Selasa, 30 April 2019

Percikan Nas
Rabu, 01 Mei 2019
St. Yusuf Pekerja
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan
Kis. 5:17-26; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Yoh. 3:16-21. BcO Why. 2:12-29.

Bacaan Injil:
16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Memetik Inspirasi:
Hari ini tanggal 1 Mei. Bagi para buruh ini disebut hari buruh. Bagi Gereja Katolik merupakan peringatan St. Yusup Pekerja. Pada tanggal ini pula kita memasuki bulan Maria. Aneka kegiatan yang menyangkut buruh, pekerjaan dan devisi kepada bunda Maria pun dilakukan.
Bulan ini pun menjadi kesempatan bagi kita untuk kembali kepada jalan terang Tuhan dalam tuntunan doa dan terang St. Yusup dan Bunda Maria. Masa-masa di mana kita bisa mengambil inspirasi dari cara hidup dua pribadi suci ini. Apa yang bisa kita pelajari dan ambil dari dua pribadi ini?
Pasti ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan ambil dari hidup St. Yusup dan bunda Maria. Salah satu yang bisa kutemukan dari kedua pribadi ini adalah kesanggupan yang diperjuangkan sampai akhir. Maria mengatakan “ya" pada pesan yang dibawa oleh Gabriel. Yusup pun mengatakan “ya" kala malaikat datang kepadanya dalam mimpi untuk mengambil Maria sebagai isterinya. Kedua pribadi ini pun memperjuangkan kesanggupannya sampai akhir hidupnya. Mereka bilang “nggih" dan “kepanggih". Mari kita pun berani mmewujunyatakan kesanggupan kita walau harus melalui jalan berat.

Refleksi:
Apakah aku mewujudkan kesanggupanku?

Doa
Tuhan pada-Mu ada kekuatan. Kami percaya Engkau akan selalu membantu kami untuk mewujudkan apa yang kami sanggupi. Jangan biarkan kami putus asa hanya karena kecewa. Semoga kami mampu mengubah kekecewaan menjadi rahmat yang menggembirakan. Amin.

Nggih Kepanggih
MoGoeng
Wates

Salam Damai Kristus
Rabu, 1 Mei 2019
KATKIT (Katekese Sedikit) No. 231

Seri Katekismus
KUDIS KUDUS SEKALIGUS

Syalom aleikhem.
Judul di atas kiasan: kudis lambang adanya dosa, kudus suci. Apakah Gereja berdosa atau kudus? Tentu saja, Gereja Kristus itu kudus, tak dapat kehilangan kekudusannya sebab Kristus Sang Kepala adalah kudus dan menguduskan Gereja-Nya senantiasa. Dengan demikian, Gereja selalu kudus sebagai “Umat Allah yang kudus”, “persekutuan kudus”.

Namun, sekaligus ada ketidaksempurnaan dalam diri para anggota Gereja karena mereka pun berdosa, bahkan para pemimpin Gereja pun adalah orang (yang bisa) berdosa. Gereja menerima semua yang berdosa itu di dalam dirinya, tapi Gereja tak kehilangan kekudusan dengan melakukan itu sebab Kristus sendiri yang menguduskannya; Kristus yang suci, tanpa kesalahan, tanpa noda.

Dapat dikatakan, Gereja itu kudus meski di tengah-tengahnya terdapat orang berdosa, yaitu putra-putrinya sendiri, para anggota Gereja. Gereja tak bisa lain kecuali hidup dalam rahmat pengudusan Kristus dan dengan itu Gereja membagikan rahmat. Dosa-dosa memang menghalangi sinar kekudusan Gereja, tapi tak pernah bisa memadamkannya.

Konkretnya, kalau ada anggota-anggota Gereja yang berbuat dosa, Gereja pun tercemar karenanya, tapi tak pernah Gereja kehilangan martabatnya sebagai Mempelai Kristus dan sebagai Tubuh Mistik Kristus. Gereja menderita kalau ada anggotanya yang berdosa, juga Gereja membuat silih, memohonkan pertobatan dan pengampunan bagi para pendosa itu.

Di samping ada anggotanya yang berdosa, Gereja juga punya anggota-anggota yang hidup dalam kesucian. Ketika telah meninggal dunia, orang-orang benar yang hidup sesuai dengan rahmat dan firman Kristus itu digelari “santo-santa” a.k.a. “para kudus”.

Gereja menyatakan secara resmi dalam bimbingan Roh Kudus bahwa orang beriman tertentu telah menjadi orang kudus. Dengan itu, Gereja mengakui bahwa mereka telah menjalankan kebajikan-kebajikan sesuai dengan Injil dan telah setia kepada rahmat Allah selama hidup di dunia ini. Gereja, dengan itu, menguatkan harapan umat beriman yang masih berjuang bahwa para kudus adalah teladan dan perantara.

Sebagai teladan, para kudus telah menaati firman ilahi dan kita diajak mengikuti perbuatan mereka. Sebagai perantara, orang-orang kudus mendoakan umat beriman yang masih ada di bumi ini. Di antara para kudus, Santa Perawan Maria adalah yang paling sempurna, tanpa cacat atau kerut, dalam hal mengalahkan dosa. Dari dirinya terpancar kekudusan Gereja sepenuhnya.

** Ringkas-uraian atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 823 – 829

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring (imeliba@yahoo.co.id)

Salam Damai Kristus
Rabu, 1 Mei 2019

I. *UMAT  ALLAH BERDEVOSI KEPADA BUNDA MARIA*

1.Devosi kepada bunda Maria merupakan seluruh kebaktian kepada Maria, Ibu Yesus dari Nasaret dalam bentuk puji-pujian, kagum, hormat dan cinta dengan meneladani cara hidup bunda Maria sambil memohon bantuan pengantaraan doanya bagi Gereja yang masih dalam perjalanan ziarah menuju persatuan dengan Allah di tanah air surgawi (Konsili Vat II, Lumen Gentium no 66). Devosi dapat dibawakan secara pribadi atau pun bersama-sama. Karena bukan termasuk liturgi resmi, maka Gereja tidak mewajibkan devosi ini kepada umatnya. Devosi adalah pilihan pribadi, tetapi akan banyak daya gunanya jika umat menjalankannya.

2.Elemen yang membentuk inti devosi kepada Maria ada tiga: *puji-pujian kepada Maria, mencontoh Bunda Maria, dan memohon bantuan pengantaraan doa Maria.* Elisabet dan anak dalam rahimnya *memuji* Maria: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanaku datang mengunjungi aku? ... anak di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia yang telah percaya” (Luk 1:42-45). Mencontoh Elisabet, umat beriman mengagumi dan menghormati bunda Maria karena perannya menjadi ibu Tuhan, bunda Mesias. Bunda Maria dipuji karena karya agung Allah dalam dirinya; di dalam diri Maria, Allah berkarya secara luar biasa.

3. *Mencontoh bunda Maria.* Devosi tidak cukup hanya sampai pada sikap heran dan kagum akan karya Allah dalam diri bunda Maria, tetapi harus sampai pada mencontoh bunda Maria sebagai citra dalam hal iman, cintakasih yang sempurna kepada Kristus. Gereja mengajarkan bahwa Maria adalah gambaran Gereja, gambaran umat beriman dalam perjalanan menuju Allah. Itu berarti dalam usaha menjawab panggilan Allah, kita bisa belajar pada bunda Maria tentang bagaimana menjawab panggilan Allah dan hidup seturut firman-Nya, mengikuti Yesus secara sempurna, dan bagaimana melaksanakan kehendak Allah dengan setia.

4. *Memohon pengantaraan doa bunda Maria*. Di samping memuji dan mencontoh berbagai keutamaan bunda Maria, kita dapat memohon doa kepada Maria; kita mohon bantuan bunda Maria untuk menyampaikan doa kita kepada Yesus, Puteranya. Jadi doa-doa kita tujukan kepada Allah, karena hanya Allah yang mengabulkan doa-doa kita. Kita minta tolong bunda Maria untuk ikut membawa doa kita kepada Allah. Berdevosi kepada bunda Maria harus membawa kita untuk semakin mencintai Allah.

5.Dalam berdevosi kepada bunda Maria, beberapa doa berikut bisa dipakai, antara lain: Doa malaikat Tuhan/Ratu Surga yang didoakan pada jam 06.00, 12.00, dan 18.00, Novena Tiga Salam Maria, Doa Rosario
*(MS,www.berkat.id)*

Salam Damai Kristus
Rabu, 1 Mei 2019
Pekan II Paskah, St. Yusuf Pekerja
   
Kis 5:17-26; Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9; Yoh 3:16-21

“Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya."

Tanggal 1 Mei adalah Hari Buruh. Dan sejak tahun 1955, Paus Pius XII mengajak kita semua untuk memberi isi rohani pada Hari Buruh ini dengan menjadikannya sebagai peringatan fakultatif St. Yusup Pekerja. Kita tahu, bahwa St. Yusup adalah tukang kayu dan Yesus pun dikenal sebagai anak tukang kayu (Mat 13,55). Injil hari ini, yang diambil dari hari Rabu Pekan II Paskah, melanjutkan wejangan Yesus kepada Nikodemus. Kali ini berbicara tentang betapa besarnya kasih Allah kepada kita sampai Ia menganugerahkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menyelamatkan kita. Kalau dikaitkan dengan St. Yusuf, kita semua tahu bahwa Yusuf, yang adalah seorang pekerja tukang kayu, dipilih Allah untuk menjadi suami Maria dan bapa bagi Yesus. Meskipun Yesus yang dikansung oleh Maria merupakan Anak Allah dan berasal dari Roh Kudus, namun Yusuf sebagai suami Maria dan kepala keluarga Nasareth, tentunya mempunyai peran yang besar dalam mewujudkan kehadiran Yesus sebagai Sang Juru Selamat. Melalui perannya sebagai seorang suami dan bapak, ia berpartisipasi dalam membentuk keluarga kudus Nazaret, di mana Yesus, Sang Penyelamat, dilahirkan, tumbuh dan berkembang. Melalui pekerjaannya sebagai tukang kayu, ia memberi nafkah kepada keluarganya (Maria dan Yesus). Oleh karena itu, melalui peringatan ini, kita diajak untuk memaknai setiap pekerjaan kita sebagai partisipasi dalam karya penciptaan, pemeliharaan dan penyelamatan Allah bagi dunia dan segala isinya. Pada bulan Mei ini, kita tentu berdevosi secara khusus kepada Bunda Maria karena bulan Mei memang merupakan bulan Maria, namun sebaiknya kita tidak melupakan St. Yusup, suaminya. 

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
RUAH

Rabu, 01 Mei 2019
Hari Biasa Pekan II Paskah
 
“Yesus berkata, Lewat jalan mana kamu akan pergi? Akulah Jalan. Kemanakah kamu akan pergi? Akulah kebenaran. Di manakah kamu akan tinggal? Akulah Hidup. Setiap orang dapat mencapai pengertian akan Kebenaran dan Hidup, tetapi tidak semua menemukan Jalannya. Para orang bijak di dunia menyadari bahwa Tuhan adalah kehidupan kekal dan kebenaran yang dapat diketahui; namun Sang Sabda Allah yang adalah Kebenaran dan Hidup yang bersatu dengan Allah Bapa, telah menjadi Jalan, dengan menjelma menjadi manusia. Renungkanlah kerendahan hati-Nya [Kristus] dan kamu akan mencapai Allah.” --- St. Agustinus, De verbis Domini sermones

Antifon Pembuka (Mzm 18:50; 22:23)

Aku hendak memuji Engkau, ya Tuhan, dan mewartakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku. Alleluya.
 
I will praise you, Lord, among the nations; I will tell of your name to my kin, alleluia.
 
Doa Pembuka

Allah Bapa yang mahatahu, Engkau tahu siapakah kami ini. Engkau mengenal keinginan kami akan yang baik, yang menggembirakan dan membahagiakan. Kami percaya bahwa Engkaulah cahaya dunia, yang memberi kehangatan dan kegembiraan. Berilah kami iman yang kuat sehingga makin mengimani Putra-Mu yang telah menghalau kegelapan dosa dan mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang benar. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (5:17-26)   

"Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak."
       
Imam Besar Yahudi dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki di Yerusalem mulai bertindak terhadap jemaat, sebab mereka sangat iri hati. Mereka menangkap rasul-rasul, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. Tetapi waktu malam, seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar. Kata malaikat itu, “Pergilah, berdirilah di Bait Allah, dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.” Mereka menaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. Tetapi ketika para petugas datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, “Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya, dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu. Tetapi setelah kami membukanya, tidak seorang pun yang kami temukan di dalamnya.” Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar, “Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah, dan mereka mengajar orang banyak.” Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah; lalu mengambil rasul-rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut kalau-kalau orang banyak melempari mereka dengan batu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 829
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan selama-lamanya
atau Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkan.
Ayat. (Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9)
1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 3:16)
3 ...
Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:16-21)
 
"Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia."
   
Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan

  "Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatan mereka itu tidak nampak." Dalam dunia terang, ternyata masih ada banyak kegelapan. Dan orang pun masih menyukai kegelapan daripada terang. Maka, marilah kita berani mensyukuri segala rahmat yang telah kita miliki. Rasa syukur atas segala rahmat-Nya akan mengantar kita pada tindakan-tindakan terang di bawah sinar Sang Terang, Tuhan Yesus Kristus. Sebaliknya, ketidak mampuan bersyukur akan mudah menyeret dalam kegelapan, ke dalam kejahatan. Oleh karena itu alangkah baiknya kita berusaha menemukan titik-titik yang mudah membawa kita dalam  kegelapan. Selain itu juga karena adanya  ketidakpuasan, yang membuat orang berbuat jahat dan merugi kan lembaga lain atau orang lain. Dunia adalah sebatan untuk orang-orang yang menolak dan tidak mau percaya kepada Yesus. Dengan demikian kasih Allah yang telah mengaruniakan Anak-Nya bukan hanya tertuju kepada orang-orang yang mau menanggapi kasih-Nya, tetapi juga berlaku untuk orang-orang yang menolak-Nya. Karena itu bagi orang yang menerim Yesus telah berada di jalan keselamatan dan akan memperoleh hidup kekal. Bagi orang yang menolak-Nya telah menghakimi diri sendiri, karena Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan manusia, sehingga menolak Yesus berarti telah memilih dan menjadikan dirinya sendiri tidak selamat.

 Orang yang menolak Yesus telah berada di bawah hukuman, karena ia lebih mengasihi kegelapan dengan perbuatan-perbuatan jahatnya daripada terang. Yesus adalah terang dan kebenaran, sehingga orang yang senang berbuat jahat akan membenci dan menolak-Nya: “Barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak tampak.” Memang orang itu selalu bergaul akrab dengan pekerjaan-pekerjaan yang jahat tidak ingin melihat kebenaran. Sebaliknya orang yang selalu melakukan pekerjaan-pekerjaan baik tidak pernah takut kepada terang: “Barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” 
 
Orang beriman itu seperti lampu yang terus-menerus bernyala. Tetapi nyalanya itu berasal dari perbuatan-perbuatan baik yang ditunjukkan dalam hidup sehari-hari. Mengapa? Karena itulah kesaksian hidup orang beriman. Orang beriman mesti selalu memberi kesaksian tentang kebaikan kepada semua orang yang dijumpai.

Dalam hidup ini kita menyaksikan begitu banyak kejahatan terjadi di sekitar kita. Betapa banyak kejahatan yang kita saksikan di layar televisi. Kita juga membaca dalam surat kabar-surat kabar tentang kejahatan yang terjadi setiap hari di seantero dunia ini. Hati kita terasa sakit menyaksikan semua itu. Seolah-olah dunia ini hanya dipenuhi kejahatan. Mengapa kejahatan dapat terjadi dalam hidup manusia? Jawabannya adalah karena manusia lebih mencintai budaya kematian. Manusia membiarkan dirinya dipenuhi oleh kuasa kejahatan itu.

Karena itu, orang beriman mesti mengambil sikap yang lain. Orang beriman mesti berani melawan arus. Caranya adalah dengan menjadi terang bagi sesama. Orang beriman mesti menjadi terang bagi hidup sesamanya. Artinya, orang beriman mau memperjuangkan kehidupan dalam situasi yang nyata. Orang beriman mesti berani menjadi pembawa damai dan sukacita bagi kehidupan. Mari kita berusaha menjadi terang yang bercahaya terus-menerus untuk meredupkan setiap bentuk kejahatan. Tuhan memberkati. **     (RENUNGAN PAGI)
 
Antifon Komuni (Bdk. Yoh 15:16.19)

Akulah yang memilih kamu dari dunia, demikianlah firman Tuhan. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap. Alleluya.

I have chosen you from the world, says the Lord, and have appointed you to go and bear fruit, fruit that will last, alleluia.
     
Kristus adalah pusat, dan di sekeliling-Nya dikumpulkan manusia-manusia menjadi "keluarga Allah". Ia memanggil mereka kepada-Nya melalui tutur kata, melalui tanda-tanda, yang mewartakan Kerajaan Allah, dan melalui perutusan para murid-Nya. Ia akan menegakkan Kerajaan-Nya terutama melalui misteri Paskah-Nya: kematian-Nya di salib dan kebangkitan-Nya. "Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku" (Yoh 12:32). Semua orang dipanggil untuk persatuan dengan Kristus. (Katekismus Gereja Katolik, 542)

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 1 Mei 2019

Bacaan: Amsal 14:31  "Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia."

Renungan:
  Seorang remaja laki-laki yang masih duduk di bangku SMP sering diejek, dihina dan ditertawakan oleh teman-teman sekelasnya karena postur tubuhnya yang pendek dan hidung pesek. Tidak ada teman yang membelanya. Bahkan, ia sering diancam oleh teman-temannya bila tidak melakukan permintaan mereka. Ia pun trauma, sementara kedua orang tuanya sibuk dan tidak memedulikannya. Karena tidak ada pembelaan dan setiap hari dibayang-bayangi ketakutan, akhirnya ia bunuh diri.
  Bullying dari kata bully dalam Kamus Inggris-Indonesia ialah penggertak atau orang yang mengganggu orang yang lemah. Praktek bullying ini merupakan masalah sosial yang memprihatinkan publik, sebab bukan hanya terjadi di dalam area pergaulan di sekolah, tetapi juga bisa terjadi dalam perkumpulan, organisasi, hingga di tempat kerja.
  Jika ditinjau dari Alkitab, jelaslah Tuhan membenci tindakan ini sebab orang yang menghina sesamanya disebut tidak berakal budi, dan orang yang menindas orang lemah disebut menghina penciptanya. Dampak bullying ini sangat berbahaya, sebab merusak mental, psikologis dan moral seseorang hingga bunuh diri. Perangilah tindakan membully ini, sebab bisa jadi, korban bullying adalah anak atau keluarga dan sahabat kita sendiri. Selain itu bantulah korban bullying dengan memotivasi, melindungi dan membimbing mereka untuk lebih dekat dengan Tuhan. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, berilah aku hati yang bijaksana dalam berpikir, berkata-kata, berperasaan dan bertindak, sehingga semua yang kulakukan dapat menjadi berkat dan bukan kutuk bagi sesamaku. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
#renungan

*KEBAIKAN ALLAH*

Rabu 01 Mei 2019

_`Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal` (Yoh 3:16)_

Allah itu baik. Dia mengutus Yesus, Putera-Nya, untuk datang dan tinggal bersama kita. Dia juga menganugerahkan Putra-Nya menjadi tebusan bagi dosa-dosa kita. Apa yang kurang dari kebaikan Allah dalam hidup kita? Tidak ada, bukan?

Namun, kebaikan Allah kadang-kadang kita pertanyakan kalau doa-doa kita tidak dikabulkan-Nya. Apakah benar Allah yang salah dalam situasi hidup kita ini? Atau, jangan-jangan kita tidak sepenuhnya percaya kepada-Nya? Atau, kita sebenarnya masih hidup jauh dari Tuhan? Kita lebih menuruti keinginan-keinginan kita sendiri daripada hidup sesuai dengan segala perintah Tuhan?

Karena kita ini kepunyaan Allah, seharusnya kita hidup sesuai dengan kehendak Allah sendiri. Sayangnya, tidak jarang kita justru tidak memedulikan kehadiran Allah dalam hidup kita dan kita menjalani kehidupan ini sesuai dengan keinginan kita sendiri, bahkan kita hidup jauh dari Allah. Kita tinggalkan Allah demi keinginan kita yang lebih kuat.

Berhadapan dengan kasih dan kebaikan Allah yang demikian besar, apa jawaban, balasan, dan terimakasih kita? Mari dengan penuh syukur kita hidup dalam terang-Nya dan berusaha menyenangkan-Nya!

Ya Allahku, terimakasih karena aku boleh menjadi anak-Mu. Berkatilah hidupku agar aku selalu sepenuhnya setia kepada-Mu, melakukan kehendak-Mu, dan menyadari kehadiran-Mu setiap saat.

*_Fr. Paschalis, CSE_*

Rabu 01 Mei 2019
Pfak S. Yusuf Pekerja
Kis 5:17-26 . Mzm 34:2-9 . Yoh 3:16-21

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Hari Rabu 1 Mei 2019 " Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1Yohanes 1:9). Tuhan Yesus,
aku bersyukur karena Engkau senantiasa mau mengampuni aku dan membentukku menjadi manusia yang utuh.

Terima kasih telah mengingatkanku akan dosaku, supaya aku dapat merendahkan diri dan datang kehadapanMu.dan mengakui dosaku.

Terima kasih, karena sejauh apapun aku telah tersesat dari jalan - jalanMu, Engkau akan selalu menerimaku kembali jika bertobat dan berseru meminta pengampunanMu.

Ampuni aku atas dosaku hari ini. Ingatkan jika aku melenceng dari hukumMu, supaya aku bisa mengakuinya dan bertobat dan menerima pengampunanMu.

Aku tidak mau ada dosaku yang menjadi penghalang di antara kita. Basuhlah aku dari segala sesuatu yang bukan datang dariMu.
Aku menyembahMu, ya Tuhan, Pengampunku dan Penebusku.
Amin.

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Rabu,_ *01 Mei 2019*

Kis 5:17-26
Mzm 34:2-9
Yoh 3:16-21

*BOHONG YANG BERKELANJUTAN*

_...tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.   -- Yoh 3:20-21_

Pernahkah kita melakukan kesalahan dan kemudian berbohong untuk menutupinya? Kebohongan yang mungkin kita anggap kebohongan kecil (ada juga yang menyebutnya _white lies_) dan baik, pada akhirnya harus ditutupi dengan kebohongan yang lain.

Namun, sekalipun kebohongan kita tutupi dengan rapi, jika Tuhan menginginkan, akan terbuka juga. Pada akhirnya bisa jadi pertanggungjawaban yang dibutuhkan lebih besar daripada kesalahan pertama. Tidak ada lagi damai sejahtera.

Contoh, para koruptor yang sedang menjalani persidangan. Fakta yang mulai terungkap merujuk pada kesadaran tersangka yang pada awalnya sudah tahu bahwa korupsi yang dilakukan melanggar hukum dan merugikan orang banyak. Tetapi keuntungan pribadi yang didapat membutakan suara hatinya. Lalu, segala cara dilakukan untuk menutupinya. Bahkan bisa mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Marilah kita melihat kedalaman hati kita. Apakah hidup kita dipenuhi dengan kebohongan yang diikuti dengan pembenaran karena malu mengakui kebohongan itu? Sekalipun bukan kebohongan besar, namun kebohongan apapun yang telah kita lakukan, haruslah kita tinggalkan. Kita perlu mengakui  kesalahan yang telah dilakukan, jika kita ingin datang kepada Sang Terang. (Md)

_Apakah saya dapat mengakui kesalahan yang telah dilakukan dan tidak berbohong?_

Salam Damai Kristus
Doa Hari Rabu

01 Mei' 2019

By : Team Moderator DSM

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Jadikanlah Aku Pembawa Damai

Tuhan Yesus Kristus,
Engkau telah lahir untuk kami, lambang
pemerintahan ada di atas bahu-Mu dan
nama-Mu adalah Penasehat Ajaib, Allah yang
Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai.

Kami bersyukur kepada-Mu bahwa Engkau
telah memperdamaikan kami dengan Bapa.
Karena itu, apabila terjadi kebencian,
jadikanlah aku pembawa cinta kasih.

Apabila terjadi penghinaan,
jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Apabila terjadi perselisihan,
jadikanlah aku pembawa damai.
Apabila terjadi kebimbangan,
jadikanlah aku pembawa keyakinan.
Apabila terjadi kesesatan,
jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Apabila terjadi kecurangan,
jadikanlah aku pembawa keadilan.
Apabila terjadi kecemasan,
jadikanlah aku pembawa harapan.
Apabila terjadi kesedihan,
jadikanlah aku pembawa hiburan.
Apabila terjadi kegelapan,
jadikanlah aku pembawa terang.

Tuhan, 
tolonglah aku supaya lebih ingin
menghibur daripada dihibur,
memahami daripada dipahami,
mencintai daripada dicintai.

Semoga dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan pengharapan akan kebangkitan
dan hidup kekal, selama-lamanya.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin!

„Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung
padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan
semua orang.“ – Rm. 12:18

Salam Damai Kristus

Senin, 29 April 2019

Selasa, 30 April 2019
Pekan Paskah II
Kis 4:32-37; Yoh 3:7-15

sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Secara mengagumkan, ketika Musa meninggikan ular di padang gurun, umat Israel yang memandang ular itu diselamatkan dari pagutan ular-ular tembaga. Lebih mengagumkan lagi, dengan peninggian Yesus, Sang Anak Manusia, di atas kayu salib, kita diselamatkan dari perbudakan dosa dan dibebaskan dari kuasa maut/kematian.
Di rumah kita masing-masing, tentunya ada salib. Bahkan, salib yang terpasang di dinding menjadi salah satu tanda bahwa kita yang mendiami adalah keluarga katolik, pengikut Kristus. Namun, kemungkinan besar salib itu jarang menjadi pusat perhatian kita. Jarang kita pandang. Paling-paling, kita beri perhatian hanya setahun 2x: saat kita mengambil daun palma kering sebelum Rabu Abu dan saat kita mau memasang daun palma yang baru setelah Minggu Palma. Mulai saat ini, marilah kita memberi perhatian secara khusus dan lebih pada salib-salib yang ada di rumah kita. Setiap hari, luangkan waktu untuk memandangnya. Demikian pula, kalau kita berdoa, entah pribadi atau bersama dalam keluarga, baik juga kita taruh salib di depan kita atau di tengah-tengah kita. Dalam salib Kristus itulah jaminan keselamatan kita. Kristus merentangkan tangan-Nya untuk menyambut dan memeluk kita, memberi kekuatan kepada kita.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 30 April 2019

Bacaan: Amsal 12:18  "Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan."

Renungan:
  Ada seseorang yang menderita kepahitan selama bertahun-tahun terhadap salah seorang dosen karena satu pernyataan yang diucapkan dosen tersebut. Suatu hari ketika ia sedang berbicara dengan pacarnya, mereka ditegur dengan sangat kasar oleh sang dosen yang kebetulan lewat. Begitu melihat mereka berdua, dosen tersebut langsung mendatangi mereka dan berkata, "Saya muak melihat kalian berdua. Saya tidak bisa makan kalau melihat kalian berdua. Mau muntah rasanya." Mereka berdua begitu sakit hati, sampai-sampai setiap kali dosen tersebut mengajar di kelas, mereka tidak mau mendengarkan. Akhirnya mereka mendapat nilai yang begitu rendah dari mata kuliah tersebut, bukan karena mereka bodoh tetapi semata-mata karena kepahitan dalam hati mereka kepada dosen yang mengajarnya.
  Amsal 12:18 mengajar kita untuk tidak sembarangan berkata, sekalipun dalam bergurau.  Kata-kata yang tidak ditimbang dan dipikirkan akan sangat merugikan.
  Banyak penderitaan batin dan kepahitan hidup berasal dari kata-kata yang keluar seenaknya tanpa dipertimbangkan, sehingga mematikan semangat, gairah bahkan hidup kerohanian seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum mengucapkan suatu kalimat, teguran, nasihat atau candaan apapun juga, terlebih dahulu tanyakanlah pada hati kita, adakah damai sejahtera di hati kita untuk berkata-kata seperti itu? Adakah hati kita gelisah dan merasa tidak enak? Kalau hati kita tidak sejahtera, tidak ada ketenangan untuk berkata-kata demikian, tahan dulu, jangan terus bicara, pertimbangkan lagi dan berdoa mohoh hikmat dari Roh Kudus. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, berilah aku hikmat dan kepekaan hati untuk selalu dapat membedakan kata-kata yang berguna dan kata-kata yang tidak berguna. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
#renungan

*DIPERBARUI DALAM ROH KUDUS*

Selasa 30 Apr 2019

_`Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali` (Yoh 3:7)_

Pernyataan Yesus kepada Nikodemus membuka jalan yang membawa kepada pengenalan akan pribadi Yesus dan kuasa Roh Kudus. Yesus menawarkan keselamatan kepada semua umat manusia melalui pembaruan hidup rohani. Hidup yang diperbarui dalam Roh Kudus memungkinkan kita untuk berpartisipasi dalam Kerajaan Allah, yang tidak lain adalah hidup di dalam Kristus sendiri yang selalu dijiwai oleh Roh Allah.

Roh Kuduslah yang memberikan daya dan memampukan kita untuk mengalami hidup yang kekal. Tindakan Roh Kudus seringkali tidak diduga, tidak dimengerti, namun akan terlihat dari buah-buah yang baik: kasih, sukacita, damai sejahtera, dll. (bdk. Gal 20:22-23). Orang Kristen yang dijiwai oleh Roh Kudus akan nampak dalam tindakan dan kata-katanya yang baik, dalam kasih dan relasinya dengan Yesus dan sesama.

Adakah orang-orang yang nampaknya bagi kita tidak dapat dibawa kepada pengenalan akan Yesus? Melalui Roh Kudus, Allah dapat menjangkau mereka. Seperti angin, Roh Kudus memiliki kekuatan. Angin yang kencang dapat menumbangkan pohon. Ia pun dapat memakai kita untuk menghancurkan tembok ketidaktahuan dan kesombongan. Sudahkah kita berdoa untuk mereka dan membuka hati kita untuk percaya sepenuhnya agar Roh Kudus bekerja memperbarui hidup mereka dan hidup kita?

Datanglah, ya Roh Kudus, dan perbaruilah kami!

*_Sr. M. Eusebia Vercelli, P.Karm_*

Selasa 30 Apr 2019
Pfak S. Pius V, Paus
Kis 4:32-37; Mzm 93:1-2.5; Yoh 3:7-15

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
Hati yang penuh...
Hal terbaik dalam hidup ini...
Kebahagiaan bukan...
Mata terindah adalah...
☘🍁Doa pagi🍁☘
Selasa 30 April 2019

Tuhan Yesus,
terima kasih Tuhan untuk kasih setiaMu bagi kami. Setiap hari kami bangun dengan rasa bersyukur, karena hari yang baru adalah anugerah dariMu, pertanda kemurahan hatiMu Tuhan sehingga kami masih diberikan satu hari lagi untuk berkarya bagiMu dan bagi sesama.

Kami berterima kasih untuk mata pencaharian yang Kau berikan kepada kami, di mana melalui pekerjaan yang Kau percayakan ini kami dapat mengamalkan ilmu dan talenta, serta mencukupi kebutuhan diri dan keluarga.

Kami senang di akhir  bulan kemarin dapat menerima hasil jerih payah kami, semoga kami dapat mengelola dan menggunakannya dengan bijaksana, serta tak lupa untuk mengembalikan sebagia dari yang kami terima ini kepadaMu dan berbagi berkat kepada sesama.

Ingatkan kami pula ya Tuhan,
agar belajar mencukupkan diri dengan apa yang ada, mensyukuri akan segala berkat dari padaMu,
tidak iri kepada apa yang dimiliki oleh orang lain.

Apa yang kami miliki di dunia ini hanyalah sementara, yang Kau titipkan kepada kami untuk kami kelola dengan baik. Buatlah kami lebih termotivasi dan terfokus untuk mengejar harta surgawi, dan bukan mengejar harta surgawi semata.

Terima kasih Tuhan Yesus,
segala puji dan syukur kami haturkan kepadaMu.
Amin.

Salam Damai Kristus
Seseorang yang...
RUAH

Selasa, 30 April 2019
Hari Biasa Pekan II Paskah

“Kristus yang telah bangkit hidup dalam hati umat beriman” (Katekismus Gereja Katolik, 655)

Antifon Pembuka (bdk. Why 19:7.6)

Marilah kita bergembira dan memuliakan Tuhan, Raja yang Mahakuasa, alleluya.

Let us rejoice and be glad and give glory to God, for the Lord our God the Almighty reigns, alleluia.

Doa Pembuka

Allah Bapa Mahakuasa, semoga kami mewartakan kemuliaan Putra-Mu yang telah bangkit, agar dapat memperoleh kurnia yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
     
Bacaan dari Kisah Para Rasul (4:32-37) 
"Mereka sehati dan sejiwa."
       
Kumpulan orang yang telah percaya akan Yesus sehati dan sejiwa. Dan tidak ada seorang pun yang berkata bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus, dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Di antara mereka tidak ada seorang pun yang berkekurangan. Karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. Ia menjual ladang miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk-tanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta.
atau Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan!
Ayat. (Mzm 93:1ab.1cd-2.5)
1. Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.
2. Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak lagi goyah! Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.
3. Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu berhiaskan kekudusan, ya Tuhan sepanjang masa.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 3:14b.15)
Anak Manusia harus ditinggikan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
           
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:7b-15)
 
"Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia."
       
Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Janganlah engkau heran karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau; engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Nikodemus menjawab, katanya, “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” Jawab Yesus, “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui, dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Tujuan utama hidup manusia yang harus diperjuangkan ialah memperoleh hidup yang kekal. Hidup yang kekal berarti hidup bersama Allah selamanya. Sekarang ini di dunia, manusia hanya hidup sementara. Akan ada kehidupan baru setelah kita mati. Kehadiran Tuhan Yesus di dunia adalah bukti dari cinta kasih Allah yang mendalam kepada umat manusia. Allah menghendaki semua manusia memperoleh keselamatan. Tetapi untuk memeperoleh keselamatan manusia harus percaya kepada Allah. Percaya kepada Allah tidak hanya sekedar kata-kata seperti doa "Aku Percaya" yang biasanya kita ucapkan saat perayaan Ekaristi. Percaya kepada Allah harus diwujudkan dalam tindakan. Selain itu, orang yang percaya kepada Allah lebih banyak mengucap bersyukur dan memuji Allah. Kita bisa belajar dari umat Israel. Pada waktu mereka sudah menyeberangi laut Teberau mereka berungut-sungut kepada Allah dan kepada Musa. Akibatnya banyak dari mereka yang digigit ular. Dan kita sendiri bisa melihat pengalaman kita bahwa sikap bersungut-sungut justru membuat hati kita tidak tentram dan damai. Sebaliknya sikap bersyukur dan berserah kepada kebaikan Allah akan mendatangkan suka cita.

Antifon Komuni (Bdk. Luk 24:46,26)

Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, dan masuk ke dalam kemuliaan-Nya, alleluya.

The Christ had to suffer and rise from the dead, and so enter into his glory, alleluia.

Doa Malam

Ya Bapa, kini kami telah mengakhiri satu hari yang telah kami isi dengan berbagai pengalaman dan perjumpaan dengan sesama. Kami bersyukur karena kami boleh menyapa-Mu sebagai Bapa kami. Engkau selalu menyertai dan menjaga kami, maka dalam istirahat malam ini kami pun tetap Kaujaga dan Kaulindungi serta Kauantar kepada hari baru yang cerah. Doa ini kami unjukkan pada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

BEROLEH HIDUP YANG KEKAL
30 April 2019

“Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:15)

Lectio
Kis 4:32-37; Mzm 93:1ab,1c-2,5; Yoh 3:7-15

Seorang Bapak yang walaupun duduk di kursi roda, kerap dikelilingi banyak orang yang datang kepadanya, baik itu meminta semangat, semangat maupun Katekese.
“Apa yang Bapak alami, walaupun maaf, Bapak tidak bisa berjalan, namun dengan segala kelebihan dan KEKURANGAN yang ada, Bapak bisa memberikan banyak NILAI kepada kami yang TANPA kekurangan, bagaimana bisa pak?” tanya anak muda yang baru datang.
Bapak itu menjawab :
”Setelah menyadari bahwa saya BERBEDA dengan yang lain, saya MEMPERCAYAKAN hidup ini kepada Tuhan. Sudah hampir 40 tahun ini, perjalanan HIDUP saya adalah suatu SEKOLAH IMAN, yaitu bagaimana saya MEMPERCAYAKAN hidup ini kepada Tuhan tidak hanya sekarang di dunia ini, namun sampai di kehidupan yang kekal nanti bersama-Nya.”
Anak muda itu pun mendengarkan sambil meneteskan air mata.

Hidup kita adalah SEKOLAH tentang MEMPERCAYAKAN kehidupan pada Tuhan.

Oratio
Yesus, Engkaulah andalanku. Amin

Missio
Marilah kita mempercayakan secara penuh kehidupan kita ke dalam tangan Tuhan, karena Dialah yang akan memberikan kehidupan yang kekal.
Have a Blessed Tuesday.
Santo Santa 30 April

S. Pius V

St. Paus Pius VPaus yang kudus ini dilahirkan di Italia pada tahun 1504. Ia dibaptis dengan nama Antonius Ghislieri. Antonius sungguh ingin menjadi seorang imam, tetapi tampaknya angan-angannya itu tidak akan pernah menjadi kenyataan. Orangtuanya miskin. Mereka tidak punya cukup uang untuk menyekolahkannya. Suatu hari, dua orang imam Dominikan datang ke rumahnya dan bertemu dengan Antonius. Para imam itu amat suka kepadanya hingga mereka bersedia mengurus pendidikannya. Demikianlah, pada usia empat belas tahun, Antonius bergabung dalam Ordo Dominikan. Ia memilih nama “Mikhael”. Setelah menamatkan studinya, ia ditahbiskan sebagai imam. Kemudian ia ditahbiskan pula sebagai uskup dan kardinal.

Dengan gagah berani ia mempertahankan ajaran-ajaran Gereja dari mereka yang berusaha menentangnya. Ia senantiasa hidup dengan bermatiraga. Ketika usianya enam puluh satu tahun, ia dipilih menjadi paus. Ia memilih nama Paus Pius V. Dulu ia seorang bocah penggembala domba yang miskin. Sekarang ia adalah pemimpin tertinggi Gereja Katolik di seluruh dunia. Walaupun demikian, paus tetap rendah hati dan sederhana seperti sedia kala. Ia masih mengenakan jubah Dominikan-nya yang putih, jubah tua yang selama ini dikenakannya. Dan tak seorang pun dapat membujuknya untuk menggantinya.

Paus Pius V harus menghadapi banyak tantangan. Ia menimba kekuatan dari salib Yesus. Setiap hari ia merenungkan sengsara dan wafat Kristus. Pada waktu itu, bangsa Turki berusaha menguasai seluruh wilayah Kristen. Mereka mempunyai armada angkatan laut yang hebat di Laut Tengah. Bala tentara Kristen bertempur melawan mereka di suatu wilayah yang disebut Lepanto, dekat Yunani. Sejak saat bala tentaranya keluar untuk berperang, Bapa Suci terus-menerus berdoa rosario. Ia mendorong umatnya untuk melakukan hal yang sama. Puji syukur atas bantuan Bunda Maria, bala tentara Kristen menang mutlak atas musuhnya. Sebagai ungkapan terima kasih kepada Bunda Maria, St. Pius V menetapkan Pesta SP Maria Ratu Rosario yang kita rayakan setiap tanggal 7 Oktober.

Paus Pius V wafat di Roma pada tanggal 1 Mei 1572. Pestanya dirayakan pada hari ini karena tanggal 1 Mei adalah pesta St. Yusuf Pekerja. Pius V dinyatakan kudus oleh Paus Klemens XI pada tahun 1712.

Marilah pada hari ini kita berdoa bagi segenap uskup, imam dan para pejabat Gereja.

Sumber : yesaya.indocell.net

Minggu, 28 April 2019

Senin, 29 April 2019
Pekan Paskah II
Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4-6,7-9; Yoh. 3:1-8.

​Nikodemus, tokoh kita hari ini, muncul setidaknya 3x dalam Injil Yohanes. Pertama, saat ia datang kepada Yesus untuk mulai mengenal-Nya secara lebih dekat (Yoh 3,1-8). Sebelum datang kepada-Nya, ia telah melihat dari kejauhan tentang apa yang dibuat oleh Yesus. Tentu, ia juga sudah mendengar tentang siapa Yesus. Hal ini tampak jelas dari apa yang dikatakan saat berjumpa dengan Yesus: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." (ay.2). Yang kedua, saat ia tampil membela Yesus di hadapan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi ketika mereka berbedat tentang pribadi, asal-usul dan ajaran Yesus (Yoh 7,45-52). Pada tahap ini, tampak bahwa Nikedomus sudah ada ketertarikan untuk menjadi pengikut Kristus. Bahkan, kendati belum secara terang-terangan, ia sudah menjadi murid-Nya. Kemungkinan besar, ia juga setia mengikuti Yesus. Kendati tidak semua yang diajarkan oleh Yesus dapat dimengerti dengan baik, namun ia tidak ikut-ikut mengundurkan diri seperti yang dilakukan para murid yang lain (Yoh 6,60-66). Keterangan waktu yang menyebutkan bahwa ia datang kepada Yesus pada waktu malam (ay.2), tidak hanya menunjukkan gelapnya malam, di mana Nikodemus masih sembuyi-sembunyi atau tidak mau terang-terangan mengikuti Yesus, tetapi juga menunjukkan bahwa hati dan pikirannya masih gelap karena belum mengerti sepenuhnya apa yang diajarkan Yesus. Pertanyaan yang diajukan kepada Yesus berkaitan dengan kelahiran kembali (ay.4), menegaskan bahwa ia belum bisa menangkap dengan jelas apa yang dimaksud oleh Yesus. Meskipun demikian, hal ini justru semakin membuatnya tertarik untuk mengikuti Yesus. Bahkan, ia menjadi salah satu murid yang setia mengikuti Yesus di jalan salib-Nya. Kendati di sepanjang jalan salib namanya tidak disebut, namun ia hadir pada saat Yesus dimakamnya. Inilah untuk ketiga kalinya Ia disebut. Pada saat Yesus diturunkan dari salib dan dipersiapkan untuk dimakamkan, ia membawa "campuran minyak mur dengan minyak gaharu" (Yoh 19,39).
Melalui Baptisan, kita semua telah dilahirkan kembali dalam air dan Roh. Namun, proses menjadi murid Yesus tidak hanya berhenti di situ. Belajar dari Nikodemus, kita pun mesti semakin sering datang kepada Yesus untuk berdialog dengan-Nya; doa bukan sekedar untuk memohon tetapi untuk berbincang-bincang dengan Yersus, termasuk bertanya jawab. Selain itu, kita juga mesti berani membela-Nya, seperti yang dilakukan Nikodemus. Terakhir, kita juga mempersembahkan "minyak rum dan minyak gaharu" yang harum baunya, yakni berupa perbuatan-perbuatan baik kita. 

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
#renungan

*ARTI KEBERANIAN*

Senin 29 Apr 2019

_`Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu` (Kis 4:29)

Doa ini diucapkan para umat Kristiani ketika mereka mendengarkan segala sesuatu yang dikatakan imamimam kepala dan tua-tua kepada Petrus dan Yohanes. Dalam doa ini, terkandung suatu makna keberanian yang sejati. Dunia dewasa ini mengartikan keberanian hanya sebagai ketiadaan rasa takut. Mungkin, arti tersebut terlalu muluk. Rasa takut adalah perasaan manusiawi, bisa spontan timbul. Di Getsemane, Yesus juga mengalami ketakutan, tetapi cinta dan kepercayaan-Nya kepada Bapa-Nya membuat Ia mengalahkan ketakutan-Nya. Oleh sebab itu, keberanian adalah kemenangan dari rasa takut berkat iman akan Tuhan, akan Kristus yang telah mengalahkan dunia (bdk. Yoh 16:33; 1Yoh 5:4-5).

Seperti para umat tsb., hendaknya kita tidak menyerah kepada rasa takut dan membiarkannya menghalangi kita untuk menanggapi panggilan Allah dan melaksanakan kehendak-Nya, tetapi hendaklah kita berdoa dan memohon Karunia Takut akan Allah dan Karunia Keperkasaan (Kekuatan) untuk menolong kita dalam segala kelemahan kita.

St. Katarina dari Siena, walaupun hanya seorang wanita, berani membawakan damai di tengah-tengah kemelut Gereja dan bangsa-bangsa. Roh Kristus menguatkan dia.

Kalau saat ini Anda memiliki ketakutan tertentu, atau bahkan Anda bersifat penakut, ungkapkanlah kepada Tuhan. Lalu, mohonlah rahmat iman dan keberanian dengan segenap hati dan penuh pengharapan.

*_Sr. M. Viona, P.Karm_*

Senin 29 Apr 2019
Pw S. Katarina dr Siena, PrwPujG
Kis 24:23-31; Mzm 2:1-9; Yoh 3:1-8

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Senin, 27 April 2019

Bacaan: Matius 17:27 "Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

Renungan:
  Nelayan yang sangat berpengalaman seperti Petrus tidak akan pernah dengan tepat mengetahui ke mana seekor ikan atau segerombolan ikan akan berenang sehingga ia dapat menangkapnya. Tetapi mujizat yang dilakukan Yesus membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan semesta alam, yaitu ketika Ia memerintahkan Petrus untuk menangkap ikan dan mengambil uang senilai 4 dirham dari dalam mulut ikan yang pertama kali didapatnya yang kemudian digunakan untuk membayar pajak bagi Yesus dan Petrus.
  Petrus sangat terheran-heran ketika apa yang dikatakan Yesus sungguh terjadi. Tuhan Yesus tahu segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini dan Dia berkuasa memerintahkan apa saja untuk menjawab kebutuhan umatNya. Yesus yang dipercaya dan disembah oleh Petrus adalah Yesus yang sama yang saat ini kita percaya dan kita sembah, tetapi mengapa kita sering khawatir tentang hidup ini? Bukankah Dia telah mengetahui lebih dulu semua kebutuhan kita dan berkuasa mengatur yang terbaik bagi hidup kita? Bagian kita hanyalah taat dan melangkah manakala Yesus memerintahkan sesuatu kepada kita.
  Marilah kita lebih percaya dan menyerahkan segala kekhawatiran kita kepadaNya. Percayalah, Yesus tidak akan membiarkan kita sendirian menanggung beban hidup kita yang datang silih berganti. Kalau Yesus bisa memerintahkan seekor ikan untuk memberkati Petrus, maka Ia juga bisa memerintahkan banyak hal untuk menyelesaikan pergumulan hidup kita karena Dia Tuhan yang bertanggung jawab. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, untuk satu masalah dalam hidupku ini yaitu .... tambahkanlah ketaatan ku padaMu dan tambahkanlah imanku, agar aku percaya bahwa Engkau sanggup untuk menyelesaikannya. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
TUHAN takkan pernah...
Aku belajar...
Ketika ketaatan...
Kamu berasal dari ALLAH...
Senin, 29 April 19,
St. Katarina dari Siena

*MATA IMAN*

*BACAAN*
*Kis 4:23-31* – “Ketika para rasul berdoa, mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani”
*Yoh 3:1-8* – “Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah”

*RENUNGAN*
1.Apa yang dilihat oleh mata tubuh kita? Mata kita melihat karya Allah dalam ciptaan yang mengatakan kepada kita bahwa Ia mencintai kita. Mata kita melihat ciptaan-ciptaan sebagai sarana untuk mengetahui dan menanggapi Pencipta yang mencintai kita. Mata kita melihat kesempatan untuk melaksanakan cinta yang kita pelajari dari  Pencipta. Mata kita melihat misteri cinta Kristus dalam Ekaristi. Mata kita melihat di sekitar kita karya Roh dalam Gereja, Tubuh Mistik Kristus. Mata kita merupakan perlengkapan iman dan melayani kita menuju kepada Kerajaan Allah.

2.Jika hal-hal yang mengalir dari hati dapat mencemarkan manusia, demikian juga hal-hal yang mengalir dari hati dapat menguduskan manusia. Mata juga merupakan perlengkapan hati. Mata  akan fokus pada hal-hal yang berharga menurut hati kita. Kristus menyatakan hal tersebut dengan sangat jelas: “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu” (Mat 6:22-23).

3.”Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau tidak mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh” (Yoh 3:8). Roh Kudus berbicara kepada jiwa kita tanpa kata-kata yang riuh dan gaduh. Mata jiwa, yang dipimpin oleh Roh, akan selalu bersukacita  dalam penghiburan-Nya. Dalam masa Paskah ini, Roh mengobarkan Gereja, dan Gereja bernyanyi dengan lantang: “Datanglah, ya Roh Kudus.” Pengalaman Paskah berarti Roh mengobarkan mata tubuh, mata hati dan mata jiwa untuk mengalami Damai Sejahtera Kristus dan siap diutus. Bagaimana aku?
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Senin,_ *29 April 2019*

Kis 4:23-31
Mzm 2:1-9
Yoh 3:1-8

*NIKODEMUS*

_....Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.  -- Yoh 3:2_

Sebagai seorang pemimpin, Nikodemus memiliki pengetahuan yang luas mengenai firman Allah dan juga memiliki banyak pengikut. Ia banyak mendengar tentang perbuatan yang dilakukan Yesus. Didorong hal tersebut, ia bertemu dengan Yesus.

Tidak diceritakan mengapa Nikodemus bertemu dengan Yesus di malam hari. Banyak orang menebak, kemungkinan ia malu jika diketahui oleh teman-temannya. Bisa saja ia takut dianggap sebagai pembelot karena bertanya-jawab dengan Yesus.

Terlepas dari hal tersebut, kita bisa melihat kerinduan hati Nikodemus untuk mengenal lebih dalam pribadi Yesus dan ajaran-Nya. Meskipun ia sudah banyak tahu mengenai firman Tuhan, namun ia merasa masih banyak yang tidak diketahui.

Pada akhirnya Nikodemus menunjukkan jati dirinya sebagai pengikut Yesus. Ketika Yesus wafat di salib, ia bersama dengan Yusuf Arimatea meminta kepada Pilatus untuk mengambil jenazah Yesus untuk dimakamkan. Apa yang dilakukan Nikodemus ini bisa dipertanyakan oleh kaum Farisi lainnya, namun ia tidak takut akan hal ini. Pengenalannya akan pribadi Yesus membuatnya menjadi berani untuk bertindak benar. (Dn)

_Apakah pengenalan saya akan pribadi Yesus membuat saya menjadi berani untuk bertindak benar?_

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

AIR DAN ROH
29 April 2019

“Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yoh 3:5)

Lectio
Kis 4:23-31; Mzm 2:1-3,4-6,7-9; Yoh 3:1-8

Ketika sudah berusia 17 tahun, Edward diajak Hendra temannya untuk menerima Sakramen Krisma, namun ia berkata :
”Aduh, mengapa harus sekarang? Nanti malah saya tidak bisa menikmati HIDUP.”
Lalu Hendra menjawab :
”Justru kalau ingin mendapatkan HIDUP, kamu harus dilahirkan kembali dalam ROH. Sehingga hidupmu sedang memasuki Kerajaan Allah. Bahkan kamu akan mengajak teman-temanmu untuk mendapatkan Roh yang sama yang akan membawa mereka memasuki Kerajaan-Nya.”
“Oh saya jadi jelas kalau begitu. Memang jangan menyia-nyiakan kehidupan ini, dengan melakukan apa yang disukai DAGING, namun justru HIDUP dalam ROH. Terima kasih Hendra.” jawab Edward dengan mantap.

Setiap orang yang DILAHIRKAN kembali dalam AIR dan ROH, akan masuk Kerajaan Allah.

Oratio
Ya Allah Roh Kudus, pimpinlah hidup kami dalam Kerajaan Allah Bapa. Amin

Missio
Marilah kita hidup dalam Roh yang membawa kita dan saudara kita masuk ke dalam kerajaan sorga.
Have a Blessed Monday.
Santo Santa  29 April

 S. Katarina dari Siena

St. Katarina dari SienaSt. Katarina dilahirkan pada tahun 1347. Santa yang termashyur ini adalah pelindung Italia, tanah airnya. Katarina adalah anak bungsu dalam keluarga yang dikaruniai dua puluh lima anak. Ayah dan ibunya menghendaki agar ia menikah dan hidup bahagia. Tetapi, Katarina hanya ingin menjadi seorang biarawati. Untuk menyatakan tekadnya, ia memotong rambutnya yang panjang dan indah. Ia ingin menjadikan dirinya tidak menarik. Orangtuanya amat jengkel dan seringkali memarahinya. Mereka juga menghukumnya dengan memberinya pekerjaan rumah tangga yang paling berat. Tetapi Katarina pantang menyerah. Pada akhirnya, orangtuanya berhenti menentangnya.

St. Katarina seorang yang amat jujur dan terus terang di hadapan Yesus. Suatu ketika ia bertanya kepada-Nya, “Di manakah Engkau, Tuhan, ketika aku mengalami cobaan yang begitu mengerikan?” Yesus menjawab, “Puteri-Ku, Aku ada dalam hatimu. Aku membuatmu menang dengan rahmat-Ku.” Suatu malam, sebagian besar penduduk Siena ke luar ke jalan-jalan untuk suatu perayaan. Yesus menampakkan diri kepada Katarina yang sedang berdoa seorang diri dalam kamarnya. Bersama Yesus, datang juga Bunda Maria. Bunda Maria memegang tangan Katarina lalu memberikannya kepada Putra-nya. Yesus menyematkan sebentuk cincin di jari tangan Katarina dan ia menjadi pengantin-Nya.

Pada masa itu, Gereja mengalami banyak sekali masalah. Banyak pertikaian terjadi di seluruh Italia. Katarina menulis surat-surat kepada para raja dan ratu. Ia bahkan datang menghadap para penguasa agar berdamai dengan paus dan mencegah peperangan. Katarina meminta paus untuk meninggalkan Avignon, Perancis dan kembali ke Roma untuk memimpin Gereja. Ia mengatakan bahwa itulah yang dikehendaki Allah. Bapa Suci mendengarkan nasehat St. Katarina serta melakukan apa yang dikatakannya.

Katarina tidak pernah lupa bahwa Yesus ada dalam hatinya. Melalui dia, Yesus memelihara orang-orang sakit yang dirawatnya. Melalui dia, Yesus menghibur para tahanan yang dikunjunginya di penjara. Santa besar ini wafat di Roma pada tahun 1380. Usianya baru tiga puluh tiga tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius II pada tahun 1461. Pada tahun 1970, Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai Pujangga Gereja. St. Katarina menerima kehormatan besar ini karena ia melayani Gereja Kristus dengan gagah berani sepanjang masa hidupnya yang singkat.

“Engkau bagaikan misteri yang dalam sedalam lautan; semakin aku mencari, semakin aku menemukan, dan semakin aku menemukan, semakin aku mencari Engkau. Tetapi, aku tidak akan pernah merasa puas; apa yang aku terima menjadikanku semakin merindukannya. Apabila Engkau mengisi jiwaku, rasa laparku semakin bertambah, menjadikanku semakin kelaparan akan terang-Mu.” ~ St. Katarina dari Siena 

Sumber : yesaya.indocell.net

Sabtu, 27 April 2019

Jika hari ini...
Kita harus...
Jangan sedih...
Mari belajar...
☘🍁Doa pagi🍁☘
Minggu 28 April 2019

Tuhan Yesus,
perbaruilah jiwaku, sebab demikianlah beratnya akibat kesalahanku, sampai aku tidak bisa mengampuni diriku sendiri atas terjadinya sesuatu yang buruk pada diriku.

Kapanpun ketika aku membuat pilihan - pilihan atau keputusan - keputusan yang salah di masa lalu, aku mohon supaya Engkau mengampuniku dan menebus kesalahanku.

Tuhan Yesus,
saat ini berikanlah kekuatan kepadaku untuk mengampuni diriku sehingga aku tidak terus menanggungnya di dalam hatiku.
Ambilah semua kekeliruanku dan kebodohanku, dan penuhilah hatiku dengan hikmat dari setiap kesalahanku untuk mendatangkan kebaikan bagiku.
Aku tahu hal yang baik tidak akan terjadi, bila aku tetap tidak memaafkan diriku.

Semoga di masa yang akan datang aku selalu melibatkanMu diriMu saat mengambil pilihan dan keputusan - keputusanku. Dan Engkau selalu menyertaiku.
Amin.

Salam Damai Kristus
AALLAH adalah kasih...
#renungan

*PERJUMPAAN DENGAN TUHAN*

Minggu 28 Apr 2019

_`Tomas menjawab Dia: `Ya Tuhanku dan Allahku!.` (Yoh 20:28)_

Perjumpaan mempunyai arti. Entah arti itu penuh kesan karena sikap orang yang dijumpai itu sangat baik dan rendah hati, entah tanpa kesan. Umumnya, orang senang jika berjumpa presiden. Jadi, jika figur yang dijumpai jauh lebih agung daripada presiden, tentu ia mengalami kondisi batin yang senang luar biasa.

Tomas berjumpa langsung dengan Yesus yang bangkit mulia, bahkan Yesus memintanya untuk melihat tanganNya, meletakkan jarinya pada bekas paku, dan mencucukkan jarinya ke lambung-Nya yang telah ditusuk serdadu. Ini peristiwa yang penuh makna. Tidak ada orang lain yang mengalami ini. Akan tetapi, Yesus telah menampakkan diri kepada para murid lainnya dan dua kali Ia berkata, `Damai sejahtera bagimu!` Kehadiran-Nya identik dengan kedamaian, apalagi saat itu para murid sedang mengalami kegalauan mendalam karena wafat Yesus. Ini berarti, Tomas `terlambat` mengalami kedamaian yang diserukan Yesus.

Walaupun agak memalukan juga, penampakan Yesus kepada Tomas membuatnya percaya bahwa Yesus sungguh sudah bangkit. Tomas menyembah-Nya dengan segala kerapuhan hatinya sambil berkata, `Ya Tuhanku dan Allahku.` Peristiwa penuh makna ini bisa dialami para pengikut Yesus zaman sekarang. Orang yang mengandalkan Tuhan dalam segala sesuatu akan mengalaminya. Perjumpaan dengan Tuhan, a.l. melalui doa, akan menumbuhkan iman. Tuhan sungguh bangkit maka andalkanlah Dia dalam seluruh aspek hidup Anda!

*_Rm. Brendan, CSE_*

Minggu 28 Apr 2019
Hari Minggu Paskah II
Minggu Kerahiman Ilahi
Kis 5:12-16; Mzm 118:2-4.22-27a; Why 1:9-13;17-19; Yoh 20:19-31

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Minggu, 28 April 2019

Bacaan: Yakobus 1:14 "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya."

Renungan:
  Ketika rombongan Abraham dan Lot tiba di tanah Kanaan, terjadilah pertengkaran antara gembala Abraham dengan gembala Lot. Hal ini disebabkan karena harta milik mereka masing-masing sangat banyak. Sebagai orang yang cinta damai, Abraham memberi kesempatan kepada Lot untuk memilih tempat yang akan didiaminya. "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh  negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri." Kemudian Lot melayangkan pandangannya dan dilihatnya bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir. Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan yang subur dan berkemah di dekat Sodom, sementara Abraham menetap di Tanah Kanaan. Ternyata Lot kurang mempertimbangkan hal-hal yang sebenarnya merupakan faktor penting yang kelak memengaruhi keselamatan keluarganya, yaitu lingkungan yang aman. Kita tahu bahwa ketika Tuhan menghancurkan kota Sodom dan Gomora, Lot dan keluarganya harus keluar dari sana dengan tangan hampa.
  Hidup ini penuh dengan pilihan dan pilihan-pilihan itu selalu menggoda kita untuk memilih sesuatu yang terbaik menurut kita. Pilihan itu sendiri bukanlah suatu dosa, tetapi ketika kita tergiur pada pilihan yang salah, sehingga kita menyimpang dari firman dan rencana Tuhan, saat itulah kita gagal dan bisa jatuh dalam dosa. Yakobus berkata, "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut."
  Agar kita tidak salah pilih dan binasa oleh pemuasan keinginan daging, hiduplah dalam pimpinan Roh. Saat ini juga mintalah Roh Kudus memimpin hidup kita,  karena Roh Kudus akan memimpin kita kepada jalan kebenaran. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, penuhilah aku dengan hikmatMu agar saat aku mengambil keputusan, aku tidak salah dalam melangkah. Amin. (Dod).

Salam Damai KristusKencan Dengan Tuhan
Minggu, 28 April 2019

Bacaan: Yakobus 1:14 "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya."

Renungan:
  Ketika rombongan Abraham dan Lot tiba di tanah Kanaan, terjadilah pertengkaran antara gembala Abraham dengan gembala Lot. Hal ini disebabkan karena harta milik mereka masing-masing sangat banyak. Sebagai orang yang cinta damai, Abraham memberi kesempatan kepada Lot untuk memilih tempat yang akan didiaminya. "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh  negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri." Kemudian Lot melayangkan pandangannya dan dilihatnya bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir. Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan yang subur dan berkemah di dekat Sodom, sementara Abraham menetap di Tanah Kanaan. Ternyata Lot kurang mempertimbangkan hal-hal yang sebenarnya merupakan faktor penting yang kelak memengaruhi keselamatan keluarganya, yaitu lingkungan yang aman. Kita tahu bahwa ketika Tuhan menghancurkan kota Sodom dan Gomora, Lot dan keluarganya harus keluar dari sana dengan tangan hampa.
  Hidup ini penuh dengan pilihan dan pilihan-pilihan itu selalu menggoda kita untuk memilih sesuatu yang terbaik menurut kita. Pilihan itu sendiri bukanlah suatu dosa, tetapi ketika kita tergiur pada pilihan yang salah, sehingga kita menyimpang dari firman dan rencana Tuhan, saat itulah kita gagal dan bisa jatuh dalam dosa. Yakobus berkata, "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut."
  Agar kita tidak salah pilih dan binasa oleh pemuasan keinginan daging, hiduplah dalam pimpinan Roh. Saat ini juga mintalah Roh Kudus memimpin hidup kita,  karena Roh Kudus akan memimpin kita kepada jalan kebenaran. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, penuhilah aku dengan hikmatMu agar saat aku mengambil keputusan, aku tidak salah dalam melangkah. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
RUAH

Minggu, 28 April 2019
Hari Minggu Paskah II - Minggu Kerahiman Ilahi

Yesus Kristus tujuan perjalananmu itu jalan yang pasti benar --- St. Agustinus
   
Antifon Pembuka (1Ptr 2:2)
 
Jadilah seperti bayi yang baru lahir, yang selalu haus akan air susu rohani yang murni supaya olehnya kamu tumbuh dan diselamatkan, alleluya.

Quasi modo geniti infantes, alleluia: rationalbiles, sine dolo lac concupiscite, alleluia, alleluia, alleluia.
 
Like newborn infants, you must long for the pure, spiritual milk,that in him you may grow to salvation, alleluia.

Doa Pembuka
 
Allah Yang Maharahim, dalam perayaan pesta Paskah ini Engkau menyalakan iman umat yang dikuduskan bagi-Mu. Tambahkanlah rahmat yang telah Engkau anugerahkan agar kami semua semakin memahami betapa agung pembaptisan yang menyucikan kami, betapa luhur Roh yang melahirkan kami kembali, dan betapa mulia darah yang menebus kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (5:12-16)
   
"Jumlah orang yang percaya kepada Tuhan makin bertambah."

Pada waktu itu para rasul mengadakan banyak tanda dan mukjizat di antara orang banyak. Semua orang beriman selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. Makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai serta tilam, supaya apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Juga banyak orang dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun. Mereka membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 2/4, PS 831
Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!
Ayat. (Mzm 118:2-4.22.25-27a; Ul:1)
1. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya" Biarlah kaum Harun berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!"
2. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karena-Nya!
3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan Tuhan Allah, Dia menerangi kita.

Bacaan dari Kitab Wahyu (1:9-11a.12-13.17-19)
 
"Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya."

Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, sedang berada di pulau yang bernama Patmos terdorong oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh, dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala. Kata suara itu, “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab, dan kirimkanlah kepada jemaat di Asia.” Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Ketika aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Ketika melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati. Tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata, “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Aku adalah Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya, dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
SEKUENSIA, do = d, PS 518
wajib dinyanyikan pada Hari Minggu Paskah I, sebelum Bait Pengantar Injil
Fakultatif pada Minggu Paskah II-VII
 
Hai umat Kristen, pujilah Kristus, Sang Kurban Paskah.
Cempe menebus domba: Kristus yang tak berdosa mendamaikan kita dengan Bapa.
Maut dan kehidupan dahsyat saling menyerang:
Sang Hidup yang mati, bangkit jaya.
Katakan, Maria, yang kaulihat di jalan!
Kubur dan kemuliaan Sang Kristus yang hidup serta bangkit:
Saksi malaikat, kain peluh dan kafan.
Kristus, harapanku bangkit, mendahului ke Galilea.
Kita yakin Kristus bangkit dari kematian: Kau Raja Pemenang, kasihanilah.

Bait Pengantar Injil, do = es, 2/2, Kanon, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 20:29)
Yesus bersabda, "Hai Tomas, karena melihat Aku, engkau percaya; berbahagialah yang tidak melihat namun percaya."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:19-31)
 
"Delapan hari kemudian Yesus datang."

Setelah Yesus wafat di salib, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!" Sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." Pada waktu Yesus datang itu Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain kepada-Nya, "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Yesus berkata kepada Tomas, "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku. Ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!" Tomas menjawab kepada-Nya, "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya, "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh imanmu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
 Renungan
 
TIDAK MELIHAT NAMUN PERCAYA
   
Injil hari ini menggambarkan betapa takutnya para murid Yesus terhadap para pemuka Yahudi. Pintu-pintu tempat mereka berkumpul terkunci semuanya. Mereka takut diperlakukan sama seperti Yesus. Ketakutan sangat mencekam sehingga tidak ada satu pun bagian rumah yang terbuka. Bukan hanya ketakutan yang dialami oleh para murid Yesus, melainkan juga keraguan. Keraguan tersebut dialami oleh salah seorang murid yaitu Tomas. Orang yang setiap hari mengikuti Yesus pun masih mengalami keraguan akan kebangkitan-Nya.
 
 Penampakan Yesus kepada murid-murid-Nya setelah kebangkitan menunjukkan kasih yang tidak pernah surut atau berkesudahan. Pesan yang disampaikan juga memperlihatkan kasih yang besar itu. Ia menyampaikan damai sejahtera bagi para murid. Tidak hanya sampai situ. Ia pun ingin agar belas kasih dan kerahiman-Nya disampaikan bagi siapa pun melalui murid-murid itu dengan mengutus mereka untuk menyampaikan pengampunan Tuhan.

Murid-murid meneruskan belas kasih itu melalui karya pewartaan dan pelayanan mereka selanjutnya. Kuasa Tuhan yang bekerja melalui mereka antara lain ditunjukkan dengan mukjizat penyembuhan yang luar biasa (lih. Kis 5:15-16). Selain merupakan tanda bahwa kuasa Tuhan tetap bekerja, mukjizat itu menunjukkan belas kasih Allah yang berlangsung selama-lamanya. (bdk. Mzm 118:1) bagi mereka yang sakit dan lemah. 
 
 Terkadang kita juga mengalami seperti yang dialami oleh para murid Yesus. Diri kita ataupun hidup kita seakan dalam ruangan yang tertutup semuanya. Gelap dan tidak tahu jalan keluar. Namun, kita tidak perlu kuatir. Tuhan yang kita imani akan hadir dan "menembus" ruang hati kita yang tertutup rapat dan mengatakan "Damai sejahtera" bagi kita. Salam dan sapaan Yesus itulah yang akan memberi kedamaian dan ketenangan bagi kita. Bahkan Yesus juga akan menghembusi kita dengan Roh-Nya sehingga hidup kita yang "mati" menjadi "hidup" kembali. Atau mungkin, dalam hidup beriman kita juga kerap ragu-ragu seperti Tomas. Dalam situasi ragu, janganlah kita justru menjauh dari Yesus.

 Semakin jauh dari Yesus, kita justru tidak akan mendapat jawaban atas keraguan kita. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita seorang diri. Dia akan selalu menemani kita dalam setiap langkah hidup kita, baik suka maupun duka.
   
Antifon Komuni (Yoh 20:27)

Ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku. Jangan sangsi lagi, tetapi percayalah, alleluya.
   
Mitte manum tuam, et cognosce loca clavorum, alleluia: et noli esse incredulus, sed fidelis, alleluia, alleluia.

Bring your hand and feel the place of the nails,and do not be unbelieving but believing, alleluia. incredulus, sed fidelis, alleluia, alleluia.

Salam Damai Kristus