Sabtu, 30 November 2019

Lentera Keluarga
Tahun A. Pekan Adven 1
Minggu, 01 Desember 2019.
Naik Ke Gunung Tuhan
Bacaan: Yes 2:1-5’ Mzm 121:1-2.4-5.6-9; Rom 13:11-14; Mat 24:37-44

Renungan:
Mengawali masa adven ini, Kitab Yesaya dan Mazmur mengundang kita untuk  berbondong-bondong “naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub”. Gunung adalah tempat Allah bertahta, dan untuk naik ke gunung perlu stamina, ketekunan dan sikap pantang menyerah. Di atas gunung itulah, Allah akan mengajar dan menghakim serta memberikan damai.  Untuk naik ke gunung Tuhan ini, Yesaya menyerukan “berjalan dalam terang Tuhan.; artinya jangan cari jalan dan membuat jalan sendiri. Bagi seorang pendaki, akan lebih mudah mengikuti jalan yang sudah ada, dan pasti tidak akan tersesat daripada membuat jalan sendiri. Dan bagi kita jalan yang jelas adalah Yesus Kristus.
Masa adven harus menjadi “masa plus” bagi kita dan keluarga untuk mendekat dan menuju kepada Allah, baik secara pribadi maupun bersama-sama. Kita tidak perlu membuat sendiri acara dalam mempersiapkan masa adven ini. Gereja telah memberikan jalan dengan renungan adven, doa masa adven ataupun kegiatan bersama membuat corona adven.  Ini adalah bulan keluarga untuk lebih dekat dengan Tuhan. Kita boleh menetapkan jam suci keluarga, 15 menit setiap hari untuk doa adven di depan corona adven. Dan kemudian secara pribadi menambahkan doa, renungan, bacaan rohani pribadi, meditasi dan kemudian pengakuan dosa. Janganlah masa adven berlalu begitu saja. Merayakan masa adven dengan baik akan menjadi natal yang indah dan berahmat bagi kita.

Kontemplasi:
Gambarkan bagaimana umat berduyun-duyun naik ke Gunung Tuhan.

Refleksi:
Apa hal lebih yang aku lakukan bersama dengan keluarga dan secara pribadi pada masa adven ini?

Doa:
Ya Bapa, semoga masa adven ini menjadi kesempatan bagi kami sekeluarga untuk berkumpul, berdoa, berbagi hidup, rekonsiliasi dan menimba rahmat dan pengajaranMu.

Perutusan:
Buatlah rencana bersama dengan keluarga untuk membuat sesuatu yang lebih di masa adven ini, baik secara bersama maupun pribadi
(Morist MSF)

Salam Damai Kristus
Minggu, 1 Des 2019
Minggu Adven I
Yes. 2:1-5; Mzm. 122:1-2,4-5,6-7,8-9; Rm. 13:11-14a; Mat. 24:37-44

Hari ini kita memasuki masa Adven. Masa penantian dan persiapan akan kedatangan Tuhan yang kita rayakan pada Natal nanti. Marilah kita renungkan dan kita jadikan sebagai bekal perjalanan kita di masa Adven ini Surat Rasul Paulus yg pada waktu itu ditujukan kepasa Jemaat Roma, tetapi sekarang ditujukan kepada kita masing-masing. St. Paulus mengajak kita: "Marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Slam Damai Kristus
RUAH

Minggu, 01 Desember 2019
Hari Minggu Adven I

Ketika Gereja merayakan liturgi Adven setiap tahunnya, ia menghadirkan kembali pengharapan di zaman dahulu akan kedatangan Mesias, sebab dengan mengambil bagian di dalam masa penantian yang panjang terhadap kedatangan pertama Sang Penyelamat, umat beriman memperbaharui kerinduan yang sungguh akan kedatangan-Nya yang kedua. Dengan merayakan kelahiran sang perintis [Yohanes Pembaptis] dan kematiannya, Gereja mempersatukan kehendaknya: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”(Yoh 3:30) -- Katekismus Gereja Katolik, 524
 
Antifon Pembuka (Mzm 25:1-3/PS 444)

Kepada-Mu, ya Tuhan, kuangkat jiwaku: Allahku, kepada-Mu aku percaya. Janganlah kiranya aku mendapat malu. Janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku. Ya, semua orang yang menantikan Dikau takkan mendapat malu.

To you, I lift up my soul, O my God. In you, I have trusted; let me not be put to shame. Nor let my enemies exult over me; and let none who hope in you be put to shame.

Ad te levavi animam meam: Deus meus in te confido, non erubescam: necque irrideant me inimici mei: etenim universi qui te exspectant, non confundentur.
Mzm. Vias tuas, Domine, demonstra mihi: et semitas tuas edoce me.
   
Doa Pembuka
   
Allah Bapa yang Mahakuasa, anugerahilah kami, umat-Mu, kehendak yang kuat untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga dengan demikian kami layak mewarisi Kerajaan Surga, bersama Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.  Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (2:1-5)
   
"Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan Allah yang damai abadi."
 
Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem, “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, ‘Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan’. Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 844
Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
Ayat. (Mzm 122.1-2.4-5.6-7;8-9; R:1)
1. Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.
3. Berdoalah agar Yerusalem sejahtera "Damai bagi orang yang mencintai Engkau. "Semoga damai turun atas wilayahmu dan kesentosaan atas purimu."
4. Atas nama saudara dan sahabatku kuucapkan selamat kepadamu. Demi bait Tuhan Allah kita ku- mohonkan bahagia bagimu.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (13:11-14a)
 
"Keselamatan sudah dekat pada kita."

Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan; jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 85:8)
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (24:37-44)

"Berjaga-jaga dan siap siagalah!"

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti halnya pada zaman Nuh, demikianlah kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada zaman sebelum air bah itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Oleh karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Hari ini adalah hari Minggu Adven I. Kita memasuki Masa Adven, masa penantian kedatangan Tuhan. Hari Minggu Adven I juga menandai permulaan tahun liturgi baru, sebab tahun liturgi dibuka dengan hari Minggu Adven I saat kita menantikan kedatangan Tuhan yang pertama, saat Sang Sabda menjadi manusia dan kemudian lahir di dunia dalam kemiskinan dan kehinaan. Maka, Masa Adven berpuncak pada hari raya Natal; saat kita merayakan hari raya kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Kemudian tahun liturgi berpuncak pada perayaan Misteri Paskah, saat kita merayakan misteri sengsara, wafat; dan kebangkitan-Nya. Dan akhirnya tahun liturgi ditutup dengan perayaan kedatangan Tuhan yang kedua, yang datang dalam kemuliaan jaya, sebagai Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam.

Bacaan Injil pada Masa Adven begini selalu saja menggemakan pentingnya sikap siap sedia untuk selalu berjaga-jaga. “Oleh karena itu, berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang”. Begitu Tuhan Yesus bersabda pada hari ini. Kesiapan berjaga itu dirumuskan oleh Santo Paulus pada bacaan kedua hari ini dengan perkataan: marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan perlengkapan senjata terang. Harus kita akui semua tindakan tidak baik dan bahkan tindakan dosa selalu dilakukan dengan diam-diam agar tidak ketahuan, istilahnya: dilakukan dalam kegelapan. Orang yang korupsi, selingkuh, tidak jujur… pasti berusaha tidak ketahuan orang lain. Berbeda dengan orang yang melakukan hal yang baik dan tidak ada masalah moral, pasti akan melakukannya dengan terbuka dan santai saja. Itulah sebabnya, semakin orang terbiasa melakukan hal baik dan mengurangi melakukan yang tidak baik, hidupnya juga semakin gembira dan damai, karena semua dilakukan dengan terbuka, tidak merasa menyimpan rahasia yang harus ditutup-tutupi.

Kita tidak tahu kapan Tuhan datang. Hal ini bukan hanya menunjuk saat akhir zaman tiba atau saat kematian kita. Kita pun tidak tahu kapan Tuhan datang dalam Wajah sesama manusia yang sedang di depan pintu kamar atau pintu rumah kita. Terkadang dalarn perjumpaan dengan sesama di pinggirjalan, di kafe, di kelas, di ruang rapat atau sidang, bukankah kita sering berhadapan dengan orang yang memerlukan bantuan kita? Entah dalam bentuk finansial, tenaga, pikiran, sapaan, atau pun senyuman agar merasa diteguhkan. Bila kita berpapasan dengan orang, apalagi yang tidak kita kenal, lalu kita tidak menyapanya karena sedang “jaim” (jaga image), bukankah kita dapat terkaget-kaget nanti saat Tuhan berkata pada waktunya: mengapa kamu tidak menyapa Aku saat berpapasan di jalan atau gang? Marilah kita selalu ingat, Yesus selalu saja datang kepada kita dengan macam-macam wajah, baju, atau penampakan lainnya di sekitar kita sehari-hari. (EM/INSPIRASI BATIN 2019)

Antifon Komuni (Mzm 85:13)

Tuhan akan memberikan kebaikan dan negeri kita akan memberikan hasilnya.

The Lord will bestow his bounty, and our earth shall yield its increase.

Dominus dabit benignitatem: et terra nostra dabit fructum suum.

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Minggu,_ *01 Desember 2019*

*Hari Minggu Adven I*

Yes 2:1-5
Mzm 122:1-2,4-9
Rm 13:11-14a
Mat 24:37-44

*BERJAGA-JAGA*

_Sebab itu, hendaklah kamu juga siapa sedia.  -- Mat 24:44_

Injil hari ini menggambarkan kedatangan Tuhan yang tidak pernah diketahui oleh siapapun. Kita hanya diminta untuk siap sedia karena Anak Manusia datang tidak pada saat yang kita duga. Tetapi, siap sedia yang seperti apa?

Mungkin kurang lebih gambarannya seperti ini. Di saat usia kehamilan istri saya sudah genap sembilan bulan, dokter berkata kepada kami untuk siap sedia, karena anak kami dapat lahir kapan saja. Oleh karena itu, kami mulai mempersiapkan diri. Pakaian sudah kami siapkan dalam tas yang siap dibawa kapan saja. Karena kami belum memiliki mobil, kami meminjam mobil dan memarkirnya di depan rumah. Kunci mobilpun kami taruh di tempat yang mudah kami jangkau, di saat gelap sekalipun. Demikian juga uang kami persiapkan secukupnya di dompet dan tidak digunakan. Malam haripun saya tidak dapat tidur dengan nyenyak karena harus berjaga-jaga.

Tentu persiapan untuk menanti kedatangan Tuhan berbeda, tetapi kesamaannya adalah dibutuhkan kesiagaan yang tinggi terutama dalam memerangi dosa dalam hidup kita. Tempat saya bekerja saat ini mengajarkan: Kasihilah Tuhanmu lebih dari apapun, dan bencilah dosa lebih dari apapun. Mungkin ajaran ini dapat membantu kita untuk tetap berjaga-jaga setiap hari. (Al)

_Tuhan, ajarku untuk mencintai-Mu lebih dari apapun dan membenci dosa melebihi apapun._

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

BERJAGA-JAGALAH
1 Nopember 2019

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Mat 24:42)

Lectio
Yes. 2:1-5; Mzm. 122:1-2,4-5,6-7,8-9; Rm. 13:11-14a; Mat. 24:37-44.

Setelah mengikuti misa Minggu Adven yang pertama, seorang anak remaja dengan penuh sukacita berkata kepada Ayahnya :
“Pah, nanti saya dapat hadiah Natal ya? Ada HP baru yang canggih, akan segera launching!”
Sambil tersenyum sang Ayah berkata :
“Kamu tidak dengar yang dikatakan Pastor tadi? Sikap apa yang harus kita lakukan selama masa Adven?”
Anak remaja itu menjawab :
“BERJAGA-JAGA! Mempersiapkan hati kita akan kelahiran sang Juru Selamat!”
“Nahhh itulah sikap yang harus kita persiapkan! Kelahiran Kristus adalah HADIAH TERBESAR bagi kita umat manusia, karena Dia datang untuk MENYELAMATKAN kita. Jadi kamu tahu yang harus kamu lakukan?”
“Iya Pah.. Bukan hadiah apa yang akan saya peroleh, tapi bagaimana saya MENYIAPKAN hati, dengan memperbaharui DIRI dan membagi kasih pada Sesama.” jawab si anak dengan mantap.

Adven adalah masa kita mempersiapkan diri dan hati dalam menantikan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Oratio
Ya Bapa, dampingilah kami dalam menyiapkan hati menyambut kedatangan Tuhan kami Yesus Kristus. Amin

Missio
Marilah kita menata kembali hidup ini sambil menantikan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.
Have a Blessed First Sunday of Advent.
Santo-Santa
1 Desember

Beato Dionisius dan Redemptus a Cruce, Martir Indonesia
Pierre Berthelot - demikian nama Santo Dionisius - lahir di kota Honfleur, Prancis pada tanggal 12 Desember 1600. Ayahnya Berthelot dan Ibunya Fleurie Morin adalah bangsawan Prancis yang harum namanya. Semua adiknya: Franscois, Jean, Andre, Geoffin dan Louis menjadi pelaut seperti ayahnya. Sang ayah adalah seorang dokter dan nakoda kapal. Pierre sendiri semenjak kecil (12 tahun) telah mengikuti ayahnya mengarungi lautan luas; dan ketika berusia 19 tahun ia sudah menjadi seorang pelaut ulung. Selain darah pelaut, ia juga mewarisi dari ayahnya hidup keagamaan yang kuat, yang tercermin di dalam kerendahan hatinya, kekuatan imannya, kemurnian dan kesediaan berkorban. Ia kemudian memasuki dinas perusahaan dagang Prancis. Dalam rangka tugas dagang, ia berlayar sampai ke Banten, Indonesia. Tetapi kapalnya dibakar oleh saudagar-saudagar Belanda dari kongsi dagang VOC. Berkat pengalamannya mengarungi lautan, ia sangat pandai menggambar peta laut dan memberikan petunjuk jalan.
Pierre kemudian bekerja pada angkatan laut Portugis di Goa, India. Namun ia senantiasa tidak puas dengan pekerjaannya itu. Ada keresahan yang senantiasa mengusik hatinya. Ia selalu merenungkan dan mencari arti hidup yang lebih mendalam. Ketika itu ia sudah berusia 35 tahun. Akan tetapi usia tidak menghalangi dorongan hatinya untuk hidup membiara. Ia diterima di biara Karmel. Namanya diubah menjadi Dionisius a Nativitate. Sekalipun ia sudah menjalani hidup membiara, namun ia masih beberapa kali menyumbangkan keahliannya kepada pemerintah, baik dengan menggambar peta maupun dengan mengangkat senjata membuyarkan blokade di Goa yang dilancarkan oleh armada Belanda (1636).
Di biara Karmel itulah, ia bertemu dengan Redemptus a Cruce, seorang bruder yang bertugas sebagai penjaga pintu biara dan koster, penerima tamu dan pengajar anak-anak. Redemptus lahir di Paredes, Portugal pada tahun 1598 dari sebuah keluarga tani yang miskin namun saleh dan taat agama. Orangtuanya memberinya nama Thomas Rodriguez da Cunha. Semenjak usia muda, ia masuk dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke India. Ia kemudian menarik diri dari dinas ketentaraan karena ingin menjadi biarawan untuk mengabdikan dirinya pada tugas-tugas keagamaan. Ia diterima sebagai bruder di biara Karmel.
Suatu ketika Raja Muda di Goa bermaksud mengirim utusan ke Aceh, Indonesia, yang baru saja berganti sultan dari Sultan Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Ia ingin menjalin hubungan persahabatan karena hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu baik. Sebagai seorang bekas pelaut yang sudah pernah datang ke Banten, Dionisius ditunjuk sebagai almosenir, juru bahasa dan pandu laut. Oleh karena itu tahbisan imamatnya dipercepat. Dionisius ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1637 oleh Mgr. Alfonso Mendez. Bruder Redemptus dengan izinan atasannya ikut serta dalam perjalanan dinas itu sebagai pembantu.
Pastor tentara Dionisius bersama rombongannya berangkat ke Aceh pada tanggal 25 September 1638 dengan tiga buah kapal: satu kapal dagang dan dua kapal perang. Penumpang kapal itu ialah: Don Fransisco de Sosa (seorang bangsawan Portugis), Pater Dionisius, Bruder Redemptus, Don Ludovico dan Soza, dua orang Fransiskan Rekolek, seorang pribumi dan 60 orang lainnya. Mereka berlabuh di Ole-Ole (kini: Kotaraja) dan disambut dengan ramah.
Tetapi keramahan orang Aceh ternyata hanya merupakan tipu muslihat saja. Orang-orang Belanda telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang hanya untuk meng-katolik-kan bangsa Aceh yang sudah memeluk agama Islam. Mereka semua segera ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa agar menyangkal imannya. Selama sebulan mereka meringkuk di dalam penjara dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Beberapa orang dari antara mereka meninggalkan imannya. Dionisius dan Redemptus terus meneguhkan iman saudara-saudaranya dan memberi mereka hiburan. Akhirnya di pesisir pantai tentara sultan mengumumkan bahwa mereka dihukum bukan karena berkebangsaan Portugis melainkan beriman KatoIik. Maklumat sultan ini diterjemahkan oleh Dionisius kepada teman-temannya. Sebelum menyerahkan nyawa ke tangan para algojo, mereka semua berdoa dan Pater Dionisius mengambil salib dan memperlihatkan kepada mereka supaya jangan mundur, melainkan bersedia mengorbankan nyawa demi Kristus Yang Tersalib dan yang telah menebus dosa dunia, dosa mereka. Dionisius memohon ampun kepada Tuhan dan memberikan absolusi terakhir kepada mereka satu per satu. Segera tentara menyeret Dionisius dan mulailah pembantaian massal.
Sepeninggal teman-temannya, Pater Dionisius masih bersaksi tentang Kristus dengan penuh semangat. Kotbahnya itu justru semakin menambah kebencian rakyat Aceh terhadapnya. Algojo-algojo semakin beringas untuk segera menamatkan riwayat Dionisius. Namun langkah mereka terhenti di hadapan Dionisius. Dengan sekuat tenaga mereka menghunuskan kelewang dan tombak akan tetapi seolah-olah ada kekuatan yang menahan, sehingga tidak ada yang berani. Segera kepala algojo mengirim utusan kepada sultan agar menambah bala bantuan. Dionisus berdoa kepada Tuhan agar niatnya menjadi martir dikabulkan. Dan permintaan itu akhirnya dikabulkan Tuhan. Dionisius menyerahkan diri kepada algojo-algojo itu. Seorang algojo - orang Kristen Malaka yang murtad - mengangkat gada dan disambarkan keras-keras mengenai kepala Dionisius, disusul dengan kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari tubuhnya.
Kemartiran Dionisius dengan kawan-kawannya disahkan Tuhan: mayat mereka selama 7 bulan tidak hancur, tetap segar seperti sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah Dionisius sangat merepotkan orang sekitarnya, karena setiap kali dibuang - ke laut dan tengah hutan - senantiasa kembali lagi ke tempat ia dibunuh. Akhirnya jenazahnya dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien ('pulau buangan'). Kemudian dipindahkan ke Goa, India. Martir-martir itu dibunuh pada tanggal 29 Nopember 1638. Bersama Redemptus, Dionisius digelarkan 'beato' pada tahun 1900.

Sumber : www.imankatolik.or.id

Jumat, 29 November 2019

EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE
Sabtu, 30 November 2019
Bac.I, Rom 10 : 9 - 18
Injil : Mat 4 : 18 - 22
Pesta St. Andreas, Rasul

Kudengar Bisikan Suara-Mu

"Panggilan menjadi mungkin ketika seseorang mendengar/melihat, tertarik,  memutuskan untuk mengikuti, lalu bekerja menurut kehendak Dia yang memanggil."

Panggilan kepada 4 murid pertama kiranya mengikuti alur di atas; ketika Petrus, Andreas, yang pestanya kita rayakan hari ini, Yohanes dan Yakobus sedang membereskan jala mereka, terdengarlah suara Yesus yang memanggil, " *Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia* ." Mereka lalu meninggalkan jala mereka dan mengikuti Yesus, membantu Yesus melakukan karya pewartaan Injil kepada orang-orang di Galilea sampai Yerusalem, bahkan sampai beberapa daerah di luar Israel.

Pelajaran penting bagi kita di pagi ini adalah:

1) Sadarlah bahwa menjadi pengikut Yesus berarti kita semua dipanggil untuk mewartakan Injil melalui cara dan bentuk hidup kita masing-masing yang sekarang kita jalani. Menjadi imam, biarawan/wati, suami-istri, guru, dokter, dll. Semuanya adalah panggilan suci yang Tuhan percayakan kepada kita masing-masing.

2) Setiap dari kita dipanggil untuk menjadi penjala ikan. Ini berarti kita diutus untuk membawa sebanyak mungkin orang bukan hanya untuk percaya kepada Yesus, melainkan agar memaknai hidup kristiani mereka dengan cara melakukan kebaikan kepada sesama.

3) Ingat bahwa jalamu adalah kata-kata dan perbuatanmu sebagai orang Kristen atau pengikut Yesus. Semakin kasar kata dan perbuatanmu maka sadarlah bahwa jalamu mulai koyak sehingga membiarkan banyak ikan (orang) lolos dari tangkapanmu. Sebaliknya semakin halus dan lembut tutur kata dan perbuatan baikmu maka semakin banyaklah tangkapanmu.

Satu hal yang pasti bahwa engkau dan aku bekerja untuk Tuhan dalam bidang yang berbeda. Mari kita menganyam jala dan menebarkannya di tempat yang sesuai sehingga makin banyaklah tangkapan kita.

Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.

( Rinnong - Duc in Altum )

Salam Damai Kristus
Sabtu, 30 November 2019
Pesta St.Andreas, Rasul
Rm 10:9-18; Mzm 19:2-3.4-5; Mat 4:18-22

"Mereka (Simon dan Andreas) segera meninggalkan jalannya dan mengikuti Yesus" (Mat 4:20).

Hari ini kita merayakan pesta St. Andreas, salah satu murid pertama Yesus. Sebagaimana tampak dalam Injil, ia dipanggil untuk mengikuti Yesus dalam situasi kesehariannya sebagai nelayan. Ia ditemui Yesus dan dipanggil untuk mengikuti-Nya pada saat sedang menjala ikan. Mungkin, pada waktu itu, ia juga belum mengenal Yesus dengan baik. Namun, begitu dipanggil, ia langsung menjawab dengan segera. Ia "segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus". Hal ini mengingatkan sekaligus menegur kita yang seringkali mudah menunda-nunda. Menunda untuk berdoa. Menunda untuk membaca dan merenungkan Kitab Suci. Menunda untuk melaksanakan tugas dan kewajiban. Menunda untuk bertobat. Mungkin pada masa Adven ini, kita juga menunda untuk ikut serta dalam pendalaman Adven. Kita semua sudah dipanggil untuk mengikuti Yesus dan kita sudah menjawab "Ya". Semoga kita juga segera berangkat dan berbuat ketika Ia memanggil kita untuk berdoa, membaca kitab suci, pendalaman iman (adven, app, dll), latihan kor, menolong sesama, terlibat dalam masyarakat, dll.? 

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
ADVEN, PERSIAPAN SPIRITUAL MENUJU HIDUP BARU.

Begitu pentingnya peristiwa kelahiran Yesus Sang Putera, sehingga Gereja mempersiapkan umatnya untuk memperingatinya. Dan masa persiapan ini dikenal dengan nama ADVEN. Kata "adven" sendiri berasal dari kata "adventus" dari bahasa Latin, yang artinya "kedatangan". Masa Adven yang kita kenal saat ini sebenarnya telah melalui perkembangan yang cukup panjang.
Persiapan yang terbaik adalah dengan lebih sering menerima Sakramen Ekaristi, dan juga menerima Sakramen Tobat. Sakramen Ekaristi menyadarkan kita akan kasih Allah yang memberikan Putera Nya untuk bersatu dengan kita, yang dimulai dengan peristiwa inkarnasi.
Sakramen Tobat menyadarkan kita bahwa kita sebenarnya tidak layak menyambut Kristus karena dosa-dosa kita, namun Kristus datang kedunia untuk menyelamatkan kita dari belenggu dosa.
Masa Adven adalah waktu yang tepat untuk terus bertekun dalam doa-doa pribadi dan membaca Kitab Suci. Sungguh baik kalau kita dapat mengikuti bacaan Kitab Suci mengikuti kalender Gereja, karena bacaan-bacaan telah disusun sedemikian rupa untuk mempersiapkan kita menyambut Sang Mesias.-nel'z-

Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Hari Sabtu 30 November 2019

Ya Tuhan Allah,
Sumber Sukacita Abadi, kami bersyukur atas rahmat sukacita yang Engkau curahkan kepada keluarga kami.

Kami bersukacita, ya Tuhan atas pekerjaanMu yang sempurna, yang Engkau lakukan bagi keluarga kami. Kami bersukacita ya Tuhan atas cintaMu yang Engkau hadiahkan kepada keluarga kami, sehingga kami saling menyayangi, mencintai, dan mengasihi dengan penuh sukacita.

Ya Tuhan, kami mohon,
Curahkanlah buah-buah Roh dalam keluarga kami: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri agar keleluarga kami mampu menjadi berkat dan tanda kehadiranMu di dunia ini.

Ya Tuhan bimbinglah keluarga kami agar siap sedia membagikan buah-buah Roh Kudus kepada keluarga- keluarga kristiani dimana-pun mereka berada. Ajarilah kami agar selalu taat pada kehendak Allah sehingga kami tidak angkuh dan dan sombong, tetapi selalu membawa buah - buah Roh dalam keseharian kami.

Ya Tuhan, kami percaya Engkau senantiasa menyertai keluarga kami untuk membagikan buah - buah Roh dalam tugas dan perutusan kami, baik dalam keluarga, masyarakat, Gereja, maupun negara.

Bimbinglah kami agar selalu bersyukur dan memelihara persatuan dengan Allah Bapa dan Roh Kudus.
Amin.

Salam Damai Kristus0
RUAH

Sabtu, 30 November 2019
Pesta St. Andreas, Rasul

“Setelah Andreas tinggal bersama Yesus dan belajar banyak dari Dia, ia bergegas lari menuju saudaranya, untuk membagi dengan dia apa yang diketahuinya” (St. Yohanes Krisostomus)

Antifon Pembuka (Mat 4: 18-19)

Di tepi Danau Galilea Yesus melihat dua orang bersaudara: Petrus dan Andreas. Ia memanggil mereka, “Mari, ikutlah Aku. Kamu akan Kujadikan nelayan manusia.”

Beside the Sea of Galilee, the Lord saw two brothers, Peter and Andrew, and he said to them: Come after me and I will make you fishers of men. 
 
Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan
   
Doa Pembuka

Allah Bapa yang Mahamulia, Santo Andreas, Rasul-Mu telah menjadi pewarta dan pemimpin Gereja-Mu. Kami mohon dengan rendah hati, semoga ia pun senantiasa mendoakan kami di hadapan-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (10:9-18)
 
"Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dari firman Allah."
   
Saudara-saudara, jika kamu mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata, “Barangsiapa percaya kepada Dia tidak akan dipermalukan.” Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan semua orang, dan Dia kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika tidak diutus? Seperti ada tertulis, “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik.” Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata, “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dari firman Kristus. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Sungguh, mereka telah mendengarnya! “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.
Ayat. (Mzm 19:2-3.4-5; R:5)
1. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain, dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.
2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 4:19)
Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (4:18-22)
 
"Ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
 
Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka itu penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Mereka pun segara meninggalkan jalanya, lalu mengikuti Yesus. Setelah Yesus pergi dari sana, dilihatnya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Andreas Rasul. Santo Andreas sering disebut Sang Protokletos, artinya: yang dipanggil pertama. Andreas memang dipanggil pertama bersama saudaranya: Simon Petrus. Pada Injil Yohanes, kisahnya sedikit berbeda, karena Andreas yang semula murid Yohanes Pembaptis justru menjadi murid pertama yang mengikuti Yesus (Yoh 1:36-39). Arti "pertama" di sini tentu juga punya makna yang lebih mendalam: Santo Andreas adalah seorang yang bersemangat, berani mencari Tuhan dan mengikuti-Nya secara baik. Ia bersama Simon Petrus lalu bersedia mengikuti Yesus. Padahal pekerjaan nelayan kiranya sudah menjadi pekerjaan tetapnya, yang sudah memberikan kepastian nafkah hidupnya. Tetapi karena ia tahu bahwa Tuhan menghendaki dia untuk mengikuti-Nya, meski kurang jelas nantinya bagaimana, Andreas bersedia, tidak menunda-nunda. Bila Tuhan menghendaki, ia siap memberikan apa pun.

 Mengikuti Kristus pertama-tama adalah untuk mengalami kebersamaan dan kesatuan hidup dengan-Nya. Itulah makna "mengikuti Dia" dalam Injil hari ini. baru setelah mengalami kebersamaan dengan Yesus, para murid dipanggil untuk mewartakan Injil seperti disebutkan oleh Santo Paulus dalam bacaan pertama. Orang-orang hanya dapat mendengarkan Injil apabila ada yang diberitakan. "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik." Konon Santo Andreas yang adalah saudara Santo Petrus ini menjadi Rasul bagi orang-orang Yunani, sementara Petrus pergi ke Roma dan melaksanakan perutusan universalnya. Kisah kedua orang bersaudara ini sangat indah: bila Petrus menjadi Uskup Roma sebagai pemimpin Gereja Barat, maka Andreas pergi ke orang-orang Yunani yang merupakan bagian dari Gereja Timur. Demikianlah Gereja Barat dan Gereja Timur sangat bersaudara karena kedua tokoh masing-masing adalah dua orang bersaudara pula. Bahkan ketika Simon Petrus harus dimartir dengan cara disalib secara terbalik, begitu pula Andreas saat dimartir diminta disalibkan secara terbalik pula. Maka, marilah kita mensyukuri sambil terus memohon agar persaudaraan umat kristiani di seluruh dunia tetap digalang dan ditingkatkan. Kita sadar bahwa meski kita Katolik, lalu ada saudara kita dari Gereja-gereja lain, apa pun itu, "Tuhan Yesus Kristus"-nya cuma satu dan sama. Tidak ada alasan bagi kita untuk menolak atau pun menjauhi mereka semua.  (EM/Inspirasi Batin)

Antifon Komuni (Bdk. Yoh 1:41-42)

Andreas mengatakan kepada saudaranya Simon: Kami telah menemukan Mesias, (artinya: Kristus), dan ia membawanya kepada Yesus.

Andrew told his brother Simon: We have found the Messiah, the Christ, and he brought him to Jesus.

Salam Damai Kristus
Lentera Keluarga
Tahun C-1. Pekan Biasa XXXIV
Kamis, 28 November 2019.
Fokus Pada Karya Allah
Bacaan: Dan 6:12-28; T.Dan 3:68-74; Luk 21:20-28.

Renungan:
Tuhan Yesus menubuatkan akhir jaman dengan gambaran kehancuran akibat perang, bencara, kehancuran tanah suci dan alam semesta.  Pewartaan tentang akhir jaman yang bernuansa mengerikan ini bukan untuk menakut-nakuti tetapi lebih untuk bersikap waspada dan siap. Waspada terhadap nabi-nabi palsu yang mengambil keuntungan dari kekacauan; siap untuk menghadapingan dengan hati yang tabah dan memberikan saksi. Hari itu adalah hari keselamatan bagi mereka yang bertahan :’..bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”
Kadang karena peristiwa-peristiwa tidak terduga, kita mengalami bencana yang mengancam dan bahkan menghancurkan hidup, pekerjaan  dan keluarga/komunitas kita. Kita mengatakan “selesailah sudah hidup, pekerjaan dan keluarga kita” dan kemudian kita mulai kalut dengan “mendengarkan nabi palsu” yang menawarkan bantuan tetapi ekornya adalah menarik keuntungan dari kita; kita mulai meragukan Allah dan rencanaNya atas kita; kita mulai bergeser ke alah-alah lain; bahkan juga bisa meninggalkan gereja dan memusuhi Allah.
Dalam situasi di “ujung tanduk” dan terancam inilah, sabda Tuhan mengajak kita untuk tetap setia dan bertahan dalam kebaikan. Saat sepeti itulah saat dimana kita tidak berdaya, dan saat  kita dapat menyaksikan Allah yang bekerja menyelamatkan kita“  angkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”
Kisah Daniel menjadi salah satu contoh bagaimana Allah bekerja melalui cara yang ajaib dan tidak masuk akal ketika Daniel belajar untuk tetap setia. Tetapi juga kita belajar dari para martir suci yang meninggal dengan membawa kesetiaan iman dan cinta yang tak tegoyangkan akan Allah  Mereka telah mendapatkan mahkota mulia di Surga.

Kontemplasi:
Gambarkanlah apa maksud pewartaan Tuhan Yesus dengan nubuat akhir jaman yang bernuansa kehancuran itu.

Refleksi:
Dalam situasi bencara, sulit, tidak berdaya dan bahkan di ujung tanduk, apakah aku tetap percaya dan setia pada Allah yang mencintai dan menebusku?

Doa:
Ya Bapa, semoga kami tidak fokus pada bencana yang mengancam dan menghancurkan kami, tetapi fokus dalam iman dan kasih kepadaMu dan rancanganMu yang baik bagi kami.

Perutusan:
Tetap tegar dimasa sukar, taat dan setia sampai paripurna.
(Morist MSF)

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *30 November 2019*

*Pesta St. Andreas*

Rm 10:9-18
Mzm 19:2-5
Mat 4:18-22

*MARI, IKUTLAH AKU*

_Dan mereka meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.  -- Mat 4:22_

Ketika mengalami panggilan Tuhan pertama kali, semangat terasa begitu membara memenuhi hati dan hidup. Cinta yang besar membuat kita mau menyerahkan hidup seutuhnya hanya kepada-Nya. Saat Tuhan meminta kita meninggalkan segala sesuatu -- entah itu kesukaan, hobi, orang yang kita sayangi, pekerjaan, cita-cita  -- kita berjuang dan meninggalkan semua itu demi Yesus.

Waktu terus berganti, kita terus mengikuti-Nya dengan setia. Kita diberkati dengan banyak hal yang menambah sukacita. Kita merasa inilah yang patut kita terima dalam mengikuti-Nya. Dan inilah yang pernah saya rasakan. Segala sesuatu Tuhan sediakan dan saya sangat menikmatinya. Sampai suatu saat, Tuhan memintanya kembali. Dan....sayapun berontak.

Banyak pertanyaan kami serukan kepada Tuhan. Segala pertanyaan klise bahwa saya sudah melayani-Nya, sudah berikan hidup, dan berbagai pernyataan yang mencoba membernarkan diri memenuhi pikiran dan hati. Namun ayat ini kembali membuat saya berefleksi, apakah saya masih mau meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti-Nya seperti dulu? Apakah saya masih menjaga hati dari keterikatan pada segala yang saya miliki?

Selama berbulan-bulan saya menggumuli hal ini bersama dengan Tuhan. Perasaan kecewa, marah, sakit hati, direndahkan, semua bercampur menjadi satu. Saat-saat yang tidak mudah bagi saya. Namun ketika hati ini berserah, saya siap dengan jawaban, "Ya Tuhan, saya mau!"

Kita perlu terus berani untuk meninggalkan segala sesuatu untuk Tuhan. Dengan demikian kita siap untuk hidup bagi-Nya. (Al)

_Sudahkah saya melepaskan segala sesuatu untuk mengikuti Tuhan?_

Salam Damai Kristus
Doa Sabtu
30 Nov 2019
By : Team Moderator

Tuhan yang maha murah, maha pengasih dan penyayang,
karena jasa Yesus Kristus,
aku mengharapkan menerima dari-Mu:
kebahagiaan kekal serta rahmat
yang perlu untuk menerimanya.
Aku mengharapkan semua itu
dengan pengharapan yang kokoh,
sebab yang berjanji adalah Engkau,
Tuhan yang mahakuasa, mahamurah untukku
dan setia pada janjiMu.
Tuhan kuatkanlah pengharapanku.
terima kasih Tuhan Yesus,
kami berdoa bersama-sama,
Amin

Salam Damai Kristus
Sabtu, 30 Nopember 2019, *St. Andreas Rasul*

*PANGGILAN UNTUK MEWARTAKAN KRISTUS*

*BACAAN*
*Rom 10:9-18* – “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dari firman Kristus”
*Mat 4:18-22* – “Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus”

*RENUNGAN*
1.Bersamaan dipanggilnya Andreas, dipanggil pula Simon (Petrus), Yakobus, dan Yohanes. Seperti mereka, masing-masing dari kita pasti memiliki sejarah panggilan sebagai orang beriman.

2.”Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Mereka dipanggil Tuhan untuk meninggalkan segala sesuatu yang mereka miliki untuk mengikuti Yesus dan menjadi rasul-rasul-Nya. Tanpa pikir panjang, “mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.”

3.Sekarang ini banyak orang Kristen tidak lagi mempunyai daya untuk menjadi garam dan terang di sekitarnya, bahkan keluarganya. Mereka tidak siap menjadi saksi Kristus  karena banyak beban dan tidak mau melepaskannya. Beban-beban tersebut, misalnya beban dosa yang berkepanjangan dan makin mencekik kehidupannya, beban karena takut diketahui identitasnya sebagai orang Kristen, mementingkan nilai-nilai duniawi, acuh-tak-acuh terhadap hidup rohani, acuh-tak-acuh terhadap  Allah dan Gereja-Nya. Beban-beban yang tidak dilepaskan hanya akan menghantar seseorang kepada kematian abadi.

4.Kita dipanggil untuk membawa orang-orang di sekitar kita, terutama anggota keluarga, untuk semakin mengenal dan bersatu dengan Kristus. Tidak cukup hanya mengajak mereka ke gereja atau ikut kegiatan lingkungan, tetapi berani memberi  kesaksian hidup secara nyata yang kita wujudkan dalam sikap jujur, bertanggungjawab, suka menolong, melayani dan mengedepankan kepentingan orang lain. Bagaimana pun, kesaksian hidup kita lebih kuat daripada khotbah atau kata-kata indah.
🇮🇩MS💪😄🇮🇩

Salam Damai Kristus
Jumat, 29 November 2019
KATKIT (Katekese Sedikit) No. 322

Seri Liturgi
ABSOLUSI MACAM APA?

Syalom aleikhem.
Sementara orang Katolik berpendapat bahwa pengakuan dosa dalam Sakramen Perdamaian tak diperlukan sebab tiap kali kita merayakan Misa sudah ada absolusi pada Pernyataan Tobat. Benarkah kita tak perlu menerima Sakramen Rekonsiliasi dan absolusi dalam Perayaan Ekaristi mencukupi? Apakah absolusi itu sama dengan absolusi dalam Sakramen Tobat?

Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) no. 51 menerangkan: “… seluruh umat menyatakan tobat dengan rumus pengakuan umum. Sesudah itu, imam memberikan absolusi. Tetapi, absolusi ini tidak memiliki kuasa pengampunan seperti absolusi dalam Sakramen Tobat.”

Jelas ‘kan, absolusi dalam Kurban Misa beda dengan absolusi dalam Sakramen Tobat. Ringkasnya, bedanya: absolusi dalam Sakramen Tobat melimpahkan kuasa pengampunan untuk dosa-dosa besar, sedang absolusi dalam Ekaristi memberikan pengampunan untuk dosa-dosa kecil.

Gereja Katolik mengajarkan ada beda antara dosa besar (berat) dan dosa kecil (ringan), lihat saja Katekismus Gereja Katolik (KGK) no.1852-1864. Dosa berat ialah dosa yang mempunyai materi berat (KGK no. 1857). Apa yang merupakan materi berat itu dijelaskan oleh Sepuluh Perintah (KGK no. 1858).

Absolusi dalam Misa menghapus dosa ringan saja. Selesaikan urusan dosa berat dalam Sakramen Tobat, jangan terlewat.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring (+62-813-1954-2469)

Salam Damai Kristus

Kamis, 28 November 2019

☘🍁Doa pagi🍁☘
Hari Jumat 29 November 2019

Ya Yesus,
pada pagi hari ini kami datang ke hadiratMu untuk memohon bimbingan dan penyertaanMu bagi kami sekeluarga. Semoga Engkau berkenan menjaga kami dalam melaksanakan aktifitas hari ini.

Semoga rencana dan kegiatan kami dapat berjalan dengan lancar, dan semoga kami selalu berusaha melakukan banyak hal dengan baik dan berguna bagi diri kami sendiri dan juga bagi sesama.

Berkatilah semua usaha dan perjuangan kami hari ini. Biarlah semakin banyak orang merasakan kebaikanMu lewat pekerjaan kami. Dan semoga semakin banyak orang mendekat kepadaMu lewat karya kami.

Ya Tuhan, Engkau sudah mengutus kami ke tengah dunia. Dengan penyertaanMu semoga kami mampu menjadi saksiMu.
Amin.

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 29 November 2019

Bacaan: 1 Korintus 15:33 "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."

Renungan:
  Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang muda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan keras kepala. Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang masih kecil. "Cabutlah pohon itu," katanya. Segera pemuda itu membungkuk dan hanya dengan dua jari saja ia dengan mudah mencabut pohon itu. Setelah berjalan lebih jauh lagi, orang tua itu berhenti di depan sebuah pohon yang agak besar. "Coba cabut pohon ini," kata orang tua itu. Kali ini pemuda itu harus menggunakan kedua tangannya dan dengan sekuat tenaga mencabut pohon tersebut. Akhirnya mereka berhenti lagi di depan sebuah pohon yang sangat besar. "Sekarang cabutlah pohon ini!" perintahnya lagi. Pemuda itu pun menjawab, "Wah itu tidak mungkin. Untuk mencabutnya diperlukan sebuah buldoser."
  "Engkau benar sekali. Kebiasaan, entah baik atuapun buruk, sama seperti pohon -pohon itu. Kebiasaan yang belum berakar dalam, seperti pohon yang masih sangat kecil, dapat dicabut dengan sangat mudah. Kebiasaan yang sudah sangat lama dan berakar sangat dalam, akan sangat sulit mencabutnya. Jagalah dirimu agar kebiasaan yang sedang engkau tanamkan adalah kebiasaan-kebiasaan yang baik.
  Mari selidiki kebiasaan kita. Jangan biarkan kebiasaan buruk menjadi sebesar pohon. Namun ketika masih sangat kecil, segeralah cabut kebiasaan buruk itu, agar kelak tidak akan menimbulkan kesulitan bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, lepaskanlah kebiasaan-kebiasaan buruk yang selama ini mengikatku, agar tidak menjadi batu sandungan bagi masa depanku. Amin.  (Dod).

Salam Damai Kristus
Jumat, 29 Nov 2019
Pekan Biasa XXXIV
Dan. 7:2-14 ; MT Dan. 3:75,76,77,78,79,80,81.; Luk. 21:29-33.

"Perhatikanlah pohon ara" - Luk 21,29

Yesus mengajak kita untuk mengasah kepekaan dalam membaca tanza-tanda zaman, khususnya berkaitan dengan tanda-tanda kehadiran-Nya di tengah-tengah kita. Dia memberikan ilustrasi tentang pohon ara, salah satu pohon yang dikenal umum dan merupakan penghasil makanan yang penting bagi bangsa Yahudi. Pohon ara menghasilkan buah 2 kali dalam setahun, pada musim semi dan musim gugur. Dengan demikian, kedatangan musim semi dan musim gugur selalu dinanti karena membawa harapan baru bagi mereka: pohon ara di kebun akan berbuah dan dengan demikian terjaminlah sumber makanan bagi mereka. Demikian pula, kedatangan Tuhan di tengah-tengah kita juga selalu membawa jaminan dan harapan baru bagi kita. Ia tidak hanya datang setahun 2x tetapi setiap saat. Kalau kita menyadari kehadiran-Nya kemudian membuka hati untuk menerima-Nya, hidup kita terjamin. Bukan pertama-tama terjamin dalam hal makanan dan minuman, tetapi lebih-lebih terjamin dalam kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam Roh Kudus (Rm 14,17). Kita akan dimampukan untuk hidup secara benar dan untuk hidup dalam damai sejahtera. Hidup kita pun akan diwarnai dengan bersukacita dalam Roh Kudus. Godaan roh jahat tidak akan membelokkan kita, aneka masalah yang harus kita hadapi tidak akan mengacaukan hidup kita, dan derita pun tidak akan menghalani kita untuk tetap bersukacita.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE
Jumat, 29 November 2019
Bac.I, Dan 7 : 2 - 14
Injil : Luk 21 : 29 - 33
Hari Minggu Biasa XXXIV

Sabda-Mu adalah Pelitaku Menuju Akhir Zaman-Mu

"Tidak ada yang lebih indah selain bertobat dan berubah menyongsong akhir hidup kita masing-masing."

Yesus berkata dalam Injil hari ini, " *Langit dan bumi akan berlalu, tapi sabda-Ku takan berlalu* ." Pertanyaannya, "mengapa sabda Tuhan tidak akan hilang dan musna ketika bumi dan langit akan hancur dan punah? Jawaban terhadap pertanyaan ini mengingatkan kita akan permulaan Injil Yohanes bahwa pada mulanya adalah Sabda. Sabda itu tinggal bersama Allah, dan sabda itu adalah Allah sendiri. Sabda itu pada saatnya menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Sabda yang tinggal diantara kita itu adalah Yesus sendiri.

Pelajaran penting yang bisa kita petik dari bacaan Injil pagi ini adalah :

1) Ada kepastian tentang datangnya akhir zaman, walaupun tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui waktunya. Namun satu hal yang pasti bahwa akhir hidup setiap orang akan menjemputnya.

2) Bila kematian adalah sebuah kepastian namun tidak ada seorang pun yang tahu tentang waktu tibanya maka mempersiapkan kematian dengan cara bertobat dan berbuat baik adalah jalan terbaik yang harus dipilih oleh setiap orang.

3) Bila Firman adalah Allah sendiri, maka Firman itu tidak bisa musnah. Karena itu, bila engkau merenungkan firman setiap saat maka engkau sebenarnya telah mendekatkan jiwamu kepada keabadian, yakni Allah itu sendiri.

Akhirnya, jadikanlah Firman Tuhan sebagai pelita di jalanmu menuju Tuhan karena Ia sendirilah yang tempat tujuan akhirmu.

Selamat beraktivitas di hari baru untuk para sahabat.

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

PERKATAAN-KU TIDAK AKAN BERLALU
29 Nopember 2019

“Langit dan buni akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” ( Luk 21:33)

Lectio
Dan 7:2-14; MT Dan 3:75,76,77,78,79,80,81; Luk 21:29-33

Seorang Bapak yang baru pulang ke rumah setelah mengikuti misa pagi ditanya oleh anaknya :
“Papa kok ke gereja setiap hari?”
Jawab Bapak itu :
“Iya nak, dan tidak hanya ke gereja, tetapi juga berdoa, membaca Kitab Suci dan melakukannya dengan TAAT dan SETIA.”
Anak itu berkata lagi :
“Tapi kan KS sudah ribuan tahun? Apakah masih relevan?”
Sang Bapak balik bertanya :
“Apakah kamu merasakan KASIH Papa?”
“Iya dong. Papa begitu menyayangi keluarga.”
“Tahu mengapa Papa, bahkan Kakekmu, serta Kakek buyutmu sangat mengasihi keluarga?” tanya Bapak itu.
Jawab Anaknya :
“Tidak tahu, kenapa Pa?”
“Karena SABDA ALLAH itu sendiri! Dan walaupun nanti Papa sudah meninggal, Sabda Tuhan yang Papa ajarkan padamu akan kamu ajarkan pada keluargamu, seterusnya sampai sepanjang segala masa.” jawab Bapak itu dengan penuh semangat.

Sabda Allah HIDUP selama-lamanya.

Oratio
Ya Tuhan, Sabda-Mu adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Amin

Missio
Marilah kita membaca dan membacakan Firman Tuhan di dalam keluarga dan menjadikanny Tradisi keluarga turun temurun.
Have a Blessed Friday.
Doa Jumat
29 Nov 2019
By : Team Moderator

Tuhan Yesus yang maha Kudus, dan maha penyayang,
aku menyesal atas perbuatan perbuatan dosa-dosaku.
Oleh sebab itu patut aku Engkau hukum,
terutama sebab aku telah menolak kehendak Engkau
yang maha murah dan maha baik bagiku.
Aku benci akan dosa-dosaku
dan berjanji dengan pertolangan rahmatMu hendak
memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi.
Ya Allah, ampunilah aku orang berdosa.
dalam nama Tuhan Yesus,
kami berdoa bersama-sama,
Amin.

Salam Damai Kristus

Rabu, 27 November 2019

Kamis, 228 Nov 2019
Pekan Biasa XXXIII
Dan. 6:12-28; MT Dan. 3:68,69,70,71,72,73,74; Luk. 21:20-28.

"Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." - Luk 21,28

Kembali kita mendengarkan Injil yang berbicara tentang kejadian-kejadian mengerikan di akhir zaman. Sebagian dari apa yang dikatakan Yesus tersebut, mungkin dekat dengan kita, kendati mungkin kita tidak mengalaminya secara langsung: peperangan, ketidakadilan, penindasan, dan terorisme. Namun, pesan pada akhir bacaan Injil, rasanya lebih dari cukup menjadi pedoman bagi kita sebagai orang beriman. "Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." Dalam kondisi apa pun, baik dalam suka maupun duka, baik dalam kemujuran maupun dalam derita, baik dalam keberhasilan maupun dalam kegagalan, baik saat sehat maupun sakit, Tuhan selalu dekat dengan kita. Dekatnya Tuhan dengan kita tidak selalu bermakna temporal (secara waktu) dan spazial (secara jarak), tetapi lebih-lebih relasional. Tuhan mengasihi kita, maka Ia selalu dekat dengan kita, tidak pernah jauh dari kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita. Dari pihak kita dibutuhkan setidaknya 2 hal: bangkit dan mengangkat muka. Artinya, dalam situasi yang berat dan sulit, kita mesti bangkit dan mengangkat muka, yakni mengarahkan hati pada Tuhan. Dari pada-Nyalah kita mengharapkan pertolongan.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
☘🍁Doa Pagi🍁☘
Kamis 28 November 2019

Bapa di Surga,
penuhilah hatiku dengan rasa haus akan kebenaran firman-Mu. Sebab firman-Mu adalah kebenaran yang memuaskan dahaga jiwaku, menuntun hidupku di jalan-jalan yang benar dan menghindarkan aku dari terjerumus ke dalam malapetaka. Firman-Mu itu pula yang menolong aku agar terhindar dari kesesatan, karena sesungguhnya firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Terangilah pikiranku dengan Roh-Mu supaya aku dapat mengenal kebenaran-Mu, dan berikanlah kepadaku hati yang taat terhadap tuntunan firman-Mu.

Pada pagi hari ini kembali aku menghaturkan ucapan syukurku kepada-Mu karena Engkau telah memberi kesempatan kepadaku untuk menikmati semua kebaikan-Mu. Tolonglah aku agar tidak hanya menikmati anugerah-Mu bagi diriku semata-mata, namun juga dapat menyalurkannya bagi orang-orang yang ada di sekitarku. Oleh karena itu, pakailah hidupku untuk menjadi saksi-Mu seperti pelita di tengah kegelapan. Aku menyerahkan hari ini ke dalam tangan-Mu. Tuntun dan sertailah aku dengan Roh dan firman-Mu agar supaya aku dapat menjalani hari ini dengan kehidupan yang penuh makna, tidak sia-sia namun menyenangkan hati-Mu. Berkatilah semua yang kukerjakan dengan keberhasilan.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
 Amin.

Salam Damai Kristus
Doa Kamis
28 Nov 2019
By : Team Moderator

Bapak kami yang ada di Surga, Tuhan Yesus Kristus,

kami berdoa seperti yang diajarkan dalam Alkitab,
"Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,
dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong."
(Mazmur 34:16) "Apabila orang-orang benar itu
berseru-seru, maka Tuhan mendengar,
dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya."(ayat18) "
Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu
bahwa Ia mengabulkan doa kita,
jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.
Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta,
maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala
sesuatu yang telah kita minta kepadaNya." (1 Yoh 5:14-15)
"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."
(Yak 5:16) " Dan apa saja yang kamu minta dalam doa
dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22) "
tetapi doa orang jujur dikenanNya." (Ams 15:8)
" tetapi doa orang benar didengarNya." (ayat 29) "
sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang tulus,
dan tidak memandang hina doa mereka." (Mzr 102:18).
terima kasih Tuhan Yesus, kami berdoa bersama-sama,
Amin

Salam Damai Kristus
RUAH

Kamis, 28 November 2019
Hari Biasa Pekan XXXIV
   
“Sakramen tidak dilaksanakan oleh kesucian manusia yang yang memberi atau menerima Sakramen, tetapi oleh kekuasaan Allah” (St. Tomas Aquinas)
 
Antifon Pembuka (Dan 3:47)

Pujilah Tuhan, hai seluruh bumi! Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Doa Pembuka
 
Allah Bapa kami di surga sumber cahaya cemerlang dalam penderitaan dan kegelapan Engkau menghendaki memancarkan cahaya dan memberikan hiburan lewat Yesus, Putra Manusia. Kami mohon, semoga kami selalu terbuka untuk menerima sabda-Nya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Daniel berdoa kepada Tuhan, yang bertentangan dengan perintah raja. Menurut undang-undang orang Media dan Persia, hukumannya adalah kematian. Daniel dimasukkan ke dalam gua singa, tetapi diselamatkan oleh Allah sendiri.

Bacaan dari Nubuat Daniel (6:12-28)
     
"Allah telah mengutus malaikat-Nya dan mengatupkan mulut singa-singa."
 
Sekali peristiwa para pegawai Raja Darius masuk ke kamar Daniel, dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. Maka mereka menghadap raja dan menanyakan kepada raja, “Bukankah Tuanku mengeluarkan suatu perintah, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia selain kepada Tuanku, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Raja menjawab, “Memang! Perkara itu sudah pasti, menurut undang-undang orang Media dan Persia yang tidak dapt dicabut kembali.” Lalu mereka berkata kepada raja, “Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan Tuanku, ya Raja. Ia tidak mengindahkan larangan yang Tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya.” Mendengar hal itu sangat sedihlah raja, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel. Bahkan sampai matahari terbenam, ia masih berusaha untuk menolongnya. Tetapi para pegawai itu bergegas-gegas menghadap raja serta berkata kepadanya, “Ketahuilah, ya Raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tiada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja dapat diubah.” Sesudah itu raja memberi perintah; lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel, “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang akan melepaskan dikau!” Lalu dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu. Raja mencap batu itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam perkara Daniel tidak diadakan perubahan apa-apa. Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman. Ia tidak mendatangkan penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. Pagi-pagi benar ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa. Sesampai di dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara sayu, “Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan dikau dari singa-singa?” Daniel menjawab, “Ya Raja, semoga kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa. Maka aku tidak diapa-apakan, karena ternyata aku tidak bersalah di hadapan Allahku. Demikian pula terhadap Tuanku, ya Raja, aku tidak bersalah.” Raja sangat bersukacita dan memberi perintah supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua. Ternyata tidak ada luka sedikit pun padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. Kemudian atas perintah raja, ditangkaplah orang-orang yang telah menuduh Daniel, dan dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka sendiri maupun anak isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. Kemudian Raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya, “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar terhadap Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa, dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mukjizat di langit dan di bumi. Dialah yang melepaskan Daniel dari cengkeraman singa-singa.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Kidung Tanggapan
Ayat. (Dan 3:68.69.70.71.72.73.74)
* Pujilah Tuhan, hai embun dan salju membadai.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai es dan udara dingin.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai siang dan malam.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai halilintar dan awan gemawan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Biarlah bumi memuji Tuhan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.

Yerusalem akan dikepung dan banyak orang melarikan diri. Hari kesesakan yang dahsyat meliputi seluruh negeri. Banyak orang akan mati ketakutan. Tetapi setelah semuanya ini, Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan. Dalam situasi seperti itulah, semua orang diundang untuk mengangkat muka karena hari penyelamatan sudah dekat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:20-28)
 
"Yerusalem akan diinjak-injak oleh para bangsa asing sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu."
 
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila kalian melihat Yerusalem dikepung oleh tentara, ketahuilah bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, orang-orang yang ada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota. Sebab itulah masa pembalasan dan genaplah semua yang tertulis. Celakalah para ibu yang sedang hamil atau yang sedang menyusui bayi pada masa itu! Sebab kesesakan yang dahsyat akan menimpa seluruh negeri, dan murka akan menimpa bangsa ini. Mereka akan tewas oleh mata pedang dan diangkut sebagai tawanan ke segala bangsa. Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.” Dan akan tampaklah tanda-tanda pada matahari, bulan dan bintang-bintang. Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena cemas berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi ini, karena kuasa-kuasa langit bergoncangan. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Yesus hadir dalam hidup sehari-hari melalui peristiwa alam dan dalam pribadi sesama. Kita perlu melihat-Nya dalam kacamata iman. Mari kita memelihara dan mengamalkan iman kita. Kita lebih kreatif dan proaktif, jangan diam dan pasif. Niscaya Allah memelihara hidup kita.

Doa Malam

Yesus, seringkali aku tak mengindahkan tanda-tanda zaman yang ada di sekitarku. Tolonglah aku untuk peka membaca tanda-tanda zaman supaya aku semakin mendekatkan diri kepada-Mu dan apabila semua itu terjadi, semoga aku dapat bangkit dan mengangkat mukaku untuk menerima penyelamatan dari pada-Mu, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Salam Damai Kristus
*KAMIS, 28 NOVEMBER 2019*

Bacaan Liturgi

Hari Biasa, Pekan Biasa XXXIV

Bacaan Injil
Luk 21:20-28

Yerusalem akan diinjak-injak oleh para bangsa asing
sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Apabila kalian melihat Yerusalem dikepung oleh tentara,
ketahuilah bahwa keruntuhannya sudah dekat.
Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea
harus melarikan diri ke pegunungan,
orang-orang yang ada di dalam kota harus mengungsi,
dan orang-orang yang berada di pedusunan
jangan masuk lagi ke dalam kota.
Sebab itulah masa pembalasan dan genaplah semua yang tertulis.

Celakalah para ibu yang sedang hamil
atau yang sedang menyusui bayi pada masa itu!
Sebab kesesakan yang dahsyat akan menimpa seluruh negeri,
dan murka akan menimpa bangsa ini.
Mereka akan tewas oleh mata pedang
dan diangkut sebagai tawanan ke segala bangsa.
Yerusalem akan diinjak-injak
oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,
sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu."

Dan akan tampaklah tanda-tanda pada matahari, bulan dan bintang-bintang.
Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
Orang akan mati ketakutan karena cemas
berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi ini,
karena kuasa-kuasa langit bergoncangan.

Pada waktu itu
orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan
dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Apabila semuanya itu mulai terjadi,
bangkitlah dan angkatlah mukamu,
sebab penyelamatanmu sudah dekat."

Demikianlah Injil Tuhan.
======================
*SIRAMAN ROHANI*                                                                                                                 Kamis, 28 November 2019                                                                                                          RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema: Saat Kita Diguncangkan Setan, Tuhan Datang Menyelamatkan Kita!*                                                                     Lukas 21: 20 - 28

Saudara-saudari... Selama bekerja di paroki di tahun 1990-an, saya sering dipanggil untuk memberi sakramen orang sakit. Pada suatu siang, selagi istirahat, saya dipanggil untuk memberi sakramen orang sakit. Karena jarak tempat itu dengan pastoran cuma 2 km, saya berjalan kaki saja. Semua perlengkap saya isi dalam tas kecil. Ada salib, minyak suci, air berkat dan stola. Begitu saya tiba di pintu rumah, bapa yang sakit berteriak. Dia marah dan katakan kepada saya: untuk apa engkau ke sini? Jangan masuk, keluar dari sini. Sambil memasukkan tangan ke tas kecil untuk mengambil salib dan air berkat, saya melihat bapa yang sakit cari parang. Sewaktu temukan parang, dia mengacungkan parangnya ke saya. Saya langsung percikan air berkat kepadanya dan tunjukkan salib ke kepadanya. Sewaktu percikan air berkat mengenai tubuhnya, dia semakin ngamok, tetapi saya tetap menyiraminya sambil berseru: dalam nama Yesus Kristus enyahlah setan; dalam nama Yesus Kristus nyelahlah setan! Saya tunjukkan salib kepadanya. Kemudian dia jatuh dan tertidur. Saya mengajak keluarga untuk mendoakan dia, dan memberinya minyak suci. Sesudah diberi minyak suci, dia membuka mata dan dengan suara halus berkata: “Pater.... selamat siang! Tolong doakan saya!” sesudahnya dia tutup mata dan pergi untuk selama-lamanya. Sakramen Pengurapan Orang Sakit sudah menyelamatkan jiwanya. Tuhan hadir pada waktunya dan menyelamatkan jiwanya.

Saudara-saudari... Hari ini Yesus menjelaskan apa yang akan terjadi menjelang pengadilan terakhir. Yesus berkata: orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubungan  dengan segala apa yang menimpa bumi ini. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. Bangkitlah dan angkatlah muka-mu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.
Rupanya bapa dalam ceritera saya di atas, mengalami apa yang sudah dirawalkan Yesus Kristus. Rupanya mata-jiwanya sudah melihat apa yang sedang terjadi. Yang sangat menarik bahwa sesudah direciki air berkat dan memandang salib, ia jatuh tertidur dan sesudahnya matanya terbuka lagi dan dengan halus meminta saya: “Pater doakan saya!”, lalu sesudahnya pergi untuk selama-lamanya.

Saudara-saudari… Allah begitu mengasihi umat-Nya sehingga Ia datang sebagai Penyelamat, seperti yang kita dengar dalam Injil hari ini. Saat dunia mengalami porak-poranda dan banyak umat manusia menderita, Allah sebagai Pencipta alam semesta datang menyelamatkan. Inilah pegangan sekaligus harapan umat beriman. Kebaikan Allah telah nyata dalam kehidupan harian kita, maka kita juga yakin dan percaya bahwa situasi di mana kita berada dalam ambang batas kemampuan kita, kita diajak untuk ingat bahwa masih ada Allah yang amat baik dan perhatian terhadap kehidupan kita.

Marilah saudara-saudari... Hidup kita selalu berada dalam tangan Allah. Apapun ituasi kita, Tuhan selalu menyertai kita. Karena itu peganglah Dia selalu dan berharaplah bahwa Dia selalu membantu dan menyelamatkan kita.

Bersama Bunda Maria kita berdoa: Tuhan sadarkanlah kami selalu bahwa dalam situasi apa pun Engkau senantiasa hadir di tengah kami. Kuatkanlah iman kami Tuhan, dan semoga kami selalu berani dan sanggup menantang segala bentuk kejahatan, yang mengancam kehidupan jiwa kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amen!

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

PENYELAMATANMU SUDAH DEKAT
28 Nopember 2019

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Luk 21:28)

Lectio
Dan 6:12-28; MT Dan 3:68,69,70,71,72,73,74; Luk 21:20-28

Seorang Bapak yang sedang menunggu bis di halte terlihat wajahnya penuh semangat. Lalu seorang anak muda menghampirinya dan bertanya :
“Ada sebatang rokok Om?” Dengan rasa iba Bapak itu menjawab :
“Maaf saya tidak merokok Mas, tapi saya bisa bantu kamu supaya hidup penuh SEMANGAT!”
Anak muda itu menjawab :
“Apa yang mau disemangati Om, kerja sebentar dikeluarin, punya pacar direbut lelaki kaya! Frustasi saya Om!”
Tetapi Bapak itu berkata lagi : “Lho anggaplah itu sebagai TANTANGAN! Bayangkan kalau kamu berhasil melewati masa PROBATION, dan pacarmu memilih engkau dibanding dengan yang lain. Apakah PRIBADI itu sama dengan dirimu?”
Anak muda itu terdiam.. lalu menjawab :
“Bukan Om! Saya akui memang saya PEMALAS.”
Lalu Bapak itu menyambung :
“Mulailah setiap hari dengan BERDOA, lalu kamu BERUSAHA, maka percayalah USAHAMU akan BERHASIL, karena kamu memiliki PENGHARAPAN karena TUHAN menyertaimu!”
Jawab pemuda itu :
“Amin! Terima kasih Om! Ini jauh lebih berharga dari rokok..”

Ketika kita BERTAHAN dalam KESETIAAN akan PERINTAH ALLAH, maka KESELAMATAN akan semakin mendekati kita.

Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami bertahan dalam segala kesesakkan sambil setia pada segala perintah-Mu. Amin

Missio
Marilah kita hidup dalam IMAN dan PENGHARAPAN akan Tuhan dengan MENGASIHI Tuhan dan sesama.
Have a Blessed Thursday.
Santo-Santa
28 November

Santa Katarina Laboure, Perawan

Zoe Laboure-nama kecil Katarina Laboure -lahir di desa Fainles Mautiers, Prancis pada tanggal 2 Mei 1806. Mula-mula ia bekerja sebagai pelayan; kemudian ia masuk biara Suster-suster 'Puteri Kasih' dengan nama 'Katarina'. Ia, seorang suster yang amat sederhana namun saleh, sangat rajin dan penuh pengabdian. Sepanjang hidupnya ia tidak pernah belajar membaca dan menulis. Beberapa hari setelah menjadi postulan di biara Rue de Bac, Paris, Bunda Maria menampakkan diri kepadanya.

Pada tengah malam tanggal18/19 Juli 1830, ia terjaga dari tidurnya karena suatu suara ajaib yang memanggilnya sebanyak tiga kali: "Suster Laboure . . . Suster Laboure . . . Suster Laboure!" Ia tersentak bangun dan tampaklah di hadapannya seorang anak kecil berusia kirakira 4/5 tahun. Anak kecil ini mengajaknya ke kapel. "Bunda Maria menanti engkau di kapel!" kata anak kecil itu. Dalam sikap ragu-ragu, penuh tanda tanya dan takut, Suster Katarina bersama anak kecil ajaib itu melangkah ke kapel. Herannya, semua pintu kapel terbuka dengan sendirinya, lilin-lilin dan lampu-lampu di dalam kapel itu menyala. Dan benarlah pemberitahuan anak kecil itu! Setelah menunggu setengah jam lamanya, tiba-tiba anak kecil itu berseru: "Lihat, itulah Bunda Maria!" Bunda Maria muncul dan berlutut menyembah Sakramen Mahakudus, lalu duduk di kursi Pastor Kepala. Suster Katarina segera mendekatinya dan meletakkan tangannya di atas pangkuan Bunda Maria. Lebih dari dua jam lamanya Bunda Maria berbicara dengan Katarina perihal tugas perutusannya yang dipercayakan Tuhan kepadanya.

Pada tanggal 27 Nopember 1830, jam setengah enam malam, sekali lagi Bunda Maria menampakkan diri kepadanya dalam rupa sebuah gambar. Bunda Maria tampak sedang berdiri di atas bola bumi dengan berkas-berkas cahaya ajaib memancar dari tangannya. Bola bumi itu dikelilingi tulisan berikut: "Oh Maria yang dikandung tanpa noda dosa, doakanlah kami yang berlindung kepadamu!" Gambar itu lalu membalik dan menampakkan huruf "M"; di atasnya terdapat sebuah hati dan salib yang saling berhubungan. Sementara itu terdengar olehnya suruhan Bunda Maria agar ia segera membuat satu medali yang berbentuk bulat lonjong seperti yang tergambar dalam tanda penampakan itu. Bunda Maria berjanji: "Semua orang yang mengenakan medali ini pada lehernya akan memperoleh karunia khusus." Katarina, meneruskan pesan tersebut kepada yang berwajib. Lalu sesuai suruhan Bunda Maria, dibuatlah medali tersebut dan segera disebarluaskan kepada umat. Banyaklah permohonan yang terkabul karena medali tersebut, misalnya penyembuhan, pertobatan dll. Semuanya itu sungguh-sungguh ajaib, karena semula hal-hal itu memang tak dapat diatasi dengan cara biasa.

Penampakan itu terus berlanjut beberapa kali lagi sampai bulan September 1881. Kemudian Suster Katarina menceritakan penampakan-penampakan itu dengan jelas kepada Pastor Aladel, Bapa Pengakuannya. Setelah diselidiki dengan saksama, pastor itu mohon kepada Uskup Agung de Quelen di Paris untuk memberikan restu dan izin bagi pembuatan medali tersebut. Medali inilah yang sekarang lazim disebut 'Medali Wasiat'. Kata 'wasiat' tidak menunjuk kepada hasil yang diperoleh umat oleh karena memakai medali itu, melainkan menunjuk pada asal dan cara bagaimana medali itu terjadi.

Katarina melanjutkan cara hidupnya dalam kesederhanaan dan kerendahan hati dengan melakukan tugasnya sebagai penjaga pintu dan tukang masak di biara Enghien-Reuilly. Rahasia penampakan Bunda Maria yang dialaminya tidak diketahui oleh rekan-rekannya sebiara. Delapan bulan sebelum kematiannya, barulah ia menceritakan beberapa penampakan yang dialaminya kepada Suster Dufes, Superiornya. Katarina Laboure meninggal dunia pada tanggal 31 Desember 1876 pada usia 70 tahun. Ia digelari 'beata' pada tahun 1933 dan dinyatakan sebagai 'santa' pada tahun 1947 oleh Paus Pius XII (1939-1958).

Sumber : www.imankatolik.or.id

Selasa, 26 November 2019

_*INSPIRASI PAGI*_
_(Hidup ini sudah penuh bahagia, tetapi banyak orang tidak menyedarinya)_

_Banyak alasan dalam hidup untuk_ _*Tertawa,*_
_Tetapi banyak orang memilih untuk_ _*Marah.*_
_Banyak hal yang membuat_ _*Tersenyum,*_ _tetapi banyak orang memilih_ _*Bersedih.*_
_Banyak hal yang_ _*Indah*_ _dalam hidup,_
_Tetapi banyak orang menjadikannya_ _*Sulit.*_
_Banyak orang ingin memiliki segalanya untuk_ _*Bahagia,*_
_hingga ada orang yang merasa_ _*Kecewa*_ _jika belum memilikinya._
_*Hidup*_ _ini sudah penuh_ _*Bahagia,*_
_tapi terkadang banyak orang_ _*tidak*_ _menyedarinya._
_*Bahagia*_ _adalah Kondisi fikiran_ _*yang*_ _menyenangkan._
_*Kuncinya*_ _adalah Kerelaan Hati atas apa yang_ _*sedang*_ _kita alami dan selalu_ _*mensyukurinya.*_
_Nikmatilah kehidupan ini,_ _*tak perlu*_ _di bandingkan dengan orang lain._
_*Iri Hati*_ _kita terhadap orang lain akan_ _*membawa*_ _lebih banyak Penderitaan._
_*Rezeki*_ _tidak selalu berupa emas, permata atau wang yang banyak,_
_*bukan pula*_ _saat kita di rumah mewah dan pergi bershopping._
_*Rezeki*_ _sebenarnya adalah_ _*JIWA & HATI*_ _yang Tenang, kerana_ _*Ketenangan & Kebahagiaan*_ _itu sangat mahal sekali._
_*Untuk*_ _bahagia bukan kerana kita memiliki_ _*segalanya,*_
_tapi kerana bersyukur membuat_ _*kita bahagia.*_
_Ingatlah,_
_*Bukan*_ _kerana bahagia yang menjadikan kita_ _*bersyukur,*_
_tapi kerana_ _*bersyukur*_ _menjadikan kita_ _*Bahagia !!!*_
_”Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”_
_(Mazmur 1:1-2)_

_Amin_

_Selamat pagi, selamat beraktiviti, dan selamat berkarya_

_*Salam Damai KristusI*_