Rabu, 1 Januari 2020
HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH
Hari Perdamaian Sedunia
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21
"Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan ... supaya kita diterima menjadi anak" (Gal 4,4.5)
Bertepatan dengan dimulainya tahun baru 2020 ini, kita merayakan Santa Maria Bunda Allah. Gelar yang dikenakan kepada Bunda Maria ini sudah dihayati oleh Gereja sejak abad-abad pertama, kendati baru dinyatakan secara resmi dalam Konsili Efesus tahun 431. Kemudian, pada tahun 1931, bertepatan dengan ulang tahun Konsili Efesus yang ke-1500, Paus Pius XI menetapkan tanggal 1 Januari sebagai Perayaan Santa Maria Bunda Allah. Sekarang, setiap kali mendoakan "Salam Maria", kita pun menyebut gelar itu: "Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami ..." Bagaimana gelar ini bisa dijelaskan? Ini bukan sekedar gelar kehormatan, melainkan gelar iman. Kita menyebut Bunda Maria sebagai Bunda Allah karena ia telah mengandung, melahirkan, dan mengasuh Allah Putra yang menjelma menjadi Manusia. Yesus Kristus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Oleh karena itu, layaklah kita menyebut ibu-Nya sebagai Bunda Allah. Tentu, Maria bukanlah Bunda Allah Bapa. Ia adalah Bunda Allah Putra. Sebab, di dalam rahimnya, Allah Putra menjelma menjadi manusia dan dari tubunnya pula, Ia mengambil daging kemanusiaan-Nya. Adapun maksud Allah Putra menjadi manusia adalah supaya kita diangkat menjadi anak Allah. Oleh karena itu, mengawali tahun baru ini, marilah kita memohon restu Bunda Maria untuk membangun niat untuk menjadi anak-anak Allah yang baik: mbangun miturut dan semakin mendekatkan diri pada Allah serta semakin mengasihi sesama karena kita semua adalah saudara se-Bapa, yakni Allah.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Selasa, 31 Desember 2019
Mutiara Iman
MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA
1 Januari 2020
“Ketika melihat Bayi itu, para gembala menberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu” (Luk 2:17)
Lectio
Bil 7:22-27; Mzm 67:2-3,5,6,8; Gal 4:4-7; Luk 2:16-21
Beberapa anak OMK didatangi Pak Rudy, salah satu anggota DP yang berkata :
“Teman-teman, kabar gembira! Kak Martin, pembina OMK, setelah menerima sakramen pengurapan orang sakit seminggu yang lalu, hari ini dinyatakan sembuh! Syukur kepada Allah! Jadi di hari Natal nanti kita tetap bisa mementaskan drama musikal yah.”
Begitu senang anak-anak itu, lalu salah satu dari mereka berkata :
“Yuk kita sebarkan lewat WA group, Tuhan telah menyelamatkan Kak Martin! Tuhan sungguh hadir di komunitas OMK kita!” Mendengar hal tersebut, beberapa OMK tersebut menyetujuinya dan mengabarkan KABAR GEMBIRA itu lewat WA.
Melihat apa yang dilakukan mereka, Rudy berkata : “Kemuliaan kepada Allah di surga dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya.”
Di hari pertama di tahun 2020, yang harus kita wartakan adalah KABAR GEMBIRA, bahwa Yesus, Juru Selamat telah datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia.
Oratio
Kemuliaan kepada Allah di surga dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya. Amin
Missio
Marilah kita wartakan kabar gembira dan damai kepada setiap manusia di tahun 2020 ini.
Have a Blessed Solemnity of the Mother of God and a Happy New Year 2020.
MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA
1 Januari 2020
“Ketika melihat Bayi itu, para gembala menberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu” (Luk 2:17)
Lectio
Bil 7:22-27; Mzm 67:2-3,5,6,8; Gal 4:4-7; Luk 2:16-21
Beberapa anak OMK didatangi Pak Rudy, salah satu anggota DP yang berkata :
“Teman-teman, kabar gembira! Kak Martin, pembina OMK, setelah menerima sakramen pengurapan orang sakit seminggu yang lalu, hari ini dinyatakan sembuh! Syukur kepada Allah! Jadi di hari Natal nanti kita tetap bisa mementaskan drama musikal yah.”
Begitu senang anak-anak itu, lalu salah satu dari mereka berkata :
“Yuk kita sebarkan lewat WA group, Tuhan telah menyelamatkan Kak Martin! Tuhan sungguh hadir di komunitas OMK kita!” Mendengar hal tersebut, beberapa OMK tersebut menyetujuinya dan mengabarkan KABAR GEMBIRA itu lewat WA.
Melihat apa yang dilakukan mereka, Rudy berkata : “Kemuliaan kepada Allah di surga dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya.”
Di hari pertama di tahun 2020, yang harus kita wartakan adalah KABAR GEMBIRA, bahwa Yesus, Juru Selamat telah datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia.
Oratio
Kemuliaan kepada Allah di surga dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya. Amin
Missio
Marilah kita wartakan kabar gembira dan damai kepada setiap manusia di tahun 2020 ini.
Have a Blessed Solemnity of the Mother of God and a Happy New Year 2020.
*RABU, 01 JANUARI 2020*
Bacaan Liturgi
HR Santa Maria Bunda Allah
Bacaan Injil
Luk 2:16-21
Mereka mendapati Maria, Yusuf dan Si Bayi.
Pada hari ke delapan Ia diberi nama Yesus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia,
para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem,
dan mendapati Maria dan Yusuf
serta Bayi yang terbaring di dalam palungan.
Ketika melihat Bayi itu,
para gembala memberitahukan
apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Dan semua orang yang mendengarnya
heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu.
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati
dan merenungkannya.
Maka kembalilah gembala-gembala itu
sambil memuji dan memuliakan Allah
karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat;
semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Ketika genap delapan hari umurnya,
Anak itu disunatkan,
dan Ia diberi nama Yesus,
yaitu nama yang disebut oleh malaikat
sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
=======================
*SIRAMAN ROHANI* Rabu, 01 Januari 2020 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Berjalan Bersama Bunda Maria!* Lukas 2:16 – 21
Saudara-saudari... Hari ini, Rabu, 01 Januari, ziarah perjalanan kita di tahun yang baru 2020 di mulai. Pada hari ini, Gereja merayakan Pesta St. Perawan Maria Bunda Allah. Mengapa Gereja menempatkan Pesta ini pada tanggal satu Januari? Maksudnya agar: 1) kita semua selalu memandang Bunda Maria sebagai ibu dan contoh hidup kita: dalam hal kesederhanaan, kesetiaan dan tanggungjawab akan tugas, kepasrahan dan kesabaran dalam penderitaan, kebergantungan pada kuasa Tuhan; 2) agar kita sebagai anaknya, selalu kembali kepadanya sebagai Ibu kita, untuk memohon doa dan bimbingannya; 3) agar kita semua sadar bahwa Bunda Maria, sebagai ibu kita selalu hadir dalam situasi hidup kita, entah dalam suka maupun duka. Dia memahami suka duka hidup kita, karena ia sendiri sudah pernah mengalaminya selama hidup di dunia ini. Mungkin penderitaannya jauh lebih berat kalau dibandingkan dengan penderitaan kita.
Kalau kita kembali pada ceritera tentang panggilan Maria, pada awalnya ia merasa sungguh kaget dan bingung. Malaikat Gabriel katakan bahwa ia akan mengandung seorang anak laki-laki dan ia akan namai Dia Yesus. Maria menantang Malaikat Gabriel, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?” Maria menanggapi pemberitahuan Malaikat Gabriel dengan menggunakan kerangka pemikiran manusia, bahwa seorang wanita bisa hamil kalau ia hidup bersama laki-laki. Tetapi Malaikat menjelaskan kepadanya bahwa Roh Tuhan sendiri akan menaungi dia. Kebingungan dan kecemasan Maria diteguhkan oleh Malaikat Gabriel bahwa Tuhan sendiri yang akan bekerja dalam dirinya. Pernyataan Malaikat Gabriel: “Apa yang bagi manusia tidak mungkin, tetapi bagi Tuhan semuanya mungkin” ditangapi Maria dengan penuh iman. Karena itu Maria dengan pasrah dan didorong oleh imannya akan Tuhan, menyerahkan diri kepada Tuhan dengan berkata: “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu.”
Kita bisa bayangkan perasaan Maria sewaktu ia berhadapan dengan Yusuf suaminya. Yusuf yang suci hatinya menemukan Maria sudah mengandung. Yusuf sadar bahwa ia belum pernah hidup dengan Maria tetapi kini ia sudah mengandung. Tidak diceriterakan bagaimana Maria meyakinkan Yusuf tentang bayi yang ada di dalam kandungannya, bahwa bayi itu adalah Putra Allah. Kita bisa bayangkan penderitaan Maria berjalan berhari-hari dalam keadaan hamil tua ke Betlehem; penderitaannya sewaktu ia mau melahirkan dan tidak ada orang yang menerima mereka dalam di Betlehem; kesedihan Maria melahirkan anaknya dalam kandang binatang; perjuangan Maria berjalan dalam keadaan takut, karena Herodes mau membunuh bayi Yesus? Kita bisa bayangkan kesulitan Maria sebagai orang pelarian di Mesir? Kesedihan dan kecemasan Maria sewaktu Yesus hilang di Yerusalem; penderitaan Maria menyaksikan anak kandungnya dipukul, dipaksakan memikul salib dan dipaku pada salib, digantung dan mati di salib! Maria menerima semuanya dan menyimpan semuanya dalam hatinya. Itulah Maria, Ibu Yesus Kristus, ibu kita. Suka duka diterimanya dengan penuh iman.
Saudar-saudari... Hari ini kita memulai ziarah hidup kita di tahun 2020. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke atas kita di tahun ini. Hari ini Gereja mengajak kita untuk mengikuti sikap Bunda Maria dalam mengarungi ziarah hidup kita di tahun yang baru dengan menyerahkan diri kita secara total kepada Tuhan; Percayalah selalu bahwa bagi Tuhan segala sesuatu mungkin terjadi; Tuhan selalu hadir dalam diri orang yang percaya dan bergantung padaNya; Di balik penderitaan selalu ada sukacita; sesudah hari Jumat selalu ada hari Minggu hari penuh sukacita; di balik kematian selalu ada kebangkitan; Bunda Maria adalah Bunda kita, sebagai Bunda kita, pasti ia selalu memperhatikan kebutuhan kita. Karena itu ikutilah contoh hidupnya; berjalanlah bersama Bunda Maria; dia adalah Bunda kita. Bersama dia pasti kita akan alami sukacita dan damai.
Selamat Tahun Baru 2020, selamat memulai ziarah baru dalam tahun yang baru, semoga sukses! Tuhan selalu mendanpingi dan memberkati kita. Amin.
Salam Damai Kristus
Bacaan Liturgi
HR Santa Maria Bunda Allah
Bacaan Injil
Luk 2:16-21
Mereka mendapati Maria, Yusuf dan Si Bayi.
Pada hari ke delapan Ia diberi nama Yesus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia,
para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem,
dan mendapati Maria dan Yusuf
serta Bayi yang terbaring di dalam palungan.
Ketika melihat Bayi itu,
para gembala memberitahukan
apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Dan semua orang yang mendengarnya
heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu.
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati
dan merenungkannya.
Maka kembalilah gembala-gembala itu
sambil memuji dan memuliakan Allah
karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat;
semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Ketika genap delapan hari umurnya,
Anak itu disunatkan,
dan Ia diberi nama Yesus,
yaitu nama yang disebut oleh malaikat
sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
=======================
*SIRAMAN ROHANI* Rabu, 01 Januari 2020 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Berjalan Bersama Bunda Maria!* Lukas 2:16 – 21
Saudara-saudari... Hari ini, Rabu, 01 Januari, ziarah perjalanan kita di tahun yang baru 2020 di mulai. Pada hari ini, Gereja merayakan Pesta St. Perawan Maria Bunda Allah. Mengapa Gereja menempatkan Pesta ini pada tanggal satu Januari? Maksudnya agar: 1) kita semua selalu memandang Bunda Maria sebagai ibu dan contoh hidup kita: dalam hal kesederhanaan, kesetiaan dan tanggungjawab akan tugas, kepasrahan dan kesabaran dalam penderitaan, kebergantungan pada kuasa Tuhan; 2) agar kita sebagai anaknya, selalu kembali kepadanya sebagai Ibu kita, untuk memohon doa dan bimbingannya; 3) agar kita semua sadar bahwa Bunda Maria, sebagai ibu kita selalu hadir dalam situasi hidup kita, entah dalam suka maupun duka. Dia memahami suka duka hidup kita, karena ia sendiri sudah pernah mengalaminya selama hidup di dunia ini. Mungkin penderitaannya jauh lebih berat kalau dibandingkan dengan penderitaan kita.
Kalau kita kembali pada ceritera tentang panggilan Maria, pada awalnya ia merasa sungguh kaget dan bingung. Malaikat Gabriel katakan bahwa ia akan mengandung seorang anak laki-laki dan ia akan namai Dia Yesus. Maria menantang Malaikat Gabriel, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?” Maria menanggapi pemberitahuan Malaikat Gabriel dengan menggunakan kerangka pemikiran manusia, bahwa seorang wanita bisa hamil kalau ia hidup bersama laki-laki. Tetapi Malaikat menjelaskan kepadanya bahwa Roh Tuhan sendiri akan menaungi dia. Kebingungan dan kecemasan Maria diteguhkan oleh Malaikat Gabriel bahwa Tuhan sendiri yang akan bekerja dalam dirinya. Pernyataan Malaikat Gabriel: “Apa yang bagi manusia tidak mungkin, tetapi bagi Tuhan semuanya mungkin” ditangapi Maria dengan penuh iman. Karena itu Maria dengan pasrah dan didorong oleh imannya akan Tuhan, menyerahkan diri kepada Tuhan dengan berkata: “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu.”
Kita bisa bayangkan perasaan Maria sewaktu ia berhadapan dengan Yusuf suaminya. Yusuf yang suci hatinya menemukan Maria sudah mengandung. Yusuf sadar bahwa ia belum pernah hidup dengan Maria tetapi kini ia sudah mengandung. Tidak diceriterakan bagaimana Maria meyakinkan Yusuf tentang bayi yang ada di dalam kandungannya, bahwa bayi itu adalah Putra Allah. Kita bisa bayangkan penderitaan Maria berjalan berhari-hari dalam keadaan hamil tua ke Betlehem; penderitaannya sewaktu ia mau melahirkan dan tidak ada orang yang menerima mereka dalam di Betlehem; kesedihan Maria melahirkan anaknya dalam kandang binatang; perjuangan Maria berjalan dalam keadaan takut, karena Herodes mau membunuh bayi Yesus? Kita bisa bayangkan kesulitan Maria sebagai orang pelarian di Mesir? Kesedihan dan kecemasan Maria sewaktu Yesus hilang di Yerusalem; penderitaan Maria menyaksikan anak kandungnya dipukul, dipaksakan memikul salib dan dipaku pada salib, digantung dan mati di salib! Maria menerima semuanya dan menyimpan semuanya dalam hatinya. Itulah Maria, Ibu Yesus Kristus, ibu kita. Suka duka diterimanya dengan penuh iman.
Saudar-saudari... Hari ini kita memulai ziarah hidup kita di tahun 2020. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke atas kita di tahun ini. Hari ini Gereja mengajak kita untuk mengikuti sikap Bunda Maria dalam mengarungi ziarah hidup kita di tahun yang baru dengan menyerahkan diri kita secara total kepada Tuhan; Percayalah selalu bahwa bagi Tuhan segala sesuatu mungkin terjadi; Tuhan selalu hadir dalam diri orang yang percaya dan bergantung padaNya; Di balik penderitaan selalu ada sukacita; sesudah hari Jumat selalu ada hari Minggu hari penuh sukacita; di balik kematian selalu ada kebangkitan; Bunda Maria adalah Bunda kita, sebagai Bunda kita, pasti ia selalu memperhatikan kebutuhan kita. Karena itu ikutilah contoh hidupnya; berjalanlah bersama Bunda Maria; dia adalah Bunda kita. Bersama dia pasti kita akan alami sukacita dan damai.
Selamat Tahun Baru 2020, selamat memulai ziarah baru dalam tahun yang baru, semoga sukses! Tuhan selalu mendanpingi dan memberkati kita. Amin.
Salam Damai Kristus
Doa Rabu
01 Jan 2019
By : Team Moderator
Ya Bapa,Tuhan Yesus dan Roh Kudus,
kami memanjatkan doa syukur dan terima kasih,
bahwa Engkau berkenan mengantarkan kami
memasuki tahun baru 2020 dengan selamat.
Ya Bapa,
terima kasih untuk kebaikan-Mu.
Terima kasih Engkau telah mengirimkan
dan menempatkan Roh Yesus ke dalam
hati kami, sehingga kami dapat berdoa
sesuai dengan kehendak-Mu.
Karena Engkau mendengarkan doa Yesus
dan mengabulkannya, karena Engkau Allah
Bapa dan Yesus Sang Anak hidup di dalam
persekutuan yang sempurna.
Sehingga kami yang percaya kepada Yesus,
boleh berdoa kepada Bapa dalam nama
Yesus Kristus.
Ya Bapa,
pimpin setiap langkah kami dalam kehidupan
di tahun baru ini agar kami tidak tersesat
dikacaukan hiruk pikuk dunia yang menggoda.
Ajar kami berdoa dengan lebih sungguh.
Berkati kehidupan kami dengan damai,
sejahtera yang dari surgawi ya Bapa.
Terima kasih ya Bapa.
Kiranya Engkau mendengarkan doa-doa kami,
dan mengabulkannya seturut kehendak-Mu.
Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa bersana-sama
Amin
Salam Damai Kristus
01 Jan 2019
By : Team Moderator
Ya Bapa,Tuhan Yesus dan Roh Kudus,
kami memanjatkan doa syukur dan terima kasih,
bahwa Engkau berkenan mengantarkan kami
memasuki tahun baru 2020 dengan selamat.
Ya Bapa,
terima kasih untuk kebaikan-Mu.
Terima kasih Engkau telah mengirimkan
dan menempatkan Roh Yesus ke dalam
hati kami, sehingga kami dapat berdoa
sesuai dengan kehendak-Mu.
Karena Engkau mendengarkan doa Yesus
dan mengabulkannya, karena Engkau Allah
Bapa dan Yesus Sang Anak hidup di dalam
persekutuan yang sempurna.
Sehingga kami yang percaya kepada Yesus,
boleh berdoa kepada Bapa dalam nama
Yesus Kristus.
Ya Bapa,
pimpin setiap langkah kami dalam kehidupan
di tahun baru ini agar kami tidak tersesat
dikacaukan hiruk pikuk dunia yang menggoda.
Ajar kami berdoa dengan lebih sungguh.
Berkati kehidupan kami dengan damai,
sejahtera yang dari surgawi ya Bapa.
Terima kasih ya Bapa.
Kiranya Engkau mendengarkan doa-doa kami,
dan mengabulkannya seturut kehendak-Mu.
Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa bersana-sama
Amin
Salam Damai Kristus
Selasa, 31 Desember 2019
1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18.
"Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia"
Hari ini kita mendengarkan Injil tentang Misteri Inkarnasi menurut Yohanes. Selain dinyatakan bahwa pada mulanya, adalah Firman, dan Firman itu adalah Allah, yang kemudian menjadi manusia dan tinggal di antara kita, dinyatakan pula bahwa Yesus adalah terang dunia. Dia adalah terang abadi yang tidak pernah tenggelam dan terhalang oleh kabut ataupun hujan. Matahari, meskipun pada saat-saat tertentu bersinar sangat cerah dan lebih lama tetapi pada saat-saat tertentu tenggelam lebih lama dan seringkali tidak bersinar ketika mendung atau hujan. Selain itu, kalau matahari di belahan suatu dunia sedang bersinar, di belahan dunia lain sudah mulai tenggelam atau malah sudah tenggelam sama sekali. Sedangkan Kristus, terang-Nya selalu menyinari setiap orang yang beriman kepada-Nya kapan pun, di mana pun dan dalam keadaan apa pun. Untuk itu, marilah kita mengakiri tahun 2019 dan mengawali tahun 2020 ini dengan semakin membuka diri pada bimbingan Tuhan, Sang Terang yang sejati. Apa yang akan terjadi pada 1 tahun mendatang, tidak semuanya jelas bahkan banyak yang tersembunyi. Namun, Tuhan akan senantiasa membimbing dan menerangi kita langkah demi langkah perjalanan hidup kita.
Doa: Tuhan, semoga kami selalu berjalan dalam bimbingan dan terang-Mu. Amin. -agawpr-
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18.
"Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia"
Hari ini kita mendengarkan Injil tentang Misteri Inkarnasi menurut Yohanes. Selain dinyatakan bahwa pada mulanya, adalah Firman, dan Firman itu adalah Allah, yang kemudian menjadi manusia dan tinggal di antara kita, dinyatakan pula bahwa Yesus adalah terang dunia. Dia adalah terang abadi yang tidak pernah tenggelam dan terhalang oleh kabut ataupun hujan. Matahari, meskipun pada saat-saat tertentu bersinar sangat cerah dan lebih lama tetapi pada saat-saat tertentu tenggelam lebih lama dan seringkali tidak bersinar ketika mendung atau hujan. Selain itu, kalau matahari di belahan suatu dunia sedang bersinar, di belahan dunia lain sudah mulai tenggelam atau malah sudah tenggelam sama sekali. Sedangkan Kristus, terang-Nya selalu menyinari setiap orang yang beriman kepada-Nya kapan pun, di mana pun dan dalam keadaan apa pun. Untuk itu, marilah kita mengakiri tahun 2019 dan mengawali tahun 2020 ini dengan semakin membuka diri pada bimbingan Tuhan, Sang Terang yang sejati. Apa yang akan terjadi pada 1 tahun mendatang, tidak semuanya jelas bahkan banyak yang tersembunyi. Namun, Tuhan akan senantiasa membimbing dan menerangi kita langkah demi langkah perjalanan hidup kita.
Doa: Tuhan, semoga kami selalu berjalan dalam bimbingan dan terang-Mu. Amin. -agawpr-
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Senin, 30 Desember 2019
Gereja Katolik punya tradisi indah khusus buat akhir tahun, tepatnya di malam tahun baru: menyanyikan hymne atau madah syukur Te Deum. Lagu Gregorian ini ada di Puji Syukur 669 dan juga di Madah Bakti 491. Syairnya sangat indah dan melodinya sungguh syahdu dan menyayat hati. Saya pribadi sering menyanyikannya sendirian, sebagai ungkapan syukur; banyak kali sambil meneteskan air mata. Yang sudah biasa menyanyikan Ordinarium Te Deum (PS 345/MB 180) rasanya tidak akan menemui kesulitan yang berarti untuk menyanyikan madah syukur ini. Mereka yang menyanyikan madah ini secara publik di malam tahun baru akan mendapatkan indulgensi penuh. Mau coba nyanyikan di malam tahun baru kali ini?
Tak kenal maka tak sayang. Silakan dengarkan dulu lagunya. Klik di sini untuk mendengarkan versi simplex alias sederhananya, yang melodinya sedikit berbeda dari versi Romawi yang ada di Puji Syukur. Sambil mendengarkan, baca dan hayatilah syairnya di bawah ini (dari PS 669). Versi Latin aslinya ada di bawah.
Allah Tuhan Kami
Allah Tuhan kami,
Engkau kami muliakan.
Dikau Bapa yang kekal,
seluruh bumi sujud pada-Mu.
Para malaikat
serta segala isi surga bermadah,
kerubim dan seraphim
tak kunjung putus memuji Dikau.
Kudus, kudus,
kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa.
Surga dan bumi
penuh kemuliaan-Mu.
Kau dimuliakan
kalangan para rasul,
Kau diluhurkan
rombongan para nabi,
Engkau dipuji
barisan para martir.
Engkau dipuji Gereja kudus
di seluruh dunia.
Bapa sungguh mahakuasa,
Putra Bapa yang tunggal
yang patut disembah.
Roh Kudus pula,
penghibur umat Allah.
Kristus raja nan jaya.
Engkaulah Putra Bapa yang kekal.
Untuk menebus kami,
Kau jadi manusia,
sudi dikandung Santa Perawan.
Kuasa maut Kau kalahkan,
Kau buka pintu surga
bagi umat beriman.
Kau bertakhta dengan mulia di sisi kanan Bapa,
Dikaulah Hakim yang akan datang.
Maka kami mohon,
tolonglah hamba-Mu, yang
Kautebus dengan darah-Mu sendiri.
Satukanlah kami dengan orang kudus
dalam kemuliaan-Mu.
Selamatkanlah kami, ya Tuhan,
berkatilah umat pilihan-Mu.
Rajailah kami, dan angkatlah kami
untuk selamanya.
Setiap hari kami memuji Dikau,
kami memegahkan nama-Mu
untuk sepanjang masa.
Ya Tuhan, sudilah menjaga kami,
agar hari ini luput dari dosa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan,
Kasihanilah kami.
Limpahkanlah kasih setia-Mu kepada kami,
sebab kami berharap pada-Mu.
Kepada Tuhan kami percaya,
kami tak kecewa selamanya.
Yang berikut ini adalah versi Latin aslinya:
Te Deum
Te Deum laudámus,
te Dóminum confitémur.
Te ætérnum Patrem,
omnis terra venerátur.
Tibi omnes ángeli,
tibi cæli et univérsæ potestátes,
tibi chérubim et séraphim
incessábili voce proclámant.
Sanctus, Sanctus,
Sanctus Dóminus Deus Sábaoth.
Pleni sunt cæli et terra
maiestátis glóriæ tuæ.
Te gloriósus
apostolòrum chorus,
te prophetárum
laudábilis númerus,
te mártyrum candidátus
laudat exércitus.
Te per orbem terrárum
sancta confitétur Ecclésia,
Patrem imménsæ maiestátis,
venerándum tuum verum
et únicum Fílium.
Sanctum quoque
Paráclitum Spíritum.
Tu rex glóriæ, Christe.
Tu Patris sempitérnus es Filius.
Tu, ad liberándum susceptúrus hóminem,
non horrúisti Virginis úterum.
Tu, devícto mortis acúleo,
aperuísti credéntibus
regna cælórum.
Tu ad déxteram Dei sedes,
in glória Patris.
Iudex créderis esse ventúrus.
Te ergo quǽsumus,
tuis fámulis súbveni,
quos pretióso sánguine redemísti.
Ætérna fac cum sanctis tuis
in glória numerári.
Salvum fac pópulum tuum, Dómine,
et bénedic hereditáti tuæ.
Et rege eos, et extólle illos
usque in ætérnum.
Per síngulos dies benedícimus te,
et laudámus nomen tuum
in sǽculum, et in sǽculum sǽculi.
Dignáre, Dómine, die isto
sine peccáto nos custodíre.
Miserére nostri, Dómine,
miserére nostri.
Fiat misericórdia tua,
Dómine, super nos,
quemádmodum sperávimus in te.
In te, Dómine, sperávi,
non confúndar in ætérnum.
Nah, kalau sudah mulai tertarik, boleh lanjut dan baca yang berikut:
Te Deum adalah hymne atau madah syukur yang biasa dinyanyikan dalam Ibadat Bacaan, suatu bagian dari Ibadat Harian atau sholat 7 waktunya umat Katolik. Te Deum juga dinyanyikan sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas berkat khusus atau karunia luar biasa yang kita peroleh, saat: terpilihnya paus baru, tahbisan uskup, kanonisasi santo-santa, profesi religius, penandatanganan perjanjian damai, penobatan raja (Katolik) yang baru, dan lain-lain. Te Deum bisa dinyanyikan pada akhir Misa atau Ibadat Harian, atau sebagai suatu ritual yang terpisah.
Teks madah ini mengikuti struktur Syahadat Para Rasul; gabungan dari visi puitis liturgi surgawi dan pernyataan iman. Dimulai dengan menyebut nama Allah, dan dilanjutkan dengan menyebut semua yang memuji dan memuliakan Allah, dari hirarki makhluk surgawi sampai umat beriman Kristiani yang sudah ada di surga dan Gereja yang masih mengembara di seluruh dunia. Madah ini kemudian kembali ke rumus pengakuan iman, menyebut Kristus dan mengingat kelahiran, penderitaan dan wafat-Nya, serta kebangkitan dan kemuliaan-Nya. Berikutnya disampaikan pula pujian, dari Gereja semesta dan dari sang penyanyi khususnya; permintaan belas kasihan atas dosa-dosa di masa yang lalu, mohon perlindungan dari dosa di masa depan, dan harapan untuk dapat bersatu dengan para kudus di surga.
Foto: Koor Kepausan Kapela Sistina
Akhirnya, kalau sudah yakin ingin menyanyikannya secara publik alias tidak sendirian, lalu gimana? Alternatifnya: bagi yang mendaraskan Brevir alias Ibadat Harian bersama komunitas, Madah Te Deum alias Allah Tuhan Kami ini dinyanyikan di bagian akhir Ibadat Bacaan (bdk. Ibadat Harian, hal 83/328-331), atau bisa juga, seperti praktik di Vatikan, dinyanyikan di bagian akhir Vesper I (untuk Hari Raya Santa Maria Bunda Allah). Silakan klik di link berikut untuk video (dari 31 Desember 2013: Te Deum-nya mulai di 1:03:15) dan untuk teksnya. Bagi Anda yang tidak mendoakan Ibadat Harian, bisa minta kepada Pastor Paroki agar paduan suara atau umat diijinkan menyanyikannya di Misa di malam tahun baru. Idealnya dinyanyikan sesudah saat hening pasca komuni, sebelum Doa Sesudah Komuni. Atau, kalau tidak nyaman membuat "perubahan" dalam Misa yang "biasa", nyanyikan saja 10 menit sebelum Misa. Alternatif terakhir ini rasanya tidak terlalu mengejutkan dan mungkin bisa "diterima" Pastor Paroki maupun umat yang hadir. Tinggal meminta koornya berlatih. Kalau itu pun dirasa berat, satu solis aja yang nyanyi dan diikuti (secara perlahan, sambil belajar?) oleh umat yang hadir. Untuk mendapat indulgensi penuh, rasanya ini bukan sesuatu yang teramat sulit dilakukan. Dan lagi, sungguh amat baiklah kalau kita mengucap syukur kepada Allah atas segala yang telah kita terima pada tahun yang akan berlalu.
Salam Damai Kristus
Tak kenal maka tak sayang. Silakan dengarkan dulu lagunya. Klik di sini untuk mendengarkan versi simplex alias sederhananya, yang melodinya sedikit berbeda dari versi Romawi yang ada di Puji Syukur. Sambil mendengarkan, baca dan hayatilah syairnya di bawah ini (dari PS 669). Versi Latin aslinya ada di bawah.
Allah Tuhan Kami
Allah Tuhan kami,
Engkau kami muliakan.
Dikau Bapa yang kekal,
seluruh bumi sujud pada-Mu.
Para malaikat
serta segala isi surga bermadah,
kerubim dan seraphim
tak kunjung putus memuji Dikau.
Kudus, kudus,
kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa.
Surga dan bumi
penuh kemuliaan-Mu.
Kau dimuliakan
kalangan para rasul,
Kau diluhurkan
rombongan para nabi,
Engkau dipuji
barisan para martir.
Engkau dipuji Gereja kudus
di seluruh dunia.
Bapa sungguh mahakuasa,
Putra Bapa yang tunggal
yang patut disembah.
Roh Kudus pula,
penghibur umat Allah.
Kristus raja nan jaya.
Engkaulah Putra Bapa yang kekal.
Untuk menebus kami,
Kau jadi manusia,
sudi dikandung Santa Perawan.
Kuasa maut Kau kalahkan,
Kau buka pintu surga
bagi umat beriman.
Kau bertakhta dengan mulia di sisi kanan Bapa,
Dikaulah Hakim yang akan datang.
Maka kami mohon,
tolonglah hamba-Mu, yang
Kautebus dengan darah-Mu sendiri.
Satukanlah kami dengan orang kudus
dalam kemuliaan-Mu.
Selamatkanlah kami, ya Tuhan,
berkatilah umat pilihan-Mu.
Rajailah kami, dan angkatlah kami
untuk selamanya.
Setiap hari kami memuji Dikau,
kami memegahkan nama-Mu
untuk sepanjang masa.
Ya Tuhan, sudilah menjaga kami,
agar hari ini luput dari dosa.
Kasihanilah kami, ya Tuhan,
Kasihanilah kami.
Limpahkanlah kasih setia-Mu kepada kami,
sebab kami berharap pada-Mu.
Kepada Tuhan kami percaya,
kami tak kecewa selamanya.
Yang berikut ini adalah versi Latin aslinya:
Te Deum
Te Deum laudámus,
te Dóminum confitémur.
Te ætérnum Patrem,
omnis terra venerátur.
Tibi omnes ángeli,
tibi cæli et univérsæ potestátes,
tibi chérubim et séraphim
incessábili voce proclámant.
Sanctus, Sanctus,
Sanctus Dóminus Deus Sábaoth.
Pleni sunt cæli et terra
maiestátis glóriæ tuæ.
Te gloriósus
apostolòrum chorus,
te prophetárum
laudábilis númerus,
te mártyrum candidátus
laudat exércitus.
Te per orbem terrárum
sancta confitétur Ecclésia,
Patrem imménsæ maiestátis,
venerándum tuum verum
et únicum Fílium.
Sanctum quoque
Paráclitum Spíritum.
Tu rex glóriæ, Christe.
Tu Patris sempitérnus es Filius.
Tu, ad liberándum susceptúrus hóminem,
non horrúisti Virginis úterum.
Tu, devícto mortis acúleo,
aperuísti credéntibus
regna cælórum.
Tu ad déxteram Dei sedes,
in glória Patris.
Iudex créderis esse ventúrus.
Te ergo quǽsumus,
tuis fámulis súbveni,
quos pretióso sánguine redemísti.
Ætérna fac cum sanctis tuis
in glória numerári.
Salvum fac pópulum tuum, Dómine,
et bénedic hereditáti tuæ.
Et rege eos, et extólle illos
usque in ætérnum.
Per síngulos dies benedícimus te,
et laudámus nomen tuum
in sǽculum, et in sǽculum sǽculi.
Dignáre, Dómine, die isto
sine peccáto nos custodíre.
Miserére nostri, Dómine,
miserére nostri.
Fiat misericórdia tua,
Dómine, super nos,
quemádmodum sperávimus in te.
In te, Dómine, sperávi,
non confúndar in ætérnum.
Nah, kalau sudah mulai tertarik, boleh lanjut dan baca yang berikut:
Te Deum adalah hymne atau madah syukur yang biasa dinyanyikan dalam Ibadat Bacaan, suatu bagian dari Ibadat Harian atau sholat 7 waktunya umat Katolik. Te Deum juga dinyanyikan sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas berkat khusus atau karunia luar biasa yang kita peroleh, saat: terpilihnya paus baru, tahbisan uskup, kanonisasi santo-santa, profesi religius, penandatanganan perjanjian damai, penobatan raja (Katolik) yang baru, dan lain-lain. Te Deum bisa dinyanyikan pada akhir Misa atau Ibadat Harian, atau sebagai suatu ritual yang terpisah.
Teks madah ini mengikuti struktur Syahadat Para Rasul; gabungan dari visi puitis liturgi surgawi dan pernyataan iman. Dimulai dengan menyebut nama Allah, dan dilanjutkan dengan menyebut semua yang memuji dan memuliakan Allah, dari hirarki makhluk surgawi sampai umat beriman Kristiani yang sudah ada di surga dan Gereja yang masih mengembara di seluruh dunia. Madah ini kemudian kembali ke rumus pengakuan iman, menyebut Kristus dan mengingat kelahiran, penderitaan dan wafat-Nya, serta kebangkitan dan kemuliaan-Nya. Berikutnya disampaikan pula pujian, dari Gereja semesta dan dari sang penyanyi khususnya; permintaan belas kasihan atas dosa-dosa di masa yang lalu, mohon perlindungan dari dosa di masa depan, dan harapan untuk dapat bersatu dengan para kudus di surga.
Foto: Koor Kepausan Kapela Sistina
Akhirnya, kalau sudah yakin ingin menyanyikannya secara publik alias tidak sendirian, lalu gimana? Alternatifnya: bagi yang mendaraskan Brevir alias Ibadat Harian bersama komunitas, Madah Te Deum alias Allah Tuhan Kami ini dinyanyikan di bagian akhir Ibadat Bacaan (bdk. Ibadat Harian, hal 83/328-331), atau bisa juga, seperti praktik di Vatikan, dinyanyikan di bagian akhir Vesper I (untuk Hari Raya Santa Maria Bunda Allah). Silakan klik di link berikut untuk video (dari 31 Desember 2013: Te Deum-nya mulai di 1:03:15) dan untuk teksnya. Bagi Anda yang tidak mendoakan Ibadat Harian, bisa minta kepada Pastor Paroki agar paduan suara atau umat diijinkan menyanyikannya di Misa di malam tahun baru. Idealnya dinyanyikan sesudah saat hening pasca komuni, sebelum Doa Sesudah Komuni. Atau, kalau tidak nyaman membuat "perubahan" dalam Misa yang "biasa", nyanyikan saja 10 menit sebelum Misa. Alternatif terakhir ini rasanya tidak terlalu mengejutkan dan mungkin bisa "diterima" Pastor Paroki maupun umat yang hadir. Tinggal meminta koornya berlatih. Kalau itu pun dirasa berat, satu solis aja yang nyanyi dan diikuti (secara perlahan, sambil belajar?) oleh umat yang hadir. Untuk mendapat indulgensi penuh, rasanya ini bukan sesuatu yang teramat sulit dilakukan. Dan lagi, sungguh amat baiklah kalau kita mengucap syukur kepada Allah atas segala yang telah kita terima pada tahun yang akan berlalu.
Salam Damai Kristus
DI PENGHUJUNG WAKTU
Ada pameo yang mengatakan: “Pengalaman mengajarkan”. Kita dapat belajar banyak dari pengalaman hidup di masa lampau.
Pengalaman adalah guru yang baik, sebab lewat pengalaman kita diuji tentang sesuatu hal, pelajaran baru sudah dapat kita petik.
Dengan menyaksikan pengalaman hidup 2019, kita akan menemukan:
Keberhasilan-keberhasilan yang telah kita capai
Kegagalan-kegagalan yang telah kita lakukan
Peluang-peluang yang telah kita abaikan.
Dengan melihat peluang baik yang kita abaikan, kita bertekad untuk tidak mengulanginya. Melepaskan peluang (baik) bukan hanya kelalaian, tetapi juga kesalahan.
Benar bahwa tidak mudah untuk tetap kosisten dalam keyakinan bahwa Tuhan selalu berkarya di tengah kita. Kita sering mempertanyakan, benarkah Tuhan prihatin dengan nasib kita. Telinga kita menjadi berat untuk mendengarkan, mata kita tertutup untuk melihat. Pikiran kita membatu dan hati kita mengeras.
Melalui pergumulan hidup sehari-hari, kita diajak untuk peka terhadap karya Tuhan yang membahagiakan. Kalau mata hati dan budi kita terbuka, kita akan merasakan banyak kejutan dari Tuhan. Dia yang mencintai tanpa syarat.
Seperti Yesaya, kita yakin bahwa Firman Tuhan itu seperti hujan yang turun dari langit. Ia tidak akan kembali ke langit, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan (Yes 55:10). Tuhan terus menerus berkarya di tengah kita.
Terhadap segala pikiran negatif yang kita tujukan kepada diri kita sendiri, Tuhan selalu mempunyai jawaban positif terhadap kita:
Ketika kita berkata: itu tidak mungkin.
Tuhan menjawab: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah”. (Luk 18:27)
Ketika kita berkata: Saya lelah sekali.
Tuhan berkata: Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.". (Mat 11:28-30)
Ketika kita berkata: tak seorangpun mencintai aku lagi.
Tuhan menjawab: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. (Yoh 3:16)
Ketika kita berkata: saya tidak dapat menanggungnya.
Tuhan menjawab: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Kor 12:9), Bila berseru kepadaKu, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya (Mzm 91:15)
Ketika kita berkata: saya takut.
Tuhan menjawab: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan”. (Yes 41:10)
Ketika kita berkata: Saya merasa sendirian/kesepian.
Tuhan menjawab: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau (Ibr 13:5.)
Di penghujung waktu, mari bersyukur kepada-Nya yang telah hadir dalam pengalaman keseharian kita.
Selamat Tinggal 2019
Terima kasih Pengalaman.
Weetebula 31 Desember 2019
Tuhan Memberkati.
RD. Kamilus
Salam Damai Kristus
Ada pameo yang mengatakan: “Pengalaman mengajarkan”. Kita dapat belajar banyak dari pengalaman hidup di masa lampau.
Pengalaman adalah guru yang baik, sebab lewat pengalaman kita diuji tentang sesuatu hal, pelajaran baru sudah dapat kita petik.
Dengan menyaksikan pengalaman hidup 2019, kita akan menemukan:
Keberhasilan-keberhasilan yang telah kita capai
Kegagalan-kegagalan yang telah kita lakukan
Peluang-peluang yang telah kita abaikan.
Dengan melihat peluang baik yang kita abaikan, kita bertekad untuk tidak mengulanginya. Melepaskan peluang (baik) bukan hanya kelalaian, tetapi juga kesalahan.
Benar bahwa tidak mudah untuk tetap kosisten dalam keyakinan bahwa Tuhan selalu berkarya di tengah kita. Kita sering mempertanyakan, benarkah Tuhan prihatin dengan nasib kita. Telinga kita menjadi berat untuk mendengarkan, mata kita tertutup untuk melihat. Pikiran kita membatu dan hati kita mengeras.
Melalui pergumulan hidup sehari-hari, kita diajak untuk peka terhadap karya Tuhan yang membahagiakan. Kalau mata hati dan budi kita terbuka, kita akan merasakan banyak kejutan dari Tuhan. Dia yang mencintai tanpa syarat.
Seperti Yesaya, kita yakin bahwa Firman Tuhan itu seperti hujan yang turun dari langit. Ia tidak akan kembali ke langit, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan (Yes 55:10). Tuhan terus menerus berkarya di tengah kita.
Terhadap segala pikiran negatif yang kita tujukan kepada diri kita sendiri, Tuhan selalu mempunyai jawaban positif terhadap kita:
Ketika kita berkata: itu tidak mungkin.
Tuhan menjawab: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah”. (Luk 18:27)
Ketika kita berkata: Saya lelah sekali.
Tuhan berkata: Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.". (Mat 11:28-30)
Ketika kita berkata: tak seorangpun mencintai aku lagi.
Tuhan menjawab: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. (Yoh 3:16)
Ketika kita berkata: saya tidak dapat menanggungnya.
Tuhan menjawab: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Kor 12:9), Bila berseru kepadaKu, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya (Mzm 91:15)
Ketika kita berkata: saya takut.
Tuhan menjawab: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan”. (Yes 41:10)
Ketika kita berkata: Saya merasa sendirian/kesepian.
Tuhan menjawab: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau (Ibr 13:5.)
Di penghujung waktu, mari bersyukur kepada-Nya yang telah hadir dalam pengalaman keseharian kita.
Selamat Tinggal 2019
Terima kasih Pengalaman.
Weetebula 31 Desember 2019
Tuhan Memberkati.
RD. Kamilus
Salam Damai Kristus
_*Detik² menyongsong Tahun Baru 2020*_
*KISAH 3 POHON*
*Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.*
*Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan & impian mereka.*
*Pohon pertama berkata: "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak & berbagai batu permata & semua orang mengagumi keindahannya".*
*Kemudian pohon ke2 berkata: "Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yg besar.*
*Aku akan mengangkut raja2 dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yg kuat & setiap orang merasa aman berada dekat dgnku".*
*Lalu giliran pohon ke3 yg menyampaikan impiannya: "Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit.* *Orang2 akan memandangku & berpikir betapa aku begitu dekat utk menggapai surga & TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang2 akan mengingatku" .*
*Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok. penebang pohon datang & menebang ketiga pohon itu.*
*Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun.*
*Tetapi doanya tdk menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan dikandang & setiap hari diisi dgn jerami.*
*Pohon ke2 dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan.*
*Tetapi ia dipotong2 dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yg sangat kecil.*
*Impiannya menjadi kapal besar utk mengangkut raja-raja telah berakhir.*
*Pohon ke3 dipotong menjadi potongan2 kayu besar & dibiarkan teronggok dlm gelap.*
*Tahun demi tahun berganti ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing2.*
*Kemudian suatu hari, sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yg dibuat dari pohon pertama.*
*Orang2 datang & menyembah bayi itu.*
*Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.*
*Bertahun2 kemudian, sekelompok laki2 naik ke atas perahu nelayan yg dibuat dr pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang & pohon ke2 berfikir bahwa ia tdk cukup kuat utk melindungi orang2 di dalamnya.*
*Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri & berkata kpd badai: "Diam!!!" Tenanglah". Dan badai itupun berhenti.*
*Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja.*
*Akhirnya seseorang datang dan mengambil pohon ke3. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang2 mengejek lelaki yg memikulnya. Laki2 itu dipakukan di kayu ini & mati dipuncak bukit.*
*Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dgn TUHAN, karena YESUS-lah yg disalibkan padanya.*
*KETIKA KEADAAN TDK SEPERTI YG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU.*
*KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YG MEREKA INGINKAN, TETAPI TDK DGN CARA YG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN.*
*BEGITU JUGA DGN KITA, KITA TDK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA.*
*KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA.*
_*Selamat menyongsong Tahun Baru 2020...Tuhan Yesus memberkati*_ 🙏
Salam Damai Kristus
*KISAH 3 POHON*
*Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.*
*Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan & impian mereka.*
*Pohon pertama berkata: "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak & berbagai batu permata & semua orang mengagumi keindahannya".*
*Kemudian pohon ke2 berkata: "Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yg besar.*
*Aku akan mengangkut raja2 dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yg kuat & setiap orang merasa aman berada dekat dgnku".*
*Lalu giliran pohon ke3 yg menyampaikan impiannya: "Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit.* *Orang2 akan memandangku & berpikir betapa aku begitu dekat utk menggapai surga & TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang2 akan mengingatku" .*
*Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok. penebang pohon datang & menebang ketiga pohon itu.*
*Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun.*
*Tetapi doanya tdk menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan dikandang & setiap hari diisi dgn jerami.*
*Pohon ke2 dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan.*
*Tetapi ia dipotong2 dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yg sangat kecil.*
*Impiannya menjadi kapal besar utk mengangkut raja-raja telah berakhir.*
*Pohon ke3 dipotong menjadi potongan2 kayu besar & dibiarkan teronggok dlm gelap.*
*Tahun demi tahun berganti ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing2.*
*Kemudian suatu hari, sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yg dibuat dari pohon pertama.*
*Orang2 datang & menyembah bayi itu.*
*Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.*
*Bertahun2 kemudian, sekelompok laki2 naik ke atas perahu nelayan yg dibuat dr pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang & pohon ke2 berfikir bahwa ia tdk cukup kuat utk melindungi orang2 di dalamnya.*
*Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri & berkata kpd badai: "Diam!!!" Tenanglah". Dan badai itupun berhenti.*
*Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja.*
*Akhirnya seseorang datang dan mengambil pohon ke3. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang2 mengejek lelaki yg memikulnya. Laki2 itu dipakukan di kayu ini & mati dipuncak bukit.*
*Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dgn TUHAN, karena YESUS-lah yg disalibkan padanya.*
*KETIKA KEADAAN TDK SEPERTI YG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU.*
*KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YG MEREKA INGINKAN, TETAPI TDK DGN CARA YG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN.*
*BEGITU JUGA DGN KITA, KITA TDK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA.*
*KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA.*
_*Selamat menyongsong Tahun Baru 2020...Tuhan Yesus memberkati*_ 🙏
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 31 Desember 2019
Bacaan: Amsal 11:11 "Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya."
Renungan:
Suatu hari Anton sedang berdiskusi dengan kenalannya mengenai kejujuran. Kenalannya berkata kepadanya, "Hidup di kota Jakarta ini, kita jangan terlalu jujur. Kalau terlalu jujur, justru hidupmu tidak akan lebih baik. Jika ada kesempatan mendapat keuntungan, abaikan saja kejujuran itu." Anton pun menyetujui pendapat tersebut. Saat itu di dalam pekerjaannya ia berada di posisi strategis yang berkaitan dengan keuangan. Gajinya cukup besar, namun ia merasa masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang mewah. Ia pun mulai me-mark up data keuangan perusahaan sedikit-sedikit untuk kantongnya sendiri dan pada akhirnya menjadi besar. Beberapa kali ia lolos dari audit finansial, namun pada pemeriksaan terakhir ia tidak dapat mengelak dari fakta dan data yang ditemukan auditor. Ketidakjujuran menghantar Anton kepada korupsi kecil-kecilan hingga besar-besaran dan akhirnya mendekam dalam penjara.
Banyak orang tertipu dengan konsep dunia yang menawarkan hidup mewah melalui meraup keuntungan besar, walau harus menerjang kejujuran. Buktinya banyak pejabat yang korupsi dan juga banyak muncul berbagai penipuan. Mengatasnamakan kebutuhan hidup, mereka rela membohongi, menipu dan memalsukan. Yang sangat disayangkan ada juga orang-orang yang mengaku hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan, namun mereka juga menipu demi memperkaya diri. Apakah Tuhan terlalu miskin untuk memberkati kebutuhan hidup manusia? Tidak! Manusialah yang terlalu kaya akan nafsu keserakahannya dengan alasan kebutuhan hidup. Memang ada banyak orang yang Tuhan izinkan hidup dalam kemiskinan, namun bukan berarti dapat mengabaikan kejujuran.
Ketidakjujuran hanya memberikan keuntungan materi sesaat saja, tetapi kejujuran akan mendapatkan kepercayaan dan kehormatan dari Tuhan dan manusia. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku bersikap tidak jujur baik di hadapanMu atau pun di hadapan sesamaku dan keluargaku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Selasa, 31 Desember 2019
Bacaan: Amsal 11:11 "Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya."
Renungan:
Suatu hari Anton sedang berdiskusi dengan kenalannya mengenai kejujuran. Kenalannya berkata kepadanya, "Hidup di kota Jakarta ini, kita jangan terlalu jujur. Kalau terlalu jujur, justru hidupmu tidak akan lebih baik. Jika ada kesempatan mendapat keuntungan, abaikan saja kejujuran itu." Anton pun menyetujui pendapat tersebut. Saat itu di dalam pekerjaannya ia berada di posisi strategis yang berkaitan dengan keuangan. Gajinya cukup besar, namun ia merasa masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang mewah. Ia pun mulai me-mark up data keuangan perusahaan sedikit-sedikit untuk kantongnya sendiri dan pada akhirnya menjadi besar. Beberapa kali ia lolos dari audit finansial, namun pada pemeriksaan terakhir ia tidak dapat mengelak dari fakta dan data yang ditemukan auditor. Ketidakjujuran menghantar Anton kepada korupsi kecil-kecilan hingga besar-besaran dan akhirnya mendekam dalam penjara.
Banyak orang tertipu dengan konsep dunia yang menawarkan hidup mewah melalui meraup keuntungan besar, walau harus menerjang kejujuran. Buktinya banyak pejabat yang korupsi dan juga banyak muncul berbagai penipuan. Mengatasnamakan kebutuhan hidup, mereka rela membohongi, menipu dan memalsukan. Yang sangat disayangkan ada juga orang-orang yang mengaku hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan, namun mereka juga menipu demi memperkaya diri. Apakah Tuhan terlalu miskin untuk memberkati kebutuhan hidup manusia? Tidak! Manusialah yang terlalu kaya akan nafsu keserakahannya dengan alasan kebutuhan hidup. Memang ada banyak orang yang Tuhan izinkan hidup dalam kemiskinan, namun bukan berarti dapat mengabaikan kejujuran.
Ketidakjujuran hanya memberikan keuntungan materi sesaat saja, tetapi kejujuran akan mendapatkan kepercayaan dan kehormatan dari Tuhan dan manusia. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku bersikap tidak jujur baik di hadapanMu atau pun di hadapan sesamaku dan keluargaku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
RUAH
Renungan Pagi
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Selasa, 31 Desember 2019 Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal
Selasa, 31 Desember 2019
Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal
“Allah itu agung melebihi setiap makhluk. Karena itu, kita harus membersihkan pembicaraan kita tentang Dia terus-menerus dari segala keterbatasan, dari segala gambaran, dari segala ketidaksempurnaan, supaya jangan menggantikan Allah "yang tidak terucapkan, yang tidak dimengerti, yang tidak kelihatan, yang tidak dibayangkan" (Liturgi santo Yohanes Kristostomus, Doa Syukur Agung) dengan gambaran-gambaran manusiawi kita tentang Dia. Kata-kata manusiawi kita tidak pernah akan mencapai misteri Allah.” (Katekismus Gereja Katolik, 42)
Antifon Pembuka (bdk. Yes 9:6)
Seorang anak lahir untuk kita, seorang putra dianugerahkan kepada kita. Ia memegang kendali pemerintahan dan disebut penasihat ulung.
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
Doa Pembuka
Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, Engkau menghendaki kelahiran Putra-Mu, Yesus Kristus menjadi dasar dan puncak iman kami. Bantulah kami agar dapat bersatu dengan Dia. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin
Yohanes mengingatkan supaya berhati-hati karena saatnya telah tiba dengan datangnya antikristus dari kalangan mereka sendiri. Tetapi sebagai orang yang telah diurapi Roh Kudus mereka tentu telah menerima anugerah pengetahuan tentang kebenaran.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:18-21)
"Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus dan dianugerahi pengetahuan."
Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang; bahkan sekarang telah bangkit banyak antikristus! Itulah tandanya bahwa waktu ini benar-benar waktu yang terakhr. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama kita. Tetapi hal itu terjadi supaya menjadi nyata bahwa tidak semua orang sungguh termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua dianugerahi pengetahuan. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya, dan karena kamu juga mengetahui bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai di hadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:1-2. 11-12. 13)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya.
2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak sorai.
3. Biarlah mereka bersorak sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 1:14,12b)
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. Semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah.
Firman telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Namun umat pilihan-Nya tidak mengenal dan menerima Dia karena mereka lebih mencintai kegelapan daripada terang.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:1-18)
"Firman telah menjadi manusia."
Pada awal mula adalah Firman; Firman itu ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran. Tentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata: Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepunahan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Yohanes merenungkan dengan indah kisah penjelmaan Yesus. Yesus ada sejak sebelum dunia ada dan menjelma menjadi manusia untuk keselamatan manusia. Kenyataannya, tak semua manusia menyadari penyelamatan melalui penjelmaan Allah ini. Bagi kita yang sadar maka kita diminta memberi tanggapan yang seimbang, yaitu dengan percaya dan mengikuti Firman-Nya. (RUAH)
Antifon Komuni (1Yoh 4:9)
Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
Doa Malam
Tuhan Yesus, dalam kelahiran-Mu telah Kaunyatakan kebaikan dan cinta kasih terhadap kami. Semoga kami selalu bersyukur atas anugerah-anugerah-Mu ini dan bersedia juga menyatakan dalam tingkah laku kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami. Amin. .
SELAMAT MENYAMBUT
TAHUN BARU 2020
Salam Damai Kristus
Renungan Pagi
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Selasa, 31 Desember 2019 Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal
Selasa, 31 Desember 2019
Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal
“Allah itu agung melebihi setiap makhluk. Karena itu, kita harus membersihkan pembicaraan kita tentang Dia terus-menerus dari segala keterbatasan, dari segala gambaran, dari segala ketidaksempurnaan, supaya jangan menggantikan Allah "yang tidak terucapkan, yang tidak dimengerti, yang tidak kelihatan, yang tidak dibayangkan" (Liturgi santo Yohanes Kristostomus, Doa Syukur Agung) dengan gambaran-gambaran manusiawi kita tentang Dia. Kata-kata manusiawi kita tidak pernah akan mencapai misteri Allah.” (Katekismus Gereja Katolik, 42)
Antifon Pembuka (bdk. Yes 9:6)
Seorang anak lahir untuk kita, seorang putra dianugerahkan kepada kita. Ia memegang kendali pemerintahan dan disebut penasihat ulung.
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
Doa Pembuka
Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, Engkau menghendaki kelahiran Putra-Mu, Yesus Kristus menjadi dasar dan puncak iman kami. Bantulah kami agar dapat bersatu dengan Dia. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin
Yohanes mengingatkan supaya berhati-hati karena saatnya telah tiba dengan datangnya antikristus dari kalangan mereka sendiri. Tetapi sebagai orang yang telah diurapi Roh Kudus mereka tentu telah menerima anugerah pengetahuan tentang kebenaran.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:18-21)
"Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus dan dianugerahi pengetahuan."
Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang; bahkan sekarang telah bangkit banyak antikristus! Itulah tandanya bahwa waktu ini benar-benar waktu yang terakhr. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama kita. Tetapi hal itu terjadi supaya menjadi nyata bahwa tidak semua orang sungguh termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua dianugerahi pengetahuan. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya, dan karena kamu juga mengetahui bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai di hadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:1-2. 11-12. 13)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya.
2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak sorai.
3. Biarlah mereka bersorak sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 1:14,12b)
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. Semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah.
Firman telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Namun umat pilihan-Nya tidak mengenal dan menerima Dia karena mereka lebih mencintai kegelapan daripada terang.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:1-18)
"Firman telah menjadi manusia."
Pada awal mula adalah Firman; Firman itu ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima Dia diberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran. Tentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata: Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepunahan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Yohanes merenungkan dengan indah kisah penjelmaan Yesus. Yesus ada sejak sebelum dunia ada dan menjelma menjadi manusia untuk keselamatan manusia. Kenyataannya, tak semua manusia menyadari penyelamatan melalui penjelmaan Allah ini. Bagi kita yang sadar maka kita diminta memberi tanggapan yang seimbang, yaitu dengan percaya dan mengikuti Firman-Nya. (RUAH)
Antifon Komuni (1Yoh 4:9)
Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
Doa Malam
Tuhan Yesus, dalam kelahiran-Mu telah Kaunyatakan kebaikan dan cinta kasih terhadap kami. Semoga kami selalu bersyukur atas anugerah-anugerah-Mu ini dan bersedia juga menyatakan dalam tingkah laku kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami. Amin. .
SELAMAT MENYAMBUT
TAHUN BARU 2020
Salam Damai Kristus
Santo Santa 31 Desember
St Sylvester
Paus St Sylvester hidup pada masa Gereja Perdana, yakni pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus. Sylvester I dinobatkan menjadi paus pada tahun 314 dan bertahta selama duapuluh satu tahun hingga wafatnya pada tahun 335.
Dikisahkan bahwa pada mulanya Konstantinus menganiaya Paus Sylvester dan umat Kristiani. Kemudian kaisar terjangkit penyakit kusta dan hendak menyelenggarakan suatu ritual kafir sebagai usaha mendapatkan kesembuhan. Ia begitu ingin sembuh. Konon Konstantinus mendapatkan mimpi di mana St Petrus dan St Paulus berbicara kepadanya. Mereka menyuruh kaisar pergi kepada Paus Sylvester untuk disembuhkan. Konstantinus memohon kepada paus agar ia dibaptis dan kaisar dibaptis di Basilika St Yohanes Lateran. Pada saat Pembaptisan, Kontantinus sama sekali disembuhkan dari penyakitnya. Sejak saat itu, Konstantinus tidak hanya mengijinkan agama Kristiani berkembang, malahan ia juga mendorongnya.
Devosi kepada Paus Sylvester I amat terkenal pada masa Gereja Perdana. Ia adalah paus pertama bukan martir yang dimaklumkan sebagai santo. Di Basilika St Yohanes Lateran di Roma terdapat suatu dinding berhiaskan mosaik yang sungguh indah, menggambarkan Yesus memberikan kunci-kunci kuasa rohani kepada Paus St Sylvester I.
Baiklah kita meluangkan waktu pada hari ini untuk mengenangkan begitu banyak rahmat istimewa yang kita terima sepanjang tahun ini. Bagaimanakah Tuhan telah menarikku untuk terlebih dekat kepada-Nya sepanjang masa-masa yang telah lewat itu?
Sumber : yesaya.indocell.net
St Sylvester
Paus St Sylvester hidup pada masa Gereja Perdana, yakni pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus. Sylvester I dinobatkan menjadi paus pada tahun 314 dan bertahta selama duapuluh satu tahun hingga wafatnya pada tahun 335.
Dikisahkan bahwa pada mulanya Konstantinus menganiaya Paus Sylvester dan umat Kristiani. Kemudian kaisar terjangkit penyakit kusta dan hendak menyelenggarakan suatu ritual kafir sebagai usaha mendapatkan kesembuhan. Ia begitu ingin sembuh. Konon Konstantinus mendapatkan mimpi di mana St Petrus dan St Paulus berbicara kepadanya. Mereka menyuruh kaisar pergi kepada Paus Sylvester untuk disembuhkan. Konstantinus memohon kepada paus agar ia dibaptis dan kaisar dibaptis di Basilika St Yohanes Lateran. Pada saat Pembaptisan, Kontantinus sama sekali disembuhkan dari penyakitnya. Sejak saat itu, Konstantinus tidak hanya mengijinkan agama Kristiani berkembang, malahan ia juga mendorongnya.
Devosi kepada Paus Sylvester I amat terkenal pada masa Gereja Perdana. Ia adalah paus pertama bukan martir yang dimaklumkan sebagai santo. Di Basilika St Yohanes Lateran di Roma terdapat suatu dinding berhiaskan mosaik yang sungguh indah, menggambarkan Yesus memberikan kunci-kunci kuasa rohani kepada Paus St Sylvester I.
Baiklah kita meluangkan waktu pada hari ini untuk mengenangkan begitu banyak rahmat istimewa yang kita terima sepanjang tahun ini. Bagaimanakah Tuhan telah menarikku untuk terlebih dekat kepada-Nya sepanjang masa-masa yang telah lewat itu?
Sumber : yesaya.indocell.net
Minggu, 29 Desember 2019
☘🍁Doa pagi🍁☘
Hari Senin 30 Desember 2019
" Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu : Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita daripada segala dosa. ( 1 Yoh 1:5-7 ).
Tuhan, aku berdoa,
kiranya aku tidak terpedaya dan terseret pada kilauan terang musuh. Tolonglah aku untuk bisa membedakan siasat tipu muslihatnya.
Ampuni aku atas saat-saat di mana aku merasa sedang berada di tengah kegelapan, karena aku tidak menyadari terangMu di dalamku.
Tolong aku untuk bertumbuh di dalam iman, supaya aku selalu percaya kepadaMu, terang dunia, untuk menuntunku melewati masa - masa gelap yang kuhadapi.
Kiranya aku tidak pernah berharap pada apa-pun atau siapa-pun selain Engkau, Yesus, sebagai sumber terang yang memberi pimpinan dalam hidupku.
Amin.
Salam Damai Kristus
Hari Senin 30 Desember 2019
" Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu : Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita daripada segala dosa. ( 1 Yoh 1:5-7 ).
Tuhan, aku berdoa,
kiranya aku tidak terpedaya dan terseret pada kilauan terang musuh. Tolonglah aku untuk bisa membedakan siasat tipu muslihatnya.
Ampuni aku atas saat-saat di mana aku merasa sedang berada di tengah kegelapan, karena aku tidak menyadari terangMu di dalamku.
Tolong aku untuk bertumbuh di dalam iman, supaya aku selalu percaya kepadaMu, terang dunia, untuk menuntunku melewati masa - masa gelap yang kuhadapi.
Kiranya aku tidak pernah berharap pada apa-pun atau siapa-pun selain Engkau, Yesus, sebagai sumber terang yang memberi pimpinan dalam hidupku.
Amin.
Salam Damai Kristus
RUAH
Renungan Pagi
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Senin, 30 Desember 2019 Hari Keenam dalam Oktaf Natal
Senin, 30 Desember 2019
Hari Keenam dalam Oktaf Natal
”Allah tidak kekurangan suatu apa! Ia menjadikan kamu Ilahi demi kemuliaan-Nya!” (St. Hipolitus)
Antifon Pembuka (Keb 18:14-15)
Ketika segalanya diliputi kesunyian dan malam mencapai puncak peredarannya, turunlah Sabda-Mu yang Mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan.
When a profound silence covered all things and night was in the middle of its course, your all-powerful Word, O Lord, bounded from heaven’s royal throne.
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
Doa Pembuka
Allah Bapa Mahakuasa, kami mohon, semoga kelahiran Putra-Mu sebagai manusia baru membebaskan kami dari perbudakan manusia lama. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:12-17)
"Orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."
Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni karena nama Yesus. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu, dan kamu telah mengalahkan yang jahat. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang melenyap bersama keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:7-8a.8b-9.10)
1. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.
2. Bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya, sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi!
3. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Inilah hari yang suci! Marilah, hai para bangsa, sujudlah di hadapan Tuhan, sebab cahaya gemilang menyinari seluruh muka bumi.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:36-40)
"Hana berbicara tentang Kanak-Kanak Yesus."
Ketika kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, ada di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada hari kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus ke kota kediaman mereka, yaitu Kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Seorang pemuda melihat nenek tua duduk gemetaran di pinggir jalan karena kedinginan dan kelaparan. Lalu, ia marah-marah kepada Tuhan karena membiarkan nenek malang itu. Malam harinya, ia mendengar bisikan hatinya: “Mengapa kamu marah-marah kepada-Ku? Bukankah Aku telah menciptakan kamu?" Allah menciptakan kita bukan tanpa tujuan, tetapi agar menjadi alat dan perpanjangan tangan kasih-Nya kepada sesama.
Hana adalah seorang janda yang sudah berumur 84 tahun. Di daerah Palestina, seorang janda dikenal sebagai kelas duanya dari kelas dua. Sebab kaum laki-laki dikategorikan dalam kelas pertama dan kaum wanita kelas duanya. Dari kaum wanita yang kelas dua itu, wanita yang bersuami sebagai kelas satunya dan janda menjadi kelas duanya. Alhasil, seorang janda memang tak diperhitungkan dalam masyarakat dan sangat menderita.
Bagi Hana, kesengsaraan yang dialaminya tidak menjadikannya sedih, marah, dan berontak kepada Allah, tetapi sebaliknya malah membuatnya berserah sepenuh hati kepada Allah. Dalam hidupnya hampir seluruh waktu dan kesibukannya dipersembahkan kepada Allah: “Ia tidak pernah meninggalkan BaitAllah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.” Karena itu, ia pun dipertemukan dengan Kanak-kanak Yesus yang dipersembahkan ke Bait Allah oleh Maria dan Yusuf. Melihat Kanak-kanak Yesus itu ia mengucap syukur kepada Allah dan sebagai seorang nabiah, ia berbicara tentang Anak 'itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Artinya, Hana melihat dalam diri Kanak-kanak Yesus itu Sang Pembebas yang dinanti-nantikan akan membebaskan bangsa Yahudi. Sebab saat itu wilayah Yehuda sedang dijajah oleh kekaisaran Romawi. Sementara itu, orang-orang Yahudi menantikan Mesias dari keturunan Daud, yang akan membebaskan bangsa Israel dari tirani penjajahan. Jadi, Hana bersyukur kepada Allah karena telah melihat Mesias Sang Pembebas bangsa Israel dalam diri Kanak-kanak Yesus, sehingga tentang Anak itu pun dikatakan: ‘Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.”
Kita kadang masih ragu akan penggenapan nubuat-nubuat keselamatan dan janji= janji pembebasan, padahal kita telah mengakui Yesus sebagai Mesias Sang Pembebas dan Penyelamat itu. Tidakjarang kita pun menjadi marah kepada Tuhan karena kemalangan menimpa kita. Mengapa? Hana telah mengajarkan bagaimana seharusnya menyikapi kemalangan, yaitu dengan berserah sepenuh hati kepada Allah. Kita adalah pengikutpengikut Kristus zaman ini yang seharusnya terus-menerus tabah menanggung derita seraya berserah diri kepada Allah. Apa mau kita sekarang? (SS) (EM/INSPIRASI BATIN 2017)
Antifon Komuni (Yoh 1:16)
Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.
From his fullness we have all received, grace upon grace.
Salam Damai Kristus
Renungan Pagi
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Senin, 30 Desember 2019 Hari Keenam dalam Oktaf Natal
Senin, 30 Desember 2019
Hari Keenam dalam Oktaf Natal
”Allah tidak kekurangan suatu apa! Ia menjadikan kamu Ilahi demi kemuliaan-Nya!” (St. Hipolitus)
Antifon Pembuka (Keb 18:14-15)
Ketika segalanya diliputi kesunyian dan malam mencapai puncak peredarannya, turunlah Sabda-Mu yang Mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan.
When a profound silence covered all things and night was in the middle of its course, your all-powerful Word, O Lord, bounded from heaven’s royal throne.
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
Doa Pembuka
Allah Bapa Mahakuasa, kami mohon, semoga kelahiran Putra-Mu sebagai manusia baru membebaskan kami dari perbudakan manusia lama. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:12-17)
"Orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."
Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni karena nama Yesus. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu, dan kamu telah mengalahkan yang jahat. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang melenyap bersama keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:7-8a.8b-9.10)
1. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.
2. Bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya, sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi!
3. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Inilah hari yang suci! Marilah, hai para bangsa, sujudlah di hadapan Tuhan, sebab cahaya gemilang menyinari seluruh muka bumi.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:36-40)
"Hana berbicara tentang Kanak-Kanak Yesus."
Ketika kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, ada di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada hari kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus ke kota kediaman mereka, yaitu Kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Seorang pemuda melihat nenek tua duduk gemetaran di pinggir jalan karena kedinginan dan kelaparan. Lalu, ia marah-marah kepada Tuhan karena membiarkan nenek malang itu. Malam harinya, ia mendengar bisikan hatinya: “Mengapa kamu marah-marah kepada-Ku? Bukankah Aku telah menciptakan kamu?" Allah menciptakan kita bukan tanpa tujuan, tetapi agar menjadi alat dan perpanjangan tangan kasih-Nya kepada sesama.
Hana adalah seorang janda yang sudah berumur 84 tahun. Di daerah Palestina, seorang janda dikenal sebagai kelas duanya dari kelas dua. Sebab kaum laki-laki dikategorikan dalam kelas pertama dan kaum wanita kelas duanya. Dari kaum wanita yang kelas dua itu, wanita yang bersuami sebagai kelas satunya dan janda menjadi kelas duanya. Alhasil, seorang janda memang tak diperhitungkan dalam masyarakat dan sangat menderita.
Bagi Hana, kesengsaraan yang dialaminya tidak menjadikannya sedih, marah, dan berontak kepada Allah, tetapi sebaliknya malah membuatnya berserah sepenuh hati kepada Allah. Dalam hidupnya hampir seluruh waktu dan kesibukannya dipersembahkan kepada Allah: “Ia tidak pernah meninggalkan BaitAllah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.” Karena itu, ia pun dipertemukan dengan Kanak-kanak Yesus yang dipersembahkan ke Bait Allah oleh Maria dan Yusuf. Melihat Kanak-kanak Yesus itu ia mengucap syukur kepada Allah dan sebagai seorang nabiah, ia berbicara tentang Anak 'itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Artinya, Hana melihat dalam diri Kanak-kanak Yesus itu Sang Pembebas yang dinanti-nantikan akan membebaskan bangsa Yahudi. Sebab saat itu wilayah Yehuda sedang dijajah oleh kekaisaran Romawi. Sementara itu, orang-orang Yahudi menantikan Mesias dari keturunan Daud, yang akan membebaskan bangsa Israel dari tirani penjajahan. Jadi, Hana bersyukur kepada Allah karena telah melihat Mesias Sang Pembebas bangsa Israel dalam diri Kanak-kanak Yesus, sehingga tentang Anak itu pun dikatakan: ‘Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.”
Kita kadang masih ragu akan penggenapan nubuat-nubuat keselamatan dan janji= janji pembebasan, padahal kita telah mengakui Yesus sebagai Mesias Sang Pembebas dan Penyelamat itu. Tidakjarang kita pun menjadi marah kepada Tuhan karena kemalangan menimpa kita. Mengapa? Hana telah mengajarkan bagaimana seharusnya menyikapi kemalangan, yaitu dengan berserah sepenuh hati kepada Allah. Kita adalah pengikutpengikut Kristus zaman ini yang seharusnya terus-menerus tabah menanggung derita seraya berserah diri kepada Allah. Apa mau kita sekarang? (SS) (EM/INSPIRASI BATIN 2017)
Antifon Komuni (Yoh 1:16)
Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.
From his fullness we have all received, grace upon grace.
Salam Damai Kristus
*SENIN, 30 DESEMBER 2019*
Bacaan Liturgi
Hari Keenam dalam Oktaf Natal
Bacaan Injil
Luk 2:36-40
Hana berbicara tentang kanak-kanak Yesus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Ketika kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah,
ada di Yerusalem seorang nabi perempuan,
anak Fanuel dari suku Asyer. Namanya Hana.
Ia sudah sangat lanjut umurnya.
Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya,
dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun.
Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah,
dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
Pada hari kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah,
Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah,
serta berbicara tentang kanak Yesus kepada semua orang
yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan
menurut hukum Tuhan,
kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus
ke kota kediaman mereka,
yaitu kota Nazaret di Galilea.
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat,
penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI* Senin, 30 Desember 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Dalam Keheningan Doa Kita Berjumpa Dengan Tuhan!* Lukas 2: 36-40
Saudara-saudari ... Sadarkah kita bahwa dalam keheningan doa kita mengundang Tuhan datang mendekatkan diri-Nya pada kita dan membawa kita dekat pada-Nya? Tidak ada jalan yang paling indah untuk mendekatkan diri pada Tuhan selain dalam keheningan doa.
Dalam keheningan doa, kita berjumpa dengan Tuhan; dalam keheningan doa kita bisa merasakan betapa terbuka hati Tuhan menyambut kita apa adanya. Dalam keheningan doa, secara bebas kita ungkapkan perasaan kita pada Tuhan. Dalam keheningan doa, kita bisa menangis, bernyanyi dan menari. Dalam keheningan doa, kita bisa ungkapkan kemarahan dan kekecewaan kita. Dalam keheningan doa, kita bisa melihat dan merasakan betapa besar kasih-sayang Tuhan kepada kita; betapa luas pengertiannya atas keterbatasan kita.
Di saat kita ungkapkan kekurangan dan dosa kita, Ia dengan penuh belaskasihan merangkul dan memberi kita pengampunan. Dalam keheningan doa kita sungguh merasakan kehangatan cinta Tuhan.
Saudara-saudari ... Hari ini kita mendengar ceritera tentang Hana. Seorang janda berumur 84 tahun. Tujuh tahun ia hidup dengan suaminya. Kemudian sejak kematian suaminya, ia hidup sendirian. Secara fisik ia sendirian, tetapi secara rohani ia selalu bersama Tuhan. Bait Allah sudah menjadi tempat ia memperoleh kekuatan dan rasa damai. Bait Allah sudah menjadi tempat ia expresikan suka-dukanya.
Injil hari ini katakan: “Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.” Ketekunannya dalam berdoa sudah membuahkan hasil yang sungguh mendatangkan kebahagiaan baginya. Ia bertemu dengan kanak-kanak Yesus dalam Bait Suci. Hatinya sungguh bahagia. Kebahagiaan itu diexpresikannya bukan saja lewat ucapan syukur kepada Tuhan, tetapi lebih dari itu, ia pergi mewartakan pengalaman kebahagiaan itu kepada orang lain. Ia sudah menjadi misionaris bagi kanak-kanak Yesus. Bagi Hana umur 84 tahun, bukanlah umur pensiun dan cuma tinggal dalam rumah nikmati masa tua demi kebahagian diri sendiri, tetapi ia keluar rumah, ke tempat umum wartakan pengalaman kebahagiaan kepada orang lain tentang kanak-kanak Yesus yang adalah Mesias. Hana sudah menjadi misionaris tua yang semangatnya tetap berapi-api. Semua ini terjadi karena berkat kekuatan Allah yang dialaminya dalam doa.
Pertanyaan untuk kita: Apakah kita selalu merasakan kedekatan dengan Tuhan sewaktu kita berdoa? Apakah kita dengan mudah expresikan perasaan dan pikiran kita kepada Tuhan? Pernahkah kita menangis di hadapan Tuhan? Pernahkah kita marah dengan Tuhan? Bagaimana reaksi Tuhan sewaktu kita expresikan kemarahan dan kekecewaan kita kepadaNya? Waktu kita jatuh dalam dosa dan kembali kepadaNya memohon pengampunan, apa yang kita rasakan sesudah mendapat pengampunan Tuhan?
Marilah saudara-saudari ... Tekunlah dalam berdoa, karena dalam keheningan doa kita bisa bertemu dengan Tuhan.
Kita memohon Hana dan Bunda Maria untuk mendoakan kita agar kita pun boleh berjumpa dengan Tuhan di kala kita berdoa. Amin
Salam Damai Kristus
Bacaan Liturgi
Hari Keenam dalam Oktaf Natal
Bacaan Injil
Luk 2:36-40
Hana berbicara tentang kanak-kanak Yesus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Ketika kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah,
ada di Yerusalem seorang nabi perempuan,
anak Fanuel dari suku Asyer. Namanya Hana.
Ia sudah sangat lanjut umurnya.
Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya,
dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun.
Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah,
dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
Pada hari kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah,
Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah,
serta berbicara tentang kanak Yesus kepada semua orang
yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan
menurut hukum Tuhan,
kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus
ke kota kediaman mereka,
yaitu kota Nazaret di Galilea.
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat,
penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI* Senin, 30 Desember 2019 RP Fredy Jehadin, SVD
*Tema: Dalam Keheningan Doa Kita Berjumpa Dengan Tuhan!* Lukas 2: 36-40
Saudara-saudari ... Sadarkah kita bahwa dalam keheningan doa kita mengundang Tuhan datang mendekatkan diri-Nya pada kita dan membawa kita dekat pada-Nya? Tidak ada jalan yang paling indah untuk mendekatkan diri pada Tuhan selain dalam keheningan doa.
Dalam keheningan doa, kita berjumpa dengan Tuhan; dalam keheningan doa kita bisa merasakan betapa terbuka hati Tuhan menyambut kita apa adanya. Dalam keheningan doa, secara bebas kita ungkapkan perasaan kita pada Tuhan. Dalam keheningan doa, kita bisa menangis, bernyanyi dan menari. Dalam keheningan doa, kita bisa ungkapkan kemarahan dan kekecewaan kita. Dalam keheningan doa, kita bisa melihat dan merasakan betapa besar kasih-sayang Tuhan kepada kita; betapa luas pengertiannya atas keterbatasan kita.
Di saat kita ungkapkan kekurangan dan dosa kita, Ia dengan penuh belaskasihan merangkul dan memberi kita pengampunan. Dalam keheningan doa kita sungguh merasakan kehangatan cinta Tuhan.
Saudara-saudari ... Hari ini kita mendengar ceritera tentang Hana. Seorang janda berumur 84 tahun. Tujuh tahun ia hidup dengan suaminya. Kemudian sejak kematian suaminya, ia hidup sendirian. Secara fisik ia sendirian, tetapi secara rohani ia selalu bersama Tuhan. Bait Allah sudah menjadi tempat ia memperoleh kekuatan dan rasa damai. Bait Allah sudah menjadi tempat ia expresikan suka-dukanya.
Injil hari ini katakan: “Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.” Ketekunannya dalam berdoa sudah membuahkan hasil yang sungguh mendatangkan kebahagiaan baginya. Ia bertemu dengan kanak-kanak Yesus dalam Bait Suci. Hatinya sungguh bahagia. Kebahagiaan itu diexpresikannya bukan saja lewat ucapan syukur kepada Tuhan, tetapi lebih dari itu, ia pergi mewartakan pengalaman kebahagiaan itu kepada orang lain. Ia sudah menjadi misionaris bagi kanak-kanak Yesus. Bagi Hana umur 84 tahun, bukanlah umur pensiun dan cuma tinggal dalam rumah nikmati masa tua demi kebahagian diri sendiri, tetapi ia keluar rumah, ke tempat umum wartakan pengalaman kebahagiaan kepada orang lain tentang kanak-kanak Yesus yang adalah Mesias. Hana sudah menjadi misionaris tua yang semangatnya tetap berapi-api. Semua ini terjadi karena berkat kekuatan Allah yang dialaminya dalam doa.
Pertanyaan untuk kita: Apakah kita selalu merasakan kedekatan dengan Tuhan sewaktu kita berdoa? Apakah kita dengan mudah expresikan perasaan dan pikiran kita kepada Tuhan? Pernahkah kita menangis di hadapan Tuhan? Pernahkah kita marah dengan Tuhan? Bagaimana reaksi Tuhan sewaktu kita expresikan kemarahan dan kekecewaan kita kepadaNya? Waktu kita jatuh dalam dosa dan kembali kepadaNya memohon pengampunan, apa yang kita rasakan sesudah mendapat pengampunan Tuhan?
Marilah saudara-saudari ... Tekunlah dalam berdoa, karena dalam keheningan doa kita bisa bertemu dengan Tuhan.
Kita memohon Hana dan Bunda Maria untuk mendoakan kita agar kita pun boleh berjumpa dengan Tuhan di kala kita berdoa. Amin
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
KANAK YESUS
30 Desember 2019
“Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang Kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem” (Luk 2:38)
Lectio
1 Yoh 2:12-17; Mzm 96:7-8a, 8b-9, 10; Luk 2:36-40
Santy, anak Marta yang baru 1 bulan melahirkan, berkata kepada ibunya :
“Mamah, Santy harus bekerja lagi dalam waktu satu bulan. Apakah nanti Mama bisa menemani Mikael?”
Marta menjawab :
“Saran Mama, Mikael harus ada kelekatan denganmu. Tapi jika kamu memang harus bekerja, Mama bisa mengurusnya.”
Sebulan kemudian Santy pun kembali bekerja dan sesekali dia menelpon ibunya untuk menanyakan keadaan Mikael.
Setelah satu minggu bekerja, Santy berkata kepada Ibunya :
“Mah, ternyata saya tak bisa meninggalkan Mikael. Mama benar.. masa bayi dan kanak-kanak adalah masa yang paling berharga.”
Lalu Shanti dan Marta pun berpelukan.
Masa kanak-kanak Yesus adalah masa yang dinantikan banyak orang.
Oratio
Ya Yesus, terima kasih atas kasih-Mu. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan berjaga-jaga seperti Hana yang menantikan kanak-kanak Yesus.
Have a Blessed Monday of Christmas Octave.
KANAK YESUS
30 Desember 2019
“Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang Kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem” (Luk 2:38)
Lectio
1 Yoh 2:12-17; Mzm 96:7-8a, 8b-9, 10; Luk 2:36-40
Santy, anak Marta yang baru 1 bulan melahirkan, berkata kepada ibunya :
“Mamah, Santy harus bekerja lagi dalam waktu satu bulan. Apakah nanti Mama bisa menemani Mikael?”
Marta menjawab :
“Saran Mama, Mikael harus ada kelekatan denganmu. Tapi jika kamu memang harus bekerja, Mama bisa mengurusnya.”
Sebulan kemudian Santy pun kembali bekerja dan sesekali dia menelpon ibunya untuk menanyakan keadaan Mikael.
Setelah satu minggu bekerja, Santy berkata kepada Ibunya :
“Mah, ternyata saya tak bisa meninggalkan Mikael. Mama benar.. masa bayi dan kanak-kanak adalah masa yang paling berharga.”
Lalu Shanti dan Marta pun berpelukan.
Masa kanak-kanak Yesus adalah masa yang dinantikan banyak orang.
Oratio
Ya Yesus, terima kasih atas kasih-Mu. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan berjaga-jaga seperti Hana yang menantikan kanak-kanak Yesus.
Have a Blessed Monday of Christmas Octave.
*JANGAN MENYIMPAN APA YANG TIDAK BAIK*
Ada seseorang yang tinggal di lereng gunung, hidup bertani dengan sangat menikmati kebahagiaan dan ketenangan di dalam hidupnya.
Petani tersebut mempunyai dua kantong.
Pada kantong yang satu terdapat lubang, t a p i pada kantong, yang lainnya tidak tersebut lubang.
Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah di dengarnya seperti makian dan sindiran, di tulisnya di sebuah kertas, di gulung kecil, kemudian di masukkannya ke dalam kantong yang berlubang.
Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, di tulisnya di sebuah kertas,
kemudian di masukkannya ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya.
Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal² indah yang sudah di perolehnya sepanjang hari itu.
Kemudian ia merogoh kantong yang ada lubangnya, tapi ia tidak menemukan apapun.
Maka ia pun tertawa dan tetap bersukacita, k a r e n a tak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya.
Itulah yang seharusnya kita lakukan, Menyimpan semua yang baik di “kantong yang tidak berlubang”,
s e h i n g g a tidak satupun yang baik yang hilang dari hidup kita.
Sebaliknya, simpanlah semua yang buruk di “kantong yang berlubang”,
m a k a yang buruk itu akan jatuh dan tidak perlu kita ingat lagi.
Namun sayang sekali masih banyak orang yang melakukan dengan terbalik.
Mereka menyimpan semua yang baik di “kantong yang berlubang”, dan apa yang tidak baik di “kantong yang tidak berlubang” (alias memelihara pikiran² jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati), m a k a jiwanya menjadi tertekan dan tidak ada gairah dalam menjalani hidup.
Karena itu, agar bisa menikmati kehidupan yang BAHAGIA DAN TENANG:
JANGAN MENYIMPAN APA YANG TIDAK BAIK DI DALAM HIDUP KITA.-nel'z-
Mari mencoba menyimpan hanya yang baik dan bermanfaat,
Niatkan MENABUNG KEBAIKAN di kantong kehidupan yang penuh keindahan ini.
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.”
Salam Damai Kristus
Ada seseorang yang tinggal di lereng gunung, hidup bertani dengan sangat menikmati kebahagiaan dan ketenangan di dalam hidupnya.
Petani tersebut mempunyai dua kantong.
Pada kantong yang satu terdapat lubang, t a p i pada kantong, yang lainnya tidak tersebut lubang.
Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah di dengarnya seperti makian dan sindiran, di tulisnya di sebuah kertas, di gulung kecil, kemudian di masukkannya ke dalam kantong yang berlubang.
Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, di tulisnya di sebuah kertas,
kemudian di masukkannya ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya.
Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal² indah yang sudah di perolehnya sepanjang hari itu.
Kemudian ia merogoh kantong yang ada lubangnya, tapi ia tidak menemukan apapun.
Maka ia pun tertawa dan tetap bersukacita, k a r e n a tak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya.
Itulah yang seharusnya kita lakukan, Menyimpan semua yang baik di “kantong yang tidak berlubang”,
s e h i n g g a tidak satupun yang baik yang hilang dari hidup kita.
Sebaliknya, simpanlah semua yang buruk di “kantong yang berlubang”,
m a k a yang buruk itu akan jatuh dan tidak perlu kita ingat lagi.
Namun sayang sekali masih banyak orang yang melakukan dengan terbalik.
Mereka menyimpan semua yang baik di “kantong yang berlubang”, dan apa yang tidak baik di “kantong yang tidak berlubang” (alias memelihara pikiran² jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati), m a k a jiwanya menjadi tertekan dan tidak ada gairah dalam menjalani hidup.
Karena itu, agar bisa menikmati kehidupan yang BAHAGIA DAN TENANG:
JANGAN MENYIMPAN APA YANG TIDAK BAIK DI DALAM HIDUP KITA.-nel'z-
Mari mencoba menyimpan hanya yang baik dan bermanfaat,
Niatkan MENABUNG KEBAIKAN di kantong kehidupan yang penuh keindahan ini.
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.”
Salam Damai Kristus
Doa Senin
30 Des 2019
By : Team Moderator
Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus,
dari waktu ke waktu kami perlu diingatkan,
bahwa ada hal-hal lain dalam jagad rayaMu ini
yang jauh lebih penting daripada kebahagiaan
atau kesejahteraan kami sendiri.
Dunia ini tidak dirancang untuk memuaskan
semua selera jasmani maupun rohani kami, dan
menjadikan satu sama lain pusat kehidupan kami,
dan kemudian kami bertanya mengapa
kami masih tidak puas dan tetap haus.
Dengan kemurahanMu Engkau telah memungkinkan
kami membagikan hidup kami,
tetapi kebahagiaan kami bersama
janganlah menjadi tujuan akhir itu sendiri.
Kebahagiaan adalah sarana untuk memperindah
dan memperkaya hidup kami kepada satu sama lain
bertumbuh makin dalam,
jadikanlah kesetiaan kami kepada Engkau dan orang lain
lebih sungguh-sungguh dan nyata.
Kami berdoa kiranya Engkau dan tujuan-tujuanMu
selalu kami utamakan dalam hidup kami.
Bimbinglah kami Tuhan untuk sungguh berkomitmen
dan menjadikan Engkau sebagai fokus utama dalam
kehidupan kami.
Kami panjatkan doa ini hanya di dalam namaMu,
Tuhan Yesus
Juru Selamat kami.
Amin
Salam Damai Kristus
30 Des 2019
By : Team Moderator
Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus,
dari waktu ke waktu kami perlu diingatkan,
bahwa ada hal-hal lain dalam jagad rayaMu ini
yang jauh lebih penting daripada kebahagiaan
atau kesejahteraan kami sendiri.
Dunia ini tidak dirancang untuk memuaskan
semua selera jasmani maupun rohani kami, dan
menjadikan satu sama lain pusat kehidupan kami,
dan kemudian kami bertanya mengapa
kami masih tidak puas dan tetap haus.
Dengan kemurahanMu Engkau telah memungkinkan
kami membagikan hidup kami,
tetapi kebahagiaan kami bersama
janganlah menjadi tujuan akhir itu sendiri.
Kebahagiaan adalah sarana untuk memperindah
dan memperkaya hidup kami kepada satu sama lain
bertumbuh makin dalam,
jadikanlah kesetiaan kami kepada Engkau dan orang lain
lebih sungguh-sungguh dan nyata.
Kami berdoa kiranya Engkau dan tujuan-tujuanMu
selalu kami utamakan dalam hidup kami.
Bimbinglah kami Tuhan untuk sungguh berkomitmen
dan menjadikan Engkau sebagai fokus utama dalam
kehidupan kami.
Kami panjatkan doa ini hanya di dalam namaMu,
Tuhan Yesus
Juru Selamat kami.
Amin
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Senin,_ *30 Desember 2019*
1Yoh 2:12-17
Mzm 96:7-10
Luk 2:36-40
*BUKAN BERASAL DARI BAPA*
_Janganlah kamu mengasih dunia dan apa yang ada didalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. -- 1Yoh 2:15_
Ada banyak sekali tawaran dunia bagi kehidupan kita. Jika kita memiliki harta, kita dapat memilih hidup yang lebih nyaman, makanan dan pendidikan yang lebih baik, dan tentu saja, taraf hidup yang lebih baik. Karena alasan itulah, banyak dari kita yang berusaha mengejar kenyamanan hidup dengan bekerja sekeras-kerasnya. Tetapi, tidak sedikit yang rela menghalalkan segala cara agar mendapat dengan cepat.
Harta dunia memang dapat membuat orang terlena. Bahkan beberapa pejabat pemerintahanpun ada yang terjerat kasus korupsi, walau pada saat dilantik sudah melakukan sumpah. Namun pada akhirnya, karena tawaran dunia yang begitu menggoda, walau sudah hidup berkecukupan, mereka tetap jatuh dalam tindak korupsi.
Ketika tindak korupsi terjadi, para koruptor tidak memikirkan dampak yang akan dialami oleh masyarakat banyak. Kalaupun terpikir, mungkin mereka lebih memilih menutup mata dan berpikir mereka tidak melakukan kejahatan secara langsung seperti merampok atau mencuri. Pembenaran lainnya adalah jalan untuk berpenghasilan cepat dengan korupsi terbentang di depan mata merupakan jalan dan rezeki dari Tuhan. Kita tentu setuju bahwa hal ini salah.
Perikop hari ini mengingatkan kita bahwa hidup kita di dunia hanyalah bersifat sementara. Hidup ini bukanlah hanya perjuangan untuk mendapatkan dunia, karena pertanggungjawabannya tidak hanya kepada hukum dunia, melainkan juga saat kita menghadap Bapa yang kekal. (Md)
_Apakah kasih Allah Bapa masih ada dalam diri saya?_
Salam Damai Kristus
_Senin,_ *30 Desember 2019*
1Yoh 2:12-17
Mzm 96:7-10
Luk 2:36-40
*BUKAN BERASAL DARI BAPA*
_Janganlah kamu mengasih dunia dan apa yang ada didalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. -- 1Yoh 2:15_
Ada banyak sekali tawaran dunia bagi kehidupan kita. Jika kita memiliki harta, kita dapat memilih hidup yang lebih nyaman, makanan dan pendidikan yang lebih baik, dan tentu saja, taraf hidup yang lebih baik. Karena alasan itulah, banyak dari kita yang berusaha mengejar kenyamanan hidup dengan bekerja sekeras-kerasnya. Tetapi, tidak sedikit yang rela menghalalkan segala cara agar mendapat dengan cepat.
Harta dunia memang dapat membuat orang terlena. Bahkan beberapa pejabat pemerintahanpun ada yang terjerat kasus korupsi, walau pada saat dilantik sudah melakukan sumpah. Namun pada akhirnya, karena tawaran dunia yang begitu menggoda, walau sudah hidup berkecukupan, mereka tetap jatuh dalam tindak korupsi.
Ketika tindak korupsi terjadi, para koruptor tidak memikirkan dampak yang akan dialami oleh masyarakat banyak. Kalaupun terpikir, mungkin mereka lebih memilih menutup mata dan berpikir mereka tidak melakukan kejahatan secara langsung seperti merampok atau mencuri. Pembenaran lainnya adalah jalan untuk berpenghasilan cepat dengan korupsi terbentang di depan mata merupakan jalan dan rezeki dari Tuhan. Kita tentu setuju bahwa hal ini salah.
Perikop hari ini mengingatkan kita bahwa hidup kita di dunia hanyalah bersifat sementara. Hidup ini bukanlah hanya perjuangan untuk mendapatkan dunia, karena pertanggungjawabannya tidak hanya kepada hukum dunia, melainkan juga saat kita menghadap Bapa yang kekal. (Md)
_Apakah kasih Allah Bapa masih ada dalam diri saya?_
Salam Damai Kristus
♡ _TAK TERASA_
_TAHUN 2019_
_TINGGAL 3_
_HARI AKAN_
_BERAKHIR..._
_KITA AKAN_
_MENJELANG_
_TAHUN BARU_
_2020...
♡ _*BUAT*_
_*KELUARGA*_
_*KU ♡*_
_Kamulah yang_
_terpenting_
_dalam hidup_
_Ku_
♡ _*BUAT YANG KU*_
_*SAYANGI ♡*_
_Aku minta_
_ma'af atas_
_sikap tindak_
_tandukku yang_
_menyakitkan_
_hatimu_🙏
♡ _*BUAT KAWAN*_
_*KAWANKU ♡*_
_Maafkan aku_
_pernah khilaf &_
_salah padamu_
😥
♡ _*BUAT*_
_*SAHABATKU ♡*_
_Jangan lupakan_
_aku bila suatu_
_masa nanti kita_
_terpisah_
♡ _*BUAT YANG TAK*_
_*SEPENDAPAT*_
_Maafkanlah bila_
_selama ini saya_
_selalu salah_
_dimata mu_
☆ _*BUAT YANG*_
_*SAYANG PADA*_
_*KU☆*_
_Aku juga sangat_
_menyayangi_
_mu_
♡ _*BUAT YANG TAK*_
_*KENAL DENGAN KU*_
_Salam kenal_
_semoga kita bisa_
_menjadi sahabat_
_yang baik_
☆ _TERIMA KASIH_
_BUAT_
_SEMUANYA_
_KARENA_
_TELAH_
_MENGHIASI_
_HIDUPKU DI_
_TAHUN YANG_
_LALU SEMUA_
_ITU AKAN_
_MENJADI_
_KENANGAN YG_
_SANGAT_
_BERMAKNA_
_BAGI KU_
🙏
_*♡ DO'A &*_
_*HARAPAN KU*_nel'z_
_DI TAHUN_
_2020 AKAN_
_MENJADI_
_LEBIH BAIK, LEBIH PENUH BERKAH & SEHAT_
_DARI_
_TAHUN_
_SEBELUMNYA_.
Salam Damai Kristus
_TAHUN 2019_
_TINGGAL 3_
_HARI AKAN_
_BERAKHIR..._
_KITA AKAN_
_MENJELANG_
_TAHUN BARU_
_2020...
♡ _*BUAT*_
_*KELUARGA*_
_*KU ♡*_
_Kamulah yang_
_terpenting_
_dalam hidup_
_Ku_
♡ _*BUAT YANG KU*_
_*SAYANGI ♡*_
_Aku minta_
_ma'af atas_
_sikap tindak_
_tandukku yang_
_menyakitkan_
_hatimu_🙏
♡ _*BUAT KAWAN*_
_*KAWANKU ♡*_
_Maafkan aku_
_pernah khilaf &_
_salah padamu_
😥
♡ _*BUAT*_
_*SAHABATKU ♡*_
_Jangan lupakan_
_aku bila suatu_
_masa nanti kita_
_terpisah_
♡ _*BUAT YANG TAK*_
_*SEPENDAPAT*_
_Maafkanlah bila_
_selama ini saya_
_selalu salah_
_dimata mu_
☆ _*BUAT YANG*_
_*SAYANG PADA*_
_*KU☆*_
_Aku juga sangat_
_menyayangi_
_mu_
♡ _*BUAT YANG TAK*_
_*KENAL DENGAN KU*_
_Salam kenal_
_semoga kita bisa_
_menjadi sahabat_
_yang baik_
☆ _TERIMA KASIH_
_BUAT_
_SEMUANYA_
_KARENA_
_TELAH_
_MENGHIASI_
_HIDUPKU DI_
_TAHUN YANG_
_LALU SEMUA_
_ITU AKAN_
_MENJADI_
_KENANGAN YG_
_SANGAT_
_BERMAKNA_
_BAGI KU_
🙏
_*♡ DO'A &*_
_*HARAPAN KU*_nel'z_
_DI TAHUN_
_2020 AKAN_
_MENJADI_
_LEBIH BAIK, LEBIH PENUH BERKAH & SEHAT_
_DARI_
_TAHUN_
_SEBELUMNYA_.
Salam Damai Kristus
Santo-Santa
30 Desember
Santo Sabinus, Uskup dan Martir
Sabinus adalah uskup kota Asisi. Bersama beberapa orang imamnya, ia ditangkap dan dipenjarakan di kala Kaisar Diokletianus dan Maksimianus melancarkan penganiayaan terhadap umat Kristen pada tahun 303. Pengadilan atas diri Sabinus bersama imam-imamnya dan seluruh umatnya ditangani langsung oleh Gubernur Venustian di kota Umbria. Mengikuti kebiasaan yang berlaku pada setiap pengadilan terhadap orang-orang Kristen, Venustian memerintahkan Sabinus bersama imam-imam dan seluruh umatnya menyembah sujud patung dewa Yupiter, dewa tertinggi bangsa Romawi. Mereka harus menyembah Yupiter karena Yupiterlah yang menurunkan hujan dan memberikan cahaya matahari kepada manusia, terutama karena Yupiter adalah pembela ulung kekuasaan Romawi di seluruh dunia.
Mendengar perintah sang Gubernur Venustian, Sabinus tampil ke depan seolah-olah hendak menyembah patung dewa Yupiter. Ia menyentuh patung itu dengan jarinya dan patung itu sekonyong-konyong hancur berkeping-keping dan berserakan di atas tanah. Semua orang yang hadir di situ tercengang keheranan. Melihat keajaiban itu, Venustian marah dan segera memerintahkan agar tangan Sabinus dipotong. Sementara itu imam-imamnya disiksa hingga mati.
Para serdadu yang diperintahkan memotong tangan Sabinus menggiring Sabinus ke hadapan Venustian untuk dihukum. Ketika berada di hadapan Venustian, Sabinus tergerak hatinya oleh belaskasihan atas Venustian yang sudah lama menderita penyakit mata yang membahayakan. Ia berdoa kepada Yesus lalu menyentuh mata Venustian. Seketika itu juga sembuhlah mata Venustian.
Mengalami kebaikan hati Sabinus, Venustian terharu dan melepaskan Sabinus. Ia sendiri pun kemudian bertobat dan minta dipermandikan. Tak lama kemudian Venustian yang sudah menjadi Kristen itu ditangkap dan dipenggal kepalanya oleh kaki tangan gubernur Asisi yang baru. Hal yang sama dilakukan pula atas diri Uskup Sabinus.
Sumber : www.imankatolik.or.id
30 Desember
Santo Sabinus, Uskup dan Martir
Sabinus adalah uskup kota Asisi. Bersama beberapa orang imamnya, ia ditangkap dan dipenjarakan di kala Kaisar Diokletianus dan Maksimianus melancarkan penganiayaan terhadap umat Kristen pada tahun 303. Pengadilan atas diri Sabinus bersama imam-imamnya dan seluruh umatnya ditangani langsung oleh Gubernur Venustian di kota Umbria. Mengikuti kebiasaan yang berlaku pada setiap pengadilan terhadap orang-orang Kristen, Venustian memerintahkan Sabinus bersama imam-imam dan seluruh umatnya menyembah sujud patung dewa Yupiter, dewa tertinggi bangsa Romawi. Mereka harus menyembah Yupiter karena Yupiterlah yang menurunkan hujan dan memberikan cahaya matahari kepada manusia, terutama karena Yupiter adalah pembela ulung kekuasaan Romawi di seluruh dunia.
Mendengar perintah sang Gubernur Venustian, Sabinus tampil ke depan seolah-olah hendak menyembah patung dewa Yupiter. Ia menyentuh patung itu dengan jarinya dan patung itu sekonyong-konyong hancur berkeping-keping dan berserakan di atas tanah. Semua orang yang hadir di situ tercengang keheranan. Melihat keajaiban itu, Venustian marah dan segera memerintahkan agar tangan Sabinus dipotong. Sementara itu imam-imamnya disiksa hingga mati.
Para serdadu yang diperintahkan memotong tangan Sabinus menggiring Sabinus ke hadapan Venustian untuk dihukum. Ketika berada di hadapan Venustian, Sabinus tergerak hatinya oleh belaskasihan atas Venustian yang sudah lama menderita penyakit mata yang membahayakan. Ia berdoa kepada Yesus lalu menyentuh mata Venustian. Seketika itu juga sembuhlah mata Venustian.
Mengalami kebaikan hati Sabinus, Venustian terharu dan melepaskan Sabinus. Ia sendiri pun kemudian bertobat dan minta dipermandikan. Tak lama kemudian Venustian yang sudah menjadi Kristen itu ditangkap dan dipenggal kepalanya oleh kaki tangan gubernur Asisi yang baru. Hal yang sama dilakukan pula atas diri Uskup Sabinus.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Sabtu, 28 Desember 2019
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Minggu,_ *29 Desember 2019*
*Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf*
Sir 3:2-6,12-14
Mzm 128:1-5
Kol 3:12-21
Mat 2:13-15,19-23
*OUR FAMILY*
_Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. -- Mat 2:14_
Ketika masih kecil, saya mempunyai ketakutan terhadap pernikahan. Hal itu disebabkan karena banyaknya kejadian pernikahan yang tidak berakhir bahagia di sekitar saya, baik dari pengalaman keluarga, berita di surat kabar atau televisi, dan film yang saya tonton.
Meskipun keluarga saya baik-baik saja, namun karena peristiwa di sekitar, tanpa saya sadari muncul ketakutan akan pernikahan. Kondisi ini berlangsung cukup lama, hingga akhir-nya saya memutuskan untuk menikah. Saya bergumul bersama Tuhan, mengenai keputusan ini. Pada akhirnya, ia membuat saya memiliki keberanian dan kekuatan untuk melangkah keluar dari semua ketakutan saya.
Perkataan-Nya sangat sederhana, "Engkau tidak bisa mengendalikan semua yang terjadi di luar, karena semua itu di luar kendalimu. Tetapi kamu bisa mengendalikan semua yang ada di dalam dirimu. Jadikan Aku sebagai pusat kehidupan keluargamu, maka Aku akan memampukanmu untuk melakukannya." Perkataan yang sulit saya pahami ketika itu. Namun Ia memberikan teladan Keluarga Kudus dalam bacaan hari ini.
Keluarga Kudus ini menjadikan Bapa sebagai pusat. Yusuf dengan sigap menanggapi apa yang Bapa sampaikan melalui malaikat dan hal itu menyelamatkan keluarganya. Banyak hal yang saya teladani dari Keluarga Kudus ini, sehingga membuat saya semakin yakin menjalani kehidupan berkeluarga. (Cr)
_Sudahkah saya mengikutsertakan Tuhan dalam menjalani kehidupan saya?_
Salam Damai Kristus
_Minggu,_ *29 Desember 2019*
*Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf*
Sir 3:2-6,12-14
Mzm 128:1-5
Kol 3:12-21
Mat 2:13-15,19-23
*OUR FAMILY*
_Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. -- Mat 2:14_
Ketika masih kecil, saya mempunyai ketakutan terhadap pernikahan. Hal itu disebabkan karena banyaknya kejadian pernikahan yang tidak berakhir bahagia di sekitar saya, baik dari pengalaman keluarga, berita di surat kabar atau televisi, dan film yang saya tonton.
Meskipun keluarga saya baik-baik saja, namun karena peristiwa di sekitar, tanpa saya sadari muncul ketakutan akan pernikahan. Kondisi ini berlangsung cukup lama, hingga akhir-nya saya memutuskan untuk menikah. Saya bergumul bersama Tuhan, mengenai keputusan ini. Pada akhirnya, ia membuat saya memiliki keberanian dan kekuatan untuk melangkah keluar dari semua ketakutan saya.
Perkataan-Nya sangat sederhana, "Engkau tidak bisa mengendalikan semua yang terjadi di luar, karena semua itu di luar kendalimu. Tetapi kamu bisa mengendalikan semua yang ada di dalam dirimu. Jadikan Aku sebagai pusat kehidupan keluargamu, maka Aku akan memampukanmu untuk melakukannya." Perkataan yang sulit saya pahami ketika itu. Namun Ia memberikan teladan Keluarga Kudus dalam bacaan hari ini.
Keluarga Kudus ini menjadikan Bapa sebagai pusat. Yusuf dengan sigap menanggapi apa yang Bapa sampaikan melalui malaikat dan hal itu menyelamatkan keluarganya. Banyak hal yang saya teladani dari Keluarga Kudus ini, sehingga membuat saya semakin yakin menjalani kehidupan berkeluarga. (Cr)
_Sudahkah saya mengikutsertakan Tuhan dalam menjalani kehidupan saya?_
Salam Damai Kristus
Doa Minggu
29 Des 2019
By : Team Moderator
Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus yang terkasih,
Hari minggu ini adalah ibadah terakhir yang aku
hadiri di tahun 2019 ini.
Tak lama lagi, tahun ini akan berlalu dan aku
akan menyongsong tahun yang baru 2020
Sudah begitu banyak ya Tuhan,
firman Tuhan yang aku dengarkan sepanjang tahun ini.
Namun, ketika aku bertanya pada diriku sendiri,
apakah firman yang aku dengar itu sudah 'ku lakukan
semuanya ?
Aku sungguh malu Tuhan, karena banyak hal yang
belum 'ku kerjakan.
Seringkali aku tidak melakukan firmanMu dan
mengajukan berbagai macam alasan untuk tidak melakukannya.
Kadang tidak setiap hari aku merenungkan akan firmanMu,
setiap hari aku lalui secara biasa - biasa saja,
dalam rutinitas belaka, tanpa aku berusaha untuk
menggali firmanMu lebih dalam dan mencari kesempatan
untuk melakukannya ataupun membagikan firmanMu kepada
sesama.
Ampuni aku ya Tuhan.
Ampuni sikap dan perbuatanku yang cenderung
menomorduakan firmanMu,
ampuni aku yang sering mendukakan hatiMu,
ampuni aku yang masih saja menjadi seperti bayi
yang kerohaniannya statis, yang selalu mesti
dibujuk dan didorong tanpa ada inisiatif dari
diriku sendiri untuk bertumbuh.
Aku mohon Tuhan Yesus,
tolonglah diriku ini.
Aku tidak mau selamanya seperti bayi,
Aku mau bertumbuh makin besar dan bisa makan
makanan yang keras, sehingga kerohanianku
berakar dengan kuat, dan tidak mudah goyah dalam
menghadapi apapun juga.
Bimbing aku untuk sungguh - sungguh merenungkan akan
firmanMu dan taat melakukannya.
Tolong aku untuk tidak hanya sekedar duduk di bangku
gereja dan mendengar akan firmanMu untuk kemudian
berlalu dengan sia - sia, seakan tak pernah mendengarnya,
melainkan firmanMu itu tertanam kuat di hatiku, dan
ada tekad dan kemauan yang kuat dari diriku untuk
mau melakukan kebenaran firmanMu yang telah 'ku dengar itu.
Sungguh Tuhan Yesus,
aku rindu tahun depan kehidupan kerohanianku
boleh lebih baik.
Dan, hubunganku dengan diriMu semakin terjalin dengan
erat dan indah.
BersamaMu Tuhan Yesus, aku mau menjalani hari - hari
yang lebih berarti, mengalami hal - hal yang luar biasa
bersamaMu.
Di dalam nama Tuhan Yesus,kami berdoa bersama-sama,
Amin
Salam Damai Kristus
29 Des 2019
By : Team Moderator
Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus yang terkasih,
Hari minggu ini adalah ibadah terakhir yang aku
hadiri di tahun 2019 ini.
Tak lama lagi, tahun ini akan berlalu dan aku
akan menyongsong tahun yang baru 2020
Sudah begitu banyak ya Tuhan,
firman Tuhan yang aku dengarkan sepanjang tahun ini.
Namun, ketika aku bertanya pada diriku sendiri,
apakah firman yang aku dengar itu sudah 'ku lakukan
semuanya ?
Aku sungguh malu Tuhan, karena banyak hal yang
belum 'ku kerjakan.
Seringkali aku tidak melakukan firmanMu dan
mengajukan berbagai macam alasan untuk tidak melakukannya.
Kadang tidak setiap hari aku merenungkan akan firmanMu,
setiap hari aku lalui secara biasa - biasa saja,
dalam rutinitas belaka, tanpa aku berusaha untuk
menggali firmanMu lebih dalam dan mencari kesempatan
untuk melakukannya ataupun membagikan firmanMu kepada
sesama.
Ampuni aku ya Tuhan.
Ampuni sikap dan perbuatanku yang cenderung
menomorduakan firmanMu,
ampuni aku yang sering mendukakan hatiMu,
ampuni aku yang masih saja menjadi seperti bayi
yang kerohaniannya statis, yang selalu mesti
dibujuk dan didorong tanpa ada inisiatif dari
diriku sendiri untuk bertumbuh.
Aku mohon Tuhan Yesus,
tolonglah diriku ini.
Aku tidak mau selamanya seperti bayi,
Aku mau bertumbuh makin besar dan bisa makan
makanan yang keras, sehingga kerohanianku
berakar dengan kuat, dan tidak mudah goyah dalam
menghadapi apapun juga.
Bimbing aku untuk sungguh - sungguh merenungkan akan
firmanMu dan taat melakukannya.
Tolong aku untuk tidak hanya sekedar duduk di bangku
gereja dan mendengar akan firmanMu untuk kemudian
berlalu dengan sia - sia, seakan tak pernah mendengarnya,
melainkan firmanMu itu tertanam kuat di hatiku, dan
ada tekad dan kemauan yang kuat dari diriku untuk
mau melakukan kebenaran firmanMu yang telah 'ku dengar itu.
Sungguh Tuhan Yesus,
aku rindu tahun depan kehidupan kerohanianku
boleh lebih baik.
Dan, hubunganku dengan diriMu semakin terjalin dengan
erat dan indah.
BersamaMu Tuhan Yesus, aku mau menjalani hari - hari
yang lebih berarti, mengalami hal - hal yang luar biasa
bersamaMu.
Di dalam nama Tuhan Yesus,kami berdoa bersama-sama,
Amin
Salam Damai Kristus
Jumat, 27 Desember 2019
"Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,
mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" (Lukas 13:6-9)
Buah yang Tuhan inginkan pada diri kita yaitu buah pertobatan,
Buah jiwa2,
Dan buah2 Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri,
Karen itu sebagai orang yang mengasihi Tuhan, kita harus takut akan Allah dan berpeganglah pada perintah2-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.
Salam Damai Kristus
mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" (Lukas 13:6-9)
Buah yang Tuhan inginkan pada diri kita yaitu buah pertobatan,
Buah jiwa2,
Dan buah2 Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri,
Karen itu sebagai orang yang mengasihi Tuhan, kita harus takut akan Allah dan berpeganglah pada perintah2-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.
Salam Damai Kristus
☘🍁Doa Pagi🍁☘
Sabtu 28 Desember 2019
Bapa kami yang di Surga,
di dalam kasih-Mu yang sangat besar Engkau telah bertindak, yaitu dengan rela datang ke dunia dan lahir sebagai seorang manusia. Kasih yang bukan sekadar Engkau tunjukkan dalam kata-kata, namun di dalam pengorbanan diri sampai mati di kayu salib bagi manusia yang sebenarnya tidak pantas untuk dikasihi seperti diriku.
Oleh sebab itu tolonglah aku untuk mengikuti jejak-Mu. Yaitu dengan mengasihi diri-Mu lebih dari semua hal yang lain, dan mengasihi sesamaku seperti diriku sendiri. Sehingga dengan demikian aku hidup memenuhi kehendak-Mu dan diriku baru layak untuk disebut sebagai pengikut-Mu.
Mengawali hari ini aku menghaturkan pujian dan ucapan syukurku kepada-Mu. Hampir satu tahun telah kulalui di sepanjang tahun ini di dalam penyertaan dan tuntunan-Mu. Penyertaan-Mu memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku.
Tuntunan-Mu memungkinkan aku untuk berjalan di jalan-jalan kemenangan yang telah Engkau sediakan bagi hidupku. Oleh sebab itu kembali aku memohon sertai dan bimbinglah aku di sepanjang hari ini dengan Roh dan firman-Mu.
Berkatilah semua yang kukerjakan dengan keberhasilan dan jadikanlah aku saluran berkat-Mu bagi lingkunganku. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku.
Amin.
Salam Damai Kristus
Sabtu 28 Desember 2019
Bapa kami yang di Surga,
di dalam kasih-Mu yang sangat besar Engkau telah bertindak, yaitu dengan rela datang ke dunia dan lahir sebagai seorang manusia. Kasih yang bukan sekadar Engkau tunjukkan dalam kata-kata, namun di dalam pengorbanan diri sampai mati di kayu salib bagi manusia yang sebenarnya tidak pantas untuk dikasihi seperti diriku.
Oleh sebab itu tolonglah aku untuk mengikuti jejak-Mu. Yaitu dengan mengasihi diri-Mu lebih dari semua hal yang lain, dan mengasihi sesamaku seperti diriku sendiri. Sehingga dengan demikian aku hidup memenuhi kehendak-Mu dan diriku baru layak untuk disebut sebagai pengikut-Mu.
Mengawali hari ini aku menghaturkan pujian dan ucapan syukurku kepada-Mu. Hampir satu tahun telah kulalui di sepanjang tahun ini di dalam penyertaan dan tuntunan-Mu. Penyertaan-Mu memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku.
Tuntunan-Mu memungkinkan aku untuk berjalan di jalan-jalan kemenangan yang telah Engkau sediakan bagi hidupku. Oleh sebab itu kembali aku memohon sertai dan bimbinglah aku di sepanjang hari ini dengan Roh dan firman-Mu.
Berkatilah semua yang kukerjakan dengan keberhasilan dan jadikanlah aku saluran berkat-Mu bagi lingkunganku. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku.
Amin.
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
MENCARI ANAK ITU
28 Desember 2019
“Bangunlah ambillah Anak itu serta Ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia” (Mat 2:13)
Lectio
1 Yoh 1:5-22; Mzm 124:2-3,4-5,7b-8; Mat 2:13-18
Setelah Andi dibaptis di sekolahnya, keesokan harinya ketika pulang sekolah, beberapa orang dari sekolah lain memberhentikan dia dan berkata :
“Hei kau! Sini kasih uang ke kita!”
Lalu Andi menjawab :
“Siapa kamu? Saya tidak kenal! Sebagai anak sekolah, seharusnya kita BELAJAR dan BERDOA, sehingga nanti bisa BEKERJA dengan baik dan mendapatkan uang!”
Lalu anak tadi pun melepaskan Andi.
Setibanya di rumah, Andi bercerita kepada Ayahnya tentang apa yang dialaminya, dan lalu berkata :
“Setelah dibaptis kok malah saya dibully ya Pah?”
Sang Ayah menjawab :
“Yesus setelah lahir pun sudah mau dibunuh. Tetapi Tuhan membantumu kan nak?”
“Iya Pah. Saya sungguh merasakannya.” jawab Andi.
Menjadi pengikut Yesus akan menghadapi setiap ancaman dari kekuasaan dunia.
Oratio
Ya Tuhan, dampingilah selalu hidup kami ketika dalam pencobaan. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan penuh keberanian mewartakan Sang Kebenaran.
Have a Blessed Holy Innocent Day.
MENCARI ANAK ITU
28 Desember 2019
“Bangunlah ambillah Anak itu serta Ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia” (Mat 2:13)
Lectio
1 Yoh 1:5-22; Mzm 124:2-3,4-5,7b-8; Mat 2:13-18
Setelah Andi dibaptis di sekolahnya, keesokan harinya ketika pulang sekolah, beberapa orang dari sekolah lain memberhentikan dia dan berkata :
“Hei kau! Sini kasih uang ke kita!”
Lalu Andi menjawab :
“Siapa kamu? Saya tidak kenal! Sebagai anak sekolah, seharusnya kita BELAJAR dan BERDOA, sehingga nanti bisa BEKERJA dengan baik dan mendapatkan uang!”
Lalu anak tadi pun melepaskan Andi.
Setibanya di rumah, Andi bercerita kepada Ayahnya tentang apa yang dialaminya, dan lalu berkata :
“Setelah dibaptis kok malah saya dibully ya Pah?”
Sang Ayah menjawab :
“Yesus setelah lahir pun sudah mau dibunuh. Tetapi Tuhan membantumu kan nak?”
“Iya Pah. Saya sungguh merasakannya.” jawab Andi.
Menjadi pengikut Yesus akan menghadapi setiap ancaman dari kekuasaan dunia.
Oratio
Ya Tuhan, dampingilah selalu hidup kami ketika dalam pencobaan. Amin
Missio
Marilah kita hidup dengan penuh keberanian mewartakan Sang Kebenaran.
Have a Blessed Holy Innocent Day.
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *28 Desember 2019*
*Pesta Kanak-Kanak Suci*
1Yoh 1:5 -- 2:2
Mzm 124:2-5,7-8
Mat 2:13-18
*BIMBINGAN TUHAN*
_Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. -- Mat 2:14_
_Kemarin sudah berlalu, hari ini adalah hadiah, dan besok adalah misteri._ Sebuah kalimat yang artinya sangat dalam, tetapi sangat menginspirasi. Karena yang lalu, sudah berlalu dan tak mungkin kembali, dan besok kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kita hanya memiliki hari ini sebagai berkat yang harus kita syukuri, tanpa harus teringat masa lalu dan khawatir akan masa depan. Namun banyak orang gagal melewati masa lalu dan masih terus mereka bawa hingga hari ini, bahkan mungkin sampai masa depan.
Teman, kadang kita perlu melakukan langkah iman dalam menanggapi bimbingan Tuhan. Sama seperti ketika Yusuf mengalami penampakan dalam mimpinya, ia tidak termenung memikirkan kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi kelak. Ia hanya melakukan tepat seperti yang diminta oleh malaikat dan percaya Allah akan membimbingnya.
Lima belas tahun lalu, saya bekerja untuk melayani Tuhan. Saya mengambil bagian dalam membimbing anak-anak muda agar mereka mencintai dan melayani Tuhan. Tetapi secara tiba-tiba, saya merasa Tuhan ingin saya masuk dalam dunia usaha. Satu hal yang sulit dimengerti, karena Alkitab mengatakan tuaian banyak dan pekerja sedikit. Akan tetapi saya merasa bahwa Tuhan membimbing saya untuk bekerja di tempat lain. Jawaban Tuhan baru terlihat satu tahun kemudian ketika saya harus meneruskan usaha orang tua.
Saya percaya Tuhan membimbing setiap orang yang berdoa memohon bimbingan-Nya. Namun terkadang, cara Tuhan sering tidak kita mengerti. (An)
_Sudahkah saya meminta bimbingan Tuhan untuk memasuki tahun yang baru?_
Salam Damai Kristus
_Sabtu,_ *28 Desember 2019*
*Pesta Kanak-Kanak Suci*
1Yoh 1:5 -- 2:2
Mzm 124:2-5,7-8
Mat 2:13-18
*BIMBINGAN TUHAN*
_Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. -- Mat 2:14_
_Kemarin sudah berlalu, hari ini adalah hadiah, dan besok adalah misteri._ Sebuah kalimat yang artinya sangat dalam, tetapi sangat menginspirasi. Karena yang lalu, sudah berlalu dan tak mungkin kembali, dan besok kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kita hanya memiliki hari ini sebagai berkat yang harus kita syukuri, tanpa harus teringat masa lalu dan khawatir akan masa depan. Namun banyak orang gagal melewati masa lalu dan masih terus mereka bawa hingga hari ini, bahkan mungkin sampai masa depan.
Teman, kadang kita perlu melakukan langkah iman dalam menanggapi bimbingan Tuhan. Sama seperti ketika Yusuf mengalami penampakan dalam mimpinya, ia tidak termenung memikirkan kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi kelak. Ia hanya melakukan tepat seperti yang diminta oleh malaikat dan percaya Allah akan membimbingnya.
Lima belas tahun lalu, saya bekerja untuk melayani Tuhan. Saya mengambil bagian dalam membimbing anak-anak muda agar mereka mencintai dan melayani Tuhan. Tetapi secara tiba-tiba, saya merasa Tuhan ingin saya masuk dalam dunia usaha. Satu hal yang sulit dimengerti, karena Alkitab mengatakan tuaian banyak dan pekerja sedikit. Akan tetapi saya merasa bahwa Tuhan membimbing saya untuk bekerja di tempat lain. Jawaban Tuhan baru terlihat satu tahun kemudian ketika saya harus meneruskan usaha orang tua.
Saya percaya Tuhan membimbing setiap orang yang berdoa memohon bimbingan-Nya. Namun terkadang, cara Tuhan sering tidak kita mengerti. (An)
_Sudahkah saya meminta bimbingan Tuhan untuk memasuki tahun yang baru?_
Salam Damai Kristus
RUAH
Renungan Pagi
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Sabtu, 28 Desember 2019 Pesta Kanak-kanak Suci, Martir
Sabtu, 28 Desember 2019
Pesta Kanak-kanak Suci, Martir
“Kanak-kanak suci, meski tidak berdaya di medan laga, namun berhasil merebut mahkota kemenangan.” (St. Quidvultdeus)
Antifon Pembuka
Kanak-kanak tak bersalah dibunuh demi Kristus. Kini mereka mengikuti Anak Domba tak bercela, dan senantiasa berseru, "Terpujilah Kristus!"
The innocents were slaughtered as infants for Christ; spotless, they follow the Lamb and sing for ever: Glory to you, O Lord.
Pengantar
Pesta Kanak-kanak Suci yang kita rayakan pada hari ini menunjuk pada kenyataan bahwa kuasa kegelapan menjadi gusar terhadap terang Kristus. Ini dapat dilihat di sepanjang sejarah keselamatan. Dengan lahirnya Yesus, Raja Herodes merasa kedudukannya terancam dengan hadirnya Raja baru tersebut. Ia merasakan takhtanya mulai digoyang. Itulah sebabnya, ia tidak segan-segan membunuh anak-anak. Telinganya sudah tuli untuk mendengar ratapan para ibu yang harus kehilangan anaknya. Mata hatinya buta untuk melihat penderitaan begitu banyak orang. Kehadiran seorang pembawa damai kerap menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang yang congkak dan arogan. Kedatangan Yesus, Sang Raja Damai, menyebabkan kekacauan besar dalam diri Herodes. Anak-anak yang tidak bersalah menjadi korban kekejamannya hanya karena ingin memastikan bahwa Yesus termasuk di antara anak-anak tersebut.
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
Doa Pembuka
Allah Bapa yang Mahabaik, hari ini para martir-Mu yang kecil tak bersalah, meluhurkan Dikau bukan dengan madah melaikan dengan darah. Semoga iman yang kami akui dengan perkataan kami nyatakan pula dengan perbuatan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (1:5-2:2)
"Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa."
Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa. Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Jiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap.
Ayat. (Mzm 124:2-3.4-5.7b-8)
1. Jika bukan Tuhan yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.
2. Maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir menimbus kita; telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu.
3. Jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! Pertolongan kita dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 24:42, 44)
Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu barisan para martir berkurban dengan mempertaruhkan nyawa.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (2:13-18)
"Herodes menyuruh agar semua anak laki-laki di Betlehem dan sekitarnya dibunuh."
Setelah orang-orang majus yang mengunjungi bayi Yesus di Betlehem itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangunlah. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku’. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat memilukan; Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Kisah ini menegaskan bahwa sejak awal, yaitu sejak masa kecil-Nya, Yesus ditolak dan mendapat hambatan dalam pewartaan dan karya-Nya. Yesus ditolak oleh penguasa Yahudi, ahli Taurat, dan imam-imam. Mereka merasa terancam dengan pewartaan Yesus. Yesus datang untuk melayani, padahal mereka menuntut dilayani. Yesus memperhatikan orang miskin, tetapi mereka menjadi kaya di atas kemiskinan orang lain. Yesus mendekati orang-orang yang tersisih dan terpinggirkan, tetapi para penguasa justru mengucilkan mereka. Para ahli Taurat berpegang teguh pada aturan hukum, tetapi Yesus menyatakan bahwa aturan hukum untuk manusia dan bukan manusia untuk aturan hukum. Yesus menjadikan aturan hukum sebagai sarana agar kasih dihayati dan keadilan dilaksanakan. Mereka membeda-bedakan manusia berdasarkan status sosial, tetapi Yesus mewartakan kerahiman Allah bagi setiap manusia terutama mereka yang terpinggirkan. Yesus menyatakan setiap manusia bermartabat sama di hadapan Allah. Jelaslah Yesus merupakan ancaman bagi penguasa, terutama ahli-ahli Taurat dan imam-imam yang bermentalitas duniawi.
Sejarah perjalanan Gereja pun tak luput dari hambatan dan penganiayaan. Tidak mudah orang menerima karya para misionaris. Sejarah pembunuhan terhadap para misionaris, para imam, dan kaum religius menjadi saksi tentang penolakan terhadap kristianitas. Orang kristiani dianggap sebagai orang kafir, maka doa dan peribadatan mereka dihalang-halangi. Kehadiran orang kristiani di tengah masyarakat sering kali dianggap ancaman dan dicurigai. Seluruh kehidupan Kristus dan Gereja-Nya adalah misteri penebusan. Penebusan diperoleh melalui penumpahan darah di salib. Maka menjadi orang kristiani berarti bersedia memikul salib. Akan tetapi, “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Rm. 5:8).
Antifon Komuni (Bdk. Why 14:4)
Lihatlah mereka yang telah ditebus sebagai buah pertama umat manusia untuk Allah dan Anak Domba, dan yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja ia pergi.
Behold those redeemed as the first fruits of the human race for God and the Lamb, and who follow the Lamb wherever he goes.
Doa Malam
Allah sumber cinta dan damai, baruilah iman kami akan penjelmaan Putra-Mu menjadi manusia agar kami tetap setia untuk selalu bersyukur kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Salam Damai Kristus
Renungan Pagi
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Sabtu, 28 Desember 2019 Pesta Kanak-kanak Suci, Martir
Sabtu, 28 Desember 2019
Pesta Kanak-kanak Suci, Martir
“Kanak-kanak suci, meski tidak berdaya di medan laga, namun berhasil merebut mahkota kemenangan.” (St. Quidvultdeus)
Antifon Pembuka
Kanak-kanak tak bersalah dibunuh demi Kristus. Kini mereka mengikuti Anak Domba tak bercela, dan senantiasa berseru, "Terpujilah Kristus!"
The innocents were slaughtered as infants for Christ; spotless, they follow the Lamb and sing for ever: Glory to you, O Lord.
Pengantar
Pesta Kanak-kanak Suci yang kita rayakan pada hari ini menunjuk pada kenyataan bahwa kuasa kegelapan menjadi gusar terhadap terang Kristus. Ini dapat dilihat di sepanjang sejarah keselamatan. Dengan lahirnya Yesus, Raja Herodes merasa kedudukannya terancam dengan hadirnya Raja baru tersebut. Ia merasakan takhtanya mulai digoyang. Itulah sebabnya, ia tidak segan-segan membunuh anak-anak. Telinganya sudah tuli untuk mendengar ratapan para ibu yang harus kehilangan anaknya. Mata hatinya buta untuk melihat penderitaan begitu banyak orang. Kehadiran seorang pembawa damai kerap menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang yang congkak dan arogan. Kedatangan Yesus, Sang Raja Damai, menyebabkan kekacauan besar dalam diri Herodes. Anak-anak yang tidak bersalah menjadi korban kekejamannya hanya karena ingin memastikan bahwa Yesus termasuk di antara anak-anak tersebut.
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
Doa Pembuka
Allah Bapa yang Mahabaik, hari ini para martir-Mu yang kecil tak bersalah, meluhurkan Dikau bukan dengan madah melaikan dengan darah. Semoga iman yang kami akui dengan perkataan kami nyatakan pula dengan perbuatan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (1:5-2:2)
"Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa."
Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa. Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Jiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap.
Ayat. (Mzm 124:2-3.4-5.7b-8)
1. Jika bukan Tuhan yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.
2. Maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir menimbus kita; telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu.
3. Jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! Pertolongan kita dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 24:42, 44)
Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu barisan para martir berkurban dengan mempertaruhkan nyawa.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (2:13-18)
"Herodes menyuruh agar semua anak laki-laki di Betlehem dan sekitarnya dibunuh."
Setelah orang-orang majus yang mengunjungi bayi Yesus di Betlehem itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangunlah. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku’. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat memilukan; Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Kisah ini menegaskan bahwa sejak awal, yaitu sejak masa kecil-Nya, Yesus ditolak dan mendapat hambatan dalam pewartaan dan karya-Nya. Yesus ditolak oleh penguasa Yahudi, ahli Taurat, dan imam-imam. Mereka merasa terancam dengan pewartaan Yesus. Yesus datang untuk melayani, padahal mereka menuntut dilayani. Yesus memperhatikan orang miskin, tetapi mereka menjadi kaya di atas kemiskinan orang lain. Yesus mendekati orang-orang yang tersisih dan terpinggirkan, tetapi para penguasa justru mengucilkan mereka. Para ahli Taurat berpegang teguh pada aturan hukum, tetapi Yesus menyatakan bahwa aturan hukum untuk manusia dan bukan manusia untuk aturan hukum. Yesus menjadikan aturan hukum sebagai sarana agar kasih dihayati dan keadilan dilaksanakan. Mereka membeda-bedakan manusia berdasarkan status sosial, tetapi Yesus mewartakan kerahiman Allah bagi setiap manusia terutama mereka yang terpinggirkan. Yesus menyatakan setiap manusia bermartabat sama di hadapan Allah. Jelaslah Yesus merupakan ancaman bagi penguasa, terutama ahli-ahli Taurat dan imam-imam yang bermentalitas duniawi.
Sejarah perjalanan Gereja pun tak luput dari hambatan dan penganiayaan. Tidak mudah orang menerima karya para misionaris. Sejarah pembunuhan terhadap para misionaris, para imam, dan kaum religius menjadi saksi tentang penolakan terhadap kristianitas. Orang kristiani dianggap sebagai orang kafir, maka doa dan peribadatan mereka dihalang-halangi. Kehadiran orang kristiani di tengah masyarakat sering kali dianggap ancaman dan dicurigai. Seluruh kehidupan Kristus dan Gereja-Nya adalah misteri penebusan. Penebusan diperoleh melalui penumpahan darah di salib. Maka menjadi orang kristiani berarti bersedia memikul salib. Akan tetapi, “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Rm. 5:8).
Antifon Komuni (Bdk. Why 14:4)
Lihatlah mereka yang telah ditebus sebagai buah pertama umat manusia untuk Allah dan Anak Domba, dan yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja ia pergi.
Behold those redeemed as the first fruits of the human race for God and the Lamb, and who follow the Lamb wherever he goes.
Doa Malam
Allah sumber cinta dan damai, baruilah iman kami akan penjelmaan Putra-Mu menjadi manusia agar kami tetap setia untuk selalu bersyukur kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Salam Damai Kristus
Langganan:
Postingan (Atom)























