Kamis, 30 Januari 2020
PEKAN BIASA III (H)
St. Gerardus; Sta. Maria Ward; Sta. Batildis; Sta. Yasinta; B. Sebastianus
Bacaan I : 2Sam. 7:18-19.24-29
Mazmur : 132:1-2.3-5.11.12.13-14; R: Luk 1: 32b
Bacaan Injil : Mrk. 4:21-25
Lalu Yesus berkata kepada mereka: Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan dibawah gantang atau dibawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh diatas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barang siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan disamping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
Renungan
Daud bersyukur atas kebaikan Tuhan yang tak terhingga kepadanya dan keluarganya, namun ia tetap memohon berkat bagi keluarganya agar mereka tetap setia kepada Tuhan: "Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada dihadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab ya Tuhan Allah, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu, keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya" (2Sam. 7:29). Doa yang sangat mengesankan dari seorang raja yang sadar bahwa dia juga kepala keluarga.
Kita diberkati Tuhan bukan hanya untuk setia kepada-Nya, melainkan juga untuk hidup sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan. Tuhan ingin kita menjadi terang seperti pelita yang dapat diletakkan diatas kaki dian sehingga menerangi seluruh ruangan dan siapapun yang tinggal didalamnya. Iman kita kepada Tuhan haruslah membuat kita berani--tidak takut dan menyembunyikan diri dibawah gantang atau tempat tidur. Supaya iman kita semakin teguh dan kita berani mengamalkannya, kita harus mendengarkan Tuhan. Karena untuk itulah Tuhan menganugerahi kita telinga: pertama-tama untuk mendengarkan Tuhan, bukan yang lain. Saat kita mulai melangkah mengamalkan sabda Tuhan, iman dan berkat kita akan semakin bertambah. Sebaliknya, kalau kita tak berani melangkah, iman malah semakin lemah dan hilang. "Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
Tuhan, semoga kami senantiasa sadar bahwa berkat-Mu bagi kami sekeluarga semakin berkembang hanya bila kami mengamalkannya dalam tanggapan nyata pada kebutuhan sesama. Amin.
Diambil dari : Buku Ziarah Batin 2020
Ditulis ulang : Veronica Neli

Tidak ada komentar:
Posting Komentar