Jumat, 31 Januari 2020

Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 1 Februari 2020

Bacaan: Matius 13:57-58 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."
Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ."

Renungan:
  Ada seorang bapak yang berkata, "Saya kan sudah berdoa. Saya juga sudah berusaha untuk menjadi orang Kristen yang baik. Tetapi toh tetap saja saya yang tergeser di tempat kerja saya. Penyakit yang diderita ibu saya pun tidak sembuh-sembuh." Kata-kata itu diucapkan sebagai tanggapan dari nasihat seorang hamba Tuhan supaya bapak tersebut beriman dan berharap akan pertolongan Tuhan. Dua bulan kemudian keadaannya bukan semakin baik tetapi semakin buruk. Bapak tersebut semakin berani mengeluarkan isi hatinya yang intinya adalah semakin meragukan Tuhan dan kasihNya.
  Keraguan akan menghalangi berkat Tuhan, bahkan menghalangi banyak mujizat yang sebenarnya hendak Tuhan kerjakan. Yakobus berkata, "Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan." Seperti itulah sikap dan akibat yang harus diterima penduduk Nazaret. Awalnya mereka begitu kagum kepada Yesus, tetapi setelah melihat latar belakang Yesus, merekapun kemudian meragukanNya bahkan menolak Dia. Dengan demikian secara otomatis mereka tidak bisa merasakan karya Yesus lebih lanjut yang sebenarnya juga untuk kepentingan mereka.
  Mari kita waspada, jangan sampai kita meragukan Tuhan. Mujizat masih ada. Waktu terwujudnya terserah Tuhan. Hanya saja, mujizat akan dialami oleh orang yang memercayai Tuhan. Sebaliknya orang yang meragukan Tuhan akan mengalami keadaan-keadaan yang tidak menyenangkan. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, tambahkan imanku agar aku tidak meragukan kuasaMu. Terima kasih untuk semua berkat di hari-hari yang lalu. Aku percaya berkatMu padaku akan bertambah di hari-hari ke depannya. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
Doa Sabtu
01 Feb 2020
By : Team Moderator

Bapa yang bertahta dalam Kerajaan Sorga,
Tuhan Yesus dan Roh Kudus,
pada hari ini saudara-saudara kami sedang
mengalami kelemahan tubuh dengan dugaan
terjangkit virus corona
Kiranya Engkau angkat segala sakit penyakit
yang ada dalam tubuh mereka,
Kami percaya pada hari ini Engkau melawat
dan menjamah mereka sehingga saudara kami
dapat sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala.
demikian juga Tuhan Yesus menghentikan semua
penyebaran virus corona keseluruh dunia
dan dengan kuasaMU berantas semua virus corona
didunia ini.
Dalam nama Tuhan Yesus kami  berdoa.
Amin.

Salam Damai Kristus
*EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE*
Sabtu, 01 Februari 2020
Bac. I, 2Sam 12 : 1 - 7a. 10 - 17
Injil, Mrk 4 : 35 - 41

*Kutetap Membawa Yesus Di Dalam Perahu Jiwaku*

"Sesaat ketika Yesus tidak ada di dalam  jiwamu maka goncangan hidupmu oleh ketakutan akan terasa. Akan tetapi sesaat ketika engkau tetap menjaga Yesus di dalam hati dan jiwamu maka gelombang ketakutan akan berhenti, badai masalah akan mereda dan kekeringan jiwa akan tersirami oleh embun surgawi."

Dalam kisah Injil hari ini para murid mengalami angin topan yang menyebabkan ombak yang besar sehingga menghantam perahu para murid. Ketakutan akan tenggelam terasa karena mereka kurang menyadari bahwa Penguasa dan Pencipta alam semesta sedang ada di dalam perahu mereka. Untung mereka tidak mengizinkan ketakutan menghancurkan iman mereka, maka Yesus pun dibangunkan, menghardik dan menenangkan angin topan dan ombak yang dahsyat itu. Para murid pun dalam berlayar dengan tenang menuju tujuan.

Pelajaran penting untuk kita adalah;

1) Tidak seorang pun dapat menghindar dan terhindar dari masalah dan problem hidup. Ya, dunia, kerja, relasi dan hidup itu sendiri telah memberi kita sejuta alasan untuk bersedih, putus asa dan kecewa, tapi sadarlah bahwa memiliki Yesus di dalam perahu jiwamu akan membuatmu tenang melewati semuanya itu sampai ke tepian.

2) Membuang dan meninggalkan Yesus akan memberi peluang bagi ketakutan untuk menghardik dan bahkan bisa membunuhmu. Sebaliknya, dengan dan bersama Yesus, anda akan tersenyum menjalani hidup dan menjadi berkat bagi orang di sekitarmu.

3) Ingatlah untuk tetap membawa Yesus di dalam jiwamu bila simbol-simbol Yesus dilarang di hadapan umum. Adalah lebih bijak bila berbicara dengan Yesus di dalam keheningan jiwa daripada mengeluarkan banyak kata tentang Yesus di hadapan umum tanpa makna, karena anda tak pernah mendengarkan Dia sebelum berbicara tentang Dia.

Karena itu dalam segalanya ingatlah untuk tetap membawa Yesus di dalam perahu jiwamu sehingga anda tidak membangunkan Dia dengan teriakan melainkan dengan bisikan kasih.

Selamat berakhir pekan untuk para sahabat

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.

( *Rinnong - Duc in Altum* )

Salam Damai Kristus
RUAH

Renungan Pagi
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

Sabtu, 01 Februari 2020 Hari Biasa Pekan III
Sabtu, 01 Februari 2020
Hari Biasa Pekan III

Hati manusia merindukan dunia di mana kasih bertahan, di mana karunia-karunia dibagikan, di mana kesatuan dibangun, di mana kebebasan menemukan maknanya dalam kebenaran, dan dimana identitas ditemukan dalam persekutuan yang saling menghormati. Iman kita dapat menanggapi pengharapan-pengharapan ini : semoga kamu menjadi pelopornya! (Paus Benediktus XVI - Pesan untuk Hari Komunikasi Sedunia ke-43, 24 Mei 2009)
 
Antifon Pembuka (Mzm 51:12)

Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah, dan baruilah semangat yang teguh dalam batinku.

Doa Pembuka

Allah Bapa yang Mahakuasa, semoga Kristus tidak ditolak dunia, karena kekurangan kami yang menghadirkan-Nya dengan terlalu samar-samar. Semoga kami bersama Kristus, mempedulikan, melayani, serta mengilhami dunia ini, karena Roh Kristus yang hadir dalam diri kami, namun semoga kami sendiri tidak sampai terseret oleh roh duniawi. Kami percaya bahwa Engkau senantiasa menyertai dan membantu kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (12:1-7a.10-17)
 
 "Daud mengaku telah berdosa kepada Tuhan."
   
Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah: ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya; maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud. Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin. Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain seekor anak domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya, minum dari cawannya, dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu; ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Maka ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu. Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, “Demi Tuhan yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan.” Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang itu! Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu. Beginilah sabda Tuhan:’Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan Kutimpakan ke atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari. Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.’ Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud, “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista Tuhan.” Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu; ia berpuasa dengan tekun, dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah. Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.
Ayat. (Mzm 51:12-13.14-15.16-17)
1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
3. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 13:16)
Demikian besar kasih Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal. Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:35-41)

"Angin dan danau pun taat kepada Yesus."

Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak, dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk; dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Angin dan danau pun taat kepada-Nya?”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Kadang-kadang kita menakuti terlalu banyak hal: jangan-jangan hari ini gagal lagi atau jangan-jangan orang yang hendak kita temui tidak bersikap ramah. Kita takut bukan saja akan hal-hal yang tampaknya besar; juga akan hal-hal yang tampaknya sepele dan tidak berarti.

Kita menyaksikan kejahatan dan bencana sepertinya tidak berkesudahan. Kadang-kadang kejahatan tampak lebih kuat daripada kebaikan. Perbaikan hidup seolah tidak terjadi. Kita mencemaskan rezeki atau bagaimana dapat memenuhi kebutuhan kita untuk bulan berjalan atau biaya pendidikan anak yang belum dibayar. Layaknya, kita mengayuh perahu di tengah gelombang yang terancam tenggelam. Kita takut dan kehilangan keyakinan, seolah kita sendirian.

Yesus tidak membiarkan kita sendirian. Dia datang menemui dan menguatkan kita dalam perahu kita masing-masing dan berkata, "Mengapa takut? Mengapa kehilangan keberanian dan kehilangan pegangan?"

Yesus menyapa kita bukan saja pada saat gembira dan saat semuanya berjalan lancar. Dia juga datang pada saat kita mulai kekurangan tenaga dan kehilangan semangat dalam hidup. Kita hanya perlu membuka mata dan telinga kita untuk menangkap seruan dan sapaan-Nya melalui peristiwa yang kita saksikan, orang yang kita temui, dan bahkan dalam pekerjaan yang sedang kita laksanakan. (Ziarah Batin, Renungan Harian dan Catatan Harian)

Antifon Komuni (Mrk 4:31)

Yesus bangun, menghardik angin dan berkata kepada danau, "Diam dan tenanglah!" Maka angin mereda dan danau menjadi tenang sekali.

Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Hari Sabtu 1 Februari 2020 " Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik sebab aku percaya kepada perintah - perintahMu." Mzm 119:66.

Allah yang mahabijaksana,
Engkau telah menciptakan alam semesta dengan kebijaksanaanMu yang sungguh agung, Engkau pun telah memberikan kepada Salomo kebijaksanaan sehingga dalam memimpin umatMu ia selalu memilih yang baik dan menjauhi yang jahat.

Kami mohon kepadaMu ya Allah, berilah kami kebijaksanaan dalam setiap tugas dan pekerjaan kami sehingga kami lebih memilih apa yang baik daripada yang jahat.

Terangilah kami dengan roh kebijaksanaanMu supaya kami selalu lebih memilih melaksanakan kehendakMu daripada keinginan diri kami sendiri yang cenderung egois dan kurang sesuai dengan kehendakMu.

Ajarilah kami selalu untuk menemukan Engkau dalam segala sesuatu supaya kami melangkah sesuai dengan jejak Yesus, PuteraMu. Dialah Tuhan, pengantara kami.
Amin.

Salam Damai Kristus
DOA SYUKUR BULAN JANUARI 2020

Ya Bapa kami bersyukur atas segala berkat penyertaan-Mu selama bulan Januari 2020, terutama kami yang memasuki Tahun Keadilan diajak untuk semakin beriman, semakin bersaudara, semakin berbelarasa.
Di tengah bencana yang kami alami, kami semakin merasakan KASIH-MU, karena kami percaya Engkau memiliki rencana yang indah bagi seluruh umat ciptaan-Mu yang percaya kepada-Mu.
Kami percaya akan penyelenggaraan Ilahi yang telah kami alami, sehingga kami semakin memperhatikan sesama kami.
Kami mohon Roh Kudus-Mu yang akan membimbing kami memasuki bulan Februari ini agar kami selalu setia dalam jalan-Mu.
Terpujilah Engkau kini dan sepanjang segala masa.
Amin

Salam Damai Kristus
SABTU, 01 FEBRUARI 2020

Bacaan Liturgi

Hari Biasa, Pekan Biasa III

Bacaan Injil
Mrk 4:35-41

Angin dan danau pun taat kepada Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Pada suatu hari, ketika hari sudah petang,
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Marilah kita bertolak ke seberang."
Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana
lalu bertolak,
dan membawa Yesus dalam perahu itu
di mana Ia telah duduk;
dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat
dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu,
sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan
di sebuah tilam.
Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya,
"Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Yesus pun bangun, menghardik angin itu
dan berkata kepada danau,
"Diam! Tenanglah!"
Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali.
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
Mereka menjadi sangat takut
dan berkata seorang kepada yang lain,
"Siapa gerangan orang ini?
Angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

Demikianlah Injil Tuhan.
=====================
*SIRAMAN ROHANI*                                                                                                                            Sabtu, 01 Februari 2020                                                                                                                         RP Fredy Jehadin, SVD

*Tema: Datanglah dan Berkomunikasilah Dengan Tuhan Maka Segalanya Akan Baik!*
Markus 4: 35-41

Saudara-saudari... Injil hari ini menceriterakan pengalaman para murid yang ketakutan karena taufan mengamuk sangat dahsyat. Ombak tinggi sampai air masuk ke dalam perahu. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepadanya: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Ia pun bangun dan menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah! Lalu angin itu redah dan danau itu menjadi teduh sekali.

Saudara-saudari  .... Dari peristiwa ini kita pelajari beberapa pesan:

1) Para murid mengambil jarak dengan Yesus. Yesus dibiarkan tidur di buritan. Selama para murid mengambil jarak dengan Yesus dan tidak berkomunikasi dengan Dia, maka mereka alami tantangan berat yang sangat menakutkan. Injil katakan:  “Taufan mengamuk sangat dahsyat dan perahu kehidupan terancam tenggelam.” Pesan untuk kita: Yesus Kristus selalu ada bersama dengan kita dalam hidup kita. Selagi Dia bersama kita, rajin-rajinlah berkomunikasi dengan Dia dalam situasi apa saja. Jangan biarkan Yesus Kristus tidur dalam lubuk hati kita. Kalau kita biarkan Dia tidur dan mengambil jarak dengan Dia, maka kita pasti akan alami tantangan yang menakutkan.
2) Dalam kekalutan dan ketakutan para murid lari kepada Yesus. Mereka terbuka ungkapkan perasaan ketakutan mereka kepada Yesus. Mereka berkata: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita mati? Keterbukaan mereka ditanggapi dengan sangat positip oleh Yesus Kristus: Ia dengan kuasanya menghardik angin itu dan menyuruh danau untuk diam. Angin dan danau pun diam. Pesan untuk kita: terbukalah kepada Tuhan dan katakanlah dengan tulus apa yang sedang kita hadapi. Tuhan selalu menjawab dan menolong kita.
3) Tuhan menantang para murid-Nya: “Mengapa kamu takut? Mengapa kamu tidak percaya? Pesannya: Kadang dalam hidup, kita pun ditantang oleh Tuhan kita. Tantangan itu membuat kita sadar untuk selalu percaya kepada Tuhan.

Saudara-saudari... Selama hidup di dunia ini, kita selalu mengalami pasang surut kehidupan. Dalam perjalanan hidup, sesungguhnya kita tidak sendirian. Yesus sudah ada dalam perahu kehidupan kita. Secara sacramental, Allah Tritunggal sudah tinggal bersama kita sejak kita menerima pembaptisan. Sejak waktu itulah Tuhan sudah masuk dalam Perahu kehidupan kita. Ke mana pun kita pergi, Tuhan selalu menyertai kita.

Marilah saudara-saudari… Tingkatkanlah kesadaran iman kita. Datanglah pada Tuhan kapan dan dalam situasi apa saja; berkomukasilah selalu dengan Dia. Bersama Dia pasti kita akan selalu selamat.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita dan mendorong kita untuk selalu datang padaNya.

Kita mohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amin.

Salam Damai Kristus
🍁☘DOA MALAM☘🍁
( Pujian malam )
Jumat 31 Januari  2020

O....hati Yesus yang Illahi, kuberi salam akhir pada hari ini, ke dalam luka cintaMu nan suci kuletakkan suka dukaku hari ini.

O....hati Yesus yang penuh cinta, sejak pagi keserahkan bebanku sehari ini, tak percuma berharap padaMu. Engkau melimpahi aku dengan karuniaMu.

Terimalah syukurku untuk kebaikanMu, Engkau berada selalu disisiku untuk membimbingku, lindungilah aku juga pada malam ini dengan perantaraan malaikatMu.

O.....hati Illahi kusesali segala dosaku. Dengan segenap hati, ampunilah aku, baharuilah cintaMu dalam diriku.

Ya hati Yesus, kepadaMu kuserahkan siapa saja yang berjasa kepadaku dan tiap orang yang kukasihi, lindungilah jiwa dan raga mereka. Dalam lukaMu yang terkudus aku ingin beristirahat dengan aman tenteram.

Semoga luka hatiMu terbuka bagaikan pintu surga di akhir hidupku.
Amin.

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *01 Februari 2020*

2Sam 12:1-7a,10-17
Mzm 51:12-17
Mrk 4:35-41

*PERCAYA 100%*

_Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?   -- Mrk 4:40_

Membaca Injil hari ini, saya ingat kisah yang saya alami beberapa tahun silam. Waktu itu kami sekeluarga sedang membangun rumah. Rencana anggaran sudah kami buat, namun karena ada kenaikan harga BBM membuat harga bahan bangunan juga naik. Kondisi ini cukup membuat saya stress. Dalam doa, sayapun protes kepada Tuhan. Dana yang kami siapkan untuk membangun rumah kami kumpulkan bertahun-tahun dari usaha membuka tempat les di Rumah. Menghadapi kondisi itu, saya datang kepada pimpinan saya di komunitas persekutuan doa untuk didoakan agar saya diberi kekuatan untuk menghadapi masalah ini.

Setelah beberapa bulan, akhirnya rumah kami selesai dibangun. Kamipun berencana untuk mengadakan Misa Syukur. Namun kami sempat ragu, lagi-lagi karena masalah dana. Tetapi ada dorongan yang kuat untuk mengadakannya. Akhirnya kami mulai mencari catering dan bayar DP lebih dulu. Kami meminta kebijakan agar boleh melunasi seminggu sesudahnya karena kami menunggu gaji. Puji Tuhan, pemilik catering menyetujui.

Misa Syukur berjalan lancar. Selesai Misa, kami mulai membuka bingkisan dari mereka, termasuk angpao yang mereka berikan. Kami benar-benar kaget karena Tuhan mengabulkan doa kami, lebih dari yang kami minta dan doakan. Kamipun mendapat beberapa bingkisan yang memang merupakan kebutuhan kami.

Ketika kita percaya 100% kepada Tuhan, mukjizat-Nya terjadi atas kita. (Ar)

_Sudahkah saya percaya 100% akan pertolongan Tuhan bagi saya?_

Salam Damai Kristus
Santo Santa 
1 Februari

 S. Brigitta dari Irlandia

Hanya beberapa tahun sesudah kedatangan St Patrick di Irlandia, seorang bayi mungil dilahirkan dan dinamai Brigita. Ayahnya seorang bangsawan Irlandia bernama Dubthac dan ibunya bernama Brocca. Semakin kanak-kanak ini bertambah besar, semakin besar pula kasihnya kepada Yesus. Ia mencari Yesus dalam diri orang-orang miskin dan seringkali membawakan makanan dan pakaian bagi mereka. Konon suatu hari ia membagi-bagikan segentong penuh susu. Lalu, ia mulai cemas akan apa yang akan dikatakan ibunya. Ia berdoa kepada Tuhan untuk mengganti apa yang telah dibagi-bagikannya. Ketika tiba di rumah, gentong telah penuh kembali dengan susu!

Brigita seorang gadis yang cantik jelita. Ayahnya beranggapan bahwa sudah tiba waktunya bagi Brigita untuk menikah. Akan tetapi, Brigita telah berbulat hati untuk mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Ia tak hendak menikah dengan siapapun. Ketika mengetahui bahwa para pemuda tertarik kepadanya sebab kecantikannya, ia memanjatkan suatu permohonan yang aneh kepada Tuhan. Ia mohon agar kecantikan wajahnya diambil darinya. Tuhan mengabulkan permohonannya. Melihat bahwa puterinya tak lagi cantik, dengan rela hati ayahnya menyetujui ketika Brigita minta diijinkan menjadi seorang biarawati.

Sang gadis mengikuti panggilan hidup religiusnya. Ia bahkan memulai suatu biara agar para gadis yang lain dapat menjadi biarawati juga. Setelah ia mengkonsekrasikan hidupnya kepada Tuhan dalam biara, suatu mukjizat terjadi. Brigita menjadi cantik kembali! Ia mengingatkan orang akan Santa Perawan sebab ia begitu lemah lembut dan baik hati. Sebagian orang menyebutnya “Maria dari Irlandia”. St Brigita wafat pada tahun 525.

Orang kudus kita ini begitu rindu mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Adakah suatu ruang dalam hidupmu yang engkau sembunyikan dari Tuhan? Bagaimanakah jika engkau mempersembahkannya kepada Tuhan? 

Sumber : yesaya.indocell.net

Kamis, 30 Januari 2020

EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE
Jumat, 31 Januari 2020
Bac. I, 2Sam 11 : 1 - 4a. 5 - 10a, 13 - 17
Injil, Mrk 4 : 26 - 34

Tuhanlah Yang Memberi Pertumbuhan

"Jangan pernah memikirkan tentang hasil dari pekerjaanmu bila Anda memulainya. Apa yang paling penting adalah lakukan yang terbaik dalam prosesnya maka hasilnya akan menantimu."

Yesus menegaskan dalam Injil hari ini bahwa bagaikan seorang petani yang menaburkan benih di tanah; Setelah ia menanam, ia mungkin hanya menyiram dan mencabut rumput, tapi hal bahwa benih itu tumbuh sampai menghasilkan buah adalah urusan Tuhan. Demikianlah tugas mewartakan sabda Allah; Wartakanlah dimana pun Anda berada dan kemana pun Anda pergi sebab Tuhanlah yang akan membuat sabda itu berbuah dalam diri setiap orang yang mendengarnya.

Pelajarannya adalah:

1) Lakukanlah yang terbaik bila Anda dipercayakan suatu tugas kepadamu.

2) Yakinlah bahwa hasil atau mahkota sedang menantimu bila Anda setia dalam prosesnya.

3) Dalam situasi tidak ada harapan atau kegagalan maka percayalah bahwa Tuhan akan membantu menyelesaikan setiap persoalan. Yang penting Anda percaya dan berserah kepada-Nya.

Akhirnya, hasil yang baik hanya menjadi milik dari mereka yang setia melakukan prosesnya.

Selamat beraktivitas untuk para sahabat

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )


  • Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 31 Januari 2020

Bacaan: 1 Yoh 4:20-21 "Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya."

Renungan:
  Ameneh, seorang wanita buta, berdiri di depan pria yang berlutut di kakinya, yang menangis memohon pengampunannya. Pria itulah yang menyebabkan kebutaan dan kerusakan wajahnya. Seorang dokter sedang menanti jawaban Ameneh dalam melaksanakan perintah persidangan untuk meneteskan larutan acid ke mata pria itu sebagai hukuman setimpal. Di menit terakhir Ameneh berseru, "Saya mengampuninya." Dia meminta dokter melepaskannya dari hukuman itu dan mengampuni pria yang mengalami kebencian ketika cintanya ditolak Ameneh. Ameneh mengalami luka fisik dan hati serta masa depan yang hancur karena pria itu, namun ia mampu mengampuninya.
  Salomo mengajarkan, kasih menutupi pelanggaran. Paulus mendefinisikan kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain. Yesus memberi teladan kasih dengan melepaskan pengampunan. Apabila kita terus menerus melepaskan pengampunan bagi orang yang selalu menyakiti kita, maka kita akan sampai pada kondisi di mana kita tidak lagi merasa terluka ketika disakiti. Inilah yang Mother Teresa alami dan ia memberi pernyataan, "Telah kutemukan kontradiksi, yaitu jika saya belajar mengasihi hingga menyakitkan, ternyata kemudian saya tidak lagi merasa terluka, yang ada hanyalah kasih yang melimpah."
  Bagaimana dengan kita? Mari, milikilah kasih yang mampu membalut dalamnya luka hati. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, mampukan aku untuk memiliki hati yang mau mengampuni, khususnya mengampuni .... sebagai wujud kasihku padaMu yang telah lebih dulu mau mengampuni kesalahanku. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus4

Mutiara Iman

TUMBUH
31 Januari 2020

“Tetapi apabila ditaburkan, ia TUMBUH dan menjadi lebih besar dari segala sayuran yang lain” (Mrk 4:32)

Lectio
2 Sam 11:1-2,4abd, 5-10a,13-17; Mzm 51:3-7,10-11; Mrk 4:26-34

Setelah menyelesaikan pendalaman Kitab Suci, Sony makan bersama temannya.
Ketika sedang mengantri, terdengar seorang Bapak tua berkata kepada penjualnya :
“Pak tolong dibuatkan nasi goreng!”
Namun penjualnya menjawab :
“Tiap hari hanya bisanya minta saja!”
Mendengar itu Sony berkata :
“Pak tolong buatkan saja, nanti saya yang bayar.”
Setelah pesanan datang dan mereka makan, temannya berkata :
“Son, ngapain lu kasih Bapak tadi makan? Nanti jadi malas.”
“Ya kita kan belajar KS, kita juga harus menebar dengan MELAKUKAN Sabda-Nya, supaya Allah memberikan PERTUMBUHAN pada kita.” jawab Sony. Temannya pun mengangguk-angguk tanda setuju.

Ketika kita membagikan SABDA ALLAH, kita sedang TUMBUH.

Oratio
Ya Tuhan, jadikanlah kami pewarta dan pelaku Sabda-Mu. Amin

Missio
Marilah kita hidup dengan membagikan Sabda Allah kepada sesama.
Have a Blessed Friday.
☘🍁Doa pagi🍁☘
Hari Jumat 31 Januari 2020

Tuhan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat,
Engkau rela menderita, wafat, dan bangkit demi keselamatan umat manusia. Kami bersyukur kepadaMu atas keselamatan yang Engkau berikan kepada keluarga kami.

Kami mohon kepadaMu, pancarkanlah sinar kerahimanMu kepada keluarga kami, agar keluarga kami mampu mewartakan keselamatan kepada sesama yang sedang dilanda kesulitan, ancaman, penganiayaan, dan keputusasaan.

Ajarilah kami untuk senantiasa membaca, merenungkan, dan melaksanakan sabdaMu dalam kehidupan sehari-hari. Kami percaya sabdaMu senantiasa menuntun langkah hidup kami dalam mewartakan keselamatan.

Ya Tuhan, berilah iman yang kokoh agar keluarga kami mampu membawa keselamatan kepada siapapun yang percaya kepadaMu. Tambahkanlah iman kepercayaan kami akan Dikau agar kami selalu siap sedia mewartakan keselamatan di mana pun kami berada.
Amin.

Salam Damai Kristus
RUAH

Renungan Pagi
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

Jumat, 31 Januari 2020 Peringatan Wajib St. Yohanes Bosko, Imam
Jumat, 31 Januari 2020
Peringatan Wajib St. Yohanes Bosko, Imam

“Keberanian untuk berdiri kokoh dalam kebenaran adalah tuntutan yang tak terhindarkan dari mereka yang dikirim Tuhan sebagai domba diantara serigala. “Mereka yang takut akan Tuhan tidak akan takut”, kata kitab Sirakh (34:16). Takut akan Allah membebaskan kita dari takut akan manusia. Ia membebaskan.” (Paus Benediktus XVI)   
Antifon Pembuka (Mat 5:19)

Siapa yang mengajarkan dan melakukan sabda Tuhan, dialah yang akan disebut besar dalam Kerajaan Surga.

Doa Pembuka

Ya Allah, Engkau telah mengobarkan hati Santo Yohanes Bosko, Imam-Mu, untuk menjadi bapa dan guru bagi kaum muda. Kami mohon, perkenankanlah agar dengan nyala api yang sama, kami pun mampu memperhatikan kaum muda, mencari jiwa-jiwa, dan mengabdi hanya kepada-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (11:1-2.4a.5-10a.13-17)
 
“Daud menghina Allah dengan mengambil istri Uria menjadi istrinya.”
 
Pada pergantian tahun, raja-raja biasanya maju berperang. Pada waktu itu Daud menyuruh Yoab maju bersama orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bangsa Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, ia berjalan-jalan di atas sotoh istana. Maka tampaklah kepadanya dari atas sotoh itu seorang wanita sedang mandi; wanita itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang mengambil dia. Wanita itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Kemudian pulanglah wanita itu ke rumahnya. Lalu mengandunglah wanita itu, dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud: “Aku mengandung.” Lalu Daud mengirim utusan kepada Yoab mengatakan, “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. Kemudian berkatalah Daud kepada Uria, “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama hamba-hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. Maka diberitahukanlah kepada Daud demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Keeseokan harinya Daud memanggil Uria untuk makan dan minum dengannya dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring di tempat tidurnya bersama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya. Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang hebat, kemudian kamu mengundurkan diri padanya supaya ia terbunuh mati.” Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. Ketika orang-orang itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kasihanilah kami, ya Tuhan, karena kami yang berdosa.
Ayat. (Mzm 51:3-4.5-6a.6bcd-7.10-11)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
2.Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
3. Maka, Engkau adil bila menghukum aku, dan tepatlah penghukuman-Mu. Sungguh, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
4. Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bangkit menari-nari! Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mat 11:25)
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:26-34)
 
"Kerajaan Surga seumpama orang yang menabur benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu."
   
Pada suatu ketika Yesus berkata, "Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba". Yesus berkata lagi, "Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya". Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Yohanes Melkior Bosko lahir pada tanggal 16 Agustus 1815 di Becchi, sebuah desa dekat dengan kota Torino, Italia. Ketika menanjak remaja, anak petani yang sederhana ini tidak diperkenankan masuk sekolah oleh orang tuanya karena diharuskan bekerja di ladang. Dalam situasi ini ia diajar oleh seorang imam yang baik hati. Jerih payah imam tua itu menyadarkan orang tua Bosko akan pentingnya nilai pendidikan. Oleh karena itu sepeninggal imam tua itu, ibunya menyekolahkannya ke Castelnuovo. Pendidikan di Castelnuovo ini diselesaikannya dalam waktu satu setengah tahun. Kemudian ia mengikuti pendidikan imam di seminari Chieri dan ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1841. Karyanya sebagai imam diabdikan seluruhnya pada pendidikan kaum muda. Ia membuka sebuah perkumpulan untuk menampung anak anak muda yang terlantar, buta huruf dan miskin. Cita citanya ialah mendidik para kawula muda itu menjadi manusia manusia yang berguna dan mandiri. Ia berhasil mengumpulkan 1000 orang pemuda dari keluarga keluarga miskin. Dengan penuh kesabaran, pengertian dan kasih sayang, ia mendidik mereka hingga mereka menjadi manusia yang baik dan bertanggung jawab. Salah seorang muridnya yang terkenal adalah Dominikus Savio, yang kemudian hari menjadi orang kudus.

Keberhasilannya ini terus membakar semangat untuk memperluas karyanya. Untuk itu ia mendirikan sebuah rumah yatim piatu dan asrama. Dengan demikian para pemuda itu dapat tinggal bersama dalam satu rumah untuk belajar dan melatih diri dalam ketrampilan ketrampilan yang berguna untuk hidupnya. Untuk pendidikan ketrampilan, Bosko merubah dapur di rumah ibunya menjadi sebuah bengkel sepatu dan bengkel kayu. Bengkel inilah merupakan Sekolah Teknik Katolik yang pertama. Sekolah ini tidak hanya menghindarkan pemuda pemuda dari kenakalan remaja, tetapi juga menciptakan pemimpin pemimpin di bidang industri dan teknik. Lebih dari itu, cara hidup Bosko sendiri berhasil membentuk kepribadian pemuda pemuda itu menjadi orang orang Kristen yang taat beragama bahkan saleh. Pada tahun 1859 atas restu Paus Pius IX (1846 - 1878), Bosko mendirikan sebuah tarekat religius untuk para imam dan bruder, yang dinamakan Kongregasi Salesian. Kemudian pada tahun 1872, bersama Santa Maria Mazzarello, Bosko mendirikan Serikat Puteri puteri Maria yang mengabdikan diri dalam bidang pendidikan kaum puteri. Bosko mendirikan banyak perkumpulan di sekolah. Ia dikenal sebagai perintis penerbitan Katolik dan rajin menulis buku buku dan pamflet. Ia pun mendirikan banyak gereja dan membantu meredakan pertentangan antara tahta Suci dengan para penguasa Eropa. Dalam karyanya yang besar ini, Bosko selalu menampilkan diri sebagai seorang imam yang saleh, penuh disiplin dan rajin berdoa. Ia menjadi seorang Bapa Pengakuan yang terpercaya di kalangan kaum remaja. Pada saat saat terakhir hidupnya, ia menyampaikan pesan indah ini: Katakanlah kepada anak anakku, Aku menanti mereka di surga. Ia meninggal dunia pada tahun 1888 dalam usia 72 tahun. Pada tanggal 2 Juni 1929, Yohanes Melkior Bosko dinyatakan sebagai Beato dan pada tanggal 1 April 1934 ia digelari Santo oleh teman dekatnya Paus Pius XI (1922 - 1939). (Imankatolik.or.id)

Salam Damai Kristus
🍁☘DOA MALAM☘🍁
Kamis 30 Januari 2020

Tuhanku,
tibalah saatnya bagiku untuk pulang dan istirahat di rumah. Aku bersyukur kepadaMu atas waktu tenang dan hening ini bersamaMu, yang lepas dan tidak dibebani oleh segala tugas dan kewajiban sehari - hari.

Waktu ini telah memperbaharui aku. Waktu ini telah mendatangkan kesembuhan bagi tubuh dan jiwaku. Aku telah beristirahat sejenak dan memberikan kesegaran pada tubuhku, dan ketenangan serta keheningan ini telah mendatangkan kesejukan pada jiwaku.

Waktu ini telah memperbaharui di dalamku keinginan untuk selalu bersekutu denganMu dan dengan mereka semua yang kukasihi. Tempatkanlah di dalamku keinginan untuk bersama - sama dengan semua orang , untuk menyatakan kebaikanMu pada saat kami menjalani kehidupan kami.

Tuhan Yesus,
sertaiah aku pada saat aku kembali lagi untuk menjalani kehididupanku yang dipenuhi dengan hiruk pikuk kesibukan dan yang pada saat tertentu berada dalam persimpangan jalan.

Dalam namaMu TuhanYesus aku berdoa, dalam persatuan dengan Roh Kudus, dan demi kemuliaan Allah Bapa.
Amin.

Salam Damai Kristus
Doa Jumat
31 Jan 2020
By : Team Moderator

Ya Allah, Tuhan Yesus dan Roh Kudus
Engkaulah Tuhanku dan aku mencari Engkau,
jiwaku haus padaMu ya Tuhan.
Aku ingin memuji Engkau selama hidupku
dan menaikkan tanganku hanya demi nama-Mu.
aku ini adalah hamba berdosa,
Yesus Kristus yang membebaskan aku dari dosa,
Engkau sungguh menjadi penolong bagiku
dan di dalam naungan sayap-Mu sambil bersorak sorai
sebab jiwaku melekat hanya padaMu,
terima kasih Tuhan Yesus Kristus
kami ucapkan  bersama-sama
Amin

Salam Damai Kristus
Santo Santa
31 Januari

Santo Yohanes Bosko, Imam

Yohanes Melkior Bosko lahir pada tanggal 16 Agustus 1815 di Becchi, sebuah desa dekat dengan kota Torino, Italia. Ketika menanjak remaja, anak petani yang sederhana ini tidak diperkenankan masuk sekolah oleh orang tuanya karena diharuskan bekerja di ladang. Dalam situasi ini ia diajar oleh seorang imam yang baik hati. Jerih payah imam tua itu menyadarkan orang tua Bosko akan pentingnya nilai pendidikan. Oleh karena itu sepeninggal imam tua itu, ibunya menyekolahkannya ke Castelnuovo. Pendidikan di Castelnuovo ini diselesaikannya dalam waktu satu setengah tahun. Kemudian ia mengikuti pendidikan imam di seminari Chieri dan ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1841. Karyanya sebagai imam diabdikan seluruhnya pada pendidikan kaum muda. Ia membuka sebuah perkumpulan untuk menampung anak anak muda yang terlantar, buta huruf dan miskin. Cita citanya ialah mendidik para kawula muda itu menjadi manusia manusia yang berguna dan mandiri. Ia berhasil mengumpulkan 1000 orang pemuda dari keluarga keluarga miskin. Dengan penuh kesabaran, pengertian dan kasih sayang, ia mendidik mereka hingga mereka menjadi manusia yang baik dan bertanggung jawab. Salah seorang muridnya yang terkenal adalah Dominikus Savio, yang kemudian hari menjadi orang kudus.
Keberhasilannya ini terus membakar semangat untuk memperluas karyanya. Untuk itu ia mendirikan sebuah rumah yatim piatu dan asrama. Dengan demikian para pemuda itu dapat tinggal bersama dalam satu rumah untuk belajar dan melatih diri dalam ketrampilan ketrampilan yang berguna untuk hidupnya. Untuk pendidikan ketrampilan, Bosko merubah dapur di rumah ibunya menjadi sebuah bengkel sepatu dan bengkel kayu. Bengkel inilah merupakan Sekolah Teknik Katolik yang pertama. Sekolah ini tidak hanya menghindarkan pemuda pemuda dari kenakalan remaja, tetapi juga menciptakan pemimpin pemimpin di bidang industri dan teknik. Lebih dari itu, cara hidup Bosko sendiri berhasil membentuk kepribadian pemuda pemuda itu menjadi orang orang Kristen yang taat beragama bahkan saleh. Pada tahun 1859 atas restu Paus Pius IX (1846 - 1878), Bosko mendirikan sebuah tarekat religius untuk para imam dan bruder, yang dinamakan Kongregasi Salesian. Kemudian pada tahun 1872, bersama Santa Maria Mazzarello, Bosko mendirikan Serikat Puteri puteri Maria yang mengabdikan diri dalam bidang pendidikan kaum puteri. Bosko mendirikan banyak perkumpulan di sekolah. Ia dikenal sebagai perintis penerbitan Katolik dan rajin menulis buku buku dan pamflet. Ia pun mendirikan banyak gereja dan membantu meredakan pertentangan antara tahta Suci dengan para penguasa Eropa. Dalam karyanya yang besar ini, Bosko selalu menampilkan diri sebagai seorang imam yang saleh, penuh disiplin dan rajin berdoa. Ia menjadi seorang Bapa Pengakuan yang terpercaya di kalangan kaum remaja. Pada saat saat terakhir hidupnya, ia menyampaikan pesan indah ini: Katakanlah kepada anak anakku, Aku menanti mereka di surga. Ia meninggal dunia pada tahun 1888 dalam usia 72 tahun. Pada tanggal 2 Juni 1929, Yohanes Melkior Bosko dinyatakan sebagai Beato dan pada tanggal 1 April 1934 ia digelari Santo oleh teman dekatnya Paus Pius XI (1922 - 1939).

Sumber : www.imankatolik.or.id

Rabu, 29 Januari 2020

Kamis, 30 Januari 2020

PEKAN BIASA III (H)
St. Gerardus; Sta. Maria Ward; Sta. Batildis; Sta. Yasinta; B. Sebastianus

Bacaan I      : 2Sam. 7:18-19.24-29
Mazmur       : 132:1-2.3-5.11.12.13-14; R: Luk 1: 32b
Bacaan Injil : Mrk. 4:21-25

Lalu Yesus berkata kepada mereka: Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan dibawah gantang atau dibawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh diatas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barang siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan disamping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

Renungan
Daud bersyukur atas kebaikan Tuhan yang tak terhingga kepadanya dan keluarganya, namun ia tetap memohon berkat bagi keluarganya agar mereka tetap setia kepada Tuhan: "Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada dihadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab ya Tuhan Allah, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu, keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya" (2Sam. 7:29). Doa yang sangat mengesankan dari seorang raja yang sadar bahwa dia juga kepala keluarga.

Kita diberkati Tuhan bukan hanya untuk setia kepada-Nya, melainkan juga untuk hidup sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan. Tuhan ingin kita menjadi terang seperti pelita yang dapat diletakkan diatas kaki dian  sehingga menerangi seluruh ruangan dan siapapun yang tinggal didalamnya. Iman kita kepada Tuhan haruslah membuat kita berani--tidak takut dan menyembunyikan diri dibawah gantang atau tempat tidur. Supaya iman kita semakin teguh dan kita berani mengamalkannya, kita harus mendengarkan Tuhan. Karena untuk itulah Tuhan menganugerahi kita telinga: pertama-tama untuk mendengarkan Tuhan, bukan yang lain. Saat kita mulai melangkah mengamalkan sabda Tuhan, iman dan berkat kita akan semakin bertambah. Sebaliknya, kalau kita tak berani melangkah, iman malah semakin lemah dan hilang. "Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

Tuhan, semoga kami senantiasa sadar bahwa berkat-Mu bagi kami sekeluarga semakin berkembang hanya bila kami mengamalkannya dalam tanggapan nyata pada kebutuhan sesama. Amin.

Diambil dari : Buku Ziarah Batin 2020
Ditulis ulang : Veronica Neli
EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE
Kamis, 30 Januari 2020
Bac. I, 2Sam 7 : 18 - 19. 24 - 29
Injil, Mrk 4 : 21 - 25

Kecerungan Menilai Menghilangkan Kesempatan untuk Mengagumi

"Lebih sering kita menilai atau cenderung kita mengeritik sesama atas kesalahan atau kekurangan mereka, sebaliknya kita sangat kompromistis terhadap diri sendiri atas kesalahan dan kekurangan yang sama."

Yesus mengingatkan kita dalam Injil hari ini, " *Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan dikenakan pula kepadamu.* " Ini berarti sekali kita menunjuk kesalahan bahkan dosa-dosa orang lain dengan telunjuk kita maka ingatlah bahwa empat jari lain berbalik menunjuk kita."

Pelajaran penting bagi kita di pagi ini adalah;

1) Sadarlah bahwa sekecil apa pun, tapi Anda pun pernah, sedang dan akan tetap melakukan salah dan dosa.

2) Nasehatilah mereka yang bersalah tanpa harus melukai mereka dengan kata-katamu.

3) Terhadap sahabat atau sesama yang salah bahkan berdosa, tegurlah, tapi jangan lupa mendoakan mereka.

4) Matikanlah kecenderungan untuk cepat menilai sesuatu pada padangan pertama, karena  sesungguhnya Anda akan kehilangan moment untuk mengagumi dan menikmatinya.

Karena itu, ingatlah nasehat Yesus, " *Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu, tapi balok di matamu sendiri tidak engkau ketahui?"*  Hanya mau mengatakan bahwa betapa indahnya kita menjadi contoh dari apa yang kita kehendaki bagi orang lain.

Selamat beraktivitas untuk para sahabat

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )

Salam Damai Kristus
Kamis, 30 Jan 2020
Hari Biasa III
2Sam. 7:18-19,24-29; Mzm. 132:1-2,3-5,11,12,13-14; Mrk. 4:21-25.

Zaman sekarang, mungkin banyak orang sudah tidak lagi menggunakan pelita sebab semua penerang sudah menggunakan lampu yang sumber energinya berasal dari listrik. Namun, ketika listrik mati, kita biasanya juga menyalakan pelita atau lilin sebagai penerang. Di mana kita meletakkan lilin atau pelita tersebut? Tentu bukan di bawah tempat tidur, melainkan di atas meja atau tempat lain yang cukup tinggi sehingga dapat menerangi sekitarnya. Atau bolehlah kita tetap menggunakan lampu listrik untuk memahami kata-kata Yesus ini. Saya yakin, tidak seorang pun dari kita yang memasang lampu penerang di kolong tempat tidur. Sebagian besar lampu-lampu di rumah kita, kita pasang di plafon atau langit-langit rumah. Ada juga yang di dinding atas paling tidak di atas meja. Singkatnya, di tempat yang tinggi.
Minggu kemarin (26 Jan), kita barusaja merayakan Minggu Sabda Allah. Dalam renungan, saya mengajak untuk mengaitkan antara Sabda tuhan dengan Terang. Pengaitnya adalah Mzm 119,105: "Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, cahaya untuk menerangi jalanku". Ya, Sabda Tuhan adalah pelita atau lampu yang diberikan Tuhan untuk menerangi hidup kita. Pertanyaannya, di manakah kita menempatkan Sabda Tuhan itu? Di tempat yang tinggi atau di bawah tempat tidur? Di mana kita meletakkan Kitab Suci kita? Di tempat tersembunyi atau bahkan entah di mana, ataukah di atas meja yang setiap saat kita lihat, kita baca, dan kita renungkan sehingga hidup kita pun diterangi olehnya?

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 30 Januari 2020

Bacaan: Matius 25:28-29 "Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak memunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

Renungan:
  Suatu ketika seorang konduktor terkenal sedang mengadakan pertunjukan konser. Saat koor sedang bernyanyi diiringi ratusan alat musik, seorang pemain piccolo ( seruling kecil ) berhenti bermain karena mengira bahwa peranannya tidak akan memberi pengaruh di tengah musik seagung itu. Tiba-tiba sang konduktor berteriak, "Mana piccolonya?" Ternyata suara alat musik kecil itu pun dibutuhkan serta penting untuk harmoni. Dan menariknya telinga sang konduktor itu pun tidak melupakannya.
  Jika pertunjukkan tersebut diibaratkan dengan kehidupan, sering kali kita berpikir seperti pemain piccolo tersebut. Kita berpikir bahwa kita tidak bisa memberi dampak apa-apa dalam kehidupan ini. Pemikiran seperti inilah yang justru menjebak kita. Akibatnya kira enggan untuk menggunakan bahkan mengembangkan talenta yang kita miliki. Ingat, Tuhan kita memiliki telinga dan mata yang lebih tajam dari telinga dan mata konduktor tersebut. Tuhan tahu jika ada anak-anakNya yang tidak menggunakan talentanya. Padahal dengan talenta itulah hidup kita bisa berdampak bagi sekitar kita.
  Daud pun demikian. Dia menjadi ahli pengumban oleh karena sudah terbiasa menggunakannya saat menggembalakan kambing domba ayahnya. Siapa yang menyangka bahwa pada akhirnya keahliannya itu memberi dampak besar bagi bangsanya, saat ia menjadi pemenang di dalam peperangan melawan Goliat? Sayangnya kita seringkali tidak meneladan Daud. Kita malah melakukan seperti yang dilakukan oleh orang yang menerima satu talenta dalam perumpaan tentang talenta, yaitu menyembunyikan satu talenta yang dimilikinya.
  Untuk itu, mari kita kembangkan dan gunakan talenta kita. Dengan demikian bukan saja Tuhan senang, tetapi hidup kita bisa berdampak positif bagi lingkungan kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, mampukan aku untuk menggunakan dan mengembangkan talenta yang saat ini aku miliki agar hidupku dapat menjadi berkat bagi sesamaku dan juga menyenangkan hatiMu. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
☘🍁Doa pagi🍁☘
Hari Kamis 30 Januari 2020

Ya Allah yang mahakudus, Bapa yang kekal.
Engkau telah memanggil aku pada awal hari yang baru ini. Maka aku datang menghadap Dikau. Sebab Engkau menganugerahkan aku hari yang baru lagi.

Ya Tuhanku, aku menyatakan kesediaanku, untuk kembali bekerja lagi demi kepentinganMu. Segala keinginan dan perbuatanku, perkataanku dan pikiranku, perjuangan dan usahaku semua saja, yang dapat menyenangkan aku hari ini, tetapi juga apa saja, yang akan menyusahkan aku, semuanya itu kupersembahkan kepadaMu.

Semuanya demi kemuliaanMu. Baiklah kunyatakan sekarang juga, apa yang hendak kuperhatikan secara khusus pada hari ini dan apa pula niatku yang harus kulakukan.  ............(hening sejenak : tinjau niat dan rencana kerja hari ini)

Ya Tuhanku, Engkau mengetahui kelemahan-kelemahanku. Maka aku mohon : pimpinlah aku hari ini pada jalan yang benar. Jauhkan aku dari sikap hati yang dingin dan semangat yang lesu serta segala kejahatan, yang mengitari aku.

Berikanlah aku kekuatan, supaya aku hari ini tetap setia kepadaMu dan tidak takut atau malu mengakui Dikau dihadapan manusia. Dampingilah aku dalam segala percobaan. Bebaskanlah aku dari sikap lamban dan setengah - setengah, dan biarlah aku melakukan banyak perbuatan baik.

Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamatku.
Amin.

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

TIDAK ADA SUATU RAHASIA
30 Januari 2020

“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada suatu rahasia yang tidak akan tersingkap” (Mrk 4:22)

Lectio
2 Sam 7:18-19,24-29; Mzm 132:1-2,3-5,11,12,13-14; Mrk 4:21-25

Ketika diminta perusahaan untuk membeli barang, Deny diantar Tony, seorang OB, dengan naik motor.
Ketika sedang berbelanja, Deny berkata kepada penjualnya :
“Pak nanti bonnya dinaikin ya harganya..”
Mendengar itu Tony bertanya :
“Mengapa dinaikin Pak? Kan rugi kita dan Bapak penjualnya jadi untung.”
Namun Deny menjawab :
“Ton, Ton, maksudnya uang sisanya nanti untuk kita makan, minum, jajan dan refleksi kaki. Kan si Bos udah kaya! Uang segini mah keciiill untuk perusahaan.”
Namun dengan nada tinggi Tony berkata :
“Pak saya tak mau ikut! Saya tak apa tak makan, tak jajan, dan tak refleksi, asalkan BENER. Saya sudah diajar sama orangtua di kampung supaya hidup BENER!”
Maka malulah Deny mendengar itu, lalu dia berkata kepada penjualnya :
“Koh angkanya samakan saja dengan yang sudah saya tawar tadi. Ada Malaikat di sini!” Penjual itu pun tertawa mendengarnya.

Dalam TERANG semua KEBENARAN akan terlihat.

Oratio
Ya Tuhan, berilah kami Roh Kebenaran. Amin.

Missio
Marilah kita hidup dengan kesadaran bahwa Allah selalu memperhatikan kita.
Have a Blessed Thursday.

Salam Damai Kristus
Doa Kamis
30 Jan 2020
By : Team Moderator

Ya Allah di surga, hari ini aku berlutut dihadapan-Mu
dan menyembah sujud pada-Mu.
Aku bersyukur dengan semua kemurahan
yang Engkau berikan khususnya sudah
memeliharaku di sepanjang hari ini.
Terimakasih juga karena sudah membimbingku
atas pikiran, perkataan dan juga perbuatanku hari ini.
Utuslah Roh Kudus agar bisa menerangi budiku
sehingga aku bisa melihat dosaku
dan curahkanlah rahmat-Mu
supaya aku bisa menyesali segala dosaku
dengan sungguh-sungguh,
karunia yang diberikan oleh Tuhan Yesus harus
dipakai untuk pelayanan Tuhan,
bila umurmu panjang, Tuhan punya rencana,
jadilah rekan kerja Tuhan dalam pelayanan Tuhan.
Terima kasih kami ucapkan bersama-sama,
Amin.

Salam Damai Kristus
🍁☘DOA MALAM☘🍁
Rabu 29 Januari 2020

Tuhan Yesus,
Pancaran kerahiman yang tiada pernah padam, Engkau menderita dahaga yang sangat berat di Kayu Salib, namun lebih berdahaga untuk menyelamatkan umat manusia.

Tuhan Yesus,
kami mohon hidupkankah di dalam hati kami api kerinduan untuk berbuat yang sebaik - baiknya di dalam segala tingkah laku dan segala perbuatan kami, dengan memadamkan gelora nafsu dan kesenangan jasmani kami dan keinginan akan hal duniawi, demi penderitaan dahaga Mu di Kayu Salib.

Tuhan Yesus,
yang lemah lembut, pencinta hati yang suci ; tak kala Engkau merindukan air karena keringnya kerongkonganMu dalam penderitaan yang hebat, orang - orang Yahudi tidak habis - habisnya mencerca dan mengolok - olok Engkau, bahkan Engkau diberi air cuka dicampur empedu.

Berilah kami rahmat agar sanggup menerima kepahitan dan kegetiran hidup yang menimpa kami di dunia ini, agar kami dapat dengan layak menerima Tubuh dan DarahMu yang kudus selama hidup kami dan pada saat kami diambang maut, sebagai penghibur dan bekal dalam perjalanan kami menuju ke tempat Allah Bapa.
Amin.

Salam Damai Kristus
Santo Santa
30 Januari

 St. Bathildis

Kisahnya berawal sekitar tahun 630. Seorang gadis Inggris Kristen yang ketakutan, tidak dapat membayangkan apa yang bakal terjadi atas dirinya. Yang ia tahu hanyalah bahwa ia telah diculik dan sekarang berada dalam sebuah kapal bajak laut. Kemanakah ia akan dibawa? Kepada siapakah ia dapat bertanya? Pada akhirnya, kapal tersebut berlabuh dan ia mendengar orang-orang berbicara bahwa mereka telah berada di Perancis. Bathildis segera dijual sebagai seorang budak kepada pengurus rumah tangga istana Raja Clovis.

Kisah selanjutnya bagaikan sebuah dongeng Cinderela, kecuali bahwa kisah ini sungguh terjadi. Gadis pendiam ini memperhatikan dengan seksama sementara tugas-tugasnya dijelaskan atau ditunjukkan kepadanya. Dari hari ke hari, ia mengerjakan satu tugas ke tugas lainnya dengan sebaik-baiknya. Ia seorang gadis yang pemalu dan lemah lembut, tetapi bahkan Raja Clovis mulai memperhatikannya. Semakin diperhatikannya gadis itu, semakin raja terkesan. Gadis seperti inilah yang akan menjadi seorang istri yang mengagumkan, bahkan bagi seorang raja. Pada tahun 649, Clovis menikahi Bathildis. Gadis budak kecil itu kini menjadi seorang ratu. Raja dan ratu dikaruniai tiga orang putera. Clovis meninggal dunia ketika putera sulung mereka baru berusia lima tahun, jadi Bathildis akan memimpin Perancis hingga putera-puteranya dewasa.

Pastilah sangat mengherankan semua orang karena ternyata Bathildis dapat memerintah dengan amat bijaksana. Ia ingat betul bagaimana rasanya menjadi seorang miskin. Ia juga ingat tahun-tahun yang dilaluinya sebagai seorang budak. Ia dijual begitu saja seolah-olah ia itu “tidak ada artinya sama sekali.” Bathildis ingin agar semua orang mengetahui betapa berharganya mereka di hadapan Tuhan. Bathildis amat mencintai Yesus dan Gereja-Nya. Ia menggunakan kekuasaannya untuk membantu Gereja dalam segala cara yang mampu ia lakukan. Ia tidak menjadi sombong atau pun congkak. Sebaliknya, ia menaruh perhatian kepada para fakir miskin. Ia juga melindungi rakyatnya agar jangan sampai diculik dan diperlakukan sebagai budak. Ia memenuhi Perancis dengan rumah sakit-rumah sakit. Ia mendirikan sebuah seminari bagi pendidikan para imam dan juga sebuah biara untuk para biarawati. Kelak di kemudian hari, Ratu Bathildis sendiri juga masuk biara. Sebagai seorang biarawati, ia melepaskan segala status kerajaannya. Ia menjadi salah seorang dari para biarawati yang sederhana dan taat. Ia tidak pernah menuntut atau bahkan berharap agar orang lain melayaninya. St. Bathildis juga amat lemah lembut serta penuh perhatian kepada mereka yang sakit. Ketika ia sendiri jatuh sakit, ia harus menderita suatu penyakit yang lama serta menyakitkan hingga ia wafat pada tanggal 30 Januari 680.

Hidup kita tidak selalu berakhir seperti kisah-kisah dongeng, tetapi, melalui teladan hidup St. Bathildis kita dapat belajar untuk senantiasa berharap pada penyelenggaraan serta belas kasihan Tuhan kepada kita.

Sumber : yesaya.indocell.netSanto Santa
30 Januari

 St. Bathildis

Kisahnya berawal sekitar tahun 630. Seorang gadis Inggris Kristen yang ketakutan, tidak dapat membayangkan apa yang bakal terjadi atas dirinya. Yang ia tahu hanyalah bahwa ia telah diculik dan sekarang berada dalam sebuah kapal bajak laut. Kemanakah ia akan dibawa? Kepada siapakah ia dapat bertanya? Pada akhirnya, kapal tersebut berlabuh dan ia mendengar orang-orang berbicara bahwa mereka telah berada di Perancis. Bathildis segera dijual sebagai seorang budak kepada pengurus rumah tangga istana Raja Clovis.

Kisah selanjutnya bagaikan sebuah dongeng Cinderela, kecuali bahwa kisah ini sungguh terjadi. Gadis pendiam ini memperhatikan dengan seksama sementara tugas-tugasnya dijelaskan atau ditunjukkan kepadanya. Dari hari ke hari, ia mengerjakan satu tugas ke tugas lainnya dengan sebaik-baiknya. Ia seorang gadis yang pemalu dan lemah lembut, tetapi bahkan Raja Clovis mulai memperhatikannya. Semakin diperhatikannya gadis itu, semakin raja terkesan. Gadis seperti inilah yang akan menjadi seorang istri yang mengagumkan, bahkan bagi seorang raja. Pada tahun 649, Clovis menikahi Bathildis. Gadis budak kecil itu kini menjadi seorang ratu. Raja dan ratu dikaruniai tiga orang putera. Clovis meninggal dunia ketika putera sulung mereka baru berusia lima tahun, jadi Bathildis akan memimpin Perancis hingga putera-puteranya dewasa.

Pastilah sangat mengherankan semua orang karena ternyata Bathildis dapat memerintah dengan amat bijaksana. Ia ingat betul bagaimana rasanya menjadi seorang miskin. Ia juga ingat tahun-tahun yang dilaluinya sebagai seorang budak. Ia dijual begitu saja seolah-olah ia itu “tidak ada artinya sama sekali.” Bathildis ingin agar semua orang mengetahui betapa berharganya mereka di hadapan Tuhan. Bathildis amat mencintai Yesus dan Gereja-Nya. Ia menggunakan kekuasaannya untuk membantu Gereja dalam segala cara yang mampu ia lakukan. Ia tidak menjadi sombong atau pun congkak. Sebaliknya, ia menaruh perhatian kepada para fakir miskin. Ia juga melindungi rakyatnya agar jangan sampai diculik dan diperlakukan sebagai budak. Ia memenuhi Perancis dengan rumah sakit-rumah sakit. Ia mendirikan sebuah seminari bagi pendidikan para imam dan juga sebuah biara untuk para biarawati. Kelak di kemudian hari, Ratu Bathildis sendiri juga masuk biara. Sebagai seorang biarawati, ia melepaskan segala status kerajaannya. Ia menjadi salah seorang dari para biarawati yang sederhana dan taat. Ia tidak pernah menuntut atau bahkan berharap agar orang lain melayaninya. St. Bathildis juga amat lemah lembut serta penuh perhatian kepada mereka yang sakit. Ketika ia sendiri jatuh sakit, ia harus menderita suatu penyakit yang lama serta menyakitkan hingga ia wafat pada tanggal 30 Januari 680.

Hidup kita tidak selalu berakhir seperti kisah-kisah dongeng, tetapi, melalui teladan hidup St. Bathildis kita dapat belajar untuk senantiasa berharap pada penyelenggaraan serta belas kasihan Tuhan kepada kita.

Sumber : yesaya.indocell.net

Selasa, 28 Januari 2020

EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE
Rabu, 29 Januari 2020
Bac. I, 2Sam 7 : 4 - 17
Injil, Mrk 4 : 1 - 20

Kusiapkan Hatiku Menjadi Ladang Tabur Firman-Mu

"Allahlah yang memberi pertumbuhan bagi benih yang ditaburkan, tapi beta ajaibnya bahwa Ia selalu meminta tanah dan ladang hatimu untuk menjadi tempat tabur dan tumbuhnya benih firman-Nya itu."

Cerita tentang penabur, benih dan ladang dalam Injil hari ini memberikan pelajaran penting bagi kita bahwa;

1) Allah mempercayakan benih firman-Nya kepada semua orang.

2) Tumbuh tidaknya firman itu sangat tergantung dari setiap hati yang menerimanya. Dan reaksi setiap orang terhadap taburan benih firman itulah yang membedakan satu dengan yang lain.

3) Tuhan tidak hanya menghendaki agar benih firman itu tumbuh, tapi ia akan berbuah demi dirimu dan mereka yang ada di sekitarmu.

4) Jangan pernah sombong bila saat ini hatimu menjadi tanah yang subur, karena suatu waktu mungkin Anda lupa menyiramnya sehingga menjadi tanah kering dan tandus. Sebaliknya, jangan juga berkecil hati karena saat ini mungkin hatimu menjadi tanah yang tandus, berbatu-batu dan berduri, karena selalu ada harapan akan datangnya hujan untuk menyuburkan tanah hatimu sehingga menjadi subur bagi benih firman Tuhan.

Akhirnya, ingatlah bahwa betapa Tuhan ingin kerja sama darimu sehingga proyek benih firman-Nya dapat tumbuh dan berbuah di dalam engkau.

Selamat beraktivitas untuk para sahabat

Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya.
( Rinnong - Duc in Altum )

Salam Damai Kristus
Rabu, 29 Januari 2020

PEKAN BIASA III (H)
St. Joshep Freinademetz; B. Arkanjela Girlani

Bacaan I      : 2Sam. 7:4-17
Mazmur       : 89:4-5.27-28.29-30; R:29a
Bacaan Injil : Mrk.4:1-20

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar ditepi danau. Maka, datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik kesebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk disitu, sedangkan semua orang banyak itu didarat, ditepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh dipinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh ditanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh ditengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu  dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian jatuh ditanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah mendengar!" Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu [.....] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan firman. Orang-orang yang dipinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan didalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan ditanah yang berbatu-batu, ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman ini, mereka segera murtad. Dan yang lain ialah yang ditaburkan ditengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekhawatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Dan akhirnya yang ditaburkan ditanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tigapuluh kali lipat, ada yang enampuluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.

Renungan
Firman Allah itu seperti benih yang ditaburkan. Apakah benih itu akan bertumbuh dengan baik
hingga berbuah tergantung orang yang mendengarkannya. Kita patut memeriksa diri kita masing-masing, bagaimana sikap kita dalam menyambut Sabda Tuhan. Dari macam-macam kategori tanah yang disampaikan dalam bacaan hari ini: kategori tanah macam apakah diri kita? Tuhan menghendaki kita menjadi tanah yang baik, yaitu orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tigapuluh kali lipat, ada yang enampuluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."

Tuhan, semoga hati kami semakin sabar untuk menjadi persemaian sabda-Mu. Amin.

Diambil dari: Buku Ziarah Batin 2020
Ditulis kembali: Veronica Neli
☘🍁Doa pagi🍁☘
Hari Rabu 29 Januari 2020

Ya Allah Yang Mahasetia,
kami bersyukur kepadaMu atas kesetiaan yang Engkau anugerahkan kepada keluarga kami.
Engkau menghendaki keluarga kami untuk setia kepadaMu.

Kami mohon kepadaMu, curahkanlah Roh kesetiaan kepada kami dalam membangun keluarga kristiani yang bahagia yang dipenuhi sukacita ilahiMu.

Bimbinglah kami agar senantiasa setia terhadap pasangan dalam suka dan duka. Semoga kesetiaan mampu mempesatukan perkawinan kami sebagai persembahan kepadaMu.

Tuhan Yesus, Engkau berkata, "Apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia". Melalui sabdaMu ini, ajarilah keluarga kami untuk mengerti dan menyadari arti kesetiaan.
Karena Engkau telah mengaruniakan rahmat dan kebebasan yang sama kepada setiap pribadi untuk menemukan kebahagiaan di dalam perkawinannya.

Ya Allah, sumber kebahagiaan kekal, berilah kami kekuatan pada saat mengalami duka dan masalah dalam keluarga. Mampukanlah kami agar kuat dan berani menghadapi setiap situasi hidup, sebagaimana telah diteladankan oleh Yesus, Guru dan Penyelamat kami.

Semoga karena kekuatan yang mengalir dariMu, kami dapat memperjuangkan perkawinan kami dengan tekun dan setia. Semoga Santo Yusuf mendoakan keluarga kami, Bunda Maria meneguhkan iman keluarga kami, dan Yesus memberkati serta mengabulkan doa keluarga kami.
Amin.

Salam Damai Kristus
Doa Rabu
29 Jan 2020
By : Team Moderator

Tuhan Yersus yang baik, terimakasih karena Engkau
sudah membimbing kami sekeluarga sepanjang hari ini
dan terima kasih juga karena Engkau sudah menemani kami.
Terima kasih juga atas Roh Kudus yang sudah menuntun kami.
Sekarang ya Tuhan, utuslah Roh Kudus supaya bisa
menerangi kami sekeluarga, agar bisa mengetahui
semua dosa-dosa kami dan menyesalinya
dengan sungguh-sungguh.
Lindungilah kami  esok pagi bisa bangun dengan segar
dan bersemangat.
ajari kami bertumbuh dalam kasih dan kebenaran,
sebab kebenaran tanpa kasih itu adalah kejam,
kasih tanpa kebenaran itu namanya liar.
terima kasih pencerahan Tuhan Yesus Kristus,
kami berdoa bersama-sama,
Amin.

Salam Damai Kristus
RUAH

Renungan Pagi
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

Rabu, 29 Januari 2020 Hari Biasa Pekan III
Rabu, 29 Januari 2020
Hari Biasa Pekan III

Melalui perumpamaan - satu bentuk mengajar-Nya yang khas - Yesus mengajarkan supaya masuk ke dalam Kerajaan-Nya Bdk. Mrk 4:33-34.. Lewat perumpamaan Ia mengundang ke perjamuan Kerajaan-Nya Bdk. Mat 22:1-14., tetapi menuntut juga keputusan yang radikal. Untuk memperoleh Kerajaan itu, orang harus melepaskan segala sesuatu Bdk. Mat 13:44-45.; kata-kata hampa tidak mencukupi; perbuatan sangat dibutuhkan Bdk. Mat 21:28-32.. Perumpamaan perumpamaan itu seakan-akan menempatkan sebuah cermin di depan manusia, dalamnya ia dapat mengerti: Apakah ia menerima kata-kata itu sebagai tanah yang berbatu-batu atau sebagai tanah yang baik? Bdk. Mat 13:3-9. Apa yang ia lakukan dengan talenta yang ia terima? Bdk. Mat 25:14-30. Yesus dan kehadiran Kerajaan di dunia adalah inti semua perumpamaan. Orang harus masuk ke dalam Kerajaan, artinya harus menjadi murid Kristus, untuk "mengetahui rahasia Kerajaan surga" (Mat 13:11). Untuk mereka yang "ada di luar (Mrk 4:11), segala sesuatu tinggal rahasia Bdk. Mat 13:10-15.. (Katekismus Gereja Katolik, 541)

Antifon Pembuka (Mrk 4:3.8)

Seorang penabur keluar menabur benih. Benih itu sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dengan suburnya dan menghasilkan buah.

Doa Pembuka

Allah Bapa Maha Penyayang, Engkau telah membangun dunia menjadi tempat tinggal-Mu melalui Yesus Tuhan kami. Kami mohon, semoga Ia sebagai batu sendi selalu menghimpun kami dan menjadikan kami umat kesayangan-Mu yang mengenal Engkau. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (7:4-17)
 
"Aku akan membangkitkan keturunanmu dan Aku akan mengokohkan kerajaannya."
 
Waktu itu Raja Daud ingin mendirikan rumah bagi Tuhan. Maka datanglah Tetapi pada sabda Tuhan kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras? Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Bagi dia Aku akan memelihara kasih setia-Ku untuk selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:4-5.27-28.29-30)
1. Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku hendak bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun temurun.
2. Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.
3. Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh. Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa dan takhtanya seumur langit.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Benih itu melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus akan hidup selamanya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:1-20)
 
"Seorang penabur keluar untuk menabur."
 
Pada suatu hari Yesus mengajar di tepi danau Galilea. Maka datanglah orang yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia terpaksa naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh, lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu ada di darat, di tepi danau itu. Dan Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dalam bentuk perumpamaan. Dalam ajaran-Nya itu Yesus berkata kepada mereka, "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga benih itu tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dengan subur dan berbuah; hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat". Dan Yesus bersabda lagi, "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Ketika Yesus sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid menanyakan arti perumpamaan itu. Jawab-Nya, "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menangkap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, biar mereka jangan berbalik dan mendapat ampun". Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan sabda. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat sabda itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar sabda, lalu datanglah iblis dan mengambil sabda yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi sabda itu tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, mereka segera murtad. Dan yang lain, yang ditaburkan di tengah semak duri, ialah yang mendengar sabda itu, tetapi sabda itu lalu dihimpit oleh kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain sehingga sabda itu tidak berbuah. Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut sabda itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat".
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Dengan berbagai cara Allah telah dan sedang berkarya dan bersabda kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya, terutama kepada manusia, citra-Nya. Karya dan sabda-Nya itu mencapai puncak dan kesempurnaannya daiam karya dan sabda Tuhan Yesus Kristus, Putra-Nya sendiri. Di dalam diri Putra, Bapa hadir bersama Roh-Nya.

Sayang, ada yang menolak karya-karya dan sabda-sabda-Nya mentah-mentah, sehingga mereka tidak mendapatkan buah apapun dari karya dan sabda ilahi itu. Ada juga yang menerima-Nya setengah-setengah saja, sehingga mereka hanya mendapat buah sedikit saja dari karya-karya dan sabda-sabda-Nya. Syukurlah, ada juga yang menerimanya dengan sepenuh hati, sehingga mereka memperoleh buah yang berlimpah-ruah. Kondisi hati orang saat menanggapi sabda Allah itu seperti kondisi tanah ketika menyambut benih baik yang ditaburkan oleh petani. Tanah yang berbatu-batu tidak memungkinkan benih itu tetap hidup iaiu bertunas dan bertumbuh. Tanah yang dipenuhi semak-semak memang masih memungkinkan benih itu bertunas tetapi tunas itu segera mati karena “kalah bersaing” dengan semak-semak. Tanah yang subur memungkinkan benih itu bertunas, bertumbuh, dan akhirnya berbuah banyak. Namun, bagaimanapun juga sikap para tamu, perjamuan makan tersebut tidaklah sia-sia. Allah itu Maha Besar dan Mahakuasa. Karena itu, karya dan sabda-Nya pasti berhasil. Allah tidak dapat digagalkan oleh makhluk-makhluk ciptaan-Nya.

Contemplatio:

Bayangkanlah diri anda adalah seorang petani yang sedang menabur benih. Bagaimana perasaan anda kemudian, ketika anda melihat bahwa semua benih itu menumbuhkan tunas? Bagaimana perasaan anda ketika melihat ada tunas yang cepat mati?

Oratio:

Ya Bapa, bantulah aku dengan rahmatMu, agar aku dapat menjadi lahan yang subur bagi benih itu, sehingga aku ikut menghasilkan buah banyak di dalam “kebun anggur”-Mu. Amin.. (APH/RENUNGAN HARIAN MUTIARA IMAN 2020)

Antifon Komuni (Lih. Mrk 8:15)

Berbahagialah orang yang menyambut Sabda Allah dalam hati yang tulus dan jujur dan menghasilkan buah dengan sabar.

Salam Damai Kristus