Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 31 Desember 2019
Bacaan: Amsal 11:11 "Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya."
Renungan:
Suatu hari Anton sedang berdiskusi dengan kenalannya mengenai kejujuran. Kenalannya berkata kepadanya, "Hidup di kota Jakarta ini, kita jangan terlalu jujur. Kalau terlalu jujur, justru hidupmu tidak akan lebih baik. Jika ada kesempatan mendapat keuntungan, abaikan saja kejujuran itu." Anton pun menyetujui pendapat tersebut. Saat itu di dalam pekerjaannya ia berada di posisi strategis yang berkaitan dengan keuangan. Gajinya cukup besar, namun ia merasa masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang mewah. Ia pun mulai me-mark up data keuangan perusahaan sedikit-sedikit untuk kantongnya sendiri dan pada akhirnya menjadi besar. Beberapa kali ia lolos dari audit finansial, namun pada pemeriksaan terakhir ia tidak dapat mengelak dari fakta dan data yang ditemukan auditor. Ketidakjujuran menghantar Anton kepada korupsi kecil-kecilan hingga besar-besaran dan akhirnya mendekam dalam penjara.
Banyak orang tertipu dengan konsep dunia yang menawarkan hidup mewah melalui meraup keuntungan besar, walau harus menerjang kejujuran. Buktinya banyak pejabat yang korupsi dan juga banyak muncul berbagai penipuan. Mengatasnamakan kebutuhan hidup, mereka rela membohongi, menipu dan memalsukan. Yang sangat disayangkan ada juga orang-orang yang mengaku hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan, namun mereka juga menipu demi memperkaya diri. Apakah Tuhan terlalu miskin untuk memberkati kebutuhan hidup manusia? Tidak! Manusialah yang terlalu kaya akan nafsu keserakahannya dengan alasan kebutuhan hidup. Memang ada banyak orang yang Tuhan izinkan hidup dalam kemiskinan, namun bukan berarti dapat mengabaikan kejujuran.
Ketidakjujuran hanya memberikan keuntungan materi sesaat saja, tetapi kejujuran akan mendapatkan kepercayaan dan kehormatan dari Tuhan dan manusia. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku bersikap tidak jujur baik di hadapanMu atau pun di hadapan sesamaku dan keluargaku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar