Jumat, 31 Agustus 2018

Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 1 September 2018

Bacaan: Yakobus 1:3  "Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan."

Renungan:
  Suatu ketika ada seorang raja yang sengaja menaruh sebuah batu besar di tengah jalan yang menuju ke rumahnya. Setelah itu ia bersembunyi di balik pepohonan. "Aku ingin tahu apakah ada orang yng bersedia menyingkirkan batu itu," kata raja. Banyak kenalan raja yang melihat batu besar itu sambil menggerutu. Tetapi anehnya mereka tidak mau berusaha menyingkirkan batu tersebut.
  Kemudian ada seorang petani miskin yang baru saja memetik sayuran dari kebunnya datang hendak melewati jalan itu. Tanpa disuruh, petani miskin itu menurunkan bakul besar berisi sayuran dan dengan susah payah ia mendorong batu itu sendirian. Akhirnya batu itupun tersingkir, namun ia terkejut karena melihat sebuah kantung hitam di tempat di mana batu tadi berada. Penasaran ia membuka kantung tersebut dan melihat ada begitu banyak uang emas di dalamnya. Selain itu ia menemukan sepucuk surat dari raja yang berbunyi, "Yang berhak memiliki uang emas ini hanyalah dia yang berhasil menyingkirkan batu besar di tengah jalan ini." Petani tersebut belajar bahwa dalam setiap kesulitan atau rintangan tersimpan kesempatan yang bisa memperbaiki kehidupannya.
  Jika saat ini ada kesulitan dalam bentuk apapun yang sedang menghadang di depan kita, jangan menyerah dan berpikir bahwa semua harapan kita akan berakhir karena kesulitan itu. Hadapilah semuanya dengan mata yang terus tertuju kepada Yesus. Percayalah bahwa apa pun yang Tuhan izinkan terjadi, akan membawa berkat dan kebaikan bagi kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, ajarilah aku untuk bersyukur atas setiap kesulitan yang menghadang jalan hidupku. Aku percaya ada berkat di balik semuanya itu. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
Aku Hanya Seorang Pelayan Tuhan
(RD Josep Susanto)

Sabtu pertama di bulan September ceria, 1 Sept 2018, dibuka dengan sebuah permenungan luar biasa dari seorang soko guru Gereja, yaitu Paulus.

Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, Paulus memberi pembelakan yang luar biasa, sebuah cara pandang, sebuah semangat untuk memasuki Bulan Kitab Suci Nasional ini.

Coba kita baca apa yang Paulus tulis dalam suratnya itu:

"Ingat saja,
saudara-saudara,
bagaimana keadaan kamu,
ketika kamu dipanggil:
menurut ukuran manusia
tidak banyak orang yang bijak,
tidak banyak orang yang berpengaruh,
tidak banyak orang yang terpandang.

Tetapi
apa yang bodoh bagi dunia,
dipilih Allah
untuk memalukan orang-orang yang berhikmat,
dan apa yang lemah bagi dunia,
dipilih Allah
untuk memalukan apa yang kuat,
dan apa yang tidak terpandang
dan yang hina bagi dunia,
dipilih Allah,
bahkan apa yang tidak berarti,
dipilih Allah
untuk meniadakan apa yang berarti,
supaya jangan ada
seorang manusiapun
yang memegahkan diri
di hadapan Allah. (1Kor 1:26-29)
-----------

Kesombongan adalah awal dari kejatuhan manusia,
Kesombongan adalah racun bagi jiwa,
Dengan kesombongannya,
manusia haus untuk dihargai, menjadi tamak, menjual mahal harga dirinya, dan tidak jarang merendahkan orang lain agar seolah dirinya lebih hebat.

Maka dari itu,
Kepada seluruh pembaca Kitab Suci, termasuk para pengajar, bahkan pewarta Firman, orang-orang yang telah dipilih olehNya, kiranya penting untuk mempunyai kesadaran bahwa:

"Aku hanyalah pelayan Tuhan".

Pelayan berarti mau capek, mau berkorban, rendah hati, kadang tidak dihargai, bahkan kadang direndahkan, tidak dianggap penting oleh manusia bahkan seringkali juga dianggap tidak ada.

Dalam hal itu kita pun harus mempunyai suka cita, bahagialah kita yang direndahkan karena kita akan ditinggikan, karena Allah lah yang kita layani, bukan manusia.

Selamat hari Sabtu pertama,
Tuhan Yesus memberkatimu Saudaraku.
Salam Damai Kristus
Sabtu, 1 September 2018
Pekan Biasa XXI

1Kor. 1:26-31;
Mzm. 33:12-13,18-19,20-21;
Mat. 25:14-30.

"Masing-masing menurut kesanggupannya"

Tuhan tidak pernah sewenang-wenang. Ia sangat mengenal kita, bahkan Ia lebih mengenal kita daripada kita mengenal diri kita sendiri. Itulah makanya, tidak seorang pun di antara kita yang diberi-Nya serba sama dalam segala hal. Sebab, Ia memberikan kepada kita masing-masing menurut situasi dan kesanggupan kita. Maka, kita harus membuang jauh-jauh sikap iri hati terhadap siapa pun. Kita seringkali mudah merasa iri terhadap hal baik. Di satu sisi, kalau orang lain mendapatkan anugerah, talenta atau rejeki lebih banyak, kita iri. Di sisi lain, kalau ada orang lain yang menyumbang, berderma, atau memberi lebih banyak, kita juga iri. Nah, iri hati ini biasanya tidak berhenti pada iri saja tetapi berlanjut pada kejahatan yang lain mulai dari berparasangka buruk, menuduh, menfitnah, dll. Maka, kita harus sungguh-sungguh berusaha keras untuk membebaskan diri dari iri hati ini. Tuhan memberi kepada kita sesuai kesanggupan kita dan kita memberi juga sesuai kesanggupan kita. Selain itu, jangan pernah pula kita membandingkan apa yang Tuhan anugerahkan kepada kita dengan apa yang dianugerahkan-Nya kepada orang lain. Apa pun yang Tuhan anugerahkan kepada kita, syukurilah, perliharalah, gunakanlah dan kembangkanlah sebaik-baiknya. Jangan sampai anugerah dan talenta yang Tuhan berikan pada kita, hanya kita sia-siakan atau kita sembunyikan saja. Kita tidak perlu takut untuk mengembangkan talenta kita, termasuk tidak perlu takut kalau suatu saat harus gagal atau rugi. Bagi para orangtua yang dianugerahi lebih dari satu anak, jangan pernah membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya. Masing-masing oleh Tuhan diberinya anugerah dan talenta yang khas, sesuai kesanggupan dan situasinya. Maka, setiap anak harus diajak untuk mensyukuri talenta yang Tuhan berikan sekaligus didukung, dibantu dan diberi kesempatan untuk mengembangkan anugerah dan talentanya masing-masing supaya dapat berkembang secara optimal. Jangan sampai ada rasa takut dalam diri anak untuk mengembangkan talentanya lalu malah hanya menyembunyikannya sehingga tidak berkembang.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk mensyukuri dan mengembangkan seoptimal mungkin apa pun yang Kauanugerahkan kepada kami, tanpa pernah kami merasa iri hati terhadap apa yang Kauanugerahkan kepada orang lain. Amin. -agawpr-

Salam Damai Kristus

*PERGUMULAN HIDUP*              
Hidup manusia bagaikan roda yang berputar; kadang naik..., kadang turun..., kadang di atas..., kadang di bawah...
Terkadang diliputi dengan sukacita dan kebahagiaan, tetapi kadang harus menghadapi tantangan dan pergumulan.
Begitulah seterusnya....
Dalam kondisi yang demikian,  biasanya kehadiran Tuhan sangat kita butuhkan, terutama  pada saat kita sedang menghadapi kesesakan.  
Pada saat seperti itu, doa yang kita panjatkan biasanya lebih terfokus.., lebih serius.. dan lebih ber-sungguh2.
Hal itu sangat jauh berbeda, pada waktu hati kita dalam keadaan yang bersukacita; Doa yang kita panjatkan seakan secepat kilat saja, hanya sebatas kata-kata  dan terkesan biasa-biasa saja.
Namun kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena walaupun demikian keadaannya, tetapi Dia tetap memperhatikan kesesakan kita, menjawab doa kita, dan selalu memberikan yang terbaik bagi kita.
Kiranya hal itu akan membuat kita lebih mengasihi dan mencintai-Nya 🙏
Salam Damai Kristus

I place my family...
Our Father...
GOD, thank u...
Let it hurt...
Tinggalkan pikiran...
Your reminders...
There's a special place...
Menjadi ibu adalah...
Kesalahan terbesar...
Love n light...
Kemanapun aku melangkah...
Whatever you ask...
HIDUP YANG MENGHASILKAN BUAH

BACAAN
1Kor 1:26-31 – “Yang lemah dan tak berdaya dipilih Allah”

Mat 25:14-30 – “Karena engkau setia memikul tanggung-jawab dalam perkara kecil, masuklah ke dalam kebahagiaan tuanmu”

RENUNGAN
1.Talenta merupakan harta kekayaan Kerajaan Allah yang diberikan kepada setiap orang sesuai dengan kemampuannya. Tuhan memberi talenta yang kita perlukan untuk menghasilkan buah-buah bagi Kerajaan Allah, dan Allah mengharapkan kita bertanggungjawab atas talenta tersebut.

2.Hamba yang menggandakan talenta pemberian Tuhan memahami tujuan hidup mereka. Ia selalu murah hati, hidup berbagi, dan penuh kasih. Dan ia menerima hadiah dari Allah dan tanggungjawab yang lebih besar. Masing-masing dari kita juga diberi kesempatan untuk hidup dengan menggunakan talenta yang kita terima demi kemuliaan Allah dan membantu menyelamatkan jiwa orang lain. Setelah seharian kita bekerja, yakinkan diri kita bahwa Tuhan berkata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hamba yang baik dan setia.”

3.Kita sering membandingkan diri dengan orang lain: orang lain diberi banyak, kita diberi sedikit. Ini menjadi alasan untuk malas menghasilkan buah-buah Kerajaan Allah. Allah tidak mengharapkan laba lima talenta kepada orang yang diberi satu talenta. Tetapi hamba yang malas lebih mengutamakan egoisme, cinta diri dan kemalasannya. Kita harus berketetapan untuk menggunakan talenta pemberian Allah dengan bijaksana agar menghasilkan buah berlipat.

MS,1.9.18, klik www.berkat.id

Salam Damai Kristus
Malam telah lewat...
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu,01 September 2018

1Kor 1:26-31
Mzm 33:12-13,18-21
Mat 25:14-30

BELAJAR SETIA!

...engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara besar.  Mat 25:21

Awal keterlibatan saya dalam persekutuan doa adalah saat saya masih kuliah di salah satu yayasan Katolik. Persekutuan doa selalu diadakan pada hari Minggu siang di Kampus.

Ketika itu mereka mengadakan Seminar Hidup Dalam Roh (SHDR), dan kami yang beragama Katolik diwajibkan mengikutinya. Sesudah retret tersebut, ada dorongan dalam hati saya untuk hadir dalam persekutuan doa setiap Minggu siang.

Dari hanya menjadi umat, lama-kelamaan mulai diberi tugas untuk menulis lirik lagu yang akan ditampilkan dengan OHP. Apapun tugas yang diberikan tidak pernah saya tolak dan saya jalani dengan penuh sukacita. Hal ini ternyata menjadi kesempatan bagi saya untuk mengembangkan potensi yang saya miliki. Saya sungguh bersyukur Tuhan mempercayakan perkara-perkara kecil terlebih dulu kepada saya.

Dalam dunia kerjapun, Tuhan mendidik saya untuk setia dalam perkara-perkara kecil terlebih dulu. Meski awalnya saya tidak suka, tapi saya belajar untuk menjalaninya dengan sukacita. Hingga akhirnya Tuhan mempercayakan yang lebih besar kepada saya.

Tuhan mengajar kita untuk terlebih dulu setia dalam perkara kecil, hingga suatu saat nanti, Tuhan akan mempercayakan perkara-perkara besar. Beranikan diri dan tetap berharap, serta percaya kita pasti dimampukan saat menghadapi perkara besar. (Ar)

Apakah saya setia dalam setiap perkara yang terjadi dalam hidup?

Salam Damai Kristus
Doa Hari Sabtu

01 Sept’ 2018

By : Team Moderator DSM

Tuhan Yesus,

Terima kasih untuk hari yang baru,
bulan yang baru ini.
Sungguh semata karena anugrah dan kasihMu
kami masih boleh menikmati hari - hari
dan pergantian bulan di bumi yang kami tinggali ini.

Terima kasih Tuhan karena sepanjang
awal januari sampai awal september ini,
penyertaanMu, pertolonganMu selalu ada untuk kami,
tak kurang sedikitpun jua.
Banyak sudah kejadian yang kami alami
selama 8 bulan ini, senang dan duka silih bergantian,
dan kami menikmati semuanya ini sebagai bagian
dari kehidupan kami, sebagai bagian dari
pembentukan yang Engkau lakukan agar kami
semakin dewasa di dalam iman kami kepadaMu.

Kini Tuhan,
kami ingin sejenak duduk diam di hadapanMu.
Tolong kami untuk merenungkan akan apa saja
yang sudah kami kerjakan selama delapan bulan ini,
apakah waktu - waktu kami banyak yang terbuang percuma
ataukah kami sudah manfaatkan dengan bijaksana.
Apakah setiap pekerjaan yang kami lakukan
sudah menjadi berkat bagi sesama kami ataukah
malah menjadi batu sandungan.
Apakah tutur kata, sikap dan perbuatan kami
sudah menyenangkan hatiMu ataukah kami masih harus
banyak belajar lagi.
Tolonglah kami agar sungguh - sungguh merenungkan ini semua,
dan terangilah kami dengan Roh KudusMu agar
jika ada sesuatu yang salah yang masih harus kami perbaiki,
Engkau menunjukkannya kepada kami,
dan membimbing kami untuk hidup lebih baik lagi,
dan mengisi waktu - waktu di depan kami dengan lebih
bijaksana, dan tetap memprioritaskan Engkau di dalam
kehidupan kami.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin.

Salam Damai Kristus
Kitab Suci: Minyak yang Tidak Pernah Habis.
(RD Josep Susanto)

Kisah tentang 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana yang diceritakan Yesus dalam Bacaan Injil Mat 25:1-13, tanggal 31 Agustus 2018, hari ini adalah sebuah penjelasan Yesus tentang pengajaranNya tentang hari kedatangan Tuhan.

Dalam sebuah kisah yang sangat indah, Tuhan Yesus menggambarkan sebuah ajakan untuk berjaga-jaga menanti hari Tuhan yang tidak datang-datang dalam sebuah cerita yang sangat hidup.

Sepuluh gadis yang menanti-nanti mempelai laki-laki dalam Injil hari ini sebenarnya adalah teman-teman dari mempelai perempuan.

Tugas mereka adalah menyambut datangnya mempelai laki-laki, dengan tarian dan mengajaknya masuk dan bertemu mempelai perempuan.

Pertanyaan yang cukup menggelitik kita sebagai pembaca adalah mengapa mempelai laki-laki tidak datang-datang atau mengapa ia datang saat larut malam.

Dalam tradisi Yahudi, sebelum menikah, ada tawar menawar tentang "besaran mahar" antara keluarga laki-laki dengan keluarga perempuan.

Kadang tawar menawar itu berlangsung cepat, tetapi sering kali juga prosesnya berjalan alot, apalagi kalau pihak perempuan berasal dari suku yang berbeda atau status sosial yang lebih tinggi.

Inilah yang sangat mempengaruhi datangnya mempelai laki-laki, yang akhirnya dalam kisah Yesus, mempelai laki-laki datang tengah malam ketika gadis-gadis penyambut sudah tidur dan sebagian sudah kehabisan minyak dalam buli-buli mereka.

Dari kisah di atas kita memperoleh sebuah inspirasi tentang kapan hari Tuhan datang.

Jawabannya adalah tergantung sepenuhnya pada kehendak dan rencana Tuhan. Tuhan punya cara, alasan dan kehendak yang tidak sepenuhnya kita mengerti sekarang.

Yang terpenting seperti yang Yesus ajarkan adalah sikap berjaga-jaga, senantiasa membekali diri dengan "minyak" yang cukup hingga saatnya hari itu datang.

Gadis-gadis itu adalah GEREJA, Gereja adalah kita, yang setia menanti kedatangan Kristus yang kedua. Gereja dan seluruh anggotanya membutuhnya minyak.

Minyak itu adalah bahan bakar yang bisa habis dalam perjalanan. Maka harus segera diperbaharui sebelum minyak itu betul betul habis.

Dalam kisah ini minyak bisa diartikan dengan semangat, jiwa, roh, inspirasi, yang menghidupi Gereja sampai akhir jaman.

Dengan minyak, sebuah lampu bisa menerangi dunia. Tanpa minyak, jangankan menolong dunia, Gereja sendiripun akan terseok-seok, jatuh dan terluka.

Yang menarik dari minyak, apapun jenis minyak itu, dihasilkan dalam proses yang sangat panjang dan rumit.

Minyak harus diolah terlebih dahulu, dicari dulu, digali dulu. Demikian pula pencarian Gereja terhadap minyak untuk energi dari segala gerak dan kehidupannya.
Firman Tuhan dalam Kitab Suci pun bisa berfungsi sebagai minyak untuk kehidupan kita dalam menantikan kedatangan Tuhan.

Kitab Suci akan menjadi minyak yang tidak pernah habis dan kering, kalau dibaca, dipelajari, digali, dihayati dan dihidupi.

Ayo, besok saya tunggu ya di pertemuan BKSN 2018 di lingkungan-lingkungan Anda masing-masing. 😁

Salam Damai Kristus
Sabtu, 01 September 2018
*PERCIKAN HATI*❤

🌟Mutiara Iman

*YESUS PENOLONG YANG SEJATI*

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yoh. 15:13)

Ada seorang pemuda jatuh di dalam lubang yang dalam. Ia berteriak minta tolong sekeras-kerasnya agar orang lain mendengar teriakannya.

Seorang pemuda lainnya lewat dan mendengar teriakan minta tolong dari lubang itu. Ia melihat ke bawah, dan sedikit menertawakannya sambil berkata, “Kamu seperti orang bodoh saja, memangnya kamu berjalan pakai mata atau tidak.” Lalu pemuda itu pergi meninggalkannya.

Kemudian lewatlah pemuda yang lainnya dan mendengar teriakan minta tolong dari lubang tersebut. Ia melihat ke bawah, dan berkata, “Kasihan kamu, tunggu aku akan mencari bantuan untuk mengeluarkanmu dari lubang itu.” Pemuda itu pergi dengan alasan ingin mencari bantuan. Alhasil ia dan bantuan yang dicarinya tak kunjung datang.

Seorang pejalan kaki, entah dia itu siapa dan dari mana, lewat dan mendengar teriakan minta tolong dari pemuda dalam lubang itu. Ia melihat ke bawah dan langung bergerak cepat melompat masuk ke dalam lubang itu serta mempersilahkan pemuda itu memanjat dan berdiri di atas pundaknya. Akhirnya pemuda itu selamat dan keluar dari lubang itu.

Sahabat, kita mungkin pernah dikhianati oleh orang lain, dilukai oleh orang lain, ditinggalkan oleh orang lain, dan mendapatkan janji palsu dari orang lain. Namun, percayalah Yesus tidak akan pernah mengkhianati kita, melukai, meninggalkan, dan memberikan janji palsu kepada kita. Sebaliknya, Ia akan selalu bersama-sama dengan kita, menemani, menopang, melindungi, dan  membantu kita menuju pada kesempurnaan sejati bersama Dia dalam Kerajaan Surga.

Salam Damai Kristus

Kamis, 30 Agustus 2018

"Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya."
Yes 26 :3

Kata percaya bisa juga diterjemahkan menjadi
"pikirannya tertuju pada ".
Mengarahkan hati & pikiran kepada Tuhan dpt dikembangkang melalui latihan -latihan rohani,  seperti berdoa& merenungkan Firman Tuhan.
Maka,  Tuhan berjanji mengaruniakan ketenangan & kedamaian bagi org yg menjalankannya.

Kita tdk dpt mengontrol sepenuhnya keadaan
Lingkungan di sekitar kita.
Masalah & konflik-mukai dari yg sepele sampai yg benar-benar parah - dpt muncul silih berganti.

Namun di tengah semua itu,  kita dpt tetap memiliki ketenangan bathin saat mengarahkan pikiran kd Tuhan.
Firman Tuhan mungkin tdk mencantumkan secara detail,  apa langkah konkret yg mesti kita ambil.

Namun kekuatan dan damai sejahtera  akan kita rasakan , jika mengarahkan pikiran pada Tuhan dgn mendekat kpd Allah lewat firmannya.

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 31 Agustus 2018

Bacaan: Mazmur 119:97 "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."

Renungan:
  Ketika ada seseorang yang bertobat dan mulai menghadiri ibadah di gereja, seseorang meletakkan tangan di atas bahunya sambil berkata, "Anak muda, ada tiga aturan yan dapat aku berikan kepadamu dan jika engkau berpegang pada peraturan itu maka engkau tidak akan kembali pada kehidupanmu yang lama. Ambillah waktu paling sedikit 15 menit setiap hari untuk mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepadamu, 15 menit untuk berbicara kepadaNya dan 15 menit untuk berbicara kepada orang lain mengenai Dia." Sejak hari itu dan hari-hari selanjutnya, ia melakukan ketiga aturan yang diberikan kepadanya dengan tekun. Ia memulai setiap hari dengan bersaat teduh dan membaca firman Tuhan sehingga ia mendapatkan petunjuk dan penghiburan dari Tuhan setiap hari.
  Jika kita memerhatikan 3 aturan di atas, maka kita dapat menyimpulkannya dalam tiga hal yaitu, membaca Alkitab, berdoa dan bersaksi. Tuhan rindu menyampaikan banyak hal kepada kita melalui firmanNya. Hubungan yang erat denganNya akan menolong dan memampukan kita menghadapi kehidupan ini dengan ketabahan, kekuatan dan keyakinan yang diperbaharui setiap hari.
  Seberapa jauh kita telah belajar mendisiplinkan diri dalam hal berdoa dan membaca firman Tuhan? Sudahkan kita menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan kasihNya? Alangkah baiknya jika kita selalu menyediakan waktu untuk membicarakan kasih Tuhan kepada orang lain sehingga mereka pun diberkati dan dapat mengenal Yesus. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, bantulah aku agar aku dapat mendisiplinkan diri untuk mulai membaca firmanMu, berdoa dan bersaksi tentang kemuliaan namaMu. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
Jumat, 31 Agustus 2018
Hari Biasa XXI
1Kor. 1:17-25; Mzm. 33:1-2,4-5,10ab,11; Mat. 25:1-13

"Gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka" (Mat 25,4)

Kita semua tahu bahwa persediaan minyak itu mutlak penting supaya sebuah pelita tetap dapat menyala dan menjadi penerang. Demikian pula supaya kita tetap mempunyai nyala dalam hidup sehingga hidup kita tetap terang dan bisa membawa terang bagi orang lain, kita harus selalu mempunyai persediaan minyak. Dari mana dan bagaimana kita mendapatkannya? Tuhan selalu menyedikan minyak yang membuat hidup kita terus bernyala terang dan mampu menerangi lingkungan sekitar. Maka, dapatkan selalu stock minyak itu melalui doa, membaca dan merenungkan Kitab Suci, pertemuan bersama untuk pendalaman iman (sebentar lagi BKS), Ekaristi, devosi, adorasi, dll.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang bijaksana, yang selalu datang kepada-Mu untuk menimba minyak dari-Mu sehingga hidup kami terus bernyala terang dan mampu menerangi sesama kami. Amin. -agawpr-

Salam Damai Kristus
Seorang pemenang akan...
TUHAN tidak selalu...
*PERCIKAN HATI*❤
Jumat, 31 Agustus 2018

🌟Mutiara Iman

*KEBAHAGIAAN DI BALIK RASA SYUKUR*

“Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.” (Mazmur 86:12)

Rasa puas menjadi hal yang sulit dirasakan oleh manusia pada umumnya. Kendati demikian, bukan karena manusia tidak bisa merasa puas, tapi karena manusia sulit menerima kenyataan tentang dirinya dan sulit untuk mensyukuri semua yang ia miliki. Alhasil, jika terus-terusan merasa ada yang kurang, dan tidak menerima kenyataan terhadap diri sendiri, maka sampai kapan pun hidup kita menjadi tidak bahagia.

Sahabat, cobalah untuk mensyukuri dan menikmati apa yang Tuhan telah berikan kepada kita. Jika kita memiliki pekerjaan, maka bekerjalah dengan sebaik mungkin. Jika kita memiliki pasangan, keluarga, teman, kenalan, maka sayangilah dan perlakukanlah mereka dengan baik.

Demikian juga, bagaimana diri Anda saat ini, terimalah segala kekurangan yang ada di dalam diri Anda, agar Anda pun bisa dengan penuh syukur dan sukacita menjalani hidup ini dengan baik. Dengan kata lain, semakin kita menghargai diri kita sendiri, maka semakin pula kita belajar bagaimana menghargai orang lain layaknya kita menghargai diri kita sendiri.

Jika hal ini terus kita lakukan dalam hidup keseharian kita, maka percayalah kebahagiaan akan terus menyelimuti hidup kita. Karena kebahagiaan yang sesungguhnya tentu tak lepas dari rasa syukur kita kepada Allah.

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

KRISTUS YANG DISALIBKAN
31 Agustus 2018

“Tetapi kami memberitakan Kristus yang DISALIBKAN” (1Kor 1:23)

Lectio
1 Kor 1:17-25; Mzm 33:1-2,4-5,10ab, 11; Mat 25:1-13

Di suatu reuni SMA, Lukman bertemu dengan teman-temannya sambil membawa mobil mewah.”Gile Man, mobilmu cetar!” Kata Alex. “Iya makanya kita mesti PANDAI dan KAYA supaya dipandang orang.” Jawab Lukman yang kebetulan sedang memandang Freddy yang seorang Frater. “Nah kalau Freddy dari jaman dulu memang bakal jadi Pastor” katanya lagi.
Lima tahun kemudian, ketika mereka sedang bereuni lagi, mereka berkumpul tetapi tanpa Lukman. Lalu seseorang memberitahukan bahwa Lukman sedang di rumah sakit.
Lalu segeralah mereka datang ke rumah sakit. Setelah sampai, mereka mengetahui bahwa Lukman mencoba bunuh diri. “Teman-teman, saya MALU dengan apa yang terjadi dengan saya. Bisnis saya hancur, saya malu dan tidak bisa menghadapi dunia ini lagi.” Kata Lukman sambil menangis.
Kemudian Freddy yang sudah menjadi Pastor berkata:”Man.. pandanglah Salib ini. Tuhan kita berjuang dan berkorban untuk MENYELAMATKAN supaya kita mendapatkan HIDUP. Kamu juga harus memiliki kekuatan dari Salib Kristus, supaya kamu bisa menjadi semakin berhikmat dalam menjalani hidup ini”. Mendengar hal itu, Lukman pun memeluk Pastor Freddy sambil berkata:”Iya Romo.. saya berdosa!”

Dalam suratnya kepada umat di Korintus, St Paulus berkata:”Sebab yang bodoh dari Allah lebih BESAR hikmatnya daripada manusia dan yang lemah dari Allah lebih KUAT daripada manusia”

Pemberitaan SALIB KRISTUS  memberikan HIKMAT dan KEKUATAN.

Oratio
Ya Yesus, Salib-Mu adalah kekuatan kami. Amin

Missio
Marilah kita mewartakan Kristus yang memberikan kekuatan kepada kita.
Have a Blesed Friday.
Doa Hari Jumat

31 Agst' 2018

By : Team Moderator DSM

Tuhan Yesus,

Pada saat kami mengalami badai
di dalam kehidupan kami, entah itu berupa
sakit penyakit, bencana alam, kehilangan orang yang
kami kasihi, perceraian, dikhianati, dan hal - hal
lainnya yang membuat kami sedih dan terguncang,
tolonglah kami untuk duduk diam di kakiMu Tuhan.

Biarkanlah kami menangis di dalam pelukanMu Tuhan,
melepaskan segala emosi dan beban berat yang ada
di hati kami. Dan setelah itu, bimbinglah kami
untuk tenang di hadapanMu, untuk mendapatkan
penghiburan dan kekuatan daripadaMu.
Terangilah pikiran kami agar tetap dapat berpikir jernih,
dan berbicaralah kepada kami dengan suaraMu
yang lemah lembut;
berilah hikmat kepada kami agar kami mengerti
akan maksud dan kehendakMu melalui semua yang
kami alami ini.

Kami tidak ingin menjadi patah arang,
kehilangan semangat dan harapan,
kami ingin tetap berharap kepadaMu Tuhan,
karena kami percaya Engkaulah Tuhan, Allah kami
yang sangat mengerti diri kami, dan Engkau
tidak pernah membiarkan kami dicobai melampaui
kekuatan kami.
Engkau menjanjikan akan jalan keluar kepada kami,
sehingga setiap masalah dapat kami tanggung di dalam
Engkau, Sumber kekuatan dan pertolongan kami.

Kuatkanlah lutut kami yang lemah ya Tuhan.
Setelah kami berduka sesaat, bangkitkanlah kami kembali
Tuhan, topanglah kami agar tetap berjalan
melangkah seturut kehendak dan rencanaMu.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Jumat, 31 Agustus 2018

1Kor 1:17-25
Mzm 33:1-2,4-5,10-11
Mat 25:1-13

BIJAKSANA ATAU BODOH

_Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.  -- Mat 25:3-4_

Beberapa tahun lalu kami sekeluarga pergi ke Malang. Karena belum pernah ke sana, maka jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan semuanya. Mulai dari rute perjalanan, tempat menginap, tempat wisata yang akan dikunjungi, dan tidak ketinggalan daftar kuliner favorit di daerah tersebut. Semua dipersiapkan agar jangan ada yang ketinggalan dan mengganggu perjalanan. Karena semuanya sudah dipersiapkan dengan rapi, kami bisa menikmati perjalanan dan acara kami dengan sukacita.

Perikop Injil hari ini menceritakan lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh yang sedang menantikan kedatangan mempelai. Kesepuluh gadis ini membawa pelita, tapi hanya lima yang membawa minyak. Karena tidak membawa minyak, lima gadis bodoh harus pergi mencari penjual minyak. Ketika mereka pergi, mempelai datang, sehingga mereka tidak dapat ikut masuk.

Saya merenungkan, jika untuk jalan-jalan saja saya mempersiapkan semuanya dengan rapi, bagaimana dengan persiapan saya dalam menantikan kedatangan Tuhan? Tuhan bisa datang kapan saja.  Apakah saya siap untuk menyambut kedatangan-Nya kapanpun juga? (Dn)

Salam Damai Kristus
Santo-Santa
31 Agustus

Santo Raymundus Nonnatus, Pengaku Iman

Julukan ‘Nonnatus’ yang berarti ‘Yang tidak dilahirkan’ sertamerta menunjukkan kepada kita bahwa ada suatu keanehan seputar kelahiran Raymundus. Memang Raymundus tidak lahir seperti biasanya. Ibunya meninggal dunia karena sakit keras selagi Raymundus masih ada dalam kandungan. Demi menyelamatkan dia, dokter terpkasa melakukan operasi terhadap ibunya yang sudah tidak bernyawa lagi. Dokter berhasil mengeluarkan dia dari rahim ibunya. Karena itulah, ia dijuluki ‘Nonnatus’.

Raymundus lahir di Portello Katalonia, Spanyol pada tahun 1204. Ayahnya seorang bangsawan dari keluarga Sarrois yang disebut juga keluarga Segers. Meskipun berdarah bangsawan, namun keluarganya hidup miskin dan serba berkekurangan. Raymundus mengalami kegetiran hidup selama masa mudanya. Meskipun terlilit kemiskinan, ia tetap riang. Dalam doa dan imannya yang teguh, ia menyerahkan hidupnya kepada penyelenggaraan ilahi Allah. Dalam situasi sulit ini, ia mengatakan keinginannya untuk menjadi seorang biarawan. Ayahnya tidak merestui dan menyuruh dia mengusahakan kebun mereka yang terletak jauh dari kampung halaman dengan maksud agar dia melupakan cita-citanya itu. Namun usaha sang ayah tidak berhasil. Sebaliknya Raymundus lebih mempunyai waktu untuk berdoa dan merenung.

Setelah mengalami banyak kesulitan, ia diterima oleh Santo Petrus Nilaskus dalam tarekat Marcederian. Ordo ini didirikan pada tahun 1256 dengan tujuan pokok ialah membebaskan para budak dan tawanan yang beragama Kristen dari tangan-tangan orang Islam. Mula-mula Raymundus bekerja di Barcelona selama 3 tahun. Kemudian ia diutus ke Aljair, Afrika Utara untuk menebus para budak dan tawanan Kristen dari tangan orang-orang Islam. Ia membawa banyak uang untuk menebus mereka. Namun uang itu ternyata tidak mencukupi. Karena itu ia dengan sukarela menyerahkan diri sebagai pengganti para budak dan tawanan itu. Ia bekerja keras sambil mewartakan Injil Kristus dan mengajar agama. Kegiatannya ini menimbulkan amarah besar di kalangan para majikan dan mandor, karena ajarannya dianggap sangat merugikan mereka.

Raymundus dipenjarakan selama 8 bulan dengan siksaan yang berat. Bibirnya dilubangkan dan dikunci sehingga tidak bisa lagi mengajar orang banyak. Untunglah bahwa uang tebusan baginya segera tiba, sehingga ia dapat segera dibebaskan dan bisa kembali ke Spanyol. Disana ia mendapat kabar bahwa Paus Gregorius IX sangat terharu dan kagum akan ketabahan dan keberaniannya mewartakan injil Kristus kepada orang-orang Islam. Paus mengangkatnya menjadi Kardinal dan mengundangnya datang ke Roma. Tetapi rupanya Tuhan sudah puas dengan jasa-jasanya. Sementara ditengah perjalanan, ia jatuh sakit dan menghembuskan nafasnya di Cardona, dekat Barcelona. Raymundus meninggal dunia pada tahun 1240. Ia dihormati sebagai pelindung para ibu yang akan melahirkan.

Sumber : www.imankatolik.or.id

Rabu, 29 Agustus 2018


*ANDA SEDANG GALAU ???*
Dalam menjalani kehidupan di dunia ini ada saja kejadian2 yg seringkali bisa menghilangkan damai sejahtera, sehingga hati kita menjadi kacau balau yg lebih nge-trend dengan istilah GALAU ....
Kata2 atau perlakuan yg tidak kita harapkan..., kita sudah berbuat baik kepada orang, tetapi dibalas dengan air tuba..
Boss di kantor yg bisanya hanya marah2..., anak yg sudah susah payah dibesarkan, kini susah diatur dan suka melawan...
Barang2 yg sangat kita sayangi tiba2 rusak atau hilang..., dan masih banyak lagi hal2 yg membuat hati yg semula tenang berubah menjadi Galau....
Sebetulnya kedamaian yg sudah kita miliki harus tetap dijaga, jangan sampai dirusak oleh kejadian2 yg tidak menyenangkan...
Hidup dalam keadaan yg tidak damai sejahtera sangatlah MENYIKSA..., tetapi anehnya kebanyakan orang lebih memilih untuk kehilangan kedamaian, dan terus hidup dalam kegalauan....
Kalau saat ini kita sedang berada dalam ketidaktenangan, jangan mau ber-lama2 dijajah oleh situasi yg merugikan itu....
Nyatakanlah semua masalah itu kepada Tuhan.., ceritakanlah semua uneg2 yg sedang berkecamuk itu kepada-Nya...
Jangan disisakan sedikit pun juga.., maka kedamaian itu akan bersemi kembali...
Because GALAU mean :
*G* od
*A* lways
*L* istening
*A* nd
*U* nderstanding 🙏
Salam Damai Kristus











Jika kamu mengejar berkat...
Tetaplah mengucap syukur...
Seberangi masalah kehidupan...
TUHAN yang mampu...
Hati yang menyayangi...
O Bunda Maria...
"sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar"
"dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,"
2 Timotius2: 24-25

Dalam hidup, kita perlu bersabar menghadapi
Org yg sedang melawan kehendak Tuhan.

Selama seseorang  masih diberikan kesempatan oleh Tuhan utk bertobat, maka kita pun perlu menerimanya dgn kasih.
Penghakiman yg kita tunjukkan hanya akan
Menyudutkan, bahkan menghalangi kuasa Tuhan bekerja dan menutup  kesempatan baginya.
Sebaliknya, keramahan & kasih yg tulus membuka ruang & peluang bagi pertobatan.
Tuhan sengaja turun ke dunia  agar manusia  berdosa punya  peluang utk bertobat.
Dia membuka pintu kesempatan .
Tunjukkan kesabaran & keramahan agar pintu- pintu kesempatan terbuka.
Salam Damai Kristus