Rabu, 30 Januari 2019
KatKit (Katekese Sedikit) No. 195
Seri Katekismus
KEBANGKITAN & PEMBANGKITAN
Syalom aleikhem.
Kitab-kitab Injil menyebut beberapa pembangkitan orang mati oleh Tuhan Yesus. Beberapa contoh: Lazarus, pemuda Naim, putri Yairus. Mereka yang telah mati itu “hidup kembali” atau “bangkit dari kematian” oleh karena kuasa Tuhan Yesus. Samakah “kebangkitan” mereka dengan kebangkitan Tuhan Yesus?
Tidak sama. Ini jawabannya. Kebangkitan Lazarus, contoh, adalah kembalinya Lazarus ke kehidupan duniawi. Kebangkitan pemuda Naim demikian juga. Catatan: Untuk orang-orang itu, istilah yang tepat bukan “kebangkitan”, melainkan “pembangkitan” – karena mereka dibangkitkan oleh Tuhan Yesus.
Lazarus kembali lagi ke hidupnya yang semula, yaitu hidup duniawi. Ia terikat (lagi) oleh hukum alam dunia ini. Ia tak bisa menembus tembok dan pintu terkunci, contohnya; tak seperti Kristus yang bangkit yang dapat melakukannya. Lazarus terikat (lagi) ruang dan waktu. Ia tak bisa pindah-pindah tempat dalam sekejap; tak seperti Kristus yang bisa melakukannya. Akhirnya, Lazarus dan mereka yang mengalami pembangkitan itu akan mati lagi.
Tidak demikian dengan Kristus yang tak akan mati lagi. Kuasa maut atas diri-Nya sudah tamat. Maut tak lagi mampu membuat Kristus masuk alam kematian lagi. Kristus telah menang atas maut. Beliau tak dapat mati lagi.
Kebangkitan Kristus lain sekali sifatnya dari pembangkitan Lazarus dkk. Kristus telah beralih ke bentuk kehidupan lain di luar ruang dan waktu, yaitu kehidupan yang tak lagi terikat hukum alam dunia ini. Kristus setelah kebangkitan adalah “Kristus surgawi”, Kristus yang mulia. Beliau masuk ke dalam kehidupan ilahi. Kita tahu, hidup ilahi itu kekal; artinya tak dapat mati lagi.
Kebangkitan Kristus nyata dan jelas. Meski demikian, tiada saksi mata yang mengalami langsung peristiwa itu. Para penginjil pun tak ada yang melukiskan bagaimana persisnya peristiwa kebangkitan itu terjadi. Karena itu, kebangkitan Kristus disebut peristiwa yang “transenden” dan “melampaui sejarah”.
Transenden artinya melampaui apapun yang ada di alam duniawi. Melampaui sejarah artinya sebelumnya tak pernah ada atau terjadi yang seperti itu.
Beberapa simpulan. Pertama, kebangkitan Kristus adalah kejadian nyata senyata-nyatanya karena dapat dibuktikan oleh para saksi mata. Kedua, meski demikian, bagaimana persisnya dan caranya kebangkitan Kristus terjadi tak dapat diketahui secara duniawi. Ketiga, kebangkitan Kristus adalah peralihan-Nya ke kehidupan ilahi, bukan kembali-Nya ke kehidupan duniawi.
** Uraian atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 646 – 647
Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar