Selasa, 31 Juli 2018

INGIN BAHAGIA ?

Banyak orang berpendapat bahwa kalau ia sudah mempunyai rumah bertingkat..., mobil mewah...,istri cantik...,anak2 berhasil dalam study....Simpanan deposito bentuk dollar di bank..., itu adalah jaminan bahwa hidupnya pasti akan bahagia...

Sebetulnya semua itu Bukan sesuatu yg bisa menentukan Bahagia atau tidaknya seseorang...

Berapa banyak orang yg katanya hidup bergelimang harta dan mempunyai kedudukan tinggi..., tetapi tidak bisa menikmati hidup dengan sewajarnya...

Mau makan harus ditakar ..., ingin makan manis, dilarang...karena was2 penyakit diabetes nya kumat....

Mau tambah garam sedikit saja dalam makanan yg dirasa tawar..., tidak diizinkan karena kuatir tekanan darah meninggi...

Ingin mencicipi gorengan, tidak boleh karena takut kolesterol...

Rasanya hidup ini begitu 'menderita'..., dibandingkan dengan orang yg hidupnya bersahaja.., terapi bisa melahap semua jenis makanan tanpa ada pantangan sedikiiitpun juga...

Jadi Harta.., kedudukan..., dan kemewahan Bukanlah ukuran yg bisa menentukan kebahagiaan seseorang..

Jadilah orang2 yg Selalu Bersyukur dan Dekat pada Tuhan selaku Sang Pemberi Kedamaian dan Kebahagiaan...., maka kita akan selalu merasakan Ketenangan dan Kenyamanan...

( Lukas 12 : 15 )

Salam Damai Kristus
1 Agustus 2018
(RD Josep Susanto)

Kira-kira setengahb bulan lalu aku mendapat surat tugas tambahan dari Bapak Uskup, yang berisi bahwa terhitung 1 Agustus 2018, aku diangkat menjadi Ketua Komisi Kitab Suci KAJ.

Selama ini, Romo Romanus Heri Santoso telah memegang tugas pelayanan dengan baik itu selama 8 tahun.

Aku merasa beruntung karena tugas baru ini sebenarnya sudah tidak asing untukku, karena itu duniaku. Selain itu, aku juga sudah diajak terlibat membantu Rm Romanus dalam beberapa tahun terakhir ini.

Tugas pelayanan menjadi Ketua Komisi Kitab Suci di KAJ bukanlah tugas sederhana.

Sebab seperti bacaan pertama Senin, 30 Juli lalu melalui Nabi Yeremia, Allah mengatakan bila umat tidak mendengarkan Firman Allah akan seperti ikat pinggang rapuh yang tidak berguna di pinggang Allah, artinya tidak bisa diandalkan oleh Allah.

Kotbah Bapak Uskup dalam pemberkatan rumah baru Seminari Tinggi Unit Samadi hari ini kiranya memberikan aku inspirasi dan semangat yang luar biasa.

Bapak uskup berbicara tentang 3 fase hidup nabi Yeremia.

Fase pertama ketika Yeremia berumur 19-25 tahun. Saat itu Yeremia sangat bersemangat menjalani tugas perutusannya sebagai nabi. Darah mudanya bergelora, meski ia ditolak oleh umat Israel. Ia tidak menyerah.

Fase kedua, ketika Yeremia berumur 26-47 tahun. Saat itu Yeremia putus asa. Ia mengalami keterpurukkan dan putus asa, sebab umat tidak juga mau bertobat dan mendengarkan pesan kenabiannya.

Saat itu Yeremia pun mengalami masa sulit di mana Allah berbalik ingin menghukum bangsa Israel. Allah menolak bangsaNya sendiri. Sampai-sampai Yeremia mengutuk hidupnya sendiri.

Fase ketiga ketika Yeremia berusia 48 tahun. Ketika bangsa Israel benar-benar dihukum, dibuang ke Babel.

Pada fase berat ini Yeremia dikuatkan oleh pewartaan nabi Hosea, yang menemani semangat kenabiannya.

Nabi Yeremia menyadari bahwa ia tidak boleh hanya mengandalkan kemampuannya sendiri. Ia tidak boleh berhenti dalam mengenal Allah.

Allah dialami secara baru, dari pada yang pada masa-masa sebelumnya. Allah menawarkan sebuah kesempatan baru, perjanjian baru, dan hidup baru bagi Israel dan bagi Yeremia sendiri.

Di sini Yeremia menyadari bahwa Allah adalah sebuah misteri, rancanganNya kadang sungguh berbeda dari pikiran manusia.

Jadi kalau disimpulkan ada 3 hal penting dalam hidup Yeremia yang bisa menjadi inspirasi kita:

1. Mengalami ketidakberdayaan. Setiap orang sudah/pernah/akan mengalami masa-masa tidak berdaya dalam hidup.

2. Persahabatan (pertemanan Yeremia dan nabi Hosea. Hosea adalah guru dari Yeremia, meski Hosea hidup 1 abad sebelum Yeremia).

3. Pengalaman akan Allah yang terus menerus diperbaharui. Tidak boleh puas dan berhenti dalam mencari dan mengenal Allah.

Selamat malam,
Semoga Tuhan memberkati tugas pelayananku yang baru ini.

Karena aku percaya, ada Tuhan dan teman-teman yang selalu menyertai dan menguatkan. 😇

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 1 Agustus 2018

Bacaan: Yakobus 5:7  "Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi."

Renungan:
  Para petani biasanya sangat senang menyambut musim hujan, karena itu berarti mereka bisa menanami sawah dan ladang mereka. Mereka akan lebih senang jika hujan turun setelah tanaman yang mereka tanam telah bertunas dan tingginya sudah mencapai beberapa inci. Namun para petani itu tidak menyadari bahwa seandainya setelah hujan berkat itu berhenti dan berganti dengan musim kering yang singkat saja, maka benih mereka yang sudah mulai bertumbuh itu akan rusak, bahkan terancam mati. Mengapa? Karena selama hujan turun, tanaman muda itu tidak berusaha menancapkan atau mendorong akar-akarnya ke bawah untuk mencari sumber air dan makanan ke dalam tanah. Ketika kekeringan melanda, tanaman itu akan mati karena akarnya sangat dangkal.
  Prinsip yang sama akan berlaku dalam kehidupan para pengikut Kristus. Jika pengikut Kristus terus menerima berkat Tuhan, doa-doanya terus dijawab dan ia tidak pernah mengalami masalah, maka ia akan menjadi pengikut Kristus yang lemah dan kemungkinan imannya mudah gugur. Ketika pencobaan yang kecil menerpanya, ia akan bersungut-sungut kemudian kecewa, menyalahkan Tuhan atau bahkan lari dari jalan Tuhan. Masalah atau kesusahan hidup bukanlah bentuk penghukuman atau ketidakpedulian Tuhan atas hidup kita, tetapi sebagai faktor penyebab semakin dalam tertancapnya akar iman dan pengharapan kita kepada Yesus.
  Seseorang pernah berkata, "Anda harus membayar harga untuk menjadi lebih kuat. Anda harus membayar harga untuk menjadi lebih cepat." Lewat masalah, kita membayar harga sedikit demi sedikit agar akar-akar iman, kasih dan pengharapan kita semakin tertancap kuat pada Yesus. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, bawalah aku agar semakin melekat padaMu dan percaya bahwa Engkau besertaku ketika berhadapan dengan suatu masalah. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
Anak-anakku...
Hanya TUHAN...
TUHAN tidak berjanji...
Ketika kita...
Rabu, 1 Agustus 2018
Hari Biasa XVII
Pw. St. Alfonsus Maria Liguori
Yer. 15:10,16-21; Mzm. 59:2-3,4-5a,10-11,17-18; Mat. 13:44-46.

"Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Karena sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu." Mat 13,44

Perumpamaan tentang Kerajaan Allah ini menegaskan bahwa Kerajaan Allah itu merupakan hal yang sangat berharga dan untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan. Artinya, memiliki Allah sebagai raja dalam hidup kita jauh lebih bernilai dari semua harta duniawi apa pun. Maka, supaya Allah sungguh meraja dan menjadi yang utama dalam hidu kita, kita perlu untuk terus-menerus mengembangkan sikap rela berkorban: mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, harta, dll untuk dipersembahkan kepada Tuhan dan dibagikan demi kesejahteraan sesama. St. Alfonsus, yang hari ini kita peringati, telah memberikan teladan yang luar biasa. Demi Kerajaan Allah, ia rela meninggalkan karirnya sebagai pengacara yang selalu mendatangkan banyak pujian dan tanda penghargaan jika ia berhasil memenangkan perkara. Ia memilih untuk menjadi imam yang secara khusus melayani orang-orang miskin dan para gelandangan di Napoli, Italia.  Pada 1723, ia mendirikan sebuah tarekat baru yang diberi nama 'Sanctissimi Redemptoris' (dikenal sebagai CSsR) yang secara khusus mengabdikan diri di bidang pewartaan Injil kepada orang-orang desa di pedusunan.

Doa: Tuhan, Engkaulah satu-satunya harta yang paling berharga bagi kami. Semoga, kami tidak ragu-ragu untuk mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, harta, dll demi pengabdian kepada-Mu dan demi pelayana kepada sesama. Amin. -agawpr-

=====

Discovering God's kingdom is like stumbling across a hidden treasure or finding the one pearl of great price. When we discover the kingdom of God we receive the greatest possible treasure - the Lord himself. Selling all that we have to obtain this incomparable treasure could mean many things - our friends, possessions, job, our "style of life", what we do with our free time. Treasure has a special connection to the heart, the place of desire and longing, the place of will and focus. The thing we most set our heart on is our highest treasure.
In this parable what does the treasure of the kingdom of heaven refer to? It certainly refers to the kingdom of God in all its aspects (a kingdom of righteousness, peace, and joy in the Holy Spirit - Romans 14:17). But in a special way, the Lord himself is the treasure we seek. "If the Almighty is your gold and your precious silver, then you will delight yourself in the Almighty" (Job 22:22-23).  Is the Lord the treasure and delight of your heart?

"Lord Jesus, reveal to me the true riches of your kingdom. Help me to set my heart on you alone as the treasure beyond compare with any other. Free my heart of any inordinate desires or attachment to other things that I may freely give to you all that I have in joy and gratitude for all that you have given to me. May I always find joy and delight in your presence."

Salam Damai Kristus
KRISTUS: HARTA PALING BERHARGA

BACAAN
Yer 15:10.16-21 – “Mengapa penderitaanku tidak berkesudahan?”

Mat 13:44-46 – “Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu”

RENUNGAN
1.Bagi kita, orang beriman, harta yang paling berharga adalah Kristus; bukan jabatan, bukan harta kekayaan, bukan keluarga, tetapi Kristus.

2.Dalam Kristus kita mengalami kepenuhan kasih Allah. Dalam kerahiman-Nya, kita menemukan bahwa hidup kita bagaikan permata di hadapan Allah. Dalam pengajaran-Nya, kita menemukan kebijaksanaan untuk membangun kehidupan yang utuh. Dalam rahmat-Nya, kita menerima kekuatan untuk tumbuh dalam kasih dan kesucian. Dalam Kristus, kita dapat membangun masa depan yang benar. Tetapi kita harus bersedia menyingkirkan segala penghalang dalam diri kita agar kita mampu menguasai harta yang paling berharga ini. Kita harus bersdia menyingkirkan iming-iming rasa aman dan keselamatan di luar Kristus.

3.Untuk menjadikan Kristus semakin penuh dalam diri kita, perlu mengembangkan iman, harapan, dan kasih, pengorbanan dan penyangkalan diri, serta hidup dengan murah hati.

4.Pertanyaan refleksi: a) Apakah persahabatanku dengan Kristus merupakan nilai yang memimpin hati dan keputusan-keputusanku? b) Apakah aku memberikan kebebasan kepada Kristus untuk mengubah hidupku?

MS, 1.8.18, klik www.berkat.id

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

MENGUCAPKAN APA YANG BERHARGA
1 Agustus 2018

“Dan jika engkau mengucapkan apa yang BERHARGA dan TIDAK HINA, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku” (Yer 15:19)

Lectio
Yer 15:10,16-21; Mzm 59:2-3,4-5a, 10-11,17-18

Ketika pulang ke rumah, Adi tidak melihat Rini isterinya, lalu dia bertanya pada anaknya :
”Petrus, mama kemana?”
“Oh mama ke gereja belajar Kitab Suci pah.” jawab Petrus.
Lalu Adi pun berkata dengan sedikit kesal :
”Kitab suci kitab suci, memangnya mama-mu mau jadi SUCI?”
Jawab Petrus :
”Iya Papa, Mama tentu saja mau menjadi SUCI. Mama selalu berkata LEMBUT dan PENUH KASIH, sehingga mungkin Tuhan memilihnya untuk menjadi PEWARTA.”
Mendengar jawaban anaknya, Adi pun berkata :
”Iya nak kamu benar. Papa masih belum bisa berkata BENAR, sehingga belum dipilih Tuhan. Papa harus hidup dengan benar dulu.”
Petrus pun menjawab :
”Iya Pah, saya percaya nanti Tuhan akan memilih Papa untuk mewartakan Sabda-Nya.”

Karena itu beginilah jawab Tuhan :
”Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau.”

KEMENANGAN, KESELAMATAN dan KEBEBASAN akan didapat oleh orang yang berada di Jalan TUHAN.

Oratio
Ya Tuhan, Engkaulah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Amin

Missio
Marilah kita selalu setia berjalan dalam jalan Tuhan sehingga kita beroleh keselamatan.
Have a Blessed Tuesday.
"Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" Matius 7 :3

Intropeksi diri iru diperlukan agar kita tdk memandang masalah hanya dari sudut yg menguntungkan  posisi diri kita sendiri saja, melainkan dari berbagai sudut secara seimbang.
Bila kita melakukan intropeksi diri,  kita akan cenderung menganggap bhwa diri kita selalu benar dan yg salah selalu org lain.

Krn setiap org tdk mau disalahkan,  org yg disalahkan akan berusaha menyalahkan org lain lagi.
Bila kita ingin bebas dari suasana saling menyalahkan kita hrs belajar mengintropeksi diri : jangan-jangan bukann org lain yg salah melainkan diri kita sendiri.


Tuhan memberkati
RUAARRR BIASSSAAA...

Mungkin selama ini kita menganggap adalah hal yg biasa2 saja, bilamana pada waktu bangun dari tidur di pagi hari , kita mendapati masih bisa bernafas..., jantung masih berdenyut...

Mata masih bisa melihat..., telinga masih bisa mendengar..., mulut masih bisa berbicara..., tangan dan kaki masih bisa digerakkan.., daan seluruh organ tubuh yg lain masih berfungsi dengan baik...

Sebetulnya semua itu adalah Bukti Pemeliharaan Tuhan yg sangat Ruaarrr Biasssaaa...

Kalau kita menengok sejenak orang2 yg sedang dirawat di Rumah Sakit, lebih2 yg sedang terbaring di Ruang ICU, dimana untuk bernafas saja perlu dibantu dengan oksigen...

Supaya jantung tetap berdenyut perlu dibantu dengan Alat Pacu Jantung.., barulah kita bisa menyadari akan Kebesaran Tuhan, dimana selama ini Dia telah memberikan semua itu dengan Gratis alias Tidak Usah membayar satu sen pun juga...

Pemeliharaan Tuhan tidak hanya sampai disitu saja.., Tuhan juga sudah menghitung jumlah seluruh rambut yg tumbuh diatas kepala kita..., sungguh sangat fantastis sekali...

Orang yg katanya mengasihi kita sekalipun belum tentu sanggup atau mau untuk menghitungnya.., tetapi Tuhan sudah melakukan semua itu tanpa kita minta

Kalau Tuhan sudah memperhatikan hal yg kelihatannya Sepele dengan sebegitu rupa, apabila dengan masalah kita, Dia PASTI akan lebih mempedulikan...

Jadi tidak ada alasan sama sekali bagi kita  untuk menjadi Kuatir menghadapi hidup ini...

Kalau Burung diudara dan bunga Bakung dipadang saja sudah dipelihara, teelebih kita yg sudah diciptakan menurut Peta dan TeladanNya , so PASTI akan dipelihara juga....
   
( Matius 10 : 30 )
Salam Damai Kristus
PERCIKAN HATI❤
Selasa, 1 Agustus 2018
🌟Motivasi Rohani

💫*WAKTU  MEMERLUKAN  PEMBIMBING*

Kadang kala saya heran, ada orang yang dengan mudah membuang-buang waktu. _Ngobrol ngalor ngidul_  tanpa mengenal waktu dan akhirnya ketika malam tiba orang ini sambil _dheleg-dheleg_  berkata, “Hari ini aku tidak buat apa-apa!”  Bahkan dia berkata lagi, “Aku berteman dengan setan!”

Kita pernah merenungkan ajakan Paulus, _“Making the best use of the time, because the days are evil”_  -  Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat (Ef 5: 16). Di sini kita diajak untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya. Itulah sebabnya, penyair Romawi – Lucanus (39 – 65) berkata, _“Duce tempus eget”_ – waktu (juga) memerlukan pembimbing.

Waktu yang kita miliki itu sama. Hanya disayangkan bahwa  ada yang sepertinya kurang waktu. Di sisi lain, ada yang “kelebihan waktu” sehingga waktu seolah-olah dibuang-buang begitu saja. Ingat peribahasa ini, “Sembahyang berwaktu, janji berketika” – segala sesuatu pasti ada batasnya. Jangan hendaknya melampaui batas atau takaran.  Ingatlah bahwa _“Omnis habet sua dona dies”_ – setiap hari memiliki anugerahnya sendiri-sendiri.

Dari waktu ke waktu, kita ini melangkah. Kita gunakan waktu maupun tidak, waktu pun akan menguap. Penyair Romawi – Ovidius (43 seb. M – 17 M) berkata, _“Tempus edax rerum”_ – waktu itu memakan segalanya. Dalam budaya Jawa diibaratkan sebagai _“Bathara Kala”._

_Nggak_  usah kuatir,  kita gunakan waktu sebaik-baiknya dan kita alami saja. Sebab, _“Empta dolore docet experientia”_ – pengalaman yang dibayar dengan kesusahan mengajari seseorang (untuk menjadi lebih bijak).

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Rabu, 01 Agustus 2018

St. Alfonsus Maria de Liguori

Yer 15:10, 16-21
Mzm 59:2-5a,10-11,17-18
Mat 13:44-46

HARTA TERPENDAM

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.Mat 13:44

Kerajaan surga ibarat harta terpendam. Harta yang tertimbun di dalam tanah dan tidak akan ditemukan jika tidak digali. Hanya orang yang mau berusaha dan menggali yang akan menemukan harta terpendam ini. Tak mudah untuk menemukan harta terpendam ini, namun jika sudah ditemukan sungguh tak ternilai.

Tidak setiap orang menyadari akan keberadaan kerajaan surga ini. Hanya mereka yang mau menggali atau mencari tahu keberadaannya yang akan menemukannya. Butuh niat dan pengorbanan untuk melakukannya, bahkan sampai rela untuk melepaskan semua harta dunia yang dimilikinya. Mereka melakukan ini karena mereka menyadari nilai harta terpendam itu. Nilai harta dunia tidaklah sepadan dibandingkan dengan kerajaan surga tersebut.

Hidup mengikuti Yesus bukanlah hidup yang mudah. Banyak pengorbanan yang harus kita lakukan. Seringkali kita diminta untuk mengampuni orang yang menyakiti kita dan membalas kejahatan dengan kebaikan. Sulit untuk dilakukan. Namun ingatlah, bahwa semua yang kita lakukan itu tidaklah sebanding dengan kerajaan surga yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. (Dn)

Apakah saya sudah menemukan  "harta terpendam" itu?

Salam Damai Kristus
Doa Hari Rabu

01 Agst' 2018

By : Team Moderator DSM

Berbahagialah
orang yang diampuni pelanggarannya,
yang dosanya ditutupi!

Berbahagialah manusia,
yang kesalahannya tidak
diperhitungkan TUHAN,
dan yang tidak berjiwa penipu!

Selama aku berdiam diri,
tulang-tulangku menjadi lesu
karena aku mengeluh sepanjang hari:
sebab siang malam tangan-Mu
menekan aku dengan berat,
sumsumku menjadi kering,
seperti oleh teriknya musim panas.

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu
dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan;
aku berkata:
"Aku akan mengaku kepada TUHAN
pelanggaran-pelanggaranku,"
dan Engkau mengampuni
kesalahan karena dosaku.

Sebab itu hendaklah setiap orang
saleh berdoa kepada-Mu,
selagi Engkau dapat di temui,
sesungguhnya pada waktu banjir
besar terjadi,
itu tidak melandanya.

Engkaulah persembunyian bagiku,
terhadap kesesakan
Engkau menjaga aku,
Engkau mengelilingi aku,
sehingga aku luput dan bersorak.

Amin.

Salam Damai Kristus
Santo Santa 1 Agustus

 St. Alfonsus Maria de Liguori

Alfonsus dilahirkan dekat Naples, Italia pada tahun 1696. Ia seorang pelajar yang giat belajar. Ia mendapatkan gelar dalam bidang hukum dan menjadi seorang pengacara terkenal. Suatu kesalahan yang dibuatnya di pengadilan membuat Alfonsus yakin akan apa yang telah ada dalam pikirannya: ia harus meninggalkan pekerjaannya dan menjadi seorang imam. Ayahnya berusaha membujuk Alfonsus agar ia mengurungkan niatnya itu. Tetapi, tekad Alfonsus sudah bulat. Ia menjadi seorang imam.

Kehidupan Alfonsus dipenuhi dengan berbagai macam kegiatan. Ia berkhotbah dan menulis banyak buku. Ia membentuk suatu kongregasi rohani yang disebut “Kongregasi Pater-Pater Redemptoris” (CSsR; Redemptoris artinya Sang Penebus). Alfonsus memberikan pengarahan rohani yang bijaksana dan membawa damai bagi umatnya melalui Sakramen Rekonsiliasi. Ia juga menulis lagu puji-pujian, bermain organ dan melukis. St. Alfonsus menulis enampuluh buah buku. Ini sungguh luar biasa mengingat tugas dan tanggung jawabnya yang lain amatlah banyak. Ia juga sering menderita sakit. Ia sering sakit kepala, tetapi segera ia akan menempelkan sesuatu yang dingin ke dahinya dan terus tetap bekerja.

Meskipun pada dasarnya ia mempunyai kecenderungan untuk bersikap terburu-buru, Alfonsus berusaha untuk menguasai diri. Ia amat rendah hati, hingga ketika pada tahun 1798 Paus Pius VI ingin mengangkatnya menjadi seorang Uskup, dengan lembut ia mengatakan “tidak”. Ketika para utusan paus telah datang secara pribadi untuk menyampaikan keputusan paus kepadanya, mereka menyapa Alfonsus dengan “Tuan yang Termasyhur”. Alfonsus menjawab, “Tolong, jangan memanggilku seperti itu lagi. Sebutan itu akan membuatku mati.” Paus memberikan pengertian kepada Alfonsus bahwa ia sungguh menghendaki Alfonsus menjadi seorang Uskup.

Alfonsus mengutus banyak pengkhotbah ke seluruh wilayah keuskupannya. Umat perlu diingatkan kembali akan cinta kasih Tuhan dan akan pentingnya iman mereka. Alfonsus berpesan kepada para imam untuk menyampaikan khotbah yang sederhana. “Saya tidak pernah menyampaikan khotbah yang tidak dapat dimengerti bahkan oleh nenek tua yang paling lugu yang ada di gereja,” katanya. Dengan semakin bertambahnya usia, Alfonsus menderita berbagai penyakit. Ia menderita radang sendi yang menyiksanya dan menjadikannya lumpuh. Ia kehilangan pendengarannya serta nyaris buta. Ia juga harus mengalami berbagai kekecewaan dan pencobaan. Namun, Alfonsus memiliki devosi yang amat mendalam kepada Santa Perawan Maria, seperti yang dapat kita ketahui melalui bukunya yang terkenal yang berjudul 'Kemuliaan Maria'. Segala penderitaan dan pencobaan itu berakhir dengan damai dan sukacita serta kematian yang kudus.

Alfonsus wafat pada tahun 1787 pada usia sembilanpuluh satu tahun. Paus Gregorius XVI menyatakannya kudus pada tahun 1839. Paus Pius IX memberinya gelar Doktor Gereja pada tahun 1871.

“Bersama Tuhan, penebusan berlimpah.” ~ St. Alfonsus   

Sumber : yesaya.indocell.net

Senin, 30 Juli 2018

Ziarah batin,
Selasa, 31 Juli 2018.

Bacaan I : Yer 14:17-22.
Mazmur : 79:8.9.11.13; R: 9bc.
Bacaan Injil : Mat 13:36-43.

Renungan :
   (Rekan beriman terkasih. Ada ungkapan mengatakan, "Jika kita menanam padi di sawah, pastilah akan tumbuh rumput. Namun, jika kita menanam rumput tak akan pernah tumbuh padi." Pernyataan ini dapat membantu kita memahami penjelasan Yesus terhadap perumpamaan tentang lalang di antara gandum. Kejahatan selalu mengintip di saat kita berusaha untuk membangun kebenaran dan kebaikan. Sebenar dan sebaik apa pun kita, selalu saja akan diperhadapkan pada upaya upaya yang menyulitkan dan menjatuhkan. Setan tidak pernah tidur untuk mengintai demi melemahkan upaya membangun Kerajaan Allah. Setan tidak pernah berhenti untuk menghancurkan bangunan kebenaran yang coba kita dirikan. Itu sebab Yesus mengatakan, "Siapa bertelinga hendaklah ia mendengar."

   Apa yang hendaknya didengar ? Hal yang dimaksudkan di sini ialah pilihan untuk mendengar panggilan Allah. Bertahan dalam kesetiaan dan komitmen menghidupi pesan-pesan Yesus, atau menyerah kalah dengan buaian setan. Kita yang menyediakan telinga untuk mendengarkan panggilan Allah akan bertahan. Sebaliknya, kita kita yang menyediakan telinga untuk dibuai oleh bisikan setan, tentu akan mudah menyerah, berkompromi dengan dosa, atau malahan mempersalahkan Allah.

Doa :
   (Ya Allah, aku mohon semoga aku mampu bertahan untuk menghidupi pesan pesan Yesus Putra-Mu, dan tidak mudah kalah dengan hasutan dan buaian setan. Amin)

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 31 Juli 2018

Bacaan: Ibrani 12:1   "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."

Renungan:
  Pada waktu orang memberitahukan kepada Bartimeus bahwa Yesus memanggilnya, maka ia pun menanggalkan jubahnya. Bartimeus dipenuhi dengan sukacita karena ia meyakini bahwa sebentar lagi akan ada perubahan penting dalam dirinya. Keyakinan seperti yang dimiliki Bartimeus dalam hal ini dapat disebut sebagai iman. Iman telah membuatnya melangkah datang kepada Yesus, iman telah membuatnya melakukan sesuatu yang luar biasa, yaitu menanggalkan jubahnya. Ia sengaja menanggalkan jubah tersebut agar ia lebih leluasa datang menemui Yesus. Meskipun jubah luar pada umunya merupakan pakaian yang melindungi seseorang dari cuaca yang dingin, namun apalah arti sebuah jubah bagi Bartimeus dibandingkan kesembuhan yang akan diterimanya dari Yesus.
  Ini merupakan gambaran yang sangat indah bagi seorang berdosa yang memutuskan untuk datang kepada Yesus. Ia harus rela menanggalkan 'jubah dosa' yang selama ini ia kenakan yang telah membutakan mata rohaninya. Ia harus bangkit dan segera datang kepada Yesus dengan sukacita dan iman yang sungguh-sungguh bahwa kuasa Yesus sanggup mengubahkan hidupnya. Untuk mendapatkan kemurahan hati Allah, ia harus bersedia menanggalkan kehidupan lamanya.
  Sesungguhnya pengenalan akan Yesus tidak dapat dibandingkan dengan apapun yang dapat kita raih di dunia ini. Karena itu tanggalkanlah jubah dosa yang selama ini merintangi kita untuk datang kepada Yesus. Percayalah, ketika kita datang kepadaNya, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, beri aku kemauan dan keberanian untuk melepaskan segala sesuatu yang selama ini menghalangiku untuk datang kepadaMu. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
BERJUANG MENYONGSONG PENGADILAN TERAKHIR

BACAAN
Yer 14:17-22 – “Ya Tuhan, janganlah kiranya membatalkan perjanjian-Mu dengan kami”

Mat 13:36-43 – “Seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api demikian juga pada akhir zaman”

RENUNGAN
1.Dalam diri kita selalu ada sisi baik (benih yang baik) dan sisi jahat (lalang). Sebagai orang beriman, kita pasti berjuang untuk mengembangkan yang baik dan mengurangi yang jahat. Tuhan tahu dan melihat perjuangan kita ini dan Dia selalu memberi rahmat agar kita memenangkan perjuangan ini.

2.Seringkali kita tidak (mau) sadar bahwa kekuatan jahat, yang berwujud dalam tindakan-tindakan dosa, menguasai kita. Namun Allah menghendaki kekuatan jahat itu tetap ada agar kekuatan baik dan iman kita dimurnikan. Kita akan menang atas kuasa jahat (dosa) jika kita hidup dalam rahmat Allah.

3.Pengadilan terakhir yang dibuat oleh Tuhan Yesus membuat kita tenang dan sukacita, karena usaha kita sebagai orang beriman yang harus selalu memajukan kebaikan tidaklah sia-sia. Maka kita harus menyadari bahwa hidup merupakan kesempatan untuk berbuat baik demi menyiapkan hari pengadilan itu.

4.Dengan cara apa kita mengembangkan iman agar hidup kita menjadi berkat bagi orang lain? Gereja Katolik menyediakan sarana-sarana yang ampuh: Pertama, membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Kedua, berdoa, berziarah, novena. Ketiga, menerima sakramen-sakramen terutama Ekaristi dan Tobat. Keempat, mengikuti Ajaran Gereja. Dengan jalan tersebut, kita tidak akan pernah tersesat dan siap menyongsong Pengadidlan  Tuhan.

MaxSri, 31.7.18, berkat.id

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

TUHAN PENGHARAPAN KAMI
31 Juli 2018

“Bukankah hanya Engkau saja, ya Tuhan Allah kami..” (Yer 14:22)

Lectio
Yer 14:17-22; Mzm 79:8,9,11,13; Mat 13:36-43

Ketika pulang sekolah, Esther melihat ada beberapa orang sedang merapikan tempat jualan martabak, yang merupakan satu-satunya mata pencaharian kedua orangtuanya.
Lalu Esther bertanya :
”Ayah, mengapa mereka mengambil tempat jualan kita?”
Jawab Richard :
”Iya, mereka melihat banyaknya pembeli martabak Ayah, sehingga teman Ayah mengambilnya. Memang Ayah hanya menjalankannya, semua modal dari dia.”
Esther menjawab :
”Lalu bagaimana dengan masa depan sekolah Esther Ayah? Apakah saya bisa masuk kuliah?”
Dengan wajah memelas Richard memeluk anaknya dan berkata :
“Ayah PERCAYA bahwa kita memiliki HARAPAN pada TUHAN. Ayah akan BERUSAHA dan PERCAYA hanya pada TUHAN.”
“Terima kasih Ayah, saya begitu bangga memiliki Ayah yang memiliki Iman, Harapan dan Kasih” jawab Esther.

Yeremia berkata :
”Bukankah hanya Engkau saja, ya Tuhan Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya ini?”

Hanya kepada TUHANLAH kita BERHARAP.

Oratio
Ya Allah, Engkaulah harapanku. Amin

Missio
Marilah kita selalu berharap hanya kepada Tuhan.
Have a Blessed Tuesday.
Doa Hari Selasa

31 Juli’ 2018

By : Team Moderator DSM

Tuhan, Allah kami !!
Jika kami merasa takut,
jangan biarkan kami berputus asa!
Jika kami kecewa,
jangan biarkan kami menjadi pahit hati!
Jika kami terjatuh,
jangan biarkan kami tergeletak!
Jika daya pemahaman kami berkurang
dan kekuatan kami melemah,
jangan biarkan kami sampai binasa!

Tidak, jangan biarkan kami hilang,
tetapi peganglah kami ya Tuhan,
biarkan kami tetap merasakan kedekatan,
penyertaan dan kasih Engkau ya Tuhan,
yang Engkau janjikan kepada mereka
yang rendah hati dan hancur hati
yang dengar-dengaran akan perkataan-Mu,
dan takut akan Engkau.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin.

Salam Damai Kristus
PERCIKAN HATI❤
Selasa, 31 Juli 2018
🌟Kebijaksanaan Hidup

💫*HIDUP ADALAH MEMBERI*

Seorang pemuda mendaki sebuah gunung, dalam perjalanannya ia mengalami hal yang tidak menyenangkan. Ia begitu haus, tapi air yang dibawanya habis. Dengan agak lemas, ia tetap meneruskan perjalanannya. Tiba-tiba, dilihatnyalah sebuah sungai kecil yang memiliki air yang sangart jernih. Betapa bahagianya ia karena akhirnya ia bisa minum. “Ah segar, akhirnya saya bisa minum,” katanya sesudah ia minum. Tak lupa, juga ia mengisi air di dalam tempat minumnya. Sesudah itu, ia melanjutkan perjalanannya.

Sahabat, dalam kisah ini, baiklah kita belajar menjadi seperti air yang tidak peduli, apakah orang yang meminumnya mengatakan terima kasih kepadanya. Namun lebih daripada itu, air hanya ingin agar orang lain yang meminumnya merasa segar dan semangat kembali. Hal inilah  yang perlu kita kembangkan dalam hidup keseharian kita, bahwa marilah kita memberi tanpa mengharapkan balasan. Lakukanlah itu dengan tulus, karena  kita pun demikian, menginginkan yang terbaik bagi orang lain.

Dengan kata lain, kita ingin agar hidup kita pun bisa menjadi berarti bagi orang, berguna bagi orang lain, dan menjadi sahabat sejati bagi orang lain. Karena inilah arti dari hidup yang sebenarnya, yakni kita memberi dan senantiasa memberi dengan penuh sukacita dan ketulusan dari hati kita masing-masing. 

Salam Damai Kristus
TUHAN adalah...
Don't let your...
GOD...
Even when I...
Dear Lord...
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Selasa, 31 Juli 2018

St. Ignasius dari Loyola

Yer 14:17-22
Mzm 79:8-9,11,13
Mat 13:36-43

TELINGA UNTUK MENDENGAR

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar? Mat 13:43

Belakangan ini saya baru menyadari satu hal.... Jika kita makan di restoran, biasanya pelayan akan mengulang pesanan kita sesudah kita selesai memesan. Tapi kenyataannya, saya tidak pernah mendengarkan dengan sungguh-sungguh, sehingga beberapa kali kejadian ternyata makanan yang diantar ke meja kami berbeda dengan yang kami pesan. Awalnya  saya berpikir ini pasti kesalahan si pelayan yang mencatat pesanan kami. Namun karena kejadian ini terjadi tidak hanya satu kali, saya mulai berefleksi dan saya menyadari kalau kesalahan ada pada diri saya. Saya tidak mendengarkan dengan serius ketika pesanan dibaca ulang.

Jika saya renungkan lebih jauh, saya bisa menemukan penyebab saya tidak sungguh-sungguh mendengarkan adalah karena suara bising di sekeliling sehingga saya tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang diucapkan sang pelayan. Atau kadang memang karena saya sendiri sudah malas untuk mendengar ulang.

Mungkin kegiatan mendengarkan memang bukan sesuatu yang menyenangkan bagi banyak orang. Tidak banyak orang yang tahan duduk hanya untuk mendengarkan. Kita lebih senang memilih untuk sibuk melakukan sesuatu daripada hanya mendengarkan.

Bacaan hari ini bisa menjadi teguran bagi kita. Dalam relasi kita dengan Tuhan, apakah kita sudah sungguh-sungguh mendengarkan Dia? Sudahkah kita memberikan waktu kepada Tuhan untuk berbicara kepada kita? Apakah kita mendengar dengan sikap yang benar sehingga kita tahu dan mengerti apa yang menjadi kehendak-Nya? (Jc)

Salam Damai Kristus

Minggu, 29 Juli 2018

*Membawa Handphone yang tetap On / Standby Hidup Menyala  Kedalam Rumah Ibadah 🤔😔?*

Seorang Pastor dalam sebuah ceramahnya pernah memberi pertanyaan kepada para jemaatnya.

"Kenapa tidak ada seorang pun pemain sepak bola atau dalam bidang olah raga jenis apapun yang membawa handphone mereka masuk lapangan ketika bertanding?"

Jemaat terdiam, tidak ada satu pun yang menjawab.

Kemudian Pastor itu melanjutkan.
"Sebab tidak ada kepentingan.

Mereka hanya perlu fokus pada permainan mereka."

Jadi kenapa kita perlu membawa handphone ketika masuk ke rumah *TUHAN* ?

Apakah lapangan bola atau lapangan jenis olah raga apapun itu lebih mulia daripada Rumah *TUHAN* ?

Atau

Apakah bermain bola / bermain basket,..volley,. badminton,..pingpong / apapun jenis olah raganya,.. itu perlu lebih fokus atau khusyuk daripada saat beribadah ?

Mulai sekarang, belajarlah !.

Belajarlah untuk tidak menyibukkan diri dengan handphone, netbook, dan laptop dalam rumah *TUHAN* karena tidak ada urusan yang lebih penting daripada urusan kita dengan *TUHAN*
"Jaga adab kita dengan *TUHAN* & sesama umat"

Kisah ini diceritakan sang Pastor karena pengalaman beliau mendengar suara alunan musik rock dari salah satu handphone milik seorang jemaat yang mengikuti ibadah yang dipimpinnya.

Setelah selesai ibadah,....
beliau menghampiri jemaat pemilik handphone tersebut dan lalu berkata :
*"Saya belum pernah mendengar musik rock yang mengagetkan di rumah saya, tetapi hari ini saya mendengar musik itu di rumah TUHAN".*

Mari kita hormati ibadah kita di rumah *TUHAN* dan khusyuk...

Matikan HP & sejenisnya di Rumah *TUHAN*

*TUHAN* memberkati Kita

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Senin, 30 Juli 2018

Bacaan: Pkh 9:10 
"Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi."

Renungan:
  Ruth Handler adalah pencipta boneka Barbie yang sangat digemari oleh anak-anak di seluruh dunia. Ide menciptakan boneka Barbie muncul ketika Ruth melihat Barbara, putrinya sangat senang bermain dengan gambar gunting wanita dewasa. Kesenangan putrinya itu kemudian menanamkan satu pemikiran baginya bahwa ada sesuatu yang dicari anak-anak daripada sekedar menjadi ibu-ibuan dari boneka yang selalu mereka mainkan. Kemudian ia membuat suatu boneka cantik yang bajunya bisa dibongkar pasang dalam berbagai mode. Kemudian pada satu kesempatan yang tepat, ia mempublikasikan boneka Barbie ciptaannya di momen "American Toy Fair", pada tahun 1959. Tanpa disangka-sangka, di   kemudian hari boneka Barbie ciptaannya tampil menjadi trend yang mendunia. Menurut survey, hampir 50% wanita di Amerika mengoleksi boneka Barbie yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.
  Ada banyak orang yang sukses dan menikmati kemapanan hidup ketika mereka menggali dan mengembangkan kemampuan yang ada pada diri mereka. Di dalam Alkitab kita melihat Lidya yang kaya dan menjadi berkat ketika ia mengembangkan kemampuannya sebagai penjual kain ungu. Paulus hidup mandiri dengan mengembangkan kemampuannya sebagai tukang kemah. Banyak orang yang bisa mapan bahkan kaya dan menjadi berkat ketika mereka berpikir dan bekerja secara kreatif.
  Firman Tuhan berkata, "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi." (Pkh 9:10). Kerjakanlah apa yang dapat kita kerjakan sekarang ini, jangan lagi berpangku tangan dan menunggu kesempatan. Ciptakanlah kesempatan dan lihatlah Tuhan akan memberkati apa yang kita kerjakan. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, berilah aku hikmat agar aku mampu mengembangkan talentaku secara kreatif. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
Ziarah batin,
Senin, 30 Juli 2018.

Bacaan I : Yer 13:1-11.
Mazmur : Ul 32:18-19.20-21; R: 18a.
Bacaan Injil : Mat 13:31-35.

Renungan :
    Rekan beriman terkasih. Kita sering memilih untuk melakukan suatu perbuatan baik yang berskala besar dan dilihat oleh banyak orang, dibandingkan melakukan hal hal baik yang kecil dan sederhana. Orang sering menganggap remeh satu dua kantong plastik yang berserakan. orang lebih beranggapan membuang satu puntung rokok di sebuah pot bunga tidak menjadi masalah. sebetulnya tidak ada klasifikasi dalam melakukan suatu perbuatan baik dan benar. Kualitas kebaikan dan kebenaran tidak ditentukan oleh besar atau kecilnya suatu perbuatan.

   Hal Kerajaan Allah bukan perkara besar atau kecilnya perbuatan itu. Allah berkarya dalam semua tindakan baik dan benar. Ibaratnya biji sesawi yang ditanam, akan menjadi pohon yang dapat membuat burung-burung bersarang. Ibaratnya ragi yang larut, namun mengubah adonan menjadi berbeda dari sebelumnya.

   Intinya adalah melakukan tindakan baik dan benar, sekalipun itu sederhana dan kecil di mata orang lain. Sekalipun tindakan itu kemudian tampak hilang tak berbekas. Namun, percayalah.
Tindakan baik dan benar tidak akan pernah sia-sia untuk dipraktikkan. Sebab, landasan sebuah kebaikan dan kebenaran bukan pada skala perbuatan itu sendiri, tetapi pada dasar dari tindakan itu, yakni Allah. Di mana ada kebaikan dan kebenaran dilakukan, disitulah Allah. Mari kita membangun Kerajaan Allah di muka bumi ini dengan melakukan tindakan-tindakan kebaikan dan kebenaran, sekecil dan sesederhana apa pun bentuknya.

Doa :
   (Ya Allah, bantulah aku agar mampu melakukan tindakan tindakan kasih, kebaikan dan kebenaran dalam hidup ini. Aku percaya bahwa Engkau hadir dalam setiap tindakan kebaikan dan kebenaran. Amin)

Salam Damai Kristus
BIJI SESAWI DAN RAGI

BACAAN
Yer 13:1-11 – “Bangsa ini akan menjadi seperti ikat pinggang yang tidak berguna untuk apa pun”

Mat 13:31-35 – “Biji sesawi itu menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang-cabangnya”

RENUNGAN
1.”Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.” Biji yang sangat kecil, sederhana, dan hampir tak terlihat. Kita yang percaya pada Kristus adalah ladang, di mana biji sesawi tumbuh. Dan biji sesawi itu adalah Kristus dan Kristus ada dalam diri kita.

2.Walaupun biji itu kecil, tetapi terus tumbuh dan memberi harapan.Bila biji itu tumbuh menjadi besar, jadilah pohon. Itu yang diharapkan dari setiap orang beriman. Kumpulan banyak pribadi orang beriman terbentuklah komunitas. Di dalam komunitas, orang-orang lain diterima, merasa krasan, dan memiliki harapan akan masa depan.

3.Kita ini minoritas. Yang kita harapkan adalah minoritas yang berkualitas, minoritas yang menentukan; minoritas yang memiliki daya ubah. Untuk itu kita dituntut memiliki iman yang dewasa dan tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kata lain, kita harus berani menjadi “ragi” bagi masyarakat.

 4.Apa tanggapan Anda, bila ada orang mengatakan bahwa orang-orang Katolik, dan Kristen pada umumnya, eksklusif dan tertutup?

MS, 30.7.18, www.berkat.id

Salam Damai Kristus
Senin, 30 Juli 2018
Hari Biasa XVII
Yer. 13:1-11; MT Ul. 32:18-19,20,21;

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." (Mat 13,33)

Untuk menghadirkan Kerajaan Sorga di dunia ini, yakni di sekitar kita: dalam keluarga, di tempat kerja, di lingkungan dan masyarakat tempat kita tinggak, kita tidak perlu melakukan hal-hal yang besar atau membuat karya-karya monumental. Tindakan-tindakan yang kecil dan sederhana pun bisa menjadi tanda dan sarana hadirnya Kerajaan Allah. Itulah makanya Yesus menggunakan perumpamaan tentang ragi yang jumlahnya sedikit tetapi mengubah gandum menjadi roti. Kita pun akan menghadirkan Kerajaan Allah di sekitar kita kalau melalui hal-hal yang kecil dan sederhana, kita mampu mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Misalnya: kehadiran yang meneguhkan, pertolongan yang meringkankan benan orang lain, nasihat yang memberi pencerahan, senyuman yang menyejukkan, teguran yang menyadarkan dan mengoreksi kesalahan, termasuk penolakan untuk menghindari bahaya. Cinta kita pada lingkungan dan alam, misalnya dengan memperhatikan pengelolaan sampah, itu pun menjadi sarana bagi kita untuk menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar melalui hal-hal sederhana yang kami katakan dan kerjakan, kami mampu menjadi tanda dan sarana hadirnya kerajaan-Mu di tengah-tangah kami. Amin. -agawpr-

=======

What can mustard seeds and leaven teach us about the kingdom of God? The tiny mustard seed literally grew to be a tree which attracted numerous birds because they loved the little black mustard seed it produced. God's kingdom works in a similar fashion. It starts from the smallest beginnings in the hearts of  men and women who are receptive to God's word. And it works unseen and causes a transformation from within.
Leaven is another powerful agent of change. A lump of dough left to itself remains just what it is, a lump of dough. But when the leaven is added to it a transformation takes place which produces rich and wholesome bread when heated - the staple of life for humans.
The kingdom of God produces a transformation in those who receive the new life which Jesus Christ offers. When we yield our lives to Jesus Christ and allow his word to take root in our heart, we are transformed and made holy by the power of the Holy Spirit who dwells in us. Paul the Apostle says, "we have this treasure in earthen vessels, to show that the transcendent power belongs to God and not to us" (2 Corinthians 4:7). Do you believe in the transforming power of the Holy Spirit?

"Heavenly Father, fill me with your Holy Spirit and transform me into the Christ-like holiness you desire. Increase my zeal for your kingdom and instill in me a holy desire to live for your greater glory."

Salam Damai Kristus
JALANI SAJA...

Hidup ini singkat, hari tua cepat tiba...

Segala kejayaan dan kekuatan di masa muda hanya menjadi kenangan, pergi tak pernah kembali...

Hidup bagaikan sebuah drama, yg menjadi raja bukan benar2 raja, hanya peran diatas panggung belaka...
Berakhir drama, berakhir pula semua peran...

Hidup bagaikan mimpi.., seindah apapun, begitu bangun.., semuanya sirna tak berbekas...

Rumah mewah bagai istana..., harta benda yg tak terhitung..., kedudukan dan jabatan yg luar biasa..., namun, ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa.., sehelai benang pun tak bisa dimiliki...

Apa lagi yg mau diperebutkan atau disombongkan...,maka Jalanilah hidup ini dengan Keinsafan Nurani..

Jangan terlalu perhitungan...
Jangan juga mau menang sendiri..
Dan jangan suka menyakiti sesama..., apa lagi terhadap mereka yg sudah berjasa bagi kita...

Jangan hidup dengan serampangan, karena Satu Kali Kelak kita akan diminta Pertanggungan Jawab oleh Sang Pencipta.....

BE WISE !
( Ibrani 4 : 13 )
Salam Damai Kristus
"Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”" Lukas 6 :36

Berbuat baik kpd sesama tanpa memperhitungkan balas jasa atau pun ucapan terima kasih adalah salah satu aspek  dari kemurahan hati.
Dan murah hati adalah salah satu karakter Bapa.

Dia berbuat baik kpd org yg tdk tahu berterima kasih bahkan juga kpd org jahat.

Sebagai para pengikut Kristus, kita hrs mempunyai kualitas hidup " lebih" dari yg biasa..  Kalau kita hanya berbuat baik kpd org yg berbuat baik kita,  apalah istimewanya ?

Maka,  kita perlu bercermin kpd kemurahan hati Bapa yg memberi tanpa pamrih, berbagi tanpa syarat.
Berbuat baik kpd org lain itu tindakan terpuji tetapi berbuat baik tanoa pamrih itu istimewa.

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Senin,30 Juli 2018

Yer 13:1-11
MT Ul 32:18-21
Mat 13:31-35

BERKARYA TANPA BICARA

Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.  Mat 13:35

Pada saat kita berdoa, apakah kita melihat Tuhan hadir di samping kita? Apakah kita melihat Ia sedang mendengarkan doa kita? Tidak. Namun, kejadian sesudahnya yang membuat kita yakin bahwa Tuhan ada dan Ia mendengar setiap keluhan anak-anak-Nya.

Beberapa waktu lalu, saya berkumpul dengan teman-teman komunitas. Seorang teman memutar film kesaksian Andy Noya tentang doanya yang dijawab Tuhan. Dikisahkan kakak Andy Noya yang mengidap kanker stadium empat dan tidak mau berobat karena tidak memiliki cukup uang. Andy yang saat itu bekerja sebagai wartawan dengan gaji pas-pasan memaksa sang kakak untuk berobat. "Uang dapat dicari belakangan." ujar Andy.

Semalam-malaman Andy berdoa. Paginya, semua berlangsung seperti biasa. Iapun berpikir kalau ia bukan orang yang cukup suci, maka doanya tidak didengar Tuhan. Saat berkendara menuju kantor, telepon berdering. Ia diminta membawakan acara di sebuah perkumpulan perbankan yang akhirnya disanggupinya.

Malam itu, Andy membawakan acara di hadapan para bankir. Semua orang tampak senang dan puas. Saat hendak pulang, ia menerima sebuah cek. Ternyata, jumlah yang tertera di cek itu sama persis dengan jumlah dana yang dibutuhkan untuk pengobatan kakaknya. Tidak kurang dan tidak lebih sesenpun.

Lihatlah, betapa Tuhan berkarya dalam kehidupan kita secara diam-diam. Semua dilakukan-Nya demi kebaikan kita. (Yo)

Apakah saya senang "gembar-gembor" tentang perbuatan baik yang saya lakukan?

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

IKAT PINGGANG
30 Juli 2018

“Tetapi ternyata IKAT PINGGANG itu sudah lapuk” (Yer 13:7)

Lectio
Yer 13:1-11; MT Ul 32:18-19,20,21; Mat 13:31-35

Lukas adalah seorang mahasiswa yang tinggal di kos. Di tengah padatnya jadwal kuliah, Lukman tetap rajin mengikuti misa di kampusnya dan aktif di OMK di paroki yang dekat dengan tempat kosnya.
Ketika sedang liburan kuliah, Freddy teman kosnya berkata:”Kas, kita happy-happy yuk! Kan sudah selesai kuliah. Lagian di kosan bosen.” Lukas berkata:”Mau ke mana Fred?” Freddy menjawab:”Kita makan seafood dulu sama teman-teman gua, habis itu clubbing, siapa tahu bisa dapat kenalan cewek!” Tetapi Lukas menjawab:”Oh, gua tidak ikut Fred. Terima kasih atas tawarannya. Gua di sini saja. Besok pagi mau lari di CFD sama temen-temen OMK.”
Freddy dengan sedikit memaksa berkata:”Ayolah Kas. Kan orangtua kita juga tidak tahu kita ngapain. Yang penting jangan konsumsi narkoba.”
Lukas menjawab:”Walaupun Ayah dan Ibu tidak ada di sini, tetapi pesan dan ajarannya selalu kuingat. Selain itu, Tuhan kita tidak ke mana-mana. Dia selalu mendampingi kita, jadi jangan kita yang MEMUTUSKAN relasi itu”.
Mendengar itu Freddy pergi ke kamar dan berkata:”Ya udah gua ikut lari di CFD aja!” Mendengar jawaban Freddy, Lukas pun tersenyum sambil bersyukur kepada Tuhan.”

Firman Allah melalui Nabi Yeremia:”supaya mereka itu menjadi umat, menjadi TERNAMA, TERPUJI dan TERHORMAT bagi-Ku. Tetapi mereka tidak mau MENDENGAR”.

IKATKAN diri kita hanya kepada Allah dengan MENDENGARKAN Sabda-Nya dan TEKUN melaksanakan-Nya.

Oratio
Ya Allah, Sabda-Mu adalah Jalan dan Kebenaran bagi kami. Amin

Missio
Marilah kita membuka mata dan telinga kita akan Sabda Allah.
Have a Blessed Monday.
Doa Hari Senin

30 Juli' 2018

By : Team Moderator DSM

Tuhan, Allah kami!
Engkau begitu besar, begitu tinggi dan
begitu suci diatas kami dan melebihi
diatas segala manusia.
Dan begitu besarnya Engkau di dalam kami,
Engkau tidak melupakan kami,
Engkau tidak meninggalkan kami sendirian,
terlebih Engkau tidak mencampakkan kami
yang bahkan seringkali menentang Engkau..

Sekarang Engkau memiliki kami
di dalam Putra-Mu terkasih Jesus Kristus,
Tuhan kami,
yang maha besar seperti Engkau sendiri,
dan semua kepunyaan-Mu,
Engkau anugerahkan kepada kami.
Kami berterima kasih ya Tuhan,
kami diperkenankan mengecap kasih karunia-Mu
sepanjang kehidupan kami dan sampai selamanya.

Sekarang kami ingin mengungkapkan
semua isi hati kami di hadapan-Mu,
segala yang meresahkan kami:
kesalahan-kesalahan kami, 
kekeliruan dan pelanggaran-pelanggaran kami,
kesengsaraan dan kekuatiran kami,
bahkan pemberontakan dan kepahitan kami,
seluruh hati kami, seluruh hidup kami,

dimana Engkau mengenal kami
lebih baik daripada kami sendiri.

Ya Tuhan,
kami serahkan segalanya ke dalam tangan-Mu,
tangan kasih-Mu yang yang setia
yang Engkau bentangkan terbuka bagi kami
melalui Juruselamat kami,
Yesus Kristus.
Terimalah kami ya Tuhan,
seperti apa adanya kami.
Siapkanlah hati kami yang lemah dan
penuhi hati kami dengan kekayaan
dari kelimpahanMu.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin.

Salam Damai Kristus
PERCIKAN HATI❤
Senin, 30 Juli 2018
🌟Kebijaksanaan Hidup

💫*ANDA SPECIAL*

Suatu hari seorang penceramah terkenal membuka seminarnya dengan cara yang unik.Sambil memegang uang pecahan Rp. 100.000,00.- ia bertanya kepada hadirin,"Siapa yang mau uang ini?" Tampak banyak tangan diacungkan. Pertanda banyak minat. "Saya akan berikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian,tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini."
Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat2. Lalu bertanya lagi,"Siapa yang masih mau uang ini?"Jumlah tangan yang teracung tak berkurang. "Baiklah," jawabnya, "Apa jadinya bila saya melakukan ini?" ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak2nya dengan sepatunya.Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?"

Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak. "Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting.Apapun yang terjadi dengan uang ini, anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya.Biarpun lecek dan kotor, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,00.-

Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, dan berlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yang menerpa kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti. Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda, terlebih di mata Tuhan.

Salam Damai Kristus
Santo Santa 30 Juli

St. Petrus Krisologus

Petrus dilahirkan di sebuah kota kecil di Imola, Italia. Ia hidup pada abad kelima. Uskup Kornelius dari Imola membimbingnya dan mentahbiskannya sebagai seorang diakon. Bahkan sejak masih kanak-kanak, Petrus mengerti bahwa seseorang sungguh adalah seorang yang besar hanya jika ia dapat mengendalikan emosinya dan mengenakan semangat Kristus.

Ketika Uskup Agung Ravenna, Italia, wafat, Petrus ditunjuk oleh Paus St Leo Agunguntuk menggantikannya. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 433. Sebagai seorang imam dan uskup, St Petrus berkarya secara efektif. Ia berjuang keras untuk menghapuskan kekafiran yang masih ada dalam keuskupannya. Ia membantu umatnya bertumbuh dalam iman. St Petrus menjadi terkenal sebagai seorang pengkhotbah. Sungguh, “Krisologus” artinya “perkataan emas”. Namun demikian, semua khotbah ataupun homilinya singkat saja. Ia khawatir para pendengarnya menjadi bosan. Di samping itu, khotbah-khotbahnya pun bukanlah sesuatu yang luar biasa istimewa ataupun indah. Namun, pesan-pesan yang disampaikannya jauh lebih berharga daripada emas. Ia berkhotbah dengan semangat begitu rupa hingga mampu menggugah hati para pendengar yang mendengarkannya dengan terpukau. Dalam khotbah-khotbahnya, St Petrus mendesak setiap orang untuk menerima Yesus sesering mungkin dalam Komuni Kudus. Ia ingin agar semua orang menyadari bahwa Tubuh Tuhan haruslah menjadi santapan setiap hari bagi jiwa. Uskup yang baik ini juga berjuang demi persatuan segenap anggota Gereja Katolik. Ia berusaha mengatasi segala kebingungan yang ada dalam umat tentang iman Katolik. Ia juga senantiasa mengusahakan damai. St Petrus Krisologus wafat pada tanggal 2 Desember 450 di kota kelahirannya, Imola, Italia. Oleh karena khotbah-khotbahnya yang mengagumkan, yang begitu kaya akan pengajaran, pada tahun 1729 Paus Benediktus XIII memaklumkan St Petrus sebagai Doktor Gereja.

Bagaimana aku dapat membina sikap mendengarkan sepenuh hati kepada orang yang rindu untuk didengarkan?

Sumber : yesaya.indocell.net

Sabtu, 28 Juli 2018

Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 29 Juli 2018

Bacaan: Matius 9:17   "Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Renungan:
  Michelangelo mendapat perintah membuat lukisan untuk gereja. Ia telah mencoba merombak lukisannya berulang kali, namun ia belum dapat menciptakan lukisan yang baik menurutnya. Suatu hari ketika sedang berada di warung minuman, ia mendengar seorang laki-laki berkata kepada pelayannya, "Anggur ini sudah asam, segeralah membuangnya." Maka pelayan itu pun memecahkan guci berisi anggur yang sudah asam tersebut sehingga air anggur mengalir keluar dan terbuang. Segera pelayan itu membawa sebuah guci berisi anggur baru. Melihat itu, Michelangelo segera pulang ke rumah dan membuang lukisan-lukisan yang lama dan malam itu ia berhasil menciptakan sebuah lukisan baru yang sangat bagus.
  Ketika kita terus memelihara sesuatu yang tidak baik di dalam hati dan pikiran, hal itu akan merampas semua sukacita, peluang untuk maju dan hidup berkemenangan. Kita semua tidak terlepas dari dua sisi kehidupan, yaitu sisi suka dan sisi duka. Sisi suka akan senantiasa menjadi kenangan manis yang dapat membuat wajah kita berseri-seri bahkan tersenyum mengingatnya. Tetapi, yang biasanya jadi masalah adalah sisi duka yang tidak jarang membuat kita sedih atau bahkan menyebabkan kita menyimpan dendam serta kepahitan yang tidak pernah hilang.
 Anthony Robbins berkata, "Waktu yang lalu tidak akan pernah sama dengan waktu yang akan datang." Apakah anda mengalami banyak kegagalan, kekalahan dan pengalaman menyakitkan saat ini? Bangkit dan bangunlah kembali iman anda. Taruh harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan lihat, bagaimana Ia berkarya di dalam hidup anda. Buanglah anggur asam beserta kirbat lama itu dan milikilah anggur baru beserta kirbat baru yang telah tersedia bagi kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, ajarilah aku untuk dapat melepaskan semua kegagalan dan kepahitan yang ku alami selama ini dan mulai melangkah maju bersamaMu untuk meraih berkat yang baru. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
Minggu, 29 Juli 2018
Hari Minggu Biasa XVII
2Raj. 4:42-44; Mzm. 145:10-11,15-16,17-18; Ef. 4:1-6; Yoh. 6:1-15

Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. (Yoh 6,6).

Tuhan mahatahu. Bahkan, Ia tidak hanya tahu, tetapi juga selalu menyediakan apa yang kita butuhkan itu. Ia tahu apa yang harus dilakukan-Nya untuk kita. Namun, Ia juga sangat menghargai kita. Ia tidak mau memanjakan kita tetapi menginginkan agar kita juga berpikir, berinisiatif dan berusaha. Karena dengan cara demikian, kita akan berkembang dalam seluruh aspek kehidupan kita. Itulah salah satu hal yang dapat kita petik dari kisah penggandaan roti seperti dikisahkan oleh Yohanes ini. Ia bisa membuat mukjizat secara langsung untuk memberi makan sekian banyak orang yang mengikuti-Nya, sebagaimana halnya Ia telah membuat banyak mukjizat penyembuhan, pengusiran setan, membangkitkan orang mati, meredakan angin ribut, dll.

Namun, mengapa kini Ia tidak langsung saja menyediakan makakan bagi banyak orang itu? Jawabannya: Ia ingin mengajak para murid dan orang banyak yang ada di situ untuk mengambil bagian dalam karya-Nya. Maka, tampilkan Filipus yang secara implisit mengatakan bahwa hanya ada uang 200 dinar dan pasti tidak cukup. Lalu Andreas, masih dengan nada pesimis mengatakan bahwa ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan. Dua usulan cukup lah.

Yesus tidak memakai usulan Filipus untuk membeli roti dengan 200 dinar yang mereka miliki. Sebenarnya ini jumlah yang cukup besar. Kalau 1 dinar itu standar upah pekerja sehari maka 200 dinar bisa untuk membeli roti yang cukup banyak. Yesus justru menggunakan usulan Andreas, yakni dengan mengambil, memberkati dan melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan yang dibawa seorang anak kecil. Mengapa? Ada beberapa alasan.

Pertama, roti dan ikan itu sudah tersedia sehingga tidak perlu membeli. Artinya, Yesus menggunakan apa yang sudah ada dan sudah kita punya, bukan yang belum kita punya.
Kedua, roti dan ikan itu tidak berasal dari Yesus sendiri, juga tidak dari para murid tetapi berasal dari seorang anak kecil yang merupakan bagian dari atau salah satu dari orang banyak. Artinya, dalam berkarya, Yesus ingin melibatkan bukan hanya para murid yang dipilih-Nya secara khusus tetapi juga orang-orang kebanyakan.
Ketiga, roti dan ikan itu berasal dari seorang anak kecil. Artinya, bahkan seorang yang kecil saja diberi-Nya kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam karya-Nya; Ia berkenan menerima dan memakai persembahan dari orang yang kecil. Di tempat lain, kita tahu, Yesus memuji persembahan janda miskin.
Keempat, roti dan ikan dari anak kecil itu besar kemungkinannya merupakan bekal yang diberikan orangtuanya. Jadi bukan milik atau bikinan anak itu sendiri. Artinya, di sini terjadi rantai persembahan mulai dari orangtua yang memberi bekal pada anaknya, si anak yang rela memberikan bekalnya, Andreas yang mengantar anak itu kepada Tuhan, dan yang utama adalah Yesus yang menerima persembahan itu kemudian mengucap syukur dan berkat lalu membagi-baginya. Begitulah terjadi di sini sebuah mukjizat karena keterlibatan banyak orang.
Kelima, jumlah 5 roti dan 2 ikan itu tentu lebih sedikit dibanding dengan jumlah roti yang dapat dibeli dengan 200 dinar. Artinya, sekecil dan sesedikit apa pun yang kita persembahkan kepada Tuhan, Ia akan memberkatinya sehingga menjadi berlipat ganda dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Doa: Tuhan, semoga kami senantiasa mengambil bagian dalam karya-Mu, meskipun hanya kecil dan sedikit yang dapat kami persembahkan kepada-Mu, karena sekecil apa pun persembahan kami, Engkau akan memberkatinya sehingga menjadi berlipat ganda dan menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. -agawpr-

Salam Damai Kristus
HIDUP ADALAH ANUGERAH

 DISAAT kita sudah melakukan yang terbaik...
 DISAAT kita sudah berkata jujur...
DISAAT kita sudah mengasihi sesama...
SEPERTI aku mengasihi diri kita sendiri.
DISAAT kita sudah melayani dengan ikhlas dan tanpa pamrih...
DISAAT kita ingin mewujudkan impian kita..
.
Namun kita tetap menerima CACIAN...
dengan tudingan yang sangat MELUKAI..
hanya karena perbedaan pendapat...
APAKAH itu tetap suatu anugerah???

YA, itu tetap suatu ANUGERAH...
karena di saat kita disakiti, dikecewakan tapi kita bisa mengampuni
itu adalah suatu RAHMAT...
KITA akan bisa MENGAMPUNI kalau KASIH ALLAH mengalir dalam diri kita. Itu adalah wujud nyata campur tangan ALLAH dalam hidup kita.

BERTERIMA KASIHLAH
kepada orang yang telah menyudutkan kita walaupun kita tidak salah...
karena itu memberi kesempatan kepada kita..
untuk membalas KEJAHATAN dengan PENGAMPUNAN,
 mengasah ketegaran kita..
 dan akan membentuk kita menjadi pribadi yang BIJAK dan RENDAH HATI.
.
LAKUKAN terus kebaikan demi kebaikan..
bukan karena ingin PUJIAN tapi karena itu yang dikehendaki ALLAH.
Jangan lakukan kebaikan hanya untuk membalas kebaikan..
atau berdasarkan UNTUNG dan RUGI.

Selamat pagi Sahabatku yang terkasih, selamat merayakan harinya Tuhan,
Doaku  kiranya Kasih TUHAN menyegarkan hatimu,
damaiNYA menenangkan pikiranmu,
anugerahNYA melimpah atas hidupmu..amen.
Salam dalam Kasih TUHAN bagi kita semua.
Br. Fic

Salam Damai Kristus
DALAM YESUS TIDAK ADA JALAN BUNTU

BACAAN
2Raj 4:42-44 – “Orang akan makan, dan bahkan akan ada sisanya”

Ef 4:1-6 – “Satu tubuh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan”

Yoh 6:1-15 – “Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak, sebanyak yang mereka kehendaki”

RENUNGAN
1.Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus bertindak seperti yang dibuat oleh Musa di padang gurun ketika orang-orang Israel kelaparan. Karena itu Yesus disebut Musa Baru.

2.Melihat orang banyak lapar, Yesus menantang para murid-Nya untuk bertindak. Philipus sadar akan masalah yang ada di depannya namun tidak mampu memecahkan masalah kelaparan tersebut. Ia hanya mengeluh, tetapi tidak bertindak. Bukankah kita seringkali seperti Philipus ini?

3.Andreas berani memberikan lima roti dan dua ikan kepada Yesus. “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.” Setelah mereka makan sampai kenyang, sisa yang terkumpul sebanyak duabelas bakul.

4.Mukjizat penggandaan roti ini telah membuka mata dan hati banyak orang tentang siapakah Yesus. Ia memiliki kuasa yang tak terbatas. Maka bagi orang percaya, tidak ada yang namanya jalan buntu, tidak ada putus harapan, selalu ada jalan, selalu ada harapan, walau seberat apa pun yang sedang kita hadapi.

MaxSri, 29.7.18, klik: www.berkat.id

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

MEMBAGI-BAGIKANNYA
29 Juli 2018

“Lalu Yesus mengambil roti itu..” (Yoh 6:11)

Lectio
2 Raj 4:42-44; Mzm 145:10-11,15-16,17-18; Ef 4:1-6; Yoh 6:1-15

Suatu sore, Linda sedang memilih-milih baju dan memasukkannya ke dalam tas.  Melihat itu ibunya bertanya :
”Lin, kamu mau ke mana membawa baju sebanyak itu?”
Jawab Linda :
”Ini mau saya berikan untuk Sinta anaknya Tante Rini, mah. Tadi dia bilang hanya punya 2 baju.”
Lalu Ibunya berkata lagi :
”Kamu jangan kasih baju yang masih BAGUS dan yang kamu masih SUKAI. Kan sayang, apalagi hadiah ulang tahun dari Mami.”
Jawab Linda :
”Mah, masak saya berikan baju yang sudah jelek dan sobek. Kalau MENGASIHI sesama, kita harus merelakan apa yang kita suka. Mama mau memberi sepatu Mama juga untuk Tante Rini?”
Mendengar itu pergilah sang ibu tanpa menjawab pertanyaan anaknya.

Lalu Yesus MENGAMBIL roti itu, MENGUCAP SYUKUR dan MEMBAGI-BAGIKANNYA kepada mereka di situ.

Ketika kita BERBAGI kita tidak akan pernah BERKEKURANGAN.

Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami memiliki hati yang mau berbagi. Amin

Missio
Marilah kita hidup dengan selalu berbagi dari apa yang kita miliki.
Have a Blessed Sunday.
PERCIKAN HATI❤

Hari Minggu, Pekan Biasa XVII
Tahun B/II (Hijau)
2Raj. 4:42-44; Ef. 4:1-6; Yoh. 6:1-15

💫*BERAWAL DARI HAL KECIL*

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Keberhasilan yang besar, selalu berawal dari usaha yang kecil. Kata-kata hendak mengingatkan kita  untuk tidak meremehkan hal-hal kecil, sebab apa yang kecil dan sedikit tersebut, justru menjadi awal dari kisah yang besar.

Hikmah itulah yang mungkin saja dilupakan Filipus dan Andreas melalui perkataan mereka. Kata Filipus “uang yang ada pada kita hanya dua ratus dinar” Selanjutnya, “kita hanya punya lima roti jelai dan dua ikan”, sahut Andreas. Sedangkan kebutuhan bagi yang hadir begitu banyak. Menarik bahwa Yesus mengajak para murid untuk memulai dengan yang kecil dan sedikit. Memulai pelayanan mereka dengan apa yang ada, walaupun dalam jumlah kecil dan terbatas, yaitu lima roti jelai dan dua ikan. Begitulah yang terjadi, ketika mereka hendak memulai karya dengan yang kecil dan terbatas, mereka justru menyaksikan mujizat Tuhan yang besar.

Pasti kita semua ingin menyaksikan dan mengalami mujizat Tuhan terjadi dalam hidup kita. Bahkan dalam persoalan-persoalan hidup yang sekarang sedang kita gumuli. Terang Injil mengajak kita untuk mulailah dengan apa yang kita miliki dan beranilah melangkah, walaupun itu mungkin kecil dan terbatas. Jikalau semua itu dilaksanakan dengan penuh kesabaran, serta hendak memulai dengan yang kecil dan terbatas itu, serta meletakkan pada tangan Tuhan, yakinlah bahwa kita akan menyaksikan Tuhan yang akan menolong melalui apa yang kita anggap kecil dan terbatas. Potensi sekecil dan terbatas apa pun di tangan Yesus, dapat menjadi berdaya guna besar untuk pekerjaan Tuhan bagi sesama.

Salam Damai Kristus