Renungan Katolik Bahasa Kasih
Kamis, 28 Februari 2019
Sir 5:1-8
Mzm 1:1-4,6
Mrk 9:41-50
KEBAIKAN ITU MENULAR
_Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. -- Mrk 9:50_
Garam selain berguna untuk menambah rasa pada masakan, juga digunakan untuk membersihkan makanan dari kuman sekaligus untuk mengawetkan.
Tuhan menghendaki kita untuk membawa pengaruh positif dan perubahan yang lebih baik di manapun kita berada. Tapi, bagaimana caranya kita melakukan perintah Tuhan tersebut?
Tak ada lain yang dapat kita lakukan selain pertama-tama datang kepada Sang Sumber dengan membangun relasi yang benar dengan-Nya. Ketika sudah memiliki relasi, pasti akan ada buah yang berdampak pada perubahan karakter yang lebih baik dalam diri kita. Karakter yang bertumbuh dari pengenalan akan Allah akan membentuk kita untuk terbuka pada bimbingan-Nya melalui Roh Kudus sehingga pribadi kita terus bertumbuh untuk menjadi serupa dengan-Nya. Sikap, tutur kata, dan tingkah laku yang kita miliki itulah yang akan membawa pengaruh positif kepada sekeliling, sekaligus membawa orang lain untuk masuk ke dalam terang-Nya.
Gereja selalu mengajarkan agar kita semua menjadi terang dunia, mewartakan kabar keselamatan Tuhan untuk sesama, seperti yang Ia perintahkan melalu firman-Nya: _"Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!"_ (Filipi 4:5)
Mari kita berjalan dalam keselamatan yang sudah Ia buka melalui Yesus, dengan menjadi pewarta firman-Nya. (In)
Apa yang dapat saya lakukan untuk ikut ambil bagian dalam membangun Kerajaan Allah?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar