil
yang penting bukan besarnya dosa kita, namun apakah kita bersedia memohon ampun kepadaNya.. jika Allah saja menyediakan pengampunan, mengapa kita malah melontarkan penghakiman ?
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Senin, 01 Oktober 2018
Pesta St Teresia dari Kanak-kanak Yesus
Ayb 1:6-22
Mzm 17:1-3,6-7
Luk 9:46-50
YANG PERTAMA
Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Luk 9:46
Banyak orang berlomba untuk menjadi yang pertama. Sistem pendidikan kitapun masih mengarah ke hal tersebut. Dalam dunia kerja yang sarat dengan kompetisipun, kita ingin menjadi yang pertama. Semua ini karena prinsip dunia, yang pertama adalah yang terbaik. Sayangnya, untuk menjadi yang pertama ini dilakukan dengan cara-cara yang terkadang justru menghancurkan hidup.
Seorang ibu membuat anaknya menghabiskan waktu untuk belajar dan belajar dan belajar, hingga tidak ada waktu untuk bermain atau menikmati waktu bersama teman. Seorang pekerja bekerja hingga larut malam dan mengorbankan hari libur demi untuk mendapatkan prestasi. Seorang pedagang membuka toko tanpa libur untuk mendapatkan uang lebih. Tetapi, benarkah mereka puas dengan apa yang dicapai? Dan ketika mereka menjadi yang pertama, pasti mereka harus berusaha untuk mempertahankan. Kekhawatiran kehilangan dan kekalahan akan mengisi hari-hari mereka.
Yesus memberi contoh seorang anak yang asyik dengan dunianya tanpa berpikir menang kalah atau untung rugi. Mereka menikmati waktu bersama dengan orang yang mereka kasihi. Mereka lebih peduli pada waktu yang akan memisahkan mereka daripada siapa yang lebih atau paling hebat.
Berhentilah sejenak. Cobalah lihat, apa yang sudah kita miliki saat ini? Apa saja yang sudah kita korbankan untuk mencapai tujuan kita? Apakah semua sebanding dengan hasil yang kita capai? Berhentilah untuk membuktikan kepada orang lain siapa yang terbesar. Nikmati waktu yang kita miliki bersama dengan orang-orang yang kita kasihi. Berusaha menjadi yang terbaik dari diri kita sendiri tanpa perlu membandingkan dengan orang lain. (An)
Sudahkah saya mengusahakan yang terbaik bagi diri sendiri?
Salam Damai Kristus
Senin, 01 Oktober 2018
Pesta St Teresia dari Kanak-kanak Yesus
Ayb 1:6-22
Mzm 17:1-3,6-7
Luk 9:46-50
YANG PERTAMA
Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Luk 9:46
Banyak orang berlomba untuk menjadi yang pertama. Sistem pendidikan kitapun masih mengarah ke hal tersebut. Dalam dunia kerja yang sarat dengan kompetisipun, kita ingin menjadi yang pertama. Semua ini karena prinsip dunia, yang pertama adalah yang terbaik. Sayangnya, untuk menjadi yang pertama ini dilakukan dengan cara-cara yang terkadang justru menghancurkan hidup.
Seorang ibu membuat anaknya menghabiskan waktu untuk belajar dan belajar dan belajar, hingga tidak ada waktu untuk bermain atau menikmati waktu bersama teman. Seorang pekerja bekerja hingga larut malam dan mengorbankan hari libur demi untuk mendapatkan prestasi. Seorang pedagang membuka toko tanpa libur untuk mendapatkan uang lebih. Tetapi, benarkah mereka puas dengan apa yang dicapai? Dan ketika mereka menjadi yang pertama, pasti mereka harus berusaha untuk mempertahankan. Kekhawatiran kehilangan dan kekalahan akan mengisi hari-hari mereka.
Yesus memberi contoh seorang anak yang asyik dengan dunianya tanpa berpikir menang kalah atau untung rugi. Mereka menikmati waktu bersama dengan orang yang mereka kasihi. Mereka lebih peduli pada waktu yang akan memisahkan mereka daripada siapa yang lebih atau paling hebat.
Berhentilah sejenak. Cobalah lihat, apa yang sudah kita miliki saat ini? Apa saja yang sudah kita korbankan untuk mencapai tujuan kita? Apakah semua sebanding dengan hasil yang kita capai? Berhentilah untuk membuktikan kepada orang lain siapa yang terbesar. Nikmati waktu yang kita miliki bersama dengan orang-orang yang kita kasihi. Berusaha menjadi yang terbaik dari diri kita sendiri tanpa perlu membandingkan dengan orang lain. (An)
Sudahkah saya mengusahakan yang terbaik bagi diri sendiri?
Salam Damai Kristus
Doa Hari Senin
01 Oct' 2018
By : Team Moderator DSM
Tuhan,
dengan menangis sedih kami berseru kepadaMu.
Kami Ikut merasakan derita kawan-kawan kami,
yang sedang tertimpa musibah bencana alam.
Hati kami pilu melihat anak-anak yang terlepas,
dari pegangan ibu bapaknya hilang terhempas.
Terpisah, terombang-ambing tak menentu.
Hanyut, dingin menusuk tulang dan kalbu.
Lapar, tiada yang tersisa untuk bertahan lagi.
Suara jeritan dan tangisan semakin melemah.
Lambat laun menghilang ditelan gelap malam.
Tuhan,
janganlah Engkau diam seribu basa.
Janganlah Engkau menghukum.
Janganlah Engkau membiarkan.
Tuhan,
Sendengkanlah telinga-Mu,
dengarkanlah doa kami, jawablah.
Berikanlah belas kasihanMu kepada tanah ini.
Tenangkanlah amukan gemuruh alam.
Surutkanlah amarah alam yang dahsyat.
Redakanlah hembusan angin yang mengganas.
Bangkitkanlah kembali buluh-buluh yang luluh lantak
patah berserakan tersapu ganasnya terjangan badai.
Pulihkanlah buluh-buluh itu agar bertunas kembali.
Mampukan buluh-buluh itu dengan bijak
bersahabat kembali dengan bumi berpijak.
Tuhan,
kasihanilah kami,
tolonglah kami,
kuatkanlah kami,
hiburkanlah kami semua yang bersedih dan
yang sedang menderita kehilangan kecintaannya,
agar kami dapat menemukannya kembali
di dalam Engkau yang memberi kehidupan.
Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin.
Salam Damai Kristus
01 Oct' 2018
By : Team Moderator DSM
Tuhan,
dengan menangis sedih kami berseru kepadaMu.
Kami Ikut merasakan derita kawan-kawan kami,
yang sedang tertimpa musibah bencana alam.
Hati kami pilu melihat anak-anak yang terlepas,
dari pegangan ibu bapaknya hilang terhempas.
Terpisah, terombang-ambing tak menentu.
Hanyut, dingin menusuk tulang dan kalbu.
Lapar, tiada yang tersisa untuk bertahan lagi.
Suara jeritan dan tangisan semakin melemah.
Lambat laun menghilang ditelan gelap malam.
Tuhan,
janganlah Engkau diam seribu basa.
Janganlah Engkau menghukum.
Janganlah Engkau membiarkan.
Tuhan,
Sendengkanlah telinga-Mu,
dengarkanlah doa kami, jawablah.
Berikanlah belas kasihanMu kepada tanah ini.
Tenangkanlah amukan gemuruh alam.
Surutkanlah amarah alam yang dahsyat.
Redakanlah hembusan angin yang mengganas.
Bangkitkanlah kembali buluh-buluh yang luluh lantak
patah berserakan tersapu ganasnya terjangan badai.
Pulihkanlah buluh-buluh itu agar bertunas kembali.
Mampukan buluh-buluh itu dengan bijak
bersahabat kembali dengan bumi berpijak.
Tuhan,
kasihanilah kami,
tolonglah kami,
kuatkanlah kami,
hiburkanlah kami semua yang bersedih dan
yang sedang menderita kehilangan kecintaannya,
agar kami dapat menemukannya kembali
di dalam Engkau yang memberi kehidupan.
Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin.
Salam Damai Kristus
Santo Santa 1 Oktober
Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan dan Pelindung Karya Misi
Maria Francoise Therese Martin lahir di Alencon, Prancis pada tanggal 2 Januari 1873. Theresia adalah puteri bungsu dari keluarga saleh Louis Martin dan Azelie Guerin. Ayahnya seorang pembuat arloji di kota Alencon. Sepeninggal isterinya, ia bersama anak-anaknya pindah ke Lisieux. Kematian ibunya menimbulkan shock besar pada Theresia sebagai puteri bungsu. Terpaksa kakaknya, Pauline, menggantikan kedudukan ibunya untuk merawat dan memperhatikan perkembangannya.
Theresia sangat dikasihi ayahnya. Ia diberi macam-macam julukan: 'Theresia Kecil', 'Bungsu Kecil' dan 'Ratu Kecil'. Pada tahun 1881 sampai 1885, ia belajar di sekolah Suster-suster Benediktin. Ia sangat perasa dan cepat menangis sehingga teman-temannya tidak akrab dengannya. Ia semakin menjadi perasa sewaktu kakaknya Pauline masuk biara Karmelit di Lisieux pada bulan Oktober 1882. Theresia jatuh sakit karena keberangkatan Pauline itu. Theresia disembuhkan secara ajaib. Sementra kakak-kakaknya berlutut disamping tempat tidurnya untuk berdoa bagi kesembuhannya, patung Bunda Maria yang berada di depannya tiba-tiba tersenyum padanya. Penyakit itu hilang seketika meskipun sifat perasa masih tetap ada. Sifat itu baru mulai hilang karena nasehat ayahnya ketika mereka menghadiri upacara malam Natal tahun 1886. Semenjak itu, ia mulai semakin sadar akan keburukan dari sifatnya yang manja dan lekas tersinggung itu. Ia sadar bahwa ia sudah mulai remaja dan lebih dari itu bahwa sifat kekanak-kanakan itu tidak cocok bagi seorang wanita yang bercita-cita menjadi suster. Saat kesadarannya ini - kemudian dalam autobiografinya - disebutnya sebagai saat ber-rahmat yang mengawali kehidupannya yang baru. Katanya dalam buku itu: "Yesuslah yang merubah diriku."
Semenjak itu ia mulai sadar bahwa dirinya dipenuhi karunia Roh Kudus. Ia sadar pula bahwa dia harus mengabdikan seluruh-hidupnya kepada Tuhan. Kerinduannya untuk bersatu dengan Kanak-kanak Yesus sangatlah besar, dan karena itu di kemudian hari setelah ia digelari 'kudus', ia dinamai 'Theresia dari Kanak-kanak Yesus' dan Theresia dari Lisieux'. Kepada Yesus ia berjanji tidak akan pernah segan melakukan apa saja yang dikehendaki Tuhan dari padanya.
Kerinduannya itu terungkap dalam salah satu doanya berikut ini: "Yesus, tentu Engkau senang mempunyai mainan. Biarlah saya menjadi mainanMu! Anggap saja saya ini mainanMu. Bila akan Kauangkat, betapa senang hatiku. Jika hendak Kausepak kian kemari, silakan!' Dan kalau hendak Kautinggalkan di pojok kamar lantaran bosan, boleh saja. Saya akan menunggu dengan sabar dan setia. Tetapi kalau hendak Kautusuk bolaMu. . .O, Yesus, tentu itu sakit sekali, namun terjadilah kehendakMu!" Inilah doa Theresia Martin kepada Kanak-kanak Yesus yang sangat dirindukannya tetapi belum bisa disambutnya karena umurnya baru 7 tahun.
Orangtua Theresia baik sekali terhadapnya bersama saudara-saudaranya yang lain. Mereka semua - ada lima orang - menjadi suster. Betapa bahagia hati Theresia, ketika pada umur 12 tahun boleh menyambut Tubuh Yesus untuk pertama kalinya. Di hadapan sebuah salib, ia berjanji: "Yesus di kayu salib yang haus, saya akan 'memberikan air kepadaMu. Saya bersedia menderita sedapat mungkin, agar banyak orang berdosa bertobat." Pendosa pertama yang bertobat berkat doa Theresia ialah seorang penjahat kakap yang dijatuhi hukuman mati tanpa menyesal, namun akhirnya ia bertobat juga di hadapan sebuah salib sesaat sebelum menjalani hukuman.
Kerinduan Theresia yang begitu besar pada Yesus mendesak dia untuk menjalani kehidupan khusus sebagai seorang biarawati, mengikuti teladan 4 orang saudaranya yang sudah lebih dahulu menjadi suster. Tetapi ia belum bisa diterima karena umurnya baru 14 tahun. Ia tidak putus asa. Ia. berziarah ke Roma bersama orangtuanya. Dalam audiensi umum dengan Bapa Suci, ia dengan berani meminta izin khusus dari Bapa Suci untuk menjadi suster. Permintaannya itu dikabulkan dan dia boleh masuk biara pada umur 15 tahun. Ia diterima dalam biara Suster-suster Karmelit di Lisieux, Prancis. Kedua kakaknya sudah lebih dahulu di biara itu. Sembilan tahun lamanya, ia hidup sebagai suster biasa. Sebagaimana suster muda lainnya, ia melaksanakan tugas dan doa harian, harus mengatasi perasaan tersinggung, marah, rasa iri hati dan memerangi kebosanan serta bermacam ragam godaan lahir maupun batin. Untuk mencapai kesempurnaan hidup, ia memilih 'jalan sederhana' berdasarkan ajaran Kitab Suci: hidup selaku seorang anak kecil, penuh cinta dan iman kepercayaan akan Allah dan penyerahan diri yang total dengan perasaan gembira. Demi cita-cita itu, ia melakukan hal-hal kecil dan kewajiban-kewajiban sehari-hari dengan penuh tanggungjawab karena cinta kasihnya yang besar kepada Allah Bapa di surga.
Ia sedih sekali melihat banyak orang menyakiti hati Yesus dengan berbuat dosa dan tidak mau bertobat. Untuk mempertobatkan orangorang berdosa itu, ia mempersembahkan dirinya sebagai korban penyilih dosa-dosa. Ia rajin berdoa dan melakukan tapa bagi semua orang berdosa. Ia juga berdoa bagi para misionaris dan kemajuan Kerajaan Allah di seluruh dunia.
Theresia akhirnya menderita sakit paru-paru yang parah. Selama dua tahun lamanya ia menanggung beban penderitaan itu dengan gembira. Penyakit ini kemudian merengut nyawanya pada tanggal 30 September 1897 di biara Lisieux. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia berjanji untuk menurunkan hujan mawar ke dunia. Janji ini benar terpenuhi karena banyak karunia Allah diberikan kepada semua orang yang berdoa dengan perantaraannya.
Theresia meninggal dunia dalam usia yang sangat muda, 24 tahun. Ia mewariskan catatan riwayat pribadinya yang ditulis atas permintaan ibu biara: "Kisah suatu Jiwa." Di dalamnya ia menunjukkan bahwa kesucian hidup dapat dicapai oleh siapa saja, betapa pun rendah, hina dan biasa orang itu. Caranya ialah melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kecil dan tugas sehari-hari dengan penuh cintakasih yang murni kepada Tuhan. Theresia adalah seorang Suster Karmelit yang terkenal di Prancis pada abad 20. Pada tahun 1925, ia digelari sebagai 'santa' oleh Paus Pius XI (1922-1939) dan diangkat sebagai 'Pelindung Karya Misi Gereja'. Kemudian oleh Paus Pius XII (1939-1958), Theresia diangkat sebagai 'Pelindung Prancis'.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan dan Pelindung Karya Misi
Maria Francoise Therese Martin lahir di Alencon, Prancis pada tanggal 2 Januari 1873. Theresia adalah puteri bungsu dari keluarga saleh Louis Martin dan Azelie Guerin. Ayahnya seorang pembuat arloji di kota Alencon. Sepeninggal isterinya, ia bersama anak-anaknya pindah ke Lisieux. Kematian ibunya menimbulkan shock besar pada Theresia sebagai puteri bungsu. Terpaksa kakaknya, Pauline, menggantikan kedudukan ibunya untuk merawat dan memperhatikan perkembangannya.
Theresia sangat dikasihi ayahnya. Ia diberi macam-macam julukan: 'Theresia Kecil', 'Bungsu Kecil' dan 'Ratu Kecil'. Pada tahun 1881 sampai 1885, ia belajar di sekolah Suster-suster Benediktin. Ia sangat perasa dan cepat menangis sehingga teman-temannya tidak akrab dengannya. Ia semakin menjadi perasa sewaktu kakaknya Pauline masuk biara Karmelit di Lisieux pada bulan Oktober 1882. Theresia jatuh sakit karena keberangkatan Pauline itu. Theresia disembuhkan secara ajaib. Sementra kakak-kakaknya berlutut disamping tempat tidurnya untuk berdoa bagi kesembuhannya, patung Bunda Maria yang berada di depannya tiba-tiba tersenyum padanya. Penyakit itu hilang seketika meskipun sifat perasa masih tetap ada. Sifat itu baru mulai hilang karena nasehat ayahnya ketika mereka menghadiri upacara malam Natal tahun 1886. Semenjak itu, ia mulai semakin sadar akan keburukan dari sifatnya yang manja dan lekas tersinggung itu. Ia sadar bahwa ia sudah mulai remaja dan lebih dari itu bahwa sifat kekanak-kanakan itu tidak cocok bagi seorang wanita yang bercita-cita menjadi suster. Saat kesadarannya ini - kemudian dalam autobiografinya - disebutnya sebagai saat ber-rahmat yang mengawali kehidupannya yang baru. Katanya dalam buku itu: "Yesuslah yang merubah diriku."
Semenjak itu ia mulai sadar bahwa dirinya dipenuhi karunia Roh Kudus. Ia sadar pula bahwa dia harus mengabdikan seluruh-hidupnya kepada Tuhan. Kerinduannya untuk bersatu dengan Kanak-kanak Yesus sangatlah besar, dan karena itu di kemudian hari setelah ia digelari 'kudus', ia dinamai 'Theresia dari Kanak-kanak Yesus' dan Theresia dari Lisieux'. Kepada Yesus ia berjanji tidak akan pernah segan melakukan apa saja yang dikehendaki Tuhan dari padanya.
Kerinduannya itu terungkap dalam salah satu doanya berikut ini: "Yesus, tentu Engkau senang mempunyai mainan. Biarlah saya menjadi mainanMu! Anggap saja saya ini mainanMu. Bila akan Kauangkat, betapa senang hatiku. Jika hendak Kausepak kian kemari, silakan!' Dan kalau hendak Kautinggalkan di pojok kamar lantaran bosan, boleh saja. Saya akan menunggu dengan sabar dan setia. Tetapi kalau hendak Kautusuk bolaMu. . .O, Yesus, tentu itu sakit sekali, namun terjadilah kehendakMu!" Inilah doa Theresia Martin kepada Kanak-kanak Yesus yang sangat dirindukannya tetapi belum bisa disambutnya karena umurnya baru 7 tahun.
Orangtua Theresia baik sekali terhadapnya bersama saudara-saudaranya yang lain. Mereka semua - ada lima orang - menjadi suster. Betapa bahagia hati Theresia, ketika pada umur 12 tahun boleh menyambut Tubuh Yesus untuk pertama kalinya. Di hadapan sebuah salib, ia berjanji: "Yesus di kayu salib yang haus, saya akan 'memberikan air kepadaMu. Saya bersedia menderita sedapat mungkin, agar banyak orang berdosa bertobat." Pendosa pertama yang bertobat berkat doa Theresia ialah seorang penjahat kakap yang dijatuhi hukuman mati tanpa menyesal, namun akhirnya ia bertobat juga di hadapan sebuah salib sesaat sebelum menjalani hukuman.
Kerinduan Theresia yang begitu besar pada Yesus mendesak dia untuk menjalani kehidupan khusus sebagai seorang biarawati, mengikuti teladan 4 orang saudaranya yang sudah lebih dahulu menjadi suster. Tetapi ia belum bisa diterima karena umurnya baru 14 tahun. Ia tidak putus asa. Ia. berziarah ke Roma bersama orangtuanya. Dalam audiensi umum dengan Bapa Suci, ia dengan berani meminta izin khusus dari Bapa Suci untuk menjadi suster. Permintaannya itu dikabulkan dan dia boleh masuk biara pada umur 15 tahun. Ia diterima dalam biara Suster-suster Karmelit di Lisieux, Prancis. Kedua kakaknya sudah lebih dahulu di biara itu. Sembilan tahun lamanya, ia hidup sebagai suster biasa. Sebagaimana suster muda lainnya, ia melaksanakan tugas dan doa harian, harus mengatasi perasaan tersinggung, marah, rasa iri hati dan memerangi kebosanan serta bermacam ragam godaan lahir maupun batin. Untuk mencapai kesempurnaan hidup, ia memilih 'jalan sederhana' berdasarkan ajaran Kitab Suci: hidup selaku seorang anak kecil, penuh cinta dan iman kepercayaan akan Allah dan penyerahan diri yang total dengan perasaan gembira. Demi cita-cita itu, ia melakukan hal-hal kecil dan kewajiban-kewajiban sehari-hari dengan penuh tanggungjawab karena cinta kasihnya yang besar kepada Allah Bapa di surga.
Ia sedih sekali melihat banyak orang menyakiti hati Yesus dengan berbuat dosa dan tidak mau bertobat. Untuk mempertobatkan orangorang berdosa itu, ia mempersembahkan dirinya sebagai korban penyilih dosa-dosa. Ia rajin berdoa dan melakukan tapa bagi semua orang berdosa. Ia juga berdoa bagi para misionaris dan kemajuan Kerajaan Allah di seluruh dunia.
Theresia akhirnya menderita sakit paru-paru yang parah. Selama dua tahun lamanya ia menanggung beban penderitaan itu dengan gembira. Penyakit ini kemudian merengut nyawanya pada tanggal 30 September 1897 di biara Lisieux. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia berjanji untuk menurunkan hujan mawar ke dunia. Janji ini benar terpenuhi karena banyak karunia Allah diberikan kepada semua orang yang berdoa dengan perantaraannya.
Theresia meninggal dunia dalam usia yang sangat muda, 24 tahun. Ia mewariskan catatan riwayat pribadinya yang ditulis atas permintaan ibu biara: "Kisah suatu Jiwa." Di dalamnya ia menunjukkan bahwa kesucian hidup dapat dicapai oleh siapa saja, betapa pun rendah, hina dan biasa orang itu. Caranya ialah melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kecil dan tugas sehari-hari dengan penuh cintakasih yang murni kepada Tuhan. Theresia adalah seorang Suster Karmelit yang terkenal di Prancis pada abad 20. Pada tahun 1925, ia digelari sebagai 'santa' oleh Paus Pius XI (1922-1939) dan diangkat sebagai 'Pelindung Karya Misi Gereja'. Kemudian oleh Paus Pius XII (1939-1958), Theresia diangkat sebagai 'Pelindung Prancis'.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Sabtu, 29 September 2018
Minggu, 30 Sept 18, HMB XXVI
*KEMAHAKUASAAN ALLAH SUNGGUH TANPA BATAS*
*BACAAN*
Bil 11:25-29 – Apakah engkau begitu giat mendukung diriku?”
Yak 5:1-6 – “Kekayaanmu sudah membusuk, dan pakaianmu sudah dimakan ngengat”
Mrk 9:38-40 – “Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita”
*RENUNGAN*
1.Yohanes dan murid lain diberi kuasa untuk menaklukkan setan-setan. Mereka berpikir bahwa kuasa tersebut hanya diberikan kepada mereka. Maka ketika ada orang lain mengusir setan, Yohanes mencegahnya. Tanggapan Yesus: “Janganlah kamu cegah dia! … Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.” Apa artinya?
2.Allah bekerja dalam hidup setiap orang lewat perbuatan baik mereka. Perbuatan baik, termasuk mengusir setan, bukan monopoli murid-murid Kristus. Melalui dokumen Nostra Aetate, Konsili Vatikan II menegaskan bahwa Tuhan Yesus mewahyukan Diri-Nya tidak hanya melalui kekristenan, tetapi juga melalui agama-agama dan kebudayaan dunia yang beraneka ragam. Hal ini mau menegaskan bahwa kemahakuasaan Allah sungguh tanpa batas. Allah bekerja tidak hanya dalam diri para pengikut-Nya, tetapi juga di setiap orang yang berkehendak baik.
3.Yang dituntut dari kita: Pertama, kita atau komunitas Kristen harus terbuka terhadap cara bertindak Allah. Allah adalah pencipta segala kebaikan, kita tidak bisa membatasi cara kerja Allah. Kedua, kita harus membuka diri terhadap segala kebaikan yang dilakukan orang lain, membuka hubungan dengan kelompok agama-agama lain demi kebaikan semakin banyak orang. Kita tidak boleh (lagi) memonopoli keselamatan Allah. (MS,berkat.id)
Salam Damai Kristus
*KEMAHAKUASAAN ALLAH SUNGGUH TANPA BATAS*
*BACAAN*
Bil 11:25-29 – Apakah engkau begitu giat mendukung diriku?”
Yak 5:1-6 – “Kekayaanmu sudah membusuk, dan pakaianmu sudah dimakan ngengat”
Mrk 9:38-40 – “Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita”
*RENUNGAN*
1.Yohanes dan murid lain diberi kuasa untuk menaklukkan setan-setan. Mereka berpikir bahwa kuasa tersebut hanya diberikan kepada mereka. Maka ketika ada orang lain mengusir setan, Yohanes mencegahnya. Tanggapan Yesus: “Janganlah kamu cegah dia! … Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.” Apa artinya?
2.Allah bekerja dalam hidup setiap orang lewat perbuatan baik mereka. Perbuatan baik, termasuk mengusir setan, bukan monopoli murid-murid Kristus. Melalui dokumen Nostra Aetate, Konsili Vatikan II menegaskan bahwa Tuhan Yesus mewahyukan Diri-Nya tidak hanya melalui kekristenan, tetapi juga melalui agama-agama dan kebudayaan dunia yang beraneka ragam. Hal ini mau menegaskan bahwa kemahakuasaan Allah sungguh tanpa batas. Allah bekerja tidak hanya dalam diri para pengikut-Nya, tetapi juga di setiap orang yang berkehendak baik.
3.Yang dituntut dari kita: Pertama, kita atau komunitas Kristen harus terbuka terhadap cara bertindak Allah. Allah adalah pencipta segala kebaikan, kita tidak bisa membatasi cara kerja Allah. Kedua, kita harus membuka diri terhadap segala kebaikan yang dilakukan orang lain, membuka hubungan dengan kelompok agama-agama lain demi kebaikan semakin banyak orang. Kita tidak boleh (lagi) memonopoli keselamatan Allah. (MS,berkat.id)
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 30 Sept 2018
Bacaan: Rut 1:15-16 Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku."
Renungan:
Di sebuah ruang tunggu rumah sakit bersalin, tampak seorang ibu mondar-mandir karena gelisah. Ternyata ia sedang menunggu menantunya yang akan melahirkan. "Menunggu anaknya melahirkan ya bu?" tanya seorang suster. "Bukan anak saya tetapi menantu saya yang akan melahirkan," jawabnya. "Saya sangat menyanyangi dia. Suaminya sedang tugas ke luar kota, jadi saya harus merawat dan menungguinya. Dia menantu yang baik," lanjutnya. Betapa dekatnya hubungan mertua perempuan itu dengan menantu perempuannya.
Demikian juga dengan Naomi, dia memunyai hubungan yang dekat dengan menantunya. Dari pihak Naomi sebagai mertua, kedekatan hubungan ini dia tunjukkan dengan sapaan yang penuh kehangatan, "Anakku." Selain itu kedekatan itu juga dia tunjukkan dengan memerhatikan kehidupan menantunya, terutama masa depannya. Kepada Rut yang ngotot untuk mengikuti ke mana pun dia pergi, dia pun mencarikan calon suami bagi Rut setelah suaminya Rut meninggal. Tidak asal-asalan tetapi yang bertanggung jawab dan mengasihinya. Apa yang dilakukan Naomi itu tersebut tidak bertepuk sebelah tangan, sebab Rut juga menunjukkan sikap yang baik. Maka tidak mengherankan kalau kedekatan mertua dengan menantu itu semakin terbukti.
Bukan kebetulan kalau kisah Naomi dan Rut ini ditulis dengan cukup terperinci. Kisah mereka adalah teladan bagi mertua dan menantu zaman modern ini. Mari kita menjaga hubungan yang baik dengan menantu atau mertua, supaya bisa menjadi saksi bagi sesama. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, tolonglah para menantu dan mertua agar mereka dapat saling menjaga kedekatan sehingga mereka boleh menjadi berkat bagi sesamanya. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Minggu, 30 Sept 2018
Bacaan: Rut 1:15-16 Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku."
Renungan:
Di sebuah ruang tunggu rumah sakit bersalin, tampak seorang ibu mondar-mandir karena gelisah. Ternyata ia sedang menunggu menantunya yang akan melahirkan. "Menunggu anaknya melahirkan ya bu?" tanya seorang suster. "Bukan anak saya tetapi menantu saya yang akan melahirkan," jawabnya. "Saya sangat menyanyangi dia. Suaminya sedang tugas ke luar kota, jadi saya harus merawat dan menungguinya. Dia menantu yang baik," lanjutnya. Betapa dekatnya hubungan mertua perempuan itu dengan menantu perempuannya.
Demikian juga dengan Naomi, dia memunyai hubungan yang dekat dengan menantunya. Dari pihak Naomi sebagai mertua, kedekatan hubungan ini dia tunjukkan dengan sapaan yang penuh kehangatan, "Anakku." Selain itu kedekatan itu juga dia tunjukkan dengan memerhatikan kehidupan menantunya, terutama masa depannya. Kepada Rut yang ngotot untuk mengikuti ke mana pun dia pergi, dia pun mencarikan calon suami bagi Rut setelah suaminya Rut meninggal. Tidak asal-asalan tetapi yang bertanggung jawab dan mengasihinya. Apa yang dilakukan Naomi itu tersebut tidak bertepuk sebelah tangan, sebab Rut juga menunjukkan sikap yang baik. Maka tidak mengherankan kalau kedekatan mertua dengan menantu itu semakin terbukti.
Bukan kebetulan kalau kisah Naomi dan Rut ini ditulis dengan cukup terperinci. Kisah mereka adalah teladan bagi mertua dan menantu zaman modern ini. Mari kita menjaga hubungan yang baik dengan menantu atau mertua, supaya bisa menjadi saksi bagi sesama. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, tolonglah para menantu dan mertua agar mereka dapat saling menjaga kedekatan sehingga mereka boleh menjadi berkat bagi sesamanya. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
MENYESATKAN
30 September 2018
“Dan jika tanganmu menyesatkan engkau..” (Mrk 9:43)
Lectio
Bil 11:25-29; Mzm 19:8,10,12-13,14; Yak 5:1-6; Mrk 9:38-43,45,47-48
Lidia adalah pedagang makanan di pasar. Salah satu kebiasaannya ketika dagangan tidak habis, dia akan membagikannya pada warga tidak mampu di seberang kali.
Berbeda dengan Lina, yang ketika tidak habis, disimpan dalam lemari es.
Suatu hari ketika musim krisis, tidak banyak orang yang datang ke pasar, namun Lidia selalu dikunjungi pelanggannya. Melihat itu Lina yang penasaran lalu bertanya pada pelanggannya :
”Mengapa kalian membeli makanan dari Lidia, padahal lebih mahal.”
Jawab pelanggan itu :
”Ada 2 alasan, yang pertama makanan di tempatnya segar, yang kedua dia selalu membantu orang miskin bila ada makanan yang tidak habis. Dia melihat Tuhan katanya. Sungguh mulia bukan?”
Yesus berkata :
“Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan.”
Sekecil apapun yang kita lakukan dalam nama Yesus akan menyelamatkan.
Oratio
Yesus, Engkaulah andalanku. Amin
Missio
Marilah kita melakukan sekecil apapun dalam nama Tuhan.
Have a Blessed Sunday.
MENYESATKAN
30 September 2018
“Dan jika tanganmu menyesatkan engkau..” (Mrk 9:43)
Lectio
Bil 11:25-29; Mzm 19:8,10,12-13,14; Yak 5:1-6; Mrk 9:38-43,45,47-48
Lidia adalah pedagang makanan di pasar. Salah satu kebiasaannya ketika dagangan tidak habis, dia akan membagikannya pada warga tidak mampu di seberang kali.
Berbeda dengan Lina, yang ketika tidak habis, disimpan dalam lemari es.
Suatu hari ketika musim krisis, tidak banyak orang yang datang ke pasar, namun Lidia selalu dikunjungi pelanggannya. Melihat itu Lina yang penasaran lalu bertanya pada pelanggannya :
”Mengapa kalian membeli makanan dari Lidia, padahal lebih mahal.”
Jawab pelanggan itu :
”Ada 2 alasan, yang pertama makanan di tempatnya segar, yang kedua dia selalu membantu orang miskin bila ada makanan yang tidak habis. Dia melihat Tuhan katanya. Sungguh mulia bukan?”
Yesus berkata :
“Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan.”
Sekecil apapun yang kita lakukan dalam nama Yesus akan menyelamatkan.
Oratio
Yesus, Engkaulah andalanku. Amin
Missio
Marilah kita melakukan sekecil apapun dalam nama Tuhan.
Have a Blessed Sunday.
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Minggu, 30 September 2018
Hari Minggu Biasa XXVI
Bil 11:25-29
Mzm 19:8,10,12-14
Yak 5:1-6
Mrk 9:38-43,45,47-48
PENDERITAAN UNTUK TUJUAN YANG LEBIH BAIK
Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka. Mrk 9:45
Ketika menjalani operasi pengangkatan gigi geraham belakang di rumah sakit, saya masuk ke kamar rawat yang bersebelahan dengan seorang bapak. Ia adalah pasien rawat inap karena Diabetes Melitus yang cukup berat.
Sudah beberapa bulan ia menjalani cuci darah, karena fungsi ginjalnya sudah memburuk. Saat itu, lutut kiri ke bawah mengalami kebusukan dan dokter menyarankan untuk prosedur amputasi agar pembusukan pada kakinya tidak semakin meluas.
Saya yang ikut mendengar diagnosa dokter merasa terenyuh. Setelah dokter meninggalkan ruangan, saya menanyakan kondisinya. Kakinya terlihat cukup mengerikan dengan luka bernanah menganga. Namun ia sudah tidak merasakan apa-apa lagi pada kaki kirinya. Dalam kondisi normal, saya yakin pasti rasanya tidak tertahankan untuk luka seperti itu. Bapak itu menyatakan bahwa ia sudah menerima apapun yang akan terjadi dengan kondisinya saat itu.
Pengalaman di atas adalah kejadian nyata dalam realitas kehidupan yang menyerupai perumpamaan dalam Injil hari ini. Ia terpaksa harus kehilangan salah satu kakinya. Jika tidak, ia mungkin harus kehilangan lebih banyak anggota tubuhnya atau bahkan nyawanya.
Dalam kehidupan ini, terkadang kita harus bersikap tegas dan berani membuang kebiasaan-kebiasaan buruk kita, walaupun berat. Tapi, bila dibiarkan, pembusukan akan terus menyebar dan pada akhirnya akan sulit diatasi. (Md)
Apakah saya menyadari "pembusukan" yang sedang terjadi dalam hidup saya?
Salam Damai Kristus
Minggu, 30 September 2018
Hari Minggu Biasa XXVI
Bil 11:25-29
Mzm 19:8,10,12-14
Yak 5:1-6
Mrk 9:38-43,45,47-48
PENDERITAAN UNTUK TUJUAN YANG LEBIH BAIK
Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka. Mrk 9:45
Ketika menjalani operasi pengangkatan gigi geraham belakang di rumah sakit, saya masuk ke kamar rawat yang bersebelahan dengan seorang bapak. Ia adalah pasien rawat inap karena Diabetes Melitus yang cukup berat.
Sudah beberapa bulan ia menjalani cuci darah, karena fungsi ginjalnya sudah memburuk. Saat itu, lutut kiri ke bawah mengalami kebusukan dan dokter menyarankan untuk prosedur amputasi agar pembusukan pada kakinya tidak semakin meluas.
Saya yang ikut mendengar diagnosa dokter merasa terenyuh. Setelah dokter meninggalkan ruangan, saya menanyakan kondisinya. Kakinya terlihat cukup mengerikan dengan luka bernanah menganga. Namun ia sudah tidak merasakan apa-apa lagi pada kaki kirinya. Dalam kondisi normal, saya yakin pasti rasanya tidak tertahankan untuk luka seperti itu. Bapak itu menyatakan bahwa ia sudah menerima apapun yang akan terjadi dengan kondisinya saat itu.
Pengalaman di atas adalah kejadian nyata dalam realitas kehidupan yang menyerupai perumpamaan dalam Injil hari ini. Ia terpaksa harus kehilangan salah satu kakinya. Jika tidak, ia mungkin harus kehilangan lebih banyak anggota tubuhnya atau bahkan nyawanya.
Dalam kehidupan ini, terkadang kita harus bersikap tegas dan berani membuang kebiasaan-kebiasaan buruk kita, walaupun berat. Tapi, bila dibiarkan, pembusukan akan terus menyebar dan pada akhirnya akan sulit diatasi. (Md)
Apakah saya menyadari "pembusukan" yang sedang terjadi dalam hidup saya?
Salam Damai Kristus
Doa Hari Minggu
30 Sept’ 2018
By : Team Moderator DSM
Ya Tuhan Yesus,
baharuilah sukacita panggilan-Mu di dalam diri kami.
Tinggallah bersama kami, Tuhan Immanuel !
Pancarkan Roh cinta kasih-Mu kedalam hati kami,
jangan biarkan siapapun di antara kami menutup hatinya
kepada sesama.
Tinggallah bersama kami, Tuhan Immanuel !
Baharuilah Umat Kristiani dalam persatuan.
Semoga kasih sayang-Mu dinyatakan oleh persaudaraan mereka.
Tinggallah bersama kami, Tuhan Immanuel !
Topanglah mereka yang menderita jiwa dan raganya.
Pulihkankah mereka dalam damai dan kesehatan jasmani dan rohani.
Tinggallah bersama kami, Tuhan Immanuel !
Sambutlah mereka yang wafat ke dalam kehidupan kekal,
dan semoga mata mereka disinari dengan cahaya abadi-Mu.
Tinggallah bersama kami, Tuhan Immanuel !
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amin
Salam Damai Kristus
30 Sept’ 2018
By : Team Moderator DSM
Ya Tuhan Yesus,
baharuilah sukacita panggilan-Mu di dalam diri kami.
Tinggallah bersama kami, Tuhan Immanuel !
Pancarkan Roh cinta kasih-Mu kedalam hati kami,
jangan biarkan siapapun di antara kami menutup hatinya
kepada sesama.
Tinggallah bersama kami, Tuhan Immanuel !
Baharuilah Umat Kristiani dalam persatuan.
Semoga kasih sayang-Mu dinyatakan oleh persaudaraan mereka.
Tinggallah bersama kami, Tuhan Immanuel !
Topanglah mereka yang menderita jiwa dan raganya.
Pulihkankah mereka dalam damai dan kesehatan jasmani dan rohani.
Tinggallah bersama kami, Tuhan Immanuel !
Sambutlah mereka yang wafat ke dalam kehidupan kekal,
dan semoga mata mereka disinari dengan cahaya abadi-Mu.
Tinggallah bersama kami, Tuhan Immanuel !
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Amin
Salam Damai Kristus
Minggu, 30 September 2018
PERCIKAN HATI❤
🌟Renungan
*MENJADI PENGIKUT KRISTUS*
“Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” (Mrk. 9:40-41)
Pengikut Kristus adalah mereka yang percaya kepada Kristus. Menjadikan Kristus sebagai pusat hidupnya, dan dalam kehidupannya setiap hari, entah dalam pikiran, perasaan, dan perbuatan selalu mencerminkan diri sebagai pengikut Kristus yang setia.
Sahabat, melalui Injil hari ini, Yesus mengingatkan kepada kita, bahwa sebagai orang Kristiani sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu percaya kepada-Nya, dan setiap orang berhak untuk menjadi pengikut-Nya. Intinya, jika ia melakukan yang baik dan atas dasar imannya kepada Kristus, maka tentulah ia tidak salah. Karena semua tindakan baik yang berasal dari Yesus, pasti memiliki maksud yang baik pula.
Sebagai keluarga Kristiani, patutlah kita bersyukur jika banyak dari kita telah terpanggil untuk menjadi pengikut Kristus. Siapapun dia, berkulit hitam atau putih, memiliki pekerjaan atau tidak, kaya maupun miskin, besar maupun kecil, bukanlah yang terpenting. Karena yang lebih penting dari semuanya itu adalah bagaimana kita sebagai pengikut Kristus bisa memancarkan berkat dan rahmat Allah bagi orang- orang yang ada di sekitar kita, khususnya bagi mereka yang belum mengenal Kristus.
Berbagialah kita yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, dan marilah kita pun terbuka menolong orang lain untuk lebih mengenal Allah, juga memanggil mereka untuk kembali kepada-Nya.
Salam Damai Kristus
PERCIKAN HATI❤
🌟Renungan
*MENJADI PENGIKUT KRISTUS*
“Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” (Mrk. 9:40-41)
Pengikut Kristus adalah mereka yang percaya kepada Kristus. Menjadikan Kristus sebagai pusat hidupnya, dan dalam kehidupannya setiap hari, entah dalam pikiran, perasaan, dan perbuatan selalu mencerminkan diri sebagai pengikut Kristus yang setia.
Sahabat, melalui Injil hari ini, Yesus mengingatkan kepada kita, bahwa sebagai orang Kristiani sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu percaya kepada-Nya, dan setiap orang berhak untuk menjadi pengikut-Nya. Intinya, jika ia melakukan yang baik dan atas dasar imannya kepada Kristus, maka tentulah ia tidak salah. Karena semua tindakan baik yang berasal dari Yesus, pasti memiliki maksud yang baik pula.
Sebagai keluarga Kristiani, patutlah kita bersyukur jika banyak dari kita telah terpanggil untuk menjadi pengikut Kristus. Siapapun dia, berkulit hitam atau putih, memiliki pekerjaan atau tidak, kaya maupun miskin, besar maupun kecil, bukanlah yang terpenting. Karena yang lebih penting dari semuanya itu adalah bagaimana kita sebagai pengikut Kristus bisa memancarkan berkat dan rahmat Allah bagi orang- orang yang ada di sekitar kita, khususnya bagi mereka yang belum mengenal Kristus.
Berbagialah kita yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, dan marilah kita pun terbuka menolong orang lain untuk lebih mengenal Allah, juga memanggil mereka untuk kembali kepada-Nya.
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 September 2018
Sabtu 29 Sep 2018
Pesta S. Mikael, Gabriel. Rafael, Malaikat Agung
Bacaan 1 : Dan 7:9-10.13-14
Mazmur : Mzm 138:1-2a.2b-3.4-5
Injil : Yoh 1:47-51
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Hari ini kita memperingati para Malaikat Agung: Mikael, Gabriel dan Rafael. Mikael adalah panglima perang (bdk. Wah 12:7-9) dan pembela kita dalam menghadapi musuh, yakni roh-roh jahat (bdk. Dan 10:13). Gereja mengakui Mikael sebagai sebagai pelindung, pembela Gereja dalam penganiayaan, godaan dan perpecahan. Gabriel adalah pelayan dan utusan Allah yang membantu kita untuk mengerti misteri dan kehendak Allah (bdk Dan 8:16-18; 9:21-23). Secara khusus, ia diutus untuk membawa kabar gembira kepada Zakaria dan Maria (Luk 1:11-20; 26-38). Dengan kata lain, Gabriel adalah pembawa warta keselamatan dari Allah kepada manusia dan sekaligus memberikan penerangan ilahi sehingga terbukalah budi dan hati manusia untuk memahami dan meyakini kehendak Allah. Rafael adalah penyembuh dan sekaligus teman perjalanan (Tob 4-12). Gereja menghormati Rafael sebagai teman perjalanan hidup sekaligus sebagai tabib Allah yang diutus untuk menyembuhkan manusia dari penyakit dan menguatkan kelemahan jiwanya serta membebaskan manusia dari perhambaan setan. Ajaran dan Iman Gereja tentang Malaikat dapat dibaca dalam Ketekismus Gereja Katolik 328-336 (http://ekaristi.org/kat/index.php?q=328-336). Kita memang tidak melihat para malaikat secara fisik, namun kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa mereka diutus Tuhan untuk selalu menolong dan menyertai kita.
Doa: Ya para malaikat agung Allah, berkat pertolonganmu semoga kami senantiasa mampu mengalahkan roh jahat dan memahami misteri-misteri ilahi, lebih-lebih yang berkaitan dengan kehendak Tuhan atas diri kami. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus
Pesta S. Mikael, Gabriel. Rafael, Malaikat Agung
Bacaan 1 : Dan 7:9-10.13-14
Mazmur : Mzm 138:1-2a.2b-3.4-5
Injil : Yoh 1:47-51
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Hari ini kita memperingati para Malaikat Agung: Mikael, Gabriel dan Rafael. Mikael adalah panglima perang (bdk. Wah 12:7-9) dan pembela kita dalam menghadapi musuh, yakni roh-roh jahat (bdk. Dan 10:13). Gereja mengakui Mikael sebagai sebagai pelindung, pembela Gereja dalam penganiayaan, godaan dan perpecahan. Gabriel adalah pelayan dan utusan Allah yang membantu kita untuk mengerti misteri dan kehendak Allah (bdk Dan 8:16-18; 9:21-23). Secara khusus, ia diutus untuk membawa kabar gembira kepada Zakaria dan Maria (Luk 1:11-20; 26-38). Dengan kata lain, Gabriel adalah pembawa warta keselamatan dari Allah kepada manusia dan sekaligus memberikan penerangan ilahi sehingga terbukalah budi dan hati manusia untuk memahami dan meyakini kehendak Allah. Rafael adalah penyembuh dan sekaligus teman perjalanan (Tob 4-12). Gereja menghormati Rafael sebagai teman perjalanan hidup sekaligus sebagai tabib Allah yang diutus untuk menyembuhkan manusia dari penyakit dan menguatkan kelemahan jiwanya serta membebaskan manusia dari perhambaan setan. Ajaran dan Iman Gereja tentang Malaikat dapat dibaca dalam Ketekismus Gereja Katolik 328-336 (http://ekaristi.org/kat/index.php?q=328-336). Kita memang tidak melihat para malaikat secara fisik, namun kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa mereka diutus Tuhan untuk selalu menolong dan menyertai kita.
Doa: Ya para malaikat agung Allah, berkat pertolonganmu semoga kami senantiasa mampu mengalahkan roh jahat dan memahami misteri-misteri ilahi, lebih-lebih yang berkaitan dengan kehendak Tuhan atas diri kami. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus
#renungan
*MENGGETARKAN*
Sabtu 29 Sep 2018
_`Kata Natanael kepada-Nya: `Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!`. (Yoh 1:49)_
Seruan Natanael di atas mengajak kita untuk mawas diri, `Sudah sejauh mana saya percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah?`
Natanael berseru dan mengakui Yesus adalah Anak Allah setelah pengalamannya bahwa Yesus sudah mengetahui tentang dirinya sebelum berjumpa dengannya (lih. ay. 47-48).
Sudahkah saya merefleksikan pengalaman-pengalaman hidup saya sehingga saya melihat dan percaya bahwa `Yesus adalah Anak Allah`?
Ataukah, tidak ada satu pengalaman pun yang saya refleksikan sehingga menambah iman saya?
Jika kita sampai pada iman mendalam akan Yesus sebagai Anak Allah, maka nama Yesus akan menggetarkan hati kita.
Nama Yesus menjadi nama yang penuh makna dan benar-benar menjadi `Allah yang Menyelamatkan` bagi kita.
Bukankah nama kita masingmasing mempunyai makna dan harapannya sendiri?
Apalagi, nama Yesus! Nama-Nya sungguh memberikan berkat yang melimpah dalam hidup kita.
Pemazmur meneguhkan kita untuk menyerukan nama Tuhan setiap saat (bdk. Mzm 138:3)
dan seorang kudus juga mengatakan, `Ada saatnya kita mengalami kegelapan iman dan seakan tiada pegangan lagi, tetapi jangan lupa bahwa dalam kegelapan kita masih dapat meraba-raba sekeliling kita. Harapan selalu ada bersama Tuhan Yesus.`
*_Sr. M. Anastasia, P.Karm_*
Sabtu 29 Sep 2018
Pesta S. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung
Dan 7:9-10.13-14 atau Why 12:7-12; Mzm 138:1-5; Yoh 1:47-51
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*MENGGETARKAN*
Sabtu 29 Sep 2018
_`Kata Natanael kepada-Nya: `Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!`. (Yoh 1:49)_
Seruan Natanael di atas mengajak kita untuk mawas diri, `Sudah sejauh mana saya percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah?`
Natanael berseru dan mengakui Yesus adalah Anak Allah setelah pengalamannya bahwa Yesus sudah mengetahui tentang dirinya sebelum berjumpa dengannya (lih. ay. 47-48).
Sudahkah saya merefleksikan pengalaman-pengalaman hidup saya sehingga saya melihat dan percaya bahwa `Yesus adalah Anak Allah`?
Ataukah, tidak ada satu pengalaman pun yang saya refleksikan sehingga menambah iman saya?
Jika kita sampai pada iman mendalam akan Yesus sebagai Anak Allah, maka nama Yesus akan menggetarkan hati kita.
Nama Yesus menjadi nama yang penuh makna dan benar-benar menjadi `Allah yang Menyelamatkan` bagi kita.
Bukankah nama kita masingmasing mempunyai makna dan harapannya sendiri?
Apalagi, nama Yesus! Nama-Nya sungguh memberikan berkat yang melimpah dalam hidup kita.
Pemazmur meneguhkan kita untuk menyerukan nama Tuhan setiap saat (bdk. Mzm 138:3)
dan seorang kudus juga mengatakan, `Ada saatnya kita mengalami kegelapan iman dan seakan tiada pegangan lagi, tetapi jangan lupa bahwa dalam kegelapan kita masih dapat meraba-raba sekeliling kita. Harapan selalu ada bersama Tuhan Yesus.`
*_Sr. M. Anastasia, P.Karm_*
Sabtu 29 Sep 2018
Pesta S. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung
Dan 7:9-10.13-14 atau Why 12:7-12; Mzm 138:1-5; Yoh 1:47-51
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Sabtu, 29 Sept 18, Malaikat Mikael, Gabriel, Rafael
*MEMILIKI HATI MALAIKAT*
*BACAAN*
Daniel 7:9-10.13-14 – “Seribu kali beribu-ribu orang melayani Dia”
Yoh 1:47-51 – “Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”
*RENUNGAN*
1.Dalam doa-Nya semalam suntuk, Yesus mencari rasul-rasul yang jujur dan tulus hati. Dan Yesus mendapatkannya dalam diri Natanael, orang yang tidak memiliki kepalsuan. Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya. Yesus berkata: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya.” Yesus kagum kepadanya karena sifat seorang malaikat ada pada Natanael. Jika kita ingin dipuji oleh Yesus, dari kita dibutuhkan hati dan pikiran yang jujur dan tulus sebagai murid.
2.Hari ini Gereja memuliakan tiga malaikat agung: Mikael, Gabriel, dan Rafael. Malaikat Gabriel menyampaikan pesan penting tentang sejarah manusia kepada Zakaria dan Maria. Mikael bergulat melawan Lusifer dan melemparkannya dari surga. Sedangkan malaikat Rafael datang untuk membantu Tobias. Dalam diri para malaikat ini tidak ada kepalsuan di dalam hati mereka. Allah mengutus mereka dan mereka memenuhinya dengan sungguh-sungguh. Kita juga diminta menggunakan talenta untuk tugas perutusan dan menjadi instrument yang jujur seperti tiga malaikat tersebut.
3.Yesus memandang ke dalam hati dan tidak mengadili dari apa yang nampak. Pandangan Yesus menusuk relung hati Natanael. Yesus juga memandangi setiap maksud hati kita, walaupun tersembunyi dari orang lain. Ketika kita mengikuti suara hati dan taat pada pimpinan Allah, maka tidak perlu ada sesuatu yang disembunyikan. Tetapi bila kita semakin lemah dalam iman, maka saatnya melakukan pembaruan. Yesus, saat ini, memandangi hati dan mata kita dan merindukan kesetiaan dan cinta kita kepada-Nya. *MS*,berkat.id)
Salam Damai Kristus
*MEMILIKI HATI MALAIKAT*
*BACAAN*
Daniel 7:9-10.13-14 – “Seribu kali beribu-ribu orang melayani Dia”
Yoh 1:47-51 – “Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”
*RENUNGAN*
1.Dalam doa-Nya semalam suntuk, Yesus mencari rasul-rasul yang jujur dan tulus hati. Dan Yesus mendapatkannya dalam diri Natanael, orang yang tidak memiliki kepalsuan. Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya. Yesus berkata: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya.” Yesus kagum kepadanya karena sifat seorang malaikat ada pada Natanael. Jika kita ingin dipuji oleh Yesus, dari kita dibutuhkan hati dan pikiran yang jujur dan tulus sebagai murid.
2.Hari ini Gereja memuliakan tiga malaikat agung: Mikael, Gabriel, dan Rafael. Malaikat Gabriel menyampaikan pesan penting tentang sejarah manusia kepada Zakaria dan Maria. Mikael bergulat melawan Lusifer dan melemparkannya dari surga. Sedangkan malaikat Rafael datang untuk membantu Tobias. Dalam diri para malaikat ini tidak ada kepalsuan di dalam hati mereka. Allah mengutus mereka dan mereka memenuhinya dengan sungguh-sungguh. Kita juga diminta menggunakan talenta untuk tugas perutusan dan menjadi instrument yang jujur seperti tiga malaikat tersebut.
3.Yesus memandang ke dalam hati dan tidak mengadili dari apa yang nampak. Pandangan Yesus menusuk relung hati Natanael. Yesus juga memandangi setiap maksud hati kita, walaupun tersembunyi dari orang lain. Ketika kita mengikuti suara hati dan taat pada pimpinan Allah, maka tidak perlu ada sesuatu yang disembunyikan. Tetapi bila kita semakin lemah dalam iman, maka saatnya melakukan pembaruan. Yesus, saat ini, memandangi hati dan mata kita dan merindukan kesetiaan dan cinta kita kepada-Nya. *MS*,berkat.id)
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 29 September 2018
Bacaan: Mazmur 42:6 "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"
Renungan:
Seseorang memasuki ruang praktek dokter dan mengatakan bahwa ia mengalami depresi. Dunia memperlakukannya dengan kejam dan ia merasa seorang diri. Dokter itu berkata, "Pergilah melihat pertunjukkan badut yang diperankan oleh Pagliacci. Kamu akan merasa lebih baik." Orang tersebut meledak dalam tangis dan berkata, "Sayalah Pagliacci itu." Di tempat lain, Robin Williams, seorang aktor komedi, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena depresi. Ia menghibur hati banyak orang dengan leluconnya, namun tidak mampu menghibur dirinya sendiri yang gundah gulana.
Depresi adalah keadaan mental seseorang yang kehilangan gairah hidup karena tekanan persoalan. Bagaimanakah kita dapat mencapai kebahagiaan jiwa di tengah-tengah dunia yang membawa kita pada keputusasaan? Bukankah ini membuat kita seperti berjalan melawan arus?
Kita harus memiliki kekuatan untuk bertahan dengan tidak membiarkan persoalan yang dapat membuat kita terpuruk. Pertajam pandangan iman kita dengan menyadari kehadiran Tuhan di setiap jalan yang kita lalui. Kekelaman dan kabut tebal kehidupan sering kali membuat kita tidak mampu menyadari kehadirannNya. Kita menangis dalam kepedihan hati dan menjerit di hadapan Tuhan, "Di manakah Engkau Tuhan?" Sebab kita tidak menyadari bahwa ia hadir begitu dekat dengan kita.
Apa pun beban berat yang menindih dan tekanan yang membungkukkan kita, marilah kita bangkit dan bertahan melawan arus dunia, serta menyadari bahwa ia adalah Tuhan yang proaktif memberikan pertolongan. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, aku bersyukur bahwa Engkau selalu hadir di dekatku. Buatlah aku menyadarinya sehingga aku tetap tegar ketika menghadapi masalah. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Sabtu, 29 September 2018
Bacaan: Mazmur 42:6 "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"
Renungan:
Seseorang memasuki ruang praktek dokter dan mengatakan bahwa ia mengalami depresi. Dunia memperlakukannya dengan kejam dan ia merasa seorang diri. Dokter itu berkata, "Pergilah melihat pertunjukkan badut yang diperankan oleh Pagliacci. Kamu akan merasa lebih baik." Orang tersebut meledak dalam tangis dan berkata, "Sayalah Pagliacci itu." Di tempat lain, Robin Williams, seorang aktor komedi, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena depresi. Ia menghibur hati banyak orang dengan leluconnya, namun tidak mampu menghibur dirinya sendiri yang gundah gulana.
Depresi adalah keadaan mental seseorang yang kehilangan gairah hidup karena tekanan persoalan. Bagaimanakah kita dapat mencapai kebahagiaan jiwa di tengah-tengah dunia yang membawa kita pada keputusasaan? Bukankah ini membuat kita seperti berjalan melawan arus?
Kita harus memiliki kekuatan untuk bertahan dengan tidak membiarkan persoalan yang dapat membuat kita terpuruk. Pertajam pandangan iman kita dengan menyadari kehadiran Tuhan di setiap jalan yang kita lalui. Kekelaman dan kabut tebal kehidupan sering kali membuat kita tidak mampu menyadari kehadirannNya. Kita menangis dalam kepedihan hati dan menjerit di hadapan Tuhan, "Di manakah Engkau Tuhan?" Sebab kita tidak menyadari bahwa ia hadir begitu dekat dengan kita.
Apa pun beban berat yang menindih dan tekanan yang membungkukkan kita, marilah kita bangkit dan bertahan melawan arus dunia, serta menyadari bahwa ia adalah Tuhan yang proaktif memberikan pertolongan. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, aku bersyukur bahwa Engkau selalu hadir di dekatku. Buatlah aku menyadarinya sehingga aku tetap tegar ketika menghadapi masalah. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
MALAIKAT
29 September 2018
“Dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia” (Yoh 1:51)
Lectio
Dan 7:9-10,13-14 atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-2a, 2bc-3,4-5; Yoh 1:47-51
Andre tinggal di tempat kos yang sederhana dan biasanya hanya sekitar 10 hari saja dalam sebulan dia ada di sana, selebihnya dia kerap pergi ke liar kota
Suatu malam dia bercakap dengan seorang Ibu yang kebetulan datang ke Jakarta menengok anaknya.
Sebulan kemudian, terjadi gempa yang cukup kencang di suatu kota kecil dan banyak rumah yang rubuh, dan Ibu itu adalah salah satu korban gempa yang mengungsi. Ketika bangun pagi, ibu itu kaget sekali melihat Andre sedang melayani para pengungsi menyiapkan sarapan pagi.
“Lho kok Andre bisa ada di sini?” tanya Ibu itu.
Jawab Andre :
”Memang hidup saya adalah mendatangi setiap daerah yang sedang mengalami musibah dan melayani para korban bu. Kebetulan saya sekolah kedokteran walaupun tidak lulus. Senang bertemu lagi dengab Ibu walaupun keadaan sedang kurang baik.”
Ibu itu terharu dan berkata :
”Tanpa perlu jadi dokter, kamu telah menjadi Malaikat bagi banyak orang, Andre.”
Kata Yesus kepada Nathanael :
”Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”
Kita hidup sebagai Malaikat bagi sesama.
Oratio
Malaikat Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan menjadi pewarta kasih Tuhan bagi sesama.
Have a Blessed Saturday.
MALAIKAT
29 September 2018
“Dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia” (Yoh 1:51)
Lectio
Dan 7:9-10,13-14 atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-2a, 2bc-3,4-5; Yoh 1:47-51
Andre tinggal di tempat kos yang sederhana dan biasanya hanya sekitar 10 hari saja dalam sebulan dia ada di sana, selebihnya dia kerap pergi ke liar kota
Suatu malam dia bercakap dengan seorang Ibu yang kebetulan datang ke Jakarta menengok anaknya.
Sebulan kemudian, terjadi gempa yang cukup kencang di suatu kota kecil dan banyak rumah yang rubuh, dan Ibu itu adalah salah satu korban gempa yang mengungsi. Ketika bangun pagi, ibu itu kaget sekali melihat Andre sedang melayani para pengungsi menyiapkan sarapan pagi.
“Lho kok Andre bisa ada di sini?” tanya Ibu itu.
Jawab Andre :
”Memang hidup saya adalah mendatangi setiap daerah yang sedang mengalami musibah dan melayani para korban bu. Kebetulan saya sekolah kedokteran walaupun tidak lulus. Senang bertemu lagi dengab Ibu walaupun keadaan sedang kurang baik.”
Ibu itu terharu dan berkata :
”Tanpa perlu jadi dokter, kamu telah menjadi Malaikat bagi banyak orang, Andre.”
Kata Yesus kepada Nathanael :
”Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”
Kita hidup sebagai Malaikat bagi sesama.
Oratio
Malaikat Mikael, Gabriel dan Rafael, doakanlah kami. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan menjadi pewarta kasih Tuhan bagi sesama.
Have a Blessed Saturday.
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu, 29 September 2018
Pesta St. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung
Dan 7:9-10,13-14 atau Why 12:7-12a
Mzm 138:1-5
Yoh 1:47-51
SIAPA DIA?
Bagaimana Engkau mengenal aku? Yoh 1:48a
Beberapa hari lalu saya baru membaca kisah tentang seorang anak muda yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan sebelum akhir hidupnya. Seperti banyak kisah lainnya, pada mulanya ia banyak mempertanyakan perihal Tuhan dan seolah tidak peduli. Hingga suatu hari, ia bertanya kepada pastor yang mengajarnya apakah ia akan menemukan Tuhan. Tapi jawaban pastor adalah tidak. Namun, pastor mengatakan satu kalimat yang mengusiknya, bahwa Tuhanlah yang akan menemukan dirinya. Pada akhirnya, benar bahwa Tuhanlah yang akan menemukan dirinya sehingga ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan.
Setiap kita pasti memiliki kisah pribadi tentang perjumpaan kita dengan Tuhan. Bukan soal kapan kita dibaptis, tapi lebih kepada pengalaman dimana pertama kalinya kita mengenali-Nya dan mengakui-Nya sebagai Tuhan. Masih ingatkah kita akan pengalaman itu?
Kita adalah ciptaan-Nya. Karena itu, Tuhan mengenal kita. Ia tahu betul siapa kita dan seperti apa diri kita. Ia tahu kebutuhan kita. Ia mampu menyelami pikiran kita. Karena Ia mengenal kita, Ia tahu yang terbaik bagi kita. Itulah sebabnya, terkadang kita merasa Tuhan tidak menjawab doa kita, Tuhan tidak memberikan yang kita mau. Bukan karena Ia tidak peduli. Bukan karena Ia tidak mengasihi. Sekali lagi, justru karena ia tahu yang terbaik bagi kita.
Sekalipun kita tidak pernah atau jarang datang kepada-Nya, Ia tetap mengenal kita. Ketika kita datang kepada-Nya, adalah kesempatan bagi kita untuk lebih dan semakin mengenal-Nya yang adalah Tuhan dalam hidup kita. (Jc)
Siapa Tuhan bagi saya?
Salam Damai Kristus
Sabtu, 29 September 2018
Pesta St. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung
Dan 7:9-10,13-14 atau Why 12:7-12a
Mzm 138:1-5
Yoh 1:47-51
SIAPA DIA?
Bagaimana Engkau mengenal aku? Yoh 1:48a
Beberapa hari lalu saya baru membaca kisah tentang seorang anak muda yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan sebelum akhir hidupnya. Seperti banyak kisah lainnya, pada mulanya ia banyak mempertanyakan perihal Tuhan dan seolah tidak peduli. Hingga suatu hari, ia bertanya kepada pastor yang mengajarnya apakah ia akan menemukan Tuhan. Tapi jawaban pastor adalah tidak. Namun, pastor mengatakan satu kalimat yang mengusiknya, bahwa Tuhanlah yang akan menemukan dirinya. Pada akhirnya, benar bahwa Tuhanlah yang akan menemukan dirinya sehingga ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan.
Setiap kita pasti memiliki kisah pribadi tentang perjumpaan kita dengan Tuhan. Bukan soal kapan kita dibaptis, tapi lebih kepada pengalaman dimana pertama kalinya kita mengenali-Nya dan mengakui-Nya sebagai Tuhan. Masih ingatkah kita akan pengalaman itu?
Kita adalah ciptaan-Nya. Karena itu, Tuhan mengenal kita. Ia tahu betul siapa kita dan seperti apa diri kita. Ia tahu kebutuhan kita. Ia mampu menyelami pikiran kita. Karena Ia mengenal kita, Ia tahu yang terbaik bagi kita. Itulah sebabnya, terkadang kita merasa Tuhan tidak menjawab doa kita, Tuhan tidak memberikan yang kita mau. Bukan karena Ia tidak peduli. Bukan karena Ia tidak mengasihi. Sekali lagi, justru karena ia tahu yang terbaik bagi kita.
Sekalipun kita tidak pernah atau jarang datang kepada-Nya, Ia tetap mengenal kita. Ketika kita datang kepada-Nya, adalah kesempatan bagi kita untuk lebih dan semakin mengenal-Nya yang adalah Tuhan dalam hidup kita. (Jc)
Siapa Tuhan bagi saya?
Salam Damai Kristus
Sabtu, 29 September 2018
PERCIKAN HATI❤
🌟Mutiara Iman
*KITA ADALAH MILIK KRISTUS*
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelupmnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Ef. 2:10)
Satu hal yang perlu kita sadari bahwa sesungguhnya kita ini adalah milik Tuhan, Ia adalah Bapa kita, Bapa yang telah menciptakan kita dengan penuh cinta.
Sahabat, Rasul Paulus kembali mengingatkan kita sekaligus mengajak kita untuk senantiasa menyadari bahwa sebagaimana kita ini adalah milik Tuhan, maka sudah sepantasnya kita pun hidup menurut kehendak-Nya. Dengan kata lain, sikap dan perilaku kita setiap hari, hendaklah menunjukkan bahwa kita ini benar-benar adalah milik Tuhan.
Cintailah kejujuran, kasihilah sesamamu, dan lakukanlah yang baik dari setiap tugas, pekerjaan, dan tanggung jawab kita masing-masing. Bukan tanpa tujuan, Allah menciptakan kita, karena di balik rencana-Nya yang mulia, Ia telah menyediakan kebahagiaan kekal bagi mereka yang dengan setia dan sadar akan tujuan dan makna hidup yang sesungguhnya.
Salam Damai Kristus
PERCIKAN HATI❤
🌟Mutiara Iman
*KITA ADALAH MILIK KRISTUS*
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelupmnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Ef. 2:10)
Satu hal yang perlu kita sadari bahwa sesungguhnya kita ini adalah milik Tuhan, Ia adalah Bapa kita, Bapa yang telah menciptakan kita dengan penuh cinta.
Sahabat, Rasul Paulus kembali mengingatkan kita sekaligus mengajak kita untuk senantiasa menyadari bahwa sebagaimana kita ini adalah milik Tuhan, maka sudah sepantasnya kita pun hidup menurut kehendak-Nya. Dengan kata lain, sikap dan perilaku kita setiap hari, hendaklah menunjukkan bahwa kita ini benar-benar adalah milik Tuhan.
Cintailah kejujuran, kasihilah sesamamu, dan lakukanlah yang baik dari setiap tugas, pekerjaan, dan tanggung jawab kita masing-masing. Bukan tanpa tujuan, Allah menciptakan kita, karena di balik rencana-Nya yang mulia, Ia telah menyediakan kebahagiaan kekal bagi mereka yang dengan setia dan sadar akan tujuan dan makna hidup yang sesungguhnya.
Salam Damai Kristus
Santo-Santa
29 September
Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaekat Agung
Mikael, yang berarti 'Siapakah yang sama dengan Allah?' adalah malaekat agung Allah dan panglima bala tentara surga. Dalam iman Kristen, Mikael dikenal sebagai pembela kaum beriman menghadapi serangan musuh. Cerita-cerita klasik tentang malaekat agung Mikael umumnya bersumber pada kitab Wahyu Yohanes yang menggambarkan pertentangan antara Yang Baik dan yang jahat.
Dalam Wahyunya, Yohanes menulis: "Mikael bersama malaekat-malaekatnya berperang melawan naga itu dan naga itu dibantu oleh malaekat-malaekatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaekat-malaekatnya." (Why 12:7-9).
Lalu Yohanes mendengar suara nyaring di surga: "Sekaranglah saatnya Allah menyelamatkan umatNya! Sekarang Allah sudah menunjukkan kuasaNya sebagai Raja! Sekarang Raja Penyelamat Yang dijanjikanNya itu telah menunjukkan kekuasaanNya! Sebab, yang menuduh saudara-saudara kita di hadapan Allah siang dan malam, sudah dikeluarkan dari surga. Saudara-saudara kita sudah mengalahkan dia dengan darah Anak Domba itu, dan dengan Sabda Allah yang mereka kabarkan. Mereka rela mengorbankan nyawa mereka sampai mati. Sebab itu, hendaklah surga dan semua yang tinggal di dalamnya, bersuka ria! Tetapi celakalah bumi dan laut, karena iblis sudah turun kepadamu dengan amarah yang sangat besar. Sebab ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit." (Why 12: 10-12).
Mikael bersama malaekat-malaekat baik telah mengalahkan lusifer dengan sahabat-sahabatnya. Orang-orang Kristen yang rela mengorbankan nyawanya sudah menang berkat darah Kristus dan Sabda Ilahi. Namun Satan tetap mau menjatuhkan manusia di hadapan Tuhan; satan tetap berusaha menjauhkan manusia dari Tuhan, sumber hidup abadi. Tetapi orang beriman yang bersekutu dengan Mikael akan menang. Mikael adalah pembela kaum beriman dari segala serangan musuh yang jahat.
Bangsa Israel memandang Mikael sebagai pembelanya dalam segala penganiayaan, godaan dan perpecahan. Kitab Daniel mengungkapkan sbb: " . . . kemudian Mikael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. . . " (Dan 10:13). Sebagaimana Israel, demikian juga Gereja senantiasa memandang Mikael sebagai pelindung, pembela Gereja dalam penganiayaan, godaan dan perpecahan. Umat Kristen mendirikan banyak gereja di atas bukit dan gunung dengan nama Mikael. Banyak kerajaan (seperti di Jerman); kota dan umat mempercayakan diri kepada pimpinan malaekat Mikael yang setia kepada Tuhan. Penghormatan kepada Mikael semakin besar setelah penampakannya di atas Gunung Gargano, Italia pada abad ke-5. Di atas gunung Gargano kemudian didirikan sebuah gereja megah untuk menghormati Mikael.
Selain itu diceritakan bahwa sewaktu Roma terserang wabah, Paus Gregorius melihat malaekat Mikael tengah menghunus pedangnya di atas makam Kaisar Adrian, yang sekarang disebut Benteng Santo Angelo. Orang-orang Negro Amerika bernyanyi: Michael, row the boat ashore! Alleluia!' Lagu ini mengingatkan tradisi tentang Santo Mikael sebagai penerima dan pengawal jiwa orang yang meninggal.
Gabriel, yang lazim disebut juga 'Jibrail' berarti 'Kekuatan Allah.' Dalam tradisi Kristen malaekat agung ini dikenal sebagai 'pembawa khabar gembira' dari Tuhan kepada manusia. Peranannya sebagai pelayan dan utusan Allah sudah dikenal umat Allah semenjak masa Perjanjian Lama. Dalam Kitab Daniel, kita baca uraian sang Nabi sbb: " . . . dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: 'Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu! . . . lalu ia berkata kepadaku: 'Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!' (Dan 8:16-18). Lalu selanjutnya Daniel berkata: " . . . sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: 'Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti . . . " (Dan 9:21-23).
Dalam Perjanjian Baru, peranan Gabriel sebagai 'pembawa khabar gembira' dari Allah ditemukan lagi di dalam kisah tentang Zakarias: " . . Tetapi malaekat itu berkata kepadanya: 'Jangan takut, hai Zakaria, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes . . . ' Lalu kata Zakaria kepada malaekat itu: 'Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya'. Jawab malaekat itu kepadanya: 'Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan khabar baik ini kepadamu ...... (Luk 1:11-20).
Puncak dari peranan Gabriel tampak di dalam kisah kunjungannya kepada Maria, Dara murni yang terpilih: "Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaekat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazareth, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria .... Kata malaekat itu: 'Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau' . . . . Jangan takut, hai Maria sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.. . ' " (Luk 1:26-38).
Dari peranan malaekat Gabriel, kita tahu bahwa Gabriel menjadi utusan Allah untuk menyampaikan kepada manusia berita keselamatan dari Allah. Ia. memberi penerangan ilahi kepada manusia sehingga terbukalah budi dan hati manusia untuk memahami dan meyakini kehendak Allah.
Rafael, Rafael berarti 'Obat Tuhan', 'Tabib Allah' atau 'Tuhan Menyembuhkan'. Kisah terkenal mengenai malaekat Rafael sebagai 'Tabib Allah' dapat kita baca di dalam Kitab Tobit 4-12. Di sana Rafael tampil sebagai 'teman seperjalanan' Tobia ke negeri Media, dan sebagai malaekat Tuhan yang diutus untuk menyembuhkan Tobias dari kebutaannya, dan untuk membebaskan Sara, puteri Raguel, dari gangguan roh jahat.
Kepada Tobit, Rafael memperkenalkan diri: "Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaekat yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia ... Jangan takut; damai sejahtera dengan kamu. Pujilah Allah selama-lamanya! Waktu aku ada dengan kamu, maka bukan karena kerelaanku sendirilah terjadi demikian, melainkan karena kehendak Allah: Maka pujilah Dia seumur hidup, bernyanyilah kepadaNya! . . . " (Tob 12:15-18). Umat Kristen menghormati malaekat Rafael sebagai tabib Allah yang diutus untuk menyembuhkan manusia dari penyakit dan menguatkan kelemahan jiwanya serta membebaskan manusia dari perhambaan setan.
Sumber : www.imankatolik.or.id
29 September
Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaekat Agung
Mikael, yang berarti 'Siapakah yang sama dengan Allah?' adalah malaekat agung Allah dan panglima bala tentara surga. Dalam iman Kristen, Mikael dikenal sebagai pembela kaum beriman menghadapi serangan musuh. Cerita-cerita klasik tentang malaekat agung Mikael umumnya bersumber pada kitab Wahyu Yohanes yang menggambarkan pertentangan antara Yang Baik dan yang jahat.
Dalam Wahyunya, Yohanes menulis: "Mikael bersama malaekat-malaekatnya berperang melawan naga itu dan naga itu dibantu oleh malaekat-malaekatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaekat-malaekatnya." (Why 12:7-9).
Lalu Yohanes mendengar suara nyaring di surga: "Sekaranglah saatnya Allah menyelamatkan umatNya! Sekarang Allah sudah menunjukkan kuasaNya sebagai Raja! Sekarang Raja Penyelamat Yang dijanjikanNya itu telah menunjukkan kekuasaanNya! Sebab, yang menuduh saudara-saudara kita di hadapan Allah siang dan malam, sudah dikeluarkan dari surga. Saudara-saudara kita sudah mengalahkan dia dengan darah Anak Domba itu, dan dengan Sabda Allah yang mereka kabarkan. Mereka rela mengorbankan nyawa mereka sampai mati. Sebab itu, hendaklah surga dan semua yang tinggal di dalamnya, bersuka ria! Tetapi celakalah bumi dan laut, karena iblis sudah turun kepadamu dengan amarah yang sangat besar. Sebab ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit." (Why 12: 10-12).
Mikael bersama malaekat-malaekat baik telah mengalahkan lusifer dengan sahabat-sahabatnya. Orang-orang Kristen yang rela mengorbankan nyawanya sudah menang berkat darah Kristus dan Sabda Ilahi. Namun Satan tetap mau menjatuhkan manusia di hadapan Tuhan; satan tetap berusaha menjauhkan manusia dari Tuhan, sumber hidup abadi. Tetapi orang beriman yang bersekutu dengan Mikael akan menang. Mikael adalah pembela kaum beriman dari segala serangan musuh yang jahat.
Bangsa Israel memandang Mikael sebagai pembelanya dalam segala penganiayaan, godaan dan perpecahan. Kitab Daniel mengungkapkan sbb: " . . . kemudian Mikael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia. . . " (Dan 10:13). Sebagaimana Israel, demikian juga Gereja senantiasa memandang Mikael sebagai pelindung, pembela Gereja dalam penganiayaan, godaan dan perpecahan. Umat Kristen mendirikan banyak gereja di atas bukit dan gunung dengan nama Mikael. Banyak kerajaan (seperti di Jerman); kota dan umat mempercayakan diri kepada pimpinan malaekat Mikael yang setia kepada Tuhan. Penghormatan kepada Mikael semakin besar setelah penampakannya di atas Gunung Gargano, Italia pada abad ke-5. Di atas gunung Gargano kemudian didirikan sebuah gereja megah untuk menghormati Mikael.
Selain itu diceritakan bahwa sewaktu Roma terserang wabah, Paus Gregorius melihat malaekat Mikael tengah menghunus pedangnya di atas makam Kaisar Adrian, yang sekarang disebut Benteng Santo Angelo. Orang-orang Negro Amerika bernyanyi: Michael, row the boat ashore! Alleluia!' Lagu ini mengingatkan tradisi tentang Santo Mikael sebagai penerima dan pengawal jiwa orang yang meninggal.
Gabriel, yang lazim disebut juga 'Jibrail' berarti 'Kekuatan Allah.' Dalam tradisi Kristen malaekat agung ini dikenal sebagai 'pembawa khabar gembira' dari Tuhan kepada manusia. Peranannya sebagai pelayan dan utusan Allah sudah dikenal umat Allah semenjak masa Perjanjian Lama. Dalam Kitab Daniel, kita baca uraian sang Nabi sbb: " . . . dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: 'Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu! . . . lalu ia berkata kepadaku: 'Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!' (Dan 8:16-18). Lalu selanjutnya Daniel berkata: " . . . sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: 'Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti . . . " (Dan 9:21-23).
Dalam Perjanjian Baru, peranan Gabriel sebagai 'pembawa khabar gembira' dari Allah ditemukan lagi di dalam kisah tentang Zakarias: " . . Tetapi malaekat itu berkata kepadanya: 'Jangan takut, hai Zakaria, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes . . . ' Lalu kata Zakaria kepada malaekat itu: 'Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya'. Jawab malaekat itu kepadanya: 'Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan khabar baik ini kepadamu ...... (Luk 1:11-20).
Puncak dari peranan Gabriel tampak di dalam kisah kunjungannya kepada Maria, Dara murni yang terpilih: "Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaekat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazareth, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria .... Kata malaekat itu: 'Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau' . . . . Jangan takut, hai Maria sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.. . ' " (Luk 1:26-38).
Dari peranan malaekat Gabriel, kita tahu bahwa Gabriel menjadi utusan Allah untuk menyampaikan kepada manusia berita keselamatan dari Allah. Ia. memberi penerangan ilahi kepada manusia sehingga terbukalah budi dan hati manusia untuk memahami dan meyakini kehendak Allah.
Rafael, Rafael berarti 'Obat Tuhan', 'Tabib Allah' atau 'Tuhan Menyembuhkan'. Kisah terkenal mengenai malaekat Rafael sebagai 'Tabib Allah' dapat kita baca di dalam Kitab Tobit 4-12. Di sana Rafael tampil sebagai 'teman seperjalanan' Tobia ke negeri Media, dan sebagai malaekat Tuhan yang diutus untuk menyembuhkan Tobias dari kebutaannya, dan untuk membebaskan Sara, puteri Raguel, dari gangguan roh jahat.
Kepada Tobit, Rafael memperkenalkan diri: "Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaekat yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia ... Jangan takut; damai sejahtera dengan kamu. Pujilah Allah selama-lamanya! Waktu aku ada dengan kamu, maka bukan karena kerelaanku sendirilah terjadi demikian, melainkan karena kehendak Allah: Maka pujilah Dia seumur hidup, bernyanyilah kepadaNya! . . . " (Tob 12:15-18). Umat Kristen menghormati malaekat Rafael sebagai tabib Allah yang diutus untuk menyembuhkan manusia dari penyakit dan menguatkan kelemahan jiwanya serta membebaskan manusia dari perhambaan setan.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Kamis, 27 September 2018
Percikan Nas
Jumat, 28 September 2018
Wenseslaus dan Laurensius Ruiz, Domunikus Ibanez, Yakobus Kyushei Tomonaga, Inosensius dr Bertio
warna liturgi Hijau
Bacaan-bacaan:
Pkh. 3:1-11; Mzm. 144:1a,2abc,3-4; Luk. 9:18-22. BcO Tb. 7:1,8b-17; 8:5-13
Nas Injil:
18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" 19 Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." 20 Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." 21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. 22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Percikan Nas
Suatu kali saya ketemu dengan orang yang akan pergi menjalani tes masuk suatu sekolah. Ketika ia bertanya kujawab bahwa tesnya tidak mudah. Hidup di sekolah itu pun tidak ringan. Banyak hal yang tidak pernah dia kerjakan di rumah harus dia lakukan nanti. Setelah menjawab seperti itu saya pun ditegur, “Mengapa Rama jawab seperti itu, anaknya bisa jadi tidak minat!?”.
Yesus bertanya kepada para murid tentang diri-Nya. Petrus menjawab bahwa Dia adalah Mesias. Yesus pun menjelaskan mesianitas diri-Nya, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Luk 9:22).
Jalan berat yang akan dilalui baik dimengerti orang yang akan melangkah. Ia tidak perlu menutup mata akan jalan berat yang mungkin dihadapi. Tidak pernah ada orang yang tidak melalui jalan berat dalam hidupnya. Semua orang pasti pernah dan akan pernah melaluinya. Maka pantaslah kita menyiapkan diri supaya kita mampu melewati dengan baik kala yang berat itu harus kita lalui.
Doa:
Tuhan, Engkaulqh kekuatanku. Pada-Mu aku bersandar. Berikanlah rahmat kepada kami agar kami mampu menjalani peziarahan ini dengan baik dan setia kepada-Mu. Amin.
Jalan berat
September adalah Bulan Kitab Suci
“Ayo rajin baca Kitab Suci"
(goeng).
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 September 2018
Wenseslaus dan Laurensius Ruiz, Domunikus Ibanez, Yakobus Kyushei Tomonaga, Inosensius dr Bertio
warna liturgi Hijau
Bacaan-bacaan:
Pkh. 3:1-11; Mzm. 144:1a,2abc,3-4; Luk. 9:18-22. BcO Tb. 7:1,8b-17; 8:5-13
Nas Injil:
18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" 19 Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." 20 Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." 21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. 22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Percikan Nas
Suatu kali saya ketemu dengan orang yang akan pergi menjalani tes masuk suatu sekolah. Ketika ia bertanya kujawab bahwa tesnya tidak mudah. Hidup di sekolah itu pun tidak ringan. Banyak hal yang tidak pernah dia kerjakan di rumah harus dia lakukan nanti. Setelah menjawab seperti itu saya pun ditegur, “Mengapa Rama jawab seperti itu, anaknya bisa jadi tidak minat!?”.
Yesus bertanya kepada para murid tentang diri-Nya. Petrus menjawab bahwa Dia adalah Mesias. Yesus pun menjelaskan mesianitas diri-Nya, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Luk 9:22).
Jalan berat yang akan dilalui baik dimengerti orang yang akan melangkah. Ia tidak perlu menutup mata akan jalan berat yang mungkin dihadapi. Tidak pernah ada orang yang tidak melalui jalan berat dalam hidupnya. Semua orang pasti pernah dan akan pernah melaluinya. Maka pantaslah kita menyiapkan diri supaya kita mampu melewati dengan baik kala yang berat itu harus kita lalui.
Doa:
Tuhan, Engkaulqh kekuatanku. Pada-Mu aku bersandar. Berikanlah rahmat kepada kami agar kami mampu menjalani peziarahan ini dengan baik dan setia kepada-Mu. Amin.
Jalan berat
September adalah Bulan Kitab Suci
“Ayo rajin baca Kitab Suci"
(goeng).
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 September 2018
KatKit (Katekese Sedikit) No. 148
Seri Liturgi
TAK USAH MEMBACA
Syalom aleikhem.
September untuk umat Katolik Indonesia adalah Bulan Kitab Suci. Orang Katolik diajak rajin baca Alkitab secara pribadi maupun kelompok sebab nyatanya masih banyak orang Katolik yang belum gemar baca Alkitab. Memang cukup lama (400-an tahun) Alkitab kurang dipromosikan untuk dibaca umat. Ada sejarahnya mengapa terjadi demikian – kapan-kapanlah kukisahkan riwayatnya.
Dewasa ini, Gereja Katolik menggalakkan kebiasaan baca Alkitab. Ini patut disyukuri. Sudah banyak orang Katolik yang gemar baca Alkitab meski masih banyak juga yang abai terhadap Alkitab. Kebiasaan baca Alkitab itu bagus. Kembangkan terus!
Namun, ada kebiasaan meleset dalam hal baca Alkitab. Meleset karena tak pada tempatnya. Waktu Misa, (masih) banyak umat membaca (teks) Alkitab sewaktu pembacaan Sabda: Bacaan I, II, Injil. Itu luput. Sikap yang tepat sewaktu pembacaan Sabda dalam Misa adalah “mendengarkan”, bukan membaca. Ayo biasakan mendengarkan. Yang diminta oleh Gereja Katolik adalah mendengarkan Tuhan berfirman.
Waktu Bacaan I, II, Injil bukanlah waktu membaca. Lalu, kapan waktu membaca? Nanti di rumah atau di pertemuan lingkungan atau kelompok Kitab Suci. Perhatikan, dalam Misa kita mendengarkan Sabda Allah, bukan membaca. Ingatlah dan laksanakan. Jadi? Tak usah baca Alkitab… saat berlangsung Misa.
Rev. D. Y. Istimoer Bayu A.
Katekis Daring
Salam Damai Kristus
KatKit (Katekese Sedikit) No. 148
Seri Liturgi
TAK USAH MEMBACA
Syalom aleikhem.
September untuk umat Katolik Indonesia adalah Bulan Kitab Suci. Orang Katolik diajak rajin baca Alkitab secara pribadi maupun kelompok sebab nyatanya masih banyak orang Katolik yang belum gemar baca Alkitab. Memang cukup lama (400-an tahun) Alkitab kurang dipromosikan untuk dibaca umat. Ada sejarahnya mengapa terjadi demikian – kapan-kapanlah kukisahkan riwayatnya.
Dewasa ini, Gereja Katolik menggalakkan kebiasaan baca Alkitab. Ini patut disyukuri. Sudah banyak orang Katolik yang gemar baca Alkitab meski masih banyak juga yang abai terhadap Alkitab. Kebiasaan baca Alkitab itu bagus. Kembangkan terus!
Namun, ada kebiasaan meleset dalam hal baca Alkitab. Meleset karena tak pada tempatnya. Waktu Misa, (masih) banyak umat membaca (teks) Alkitab sewaktu pembacaan Sabda: Bacaan I, II, Injil. Itu luput. Sikap yang tepat sewaktu pembacaan Sabda dalam Misa adalah “mendengarkan”, bukan membaca. Ayo biasakan mendengarkan. Yang diminta oleh Gereja Katolik adalah mendengarkan Tuhan berfirman.
Waktu Bacaan I, II, Injil bukanlah waktu membaca. Lalu, kapan waktu membaca? Nanti di rumah atau di pertemuan lingkungan atau kelompok Kitab Suci. Perhatikan, dalam Misa kita mendengarkan Sabda Allah, bukan membaca. Ingatlah dan laksanakan. Jadi? Tak usah baca Alkitab… saat berlangsung Misa.
Rev. D. Y. Istimoer Bayu A.
Katekis Daring
Salam Damai Kristus
✨Tangismu Ujian Ketabahanmu🔥
Para sahabat terkasih, sebagaimana lelehan lilin bernyala memperkuat dirinya dan fundasinya, indah juga kalau tangisan jiwa dan tetesan keringat menguatkan diri kita dalam menghadapi badai kehidupan. Tangismu adalah ujian ketabahanmu. Yang utama mengemban beban itu adalah diri kita namun kita bisa menimba kekuatan dari Tuhan yang mengatakan, “Datanglah kepada-Ku kalian yang memikul beban berat dan Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mateus 11;28). Ia juga menguatkan kita dengan sabda-Nya, “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau." (Yesaya 41:13)
Memang Salib kita tidak akan ringan namun Ia berjanji akan membantu kita membawanya. Memang jalan kita tidak pendek namun berdoalah agar Ia memberi kaki yang kuat. Beban kita juga tidak akan ringan namun mohonlah kepada-Nya bahu yang kuat. Sekali lagi tangismu adalah ujian ketabahanmu. Dan belajar dari Yesus Sang Terang sejati yang memberi cahaya-Nya selamanya dan tidak akan pernah padam.
Salam Damai Kristus
Para sahabat terkasih, sebagaimana lelehan lilin bernyala memperkuat dirinya dan fundasinya, indah juga kalau tangisan jiwa dan tetesan keringat menguatkan diri kita dalam menghadapi badai kehidupan. Tangismu adalah ujian ketabahanmu. Yang utama mengemban beban itu adalah diri kita namun kita bisa menimba kekuatan dari Tuhan yang mengatakan, “Datanglah kepada-Ku kalian yang memikul beban berat dan Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mateus 11;28). Ia juga menguatkan kita dengan sabda-Nya, “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau." (Yesaya 41:13)
Memang Salib kita tidak akan ringan namun Ia berjanji akan membantu kita membawanya. Memang jalan kita tidak pendek namun berdoalah agar Ia memberi kaki yang kuat. Beban kita juga tidak akan ringan namun mohonlah kepada-Nya bahu yang kuat. Sekali lagi tangismu adalah ujian ketabahanmu. Dan belajar dari Yesus Sang Terang sejati yang memberi cahaya-Nya selamanya dan tidak akan pernah padam.
Salam Damai Kristus
"Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga."
Matius 18 :19
sepakat iru artinya cocok, harmonis, memiliki pikiran yg sama.
kesepakatan akan melahirkan kesatuan dan tdk ada pertikaian, hidup dlm kecocokan.
Tuhan menghendaki agar kita hidup dlm kerukunan, itulah yg mengundang hadirat Tuhan hadir
sebab itu janganlah membesar-besarkan perbedaan.
jgn memberi kesempatn kpd iblis yg seringkali menggunakan "perbedaan" sebagai senjata yg ampuh utk memecah belah.
peliharalah kesatuan, krn kesatuan hati adalah kunci utama utk menerima lawatan Tuhan.
Salam Damai Kristus
Matius 18 :19
sepakat iru artinya cocok, harmonis, memiliki pikiran yg sama.
kesepakatan akan melahirkan kesatuan dan tdk ada pertikaian, hidup dlm kecocokan.
Tuhan menghendaki agar kita hidup dlm kerukunan, itulah yg mengundang hadirat Tuhan hadir
sebab itu janganlah membesar-besarkan perbedaan.
jgn memberi kesempatn kpd iblis yg seringkali menggunakan "perbedaan" sebagai senjata yg ampuh utk memecah belah.
peliharalah kesatuan, krn kesatuan hati adalah kunci utama utk menerima lawatan Tuhan.
Salam Damai Kristus
#renungan
*MENGENAL*
Jumat 28 Sep 2018
_Yesus bertanya kepada mereka: `Menurut kamu, siapakah Aku ini?` Jawab Petrus: `Mesias dari Allah.`. (Luk 9:20)_
Para rasul memberi jawaban yang berbeda-beda tentang pendapat orang banyak mengenai Yesus.
Pendapat umum ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang yang ternama dan hebat di mata dunia (nabi besar, dll.).
Namun, Yesus menghendaki pendapat dan pengenalan pribadi dari para murid-Nya yang tidak sekedar mengikuti pendapat umum.
Mengenal, menerima, dan mengikuti Yesus hanya karena `ikut arus` tidaklah cukup, tetapi harus juga bersifat pribadi dan lahir dari kedalaman diri kita.
Setelah Petrus mengungkapkan imannya bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus memberitahukan bahwa Ia akan menderita, wafat, dan bangkit.
Penerimaan dan pengenalan kita akan Yesus sebagai Mesias, Juruselamat kita, janganlah tidak lengkap, apalagi salah.
Yesus bukanlah Mesias yang melulu dan langsung bangkit mulia, tanpa melalui derita, salib, bahkan kematian.
Ini perlu kita ketahui karena jalan ini jugalah yang harus kita lalui sebagai pengikut-Nya.
`Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya` (Luk 6:40a).
Di sisi lain, pewartaan tentang `jalan penderitaan` ini hanya bisa diterima orang yang sudah mengenal dan percaya bahwa Yesus sungguh Mesias.
Pengenalan ini pertama-tama adalah anugerah Bapa.
Pengenalan ini bertumbuh melalui kebersamaan dan relasi pribadi dengan Yesus dalam hidup sehari-hari.
*_Sr. M. Odilia, P.Karm_*
Jumat 28 Sep 2018
Pfak S. Wenseslaus, Martir dan S. Laurensius Ruiz dkk, Martir
Pkh 3:1-11; Mzm 144:1-4; Luk 9:18-22
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*MENGENAL*
Jumat 28 Sep 2018
_Yesus bertanya kepada mereka: `Menurut kamu, siapakah Aku ini?` Jawab Petrus: `Mesias dari Allah.`. (Luk 9:20)_
Para rasul memberi jawaban yang berbeda-beda tentang pendapat orang banyak mengenai Yesus.
Pendapat umum ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang yang ternama dan hebat di mata dunia (nabi besar, dll.).
Namun, Yesus menghendaki pendapat dan pengenalan pribadi dari para murid-Nya yang tidak sekedar mengikuti pendapat umum.
Mengenal, menerima, dan mengikuti Yesus hanya karena `ikut arus` tidaklah cukup, tetapi harus juga bersifat pribadi dan lahir dari kedalaman diri kita.
Setelah Petrus mengungkapkan imannya bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus memberitahukan bahwa Ia akan menderita, wafat, dan bangkit.
Penerimaan dan pengenalan kita akan Yesus sebagai Mesias, Juruselamat kita, janganlah tidak lengkap, apalagi salah.
Yesus bukanlah Mesias yang melulu dan langsung bangkit mulia, tanpa melalui derita, salib, bahkan kematian.
Ini perlu kita ketahui karena jalan ini jugalah yang harus kita lalui sebagai pengikut-Nya.
`Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya` (Luk 6:40a).
Di sisi lain, pewartaan tentang `jalan penderitaan` ini hanya bisa diterima orang yang sudah mengenal dan percaya bahwa Yesus sungguh Mesias.
Pengenalan ini pertama-tama adalah anugerah Bapa.
Pengenalan ini bertumbuh melalui kebersamaan dan relasi pribadi dengan Yesus dalam hidup sehari-hari.
*_Sr. M. Odilia, P.Karm_*
Jumat 28 Sep 2018
Pfak S. Wenseslaus, Martir dan S. Laurensius Ruiz dkk, Martir
Pkh 3:1-11; Mzm 144:1-4; Luk 9:18-22
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 Sept 18, St. Wenseslaus: martir
*MEMAHAMI MESIAS HAMBA*
*BACAAN*
Pengkhotbah 3:1-11 – “Untuk segala sesuatu di bawah langit ada waktunya”
Luk 9:18-22 – “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga”
*RENUNGAN*
1.Yesus tidak tertarik terhadap public rating yang dipaparkan lembaga survey dengan pertanyaan: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” Mengapa? Karena jawaban mereka jauh dari kebenaran. Dan jawaban tersebut tidak ada maknanya sama sekali. Kepada murid-murid-Nya: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jadi: bukan kata orang, tetapi bagaimana aku memiliki relasi pribadi dengan Allah.
2.Yesus membentuk Gereja yang berintikan para nelayan, dengan tujuan agar mereka meneruskan karya keselamatan-Nya sesudah Ia wafat. Yesus membentuk jati diri murid-murid untuk percaya sungguh-sungguh pada ke-Allah-an Yesus dan misi-Nya. Hasilnya nampak ketika Petrus mengatakan: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah,” walaupun pengakuan itu belum teruji. Pertanyaan untuk kita: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Sudahkah imanku teruji?
3.“Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.” Salib merupakan satu-satunya jalan keselamatan. Yesus satu-satunya penyelamat dunia. Melalui sengsara dan wafat-Nya, Yesus menjadi solusi terhadap semua permasalahan kita. Inilah mengapa Ia berkata: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23). Siapkah aku mengikuti Mesias tersalib? ( *MS*,www.berkat.id)
Salam Damai Kristus
*MEMAHAMI MESIAS HAMBA*
*BACAAN*
Pengkhotbah 3:1-11 – “Untuk segala sesuatu di bawah langit ada waktunya”
Luk 9:18-22 – “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga”
*RENUNGAN*
1.Yesus tidak tertarik terhadap public rating yang dipaparkan lembaga survey dengan pertanyaan: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” Mengapa? Karena jawaban mereka jauh dari kebenaran. Dan jawaban tersebut tidak ada maknanya sama sekali. Kepada murid-murid-Nya: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jadi: bukan kata orang, tetapi bagaimana aku memiliki relasi pribadi dengan Allah.
2.Yesus membentuk Gereja yang berintikan para nelayan, dengan tujuan agar mereka meneruskan karya keselamatan-Nya sesudah Ia wafat. Yesus membentuk jati diri murid-murid untuk percaya sungguh-sungguh pada ke-Allah-an Yesus dan misi-Nya. Hasilnya nampak ketika Petrus mengatakan: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah,” walaupun pengakuan itu belum teruji. Pertanyaan untuk kita: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Sudahkah imanku teruji?
3.“Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.” Salib merupakan satu-satunya jalan keselamatan. Yesus satu-satunya penyelamat dunia. Melalui sengsara dan wafat-Nya, Yesus menjadi solusi terhadap semua permasalahan kita. Inilah mengapa Ia berkata: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23). Siapkah aku mengikuti Mesias tersalib? ( *MS*,www.berkat.id)
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 28 Sept 2018
Bacaan: Kolose 1:23 "Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya."
Renungan:
Juliana adalah seorang janda berusia 50 tahun dari Nigeria Utara. Suaminya diserang dan dibunuh oleh kelompok ekstremis dan rumahnya dibakar. Juliana harus berjuang sendirian untuk menafkahi ketiga anaknya. Pada tahun 2011 kedua putrinya harus pindah ke sebuah sekolah khusus perempuan di kota Yana, di mana orang Kristen adalah minoritas. Di sekolah tersebut kedua putrinya menghilang dan tidak ada satu pun yang mengetahui apakah mereka masih hidup atau tidak. Juliana berkata, "Iblis menginginkan saya untuk meragukan Tuhan, tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya akan terus berpegang teguh kepadaNya, meskipun saya tidak tahu apa yang terjadi dalam hidup saya saat ini. Saya akan terus memercayainya. Saya ingin mengetahui rancanganNya melalui keadaan saya saat ini."
Mungkin penderitaan yang kita alami karena mengikut Yesus tidaklah seberat penderitaan yang dialami Juliana. Namun tuntutan Tuhan untuk setiap kita tetaplah sama. Ia ingin agar kita tetap setia kepadaNya dan tidak meninggalkanNya. Itulah sebabnya firman Tuhan mengingatkan kita agar selalu bertekun di dalam iman dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil di dalam Yesus.
Sesungguhnya saat ini banyak orang yang meninggalkan Yesus karena diiming-imingi jabatan tinggi, karena harta dan popularitas yang akan didapat, dan karena pasangan hidup. Namun sebagai anak-anak Tuhan, jangan pernah kita meninggalkan Yesus dengan alasan apa pun juga. Percayalah, jika kita sungguh-sungguh mengikuti Dia, maka Ia akan mempromosikan kita, memberkati kita secara materi, dan memberi hikmat kepada kita untuk menemukan jodoh yang terbaik. Jangan pernah meninggalkan Yesus. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, mampukan aku untuk mengalahkan setiap godaan yang ada sehingga aku tidak meninggalkanMu. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 Sept 2018
Bacaan: Kolose 1:23 "Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya."
Renungan:
Juliana adalah seorang janda berusia 50 tahun dari Nigeria Utara. Suaminya diserang dan dibunuh oleh kelompok ekstremis dan rumahnya dibakar. Juliana harus berjuang sendirian untuk menafkahi ketiga anaknya. Pada tahun 2011 kedua putrinya harus pindah ke sebuah sekolah khusus perempuan di kota Yana, di mana orang Kristen adalah minoritas. Di sekolah tersebut kedua putrinya menghilang dan tidak ada satu pun yang mengetahui apakah mereka masih hidup atau tidak. Juliana berkata, "Iblis menginginkan saya untuk meragukan Tuhan, tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya akan terus berpegang teguh kepadaNya, meskipun saya tidak tahu apa yang terjadi dalam hidup saya saat ini. Saya akan terus memercayainya. Saya ingin mengetahui rancanganNya melalui keadaan saya saat ini."
Mungkin penderitaan yang kita alami karena mengikut Yesus tidaklah seberat penderitaan yang dialami Juliana. Namun tuntutan Tuhan untuk setiap kita tetaplah sama. Ia ingin agar kita tetap setia kepadaNya dan tidak meninggalkanNya. Itulah sebabnya firman Tuhan mengingatkan kita agar selalu bertekun di dalam iman dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil di dalam Yesus.
Sesungguhnya saat ini banyak orang yang meninggalkan Yesus karena diiming-imingi jabatan tinggi, karena harta dan popularitas yang akan didapat, dan karena pasangan hidup. Namun sebagai anak-anak Tuhan, jangan pernah kita meninggalkan Yesus dengan alasan apa pun juga. Percayalah, jika kita sungguh-sungguh mengikuti Dia, maka Ia akan mempromosikan kita, memberkati kita secara materi, dan memberi hikmat kepada kita untuk menemukan jodoh yang terbaik. Jangan pernah meninggalkan Yesus. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, mampukan aku untuk mengalahkan setiap godaan yang ada sehingga aku tidak meninggalkanMu. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Jumat 28 Sep 2018
Hari Biasa, Pekan Biasa XXV
Bacaan 1 : Pkh 3:1-11
Mazmur : Mzm 144:1-4
Injil : Luk 9:18-22
“Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun”
Mengapa Yesus melarang para murid untuk memberitahukan pengetahuan mereka tentang diri-Nya? Sebab, pengetahuan tentang Yesus, tidak cukup hanya berasal dari orang lain. Berbagai macam informasi dan pengetahuan tentang Yesus yang berasal dari orang lain, misalnya dari para orang tua, dari katekis, dari para pastor, dari guru/dosen memang perlu dan penting. Namun, itu semua tidak cukup karena hanya menyentuh sisi pengetahuan atau intelektual saja, tidak serta merta menyentuh hati. Padahal, pengenalan akan Yesus harus lebih mendalam daripada sekedar pengetahuan intelektual. Harus sampai pada pengalaman dan relasi personal dengan-Nya. Itulah makanya, kendati iman itu datang dari pendengaran (Rm 10:17), artinya pertama-tama kita mendengar informasi tentang Yesus lalu mengimani-Nya, tetapi untuk selanjutnya kita harus semakin mengenal dan mengimani-Nya berdasarkan pengalaman dan relasi personal kita dengan-Nya. Hal ini tidak bisa diperoleh hanya dari informasi orang lain tetapi harus dari pengenalan konkret tinggal bersama-Nya, mengalami dikasihi, diampuni, ditegur, diarahkan, dibimbing, dan sebagainya. Baru, dari pengalaman ini kita bisa membei kesaksian iman; dan kesaksian itu bukanlah kesaksian kosong karena sungguh berdasarkan pengalaman konkret kita.
Doa: Tuhan, bimbinglah kami untuk terus-menerus mengenal Engkau dan berelasi secara personal dengan-Mu supaya kami pun semakin mengenal kehendak-Mu atas kami. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus
Hari Biasa, Pekan Biasa XXV
Bacaan 1 : Pkh 3:1-11
Mazmur : Mzm 144:1-4
Injil : Luk 9:18-22
“Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun”
Mengapa Yesus melarang para murid untuk memberitahukan pengetahuan mereka tentang diri-Nya? Sebab, pengetahuan tentang Yesus, tidak cukup hanya berasal dari orang lain. Berbagai macam informasi dan pengetahuan tentang Yesus yang berasal dari orang lain, misalnya dari para orang tua, dari katekis, dari para pastor, dari guru/dosen memang perlu dan penting. Namun, itu semua tidak cukup karena hanya menyentuh sisi pengetahuan atau intelektual saja, tidak serta merta menyentuh hati. Padahal, pengenalan akan Yesus harus lebih mendalam daripada sekedar pengetahuan intelektual. Harus sampai pada pengalaman dan relasi personal dengan-Nya. Itulah makanya, kendati iman itu datang dari pendengaran (Rm 10:17), artinya pertama-tama kita mendengar informasi tentang Yesus lalu mengimani-Nya, tetapi untuk selanjutnya kita harus semakin mengenal dan mengimani-Nya berdasarkan pengalaman dan relasi personal kita dengan-Nya. Hal ini tidak bisa diperoleh hanya dari informasi orang lain tetapi harus dari pengenalan konkret tinggal bersama-Nya, mengalami dikasihi, diampuni, ditegur, diarahkan, dibimbing, dan sebagainya. Baru, dari pengalaman ini kita bisa membei kesaksian iman; dan kesaksian itu bukanlah kesaksian kosong karena sungguh berdasarkan pengalaman konkret kita.
Doa: Tuhan, bimbinglah kami untuk terus-menerus mengenal Engkau dan berelasi secara personal dengan-Mu supaya kami pun semakin mengenal kehendak-Mu atas kami. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus
*SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA*
_PENGKOTBAH 3:1-11 MAZMUR 144:1-4 LUKAS 9:18-22_
Lukas 9:20-21
Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
Injil Lukas hari ini berbicara tentang Yesus bertanya kepada murid-muridNya :
menurut kamu, siapakah aku ini? dan melarang mereka supaya jangan memberitahu bahwa Yesus adalah Mesias dari Allah.
Sekilas timbul pertanyaan kenapa ya Yesus melarang muridNya mengatakan tentang diriNya adalah Mesias.
Jika dikaitkan dengan bacaan pertama:
Pengkhotbah 3:1 dan 3:11
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Berarti sebelum digenapi Firman Allah bahwa Yesus harus wafat kemudian bangkit dan naik ke Surga maka belum dapat disebut Yesus adalah Mesias.
1 Korintus 15:17
Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
Suatu pelajaran bagi kita bahwa segala sesuatu ada waktunya. Ada proses yang harus dijalankan sebelum sampai ke tujuan.
Proses itu bisa berbentuk :
* waktu menunggu
* kesabaran
* ketekunan
* pencobaan
* masalah lain, dsbnya
Seringkali kita menginginkan sesuatu terjadi instant; ingin saat ini berhasil tanpa mau tahu gimana prosesnya, yang penting yang aku mau terpenuhi.
Ada yang mengeluh tidak ada perubahan di dalam dirinya setelah sekian lama dia bertobat dan rajin ke gereja; ikuti misa harian, berdoa, dan baca renungan pagi.
Orang cenderung tidak sabar menantikan perubahan pada dirinya setelah bertobat.
pohon saja baru berbuah setelah sekian tahun bertumbuh dan terkadang terkena hama atau parasit yang menghambat pohon itu berbuah.
Yang namanya bertobat itu adalah meninggalkan sikap hidup yang lama yang bersandar pada prinsip duniawi dengan menerima prinsip kebenaran yang sesuai kehendak Tuhan.
Biasanya tahap awal pertobatan itu baru sekedar perasaan menyesal dan mungkin saja cemas, khawatir akan resiko yang akan terjadi akibat perbuatan dosanya tersebut.
Mau melepaskan kebiasaan cara hidup lama itu butuh tekad yang kuat sebab jika tidak bulat niat mau berubah, yach balik lagi kebiasaan lama.
istilahnya TOMAT = baru saja TObat eh kuMAT lagi... hiii, hiiii.
TST sajalah = Tahu Sama Tahu.
kita pasti pernah mengalami TOMAT.
MAKNA RENUNGAN HARI INI
Perubahan itu suatu proses.
Seperti yang dikatakan kitab pengkhotbah itu realita bahwa segala sesuatu akan tiba waktunya menjadi nyata dan berhasil mewujudkan impian dan tujuannya.
Yang sulit adalah memahami dibalik penderitaan, akan ada manfaatnya yang akan kita dapatkan; bisa saja berupa berkat Anugerah Tuhan dicurahkan ketika kita bisa melewati penderitaan itu dengan bersikap menerima derita tanpa banyak protes, tidak komplain.
Kita sebagai manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Jika kita mau merenungkan semua yang telah terjadi dalam hidup yang kita sudah lalui, ternyata ada hikmah dan ada suatu pengalaman iman yang berharga bagi kita untuk meniti perjalanan hidup selanjutnya sehingga semakin mawas diri dengan mau berserah kepada Tuhan.
Semoga kita tetap tabah dan menerima apapun yang terjadi namun terpenting adalah kita sudah mengerjakan tugas dan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya yang tidak bertentangan firman Tuhan.
Salam Damai Kristus
_PENGKOTBAH 3:1-11 MAZMUR 144:1-4 LUKAS 9:18-22_
Lukas 9:20-21
Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
Injil Lukas hari ini berbicara tentang Yesus bertanya kepada murid-muridNya :
menurut kamu, siapakah aku ini? dan melarang mereka supaya jangan memberitahu bahwa Yesus adalah Mesias dari Allah.
Sekilas timbul pertanyaan kenapa ya Yesus melarang muridNya mengatakan tentang diriNya adalah Mesias.
Jika dikaitkan dengan bacaan pertama:
Pengkhotbah 3:1 dan 3:11
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Berarti sebelum digenapi Firman Allah bahwa Yesus harus wafat kemudian bangkit dan naik ke Surga maka belum dapat disebut Yesus adalah Mesias.
1 Korintus 15:17
Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
Suatu pelajaran bagi kita bahwa segala sesuatu ada waktunya. Ada proses yang harus dijalankan sebelum sampai ke tujuan.
Proses itu bisa berbentuk :
* waktu menunggu
* kesabaran
* ketekunan
* pencobaan
* masalah lain, dsbnya
Seringkali kita menginginkan sesuatu terjadi instant; ingin saat ini berhasil tanpa mau tahu gimana prosesnya, yang penting yang aku mau terpenuhi.
Ada yang mengeluh tidak ada perubahan di dalam dirinya setelah sekian lama dia bertobat dan rajin ke gereja; ikuti misa harian, berdoa, dan baca renungan pagi.
Orang cenderung tidak sabar menantikan perubahan pada dirinya setelah bertobat.
pohon saja baru berbuah setelah sekian tahun bertumbuh dan terkadang terkena hama atau parasit yang menghambat pohon itu berbuah.
Yang namanya bertobat itu adalah meninggalkan sikap hidup yang lama yang bersandar pada prinsip duniawi dengan menerima prinsip kebenaran yang sesuai kehendak Tuhan.
Biasanya tahap awal pertobatan itu baru sekedar perasaan menyesal dan mungkin saja cemas, khawatir akan resiko yang akan terjadi akibat perbuatan dosanya tersebut.
Mau melepaskan kebiasaan cara hidup lama itu butuh tekad yang kuat sebab jika tidak bulat niat mau berubah, yach balik lagi kebiasaan lama.
istilahnya TOMAT = baru saja TObat eh kuMAT lagi... hiii, hiiii.
TST sajalah = Tahu Sama Tahu.
kita pasti pernah mengalami TOMAT.
MAKNA RENUNGAN HARI INI
Perubahan itu suatu proses.
Seperti yang dikatakan kitab pengkhotbah itu realita bahwa segala sesuatu akan tiba waktunya menjadi nyata dan berhasil mewujudkan impian dan tujuannya.
Yang sulit adalah memahami dibalik penderitaan, akan ada manfaatnya yang akan kita dapatkan; bisa saja berupa berkat Anugerah Tuhan dicurahkan ketika kita bisa melewati penderitaan itu dengan bersikap menerima derita tanpa banyak protes, tidak komplain.
Kita sebagai manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Jika kita mau merenungkan semua yang telah terjadi dalam hidup yang kita sudah lalui, ternyata ada hikmah dan ada suatu pengalaman iman yang berharga bagi kita untuk meniti perjalanan hidup selanjutnya sehingga semakin mawas diri dengan mau berserah kepada Tuhan.
Semoga kita tetap tabah dan menerima apapun yang terjadi namun terpenting adalah kita sudah mengerjakan tugas dan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya yang tidak bertentangan firman Tuhan.
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
INDAH PADA WAKTUNYA
28 September 2018
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (Pkh 3:11)
Lectio
Pkh 3:1-11; Mzm 144:1a, 2abc, 3-4; Luk 9:18-22
Setelah dinyatakan hilang dalam goa selama 7 hari, pasangan Irma dan Ade akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan sehat. Wajah mereka terlihat lebih cerah.
Tiga hari kemudian, seorang wartawan bertanya pada mereka :
”Bapak dan Ibu.. bagaimana perasaannya ketika tersesat di dalam goa selama 7 hari?”
Jawab Ade :
”Ketika memutuskan untuk menjelajahi gua itu, sebenarnya kami sedang ribut besar. Lalu ketika sadar telah tersesat dalam situasi gelap gulita, kami menjadi SALING MELINDUNGI. Kami BERDOA bersama, saling BERBAGI, saling MEMAAFKAN dan kemudian pada hari ke-5, kami pun pasrah, namun tetap memiliki HARAPAN karena IMAN dan DOA - DOA kami berdua. Ketika terdengar TIM SAR memanggil nama kami, kami berdua berkata, itulah waktu Tuhan yang telah tiba untuk menyelamatkan kami. Dengan peristiwa ini, kami merasakan TUHAN tidak pernah meninggalkan kami.”
Mendengar kesaksian Ade, wartawan dan para suster di Rumah Sakit itu pun kagum dan terharu.
Dalam kitab pengkotbah dikatakan :
”Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya bahkan Ia memberikan KEKEKALAN dalam hati mereka.”
Waktu Allah selalu Indah.
Oratio
Ya Tuhan, berilah kami Roh Kebijaksanaan agar semakin memahami arti hidup ini. Amin
Missio
Marilah kita hidup sesuai dengan waktu dan rencana Tuhan.
Have a Blessed Friday.
INDAH PADA WAKTUNYA
28 September 2018
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (Pkh 3:11)
Lectio
Pkh 3:1-11; Mzm 144:1a, 2abc, 3-4; Luk 9:18-22
Setelah dinyatakan hilang dalam goa selama 7 hari, pasangan Irma dan Ade akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan sehat. Wajah mereka terlihat lebih cerah.
Tiga hari kemudian, seorang wartawan bertanya pada mereka :
”Bapak dan Ibu.. bagaimana perasaannya ketika tersesat di dalam goa selama 7 hari?”
Jawab Ade :
”Ketika memutuskan untuk menjelajahi gua itu, sebenarnya kami sedang ribut besar. Lalu ketika sadar telah tersesat dalam situasi gelap gulita, kami menjadi SALING MELINDUNGI. Kami BERDOA bersama, saling BERBAGI, saling MEMAAFKAN dan kemudian pada hari ke-5, kami pun pasrah, namun tetap memiliki HARAPAN karena IMAN dan DOA - DOA kami berdua. Ketika terdengar TIM SAR memanggil nama kami, kami berdua berkata, itulah waktu Tuhan yang telah tiba untuk menyelamatkan kami. Dengan peristiwa ini, kami merasakan TUHAN tidak pernah meninggalkan kami.”
Mendengar kesaksian Ade, wartawan dan para suster di Rumah Sakit itu pun kagum dan terharu.
Dalam kitab pengkotbah dikatakan :
”Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya bahkan Ia memberikan KEKEKALAN dalam hati mereka.”
Waktu Allah selalu Indah.
Oratio
Ya Tuhan, berilah kami Roh Kebijaksanaan agar semakin memahami arti hidup ini. Amin
Missio
Marilah kita hidup sesuai dengan waktu dan rencana Tuhan.
Have a Blessed Friday.
Doa Hari Jumat
28 Sept' 2018
By : Team Moderator DSM
Tuhan, Yesus Kristus�
pada kami ada kota yang kuat.
Untuk keselamatan kami, Engkau telah memasang tembok dan benteng.
Maka, pintu-pintu gerbang kami buka supaya masuklah bangsa
yang benar dan yang tetap setia.
Orang yang hatinya teguh Kau jaga dengan damai sejahtera,
sebab kepada-Mulah ia percaya.
Kami percaya kepada-Mu, sebab Engkaulah Allah,
Gunung batu yang kekal.
Engkau telah menundukkan orang - orang yang congkak.
Kota mereka telah kau rendahkan, Kau rendahkan sampai ke tanah
dan Kau campakkan sampai ke debu.
Mereka akan diinjak - injak oleh kaki - kaki orang sengsara;
oleh telapak kaki orang - orang yang lemah.
Tetapi, langkah orang benar adalah lurus,
sebab Engkau sendiri telah merintis jalan baginya.
Tuhan, Yesus Kristus��Kami menanti-nantikan saat Engkau menjalankan penghakiman,
sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi,
maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.
Kesukaan kami adalah menyebut nama-Mu dan mengenangkan Dikau.
Dengan segenap hati kami merindukan Engkau pada waktu malam,
dan dengan sepenuh hati pula kami mencari Engkau pada waktu pagi.
Tuhan, Yesus Kristus��Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami,
sebab segala sesuatu yang kami kerjakan,
Engkaulah yang melakukannya bagi kami.
Tuhan, Allah kami, "tuan - tuan" lain pernah berkuasa atas kami,
tetapi hanya nama-Mu yang kami masyhurkan.
Mereka sudah mati, tidak akan hidup lagi.
Mereka sudah menjadi arwah,
tidak akan bangkit kembali.
Engkau telah menghukum dan memusnahkan mereka,
Segala kenangan akan mereka telah kau tiadakan.
Tuhan, Yesus Kristus��dalam kesesakan kami mencari Engkau.
Ketika hajaranMu menimpa kami, kami mengeluh dalam doa.
Seperti perempuan hamil yang sudah dekat waktunya bersalin,
demikianlah keadaan kami di hadapan-Mu.
Kami ini seumpama wanita mengandung, kami menggeliat sakit,
tetapi hanya angin yang kami lahirkan,
kami tidak dapat melahirkan keselamatan.
Tuhan, Yesus Kristus��orang-orang-Mu yang mati akan hidup kembali,
mayat-mayat mereka akan bangkit lagi.
Hai, orang-orang yang sudah di kubur di dalam tanah,
bangkit dan bersorak sorailah.
Sebab embun Tuhan ialah embun terang,
dan bumi mengembalikan orang-orang mati,
mereka kembali hidup.
Hosanna, terpujilah Engkau, Tuhan Yesusku,
Gunung batu dan keselamatanku.
Amin
Salam Damai Kristus
28 Sept' 2018
By : Team Moderator DSM
Tuhan, Yesus Kristus�
pada kami ada kota yang kuat.
Untuk keselamatan kami, Engkau telah memasang tembok dan benteng.
Maka, pintu-pintu gerbang kami buka supaya masuklah bangsa
yang benar dan yang tetap setia.
Orang yang hatinya teguh Kau jaga dengan damai sejahtera,
sebab kepada-Mulah ia percaya.
Kami percaya kepada-Mu, sebab Engkaulah Allah,
Gunung batu yang kekal.
Engkau telah menundukkan orang - orang yang congkak.
Kota mereka telah kau rendahkan, Kau rendahkan sampai ke tanah
dan Kau campakkan sampai ke debu.
Mereka akan diinjak - injak oleh kaki - kaki orang sengsara;
oleh telapak kaki orang - orang yang lemah.
Tetapi, langkah orang benar adalah lurus,
sebab Engkau sendiri telah merintis jalan baginya.
Tuhan, Yesus Kristus��Kami menanti-nantikan saat Engkau menjalankan penghakiman,
sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi,
maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.
Kesukaan kami adalah menyebut nama-Mu dan mengenangkan Dikau.
Dengan segenap hati kami merindukan Engkau pada waktu malam,
dan dengan sepenuh hati pula kami mencari Engkau pada waktu pagi.
Tuhan, Yesus Kristus��Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami,
sebab segala sesuatu yang kami kerjakan,
Engkaulah yang melakukannya bagi kami.
Tuhan, Allah kami, "tuan - tuan" lain pernah berkuasa atas kami,
tetapi hanya nama-Mu yang kami masyhurkan.
Mereka sudah mati, tidak akan hidup lagi.
Mereka sudah menjadi arwah,
tidak akan bangkit kembali.
Engkau telah menghukum dan memusnahkan mereka,
Segala kenangan akan mereka telah kau tiadakan.
Tuhan, Yesus Kristus��dalam kesesakan kami mencari Engkau.
Ketika hajaranMu menimpa kami, kami mengeluh dalam doa.
Seperti perempuan hamil yang sudah dekat waktunya bersalin,
demikianlah keadaan kami di hadapan-Mu.
Kami ini seumpama wanita mengandung, kami menggeliat sakit,
tetapi hanya angin yang kami lahirkan,
kami tidak dapat melahirkan keselamatan.
Tuhan, Yesus Kristus��orang-orang-Mu yang mati akan hidup kembali,
mayat-mayat mereka akan bangkit lagi.
Hai, orang-orang yang sudah di kubur di dalam tanah,
bangkit dan bersorak sorailah.
Sebab embun Tuhan ialah embun terang,
dan bumi mengembalikan orang-orang mati,
mereka kembali hidup.
Hosanna, terpujilah Engkau, Tuhan Yesusku,
Gunung batu dan keselamatanku.
Amin
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Jumat, 28 September 2018
Pkh 3:1-11
Mzm 144:1-4
Luk 9:18-22
SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pkh 3:11
Ayat di atas (beserta seluruh perikopnya) merupakan salah satu favorit saya dari seluruh Alkitab. Bagi saya, kehidupan memang penuh dengan _up & down._ Semua ada waktunya. Terkadang di saat saya harus begini. Kapan saya akan menemukan jalan keluar dari permasalahan yang saya hadapi, entah masalah relasi, finansial, ataupun masa depan?
Tapi, setiap saya membaca perikop ini, saya mengalami peneguhan bahwa Tuhan mempunyai waktu-Nya sendiri dan saya harus sabar menunggu, meskipun saya tidak tahu kapan waktunya Tuhan itu.
Saya tidak bisa memungkiri bahwa mungkin saat saya bertemu Tuhan nanti, saya baru mendapatkan jawaban yang lengkap dan mengerti semua hal yang terjadi dalam kehidupan saya. Dengan tetap percaya kepada-Nya, saya tidak akan pernah menyerah. Karena saya tahu, selalu ada yang menemani saya dan selalu ada pengharapan untuk masa yang akan datang.
Saya tidak bisa memaksa Tuhan untuk membuat semuanya indah saat ini juga. Saya tidak bisa memaksa Tuhan untuk mengambil masalah-masalah saya. Yang bisa saya lakukan adalah berjalan bersama Tuhan demi mewujudkan impian dan target masa depan saya.
Tuhan mempunyai waktu-Nya sendiri. Bersabar dan bertekunlah dalam kehidupan sehari-hari. (Aw)
Apakah saya tetap bersabar menantikan waktunya Tuhan?
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 September 2018
Pkh 3:1-11
Mzm 144:1-4
Luk 9:18-22
SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Pkh 3:11
Ayat di atas (beserta seluruh perikopnya) merupakan salah satu favorit saya dari seluruh Alkitab. Bagi saya, kehidupan memang penuh dengan _up & down._ Semua ada waktunya. Terkadang di saat saya harus begini. Kapan saya akan menemukan jalan keluar dari permasalahan yang saya hadapi, entah masalah relasi, finansial, ataupun masa depan?
Tapi, setiap saya membaca perikop ini, saya mengalami peneguhan bahwa Tuhan mempunyai waktu-Nya sendiri dan saya harus sabar menunggu, meskipun saya tidak tahu kapan waktunya Tuhan itu.
Saya tidak bisa memungkiri bahwa mungkin saat saya bertemu Tuhan nanti, saya baru mendapatkan jawaban yang lengkap dan mengerti semua hal yang terjadi dalam kehidupan saya. Dengan tetap percaya kepada-Nya, saya tidak akan pernah menyerah. Karena saya tahu, selalu ada yang menemani saya dan selalu ada pengharapan untuk masa yang akan datang.
Saya tidak bisa memaksa Tuhan untuk membuat semuanya indah saat ini juga. Saya tidak bisa memaksa Tuhan untuk mengambil masalah-masalah saya. Yang bisa saya lakukan adalah berjalan bersama Tuhan demi mewujudkan impian dan target masa depan saya.
Tuhan mempunyai waktu-Nya sendiri. Bersabar dan bertekunlah dalam kehidupan sehari-hari. (Aw)
Apakah saya tetap bersabar menantikan waktunya Tuhan?
Salam Damai Kristus
Jumat, 28 September 2018
PERCIKAN HATI❤
🌟Cerita Bermakna
*MENUAI CINTA*
Suatu hari seorang Raja menyuruh pengawal setianya membelikan sesuatu untuknya yang belum dimilikinya. Sempat berpikir, apa yang hendak ia beli untuk raja, karena yang ia tahu tuannya itu sangat kaya. Maka, pengawal itu lalu memberikan uang yang diberikan raja itu kepada penduduk yang ada di kampung sebelah. Penduduk di kampung itu sangat miskin, dan betapa bahagianya mereka ketika mendapat bantuan dari raja melalui pengawalnya itu. Mereka lalu menyampaikan terima kasih sekaligus memuji kemurahan hati sang raja.
Kembalilah pengawal itu ke istana, dan menghadap raja. Raja lalu bertanya kepadanya apa yang hendak dibelinya, dan dengan penuh bijaksana, pengawal itu berkata, “Saya tidak membawa apa-apa, tapi saya membawa kebahagiaan dan ucapan terima kasih dari orang-orang yang ada di kampung itu. Raja sangat marah ketika mendengar hal itu, hingga ia menghukum pengawalnya itu. Selama beberapa hari, ia hanya mendapat jatah satu kali makan dalam sehari.
Waktu berlalu, raja tersebut harus kehilangan kerajaan dan semua harta bendanya, karena terjadi peperangan dan pemberontakan yang dahsyat. Tak tahu harus ke mana, ia bersama pengawal setianya itu mencari tempat istirahat. Tibalah mereka di sebuah kampung, dan betapa kagetnya mereka karena orang-orang yang ada di kampung itu menyambut dengan penuh sukacita kedatangan mereka. Ternyata orang-orang di kampung itu tidak melupakan bahwa raja telah membagi-bagikan uang kepada mereka melalui pengawal setianya itu. Raja terharu, dan berkata kepada pengawalnya, “Terima kasih karena engkau telah membelikan aku sesuatu yang paling berharga bagiku, dulu aku tidak menyadarinya, tapi sekarang aku sadar. Engkau telah membelikan cinta mereka untukku.”
Kebaikan selalu berbuah manis. Taburlah yang baik, maka Anda akan menuai yang baik pula.
Salam Damai Kristus
PERCIKAN HATI❤
🌟Cerita Bermakna
*MENUAI CINTA*
Suatu hari seorang Raja menyuruh pengawal setianya membelikan sesuatu untuknya yang belum dimilikinya. Sempat berpikir, apa yang hendak ia beli untuk raja, karena yang ia tahu tuannya itu sangat kaya. Maka, pengawal itu lalu memberikan uang yang diberikan raja itu kepada penduduk yang ada di kampung sebelah. Penduduk di kampung itu sangat miskin, dan betapa bahagianya mereka ketika mendapat bantuan dari raja melalui pengawalnya itu. Mereka lalu menyampaikan terima kasih sekaligus memuji kemurahan hati sang raja.
Kembalilah pengawal itu ke istana, dan menghadap raja. Raja lalu bertanya kepadanya apa yang hendak dibelinya, dan dengan penuh bijaksana, pengawal itu berkata, “Saya tidak membawa apa-apa, tapi saya membawa kebahagiaan dan ucapan terima kasih dari orang-orang yang ada di kampung itu. Raja sangat marah ketika mendengar hal itu, hingga ia menghukum pengawalnya itu. Selama beberapa hari, ia hanya mendapat jatah satu kali makan dalam sehari.
Waktu berlalu, raja tersebut harus kehilangan kerajaan dan semua harta bendanya, karena terjadi peperangan dan pemberontakan yang dahsyat. Tak tahu harus ke mana, ia bersama pengawal setianya itu mencari tempat istirahat. Tibalah mereka di sebuah kampung, dan betapa kagetnya mereka karena orang-orang yang ada di kampung itu menyambut dengan penuh sukacita kedatangan mereka. Ternyata orang-orang di kampung itu tidak melupakan bahwa raja telah membagi-bagikan uang kepada mereka melalui pengawal setianya itu. Raja terharu, dan berkata kepada pengawalnya, “Terima kasih karena engkau telah membelikan aku sesuatu yang paling berharga bagiku, dulu aku tidak menyadarinya, tapi sekarang aku sadar. Engkau telah membelikan cinta mereka untukku.”
Kebaikan selalu berbuah manis. Taburlah yang baik, maka Anda akan menuai yang baik pula.
Salam Damai Kristus
Langganan:
Postingan (Atom)





































