Jumat, 31 Agustus 2018

Aku Hanya Seorang Pelayan Tuhan
(RD Josep Susanto)

Sabtu pertama di bulan September ceria, 1 Sept 2018, dibuka dengan sebuah permenungan luar biasa dari seorang soko guru Gereja, yaitu Paulus.

Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus, Paulus memberi pembelakan yang luar biasa, sebuah cara pandang, sebuah semangat untuk memasuki Bulan Kitab Suci Nasional ini.

Coba kita baca apa yang Paulus tulis dalam suratnya itu:

"Ingat saja,
saudara-saudara,
bagaimana keadaan kamu,
ketika kamu dipanggil:
menurut ukuran manusia
tidak banyak orang yang bijak,
tidak banyak orang yang berpengaruh,
tidak banyak orang yang terpandang.

Tetapi
apa yang bodoh bagi dunia,
dipilih Allah
untuk memalukan orang-orang yang berhikmat,
dan apa yang lemah bagi dunia,
dipilih Allah
untuk memalukan apa yang kuat,
dan apa yang tidak terpandang
dan yang hina bagi dunia,
dipilih Allah,
bahkan apa yang tidak berarti,
dipilih Allah
untuk meniadakan apa yang berarti,
supaya jangan ada
seorang manusiapun
yang memegahkan diri
di hadapan Allah. (1Kor 1:26-29)
-----------

Kesombongan adalah awal dari kejatuhan manusia,
Kesombongan adalah racun bagi jiwa,
Dengan kesombongannya,
manusia haus untuk dihargai, menjadi tamak, menjual mahal harga dirinya, dan tidak jarang merendahkan orang lain agar seolah dirinya lebih hebat.

Maka dari itu,
Kepada seluruh pembaca Kitab Suci, termasuk para pengajar, bahkan pewarta Firman, orang-orang yang telah dipilih olehNya, kiranya penting untuk mempunyai kesadaran bahwa:

"Aku hanyalah pelayan Tuhan".

Pelayan berarti mau capek, mau berkorban, rendah hati, kadang tidak dihargai, bahkan kadang direndahkan, tidak dianggap penting oleh manusia bahkan seringkali juga dianggap tidak ada.

Dalam hal itu kita pun harus mempunyai suka cita, bahagialah kita yang direndahkan karena kita akan ditinggikan, karena Allah lah yang kita layani, bukan manusia.

Selamat hari Sabtu pertama,
Tuhan Yesus memberkatimu Saudaraku.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar