Senin, 29 April 2019

Selasa, 30 April 2019
Pekan Paskah II
Kis 4:32-37; Yoh 3:7-15

sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Secara mengagumkan, ketika Musa meninggikan ular di padang gurun, umat Israel yang memandang ular itu diselamatkan dari pagutan ular-ular tembaga. Lebih mengagumkan lagi, dengan peninggian Yesus, Sang Anak Manusia, di atas kayu salib, kita diselamatkan dari perbudakan dosa dan dibebaskan dari kuasa maut/kematian.
Di rumah kita masing-masing, tentunya ada salib. Bahkan, salib yang terpasang di dinding menjadi salah satu tanda bahwa kita yang mendiami adalah keluarga katolik, pengikut Kristus. Namun, kemungkinan besar salib itu jarang menjadi pusat perhatian kita. Jarang kita pandang. Paling-paling, kita beri perhatian hanya setahun 2x: saat kita mengambil daun palma kering sebelum Rabu Abu dan saat kita mau memasang daun palma yang baru setelah Minggu Palma. Mulai saat ini, marilah kita memberi perhatian secara khusus dan lebih pada salib-salib yang ada di rumah kita. Setiap hari, luangkan waktu untuk memandangnya. Demikian pula, kalau kita berdoa, entah pribadi atau bersama dalam keluarga, baik juga kita taruh salib di depan kita atau di tengah-tengah kita. Dalam salib Kristus itulah jaminan keselamatan kita. Kristus merentangkan tangan-Nya untuk menyambut dan memeluk kita, memberi kekuatan kepada kita.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar