Kamis, 31 Januari 2019

Doa Hari Jumat

01 Feb' 2019

By : Team Moderator DSM

Bapa di surga,

bayangan masa depan yang buruk di pikiranku
sering membuat aku khawatir.
Kalau aku tidak dapat mencegah kemungkinan - kemungkinan buruk
itu muncul di benakku, aku tetap bisa menyerahkan kekuatiranku
di hadapanMu dan meminta campur tangan illahiMu
untuk menunjukkan kepadaku apa yang benar
ketika aku hanya dapat melihat yang salah
dalam hal yang aku kuatirkan.

Aku bertekad untuk melihat yang baik,
jadi tolong aku agar tidak dibutakan oleh ketakutan,
keraguan, keinginan, dan gagasanku sendiri.
Aku minta Engkau untuk menyingkapkan kebenaranMu kepadaku
dalam segala keadaan.
Berilah aku hikmat bijaksana ya Bapa untuk mengerti
gambar keseluruhan yang lebih besar dan untuk
membedakan antara yang berharga dan yang tidak penting.

Ketika sesuatu nampak tidak beres, ya Allah
bantulah aku untuk tidak tidak berburuk sangka.
Mampukan aku untuk mengenali jawaban doaku.
Aku percaya Engkau akan menolongku untuk melihat mujizatMu
terjadi dalam setiap keadaan walau seburuk apa pun juga.

Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa.
Amin.

Salam Damai Kristus
Percikan Nas
Jumat, 01 Februari 2019
Kandelaria dari St. Yosep, Marie Anna Vailot, Odilia Baumgarten
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Ibr. 10:32-39; Mzm. 37:3-4,5-6,23-24,39-40; Mrk. 4:26-34. BcO Rm. 11:1-12.

Nas Injil:
26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba." 30 Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? 31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." 33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Percikan Nas
Suatu kali ada seseorang datang kepada temannya. Teman ini sudah hidup dengan nyaman. Usahanya berkembang dengan baik. Baginya hidup sang teman itu sudah enak adanya. Ia pun memuji-muji temannya itu. Ketika selesai pujian itu diberikan, sang teman itu pun menjawab, “Semua ini berangkat dari sesuatu yang sangat kecil, jangan hanya dilihat akhirnya.”
Tuhan mengumpamakan Kerajaan Allah dengan biji yang bertumbuh. Biji itu kecil. Ketika biji itu bertumbuh, ia menjadi pohon yang besar dan memberikan keteduhan dan perlindungan. Untuk bertumbuh sang biji mematikan diri dan membiarkan tunas pohon pun hidup.
Memang keberhasilan membuat orang terkagum-kagum. Yang pantas kita ingat bagaimana keberhasilan itu diraih. Keberhasilan itu tidak serta merta datang. Ia membutuhkan komitmen perjuangan. Sangat mungkin dari hal yang sangat kecil. Malah umumnya yang langsung mau besar malah gagal. Komitmen untuk menghidupi yang kecil meningkatkan kapasitas kita untuk mengerjakan yang besar.

Doa:
Tuhan sudilah Engkau menjaga semangat kami berjuang. Semoga hal kecil yang kami lakukan sekarang ini bisa bertumbuh dan menjadi perlindungan hidup kami. Dalam nama-Mu kami percaya. Amin.

Dari kecil
(goeng).
Salam Damai Kristus
" Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau, tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh ".Yes 38:16

Agar kita sehat, kita harus sungguh2 mendengarkan suara Tuhan, dan melakukan apa yang benar dimata-Nya, memasang telinga kita kepada perintah2-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Dia tidak akan menimpakan kepada kita penyakit manapun, karena Dialah yang menyembuhkan kita,

Oleh sebab itu hiduplah sebagai anak2 yang taat, jangan mengikuti hawa nafsu yang menguasai kita.

Salam Damai Kristus
Jumat, 1 Feb 2019
Pekan Biasa II
Ibr. 10:32-39; Mzm. 37:3-4,5-6,23-24,39-40; Mrk. 4:26-34.

"Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka" - Mrk 4,33

Seringkali, kira merasa kesulitan untuk memahami sabda Tuhan. Akibatnya, sebagian besar dari kita merasa enggan ketika diminta berbicara atau sharing tentang Kitab Suci. Pertemuan atau pendalaman Kitab Suci pun, kemudian menjadi sepi peminat dibandingkan rosario, misalnya. Sebenarnya tidak perlu demikian. Mengapa? Pertama, kalau kita mau bertanya kepada Tuhan, Ia berkenan kok memberikan penjelasan kepada kita tentang apa yang dimaksudkan dengan sabda-Nya itu. Sebab, meskipun Ia mengajar banyak orang dengan perumpaan, dan "tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka" (Mrk 4,34), namun kepada "pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid yang menanyakan tentang perumpamaan itu" (Mrk 4,10), Ia berkenan "menguraikan segala sesuatu secara tersendiri" (Mrk 4,34). Tentu, Ia menjelaskan makna sabda tersebut sesuati dengan pengertian dan situasi diri kita. Tuhan memberi pencerahan kepada kita mengenai makna sabda-Nya bagi kita, bagi saya. Jadi, tidak perlu membayangkan tafsir yang kompeks tetapi pengertian sederhana yang mengena dalam hidup dan pengalaman kita. Yang penting, kita mau meluangkan waktu untuk membaca, merenungkan, dan bertanya kepada-Nya tentang apa makna Sabda yang dikatakan-Nya. Kedua, Tuhan sendiri berkarya dan memberi pertumbuhan atas benih sabda yang Ia taburkan dalam diri kita, juga dengan cara yang seringkali tidak kita sadari/ketahui, seperti halnya perumpamaan yang disampaikan dalam Injil ini. Ketiga, sebagaimana tubuh kita bertumbuh dengan memakan makanan kita sehari-hari, dan pertumbuhan itu tidak selalu kita sadari: tahu-tahu tambah tinggi, gemuk, kuat, sehat, dll, demikian pula pengertian rohani kita juga akan semakin bertambah dengan semakin kita bertekun memakan santapan sabda-Nya.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
Jumat, 1 Pebr 19, Jumat Pertama
*BUAH-BUAH KERAJAAN ALLAH*

*BACAAN*
*Ibr 10:32-39* – “Kamu telah menderita banyak. Sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu”
*Mrk 4:26-34* – “Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah”

*RENUNGAN*
1. Dari perumpamaan ini *Yesus mengingatkan kita bahwa rahmat-Nya bekerja di dunia ini.* Pewartaan-Nya membawa dinamika batin yang mempengaruhi jiwa dan membawa perubahan. Hal ini nampak dalam diri orang yang bertobat atau orang yang tumbuh dalam iman Kristen. Banyak orang membaktikan diri di bidang penginjilan atau orang yang sepenuhnya membaktikan diri dalam tindakan amal kasih. Banyak keluarga berjuang untuk menempatkan cinta sebagai pusat kehidupan, di mana masing-masing anggota keluarga dihargai sebagai pemberian yang unik. Itulah benih Kabar Gembira yang tumbuh secara diam-diam tanpa kita ketahui.

2. *Allah, dalam kerahiman-Nya yang tanpa batas, memberi kesempatan agar kita belajar bijak dan menunjukkan buah-buah iman yang berharga untuk kehidupankekal.* Pertanyaannya: apakah kita memanfaatkan kesempatan yang kita miliki untuk melakukan tindakan-tindakan belas kasih atau acuh-tak-acuh terhadap pewartaan yang bermanfaat bagi orang lain? Seberapa sering kita berdoa bagi orang lain? Setiap hari kita harus membangun Kerajaan Allah dalam jiwa kita dan jiwa-jiwa orang lain.

3. Seperti gambaran biji sesawi, *rahmat Tuhan menopang banyak orang di seluruh dunia*. Mereka menemukan rumah yang sesungguhnya dalam persaudaraan orang beriman.  Bagaimana kita mampu menjadi komunitas beriman,  rumah bagi semua orang? Dalam persekutuan umat beriman, kita mencoba untuk *menjadi hadiah bagi orang lain.* Cinta Allah akan menopang kita. (MS,berkat.id)

Salam Damai Kristus
Orang sabar...
Setulus hati...
TUHAN berkatilah kami...
Kesehatan tidak selalu...
#renungan

*PERTUMBUHAN ROHANI*

Jumat 01 Feb 2019

_`[...] dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu` (Mrk 4:27b)_

Kristus datang memberitakan Injil Kerajaan Allah seperti dikatakan-Nya, `[`] Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus` (Luk 4:43).

Seperti benih yang bertumbuh menjadi tunas dan terus bertumbuh, kerajaan Allah itu sudah terjadi, sedang terjadi,
dan akan digenapi sampai Kristus datang kedua kalinya.

Kerajaan Allah pun sudah datang dalam diri kita saat kita menerima Kristus dan Injil yang diberitakan-Nya.

Kerajaan Allah yang dalam diri kita pun seperti benih yang bertumbuh menjadi tunas dan tunas ini pun terus bertumbuh.

Lalu, apa bagian kita? Bagian kita adalah mengusahakan diri untuk menjadi tanah yang subur bagi pertumbuhannya.

Semua itu merupakan suatu proses.

Tidak ada pertumbuhan rohani yang instan.

Oleh karena itu, setelah menerima Kristus dalam pembaptisan, sudah seharusnya kita bertumbuh dalam hidup rohani.

Kita diminta untuk terus menjalin relasi dengan Tuhan dalam doa, melaksanakan ajaranNya, menghayati Injil-Nya, juga menghayati kehidupan menggereja.

Jika kita setia melakukan semuanya itu hari demi hari, tanpa kita sadari dan ketahui bagaimana caranya, Kerajaan Allah semakin berkembang dan kokoh dalam diri kita.

Kita pun menikmati buah-buah-Nya, a.l. damai, dan sukacita.

`Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus` (Rm 14:17).

*_Sr. M. Chiara, P.Karm_*

Jumat 01 Feb 2019
Pfak. B. Kandelaria dari S. Josef, Perawan (O. Carm)
Ibr 10:32-39; Mzm 37:3-6.23-24.39-40; Mrk 4:26-34

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
*Pelita Hati Hari Ini:* (01.02.2019)

*Menebar Biji Kebaikan*

_*Bacaan Markus 4:26-34*_
*KATA-NYA* lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri. (Mrk. 4:30-34)

Sahabat pelita hati,
Konon biji sesawi adalah sangat kecil, lebih kecil daripada butiran pasir. Namun yang kecil itu jika ditaburkan di tanah yang baik, disirami dan dirawat pada akhirnya akan dapat bertumbuh menjadi pohon dengan cabang-cabang yang besar dan dapat menjadi tempat bersarang burung-burung di udara. Di sini Tuhan mau menggambarkan bahwa kerajaan Allah itu bertumbuh dan berkembang seperti bji sesawi, mula-mula kecil dan bisa menjadi besar dan bermanfaat bagi yang lainnya.

Sahabat terkasih,
Iman pada dasarnya adalah sebuah potensi, namun tak boleh dibiarkan atau diterlantarkan. Harus dipupuk dan dirawat dengan doa dan firman kasih-Nya. Jika demikian, niscaya akan menjadi kokoh dan kuat serta memiliki daya yang luar biasa. Demikian juga niat dan kehendak baik kita, jika dipupuk dan dirawat akan berkembang dan berdayaguna bagi sesama. Maka marilah kita kembangkan kehendak baik dan perbuatan baik kita kepada sesama. Sekecil apa pun perbuatan baik yang kita taburkan kepada sesama  akan memberi arti dan berdaya guna bagi sesama kita. Karena itu janganlah berhenti untuk berbuat baik.

_Burung kutilang burung merpati,_
_menari riang di atas dahan._
_Menebar kebaikan tak boleh berhenti,_
_agar makin layak di hadapan Tuhan._

_dari Papua dengan cinta,_
(*_Rm.Istoto_*)
Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Jumat 1 Febeuari 2019

Ya Tuhan Yesus,
kami bersyukur karena Engkau selalu setia mendampingi umatMu. Engkau tidak membiarkan kami terlantar. Engkau menghadirkan seorang gembala di tengah - tengah kami, pastor paroki yang selalu setia dalam tugas dan pelayanannya.

Kami mohon, berkati dia dalam tugas dan pelayanannya itu. Jadikanlah dia garam dan terang bagi kehidupan kami agar kami bebas dari kebusukan dan kegelapan dosa.

Dan kiranya Engkau menganugerahkan rahmatMu atas tugas dan pelayanannya sehingga menjadi berkat baginya dan kami semua. Kuatkanlah dia dalam situasi sulit yang menerpa kehidupan imamatnya. Berilah peneguhan ketika dia bimbang.

Jauhkanlah dia dari perbuatan dosa ketika dia mengalami goncangan hebat.

Syukur dan doa permohonan ini kami sampaikan kepadaMu, sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami.
Amin.

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

BIJI YANG PALING KECIL
1 Pebruari 2019

“Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada sayuran yang lain..” (Mrk 4:26-34)

Lectio
Ibr 10:32-39; Mzm 37:3-6,23-24,39-40; Mrk 4:26-34

Suatu sore ketika hendak merayakan acara Natal, sekumpulan anak-anak sedang bersiap untuk pertunjukan drama kelahiran Yesus. Penonton sudah membludak dan acara akan segera dimulai, ketika Edi salah 1 anak yang akan memerankan gembala bertanya pada Helen, kakak pembinannya :
”Kak, apakah keberadaan saya yang hanya sebagai gembala, akan membuat acara menjadi meriah?”
Helen pun lalu jongkok dan berkata :
”Kamu tahu kepada siapa malaikat mengabarkan kabar kelahiran Yesus?”
Jawab Edi :
”Ke 3 orang majus dan para gembala.”
“Jawaban kamu benar, artinya gembala adalah salah satu dari dua yang didatangi malaikat. Kita pun sama, seberapa pun kecil peran kita dalam mewartakan Yesus, Allah akan memberikan pertumbuhan.
Ayo semangat! Banyak teman-teman kamu yang ingin menonton pertunjukanmu!” Kata Helen dengan penuh semangat.

Setiap Sabda Allah yang diwartakan tidak akan pernah sia-sia.

Oratio
Ya Tuhan, Sabda-Mu adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Amin

Missio
Marilah kita secara aktif membagikan Sabda Allah kepada sesama, agar dapat tumbuh dan memberkati yang menerimanya.
Have a Blessed First Friday.
RUAH

Jumat, 01 Februari 2019
Hari Biasa Pekan III

Dengan penciptaan, Sabda menyatakan Allah itu Pencipta --- St Ireneus.
   
Antifon Pembuka (Mzm 37:3)

Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia.

Doa Pembuka

Allah Bapa sumber iman kepercayaan, kami mohon iman akan Sabda-Mu, dan resapkanlah ke dalam lubuk hati kami janji-Mu akan memberi kehidupan, agar kami menjadi orang yang berkenan di hati-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (10:32-39)   

"Kalian telah menderita banyak, sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu."
   
Saudara-saudara, ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita karena kamu harus bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman, dan ketika hartamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih langgeng sifatnya. Sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu, karena besarlah upah yang menantinya. Kamu sungguh memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Sebab dalam Alkitab tertulis: "Sedikit, atau bahkan sangat sedikit waktu lagi, Dia yang ditetapkan untuk datang itu akan tiba tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, Aku tidak berkenan lagi kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan akan binasa! Sebaliknya: Kita ini orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
Ayat (Mzm 37:3-4.5-6.23-24.39-40)
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!
2. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.
3. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Kalaupun ia jatuh, tidaklah sampai binasa, sebab Tuhan menopang tangannya.
4. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan; Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik. Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana. 

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:26-34)
 
"Kerajaan Surga seumpama orang yang menabur benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu."

Pada suatu ketika Yesus berkata, "Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba". Yesus berkata lagi, "Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya". Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Ketika mendengar kabar bahwa seribu hari meninggalnya bapak atau ibu itu akan diadakan minggu depan misalnya, kita biasa berkomentar: “Lho kok sudah seribu hari, ya, bapak/ibu itu meninggalkan kita.…” Sebuah reaksi yang umum dan wajar, ”tidak terasa”. Walaupun sebenarnya harus dikatakan bahwa bagi keluarga yang ditinggalkan, meninggalnya bapak atau ibu itu tetaplah sebuah peristiwa yang menyedot emosi dengan proses perjuangan untuk menerima yang tidak mudah pula.

Proses yang sebenarnya penuh perjuangan tetapi tidak terasa bagi banyak orang adalah salah satu ciri kehadiran Kerajaan Allah. Dalam perumpamaan dari Yesus tentang benih yang ditabur pada hari ini, jelas sekali makna pewartaan Yesus bahwa Kerajaan Allah itu karya Allah yang tidak selalu dirasakan atau diketahui oleh manusia, dan bahwa Kerajaan Allah itu sering mulai dari hal-hal yang kecil dan sepele. Banyak proses dalam hidup ini yang disertai oleh Allah sendiri tetapi nyatanya tidak diketahui dan tidak dilihat oleh manusia. Dalam contoh di atas, perjuangan untuk menerima saudaranya yang dipanggil Tuhan tetaplah proses yang tidak mudah untuk sebagian orang. Tetapi bagi tetangga, semuanya seperti berjalan begitu saja, dan tahu-tahu seluruh proses penerimaan itu telah selesai. Begitu pula hal lain, seperti proses pendidikan anak-anak kita, proses “pengmsanan kita” di suatu tempat tinggal baru, proses untuk memasuki lingkungan kerja yang baru… benar-benar butuh perjuangan awal yang tidak mudah, tetapi tahu-tahu lha kok sudah sekian tahun itu berjalan dengan baik. Bagaimana bisa? Jawabannya satu: karena Tuhan menyertai proses itu, Tuhan mengurus dan bekerja bukan hanya dari tahun ke tahun, tetapi dari detik ke detik, menit ke menit setiap harinya.

Marilah kita menghargai proses perjuangan hidup ini, yang secara manusiawi sering tidak mudah, tetapi nyatanya dapat berjalan dengan baik setelah sekian waktu lamanya, dan tahu-tahu buah akhirnya indah dan memesona. Itu hanya ada satu kemungkinan jawaban: Tuhan yang mengurus dan menyertai proses tersebut, sebagaimana benih yang ditabur dan pada waktunya menghasilkan buah dan siap dipanen!
 

Doa Malam

Allah Bapa sumber kebahagiaan, kami bersyukur bahwasanya Engkau telah memulai membuka kedamaian di tengah-tengah kami melalui Yesus, Sabda-Mu yang terpercaya. Kami mohon, semoga kami selalu setia dalam kata dan karya mengingat kebahagiaan umat manusia. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

Salam Damai Kristus
1 MENIT MENJELANG TIDUR

Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan, Dia adalah Pencipta segala sesuatu, Dia memiliki hidup yang kita butuhkan, Dia punya kuasa untuk membuat kita melihat kemuliaan-Nya.

Dia membekali setiap orang dengan terang akal budi, hidup yang adalah terang manusia berasal dari-Nya, semua pengetahuan dan hikmat, penghiburan diberikan-Nya kepada kita, dan semua keindahan yang ditampilkannya kepada kita, berasal dari Kristus.

Selamat beristirahat dalam perlindungan dan penyertaan Tuhan Yesus buat kita semua dan keluarga. Amin.

Salam Damai Kristus
Santo Santa 1 Februari

 S. Brigita dari Irlandia

Hanya beberapa tahun sesudah kedatangan St Patrick di Irlandia, seorang bayi mungil dilahirkan dan dinamai Brigita. Ayahnya seorang bangsawan Irlandia bernama Dubthac dan ibunya bernama Brocca. Semakin kanak-kanak ini bertambah besar, semakin besar pula kasihnya kepada Yesus. Ia mencari Yesus dalam diri orang-orang miskin dan seringkali membawakan makanan dan pakaian bagi mereka. Konon suatu hari ia membagi-bagikan segentong penuh susu. Lalu, ia mulai cemas akan apa yang akan dikatakan ibunya. Ia berdoa kepada Tuhan untuk mengganti apa yang telah dibagi-bagikannya. Ketika tiba di rumah, gentong telah penuh kembali dengan susu!

Brigita seorang gadis yang cantik jelita. Ayahnya beranggapan bahwa sudah tiba waktunya bagi Brigita untuk menikah. Akan tetapi, Brigita telah berbulat hati untuk mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Ia tak hendak menikah dengan siapapun. Ketika mengetahui bahwa para pemuda tertarik kepadanya sebab kecantikannya, ia memanjatkan suatu permohonan yang aneh kepada Tuhan. Ia mohon agar kecantikan wajahnya diambil darinya. Tuhan mengabulkan permohonannya. Melihat bahwa puterinya tak lagi cantik, dengan rela hati ayahnya menyetujui ketika Brigita minta diijinkan menjadi seorang biarawati.

Sang gadis mengikuti panggilan hidup religiusnya. Ia bahkan memulai suatu biara agar para gadis yang lain dapat menjadi biarawati juga. Setelah ia mengkonsekrasikan hidupnya kepada Tuhan dalam biara, suatu mukjizat terjadi. Brigita menjadi cantik kembali! Ia mengingatkan orang akan Santa Perawan sebab ia begitu lemah lembut dan baik hati. Sebagian orang menyebutnya “Maria dari Irlandia”. St Brigita wafat pada tahun 525.

Orang kudus kita ini begitu rindu mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Adakah suatu ruang dalam hidupmu yang engkau sembunyikan dari Tuhan? Bagaimanakah jika engkau mempersembahkannya kepada Tuhan?

Sumber : yesaya.indocell.net

Rabu, 30 Januari 2019

" Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku ".(Filipi 4:13).

Karena itu, serahkan segala kuatir kita kepada-Nya didalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur, maka damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus,

Sebab Tuhan sebagai penolong kita dalam kesesakan sangat terbukti.

Salam Damai Kristus
" Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau, tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh ".Yes 38:16

Agar kita sehat, kita harus sungguh2 mendengarkan suara Tuhan, dan melakukan apa yang benar dimata-Nya, memasang telinga kita kepada perintah2-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Dia tidak akan menimpakan kepada kita penyakit manapun, karena Dialah yang menyembuhkan kita,

Oleh sebab itu hiduplah sebagai anak2 yang taat, jangan mengikuti hawa nafsu yang menguasai kita.

Salam Damai Kristus
#renungan

*HENDAKLAH PELITAMU BERSINAR TERANG*

Kamis 31 Jan 2019

_`Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.` (Mrk 4:21)_

Manusia diciptakan menurut citra Allah (bdk. Kej 1:27).

Dalam diri manusia terdapat nilai-nilai ilahi.

Melalui Sakramen Baptis, kita menjadi bait Roh Kudus (bdk. 1Kor 3:16).

Allah sedemikian mengasihi manusia yang telah diciptakan-Nya.

Oleh karena itu, setiap orang diberi karunia untuk memancarkan cahaya menerangi dunia, seturut pemberian Allah.

Sabda Yesus, `Kamu adalah terang dunia` (Mat 5:14).

Para kudus di surga, semasa hidup mereka di dunia, telah berjuang mengasihi Tuhan dan sesama melalui perbuatan-perbuatan baik,
yang pada akhirnya membawa mereka ke hidup kekal.

Ada yang menyinarkan ketekunan dalam hidup doa yang mendalam, ada yang rela melayani sesama yang miskin dan menderita,
juga ada yang mewartakan Sabda Allah dengan penuh semangat dan kuasa, dsb.

Semua itu memancarkan terang bagi sesama di sekitarnya.

Hidup mereka bagai pelita yang memberi cahaya dalam kegelapan sehingga orang merasa dihibur, dikuatkan, dan disegarkan kembali dalam hidupnya;

Apakah selama ini kita sadar akan nilai-nilai ilahi yang dianugerahkan Tuhan kepada kita?

Lebih daripada itu, apakah nilai-nilai tersebut telah kita kembangkan dengan giat untuk memberi terang bagi sesama?

*_Sr. Grace Maria, P.Karm_*

Kamis 31 Jan 2019
Pw S. Yohanes Bosko,Imam
Ibr 10:19-25; Mzm 24:1-6; Mrk 4:21-25

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
Kamis, 31 Jan 19, PW St. Yohanes Bosko

*BIARLAH CAHAYA KRISTUS BERSINAR MELALUI HIDUP KITA*

*BACAAN*
*Ibr 10:19-25* – “Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan  dalam pekerjaan baik”
*Mrk 4:21-25* – “Pelita ditaruh di atas kaki dian”

*RENUNGAN*
1. *Hidup yang transparan.* Allah melihat kita. Ia melihat kita dengan cinta. Kita tidak dapat menyembunyikan diri dari Allah, juga tidak dapat menyembunyikan dari diri kita sendiri, bahkan  tidak dapat menyembunyikan diri dari orang lain. Kita hidup di hadirat Allah. Allah menghendaki cahaya bersinar dalam hidup kita, sehingga kita mampu melihat kebenaran tentang diri kita sendiri, karena itu kita tidak usah malu bahwa orang lain melihat realitas hidup kita. Kebahagiaan sejati akan terpelihara dan meningkat oleh hidup yang tulus dan sungguh-sungguh.

2. *Terang bagi dunia.* Hidup kita ini tidak untuk diri kita sendiri. Kita dipanggil untuk menjadi hadiah bagi orang lain, hadiah yang membawa orang lain kepada Allah. Inilah hal yang paling besar dalam hidup kita: kita dipanggil untuk memberi hidup. Kita dipanggil untuk berpartisipasi dalam kesuksesan Allah. Kita memberikan hidup dengan menerangi orang lain. Kita membantu orang lain agar datang kepada cahaya. Orang-orang zaman sekarang membutuhkan pengharapan, dan orang beriman memiliki dan membawa harapan. Beranikah aku membagikan pengharapanku kepada mereka?

3. Berhadapan dengan orang-orang duniawi saat ini, bisa membuat seorang murid Kristus kehilangan semangat, bahkan putus asa, karena beratnya tantangan yang harus dihadapi. Kita tidak ingin mencari penghargaan dan pujian, tetapi kita melakukan perutusan hanya demi kemuliaan Allah semata, tidak penting apakah orang lain menghargai atau tidak. AMDG.
(MS,www.berkat.id)

Salam Damai Kristus
Kamis, 31 Jan 2019
Pw. St. Yohanes Bosko
Ibr. 10:19-25; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6: Mrk. 4:21-25

"Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian" (Mrk 4,21)

Konteks dari bacaan Injil hari ini berkaitan dengan pengajaran Yesus tentang pengadilan. Pengadilan Tuhan itu seperti sebuah lampu yang ditempatkan di atas kaki dian sehingga menerangi setiap sudut ruangan. Atau seperti lampu yang dipasang di atas tiang listrik sehingga menyinari jalan atau tempat di bawahnya. Artinya, di hadapan Tuhan yang mengadili kita, tidak ada satu sudut sekecil apa pun dalam hidup kita yang terlewat dari pandangan-Nya. Di hadapan Tuhan, semuanya terbuka, tidak ada rahasia sama sekali. Selain itu, ketika Tuhan mengadili kita, Ia juga menggunakan ukuran yang sama dengan yang kita pakai. "Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu" (Mrk 4,24). Dengan kata lain, kita sebenarnya akan diadili dengan sikap dan perbuatan kita sendiri. Kita akan memetik dari apa yang kita tabur dan tanam. Kalau kita banyak berbuat kasih, kita akan diadili dengan penuh belas kasih. Kalau kita mengampuni, kita akan diampuni. Demikian juga, kalau kita tidak berbelas kasih dan tidak mengampuni, maka kita juga tidak akan diberi belas kasih dan tidak akan diampuni. Belas kasih dan pengampunan, yang sebenarnya sudah disediakan untuk kita, namun karena kita tidak menerapkannya terhadap orang lain , justru akan diambil oleh Tuhan (bdk. Mrk 4,25). Namun, barangsiapa mempunyai, Tuhan justru akan menambahnya. Artinya, kalau kita mempunyai belas kasih dan pengampunan, meskipun sedikit, ukuran belas kasih dan pengampunan Tuhan bagi kita akan ditambah. Artinya, belas kasih dan pengampunan-Nya terhadap kita jauh lebih besar daripada belas kasih dan pengampunan yang kita lakukan terhadap sesama. Namun, sekali lagi, syaratnya adalah kita harus memiliki dan menggunakan belas kasih dan pengampunan itu.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
*Kamis, 31 Januari 2019, Hari Biasa, Pekan Biasa III*
 *PW S. Yohanes Bosko, Imam*
 *Bacaan Injil: 4:21-25*
"Orang memasang pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.

 *Refleksi* :
Sebagai murid-muridNya, kita dipanggil untuk menjadi pelita bagi yang lain. Ada beberapa persyaratan untuk hal ini:

 *Pertama* , pelita harus dinyalakan. Jika pelita itu adalah kita, maka apinya adalah Roh Kudus. Sementara minyaknya, secara singkat berarti
menandakan kesukaan (Yesaya 61:3), dan sebaliknya menandakan duka atau kelainan (Yoel 1:10). Demikian pula minyak dipakai sebagai gambaran penghiburan, makanan rohani, atau kemakmuran (Ulangan 33:24; Ayub 29:6; Mazmur 45:7).

 *Kedua* , pelita harus letakkan di atas kaki dian dan di tempat yang tinggi supaya cahayanya dapat menerangi seluruh ruangan. Gagasan dasarnya: kemuridan kita menjadi utuh hanya jika kita menjadi saksi bagi sesama baik melalui perkataan maupun perbuatan.

 *Ketiga* , pelita yang bernyala itu bukan hanya menampakkan hal-hal riil di dunia, tetapi juga menyingkapkan sesuatu yang misterius berasal dari Tuhan. Pelita yang bernyala menyingkapkan kebaikan, kebenaran serta keindahan. Tetapi juga membantu Kita membedakan hal-hal baik dan buruk dalam satu ruangan yang kita sebut: Dunia.

 *Pesan* : Tak dapat dipungkiri, ada segelintir orang mendapat berkah Api (Roh Kudus) dan minyak yang mengisi pelita mereka, tetapi mereka hanya menyalakannya untuk menerangi kelompoknya atau untuk dirinya sendiri. Inilah ego-spiritual itu: menerima berkat tetapi tak mampu berbagi.

Semoga, kita adalah sebagian orang lainnya yang menjadi Pelita bernyala di kaki dian, yang memancarkan cahaya walaupun harus berjibaku menahan gempuran angin dan badai kehidupan. Hanya dengan mentalitas rohani ini, kita dapat menunjukkan kebenaran dan kebaikan Tuhan sekaligus membantu orang melihat dan mengenal hal apa saja saja yang berasal dari Tuhan dan dari iblis. Semoga.

 *Selamat pagi dan Tuhan memberkati.*
P Abdul Ocd

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 31 Januari 2019

Bacaan: Kolose 3:5, 9-10 "Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 
dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya."

Renungan:
  Ada seorang raja yang bijaksana dan baik hati. Ia mengambil seorang anak laki-laki yang sedang memungut sampah untuk mencari makanan dan mencari sesuatu yang dapat dijual. Di dalam istana raja, anak tersebut memulai kehidupan baru. Semua serba diatur dan disediakan. Dia juga diajarkan tata krama dan sopan santun untuk bersikap seperti seorang anak raja.
  Suatu ketika sang raja mengajak anak angkatnya untuk berkeliling negeri. Seluruh rakyat menyambut mereka dengan meriah. Anehnya anak laki-laki tersebut tidak tertarik dengan sambutan itu. Dia lebih tertarik melihat segerombolan anak yang sedang mengais sampah mencari makanan dam sesuatu yang bisa dijual. Kemudian anak laki-laki itu keluar dari rombongan raja dan bergabung dengan gerombolan anak-anak tersebut.
   Cerita di atas merupakan gambaran manusia yang sekalipun sudah diangkat menjadi anak oleh Allah, namun seringkali masih tertarik kembali pada cara hidup yang lama dengan mengais-ais sampah dosa. Hidup dalam perseteruan, kebohongan, perdukunan, kemabukan, penyembahan berhala, kata-kata kotor, dendam, perselingkuhan, pornografi dll.
  Allah menghendaki kita bersikap sebagai anak-anak Bapa Sorgawi dengan hidup menurut aturan-aturan Allah. Allah sudah mengangkat kita sebagai anakNya dan kita pun harus memerlihatkan sikap hidup sebagai anak-anak Allah. Marilah kita tinggalkan cara hidup yang lama dan masuk dalam hidup yang baru sesuai kehendak Allah. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, sadarkanlah aku bahwa aku ini adalah anakMu, sehingga aku mau mengubah hidupku seturut jalan dan kehendakMu. Amin. (Dod)

Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Kamis 31 Januari 2019

Tuhan Yesus,
dulu aku punya keinginan untuk disenangi oleh semua orang dimanapun aku berada, aku ingin dilingkungan manapun aku dapat diterima dengan baik.

Namun seiring perjalanan hidup, aku sadar bahwa keinginan itu tidak mungkin terwujudkan, itu adalah hanya sekedar mimpi.

Aku tidak mungkin selalu disukai, aku juga tidak mungkin selalu diterima dengan penuh kehangatan, karena jika demikian aku akan menjadi seperti bunglon, yang selalu berubah - ubah mengikuti selera, keinginan, dan pendapat orang lain.

Ya Tuhan Yesus,
aku hanya dapat berusaha untuk senantiasa dari hari ke hari semakin serupa dengan diriMu, meneladani sifat - sifat atau karaterMu dan menerapkan dalam hidup sehari - hari.

Jadikanlah aku pribadi yang penuh kasih dan berintegritas, yang mampu beradaptasi dengan lingkungan di mana aku berada tanpa kehilangan identitas, yang dapat mempertahankan prinsip kebenaran dan sekaligus tetap mampu mengasihi.

Aku sadar bahwa ini tidak mudah, ada banyak rintangan yang aku hadapi baik dari dalam sendiri mapun dari orang lain, namun aku bersandar kepada bimbingan dan pertolonganMu Tuhan, yang aku percaya tidak akan pernah salah dan tak akan pernah terlambat.
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
Amin.

Salam Damai Kristus
RUAH

Kamis, 31 Januari 2019
Peringatan Wajib St. Yohanes Bosco, Imam
 
“Sebagai orangtua, tidak boleh ada letusan-letusan marah terhadap anak-anak dan pandangan yang menghina, kata-kata yang menekan.” (St. Yohanes Bosko) 
 
Antifon Pembuka (Mat 5:19)

Siapa yang mengajarkan dan melakukan sabda Tuhan, dialah yang akan disebut besar dalam Kerajaan Surga.

Doa Pembuka

Ya Allah, Engkau telah mengobarkan hati Santo Yohanes Bosko, Imam-Mu, untuk menjadi bapa dan guru bagi kaum muda. Kami mohon, perkenankanlah agar dengan nyala api yang sama, kami pun mampu memperhatikan kaum muda, mencari jiwa-jiwa, dan mengabdi hanya kepada-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
 
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (10:19-25) 

"Marilah kita berpegang teguh pada harapan! Marilah kita saling memperhatikan dan saling mendorong dalam cinta kasih."
   
Saudara-saudara, berkat darah Yesus, kita sekarang dapat masuk ke dalam tempat kudus dengan penuh keberanian, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang memberi hidup bagi kita, yakni melalu tabir, yang tidak lain adalah diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Agung sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat, dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan akan harapan kita, sebab Dia, yang menjanjikannya, adalah setia! Di samping itu marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadat umat, seperti dibiasakan oleh beberapa orang! Sebaliknya marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 3/4, PS 803
Ref. Bukalah pintu hatimu, sambutlah Raja Sang Kristus.
Atau Itulah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, dan cahaya bagi jalanku.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:21-25)
 
"Pelita dipasang untuk ditaruh di atas kaki dian. Ukuran yang kamu pakai akan dikenakan pula padamu."
   
Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Orang memasang pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada suatu rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Lalu Yesus berkata lagi, “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan dikenakan pula padamu; dan malah akan ditambah lagi! Karena siapa yang mempunyai, akan diberi lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan
 
Pada tahun 1990 an, di kampung-kampung tempat saya bertugas, listrik belum ada. Pada malam hari, beberapa orang menyalakan petromax, kalau ada minyak tanah. Masyarakat yang lain memasang pelita. Umumnya pelita itu dibuat dari bekas kaleng susu atau bekas kaleng sarden yang digepengkan di salah satu sudutnya dan diberi sumbu. Kami berkumpul dan duduk di tikar dengan penerangan petromaks atau pelita yang dibawa oleh Markus. Kami bisa melihat rekan-rekan, siapa yang bicara dan menulis sesuatu karena ada terang / cahaya. Rekan yang terlambat datang pun bisa mendapatkan tempat duduk yang masih kosong, tanpa harus menabrak atau menginjak kaki orang lain. Terang yang dibawa masuk oleh Markus, memungkinkan orang untuk melanjutkan pertemuan, mengenal siapa yang datang, dan mereka dapat tempat duduk tanpa mengorbankan orang lain. Terang telah memungkinkan orang untuk memikirkan dan merencakan yang baik dan hebat bagi diri sendiri, kelompok masyarakat, bahkan untuk seluruh bangsa manusia. Jadilah pelita dalam kegelapan biar orang lain melihat sesuatu yang baik untuk dikerjakan.

Doa Malam

Allah Bapa Maha Pengasih, semoga kami memahami Engkau dengan pengantaraan manusia penuh kasih, yang telah menanggung segala dosa kami, yaitu Yesus Putra-Mu. Maka, perkenankanlah kami bersyukur dengan sepenuh hati. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

Salam Damai Kristus
Santo Santo 31 Januari

Santo Yohanes Bosko, Imam

Yohanes Melkior Bosko lahir pada tanggal 16 Agustus 1815 di Becchi, sebuah desa dekat dengan kota Torino, Italia. Ketika menanjak remaja, anak petani yang sederhana ini tidak diperkenankan masuk sekolah oleh orang tuanya karena diharuskan bekerja di ladang. Dalam situasi ini ia diajar oleh seorang imam yang baik hati. Jerih payah imam tua itu menyadarkan orang tua Bosko akan pentingnya nilai pendidikan. Oleh karena itu sepeninggal imam tua itu, ibunya menyekolahkannya ke Castelnuovo. Pendidikan di Castelnuovo ini diselesaikannya dalam waktu satu setengah tahun. Kemudian ia mengikuti pendidikan imam di seminari Chieri dan ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1841. Karyanya sebagai imam diabdikan seluruhnya pada pendidikan kaum muda. Ia membuka sebuah perkumpulan untuk menampung anak anak muda yang terlantar, buta huruf dan miskin. Cita citanya ialah mendidik para kawula muda itu menjadi manusia manusia yang berguna dan mandiri. Ia berhasil mengumpulkan 1000 orang pemuda dari keluarga keluarga miskin. Dengan penuh kesabaran, pengertian dan kasih sayang, ia mendidik mereka hingga mereka menjadi manusia yang baik dan bertanggung jawab. Salah seorang muridnya yang terkenal adalah Dominikus Savio, yang kemudian hari menjadi orang kudus.
Keberhasilannya ini terus membakar semangat untuk memperluas karyanya. Untuk itu ia mendirikan sebuah rumah yatim piatu dan asrama. Dengan demikian para pemuda itu dapat tinggal bersama dalam satu rumah untuk belajar dan melatih diri dalam ketrampilan ketrampilan yang berguna untuk hidupnya. Untuk pendidikan ketrampilan, Bosko merubah dapur di rumah ibunya menjadi sebuah bengkel sepatu dan bengkel kayu. Bengkel inilah merupakan Sekolah Teknik Katolik yang pertama. Sekolah ini tidak hanya menghindarkan pemuda pemuda dari kenakalan remaja, tetapi juga menciptakan pemimpin pemimpin di bidang industri dan teknik. Lebih dari itu, cara hidup Bosko sendiri berhasil membentuk kepribadian pemuda pemuda itu menjadi orang orang Kristen yang taat beragama bahkan saleh. Pada tahun 1859 atas restu Paus Pius IX (1846 - 1878), Bosko mendirikan sebuah tarekat religius untuk para imam dan bruder, yang dinamakan Kongregasi Salesian. Kemudian pada tahun 1872, bersama Santa Maria Mazzarello, Bosko mendirikan Serikat Puteri puteri Maria yang mengabdikan diri dalam bidang pendidikan kaum puteri. Bosko mendirikan banyak perkumpulan di sekolah. Ia dikenal sebagai perintis penerbitan Katolik dan rajin menulis buku buku dan pamflet. Ia pun mendirikan banyak gereja dan membantu meredakan pertentangan antara tahta Suci dengan para penguasa Eropa. Dalam karyanya yang besar ini, Bosko selalu menampilkan diri sebagai seorang imam yang saleh, penuh disiplin dan rajin berdoa. Ia menjadi seorang Bapa Pengakuan yang terpercaya di kalangan kaum remaja. Pada saat saat terakhir hidupnya, ia menyampaikan pesan indah ini: Katakanlah kepada anak anakku, Aku menanti mereka di surga. Ia meninggal dunia pada tahun 1888 dalam usia 72 tahun. Pada tanggal 2 Juni 1929, Yohanes Melkior Bosko dinyatakan sebagai Beato dan pada tanggal 1 April 1934 ia digelari Santo oleh teman dekatnya Paus Pius XI (1922 - 1939).

Sumber : www.imankatolik.or.id
Doa Hari Kamis

31 Jan' 2019

By : Team Moderator DSM

Ya Tuhan,
kami berdoa kepada-Mu hari ini khusus
memohonkan belas kasihan-Mu agar menilik
saudara-saudari seiman kami yang sedang
bergumul di dalam kubangan dosa yang
tidak mereka sadari,  bahkan mereka
merasa tidak bersalah.

Ada diantara kami yang hidup di tengah
budaya yang permisif yang seolah-olah
memberikan kepada kami alasan-alasan
yang rasional. Sehingga kami tidak
sungguh sungguh gelisah dengan
perbuatan-perbuatan kami.

Bahkan kami tidak meminta pertolongan
kepada Tuhan untuk melepaskan diri kami dari
jerat dosa yang mencengkeram erat kami ini. 

Ada diantara kami yang sudah mulai
berpacaran  dan secara iman Kristiani kami
tahu kami tidak seharusnya melakukan hal-hal
yang belum menjadi bagian dari suami-istri
dan kami toh berani melakukannya. Dan
setiap kali kami bertemu selalu kami isi
dengan perbuatan dosa.

Ya Tuhan,
kasihanilah kami anak-anak-Mu ini.

Ditengah lingkungan yang begitu banyak
godaan, kadang-kadang kami tenggelam dan
hanyut di dalam ketidak-sadaran.  Kami tidak
mengerti siapakah kami ini dihadapan Tuhan.

Ya Tuhan,  tolong kami.
Biarlah iman kepada Tuhan Yesus Kristus
 memberikan kepada kami kesadaran batin
yang cukup ya Tuhan.

Sehingga kami tahu bagaimana berdoa, 
kami tahu bagaimana kami harus berinteraksi
mengutarakan dengan kata-kata yang
mewakili akan sebagian besar realita
yang kami alami.

Kiranya Roh Kudus menolong kami.
Ajar kami berdoa ya Tuhan.

Dalam nama Juruselamat kami,
Yesus Kristus, kami berdoa.
Amin.

Salam Damai Kristus

Selasa, 29 Januari 2019

*KELOLA dengan BIJAK*

Banyak orang yg tahu bagaimana cara untuk mendapatkan uang; mereka begitu jeli melihat dan menggunakan peluang usaha untuk memperoleh kehidupan finansial yg lebih baik.. Tetapi ironisnya, setelah mendapatkannya, begitu gampang menghabiskan uang tersebut.

Di sinilah pentingnya pengelolaan keuangan yg bijak dan penguasaan diri, agar tidak boros serta hidup glamour.. Karena, sebanyak apa pun uang yg sudah kita peroleh dengan susah payah, TANPA pengelolaan yg baik, maka uang itu tidak pernah cukup. *Sebaliknya, sekalipun uang yang kita peroleh tidak terlalu banyak, tetapi dengan pengelolaan yg baik, maka kebutuhan kita akan tercukupi* 🙏

Salam Damai Kristus
Rabu, 30 Januari 2019
KatKit (Katekese Sedikit) No. 195

Seri Katekismus
KEBANGKITAN & PEMBANGKITAN

Syalom aleikhem.
Kitab-kitab Injil menyebut beberapa pembangkitan orang mati oleh Tuhan Yesus. Beberapa contoh: Lazarus, pemuda Naim, putri Yairus. Mereka yang telah mati itu “hidup kembali” atau “bangkit dari kematian” oleh karena kuasa Tuhan Yesus. Samakah “kebangkitan” mereka dengan kebangkitan Tuhan Yesus?

Tidak sama. Ini jawabannya. Kebangkitan Lazarus, contoh, adalah kembalinya Lazarus ke kehidupan duniawi. Kebangkitan pemuda Naim demikian juga. Catatan: Untuk orang-orang itu, istilah yang tepat bukan “kebangkitan”, melainkan “pembangkitan” – karena mereka dibangkitkan oleh Tuhan Yesus.

Lazarus kembali lagi ke hidupnya yang semula, yaitu hidup duniawi. Ia terikat (lagi) oleh hukum alam dunia ini. Ia tak bisa menembus tembok dan pintu terkunci, contohnya; tak seperti Kristus yang bangkit yang dapat melakukannya. Lazarus terikat (lagi) ruang dan waktu. Ia tak bisa pindah-pindah tempat dalam sekejap; tak seperti Kristus yang bisa melakukannya. Akhirnya, Lazarus dan mereka yang mengalami pembangkitan itu akan mati lagi.

Tidak demikian dengan Kristus yang tak akan mati lagi. Kuasa maut atas diri-Nya sudah tamat. Maut tak lagi mampu membuat Kristus masuk alam kematian lagi. Kristus telah menang atas maut. Beliau tak dapat mati lagi.

Kebangkitan Kristus lain sekali sifatnya dari pembangkitan Lazarus dkk. Kristus telah beralih ke bentuk kehidupan lain di luar ruang dan waktu, yaitu kehidupan yang tak lagi terikat hukum alam dunia ini. Kristus setelah kebangkitan adalah “Kristus surgawi”, Kristus yang mulia. Beliau masuk ke dalam kehidupan ilahi. Kita tahu, hidup ilahi itu kekal; artinya tak dapat mati lagi.

Kebangkitan Kristus nyata dan jelas. Meski demikian, tiada saksi mata yang mengalami langsung peristiwa itu. Para penginjil pun tak ada yang melukiskan bagaimana persisnya peristiwa kebangkitan itu terjadi. Karena itu, kebangkitan Kristus disebut peristiwa yang “transenden” dan “melampaui sejarah”.

Transenden artinya melampaui apapun yang ada di alam duniawi. Melampaui sejarah artinya sebelumnya tak pernah ada atau terjadi yang seperti itu.

Beberapa simpulan. Pertama, kebangkitan Kristus adalah kejadian nyata senyata-nyatanya karena dapat dibuktikan oleh para saksi mata. Kedua, meski demikian, bagaimana persisnya dan caranya kebangkitan Kristus terjadi tak dapat diketahui secara duniawi. Ketiga, kebangkitan Kristus adalah peralihan-Nya ke kehidupan ilahi, bukan kembali-Nya ke kehidupan duniawi.

** Uraian atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 646 – 647

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring

Salam Damai Kristus
TUHAN YESUS...
Kita tidak selalu...
Kasih TUHAN...
Rahmat TUHAN...
Belas kasih ALLAH...
Sabar tanpa batas...
Seberat apa pun...
Kebaikan apa pun...
Rabu, 30 Jan 2019
*TANAH SUBUR MENGHASILKAN BUAH LIMPAH*

*BACAAN*
*Ibr 10:11-18* – “Kristus menyempurnakan untuk selamanya orang-orang yang dikuduskan-Nya”
*Mrk 4:1-20* – “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar dan menyambut Sabda itu lalu berbuah”

*RENUNGAN*
1. *Allah hanya menanamkann yang baik dalam hidup kita*. Hanya kebaikan yang bisa menghasilkan buah. Tetapi Kristus telah menunjukkan kepada kita bahwa roh jahat tidak menginginkan kita menghasilkan buah. Roh jahat selalu mencoba merebut kebaikan dari hidup kita lewat bujuk rayu untuk kejahatan, mengisi hati kita dengan egoisme, dan membuat kita tidak peka terhadap rahmat dalam jiwa kita. Cara melawan setan adalah *dengan tegas menolak setan*. Hal ini bisa dibuat lewat doa yang sungguh-sungguh dan hidup yang dermawan.

2. *Ketetapan hati kita akan diuji oleh kesulitan-kesulitan yang kita hadapi*. Jika kita semakin meresap dalam doa dan membangun habitus hidup Kristen, kita akan menghadapi saat-saat buruk dengan damai dan percaya. Tetapi ketika hidup rohani kita dangkal, kering, kita akan bingung, bahkan dikalahkan oleh pencobaan dan godaan. Bersama Dia sebagai sahabat, segala kesulitan akan berlalu. Tetapi jika kita tidak berjuang dan berperang, bagaimana akan memperoleh mahkota kemenangan?

3. *Untuk menghasilkan buah, kita harus patuh terhadap Sabda Tuhan.* Artinya bersedia untuk bekerja dan melayani. Kita adalah pengikut Kristus yang datang untuk melayani. Mendengarkan Sabda dan menerimanya, berarti menjadikan hidup kita serupa dengan Kristus. Allah akan memberikan buah berlimpah, jika kita bersedia menjadi Kristus yang lain di sini dan sekarang ini. (MS,berkat.id)

Salam Damai Kristus
#renungan

*ALLAH DIAM?*

Rabu 30 Jan 2019

_`Dan Kata-Nya: `Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!.` (Mrk 4:9)_


Pernahkah Anda melewati kemacetan lalu lintas yang parah,
sehingga Anda memberitahu teman-teman Anda agar tidak melewati jalan itu?

Sebagian teman mendengarkan Anda dan terhindar dari kemacetan itu,
tetapi sebagian teman yang lain mengabaikan pesan Anda sehingga terjebak dalam kemacetan itu.

Mereka mengeluh, padahal Anda sudah mengingatkan mereka.

Kita mungkin pernah merasa doa kita seakan-akan tidak didengarkan Tuhan.

Setiap hari kita sudah Novena, devosi, tetapi seakan-akan Allah diam dan tidak menjawab.

Ketika kita mohon kepada Allah, kita `berbicara` kepada Allah.

Tubuh manusia diciptakan dalam keselarasan, jika kita berbicara maka kita lebih sulit untuk mendengarkan.

Sebaliknya, kalau kita mau sungguh``sungguh mendengarkan, kita harus diam.

Begitupun berdoa, ketika kita terus-menerus berbicara kepada Allah dengan setumpuk permohonan, kita lupa untuk diam dan mendengarkan Allah.

Yesus mengingatkan kita yang mempunyai `telinga hati` untuk belajar tidak hanya mengatakan apa `kepada Allah`, tetapi juga belajar mendengarkan apa yang dikatakan Allah `kepada kita`.

Karena, mungkin bukan doa kita tidak dijawab, tetapi kita sibuk berbicara sehingga tidak mendengar jawaban Allah.

Ya Tuhan, berilah kami hati yang mau mendengar dan melaksanakan sabda-Mu dalam hidup kami.

*_Sr. Michelle Marie, P.Karm_*

Rabu 30 Jan 2019
Ibr 10:11-18; Mzm 110:1-4; Mrk 4:1-20

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
Rabu, 30 Jan 2019
Pekan Biasa III
Ibr. 10: 11-18; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 4:1-20.

"Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah" - Mrk 4,11

Kepada para murid yang bertanya mengenai arti perumpamaan tentang penabur yang disampaikan-Nya kepada orang banyak, Yesus berkenan memberikan penjelasan yang amat detil. Satu per satu dijelaskan. Hal ini sangat menarik. Lebih-lebih, Ia juga mengatakan: "kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah". Artinya, kepada mereka yang telah dipanggil dan dipilih untuk menjadi pengikut-Nya dan yang mau bertanya tentang apa yang disabdakan serta dikehendaki-Nya, Ia berkenan memberikan jawaban dan penjelasan. Kepada para murid-Nya, Ia berkenan membuka apa yang bagi kebanyakan orang merupakan rahasia. Itulah makanya, dalam tradisi Bapa-Bapa Gereja dikenal "esegesi orante", yakni usaha untuk memahami dan menjelaskan Kitab Suci dengan/sambil berdoa. Para Bapa Gereja selalu menekankan pentingnya doa dalam semua proses yang berkaitan dengan Kitab Suci: mulai dari membaca dan merenungkan Kitab Suci, berhomili, berkotbah dan memberi renungan, sampai berkatekese dan mengajar serta menulis buku teologi. Dalam doa itu, dimohon agar Tuhan sendiri yang menyingkap rahasia sabda dan kehendak-Nya serta memberikan pencerahan kepada kita sehingga kita mampu untuk mengertinya. Hal yang sama tentunya juga berlaku untuk kita: kalau kita memohon dengan sungguh untuk dapat mengerti sabda dan kehendak Tuhan, Ia tentu berkenan memberikannya kepada kita. Hari Minggu yang lalu, bacaab-bacaan menekankan pentingnya Kitab Suci dalam hidup kita. Sekarang, marilah kita semakin tekun membaca dan merenungkan Kitab Suci dengan disertai doa. Dalam doa itu, kita mohon kepada Tuhan untuk berkenan menjelaskan sabda-Nya sendiri kepada kita, serta mengungkap apa yang menjadi kehendak-Nya.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
Seri Liturgi
BANTULAH HOMILIS

Syalom aleikhem.
Apa itu homilis? Tahu homili ya. Homili itu khotbah dalam Misa. Ada yang membedakan homili dan khotbah. Tak usah terlalu teknis, sederhana saja, homili adalah khotbah dalam Misa. Dan homilis? Orang yang melakukannya. Imam yang berhomili, dialah homilis.

Kok dibantu? Bukankah seorang homilislah yang seharusnya membantu umat mendalami firman Allah. Ya, memang demikian, homilis membantu umat beriman yang ikut serta dalam liturgi untuk lebih mengerti sabda Tuhan, mampu meresapkan dalam hati, menangkap satu-dua butir pesan untuk diwujudnyatakan di tengah kehidupan sepulang liturgi nanti.

Namun sebaliknya, hendaknya umat membantu homilis daripada sekadar mengeluh bahwa homili kurang bagus atau menyentuh. Janganlah lupa bahwa sentuhan pertama bukanlah dari homilis, melainkan dari Tuhan langsung dalam wujud sabda-Nya yang diwartakan.

Umat yang tidak siap sungguh sulit diberi homili. Itu seperti anak TK yang diberi kuliah. Gak nyambung jadinya. Supaya nyambung? Umat beriman dipersilakan menyiapkan diri dengan membaca bacaan-bacaan (untuk perayaan itu) sebelum Misa. Kalau selama ini anda merasa homili di gereja anda garing dan membosankan, jangan-jangan anda turut berperan, yaitu tak siap (tak tahu sama sekali) dengan firman Tuhan.

Ketika homilis bicara, anda terasing karena tak memasuki “dunia” yang sama. Maka, mulai Minggu ini, bantulah pehomili. Siapkan firman, baca sebelumnya. Ini bukan pembelaan seorang homilis, tapi ini pencarian jalan yang baik agar firman Tuhan tertanam dan berbuah.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu A.
Katekis Daring

Salam Damai Kristus
RUAH

Rabu, 30 Januari 2019
Hari Biasa Pekan III
 
Jika kamu mencari contoh kerendahan hati, lihatlah pada salib! (St. Thomas Aquino)

Antifon Pembuka (Mzm 110:1)

Tuhan bersabda, "Duduklah di sisi kanan-Ku, sampai musuh-musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu."
   
Doa Pembuka

Allah Bapa Yang Maharahim, Engkau telah memperbarui perjanjian-Mu dengan kami, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu. Mampukanlah kami agar taat dan setia pada sabda-Nya yang telah Kaumeteraikan dalam hati dan budi kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (10:11-18) 

"Kristus menyempurnakan untuk selama-lamanya orang-orang yang dikuduskan-Nya."
   
Saudara-saudara, setiap imam melakukan pelayanannya tiap-tiap hari, dan berulang-ulang mempersembahkan kurban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Kristus hanya mempersembahkan satu kurban karena dosa, dan sesudah itu Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah. Sekarang Ia hanya menantikan saat, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. Sebab oleh satu kurban itu saja Kristus telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Tentang hal itu Roh Kudus pun memberi kesaksian kepada kita, sebab Ia sendiri bersabda, "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka, pada hari-hari yang akan datang: Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka". Jadi apabila untuk semuanya itu sudah ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan kurban karena dosa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Engkaulah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.
Ayat. (Mzm 110:1-4)
1. Beginilah firman Tuhan kepada tuanku, "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kubuat menjadi tumpuan kakimu!"
2. Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion; berkuasalah Engkau di antara musuhmu!
3. Engkau meraja di atas gunung yang suci sejak hari kelahiranmu, sejak dalam kandungan, sejak fajar masa mudamu.
4. Tuhan telah bersumpah, dan tidak akan menyesal; "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek".

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Benih itu melambangkan Sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus akan hidup selamanya. Alleluya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:1-20)
 
"Seorang penabur keluar untuk menabur."
     
Pada suatu hari Yesus mengajar di tepi danau Galilea. Maka datanglah orang yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia terpaksa naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh, lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu ada di darat, di tepi danau itu. Dan Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dalam bentuk perumpamaan. Dalam ajaran-Nya itu Yesus berkata kepada mereka, "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga benih itu tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dengan subur dan berbuah; hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat". Dan Yesus bersabda lagi, "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Ketika Yesus sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid menanyakan arti perumpamaan itu. Jawab-Nya, "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menangkap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, biar mereka jangan berbalik dan mendapat ampun". Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan sabda. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat sabda itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar sabda, lalu datanglah iblis dan mengambil sabda yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi sabda itu tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, mereka segera murtad. Dan yang lain, yang ditaburkan di tengah semak duri, ialah yang mendengar sabda itu, tetapi sabda itu lalu dihimpit oleh kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain sehingga sabda itu tidak berbuah. Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut sabda itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat".
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Selama melakukan pekerjaan, seorang petani tidak sekadar bercocok tanam atau menabur benih. Ia, dapat dipastikan akan menjaga, merawat, memelihara benih yang sudah ditanamnya. Semua usaha tersebut dibarengi dengan semangat lain, yakni adanya sikap sabar dan harapan. Sabar untuk menjalani proses dan berharap akan menuai buah atau hasil yang baik dari benih yang ditanamnya.

Yesus banyak memakai perumpamaan dari dunia pertanian untuk menjelaskan tentang Kerajaan Allah. Dia membandingkan Allah sebagai pribadi yang menabur benih pada tanah yang berbeda-beda. Dalam perumpamaan itu dinyatakan bahwa penabur menabur tanpa pilih-pilih, sekalipun ia mengetahui bahwa sebagian benih akan jatuh di tempat di mana benih itu tidak akan tumbuh.

Seperti Yesus, kita juga harus menaburkan benih yang baik kapan dan di mana saja. Allah saja yang mengatur di mana benih itu akan jatuh dan bagaimana pertumbuhannya. Yang penting adalah kita menabur dan menjaga, merawat, memelihara benih yang sudah ditanam. (lsm)

Antifon Komuni (Markus 4:20)

Tanah yang baik ialah orang yang mendengar dan menyambut sabda itu, lalu berbuah.

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 30 Januari 2019

Bacaan: Lukas 19:5   Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

Renungan:
  Beberapa waktu lalu saya menghadiri reuni teman-teman SMP. Banyak kenangan-kenangan manis dan pahit yang nyaris terlupakan terbuka kembali. Ada banyak selentingan kekonyolan kami di masa sekolah dulu yang membuat kami heran dan berkata, "Kok bisa ya dulu seperti itu?", "Wah dia memang dari dulu ga berubah," "Wah kok bisa dia jadi begini ya padahal dulu gak seperti ini." Semua pada akhirnya tersenyum dan mungkin dalam hati mengagumi satu dengan yang lain.
  Penting bagi kita untuk melihat sedikit ke belakang kehidupan kita di masa lalu, terutama hal-hal negatif yang mungkin menjadi ganjalan dalam hidup kita di saat ini. Zakheus ketika Yesus mau datang ke rumahnya, begitu banyak orang yang mencibirkannya karena kedosaannya. Tetapi justru ketika Yesus mau menerima Zakheus apa adanya, ada perubahan sikap dalam hidup Zakheus sehingga ia berkata, "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang ku peras dari seseorang akan ku kembalikan empat kali lipat." (Luk 19:8).
  Mungkin masa lalu kita begitu kelam, sehingga hal itu kita sembunyikan rapat-rapat tetapi masih menjadi beban sampai hari ini. Hari ini ada berita baik untuk kita, yaitu Yesus tidak pernah peduli dengan masa lalu kita yang seperti apapun. Yang Yesus mau saat ini, Dia mau masuk dalam hidup kita dan mengubah masa lalu kita yang buruk menjadi berkat di masa ini dan masa mendatang. Hari ini Yesus juga berkata kepada kita, "AnakKu ... , hari ini aku mau tinggal di hatimu." Maukah hidup kita diubahkan seperti Zakheus? Buka hati kita dan biarkan Dia masuk dan meraja di hati kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, mampirlah dalam hatiku dan selidikilah hatiku. Ubahlah masa laluku yang penuh dengan kutuk, menjadi masa kini dan masa depan yang penuh berkat. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus