" Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah kehadapan-Nya dengan sorak sorai "(Mazmur 100:2).
Kita bersorak sorak, karenaTuhan itu keselamatan kita,
Kekuatan kita, Sehingga hati yang gembira membuat muka kita ber-seri2.
Karena itu pujilah Tuhan disegala waktu.
Salam Damai Kristus
Kamis, 28 Februari 2019
Percikan Nas
Jumat, 01 Maret 2019
Hari biasa
warna liturgi Hijau
Bacaan-bacaan:
Sir. 6:5-17; Mzm. 119:12,16,18,27,34,35; Mrk. 10:1-12. BcO 1Kor. 12:31-13:13.
Nas Injil:
1 Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula. 2 Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?" 3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?" 4 Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai." 5 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. 6 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, 7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, 8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. 9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." 10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. 11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. 12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
Percikan Nas
Hidup berkeluarga merupakan salah satu panggilan umat manusia. Mereka yang bercita-cita membangun keluarga akan resah kala tidak segera menemukan pasangannya, apalagi orang yang diincar seakan cuek padanya. Orang-orang pun berbahagia dengan aneka pesta kala pernikahan dilangsungkan.
Bagi banyak orang berkeluarga bisa dikatakan merupakan merupakan seni istimewa yang melukis sejarah hidupnya. Ada kalanya lancar, ada kalanya terasa sangat berat. Lancar dan berat ini merupakan dinamika yang dinamis bagi pasangan untuk menghasilkan lukisan yang indah.
Banyak tayangan yang mengisahkan ketidakmampuan orang menyelesaikan tugas panggilan kebersamaannya sebagai keluarga. Kadang hal itu membentuk sebagai tren yang tidak masalah untuk dipilih. Kiranya kita tetap perlu waspada. Ada lukisan indah di depan kita. Baik kalau kita bertahan menyelesaikannya agar nenjadi hidangan indah bagi anak cucu. “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Mrk 10:9).
Doa:
Tuhan berkatilah keluarga-keluarga Katolik. Ingatkan kala mereka berjaya, kuatkan kala mereka lemah. Sudilah Engkau membantu keseimbangan hidup mereka agar mereka mampu menyelesaikan lukisan sejarah hidup mereka. Amin.
Lukisan hidup
(goeng).
Salam Damai Kristus
Jumat, 01 Maret 2019
Hari biasa
warna liturgi Hijau
Bacaan-bacaan:
Sir. 6:5-17; Mzm. 119:12,16,18,27,34,35; Mrk. 10:1-12. BcO 1Kor. 12:31-13:13.
Nas Injil:
1 Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula. 2 Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?" 3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?" 4 Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai." 5 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. 6 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, 7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, 8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. 9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." 10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. 11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. 12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
Percikan Nas
Hidup berkeluarga merupakan salah satu panggilan umat manusia. Mereka yang bercita-cita membangun keluarga akan resah kala tidak segera menemukan pasangannya, apalagi orang yang diincar seakan cuek padanya. Orang-orang pun berbahagia dengan aneka pesta kala pernikahan dilangsungkan.
Bagi banyak orang berkeluarga bisa dikatakan merupakan merupakan seni istimewa yang melukis sejarah hidupnya. Ada kalanya lancar, ada kalanya terasa sangat berat. Lancar dan berat ini merupakan dinamika yang dinamis bagi pasangan untuk menghasilkan lukisan yang indah.
Banyak tayangan yang mengisahkan ketidakmampuan orang menyelesaikan tugas panggilan kebersamaannya sebagai keluarga. Kadang hal itu membentuk sebagai tren yang tidak masalah untuk dipilih. Kiranya kita tetap perlu waspada. Ada lukisan indah di depan kita. Baik kalau kita bertahan menyelesaikannya agar nenjadi hidangan indah bagi anak cucu. “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Mrk 10:9).
Doa:
Tuhan berkatilah keluarga-keluarga Katolik. Ingatkan kala mereka berjaya, kuatkan kala mereka lemah. Sudilah Engkau membantu keseimbangan hidup mereka agar mereka mampu menyelesaikan lukisan sejarah hidup mereka. Amin.
Lukisan hidup
(goeng).
Salam Damai Kristus
Doa Hari Jumat
01 Mar' 2019
By : Team Moderator DSM
Tuhan,
Allah Bapa yang berada di sorga,
di kuduskanlah namaMu, datanglah
kerajaanMu, jadilah kehendakMu,
di bumi seperti juga di sorga.
Kami panjatkan doa kami di dalam
nama Yesus Kristus:
Bapa,
Engkau yang tidak akan memberi batu,
jika kami meminta roti. Demikian pula
Engkau pasti akan mendengarkan doa
kami, karena sekarang kami butuh
batu untuk membangun ruangan
tempat kebaktian kami.
Pada suatu hari seorang ibu mengunjungi
kami dan mengatakan bahwa ia telah
mendoakan kami sejak mendengar
tentang proyek pembangunan kami.
Ia berjanji akan mengajukan permohonan
kepada sahabatnya untuk menyumbangkan
batu-batu yang kami butuhkan dengan
cuma-cuma.
Hari lepas hari kami menantikan
tibanya batu-batu, namun tak kunjung
datang hingga kami menjadi putus-asa.
Tiba-tiba di hari terakhir, datanglah
sebuah truk besar dengan muatan
batu-batu yang telah lama kami doakan.
Segala puji kepadaMu, ya Allah yang
mahakuasa. Kami menyanyikan
ucapan syukur kepada Allah.
Pertolongan kami adalah dalam
nama Tuhan.
Allah telah campur tangan ketika
segala sesuatu kelihatan tak
memberi harapan lagi.
Ya Bapa,
ajar kami untuk bertahan dalam iman.
Engkau mendengar permohonan doa
orang-orang yang berkekurangan.
Engkau memberi pertolongan tepat
pada waktunya!
Ya Allah Bapa,
Engkau menolong kami dalam
keadaan-keadaan yang mustahil
ketika tak seorang manusia pun
dapat menolong.
Amin.
Salam Damai Kristus
01 Mar' 2019
By : Team Moderator DSM
Tuhan,
Allah Bapa yang berada di sorga,
di kuduskanlah namaMu, datanglah
kerajaanMu, jadilah kehendakMu,
di bumi seperti juga di sorga.
Kami panjatkan doa kami di dalam
nama Yesus Kristus:
Bapa,
Engkau yang tidak akan memberi batu,
jika kami meminta roti. Demikian pula
Engkau pasti akan mendengarkan doa
kami, karena sekarang kami butuh
batu untuk membangun ruangan
tempat kebaktian kami.
Pada suatu hari seorang ibu mengunjungi
kami dan mengatakan bahwa ia telah
mendoakan kami sejak mendengar
tentang proyek pembangunan kami.
Ia berjanji akan mengajukan permohonan
kepada sahabatnya untuk menyumbangkan
batu-batu yang kami butuhkan dengan
cuma-cuma.
Hari lepas hari kami menantikan
tibanya batu-batu, namun tak kunjung
datang hingga kami menjadi putus-asa.
Tiba-tiba di hari terakhir, datanglah
sebuah truk besar dengan muatan
batu-batu yang telah lama kami doakan.
Segala puji kepadaMu, ya Allah yang
mahakuasa. Kami menyanyikan
ucapan syukur kepada Allah.
Pertolongan kami adalah dalam
nama Tuhan.
Allah telah campur tangan ketika
segala sesuatu kelihatan tak
memberi harapan lagi.
Ya Bapa,
ajar kami untuk bertahan dalam iman.
Engkau mendengar permohonan doa
orang-orang yang berkekurangan.
Engkau memberi pertolongan tepat
pada waktunya!
Ya Allah Bapa,
Engkau menolong kami dalam
keadaan-keadaan yang mustahil
ketika tak seorang manusia pun
dapat menolong.
Amin.
Salam Damai Kristus
#renungan
*DATANG KEPADA YESUS*
Jumat 01 Mar 2019
_`Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat` (Mrk 10:2)_
Banyak orang datang mendengarkan Yesus. Orang- orang Farisi, yang terkenal ahli dan taat dalam Hukum Taurat dan adat istiadat nenek moyang Yahudi, juga datang kepada Yesus, walaupun ternyata mereka datang untuk mencari kesalahan-Nya, tidak untuk `belajar` dari-Nya.
Memang, ajaran Yesus tidak pernah bertentangan de- ngan Hukum Taurat, seperti dikatakan-Nya, `Janganlah ka- mu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Hu- kum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya` (Mat 5:17). `Yesus tidak menghapus hukum, tetapi melengkapi- nya, dengan memberikan penjelasan definitif dari Al- lah` (KGK 581). Misalnya, `Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu` (Mat 5:43-44). Dengan otoritas ilahi-Nya, Ia mempersalahkan `adat istiadat manu- sia` (Mrk 7:8) yang mengabaikan perintah Allah (bdk. KGK 581; Mrk 7:13). Sabda-Nya, `Perintah Allah kamu abaikan un- tuk berpegang pada adat istiadat manusia` (Mrk 7:8; bdk. Mrk 7:9).
Tentu, bukan hal yang menyenangkan untuk diberitahu bahwa kebiasaan atau adat istiadat yang selama ini kita lakukan ternyata salah. Dengan sikap bagaimanakah kita `datang` kepada Yesus? Mendengar, tetapi bersikeras mem- pertahankan `adat` kita sendiri, ataukah kita rela mengubah diri?
*_Sr. M. Odillia, P.Karm_*
Jumat 01 Mar 2019
Sir 6:5-17; Mzm 119:12.16.18.27.34-35; Mrk 10:1-12
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*DATANG KEPADA YESUS*
Jumat 01 Mar 2019
_`Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat` (Mrk 10:2)_
Banyak orang datang mendengarkan Yesus. Orang- orang Farisi, yang terkenal ahli dan taat dalam Hukum Taurat dan adat istiadat nenek moyang Yahudi, juga datang kepada Yesus, walaupun ternyata mereka datang untuk mencari kesalahan-Nya, tidak untuk `belajar` dari-Nya.
Memang, ajaran Yesus tidak pernah bertentangan de- ngan Hukum Taurat, seperti dikatakan-Nya, `Janganlah ka- mu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Hu- kum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya` (Mat 5:17). `Yesus tidak menghapus hukum, tetapi melengkapi- nya, dengan memberikan penjelasan definitif dari Al- lah` (KGK 581). Misalnya, `Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu` (Mat 5:43-44). Dengan otoritas ilahi-Nya, Ia mempersalahkan `adat istiadat manu- sia` (Mrk 7:8) yang mengabaikan perintah Allah (bdk. KGK 581; Mrk 7:13). Sabda-Nya, `Perintah Allah kamu abaikan un- tuk berpegang pada adat istiadat manusia` (Mrk 7:8; bdk. Mrk 7:9).
Tentu, bukan hal yang menyenangkan untuk diberitahu bahwa kebiasaan atau adat istiadat yang selama ini kita lakukan ternyata salah. Dengan sikap bagaimanakah kita `datang` kepada Yesus? Mendengar, tetapi bersikeras mem- pertahankan `adat` kita sendiri, ataukah kita rela mengubah diri?
*_Sr. M. Odillia, P.Karm_*
Jumat 01 Mar 2019
Sir 6:5-17; Mzm 119:12.16.18.27.34-35; Mrk 10:1-12
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Jumat, 1 Mar 2019
Hari biasa VII
Sir. 6:5-17; Mzm. 119:12,16,18,27,34,35; Mrk. 10:1-12.
"Sahabat setiawan merupakan perlindungan yang kokoh, barangsiapa menemukan orang serupa itu sungguh mendapat harta" (Sir 6,14)
Sebagai makhluk sosial, kita tentunya tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain: teman, rekan kerja, pasangan hidup, sahabat, dll. Bacaan I hari ini memberi gambaran tentang sahabat yang baik. Sahabat yang baik adalah seorang yang mampu mengasihi dalam situasi apa pun sebagaimana dikatakan juga oleh Yesus: "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yoh 15,13). Dalam Injil, persahabatan itu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan suami-istri. Suami-Istri dipanggil untuk saling mengasihi, yakni untuk mengorbankan diri satu sama lain demi kebahagiaan pasangan, anak-anak dan demi keutuhan rumah tangga. Marilah kita mohon kepada Tuhan, agar kita masing-masing dimampukan untuk menjadi sahabat yang baik bagi: suami/istri, anak-anak, umat, teman sepanggilan, teman kerja, dan siapa pun yang hidup bersama dengan kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Hari biasa VII
Sir. 6:5-17; Mzm. 119:12,16,18,27,34,35; Mrk. 10:1-12.
"Sahabat setiawan merupakan perlindungan yang kokoh, barangsiapa menemukan orang serupa itu sungguh mendapat harta" (Sir 6,14)
Sebagai makhluk sosial, kita tentunya tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain: teman, rekan kerja, pasangan hidup, sahabat, dll. Bacaan I hari ini memberi gambaran tentang sahabat yang baik. Sahabat yang baik adalah seorang yang mampu mengasihi dalam situasi apa pun sebagaimana dikatakan juga oleh Yesus: "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yoh 15,13). Dalam Injil, persahabatan itu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan suami-istri. Suami-Istri dipanggil untuk saling mengasihi, yakni untuk mengorbankan diri satu sama lain demi kebahagiaan pasangan, anak-anak dan demi keutuhan rumah tangga. Marilah kita mohon kepada Tuhan, agar kita masing-masing dimampukan untuk menjadi sahabat yang baik bagi: suami/istri, anak-anak, umat, teman sepanggilan, teman kerja, dan siapa pun yang hidup bersama dengan kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus
Jumat, 1 Maret 2019
*SATU DAGING*
*BACAAN*
*Sir 6:5-17* – “Sahabat yang setia tiada ternilai”
*Mrk 10:1-12* – “Yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia”
*RENUNGAN*
1.Yesus mengajar mereka yang berkumpul untuk belajar dari pada-Nya bahwa mereka harus membuka hati dan patuh. Orang-orang Parisi berkumpul bukan sebagai orang yang ingin belajar, tetapi sebagai mereka yang merasa “tahu lebih baik.” Mereka terus menerus mencari masalah dalam pengajaran Yesus, dengan tujuan ingin menguji Dia, mencari apa yang salah, dan menjebak Dia lewat perkataan-Nya. Tak ada satu pun guru seperti Yesus. Sejak berumur 12 tahun, sampai sekarang, tak ada seorang pun yang berbicara seperti Dia – penuh kuasa dan kebenaran.
2.Dalam suasana hati yang emosional karena amarah, orang selalu bertanya: Cerai atau tidak cerai? Pertanyaan yang kurang tepat. Seharusnya bertanya begini: “Bagaimana aku mencintai pasanganku?” Perbedaan kedua pertanyaan tersebut terletak pada sikap hati. Yang pertama berasal dari hati yang tertutup, egois, dan tidak mau mencari kebenaran. Ia membenarkan apa yang ia inginkan. “Pokoke.” Pertanyaan kedua berasal dari hati yang terbuka, hati yang mencintai Allah, hati yang ingin mencari kehendak-Nya. Tetapi karena hati kita yang keras, kita tidak siap untuk hidup dalam cinta yang sesungguhnya.
3.”Daging/manusia” yang Allah ciptakan adalah suci, sebuah Bait Allah dan diarahkan untuk kehidupan kekal. Yesus menjadi daging dan meninggalkan daging-Nya untuk kita dalam perayaan Ekaristi. Hanya dalam Ekaristi kita memperoleh kembali jati diri dan panggilan kita untuk mengasihi dan mengorbankan diri. Perkawinan yang satu dan tak-terceraikan menyatakan kunci cinta: Kita tidak lagi dua melainkan satu daging, satu kehidupan, satu kepentingan, dan satu panggilan. Maka pasangan suami isteri tidak lagi bisa berbicara “diriku” tetapi hanya bisa sebagai hadiah bagi pasangannya. Untuk siapa hidupku?
(🇮🇩MS.berkat.id 🇮🇩)
Salam Damai Kristus
*SATU DAGING*
*BACAAN*
*Sir 6:5-17* – “Sahabat yang setia tiada ternilai”
*Mrk 10:1-12* – “Yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia”
*RENUNGAN*
1.Yesus mengajar mereka yang berkumpul untuk belajar dari pada-Nya bahwa mereka harus membuka hati dan patuh. Orang-orang Parisi berkumpul bukan sebagai orang yang ingin belajar, tetapi sebagai mereka yang merasa “tahu lebih baik.” Mereka terus menerus mencari masalah dalam pengajaran Yesus, dengan tujuan ingin menguji Dia, mencari apa yang salah, dan menjebak Dia lewat perkataan-Nya. Tak ada satu pun guru seperti Yesus. Sejak berumur 12 tahun, sampai sekarang, tak ada seorang pun yang berbicara seperti Dia – penuh kuasa dan kebenaran.
2.Dalam suasana hati yang emosional karena amarah, orang selalu bertanya: Cerai atau tidak cerai? Pertanyaan yang kurang tepat. Seharusnya bertanya begini: “Bagaimana aku mencintai pasanganku?” Perbedaan kedua pertanyaan tersebut terletak pada sikap hati. Yang pertama berasal dari hati yang tertutup, egois, dan tidak mau mencari kebenaran. Ia membenarkan apa yang ia inginkan. “Pokoke.” Pertanyaan kedua berasal dari hati yang terbuka, hati yang mencintai Allah, hati yang ingin mencari kehendak-Nya. Tetapi karena hati kita yang keras, kita tidak siap untuk hidup dalam cinta yang sesungguhnya.
3.”Daging/manusia” yang Allah ciptakan adalah suci, sebuah Bait Allah dan diarahkan untuk kehidupan kekal. Yesus menjadi daging dan meninggalkan daging-Nya untuk kita dalam perayaan Ekaristi. Hanya dalam Ekaristi kita memperoleh kembali jati diri dan panggilan kita untuk mengasihi dan mengorbankan diri. Perkawinan yang satu dan tak-terceraikan menyatakan kunci cinta: Kita tidak lagi dua melainkan satu daging, satu kehidupan, satu kepentingan, dan satu panggilan. Maka pasangan suami isteri tidak lagi bisa berbicara “diriku” tetapi hanya bisa sebagai hadiah bagi pasangannya. Untuk siapa hidupku?
(🇮🇩MS.berkat.id 🇮🇩)
Salam Damai Kristus
SAHABATKU yang terkasih,
Ada beberapa tips mudah untuk mendapatkan KETENANGAN HATI
semoga bermanfaat :
1. Jangan tergantung terhadap orang lain, bersikaplah mandiri
dan percaya akan kemampuan yang kita miliki.
2. Jangan berburuk sangka, berfikirlah positif akan membawa
pada suatu yang bermanfaat.
3. Jangan mengingat penyesalan di masa lalu, hidup itu mudah,
buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan keputusan dan
jadikan masa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi yang lebih baik.
4. Jangan pernah menyimpan dendam di hati, dendam itu di
ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jauhi itu.
5. Jauhi sifat terburu-buru, aset dalam kehidupan bukan harta
tapi waktu. maka pergunakan waktu dengan baik.
6. Jangan khawatir dengan hari esok, ketuklah pintu dan pintu
pun akan terbuka, ingatlah ALLAH, ALLAH pun akan ingat pada kita.
Selamat pagi sahabatku yang terkasih,
Doaku kiranya Kasih TUHAN menyegarkan hatimu,
damaiNYA menenangkan pikiranmu,
anugerahNYA melimpah atas hidupmu..amen.
Salam dalam Kasih TUHAN bagi kita semua.
(Bruder Fic)
Salam Damai Kristus
Ada beberapa tips mudah untuk mendapatkan KETENANGAN HATI
semoga bermanfaat :
1. Jangan tergantung terhadap orang lain, bersikaplah mandiri
dan percaya akan kemampuan yang kita miliki.
2. Jangan berburuk sangka, berfikirlah positif akan membawa
pada suatu yang bermanfaat.
3. Jangan mengingat penyesalan di masa lalu, hidup itu mudah,
buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan keputusan dan
jadikan masa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi yang lebih baik.
4. Jangan pernah menyimpan dendam di hati, dendam itu di
ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jauhi itu.
5. Jauhi sifat terburu-buru, aset dalam kehidupan bukan harta
tapi waktu. maka pergunakan waktu dengan baik.
6. Jangan khawatir dengan hari esok, ketuklah pintu dan pintu
pun akan terbuka, ingatlah ALLAH, ALLAH pun akan ingat pada kita.
Selamat pagi sahabatku yang terkasih,
Doaku kiranya Kasih TUHAN menyegarkan hatimu,
damaiNYA menenangkan pikiranmu,
anugerahNYA melimpah atas hidupmu..amen.
Salam dalam Kasih TUHAN bagi kita semua.
(Bruder Fic)
Salam Damai Kristus
RUAH
Jumat, 01 Maret 2019
Hari Biasa Pekan VII
Gereja menegaskan lagi prakteknya yang berdasarkan Kitab Suci, untuk tidak mengizinkan mereka yang bercerai, kemudian menikah lagi, menyambut Ekaristi Kudus. Mereka tidak dapat diijinkan, karena status dan kondisi hidup mereka berlawanan dengan persatuan cinta kasih antara Kristus dan Gereja, yang dilambangkan oleh Ekaristi dan merupakan buahnya. Selain itu masih ada alasan pastoral khusus lainnya. Seandainya mereka itu diperbolehkan menyambut Ekaristi, umat beriman akan terbawa dalam keadaan sesat dan bingung mengenai ajaran Gereja, bahwa pernikahan tidak dapat diceraikan. (Paus Yohanes Paulus II, Anjuran Apostolik Familiaris Consortio, 84)
Antifon Pembuka (Sir 6:5-6)
Tutur kata yang manis mendapat banyak sahabat, dan keramahan diperbanyak oleh lidah yang manis lembut. Mudah-mudahan banyak orang berdamai denganmu
Doa Pembuka
Allah Bapa Yang Mahabaik, Engkaulah sahabat dan pemimpin kami berkat Yesus utusan-Mu. Semoga kami Kauperkenankan saling memberikan persahabatan dan kebijaksanaan, yang kami terima dari pada-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (6:5-17)
"Sahabat yang setia, tiada ternilai, dan harganya tiada terbayar."
Tutur kata yang manis mendapat banyak sahabat, dan keramahan diperbanyak oleh lidah yang manis lembut. Mudah-mudahan banyak orang berdamai denganmu, tetapi dari antara seribu hanya satu saja menjadi penasihatmu. Jika engkau mau mendapat sahabat, ujilah dia dahulu, dan jangan segera percaya padanya. Sebab ada orang yang bersahabat hanya selama menguntungkan, tetapi di kala engkau mendapat kesukaran, ia tidak bertahan. Ada juga sahabat yang berubah menjadi musuh, lalu menistakan dikau dengan menceritakan percekcokanmu dengan dia. Ada lagi sahabat yang ikut serta dalam perjamuan makan, tetapi tidak bertahan pada hari kemalanganmu. Pada waktu engkau sejahtera ia sehati sejiwa dengan dikau dan bergaul akrab dengan seisi rumahmu. Tetapi bila engkau mundur ia berbalik melawan dikau serta menyembunyikan diri terhadapmu. Jauhilah para musuhmu, dan berhati-hatilah terhadap para sahabatmu. Sahabat yang setia merupakan pelindung yang kuat; yang menemukannya, menemukan suatu harta. Sahabat yang setia, tiada ternilai, dan harganya tiada terbayar. Sahabat yang setia laksana obat kehidupan; hanya orang yang takwa akan memperolehnya. Orang yang takwa memelihara persahabatan dengan lurus hati, sebab sebagaimana ia sendiri, demikianpun sahabatnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu.
Ayat. (Mzm 119:12.16.18.27.34.35; R:35)
1. Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
2. Ketetapan-ketetapan-Mu akan menjadi sumber sukacitaku, firman-Mu tidak akan kulupakan.
3. Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban hukum-Mu.
4. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
5. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.
6. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.
Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali
Ayat.
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran. Alleluya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (10:1-12)
"Yang dipersatukan Allah, jangan diceraikan manusia."
Pada suatu hari Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang Sungai Yordan. Di situ orang banyak datang mengerumuni Dia, dan seperti biasa Yesus mengajar mereka. Maka datanglah orang-orang Farisi hendak mencobai Yesus. Mereka bertanya, “Bolehkah seorang suami menceraikan isterinya?” Tetapi Yesus menjawab kepada mereka, “Apa perintah Musa kepadamu?” Mereka menjawab, “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.” Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Karena ketegaran hatimulah Musa menulis perintah untukmu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka pria dan wanita; karena itu pria meninggalkan ibu bapanya dan bersatu dengan isterinya. Keduanya lalu menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.” Setelah mereka tiba di rumah, Para murid bertanya pula tentang hal itu kepada Yesus. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan wanita lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika isteri menceraikan suaminya lalu kawin dengan pria yang lain, ia berbuat zinah.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Dalam hukum Taurat dikatakan jangan berzinah. Tetapi Yesus membuat lebih keras dengan mengatakan: "Mereka yang memandang dan menginginkan seorang perempuan sudah berzinah dalam hatinya." Hukum Taurat membolehkan cerai dengan alasan zinah. Tetapi Yesus mengatakan: "Setiap orang yang menceraikan istrinya kecuali karena zinah, ia menjadikan istrinya berzinah dan yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berzinah". Yesus dengan keras jug menyatakan hal yang sebenarnya. Musa tidak memberikan aturan yang melegalkan perceraian, tapi ia terpaksa mengambil jalan tengah karena didesak oleh kaum laki-laki yang berdosa, untuk membatasi dan membendung akibat-akibat negatif yang ditimbulkan oleh para suami yang tidak bertanggung jawab. Sejak awal manusia menyepelekan tata tertib yang ditetapkan oleh Allah (bdk. Kej 1:27; 2:24). Itulah sebabnya Yesus berbicara tentang ketegaran hati!
Tampak Yesus memperkeras apa yang ditulis dalam hukum Taurat. Ia mau menekankan pentingnya kasih dan kesatuan dalam perkawinan dan juga kesucian hati. Kalau kita ingin menjadi murid Yesus dalam hal kasih perkawinan dan juga seksualitas, maka kita harus hidup lebih baik dalam perkawinan dan berkeluarga. Apa yang bisa kita pelajari dari Injil hari ini? Pertama, perceraian tidak pernah menjadi kehendak Allah. Sejak awal dunia Allah menghendaki laki-laki dan perempuan menjadi satu kesatuan. Perceraian hanya merupakan salah satu tanda ketegaran hati manusia! Katekismus Gereja Katolik, 1650 menyatakan: Karena itu, Gereja memegang teguh bahwa ia tidak dapat mengakui sah ikatan yang baru, kalau Perkawinan pertama itu sah. Kalau mereka yang bercerai itu kawin lagi secara sipil, mereka berada dalam satu situasi yang secara obyektif bertentangan dengan hukum Allah. Karena itu, mereka tidak boleh menerima komuni selama situasi ini masih berlanjut. Dengan alasan yang sama mereka juga tidak boleh melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam Gereja. Pemulihan melalui Sakramen Pengakuan hanya dapat diberikan kepada mereka yang menyesal, bahwa mereka telah mencemari tanda perjanjian dan kesetiaan kepada Kristus, dan mewajibkan diri supaya hidup dalam pantang yang benar."
Antifon Komuni (Sir 6:14a, 16a)
Sahabat setiawan merupakan perlindungan kokoh. Sahabat setiawan adalah obat kehidupan.
Salam Damai Kristus
Jumat, 01 Maret 2019
Hari Biasa Pekan VII
Gereja menegaskan lagi prakteknya yang berdasarkan Kitab Suci, untuk tidak mengizinkan mereka yang bercerai, kemudian menikah lagi, menyambut Ekaristi Kudus. Mereka tidak dapat diijinkan, karena status dan kondisi hidup mereka berlawanan dengan persatuan cinta kasih antara Kristus dan Gereja, yang dilambangkan oleh Ekaristi dan merupakan buahnya. Selain itu masih ada alasan pastoral khusus lainnya. Seandainya mereka itu diperbolehkan menyambut Ekaristi, umat beriman akan terbawa dalam keadaan sesat dan bingung mengenai ajaran Gereja, bahwa pernikahan tidak dapat diceraikan. (Paus Yohanes Paulus II, Anjuran Apostolik Familiaris Consortio, 84)
Antifon Pembuka (Sir 6:5-6)
Tutur kata yang manis mendapat banyak sahabat, dan keramahan diperbanyak oleh lidah yang manis lembut. Mudah-mudahan banyak orang berdamai denganmu
Doa Pembuka
Allah Bapa Yang Mahabaik, Engkaulah sahabat dan pemimpin kami berkat Yesus utusan-Mu. Semoga kami Kauperkenankan saling memberikan persahabatan dan kebijaksanaan, yang kami terima dari pada-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (6:5-17)
"Sahabat yang setia, tiada ternilai, dan harganya tiada terbayar."
Tutur kata yang manis mendapat banyak sahabat, dan keramahan diperbanyak oleh lidah yang manis lembut. Mudah-mudahan banyak orang berdamai denganmu, tetapi dari antara seribu hanya satu saja menjadi penasihatmu. Jika engkau mau mendapat sahabat, ujilah dia dahulu, dan jangan segera percaya padanya. Sebab ada orang yang bersahabat hanya selama menguntungkan, tetapi di kala engkau mendapat kesukaran, ia tidak bertahan. Ada juga sahabat yang berubah menjadi musuh, lalu menistakan dikau dengan menceritakan percekcokanmu dengan dia. Ada lagi sahabat yang ikut serta dalam perjamuan makan, tetapi tidak bertahan pada hari kemalanganmu. Pada waktu engkau sejahtera ia sehati sejiwa dengan dikau dan bergaul akrab dengan seisi rumahmu. Tetapi bila engkau mundur ia berbalik melawan dikau serta menyembunyikan diri terhadapmu. Jauhilah para musuhmu, dan berhati-hatilah terhadap para sahabatmu. Sahabat yang setia merupakan pelindung yang kuat; yang menemukannya, menemukan suatu harta. Sahabat yang setia, tiada ternilai, dan harganya tiada terbayar. Sahabat yang setia laksana obat kehidupan; hanya orang yang takwa akan memperolehnya. Orang yang takwa memelihara persahabatan dengan lurus hati, sebab sebagaimana ia sendiri, demikianpun sahabatnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu.
Ayat. (Mzm 119:12.16.18.27.34.35; R:35)
1. Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
2. Ketetapan-ketetapan-Mu akan menjadi sumber sukacitaku, firman-Mu tidak akan kulupakan.
3. Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban hukum-Mu.
4. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
5. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.
6. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.
Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali
Ayat.
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran. Alleluya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (10:1-12)
"Yang dipersatukan Allah, jangan diceraikan manusia."
Pada suatu hari Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang Sungai Yordan. Di situ orang banyak datang mengerumuni Dia, dan seperti biasa Yesus mengajar mereka. Maka datanglah orang-orang Farisi hendak mencobai Yesus. Mereka bertanya, “Bolehkah seorang suami menceraikan isterinya?” Tetapi Yesus menjawab kepada mereka, “Apa perintah Musa kepadamu?” Mereka menjawab, “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.” Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Karena ketegaran hatimulah Musa menulis perintah untukmu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka pria dan wanita; karena itu pria meninggalkan ibu bapanya dan bersatu dengan isterinya. Keduanya lalu menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.” Setelah mereka tiba di rumah, Para murid bertanya pula tentang hal itu kepada Yesus. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan wanita lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika isteri menceraikan suaminya lalu kawin dengan pria yang lain, ia berbuat zinah.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Dalam hukum Taurat dikatakan jangan berzinah. Tetapi Yesus membuat lebih keras dengan mengatakan: "Mereka yang memandang dan menginginkan seorang perempuan sudah berzinah dalam hatinya." Hukum Taurat membolehkan cerai dengan alasan zinah. Tetapi Yesus mengatakan: "Setiap orang yang menceraikan istrinya kecuali karena zinah, ia menjadikan istrinya berzinah dan yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berzinah". Yesus dengan keras jug menyatakan hal yang sebenarnya. Musa tidak memberikan aturan yang melegalkan perceraian, tapi ia terpaksa mengambil jalan tengah karena didesak oleh kaum laki-laki yang berdosa, untuk membatasi dan membendung akibat-akibat negatif yang ditimbulkan oleh para suami yang tidak bertanggung jawab. Sejak awal manusia menyepelekan tata tertib yang ditetapkan oleh Allah (bdk. Kej 1:27; 2:24). Itulah sebabnya Yesus berbicara tentang ketegaran hati!
Tampak Yesus memperkeras apa yang ditulis dalam hukum Taurat. Ia mau menekankan pentingnya kasih dan kesatuan dalam perkawinan dan juga kesucian hati. Kalau kita ingin menjadi murid Yesus dalam hal kasih perkawinan dan juga seksualitas, maka kita harus hidup lebih baik dalam perkawinan dan berkeluarga. Apa yang bisa kita pelajari dari Injil hari ini? Pertama, perceraian tidak pernah menjadi kehendak Allah. Sejak awal dunia Allah menghendaki laki-laki dan perempuan menjadi satu kesatuan. Perceraian hanya merupakan salah satu tanda ketegaran hati manusia! Katekismus Gereja Katolik, 1650 menyatakan: Karena itu, Gereja memegang teguh bahwa ia tidak dapat mengakui sah ikatan yang baru, kalau Perkawinan pertama itu sah. Kalau mereka yang bercerai itu kawin lagi secara sipil, mereka berada dalam satu situasi yang secara obyektif bertentangan dengan hukum Allah. Karena itu, mereka tidak boleh menerima komuni selama situasi ini masih berlanjut. Dengan alasan yang sama mereka juga tidak boleh melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam Gereja. Pemulihan melalui Sakramen Pengakuan hanya dapat diberikan kepada mereka yang menyesal, bahwa mereka telah mencemari tanda perjanjian dan kesetiaan kepada Kristus, dan mewajibkan diri supaya hidup dalam pantang yang benar."
Antifon Komuni (Sir 6:14a, 16a)
Sahabat setiawan merupakan perlindungan kokoh. Sahabat setiawan adalah obat kehidupan.
Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Jumat i Mart 2019
Tuhan Yesus,
adalah suatu hal yang mudah untuk mengatakan " jika seseorang menampar pipi kananmu, berikankah juga pipi kirimu." Namun, dalam prakteknya hal ini tidak mudah diterapkan dalam kehidupan sehari - hari.
Kedagingan kami menolak untuk diperlakukan tidak baik, kami cenderung ingin membalas setiap perlakuan tidak adil yang kami terima.
Dalam hal ini, sering kali kami jatuh bangun. Saat kami disakiti, terkadang sukar bagi kami untuk memaafkan dan tetap mengasihi. Sering kali butuh waktu cukup lama untuk kami bisa pulih kembali, dan melupakan yang sudah terjadi.
Ampunilah kami ya Tuhan. Bimbing kami untuk banyak belajar dariMu, yang mampu mengasihi dengan sepenuh hati, bahkan terhadap orang - orang yang sudah menyakitiMu.
Bentuklah kami melalui setiap pengalaman hidup yang kami alami, agar kami menjadi lebih dewasa secara rohani, lebih dimampukan untuk mengasihi tanpa batas, memaafkan dengan tulus sebagaimana Engkau juga sudah mengampuni segala dosa kami tanpa mengingat - ingat lagi.
Kami sadar dengan kemampuan kami sendiri, kami tidak mungkin melakukannya. Namun dengan pertolonganMu Tuhan, kami pasti sanggup melakukannya.
Dalam namaMu, Tuhan Yesus kami haturkan doaku ini.
Amin.
Salam Damai Kristus
Jumat i Mart 2019
Tuhan Yesus,
adalah suatu hal yang mudah untuk mengatakan " jika seseorang menampar pipi kananmu, berikankah juga pipi kirimu." Namun, dalam prakteknya hal ini tidak mudah diterapkan dalam kehidupan sehari - hari.
Kedagingan kami menolak untuk diperlakukan tidak baik, kami cenderung ingin membalas setiap perlakuan tidak adil yang kami terima.
Dalam hal ini, sering kali kami jatuh bangun. Saat kami disakiti, terkadang sukar bagi kami untuk memaafkan dan tetap mengasihi. Sering kali butuh waktu cukup lama untuk kami bisa pulih kembali, dan melupakan yang sudah terjadi.
Ampunilah kami ya Tuhan. Bimbing kami untuk banyak belajar dariMu, yang mampu mengasihi dengan sepenuh hati, bahkan terhadap orang - orang yang sudah menyakitiMu.
Bentuklah kami melalui setiap pengalaman hidup yang kami alami, agar kami menjadi lebih dewasa secara rohani, lebih dimampukan untuk mengasihi tanpa batas, memaafkan dengan tulus sebagaimana Engkau juga sudah mengampuni segala dosa kami tanpa mengingat - ingat lagi.
Kami sadar dengan kemampuan kami sendiri, kami tidak mungkin melakukannya. Namun dengan pertolonganMu Tuhan, kami pasti sanggup melakukannya.
Dalam namaMu, Tuhan Yesus kami haturkan doaku ini.
Amin.
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
SATU DAGING
1 Maret 2019
“Keduanya lalu menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu.” (Mrk 10:8)
Lectio
Sir 6:5-17; Mzm 119:12,16,18,27,34-35; Mrk 10:1-12
Seorang Ibu berkata kepada adiknya :
”San, selama ini aku merasa tidak rela anakku menikah dengan isterinya. Terbukti menantuku tidak memperhatikanku dan anakku lebih memperhatikan isteri dan anak-anaknya.”
Lalu adiknya berkata :
”Mba mba.., itu namanya BAGUS. Anakmu dan isterinya sudah menjadi SATU DAGING, dan mereka membina keluarganya dan seterusnya-dan seterusnya. Seharusnya Mba bersyukur mereka hidup saling MENCINTAI yang artinya sesuai dengan apa yang Allah inginkan.”
“Oh begitu ya.” jawab kakaknya.
Pria dan wanita menjadi satu daging dalam sakramen Perkawinan.
Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami hidup setia dalam perkawinan yang telah Engkau satukan. Amin
Missio
Marilah kita menjaga hidup perkawinan kita.
Have a Blessed First Friday.
SATU DAGING
1 Maret 2019
“Keduanya lalu menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu.” (Mrk 10:8)
Lectio
Sir 6:5-17; Mzm 119:12,16,18,27,34-35; Mrk 10:1-12
Seorang Ibu berkata kepada adiknya :
”San, selama ini aku merasa tidak rela anakku menikah dengan isterinya. Terbukti menantuku tidak memperhatikanku dan anakku lebih memperhatikan isteri dan anak-anaknya.”
Lalu adiknya berkata :
”Mba mba.., itu namanya BAGUS. Anakmu dan isterinya sudah menjadi SATU DAGING, dan mereka membina keluarganya dan seterusnya-dan seterusnya. Seharusnya Mba bersyukur mereka hidup saling MENCINTAI yang artinya sesuai dengan apa yang Allah inginkan.”
“Oh begitu ya.” jawab kakaknya.
Pria dan wanita menjadi satu daging dalam sakramen Perkawinan.
Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami hidup setia dalam perkawinan yang telah Engkau satukan. Amin
Missio
Marilah kita menjaga hidup perkawinan kita.
Have a Blessed First Friday.
*PENTINGNYA TEMAN*
Penelitian yg dilakukan di Swedia menunjukkan bahwa mempunyai sedikit teman atau bahkan sama sekali tidak mempunyai teman akrab, bisa meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 50%. Demikian pula studi yg dilakukan di Buffalo, New York tahun 2009 mendapatkan bahwa mereka yg paling sedikit memperoleh dukungan sosial, paling banyak menderita penyakit jantung, kecemasan, dan depresi.
Jadi teman mempunyai pengaruh positif terhadap kesehatan fisik, emosional, bahkan spiritual.
Teman memberi dampak yg berarti dalam kehidupan kita, membuat hidup kita lebih berarti dan lebih bahagia. *Kita akan merasakan bahwa teman2 kita adalah berkat Tuhan yg luar biasa bagi kita*
Salam Damai Kristus
Penelitian yg dilakukan di Swedia menunjukkan bahwa mempunyai sedikit teman atau bahkan sama sekali tidak mempunyai teman akrab, bisa meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 50%. Demikian pula studi yg dilakukan di Buffalo, New York tahun 2009 mendapatkan bahwa mereka yg paling sedikit memperoleh dukungan sosial, paling banyak menderita penyakit jantung, kecemasan, dan depresi.
Jadi teman mempunyai pengaruh positif terhadap kesehatan fisik, emosional, bahkan spiritual.
Teman memberi dampak yg berarti dalam kehidupan kita, membuat hidup kita lebih berarti dan lebih bahagia. *Kita akan merasakan bahwa teman2 kita adalah berkat Tuhan yg luar biasa bagi kita*
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *01 Maret 2019*
Sir 6:5-17
Mzm 119: 12,16,18,27,34 35
Mrk 10: 1-12
*PERKAWINAN*
_Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. -- Mrk 10: 6-8_
Dari awal penciptaan dunia, Kitab Kejadian mewahyukan bahwa, Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut citra Allah. Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam agar menjadi penolong yang sepadan dengannya, sehingga mereka akhirnya dapat bersatu menjadi satu daging. Jadi persatuan laki-laki dan perempuan bersatu menjadi satu daging. Jadi persatuan laki-laki dan perempuan telah direncanakan oleh Allah sejak awal mula (Kej 2:7,18,2b-24).
Allah adalah Kasih (1Yoh4:8), dan kasih dalam diri Trinitas adalah misteri yang tidak terselami. Namun misteri ini direncanakan Allah untuk digambarkan dalam hubungan suami dan istri. Maksudnya, manusia diciptakan sesuai gambaran Allah sendiri untuk dapat menggambarkan kasih Allah itu. Kasih Allah, yang terlihat jelas dalam diri Trinitas adalah kasih yang bebas (tak ada paksaan), setia, menyeluruh/total, dan menghasilkan buah.
Perkawinan juga direncanakan Allah sebagai gambaran akan hubungan kasih-Nya dengan umat-Nya. Yesus mengasihi Gereja-Nya dengan menyerahkan nyawa-Nya baginya untuk menguduskannya. Maka para suami dipanggil untuk menjadi *"berkat yang menyelamatkan"* bagi istrinya, dan sebaliknya para istripun dipanggil agar menjadi berkat bagi yang menyelamatkan bagi suaminya. Selain itu para suami dipanggil untuk mengasihi, berkorban dan menguduskan istrinya, sesuai dengan teladan yang diberikan oleh Yesus kepada Gereja-Nya; dan para istri dipanggil untuk menaati suaminya yang disebut kepada "kepala istri", seperti Gereja sebagai anggota Tubuh Kristus dipanggil untuk taat kepada Kristus, Sang Kepala. Itu merupakan tantangan bagi suami-istri, lebih-lebih di zaman milenial ini. (Ld/Jc- _Sumber:www.katolisitas.org_)
Bagaimana saya memandang perkawinan?
Salam Damai Kristus
_Jumat,_ *01 Maret 2019*
Sir 6:5-17
Mzm 119: 12,16,18,27,34 35
Mrk 10: 1-12
*PERKAWINAN*
_Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. -- Mrk 10: 6-8_
Dari awal penciptaan dunia, Kitab Kejadian mewahyukan bahwa, Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut citra Allah. Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam agar menjadi penolong yang sepadan dengannya, sehingga mereka akhirnya dapat bersatu menjadi satu daging. Jadi persatuan laki-laki dan perempuan bersatu menjadi satu daging. Jadi persatuan laki-laki dan perempuan telah direncanakan oleh Allah sejak awal mula (Kej 2:7,18,2b-24).
Allah adalah Kasih (1Yoh4:8), dan kasih dalam diri Trinitas adalah misteri yang tidak terselami. Namun misteri ini direncanakan Allah untuk digambarkan dalam hubungan suami dan istri. Maksudnya, manusia diciptakan sesuai gambaran Allah sendiri untuk dapat menggambarkan kasih Allah itu. Kasih Allah, yang terlihat jelas dalam diri Trinitas adalah kasih yang bebas (tak ada paksaan), setia, menyeluruh/total, dan menghasilkan buah.
Perkawinan juga direncanakan Allah sebagai gambaran akan hubungan kasih-Nya dengan umat-Nya. Yesus mengasihi Gereja-Nya dengan menyerahkan nyawa-Nya baginya untuk menguduskannya. Maka para suami dipanggil untuk menjadi *"berkat yang menyelamatkan"* bagi istrinya, dan sebaliknya para istripun dipanggil agar menjadi berkat bagi yang menyelamatkan bagi suaminya. Selain itu para suami dipanggil untuk mengasihi, berkorban dan menguduskan istrinya, sesuai dengan teladan yang diberikan oleh Yesus kepada Gereja-Nya; dan para istri dipanggil untuk menaati suaminya yang disebut kepada "kepala istri", seperti Gereja sebagai anggota Tubuh Kristus dipanggil untuk taat kepada Kristus, Sang Kepala. Itu merupakan tantangan bagi suami-istri, lebih-lebih di zaman milenial ini. (Ld/Jc- _Sumber:www.katolisitas.org_)
Bagaimana saya memandang perkawinan?
Salam Damai Kristus
Doa Hari Kamis
28 Feb' 2019
By : Team Moderator DSM
Tetapi aku menasihatkan kamu demi
nama Tuhan kita Yesus Kristus,
supaya kamu seia sekata dan jangan
ada perpecahan di antara kamu,
tetapi sebaliknya supaya kamu erat
bersatu dan sehati sepikir.
(1 Korintus 1:10)
Ya Tuhan,
ajar kami untuk mau menghormati
hamba Tuhan yang lain, seperti juga
Engkau menghormati setiap pelayan
Firman Tuhan yang Kau kirimkan
kepada kami.
Jauhkan kami dari aspek negativ
yang mungkin akan membuat kami
menderita kerugian, karena kami
sendiri sedang menahan berkat
Tuhan yang sudah disiapkan bagi kami.
Firman Tuhan sangat kaya.
Oleh karena itu Engkau membangkitkan
banyak pelayan Firman Tuhan dengan
masing-masing keunikannya tersendiri
yang tidak ada pada hamba Tuhan yang
lainnya.
Kiranya kami semua boleh ikut bertumbuh
bersama dalam satu kesatuan yang erat
dan sehati-sepikiran.
Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa.
Amin.
Salam Damai Kristus
28 Feb' 2019
By : Team Moderator DSM
Tetapi aku menasihatkan kamu demi
nama Tuhan kita Yesus Kristus,
supaya kamu seia sekata dan jangan
ada perpecahan di antara kamu,
tetapi sebaliknya supaya kamu erat
bersatu dan sehati sepikir.
(1 Korintus 1:10)
Ya Tuhan,
ajar kami untuk mau menghormati
hamba Tuhan yang lain, seperti juga
Engkau menghormati setiap pelayan
Firman Tuhan yang Kau kirimkan
kepada kami.
Jauhkan kami dari aspek negativ
yang mungkin akan membuat kami
menderita kerugian, karena kami
sendiri sedang menahan berkat
Tuhan yang sudah disiapkan bagi kami.
Firman Tuhan sangat kaya.
Oleh karena itu Engkau membangkitkan
banyak pelayan Firman Tuhan dengan
masing-masing keunikannya tersendiri
yang tidak ada pada hamba Tuhan yang
lainnya.
Kiranya kami semua boleh ikut bertumbuh
bersama dalam satu kesatuan yang erat
dan sehati-sepikiran.
Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa.
Amin.
Salam Damai Kristus
Santo-Santa
1 Maret
Santo Felix III (II), Paus
Felix berasal dari sebuah keluarga berdarah Romawi. Ia menjadi Paus menggantikan Paus Santo Simplisius pada tahun 483. Ia dinamakan Felix III (II) karena kira-kira pada tahun 365 ada seorang Paus tandingan yang menamakan dirinya Felix II.
Selama masa kePausannya, Felix menghadapi bidaah Monophysitisme yang menolak ajaran iman tentang kedwitunggalan kodrat Yesus Kristus: Ilahi sekaligus manusiawi. Untuk memecahkan masalah itu, Kaisar Zeno mengeluarkan suatu rumusan kesatuan yang bermakna ganda, yang disebut Henotikon. Rumusan ini tidak disetujui baik oleh Sri Paus maupun oleh pengikut aliran bidaah Monophysitisme.
Demi pemecahan selanjutnya, Sri Paus Felix memanggil Acacius, Patriakh Konstantinopel, penyusun rumusan itu. Acacius menolak datang ke Roma. Maka dia diekskomunikasikan oleh Felix III. Sejak berlakunya ekskomunikasi ini, skisma Acacian mulai tersebar dan terus berkembang hingga kematian Felix IIIpada tanggal 1 Maret 492.
Sumber : www.imankatolik.or.id
1 Maret
Santo Felix III (II), Paus
Felix berasal dari sebuah keluarga berdarah Romawi. Ia menjadi Paus menggantikan Paus Santo Simplisius pada tahun 483. Ia dinamakan Felix III (II) karena kira-kira pada tahun 365 ada seorang Paus tandingan yang menamakan dirinya Felix II.
Selama masa kePausannya, Felix menghadapi bidaah Monophysitisme yang menolak ajaran iman tentang kedwitunggalan kodrat Yesus Kristus: Ilahi sekaligus manusiawi. Untuk memecahkan masalah itu, Kaisar Zeno mengeluarkan suatu rumusan kesatuan yang bermakna ganda, yang disebut Henotikon. Rumusan ini tidak disetujui baik oleh Sri Paus maupun oleh pengikut aliran bidaah Monophysitisme.
Demi pemecahan selanjutnya, Sri Paus Felix memanggil Acacius, Patriakh Konstantinopel, penyusun rumusan itu. Acacius menolak datang ke Roma. Maka dia diekskomunikasikan oleh Felix III. Sejak berlakunya ekskomunikasi ini, skisma Acacian mulai tersebar dan terus berkembang hingga kematian Felix IIIpada tanggal 1 Maret 492.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Rabu, 27 Februari 2019
" Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya ".(Amsal 17:13)
Sebab apa yang kita tabur, kita akan menuainya,
Karena itu jauhilah yang jahat, dan lakukanlah yang baik,
Hiduplah dengan kasih, sebab kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia.
Salam Damai Kristus
Sebab apa yang kita tabur, kita akan menuainya,
Karena itu jauhilah yang jahat, dan lakukanlah yang baik,
Hiduplah dengan kasih, sebab kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia.
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 28 Februari 2019
Bacaan: Ibrani 10:36 "Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu."
Renungan:
Henry Wadsworth L mengatakan bahwa ketekunan adalah unsur penting kesuksesan. Jika anda mengetuk pintu gerbang cukup lama dan keras, pasti akan ada orang yang bangun dan membukakannya. Bahkan setetes air pun mampu melubangi batu asalkan berlanjut terus tanpa henti. Bila kita renungkan, banyak kegagalan terjadi bukan karena kebodohan manusia, tetapi karena manusia terlalu cepat menyerah pada usaha yang sedang mereka rintis. Ingatlah bahwa sukses bukanlah berlari dengan sepatu boot, melainkan berjalan selangkah demi selangkah. Sedikit demi sedikit adalah jalan menuju kemakmuran, kebijaksanaan dan kemuliaan.
Mulai hari ini biarlah kita tetap setia dan bertekun dengan apa yang sedang kita kerjakan. Jangan terlalu cepat menyerah, karena siapa tahu tinggal selangkah lagi kita akan bertemu dengan kesuksesan. Percayalah bahwa akan tiba waktunya Tuhan akan mempromosikan dan membawa kita ke tempat yang lebih tinggi. Dia tidak pernah terlalu lambat ataupun terlalu cepat, tetapi tepat pada waktunya.
Bukankah dengan ketekunan, seekor siput pun akhirnya dapat mencapai bahtera Nuh? Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, aku membutuhkan rahmat ketekunan untuk masuk dalam diriku. Penuhilah aku dengan rahmatMu itu, agar walaupun aku gagal, tetapi semangat ketekunanan tetap menguasaiku, sehingga aku tetap bisa mencobanya terus sampai aku meraih kesuksesan itu. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Kamis, 28 Februari 2019
Bacaan: Ibrani 10:36 "Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu."
Renungan:
Henry Wadsworth L mengatakan bahwa ketekunan adalah unsur penting kesuksesan. Jika anda mengetuk pintu gerbang cukup lama dan keras, pasti akan ada orang yang bangun dan membukakannya. Bahkan setetes air pun mampu melubangi batu asalkan berlanjut terus tanpa henti. Bila kita renungkan, banyak kegagalan terjadi bukan karena kebodohan manusia, tetapi karena manusia terlalu cepat menyerah pada usaha yang sedang mereka rintis. Ingatlah bahwa sukses bukanlah berlari dengan sepatu boot, melainkan berjalan selangkah demi selangkah. Sedikit demi sedikit adalah jalan menuju kemakmuran, kebijaksanaan dan kemuliaan.
Mulai hari ini biarlah kita tetap setia dan bertekun dengan apa yang sedang kita kerjakan. Jangan terlalu cepat menyerah, karena siapa tahu tinggal selangkah lagi kita akan bertemu dengan kesuksesan. Percayalah bahwa akan tiba waktunya Tuhan akan mempromosikan dan membawa kita ke tempat yang lebih tinggi. Dia tidak pernah terlalu lambat ataupun terlalu cepat, tetapi tepat pada waktunya.
Bukankah dengan ketekunan, seekor siput pun akhirnya dapat mencapai bahtera Nuh? Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, aku membutuhkan rahmat ketekunan untuk masuk dalam diriku. Penuhilah aku dengan rahmatMu itu, agar walaupun aku gagal, tetapi semangat ketekunanan tetap menguasaiku, sehingga aku tetap bisa mencobanya terus sampai aku meraih kesuksesan itu. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
#renungan
*KRISTUS SUMBER KESELAMATAN*
Kamis 28 Feb 2019
_`Jangan mengandalkan kekayaanmu, dan jangan berkata: `Ini cukup bagiku.` (Sir 5:1)_
Ada sebuah keluarga yang sangat kaya. Hidup mereka bergelimang harta. Namun, doa hanya dijadikan sampingan bagi mereka. Akhirnya, keluarga ini menjadi tidak harmonis lagi, nyaris bercerai dan anak-anak terjerumus dalam pergaulan bebas. Di lain tempat, ada sebuah keluarga sederhana, yang mengalami kesulitan ekonomi, namun keluarga mereka harmonis. Mereka rajin berdoa, juga berdoa bersama dalam keluarga, sehingga mampu merasakan sukacita di tengah kesulitan yang harus mereka hadapi.
Mungkin, ada yang bertanya, `Jadi, apakah menjadi kaya itu salah?` Tentu tidak! Asalkan, kita menyadari bahwa semuanya itu berasal dari Tuhan, mempergunakannya demi kemuliaan Tuhan, dan``tentu saja``memperolehnya dengan cara-cara yang berkenan kepada Tuhan.
Dewasa ini, kita jumpai banyak orang yang `mendewadewakan` uang. Hidup untuk uang, bahkan nyawa pun bisa diganti dengan uang. Sungguh mengenaskan! Kitab Sirakh mengingatkan kita untuk tidak mengandalkan uang dan segala yang berasal dari dunia. Kristuslah Juruselamat kita. Dialah yang bisa menyelamatkan kita, bukan uang, bukan dunia. Seluruh alam semesta ciptaan-Nya, milik-Nya. Dia jauh lebih melampaui segalanya.
Kalau Kristus bukanlah sumber keselamatan, mengapa St. Fransiskus atau St. Clara meninggalkan kekayaan keluarga mereka lalu mengikuti Kristus? Mari kita renungkan `.
*_Sr. M. Ellen, P.Karm_*
Kamis 28 Feb 2019
Sir 5:1-8; Mzm 1:1-4.6; Mrk 9:41-50
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*KRISTUS SUMBER KESELAMATAN*
Kamis 28 Feb 2019
_`Jangan mengandalkan kekayaanmu, dan jangan berkata: `Ini cukup bagiku.` (Sir 5:1)_
Ada sebuah keluarga yang sangat kaya. Hidup mereka bergelimang harta. Namun, doa hanya dijadikan sampingan bagi mereka. Akhirnya, keluarga ini menjadi tidak harmonis lagi, nyaris bercerai dan anak-anak terjerumus dalam pergaulan bebas. Di lain tempat, ada sebuah keluarga sederhana, yang mengalami kesulitan ekonomi, namun keluarga mereka harmonis. Mereka rajin berdoa, juga berdoa bersama dalam keluarga, sehingga mampu merasakan sukacita di tengah kesulitan yang harus mereka hadapi.
Mungkin, ada yang bertanya, `Jadi, apakah menjadi kaya itu salah?` Tentu tidak! Asalkan, kita menyadari bahwa semuanya itu berasal dari Tuhan, mempergunakannya demi kemuliaan Tuhan, dan``tentu saja``memperolehnya dengan cara-cara yang berkenan kepada Tuhan.
Dewasa ini, kita jumpai banyak orang yang `mendewadewakan` uang. Hidup untuk uang, bahkan nyawa pun bisa diganti dengan uang. Sungguh mengenaskan! Kitab Sirakh mengingatkan kita untuk tidak mengandalkan uang dan segala yang berasal dari dunia. Kristuslah Juruselamat kita. Dialah yang bisa menyelamatkan kita, bukan uang, bukan dunia. Seluruh alam semesta ciptaan-Nya, milik-Nya. Dia jauh lebih melampaui segalanya.
Kalau Kristus bukanlah sumber keselamatan, mengapa St. Fransiskus atau St. Clara meninggalkan kekayaan keluarga mereka lalu mengikuti Kristus? Mari kita renungkan `.
*_Sr. M. Ellen, P.Karm_*
Kamis 28 Feb 2019
Sir 5:1-8; Mzm 1:1-4.6; Mrk 9:41-50
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Kamis, 28 Pebr 2019
*HARGA KERAJAAN ALLAH*
*BACAAN*
*Sir 5:1-8* – “Jangan menunda-nunda untuk bertobat kepada Tuhan”
*Mrk 9:41-50* – “Lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan kedua belah tangan masuk dalam api yang tak terpadamkan”
*RENUNGAN*
1.Siapa yang dimaksud Yesus dengan anak-anak kecil? Mereka adalah orang-orang kecil, orang-orang miskin, lemah dan tersingkir, tidak punya status sosial di masyarakat, bahkan mereka tidak diperkenankan ambil bagian dalam kegiatan masyarakatnya. Mereka “diberdayakan” saat menjelang pemilu saja dengan janji-janji palsu – php.
2.Menyesatkan mereka berarti skandal. Arti skandal adalah batu yang diserakkan di sepanjang jalan. Orang yang berjalan tersandung-sandung, sehingga jalannya terbelokkan dari jalan yang benar. Harus kita ketahui bahwa orang-orang kecil tidak memiliki daya. Menyesatkan orang-orang kecil berarti membelokkan jalan mereka sehingga mereka kehilangan harapan, putus asa, bahkan kehilangan iman. Padahal, orang-orang kecil adalah mereka yang dikasihi Tuhan.
3.Seperti Yesus, kita harus mengasihi mereka. Untuk itu kita perlu memiliki garam di dalam hidup kita, artinya hidup yang selalu mengandung kebaikan, memberi dampak positip bagi kehidupan orang banyak, terutama orang-orang kecil. Sebaliknya bila hidup tidak melakukan kebaikan, bahkan menyesatkan orang lain, lebih baik bila ia tidak hidup; lebih baik bila ia tidak pernah hadir di dunia ini. “Lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.” Apakah aku telah menyesatkan orang lain, terlebih anggota keluargaku sendiri?
(MS,www.berkat.id)
Salam Damai Kristus
*HARGA KERAJAAN ALLAH*
*BACAAN*
*Sir 5:1-8* – “Jangan menunda-nunda untuk bertobat kepada Tuhan”
*Mrk 9:41-50* – “Lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan kedua belah tangan masuk dalam api yang tak terpadamkan”
*RENUNGAN*
1.Siapa yang dimaksud Yesus dengan anak-anak kecil? Mereka adalah orang-orang kecil, orang-orang miskin, lemah dan tersingkir, tidak punya status sosial di masyarakat, bahkan mereka tidak diperkenankan ambil bagian dalam kegiatan masyarakatnya. Mereka “diberdayakan” saat menjelang pemilu saja dengan janji-janji palsu – php.
2.Menyesatkan mereka berarti skandal. Arti skandal adalah batu yang diserakkan di sepanjang jalan. Orang yang berjalan tersandung-sandung, sehingga jalannya terbelokkan dari jalan yang benar. Harus kita ketahui bahwa orang-orang kecil tidak memiliki daya. Menyesatkan orang-orang kecil berarti membelokkan jalan mereka sehingga mereka kehilangan harapan, putus asa, bahkan kehilangan iman. Padahal, orang-orang kecil adalah mereka yang dikasihi Tuhan.
3.Seperti Yesus, kita harus mengasihi mereka. Untuk itu kita perlu memiliki garam di dalam hidup kita, artinya hidup yang selalu mengandung kebaikan, memberi dampak positip bagi kehidupan orang banyak, terutama orang-orang kecil. Sebaliknya bila hidup tidak melakukan kebaikan, bahkan menyesatkan orang lain, lebih baik bila ia tidak hidup; lebih baik bila ia tidak pernah hadir di dunia ini. “Lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.” Apakah aku telah menyesatkan orang lain, terlebih anggota keluargaku sendiri?
(MS,www.berkat.id)
Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Kamis 28 Februari 2019
Ya, Tuhan Yesus,
pada permulaan hari ini,
kami mohon bantuan dan penyelenggaraanMu
dalam seluruh kegiatan kami.
Semoga Engkau berkenan menyertai kami
dalam melaksanakan segala aktifitas
sehingga segala pekerjaan kami dapat berjalan
lancar berhasil.
Semoga pula yang Tuhan,
kami bisa saling mendukung dengan rekan kerja
dan begitu banyak orang yang terlibat dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan ini.
Dan semoga segala pekerjaan atau usaha dan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi hidup diri kami
sendiri dan juga bermanfaat bagi orang lain.
Lindungilah dan jagalah kami, sehingga terhindar
dari segala bahaya. Semoga kami mampu menjadi orang yang setia melaksanakan perintah - perintahMu.
Tuhan Yesus, ke dalam tanganMu kami serahkan
seluruh hidup kami.
Amin.
Salam Damai Kristus
Kamis 28 Februari 2019
Ya, Tuhan Yesus,
pada permulaan hari ini,
kami mohon bantuan dan penyelenggaraanMu
dalam seluruh kegiatan kami.
Semoga Engkau berkenan menyertai kami
dalam melaksanakan segala aktifitas
sehingga segala pekerjaan kami dapat berjalan
lancar berhasil.
Semoga pula yang Tuhan,
kami bisa saling mendukung dengan rekan kerja
dan begitu banyak orang yang terlibat dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan ini.
Dan semoga segala pekerjaan atau usaha dan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi hidup diri kami
sendiri dan juga bermanfaat bagi orang lain.
Lindungilah dan jagalah kami, sehingga terhindar
dari segala bahaya. Semoga kami mampu menjadi orang yang setia melaksanakan perintah - perintahMu.
Tuhan Yesus, ke dalam tanganMu kami serahkan
seluruh hidup kami.
Amin.
Salam Damai Kristus
*1 MENIT MENJELANG TIDUR*
_*Yehezkiel 36:21_*
_Aku merasa sakit hati karena nama-Ku yang kudus yang dinajiskan oleh kaum Israel di tengah bangsa-bangsa, di mana mereka datang._
*Tidak ada sesuatupun yang kita miliki*
_dapat dijadikan sebagai sarana yang dapat kita pergunakan_
*sebagai alat untuk dapat menjangkau uluran tangan Allah,*
_kita tidak memiliki kehebatan_
*dan tidak dapat mengusahakan*
_untuk dapat memperbaiki diri_
*dengan kemampuan yang kita miliki,*
_hanya Tuhan saja yang mampu membangun,_
*hanya Dia yang dapat mengubah hidup kita.*
_Tidak menjadikan Tuhan *sebagai* tempat pemenuhan setiap kehendak,_
*jangan berharap*
_bahwa segala yang kita minta pada-Nya harus terwujud,_
*Allah yang Mahakudus telah memberikan begitu banyak hal yang baik bagi kita,*
_harus menyadarinya dan dapat menghargai_
*untuk mampu mensyukuri segala anugerah*
_yang sudah Allah curahkan atas hidup kita._
*Selamat malam.*
_Tuhan Yesus menyertai dan melindungi istirahat malam kita semua._
*Amin.*
Salam Damai Kristus
_*Yehezkiel 36:21_*
_Aku merasa sakit hati karena nama-Ku yang kudus yang dinajiskan oleh kaum Israel di tengah bangsa-bangsa, di mana mereka datang._
*Tidak ada sesuatupun yang kita miliki*
_dapat dijadikan sebagai sarana yang dapat kita pergunakan_
*sebagai alat untuk dapat menjangkau uluran tangan Allah,*
_kita tidak memiliki kehebatan_
*dan tidak dapat mengusahakan*
_untuk dapat memperbaiki diri_
*dengan kemampuan yang kita miliki,*
_hanya Tuhan saja yang mampu membangun,_
*hanya Dia yang dapat mengubah hidup kita.*
_Tidak menjadikan Tuhan *sebagai* tempat pemenuhan setiap kehendak,_
*jangan berharap*
_bahwa segala yang kita minta pada-Nya harus terwujud,_
*Allah yang Mahakudus telah memberikan begitu banyak hal yang baik bagi kita,*
_harus menyadarinya dan dapat menghargai_
*untuk mampu mensyukuri segala anugerah*
_yang sudah Allah curahkan atas hidup kita._
*Selamat malam.*
_Tuhan Yesus menyertai dan melindungi istirahat malam kita semua._
*Amin.*
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
MEMBERI AIR MINUM
28 Pebruari 2019
“Barangsiapa memberi kalian minum air secangkir oleh karena kalian adalah pengikut Kristus, ia tak akan kehilangan ganjarannya” (Mrk 9:41)
Lectio
Sir 5:1-8; Mzm 1:1-2,3,4,6; Mrk 9:41-50
Setelah selesai mengikuti PA bagi OMK, Ardi mengajak teman-temannya :
”Bro Sis, besok Sabtu kita diminta bantuan untuk melayani Opa Oma dalam merayakan hari kasih sayang.”
“Ah, malas Di, mendingan maen bola aja yuk.” jawab Stephen.
“Gua juga tidak bisa. Ada urusan lain.” jawab Rudi.
Lalu Siany berkata :
”Kalian tahu siapa yang mengajak kita?”
“Itu Chandra, teman kita. Di wiharanya mereka sedang mengadakan pelayanan. Masak kita yang katanya LASKAR KRISTUS, ditantang begini saja, banyak alasan. Kalau kita melakukan PELAYANAN KASIH dengan sahabat yang berbeda keyakinan, itu baru luar biasa namanya!”
Mendengar itu, lalu Stephen, Rudi dan teman-teman lain berkata :
”Ok deh, kita join ya!!”
Hidup MENGASIHI bukanlah TAWARAN namun KEHIDUPAN.
Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami melakukan seperti yang Engkau ajarkan dan teladani. Amin
Missio
Marilah kita jadikan mengasihi, melayani, dan mengampuni sebagai tanda pengikut Kristus.
Have a Blessed Thursday.
MEMBERI AIR MINUM
28 Pebruari 2019
“Barangsiapa memberi kalian minum air secangkir oleh karena kalian adalah pengikut Kristus, ia tak akan kehilangan ganjarannya” (Mrk 9:41)
Lectio
Sir 5:1-8; Mzm 1:1-2,3,4,6; Mrk 9:41-50
Setelah selesai mengikuti PA bagi OMK, Ardi mengajak teman-temannya :
”Bro Sis, besok Sabtu kita diminta bantuan untuk melayani Opa Oma dalam merayakan hari kasih sayang.”
“Ah, malas Di, mendingan maen bola aja yuk.” jawab Stephen.
“Gua juga tidak bisa. Ada urusan lain.” jawab Rudi.
Lalu Siany berkata :
”Kalian tahu siapa yang mengajak kita?”
“Itu Chandra, teman kita. Di wiharanya mereka sedang mengadakan pelayanan. Masak kita yang katanya LASKAR KRISTUS, ditantang begini saja, banyak alasan. Kalau kita melakukan PELAYANAN KASIH dengan sahabat yang berbeda keyakinan, itu baru luar biasa namanya!”
Mendengar itu, lalu Stephen, Rudi dan teman-teman lain berkata :
”Ok deh, kita join ya!!”
Hidup MENGASIHI bukanlah TAWARAN namun KEHIDUPAN.
Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami melakukan seperti yang Engkau ajarkan dan teladani. Amin
Missio
Marilah kita jadikan mengasihi, melayani, dan mengampuni sebagai tanda pengikut Kristus.
Have a Blessed Thursday.
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Kamis, 28 Februari 2019
Sir 5:1-8
Mzm 1:1-4,6
Mrk 9:41-50
KEBAIKAN ITU MENULAR
_Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. -- Mrk 9:50_
Garam selain berguna untuk menambah rasa pada masakan, juga digunakan untuk membersihkan makanan dari kuman sekaligus untuk mengawetkan.
Tuhan menghendaki kita untuk membawa pengaruh positif dan perubahan yang lebih baik di manapun kita berada. Tapi, bagaimana caranya kita melakukan perintah Tuhan tersebut?
Tak ada lain yang dapat kita lakukan selain pertama-tama datang kepada Sang Sumber dengan membangun relasi yang benar dengan-Nya. Ketika sudah memiliki relasi, pasti akan ada buah yang berdampak pada perubahan karakter yang lebih baik dalam diri kita. Karakter yang bertumbuh dari pengenalan akan Allah akan membentuk kita untuk terbuka pada bimbingan-Nya melalui Roh Kudus sehingga pribadi kita terus bertumbuh untuk menjadi serupa dengan-Nya. Sikap, tutur kata, dan tingkah laku yang kita miliki itulah yang akan membawa pengaruh positif kepada sekeliling, sekaligus membawa orang lain untuk masuk ke dalam terang-Nya.
Gereja selalu mengajarkan agar kita semua menjadi terang dunia, mewartakan kabar keselamatan Tuhan untuk sesama, seperti yang Ia perintahkan melalu firman-Nya: _"Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!"_ (Filipi 4:5)
Mari kita berjalan dalam keselamatan yang sudah Ia buka melalui Yesus, dengan menjadi pewarta firman-Nya. (In)
Apa yang dapat saya lakukan untuk ikut ambil bagian dalam membangun Kerajaan Allah?
Salam Damai Kristus
Kamis, 28 Februari 2019
Sir 5:1-8
Mzm 1:1-4,6
Mrk 9:41-50
KEBAIKAN ITU MENULAR
_Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. -- Mrk 9:50_
Garam selain berguna untuk menambah rasa pada masakan, juga digunakan untuk membersihkan makanan dari kuman sekaligus untuk mengawetkan.
Tuhan menghendaki kita untuk membawa pengaruh positif dan perubahan yang lebih baik di manapun kita berada. Tapi, bagaimana caranya kita melakukan perintah Tuhan tersebut?
Tak ada lain yang dapat kita lakukan selain pertama-tama datang kepada Sang Sumber dengan membangun relasi yang benar dengan-Nya. Ketika sudah memiliki relasi, pasti akan ada buah yang berdampak pada perubahan karakter yang lebih baik dalam diri kita. Karakter yang bertumbuh dari pengenalan akan Allah akan membentuk kita untuk terbuka pada bimbingan-Nya melalui Roh Kudus sehingga pribadi kita terus bertumbuh untuk menjadi serupa dengan-Nya. Sikap, tutur kata, dan tingkah laku yang kita miliki itulah yang akan membawa pengaruh positif kepada sekeliling, sekaligus membawa orang lain untuk masuk ke dalam terang-Nya.
Gereja selalu mengajarkan agar kita semua menjadi terang dunia, mewartakan kabar keselamatan Tuhan untuk sesama, seperti yang Ia perintahkan melalu firman-Nya: _"Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!"_ (Filipi 4:5)
Mari kita berjalan dalam keselamatan yang sudah Ia buka melalui Yesus, dengan menjadi pewarta firman-Nya. (In)
Apa yang dapat saya lakukan untuk ikut ambil bagian dalam membangun Kerajaan Allah?
Salam Damai Kristus
Doa Hari Kamis
28 Feb' 2019
By : Team Moderator DSM
Tetapi aku menasihatkan kamu demi
nama Tuhan kita Yesus Kristus,
supaya kamu seia sekata dan jangan
ada perpecahan di antara kamu,
tetapi sebaliknya supaya kamu erat
bersatu dan sehati sepikir.
(1 Korintus 1:10)
Ya Tuhan,
ajar kami untuk mau menghormati
hamba Tuhan yang lain, seperti juga
Engkau menghormati setiap pelayan
Firman Tuhan yang Kau kirimkan
kepada kami.
Jauhkan kami dari aspek negativ
yang mungkin akan membuat kami
menderita kerugian, karena kami
sendiri sedang menahan berkat
Tuhan yang sudah disiapkan bagi kami.
Firman Tuhan sangat kaya.
Oleh karena itu Engkau membangkitkan
banyak pelayan Firman Tuhan dengan
masing-masing keunikannya tersendiri
yang tidak ada pada hamba Tuhan yang
lainnya.
Kiranya kami semua boleh ikut bertumbuh
bersama dalam satu kesatuan yang erat
dan sehati-sepikiran.
Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa.
Amin.
Salam Damai Kristus
28 Feb' 2019
By : Team Moderator DSM
Tetapi aku menasihatkan kamu demi
nama Tuhan kita Yesus Kristus,
supaya kamu seia sekata dan jangan
ada perpecahan di antara kamu,
tetapi sebaliknya supaya kamu erat
bersatu dan sehati sepikir.
(1 Korintus 1:10)
Ya Tuhan,
ajar kami untuk mau menghormati
hamba Tuhan yang lain, seperti juga
Engkau menghormati setiap pelayan
Firman Tuhan yang Kau kirimkan
kepada kami.
Jauhkan kami dari aspek negativ
yang mungkin akan membuat kami
menderita kerugian, karena kami
sendiri sedang menahan berkat
Tuhan yang sudah disiapkan bagi kami.
Firman Tuhan sangat kaya.
Oleh karena itu Engkau membangkitkan
banyak pelayan Firman Tuhan dengan
masing-masing keunikannya tersendiri
yang tidak ada pada hamba Tuhan yang
lainnya.
Kiranya kami semua boleh ikut bertumbuh
bersama dalam satu kesatuan yang erat
dan sehati-sepikiran.
Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa.
Amin.
Salam Damai Kristus
RUAH
Kamis, 28 Februari 2019
Hari Biasa Pekan VII
Pembaptisan adalah Sakramen yang pertama dan terpenting demi pengampunan dosa: ia mempersatukan kita dengan Kristus yang telah dan bangkit dan memberi kepada kita roh Kudus. (Katekismus Gereja Katolik, 985)
Antifon Pembuka (Sir 5:7)
Jangan menunda-nunda untuk bertobat kepada Tuhan, jangan Kautangguhkan dari hari ke hari. Sebab tiba-tiba saja meletuslah murka Tuhan, dan engkau binasa pada saat hukuman.
Doa Pembuka
Allah Bapa Yang Maharahim, Engkau senantiasa memanggil kami untuk kembali. Berilah kami keberanian untuk bertobat setiap kali kami mulai menjauhkan diri dari-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (5:1-8)
"Jangan menunda-nunda berbalik kepada Tuhan."
Jangan mengandalkan kekayaanmu, dan jangan berkata, “Ini cukup bagiku.” Hati dan kekuatanmu jangan kauturuti untuk berlaku sesuai dengan hawa nafsumu. Jangan berkata, “Siapa berkuasa atas diriku?” Camkanlah, Tuhan akan menghukum engkau dengan keras. Jangan berkata, “Betul aku sudah berdosa, tetapi apakah yang menimpa diriku sebab Tuhan panjang hati!” Jangan menyangka pengampunan terjamin, sehingga engkau boleh menimbun dosa demi dosa. Jangan berkata, “Belas kasihan Tuhan memang besar. Dosaku yang banyak ini pasti diampuni-Nya.” Sebab belas kasihan memang ada pada Tuhan tetapi kemurkaan pun ada pada-Nya, dan geram-Nya turun atas orang jahat. Jangan menunda-nunda untuk bertobat kepada Tuhan, jangan kautangguhkan dari hari ke hari. Sebab tiba-tiba saja meletuslah kemurkaan Tuhan, dan engkau binasa pada saat hukuman. Jangan percaya pada harta benda yang diperoleh dengan tidak adil, sebab pada hari sial takkan berguna sedikit pun.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (9:41-50)
"Lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan keduabelah tangan masuk dalam api yang tak terpadamkan."
Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Barangsiapa memberi kalian minum air secangkir oleh karena kalian adalah pengikut Kristus, ia tak akan kehilangan ganjarannya. Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan utuh kedua belah tangan masuk dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan. Dan jika kaki menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tak pernah padam. Sebab setiap orang akan digarami dengan api. Garam itu memang baik! Tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kalian akan mengasinkannya? Hendaklah kalian selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai seorang dengan yang lain.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Menunda-nunda. Itulah penyakit banyak orang. Menunda pekerjaan pasti akan berdampak buruk pada kinerja kita. Menunda minum obat tentu dapat membuat penyakit kita tidak sembuh. Dari sekian jenis menunda, kebiasaan menunda yang sangat tidak baik dalam hidup iman kita adalah menunda untuk bertobat. Mentang. mentang masih muda, orang melanjutkan kebiasaan: malas berdoa, malas ke gereja, malas mengaku dosa (Sakramen Tobat)… ini baru yang bersifat rohani. Yang paling parah ialah kalau orang masih terus merasa nyaman dalam berbuat dosa: berbohong, korupsi, memhtnah sesama, berselingkuh.... Bahkan ada yang berucap: orang itu “setia", maksudnya: selingkuh tiada akhir!
Bacaan pertama dari Putra Sirakh hari ini menyampaikan sabda Tuhan yang sudah amat jelas, lugas, dan tanpa perlu tafsiran lagi. Jangan berkata: “Betul aku sudah berdosa, tetapi apakah yang menimpa diriku sebab Tuhan panjang hati!” Jangan menyangka pengampunan terjamin, sehingga engkau boleh menimbun dosa demi dosa. Jangan berkata: “Belas kasihan Tuhan memang besar. Dosaku yang banyak pasti diampuni-Nya”. Sebab belas kasihan memang ada pada Tuhan tetapi kemurkaan pun ada pada-Nya, dan geram-Nya turun atas orang jahat. Jangan menunda-nunda untuk bertobat kepada Tuhan, jangan kautangguhkan dari hari ke hari. Intinya, kita jangan menyalahgunakan kemurahan hati Tuhan, belas kasihan Tuhan. Karena merasa bahwa Tuhan itu amat baik dan selalu mengampuni, lalu tidak apalah kita berbuat dosa terus selama masih hidup. Nanti saja kalau sudah tua atau hampir meninggal, kita bertobat. Sikap semacam ini pasti sangat tidak baik dan tidak tepat.
Jangan pernah menunda untuk bertobat! Marilah kita hidup dalam damai, seperti Tuhan Yesus katakan di akhir Injil hari ini. Tidak menunda untuk bertobat bukan hanya berkaitan dengan agar kita siap meninggal setiap saat, itu masih dalam arti takut neraka, tetapi terlebih karena Tuhan yang begitu berbelas kasih dan mengasihi kita, dan kasih Tuhan itu begitu menyentuh hati dan mengubah kita, sehingga tidak ada sikap dan tindakan kita yang lebih pas untuk setiap detiknya: selain menanggapi kasih-Nya dengan hidup damai, baik dan benar!
Antifon Komuni (Yoh 15:16)
Berbahagialah orang yang suka akan hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
Salam Damai Kristus
Kamis, 28 Februari 2019
Hari Biasa Pekan VII
Pembaptisan adalah Sakramen yang pertama dan terpenting demi pengampunan dosa: ia mempersatukan kita dengan Kristus yang telah dan bangkit dan memberi kepada kita roh Kudus. (Katekismus Gereja Katolik, 985)
Antifon Pembuka (Sir 5:7)
Jangan menunda-nunda untuk bertobat kepada Tuhan, jangan Kautangguhkan dari hari ke hari. Sebab tiba-tiba saja meletuslah murka Tuhan, dan engkau binasa pada saat hukuman.
Doa Pembuka
Allah Bapa Yang Maharahim, Engkau senantiasa memanggil kami untuk kembali. Berilah kami keberanian untuk bertobat setiap kali kami mulai menjauhkan diri dari-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (5:1-8)
"Jangan menunda-nunda berbalik kepada Tuhan."
Jangan mengandalkan kekayaanmu, dan jangan berkata, “Ini cukup bagiku.” Hati dan kekuatanmu jangan kauturuti untuk berlaku sesuai dengan hawa nafsumu. Jangan berkata, “Siapa berkuasa atas diriku?” Camkanlah, Tuhan akan menghukum engkau dengan keras. Jangan berkata, “Betul aku sudah berdosa, tetapi apakah yang menimpa diriku sebab Tuhan panjang hati!” Jangan menyangka pengampunan terjamin, sehingga engkau boleh menimbun dosa demi dosa. Jangan berkata, “Belas kasihan Tuhan memang besar. Dosaku yang banyak ini pasti diampuni-Nya.” Sebab belas kasihan memang ada pada Tuhan tetapi kemurkaan pun ada pada-Nya, dan geram-Nya turun atas orang jahat. Jangan menunda-nunda untuk bertobat kepada Tuhan, jangan kautangguhkan dari hari ke hari. Sebab tiba-tiba saja meletuslah kemurkaan Tuhan, dan engkau binasa pada saat hukuman. Jangan percaya pada harta benda yang diperoleh dengan tidak adil, sebab pada hari sial takkan berguna sedikit pun.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (9:41-50)
"Lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan keduabelah tangan masuk dalam api yang tak terpadamkan."
Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Barangsiapa memberi kalian minum air secangkir oleh karena kalian adalah pengikut Kristus, ia tak akan kehilangan ganjarannya. Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan utuh kedua belah tangan masuk dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan. Dan jika kaki menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tak pernah padam. Sebab setiap orang akan digarami dengan api. Garam itu memang baik! Tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kalian akan mengasinkannya? Hendaklah kalian selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai seorang dengan yang lain.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Menunda-nunda. Itulah penyakit banyak orang. Menunda pekerjaan pasti akan berdampak buruk pada kinerja kita. Menunda minum obat tentu dapat membuat penyakit kita tidak sembuh. Dari sekian jenis menunda, kebiasaan menunda yang sangat tidak baik dalam hidup iman kita adalah menunda untuk bertobat. Mentang. mentang masih muda, orang melanjutkan kebiasaan: malas berdoa, malas ke gereja, malas mengaku dosa (Sakramen Tobat)… ini baru yang bersifat rohani. Yang paling parah ialah kalau orang masih terus merasa nyaman dalam berbuat dosa: berbohong, korupsi, memhtnah sesama, berselingkuh.... Bahkan ada yang berucap: orang itu “setia", maksudnya: selingkuh tiada akhir!
Bacaan pertama dari Putra Sirakh hari ini menyampaikan sabda Tuhan yang sudah amat jelas, lugas, dan tanpa perlu tafsiran lagi. Jangan berkata: “Betul aku sudah berdosa, tetapi apakah yang menimpa diriku sebab Tuhan panjang hati!” Jangan menyangka pengampunan terjamin, sehingga engkau boleh menimbun dosa demi dosa. Jangan berkata: “Belas kasihan Tuhan memang besar. Dosaku yang banyak pasti diampuni-Nya”. Sebab belas kasihan memang ada pada Tuhan tetapi kemurkaan pun ada pada-Nya, dan geram-Nya turun atas orang jahat. Jangan menunda-nunda untuk bertobat kepada Tuhan, jangan kautangguhkan dari hari ke hari. Intinya, kita jangan menyalahgunakan kemurahan hati Tuhan, belas kasihan Tuhan. Karena merasa bahwa Tuhan itu amat baik dan selalu mengampuni, lalu tidak apalah kita berbuat dosa terus selama masih hidup. Nanti saja kalau sudah tua atau hampir meninggal, kita bertobat. Sikap semacam ini pasti sangat tidak baik dan tidak tepat.
Jangan pernah menunda untuk bertobat! Marilah kita hidup dalam damai, seperti Tuhan Yesus katakan di akhir Injil hari ini. Tidak menunda untuk bertobat bukan hanya berkaitan dengan agar kita siap meninggal setiap saat, itu masih dalam arti takut neraka, tetapi terlebih karena Tuhan yang begitu berbelas kasih dan mengasihi kita, dan kasih Tuhan itu begitu menyentuh hati dan mengubah kita, sehingga tidak ada sikap dan tindakan kita yang lebih pas untuk setiap detiknya: selain menanggapi kasih-Nya dengan hidup damai, baik dan benar!
Antifon Komuni (Yoh 15:16)
Berbahagialah orang yang suka akan hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
Salam Damai Kristus
PERCIKAN HATI❤
Kamis, 28 Februari 2019
🌟Kebijaksanaan Hidup
*_IRI_*
🙂Dalam relasi dengan sesama ada beberapa tipe seorang sahabat yakni; bahagia ketika teman bahagia, bersedih ketika teman bersedih, bahagia ketika teman bersedih dan bersedih ketika teman bahagia. Pertanyaan bagi kita kualitas seorang sahabat seperti apa yang kita miliki?
🙂Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial, kata sosial sendiri berasalah dari bahasa Latin socius yang artinya teman. Dari asal kata tersebut jelaslah bahwa dalam hidup manusia, sesama atau orang lain merupakan bagian penting yang tak terpisahkan. Berdasarkan kenyataan tersebut menjadi bahan refleksi bagi kita prihal sikap dan tindakan kita terhadap sesama.
🙂Dalam pergaulan kita dengan sesama, ada begitu banyak reaksi dan ekspresi yang kita tunjukkan. Namun kali ini kita akan mencoba mendalami prihal iri hati.
🙂Sikap iri hati kerap kali muncul dalam diri kita. Iri hati muncul ketika kita melihat sesama kita yang lebih dari kita, misalnya teman sekolah yang berprestasi, memiliki handphone baru, atau teman kerja kita yang dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi, teman kita yang mendapatkan pasangan hidup yang sempurna dan lain sebagainya. Iri hati kerap kali menguasai kita dalam keadaan-keadaan tersebut. Bahkan lebih parah lagi ada orang yang iri hati dengan seorang teman yang rendah hati atau murah hati.
🙂Sahabat terkasih, sejak dahulu manusia diciptakan berpasang-pasangan. Allah mengehendaki kita untuk hidup saling berdampingan satu dengan yang lain, dengan demikian niscaya muka bumi dipenuhi dengan sukacita karena ada damai. Sudah sepatutnya manusia mengusahakan apa yang telah dimulai oleh Allah. Buanglah sikap iri hati kepada sesama. Mari kita bersyukur ketika sesama kita bergembira dan bersedih ketika mereka bersedih. Kita hadir sebagai pribadi yang selalu ada bagi yang lain. Percayalah Allah pun memperhatikan kita, ia tidak membiarkan kita tanpa arah dan tujuan.
🙂Masing-masing dari kita punya kesempatan yang sama untuk sukses dan bahagia, namun semua ada saatnya, dan dalam penantian itu kita hendaknya berusaha dan kerja keras serta mengusahakan kebaikan dengan demikian maka sukacita dan kesejahteraan beserta kita sekalian.
Salam Damai Kristus
Kamis, 28 Februari 2019
🌟Kebijaksanaan Hidup
*_IRI_*
🙂Dalam relasi dengan sesama ada beberapa tipe seorang sahabat yakni; bahagia ketika teman bahagia, bersedih ketika teman bersedih, bahagia ketika teman bersedih dan bersedih ketika teman bahagia. Pertanyaan bagi kita kualitas seorang sahabat seperti apa yang kita miliki?
🙂Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial, kata sosial sendiri berasalah dari bahasa Latin socius yang artinya teman. Dari asal kata tersebut jelaslah bahwa dalam hidup manusia, sesama atau orang lain merupakan bagian penting yang tak terpisahkan. Berdasarkan kenyataan tersebut menjadi bahan refleksi bagi kita prihal sikap dan tindakan kita terhadap sesama.
🙂Dalam pergaulan kita dengan sesama, ada begitu banyak reaksi dan ekspresi yang kita tunjukkan. Namun kali ini kita akan mencoba mendalami prihal iri hati.
🙂Sikap iri hati kerap kali muncul dalam diri kita. Iri hati muncul ketika kita melihat sesama kita yang lebih dari kita, misalnya teman sekolah yang berprestasi, memiliki handphone baru, atau teman kerja kita yang dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi, teman kita yang mendapatkan pasangan hidup yang sempurna dan lain sebagainya. Iri hati kerap kali menguasai kita dalam keadaan-keadaan tersebut. Bahkan lebih parah lagi ada orang yang iri hati dengan seorang teman yang rendah hati atau murah hati.
🙂Sahabat terkasih, sejak dahulu manusia diciptakan berpasang-pasangan. Allah mengehendaki kita untuk hidup saling berdampingan satu dengan yang lain, dengan demikian niscaya muka bumi dipenuhi dengan sukacita karena ada damai. Sudah sepatutnya manusia mengusahakan apa yang telah dimulai oleh Allah. Buanglah sikap iri hati kepada sesama. Mari kita bersyukur ketika sesama kita bergembira dan bersedih ketika mereka bersedih. Kita hadir sebagai pribadi yang selalu ada bagi yang lain. Percayalah Allah pun memperhatikan kita, ia tidak membiarkan kita tanpa arah dan tujuan.
🙂Masing-masing dari kita punya kesempatan yang sama untuk sukses dan bahagia, namun semua ada saatnya, dan dalam penantian itu kita hendaknya berusaha dan kerja keras serta mengusahakan kebaikan dengan demikian maka sukacita dan kesejahteraan beserta kita sekalian.
Salam Damai Kristus
Santo Santa 28 Februari
Santo Hilarius, Paus
Hilarius berasal dari Sardinia. Ia terpilih menjadi Paus menggantikan Paus Leo I (440 461) pada tanggal 19 November 461. Sebelum menjadi Paus, Hilarius melayani umat sebagai diakon selama masa kepemimpinan Paus Leo I. Ketika diadakan Konsili di Efesus pada tahun 449 untuk membicarakan tindakan ekskomunikasi atas diri Eutyches, seorang penyebar ajaran sesat, Hilarius di utus sebagai wakil Paus Leo I
Selama kepemimpinannya sebagai Paus, Hilarius mengawasi pembangunan beberapa gedung Gereja di Roma. Salah satunya adalah Oratorium yang dipersembahkan kepada santo Yohanes Penginjil. Selain itu, ia juga berusaha menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi dalam tubuh gereja sendiri. Dalam kerangka itu, ia memimpin sebuah sinode di Roma pada tanggal 19 November 462 untuk membicarakan berbagai masalah yang ada di dalam gereja di Gaul, Prancis. Selanjutnya pada tanggal 19 November 465, ia mengadakan lagi sebuah sinode untuk membicarakan hal pengangkatan dan kuasa yuridiksi para uskup Spanyol.
Hilarius meninggal dunia pada tanggal 29 Februari 468 dan dimakamkan di Gereja Santo Laurentius di Roma.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Santo Hilarius, Paus
Hilarius berasal dari Sardinia. Ia terpilih menjadi Paus menggantikan Paus Leo I (440 461) pada tanggal 19 November 461. Sebelum menjadi Paus, Hilarius melayani umat sebagai diakon selama masa kepemimpinan Paus Leo I. Ketika diadakan Konsili di Efesus pada tahun 449 untuk membicarakan tindakan ekskomunikasi atas diri Eutyches, seorang penyebar ajaran sesat, Hilarius di utus sebagai wakil Paus Leo I
Selama kepemimpinannya sebagai Paus, Hilarius mengawasi pembangunan beberapa gedung Gereja di Roma. Salah satunya adalah Oratorium yang dipersembahkan kepada santo Yohanes Penginjil. Selain itu, ia juga berusaha menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi dalam tubuh gereja sendiri. Dalam kerangka itu, ia memimpin sebuah sinode di Roma pada tanggal 19 November 462 untuk membicarakan berbagai masalah yang ada di dalam gereja di Gaul, Prancis. Selanjutnya pada tanggal 19 November 465, ia mengadakan lagi sebuah sinode untuk membicarakan hal pengangkatan dan kuasa yuridiksi para uskup Spanyol.
Hilarius meninggal dunia pada tanggal 29 Februari 468 dan dimakamkan di Gereja Santo Laurentius di Roma.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Selasa, 26 Februari 2019
Rabu, 27 Pebr 2019
*SEMANGAT BERBELAS KASIH*
*BACAAN*
*Sir 4:11-19* – “Orang yang mencintai kebijaksanaan, dicintai oleh Tuhan”
*Mrk 9:38-40* – “Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita”
*RENUNGAN*
1.Seorang rasul muda berkata dengan penuh semangat, “kami cegah orang itu.” Ia menggunakan prinsip: “pukul dulu, bicara kemudian.” Ia bertindak tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan Yesus. Apa yang menggerakkannya? Para murid merasa bahwa kuasa mengusir setan hanya diberikan kepada mereka saja. Alasan kedua, “karena ia bukan pengikut kita” sehingga tidak boleh berbuat atas nama Yesus. Kita mudah mengadili orang lain tanpa mengetahui gambaran sepenuhnya tentang orang tersebut atau kurang mempertimbangan pendapat Yesus lewat firman-Nya.
2.Dalam menghadapi perbuatan seseorang, Yesus mempunyai wawasan yang dalam. Ia membaca semua tindakan dengan hati yang penuh belas kasih; setiap tindakan Ia lihat dalam terang cinta, misalnya seorang wanita berdosa yang menyeka kaki-Nya dengan air mata dan rambutnya. Menurut pendapat umum, si wanita tersebut harusnya dilempari batu sampai mati. Tetapi Yesus menerimanya, mengampuni dan memulihkannya. Demikian juga sikap Yesus terhadap seorang lumpuh yang diturunkan lewat atap, pemungut cukai, orang kusta. Apakah aku mengadili orang lain menurut terang Injil atau serampangan saja?
3.Yesus memberikan prinsip sederhana tentang penghakiman: “Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita.” “Percayalah semua yang baik yang kau dengar dan hanya percaya kepada yang jahat yang kau lihat.” Hal ini berlawanan dengan kecenderungan kita yang suka mengadili dan membicarakan jeleknya orang lain. Seorang yang baik melihat dengan mata kebaikan. Mengapa kita susah memaafkan kekurangan orang lain? Mengapa kita begitu mudah membicarakan kejelekan orang lain? Kuncinya ada pada hati kita. “Tuhan, ubahlah hatiku menjadi seperti hati-Mu.” (MS,berkat.id)
Salam Damai Kristus
*SEMANGAT BERBELAS KASIH*
*BACAAN*
*Sir 4:11-19* – “Orang yang mencintai kebijaksanaan, dicintai oleh Tuhan”
*Mrk 9:38-40* – “Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita”
*RENUNGAN*
1.Seorang rasul muda berkata dengan penuh semangat, “kami cegah orang itu.” Ia menggunakan prinsip: “pukul dulu, bicara kemudian.” Ia bertindak tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan Yesus. Apa yang menggerakkannya? Para murid merasa bahwa kuasa mengusir setan hanya diberikan kepada mereka saja. Alasan kedua, “karena ia bukan pengikut kita” sehingga tidak boleh berbuat atas nama Yesus. Kita mudah mengadili orang lain tanpa mengetahui gambaran sepenuhnya tentang orang tersebut atau kurang mempertimbangan pendapat Yesus lewat firman-Nya.
2.Dalam menghadapi perbuatan seseorang, Yesus mempunyai wawasan yang dalam. Ia membaca semua tindakan dengan hati yang penuh belas kasih; setiap tindakan Ia lihat dalam terang cinta, misalnya seorang wanita berdosa yang menyeka kaki-Nya dengan air mata dan rambutnya. Menurut pendapat umum, si wanita tersebut harusnya dilempari batu sampai mati. Tetapi Yesus menerimanya, mengampuni dan memulihkannya. Demikian juga sikap Yesus terhadap seorang lumpuh yang diturunkan lewat atap, pemungut cukai, orang kusta. Apakah aku mengadili orang lain menurut terang Injil atau serampangan saja?
3.Yesus memberikan prinsip sederhana tentang penghakiman: “Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita.” “Percayalah semua yang baik yang kau dengar dan hanya percaya kepada yang jahat yang kau lihat.” Hal ini berlawanan dengan kecenderungan kita yang suka mengadili dan membicarakan jeleknya orang lain. Seorang yang baik melihat dengan mata kebaikan. Mengapa kita susah memaafkan kekurangan orang lain? Mengapa kita begitu mudah membicarakan kejelekan orang lain? Kuncinya ada pada hati kita. “Tuhan, ubahlah hatiku menjadi seperti hati-Mu.” (MS,berkat.id)
Salam Damai Kristus
#renungan
*KUASA NAMA YESUS*
Rabu 27 Feb 2019
_`Kata Yohanes kepada Yesus: `Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.` (Mrk 9:38)_
Injil ini menarik, bukan? Ada seorang yang bukan pengikut Yesus mengusir setan dengan nama Yesus! Dari peristiwa ini kita bisa melihat bahwa iman orang itu begitu besar. Walaupun ia bukan pengikut Yesus, tetapi ia berhasil mengusir setan dengan nama Yesus. Kita bisa membayangkan bahwa orang itu tentunya telah mendengar kisah-kisah tentang Yesus, sehingga ia pun percaya, walaupun mungkin ia belum pernah berjumpa secara langsung dengan Yesus dan jelas ia tidak terus-menerus berjalan bersama Yesus seperti kelompok dua belas rasul. Betapa hebatnya kuasa nama Yesus! Kuasa itu mengalir dan tercurah kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus, walaupun tidak pernah berjumpa secara fisik dengan Yesus seperti para rasul! Kuasa nama Yesus tidak terbatasi oleh tempat dan waktu. Kuasa itu dikaruniakan bagi siapa saja yang percaya kepada Yesus.
Dalam arti tertentu, situasi kita seperti orang tsb. Kita tidak pernah berjumpa secara fisik dengan Yesus seperti para rasul-Nya. Apakah kita telah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus sehingga kuasa nama-Nya mengalir dan tercurah dalam diri kita? Apakah kita telah berhasil mengusir setan? Mungkin, bukan setan berwujud roh jahat, tetapi setan modern, yaitu kelekatan akan alat elektronik, setan kemalasan, setan kebencian, setan iri hati, dll.
*_Sr. M. Anita, P.Karm_*
Rabu 27 Feb 2019
Sir 4:11-19; Mzm 119:165.168.171-172.174-175; Mrk 9:38-40
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*KUASA NAMA YESUS*
Rabu 27 Feb 2019
_`Kata Yohanes kepada Yesus: `Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.` (Mrk 9:38)_
Injil ini menarik, bukan? Ada seorang yang bukan pengikut Yesus mengusir setan dengan nama Yesus! Dari peristiwa ini kita bisa melihat bahwa iman orang itu begitu besar. Walaupun ia bukan pengikut Yesus, tetapi ia berhasil mengusir setan dengan nama Yesus. Kita bisa membayangkan bahwa orang itu tentunya telah mendengar kisah-kisah tentang Yesus, sehingga ia pun percaya, walaupun mungkin ia belum pernah berjumpa secara langsung dengan Yesus dan jelas ia tidak terus-menerus berjalan bersama Yesus seperti kelompok dua belas rasul. Betapa hebatnya kuasa nama Yesus! Kuasa itu mengalir dan tercurah kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus, walaupun tidak pernah berjumpa secara fisik dengan Yesus seperti para rasul! Kuasa nama Yesus tidak terbatasi oleh tempat dan waktu. Kuasa itu dikaruniakan bagi siapa saja yang percaya kepada Yesus.
Dalam arti tertentu, situasi kita seperti orang tsb. Kita tidak pernah berjumpa secara fisik dengan Yesus seperti para rasul-Nya. Apakah kita telah sungguh-sungguh percaya kepada Yesus sehingga kuasa nama-Nya mengalir dan tercurah dalam diri kita? Apakah kita telah berhasil mengusir setan? Mungkin, bukan setan berwujud roh jahat, tetapi setan modern, yaitu kelekatan akan alat elektronik, setan kemalasan, setan kebencian, setan iri hati, dll.
*_Sr. M. Anita, P.Karm_*
Rabu 27 Feb 2019
Sir 4:11-19; Mzm 119:165.168.171-172.174-175; Mrk 9:38-40
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
" Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, tetapi Dia sabar terhadap kamu, karena Dia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat ".(2Petrus 3:9).
Hal ini terjadi karena kita telah meninggalkan kasih yang mula2, betapa dalamnya kita telah jatuh, karena itu bertobatlah, lakukanlah lagi apa yang semula kita lakukan,
Miliki hati yang haus dan lapar akan kebenaran,
Jangan lupa memperkatakan dan merenungkan firman-Nya siang dan malam,
Hiduplah oleh Roh, maka kita tidak akan menuruti keinginan daging,
Dan jadilah pelaku firman, bukan hanya pendengar saja.
Salam Damai Kristus
Hal ini terjadi karena kita telah meninggalkan kasih yang mula2, betapa dalamnya kita telah jatuh, karena itu bertobatlah, lakukanlah lagi apa yang semula kita lakukan,
Miliki hati yang haus dan lapar akan kebenaran,
Jangan lupa memperkatakan dan merenungkan firman-Nya siang dan malam,
Hiduplah oleh Roh, maka kita tidak akan menuruti keinginan daging,
Dan jadilah pelaku firman, bukan hanya pendengar saja.
Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Rabu 27 Februari 2019
Tuhan Yesus,
ajarilah aku untuk menyadari dan menghayati
pentingnya semangat kesatuan dengan diri sendiri
dan sesama.
Bersatu dengan diri,
berarti menerima diriku apa adanya.
Kalau aku sudah bersatu dengan diriku,
Maka seharusnya aku pun mampu bersatu
dengan sesama.
Kesatuan dengan sesama itu penting,
karena di dalamnya aku akan bertumbuh
dan berkembang.
Tuhan Yesus,
tolonglah agar aku
dapat meneruskan semangat kesatuan ini
kepada seluruh anggota keluargaku,
agar tercipta dunia yang diliputi semangat
kesatuan dan saling menghargai.
Demi kemuliaan namaMu, kini dan sepanjang
segala masa.
Amin.
Salam Damai Kristus
Rabu 27 Februari 2019
Tuhan Yesus,
ajarilah aku untuk menyadari dan menghayati
pentingnya semangat kesatuan dengan diri sendiri
dan sesama.
Bersatu dengan diri,
berarti menerima diriku apa adanya.
Kalau aku sudah bersatu dengan diriku,
Maka seharusnya aku pun mampu bersatu
dengan sesama.
Kesatuan dengan sesama itu penting,
karena di dalamnya aku akan bertumbuh
dan berkembang.
Tuhan Yesus,
tolonglah agar aku
dapat meneruskan semangat kesatuan ini
kepada seluruh anggota keluargaku,
agar tercipta dunia yang diliputi semangat
kesatuan dan saling menghargai.
Demi kemuliaan namaMu, kini dan sepanjang
segala masa.
Amin.
Salam Damai Kristus
RUAH
Rabu, 27 Februari 2019
Hari Biasa Pekan VII
Kematian itu harus mengikuti kelahiran dan setiap kelahiran harus berakhir dengan kematian. (St. Gregorius dari Nyssa)
Antifon Pembuka (Mzm 119:172.174)
Aku hendak mendaras sabda-Mu, sebab firman-Mu benar. Aku rindu akan keselamatan-Mu, ya Tuhan, dan hukum-Mu kesukaan hatiku
Doa Pembuka
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau memperhatikan semua orang, tetapi terutama mereka yang tidak mendapat perhatian dari sesamanya. Kami mohon, janganlah kami tinggal berdiam diri melihat kelaliman atau ketidakadilan. Buatlah kami siap sedia membagikan cinta kasih-Mu kepada siapa saja. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Kebijaksanaan itu kurnia yang dapat dicapai berkat pengalaman dan pemikiran tentang hidup. Barangsiapa dipimpin oleh kebijaksanaan, ia harus dapat meluaskan pandangannya dan melihat kebutuhan hidup yang sejati.
Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (4:11-19)
"Barangsiapa mendengarkan kebijaksanaan akan memutuskan yang adil, dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya."
Kebijaksanaan menjunjung tinggi para anaknya dan menaruh perhatian pada orang yang mencarinya. Barangsiapa mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan, dan barangsiapa pagi-pagi menghadapinya akan penuh sukacita. Barangsiapa berpaut pada kebijaksanaan mewarisi kemuliaan, dan diberkati Tuhan setiap langkahnya. Barangsiapa melayani kebijaksanaan, berbakti kepada Yang Kudus, dan barangsiapa mencintai kebijaksanaan, dicintai oleh Tuhan. Barangsiapa mendengarkan kebijaksanaan akan memutuskan yang adil, dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya. Jika orang percaya kepada kebijaksanaan niscaya ia mewarisinya, dan keturunannya akan tetap memilikinya. Boleh jadi ia dituntun kebijaksanaan lewat jalan yang berbelok-belok dahulu, sehingga ia takut dan gemetar; boleh jadi kebijaksanaan menyiksa dia sebagai siasat sampai dapat percaya padanya, dan mengujinya dengan segala aturannya. Tetapi kemudian kebijaksanaan kembali kepadanya dengan kebaikan yang menggembirakan, dan menyingkapkan kepadanya pelbagai rahasia. Tetapi jika orang sampai menyimpang, maka ia akan dibuang oleh kebijaksanaan dan diserahkan kepada kebinasaan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Besarlah ketentraman orang yang mencintai hukum-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:165.168.171.172.174.175; Ul: 165a)
1. Besarlah ketentraman orang-orang yang mencintai hukum-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.
2. Aku berpegang pada titah dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.
3. Biarlah bibirku mengucapkan puji-pujian, sebab Engkau mengajarkan ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
4. Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu, sebab benarlah segala perintah-Mu.
5. Aku rindu akan keselamatan yang datang dari pada-Mu, ya Tuhan, dan hukum-Mu menjadi kesukaanku.
6. Biarlah jiwaku hidup supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku. Alleluya.
Barangsiapa hidupnya dijiwai oleh Roh, ia akan menjadi murid Kristus yang sejati, meski mungkin ia tidak menyadarinya. Tiada orang atau golongan boleh merebut wewenang untuk memiliki Roh itu. Sebab, Tuhan memberikan Roh-Nya seturut kehendak-Nya..
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (9:38-40)
"Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah."
Pada suatu hari Yohanes berkata kepada Yesus, “Guru, kami melihat seorang yang bukan pengikut kita, mengusir setan demi nama-Mu. Lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi Yesus berkata, “Janganlah kalian cegah dia! Sebab tak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Yesus mencegah para murid-Nya menghalangi karya orang di luar kelompok mereka. Sejauh tindakan mereka tidak bertentangan dengan yang dibuat Yesus, mereka tidaklah melawan Yesus.
Antifon Komuni (Sir 4:13)
Barangsiapa berpaut pada kebijaksanaan mewarisi kemuliaan, dan diberkati Tuhan setiap langkahnya.
Doa Malam
Allah Bapa yang penuh kasih, bantulah aku agar mampu berdamai dengan semua orang. Terutama semoga aku berani mengalahkan diri sendiri dalam bertindak menghadapi orang-orang yang berbeda denganku. Amin.
Salam Damai Kristus
Rabu, 27 Februari 2019
Hari Biasa Pekan VII
Kematian itu harus mengikuti kelahiran dan setiap kelahiran harus berakhir dengan kematian. (St. Gregorius dari Nyssa)
Antifon Pembuka (Mzm 119:172.174)
Aku hendak mendaras sabda-Mu, sebab firman-Mu benar. Aku rindu akan keselamatan-Mu, ya Tuhan, dan hukum-Mu kesukaan hatiku
Doa Pembuka
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau memperhatikan semua orang, tetapi terutama mereka yang tidak mendapat perhatian dari sesamanya. Kami mohon, janganlah kami tinggal berdiam diri melihat kelaliman atau ketidakadilan. Buatlah kami siap sedia membagikan cinta kasih-Mu kepada siapa saja. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Kebijaksanaan itu kurnia yang dapat dicapai berkat pengalaman dan pemikiran tentang hidup. Barangsiapa dipimpin oleh kebijaksanaan, ia harus dapat meluaskan pandangannya dan melihat kebutuhan hidup yang sejati.
Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (4:11-19)
"Barangsiapa mendengarkan kebijaksanaan akan memutuskan yang adil, dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya."
Kebijaksanaan menjunjung tinggi para anaknya dan menaruh perhatian pada orang yang mencarinya. Barangsiapa mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan, dan barangsiapa pagi-pagi menghadapinya akan penuh sukacita. Barangsiapa berpaut pada kebijaksanaan mewarisi kemuliaan, dan diberkati Tuhan setiap langkahnya. Barangsiapa melayani kebijaksanaan, berbakti kepada Yang Kudus, dan barangsiapa mencintai kebijaksanaan, dicintai oleh Tuhan. Barangsiapa mendengarkan kebijaksanaan akan memutuskan yang adil, dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya. Jika orang percaya kepada kebijaksanaan niscaya ia mewarisinya, dan keturunannya akan tetap memilikinya. Boleh jadi ia dituntun kebijaksanaan lewat jalan yang berbelok-belok dahulu, sehingga ia takut dan gemetar; boleh jadi kebijaksanaan menyiksa dia sebagai siasat sampai dapat percaya padanya, dan mengujinya dengan segala aturannya. Tetapi kemudian kebijaksanaan kembali kepadanya dengan kebaikan yang menggembirakan, dan menyingkapkan kepadanya pelbagai rahasia. Tetapi jika orang sampai menyimpang, maka ia akan dibuang oleh kebijaksanaan dan diserahkan kepada kebinasaan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Besarlah ketentraman orang yang mencintai hukum-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:165.168.171.172.174.175; Ul: 165a)
1. Besarlah ketentraman orang-orang yang mencintai hukum-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.
2. Aku berpegang pada titah dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.
3. Biarlah bibirku mengucapkan puji-pujian, sebab Engkau mengajarkan ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
4. Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu, sebab benarlah segala perintah-Mu.
5. Aku rindu akan keselamatan yang datang dari pada-Mu, ya Tuhan, dan hukum-Mu menjadi kesukaanku.
6. Biarlah jiwaku hidup supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran dan kehidupan, sabda Tuhan. Tiada orang sampai kepada Bapa, tanpa melalui Aku. Alleluya.
Barangsiapa hidupnya dijiwai oleh Roh, ia akan menjadi murid Kristus yang sejati, meski mungkin ia tidak menyadarinya. Tiada orang atau golongan boleh merebut wewenang untuk memiliki Roh itu. Sebab, Tuhan memberikan Roh-Nya seturut kehendak-Nya..
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (9:38-40)
"Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah."
Pada suatu hari Yohanes berkata kepada Yesus, “Guru, kami melihat seorang yang bukan pengikut kita, mengusir setan demi nama-Mu. Lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi Yesus berkata, “Janganlah kalian cegah dia! Sebab tak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia memihak kita.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Yesus mencegah para murid-Nya menghalangi karya orang di luar kelompok mereka. Sejauh tindakan mereka tidak bertentangan dengan yang dibuat Yesus, mereka tidaklah melawan Yesus.
Antifon Komuni (Sir 4:13)
Barangsiapa berpaut pada kebijaksanaan mewarisi kemuliaan, dan diberkati Tuhan setiap langkahnya.
Doa Malam
Allah Bapa yang penuh kasih, bantulah aku agar mampu berdamai dengan semua orang. Terutama semoga aku berani mengalahkan diri sendiri dalam bertindak menghadapi orang-orang yang berbeda denganku. Amin.
Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Rabu, 27 Februari 2019
Sir 4:11-19
Mzm 119:165,168.171-172,174-175
Mrk 9:38-40
KEBIJAKSANAAN YANG DIUJI
Boleh jadi ia dituntun kebijaksanaan di jalan yang berbelok-belok dahulu, sehingga didatangi ketakutan dan getaran; boleh jadi kebijaksanaan menyiksa dia dengan siasat sampai dapat percaya padanya, dan mengujinya dengan segala aturannya. Sir 4:17
*Hidup memang sulit.*
Seorang teman mengeluh ketika mendapat Surat Peringatan dari CEO atas langkah kebijakan yang diambilnya. Padahal ia sudah mencoba melakukan yang terbaik, mengikuti aturan yang ada, namun hasilnya tidak sesuai seperti yang diharapkan.
Teman ini adalah sosok yang baik. Apabila akan mengerjakan sesuatu, selalu penuh dengan perencanaan yang matang dengan memperhatikan sampai hal-hal kecil. Kepemimpinan atas departemannya selalu tegas dan langkah-langkah yang diambilnya bertujuan untuk mencapai kesuksesan bersama, bukan hanya untuk dirinya atau kelompoknya saja.
Dengan masalah yang dihadapinya, ia menjadi ragu atas langkah kebijakan yang telah dibuatnya. Namun ketika ia telusuri kembali ke belakang, rasanya semua sudah benar dan mengarah kepada kebaikan bersama.
Dalam hidup kita, mungkin kita juga pernah berada di posisi seperti teman saya ini. Apa yang kita yakini sudah benar untuk dilakukan, ternyata masih bisa salah. Namun hendaknya kita tidak berkecil hati, sebab para nabi yang tertulis dalam Alkitabpun banyak mengalami pengujian atas kebijaksanaan-nya. Terkadang, walaupun semua yang kita lakukan sudah benar, tapi bisa jadi kita tetap harus melewati ujian-ujian kehidupan. (Md)
Sudah siapkah saya jika sewaktu-waktu kebijaksanaan saya diuji?
Salam Damai Kristus
Rabu, 27 Februari 2019
Sir 4:11-19
Mzm 119:165,168.171-172,174-175
Mrk 9:38-40
KEBIJAKSANAAN YANG DIUJI
Boleh jadi ia dituntun kebijaksanaan di jalan yang berbelok-belok dahulu, sehingga didatangi ketakutan dan getaran; boleh jadi kebijaksanaan menyiksa dia dengan siasat sampai dapat percaya padanya, dan mengujinya dengan segala aturannya. Sir 4:17
*Hidup memang sulit.*
Seorang teman mengeluh ketika mendapat Surat Peringatan dari CEO atas langkah kebijakan yang diambilnya. Padahal ia sudah mencoba melakukan yang terbaik, mengikuti aturan yang ada, namun hasilnya tidak sesuai seperti yang diharapkan.
Teman ini adalah sosok yang baik. Apabila akan mengerjakan sesuatu, selalu penuh dengan perencanaan yang matang dengan memperhatikan sampai hal-hal kecil. Kepemimpinan atas departemannya selalu tegas dan langkah-langkah yang diambilnya bertujuan untuk mencapai kesuksesan bersama, bukan hanya untuk dirinya atau kelompoknya saja.
Dengan masalah yang dihadapinya, ia menjadi ragu atas langkah kebijakan yang telah dibuatnya. Namun ketika ia telusuri kembali ke belakang, rasanya semua sudah benar dan mengarah kepada kebaikan bersama.
Dalam hidup kita, mungkin kita juga pernah berada di posisi seperti teman saya ini. Apa yang kita yakini sudah benar untuk dilakukan, ternyata masih bisa salah. Namun hendaknya kita tidak berkecil hati, sebab para nabi yang tertulis dalam Alkitabpun banyak mengalami pengujian atas kebijaksanaan-nya. Terkadang, walaupun semua yang kita lakukan sudah benar, tapi bisa jadi kita tetap harus melewati ujian-ujian kehidupan. (Md)
Sudah siapkah saya jika sewaktu-waktu kebijaksanaan saya diuji?
Salam Damai Kristus
Doa Hari Rabu
27 Feb' 2019
By : Team Moderator DSM
Ya Tuhan,
Engkau memberi kepada kami
kapasitas untuk menilai. Engkau
juga memerintahkan kami untuk
menguji segala sesuatu.
Namun setiap orang telah membuat
penilaian berdasarkan diri mereka
sendiri. Penilaian dari kami yang
berbeda-beda akhirnya merusak
kesatuan tubuh Kristus. Masing-
masing kami menganggap bahwa
diri kami lah yang paling benar.
Ya Tuhan,
Engkau mengajarkan kami untuk
mengasihi semua orang. Tetapi kami
juga tidak mungkin menghormati
semua orang secara sama rata.
Kami lebih menghormati orang yang
suka melayani sesamanya daripada
orang yang suka memfitnah dan
membuat huru-hara di mana-mana.
Kami juga mengagumi hamba Tuhan.
Namun kekaguman yang tidak wajar
membawa kami kepada semangat
favoritme yang kekanak-kanakan,
membawa kami kepada kultus
individu, dan kesempitan hati.
Ya Tuhan,
siapkanlah hati kami untuk mau
membuka diri kepada hamba Tuhan
yang lain, agar kami tak menyempitkan
hidup kami sendiri dengan hanya mau
membuka diri kepada orang tertentu saja.
Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa.
Amin.
Salam Damai Kristus
27 Feb' 2019
By : Team Moderator DSM
Ya Tuhan,
Engkau memberi kepada kami
kapasitas untuk menilai. Engkau
juga memerintahkan kami untuk
menguji segala sesuatu.
Namun setiap orang telah membuat
penilaian berdasarkan diri mereka
sendiri. Penilaian dari kami yang
berbeda-beda akhirnya merusak
kesatuan tubuh Kristus. Masing-
masing kami menganggap bahwa
diri kami lah yang paling benar.
Ya Tuhan,
Engkau mengajarkan kami untuk
mengasihi semua orang. Tetapi kami
juga tidak mungkin menghormati
semua orang secara sama rata.
Kami lebih menghormati orang yang
suka melayani sesamanya daripada
orang yang suka memfitnah dan
membuat huru-hara di mana-mana.
Kami juga mengagumi hamba Tuhan.
Namun kekaguman yang tidak wajar
membawa kami kepada semangat
favoritme yang kekanak-kanakan,
membawa kami kepada kultus
individu, dan kesempitan hati.
Ya Tuhan,
siapkanlah hati kami untuk mau
membuka diri kepada hamba Tuhan
yang lain, agar kami tak menyempitkan
hidup kami sendiri dengan hanya mau
membuka diri kepada orang tertentu saja.
Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa.
Amin.
Salam Damai Kristus
Mutiara Iman
DEMI NAMA YESUS
27 Pebruari 2019
“Barangsiapa TIDAK melawan kita, ia MEMIHAK kita” (Mrk 9:40)
Lectio
Sir 4:11-19; Mzm 119:165,168,171,172,174,175; Mrk 9:38-40
Adi adalah kakak pertama yang sangat percaya diri, berbeda dengan Marta adiknya, yang sangat religous dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan.
Sampai suatu saat, Adi masuk ke kamar adiknya dan berkata :
”Marta, kamu biasa berdoa pada Hati Yesus yang maha kudus. Boleh saya pinjam buku doanya? Kakak memerlukannya.”
Dengan wajah sedikit penasaran, Marta memberikan buku doanya sambil berkata :
”Tuhan memberkati Mas Adi ya.”
Tidak lama kemudian, Ayahnya datang dan bertanya :
”Mengapa Kakakmu tadi datang?”
“Kakak tadi pinjam buku doa Marta pah. Syukurlah Kakak mencari TUHAN ketika dia sudah buntu.” jawab Marta.
Ayahnya pun segera memanjatkan puji syukur pada Tuhan.
Hanya dalam nama TUHAN Yesus, Iblis dikalahkan.
Oratio
Ya Tuhan Yesus, terpujilah nama-Mu di tempat yang maha tinggi. Amin
Missio
Marilah kita selalu kembali kepada Tuhan ketika menghadapi GODAAN.
Have a Blessed Wednesday
DEMI NAMA YESUS
27 Pebruari 2019
“Barangsiapa TIDAK melawan kita, ia MEMIHAK kita” (Mrk 9:40)
Lectio
Sir 4:11-19; Mzm 119:165,168,171,172,174,175; Mrk 9:38-40
Adi adalah kakak pertama yang sangat percaya diri, berbeda dengan Marta adiknya, yang sangat religous dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan.
Sampai suatu saat, Adi masuk ke kamar adiknya dan berkata :
”Marta, kamu biasa berdoa pada Hati Yesus yang maha kudus. Boleh saya pinjam buku doanya? Kakak memerlukannya.”
Dengan wajah sedikit penasaran, Marta memberikan buku doanya sambil berkata :
”Tuhan memberkati Mas Adi ya.”
Tidak lama kemudian, Ayahnya datang dan bertanya :
”Mengapa Kakakmu tadi datang?”
“Kakak tadi pinjam buku doa Marta pah. Syukurlah Kakak mencari TUHAN ketika dia sudah buntu.” jawab Marta.
Ayahnya pun segera memanjatkan puji syukur pada Tuhan.
Hanya dalam nama TUHAN Yesus, Iblis dikalahkan.
Oratio
Ya Tuhan Yesus, terpujilah nama-Mu di tempat yang maha tinggi. Amin
Missio
Marilah kita selalu kembali kepada Tuhan ketika menghadapi GODAAN.
Have a Blessed Wednesday
Santo-Santa
27 Februari
Santo Gabriel Possenti, Pengaku Iman
Semasa kecilnya Gabriel dipanggil dengan nama Fransiskus, mengikuti nama dari Fransiskus dari Asisi, pelindung kotanya. Ia adalah anak bungsu seorang Gubernur. Ibunya meninggal dunia ketika ia masih berumur 4 tahun. Teladan hidup ibunya sangat berpengaruh terutama dalam hal devosi kepada Bunda Maria. Sepeninggal ibunya yang terkasih itu, Bunda Maria menjadi tokoh pengganti yang sungguh dikasihinya.
Pada umur 7 tahun, Fransiskus kecil telah diperkenankan menerima Komuni Suci. Di sekolahnya ia dikenal sebagai seorang anak yang pintar, lucu dan suka berpakaian rapi. Ia juga menjadi seorang teman yang baik dan setia bagi kawan kawannya. Ia selalu siap menolong kawan kawannya, murah hati dan tidak biasa mengeluh apabila dihukum karena kesalahan teman temannya. Sebagai siswa di Kolose Serikat Yesus, ia tetap unggul dan terus menerus memegang sebutan Sang Juara dalam kelasnya. Karena pergaulannya yang ramah dan kelincahannya dalam olah raga, ia sangat disukai banyak orang.
Dalam mata pelajaran kesustraan, ia sangat pandai, terutama dalam sastra Latin. Ia sangat mahir bersyair dalam bahasa Latin. Sebagai seorang penggemar Sastra, ia terkenal sebagai seorang pemain drama yang berbakat. Ketika duduk di kelas terakhir, ia diangkat sebagai Ketua Akademis para Siswa dan menjadi Prefek Kongregasi Maria. Sifatnya yang mengingini kesenangan kesenagan duniawi masih tetap menonjol dalam praktek hidupnya. Ia suka membaca buku-buku roman, menonton sandiwara, berburu dan berdansa. Kehidupan rohani kurang diindahkannya. Namun rencana Tuhan atas dirinya tampak jelas. Tuhan tetap membimbingnya. Pada hari Raya Maria Diangkat Ke Surga, tanggal 15 Agustus 1855, diadakan perarakan Patung Bunda Maria mengelilingi kota Spoleta. Uskup Agung kota Spoleta sendiri membawa patung itu. Ketika itu Fransiskus mendengar suara panggilan bunda Maria: Fransiskus, engkau tidak diciptakan untuk dunia ini, tetapi untuk menjalani kehidupan bakti kepada Allah di dalam Biara. Fransiskus mendengar suara itu dengan takut. Semenjak saat itu tumbuhlah keinginan untuk masuk biara. Dia tidak melamar masuk Serikat Yesus, tempat ia bersekolah, tetapi melamar masuk Kongregasi Imam Imam Passionis.
Di dalam Kongregasi Passionis inilah ia mengganti namanya dengan Gabriel. Pada tahun 1856 ia menerima jubah Kongregasi Passionis. Namun kehidupan biaranya di biara ini tidak lama. Ia meninggal dunia pada tahun 1862 setelah berhasil menempa dirinya menjadi seorang biarawan Passionis sejati. Selama berada di dalam biara, Gabriel sungguh menunjukkan kesungguhan dalam menata hidup rohaninya. Ia benar benar mencintai Yesus tersalib dan Bunda Maria yang berduka. Devosi kepada Bunda Maria yang telah dilakukannnya sejak kecil terus dilakukannya hingga menjadikan hidupnya suci. Kesuciannya ternyata dari banyak mukjizat yang terjadi pada setiap orang yang berdoa dengan perantaraanya. Gabriel menjadi seorang tokoh panutan para kaum muda.
Sumber : www.imankatolik.or.id
27 Februari
Santo Gabriel Possenti, Pengaku Iman
Semasa kecilnya Gabriel dipanggil dengan nama Fransiskus, mengikuti nama dari Fransiskus dari Asisi, pelindung kotanya. Ia adalah anak bungsu seorang Gubernur. Ibunya meninggal dunia ketika ia masih berumur 4 tahun. Teladan hidup ibunya sangat berpengaruh terutama dalam hal devosi kepada Bunda Maria. Sepeninggal ibunya yang terkasih itu, Bunda Maria menjadi tokoh pengganti yang sungguh dikasihinya.
Pada umur 7 tahun, Fransiskus kecil telah diperkenankan menerima Komuni Suci. Di sekolahnya ia dikenal sebagai seorang anak yang pintar, lucu dan suka berpakaian rapi. Ia juga menjadi seorang teman yang baik dan setia bagi kawan kawannya. Ia selalu siap menolong kawan kawannya, murah hati dan tidak biasa mengeluh apabila dihukum karena kesalahan teman temannya. Sebagai siswa di Kolose Serikat Yesus, ia tetap unggul dan terus menerus memegang sebutan Sang Juara dalam kelasnya. Karena pergaulannya yang ramah dan kelincahannya dalam olah raga, ia sangat disukai banyak orang.
Dalam mata pelajaran kesustraan, ia sangat pandai, terutama dalam sastra Latin. Ia sangat mahir bersyair dalam bahasa Latin. Sebagai seorang penggemar Sastra, ia terkenal sebagai seorang pemain drama yang berbakat. Ketika duduk di kelas terakhir, ia diangkat sebagai Ketua Akademis para Siswa dan menjadi Prefek Kongregasi Maria. Sifatnya yang mengingini kesenangan kesenagan duniawi masih tetap menonjol dalam praktek hidupnya. Ia suka membaca buku-buku roman, menonton sandiwara, berburu dan berdansa. Kehidupan rohani kurang diindahkannya. Namun rencana Tuhan atas dirinya tampak jelas. Tuhan tetap membimbingnya. Pada hari Raya Maria Diangkat Ke Surga, tanggal 15 Agustus 1855, diadakan perarakan Patung Bunda Maria mengelilingi kota Spoleta. Uskup Agung kota Spoleta sendiri membawa patung itu. Ketika itu Fransiskus mendengar suara panggilan bunda Maria: Fransiskus, engkau tidak diciptakan untuk dunia ini, tetapi untuk menjalani kehidupan bakti kepada Allah di dalam Biara. Fransiskus mendengar suara itu dengan takut. Semenjak saat itu tumbuhlah keinginan untuk masuk biara. Dia tidak melamar masuk Serikat Yesus, tempat ia bersekolah, tetapi melamar masuk Kongregasi Imam Imam Passionis.
Di dalam Kongregasi Passionis inilah ia mengganti namanya dengan Gabriel. Pada tahun 1856 ia menerima jubah Kongregasi Passionis. Namun kehidupan biaranya di biara ini tidak lama. Ia meninggal dunia pada tahun 1862 setelah berhasil menempa dirinya menjadi seorang biarawan Passionis sejati. Selama berada di dalam biara, Gabriel sungguh menunjukkan kesungguhan dalam menata hidup rohaninya. Ia benar benar mencintai Yesus tersalib dan Bunda Maria yang berduka. Devosi kepada Bunda Maria yang telah dilakukannnya sejak kecil terus dilakukannya hingga menjadikan hidupnya suci. Kesuciannya ternyata dari banyak mukjizat yang terjadi pada setiap orang yang berdoa dengan perantaraanya. Gabriel menjadi seorang tokoh panutan para kaum muda.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Senin, 25 Februari 2019
#renungan
*MENJADI YANG PERTAMA*
Selasa 26 Feb 2019
_`Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaknya ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya` (Mrk 9:35)_
Dosakah ingin menjadi yang pertama? Saat di bangku sekolah selalu berusaha mendapatkan nilai terbaik atau menjadi juara kelas,
saat mengikuti pertandingan berusaha mengejar kemenangan, dan saat dihadapkan pada pilihan-pilihan selalu memilih yang terbaik?
Dunia juga selalu mendorong kita untuk bersaing menjadi yang pertama atau terbaik.
Dalam batas-batas tertentu, itu tidak dosa, tetapi kita perlu mengetahui apa yang sesungguhnya menjadi pandangan Yesus bagi kita.
Apakah Yesus menghendaki kita mengejar kesuksesan tanpa peduli sehingga tanpa kita sadari dapat menyakiti sesama di sekitar kita?
Seorang suami mengejar karir sampai melupakan keluarga,
seorang istri terpusat pada kepentingan pribadinya sendiri
sehingga anak-anak terlantar,
seorang yang aktif dalam gereja sibuk melayani, tetapi hanya untuk dihormati.
Yesus mengingatkan kita untuk melakukan segala sesuatu dengan kasih.
Motivasi dan kesadaran untuk melakukan semuanya hanya untuk Yesus membuat kita tidak mudah jatuh dan goyah ketika muncul godaan dan gesekan dalam kehidupan.
Yesus juga tidak menghendaki kita menjadi seorang yang berambisi mengejar yang sia-sia
yang dapat menyebabkan kita tidak rendah hati, mengabaikan Dia, dan hanya mengandalkan diri sendiri.
Tuhan, kobarkanlah semangat kekudusan dan api cintaMu dalam diri kami untuk mengalahkan kecenderungan kami memegahkan diri.
*_Sr. M. Luciana, P.Karm_*
Selasa 26 Feb 2019
Sir 2:1-11; Mzm 37:3-4.18-19.27-28.39-40; Mrk 9:30-37
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
*MENJADI YANG PERTAMA*
Selasa 26 Feb 2019
_`Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaknya ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya` (Mrk 9:35)_
Dosakah ingin menjadi yang pertama? Saat di bangku sekolah selalu berusaha mendapatkan nilai terbaik atau menjadi juara kelas,
saat mengikuti pertandingan berusaha mengejar kemenangan, dan saat dihadapkan pada pilihan-pilihan selalu memilih yang terbaik?
Dunia juga selalu mendorong kita untuk bersaing menjadi yang pertama atau terbaik.
Dalam batas-batas tertentu, itu tidak dosa, tetapi kita perlu mengetahui apa yang sesungguhnya menjadi pandangan Yesus bagi kita.
Apakah Yesus menghendaki kita mengejar kesuksesan tanpa peduli sehingga tanpa kita sadari dapat menyakiti sesama di sekitar kita?
Seorang suami mengejar karir sampai melupakan keluarga,
seorang istri terpusat pada kepentingan pribadinya sendiri
sehingga anak-anak terlantar,
seorang yang aktif dalam gereja sibuk melayani, tetapi hanya untuk dihormati.
Yesus mengingatkan kita untuk melakukan segala sesuatu dengan kasih.
Motivasi dan kesadaran untuk melakukan semuanya hanya untuk Yesus membuat kita tidak mudah jatuh dan goyah ketika muncul godaan dan gesekan dalam kehidupan.
Yesus juga tidak menghendaki kita menjadi seorang yang berambisi mengejar yang sia-sia
yang dapat menyebabkan kita tidak rendah hati, mengabaikan Dia, dan hanya mengandalkan diri sendiri.
Tuhan, kobarkanlah semangat kekudusan dan api cintaMu dalam diri kami untuk mengalahkan kecenderungan kami memegahkan diri.
*_Sr. M. Luciana, P.Karm_*
Selasa 26 Feb 2019
Sir 2:1-11; Mzm 37:3-4.18-19.27-28.39-40; Mrk 9:30-37
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 26 Februari 2019
Bacaan: 1 Korintus 1:27 "Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat."
Renungan:
Suatu ketika seorang ibu yang berusia 70 tahun bermaksud mengundurkan diri karena merasa sudah tua dari tugasnya di gereja sebagai pengajar agama untuk calon baptis. Tetapi jawaban Pastor Paroki adalah tidak ada kata pensiun untuk melayani Tuhan. Akhirnya ibu tersebut tetap menjalankan tugas yang dipercayakanNya ditambah menjadi koordinator doa syafaat di kelompok pelayanan kami sampai sekarang di usianya yang ke 80.
Ketika seseorang memasuki usia senja, mungkin dia bertanya, "Apakah saya masih berguna bagi Allah? Adakah pelayanan yang dapat kulakukan untuk mengisi hari-hari terakhirku?" Jawabannya adalah Allah tetap membutuhkan anda! Mungkin tenaga sudah tidak sekuat dulu, pikiran sudah tidak setajam dulu, tetapi itu bukan berarti orang yang sudah lanjut usia tidak bisa melayani. Ada banyak hal yang dapat dilakukan, antara lain memberikan perhatian dan kasih kepada cucu-cucu dan orang di sekitar, berdoa bagi anak cucu, menceritakan pengalaman iman di masa muda dan tetap setia penuh pengharapan serta tetap tersenyum menjalani hari tua.
Apapun kebaikan yang anda lakukan di saat kondisi mulai melemah, lakukanlah dengan kesungguhan hati, maka Tuhan yang akan menyempurnakan apa yang anda lakukan. Jangan takut menghadapi hari tua, karena Yesus sudah ada lebih dahulu di hari tua anda. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, walau secara fisik aku tua dan lemah, tetapi berikan kekuatan bagi rohaniku agar aku tetap dapat melayani keluarga dan sesamaku dengan menjadi tiang doa bagi kehidupan anak, cucu, menantu dan orang-orang di sekitarku. Aku percaya, Engkau selalu ada untukku bahkan di saat aku sudah tidak berdaya. Yesus, Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Selasa, 26 Februari 2019
Bacaan: 1 Korintus 1:27 "Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat."
Renungan:
Suatu ketika seorang ibu yang berusia 70 tahun bermaksud mengundurkan diri karena merasa sudah tua dari tugasnya di gereja sebagai pengajar agama untuk calon baptis. Tetapi jawaban Pastor Paroki adalah tidak ada kata pensiun untuk melayani Tuhan. Akhirnya ibu tersebut tetap menjalankan tugas yang dipercayakanNya ditambah menjadi koordinator doa syafaat di kelompok pelayanan kami sampai sekarang di usianya yang ke 80.
Ketika seseorang memasuki usia senja, mungkin dia bertanya, "Apakah saya masih berguna bagi Allah? Adakah pelayanan yang dapat kulakukan untuk mengisi hari-hari terakhirku?" Jawabannya adalah Allah tetap membutuhkan anda! Mungkin tenaga sudah tidak sekuat dulu, pikiran sudah tidak setajam dulu, tetapi itu bukan berarti orang yang sudah lanjut usia tidak bisa melayani. Ada banyak hal yang dapat dilakukan, antara lain memberikan perhatian dan kasih kepada cucu-cucu dan orang di sekitar, berdoa bagi anak cucu, menceritakan pengalaman iman di masa muda dan tetap setia penuh pengharapan serta tetap tersenyum menjalani hari tua.
Apapun kebaikan yang anda lakukan di saat kondisi mulai melemah, lakukanlah dengan kesungguhan hati, maka Tuhan yang akan menyempurnakan apa yang anda lakukan. Jangan takut menghadapi hari tua, karena Yesus sudah ada lebih dahulu di hari tua anda. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, walau secara fisik aku tua dan lemah, tetapi berikan kekuatan bagi rohaniku agar aku tetap dapat melayani keluarga dan sesamaku dengan menjadi tiang doa bagi kehidupan anak, cucu, menantu dan orang-orang di sekitarku. Aku percaya, Engkau selalu ada untukku bahkan di saat aku sudah tidak berdaya. Yesus, Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus
Langganan:
Postingan (Atom)








































