Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 30 April 2019
Bacaan: Amsal 12:18 "Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan."
Renungan:
Ada seseorang yang menderita kepahitan selama bertahun-tahun terhadap salah seorang dosen karena satu pernyataan yang diucapkan dosen tersebut. Suatu hari ketika ia sedang berbicara dengan pacarnya, mereka ditegur dengan sangat kasar oleh sang dosen yang kebetulan lewat. Begitu melihat mereka berdua, dosen tersebut langsung mendatangi mereka dan berkata, "Saya muak melihat kalian berdua. Saya tidak bisa makan kalau melihat kalian berdua. Mau muntah rasanya." Mereka berdua begitu sakit hati, sampai-sampai setiap kali dosen tersebut mengajar di kelas, mereka tidak mau mendengarkan. Akhirnya mereka mendapat nilai yang begitu rendah dari mata kuliah tersebut, bukan karena mereka bodoh tetapi semata-mata karena kepahitan dalam hati mereka kepada dosen yang mengajarnya.
Amsal 12:18 mengajar kita untuk tidak sembarangan berkata, sekalipun dalam bergurau. Kata-kata yang tidak ditimbang dan dipikirkan akan sangat merugikan.
Banyak penderitaan batin dan kepahitan hidup berasal dari kata-kata yang keluar seenaknya tanpa dipertimbangkan, sehingga mematikan semangat, gairah bahkan hidup kerohanian seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum mengucapkan suatu kalimat, teguran, nasihat atau candaan apapun juga, terlebih dahulu tanyakanlah pada hati kita, adakah damai sejahtera di hati kita untuk berkata-kata seperti itu? Adakah hati kita gelisah dan merasa tidak enak? Kalau hati kita tidak sejahtera, tidak ada ketenangan untuk berkata-kata demikian, tahan dulu, jangan terus bicara, pertimbangkan lagi dan berdoa mohoh hikmat dari Roh Kudus. Tuhan memberkati.
Doa:
Yesus, berilah aku hikmat dan kepekaan hati untuk selalu dapat membedakan kata-kata yang berguna dan kata-kata yang tidak berguna. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar