Jumat, 30 November 2018

Percikan Nas
Sabtu, 01 November 2018
Peringatan Wajib Dionisius dan Redemptus
Warna liturgi merah

Bacaan-bacaan:
Why. 22:1-7; Mzm. 95:1-2,3-5,6-7; Luk. 21:34-36. BcO Dan. 12:1-13.

Nas Injil:
34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. 36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Percikan Nas
Suatu kali saya mendapat catatan akan sesuatu yang kupakai. Kala itu saya hanya terdiam dan berpikir. Tidak tahu harus ke mana mencari penggantinya. Di doa malam saya bersimpuh di hadapan Tuhan dan memohon Tuhan memberi petunjuk dan jalan. Tidak lama sesudah itu Tuhan pun menyediakan yang saya perlukan.
Hari ini adalah hari terakhir dalam kalender liturgi. Kita akan memasuki masa adven dengan kalender liturgi yang baru. Tahun baru liturgi akan segera datang. Pada masa seperti itu Tuhan mengajak kita untuk berjaga-jaga dan senantiasa berdoa, “supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia” (Luk 21:36).
Doa adalah kekuatan orang beriman. Dalam doa kita percaya Tuhan mencukupi kebutuhan kita. Dengan doa kita pun akan kuat menghadapi kehidupan dan siap kala menghadap Anak Manusia. Marilah kita senantiasa tekun berdoa. Tuhan akan menguatkan kita dan menjagai kita.

Doa:
Tuhan kami percaya Engkau tidak akan pernah meninggalkanku. Kami pun tak ingin meninggalkan-Mu. Semoga hidupku adalah doa percaya pada penyelenggaraan-Mu. Amin.

Senantiasa berdoa

Semangat baru menyongsong liturgi baru.
(goeng).

Salam Damai Kristus
Sabtu, 1 Desember 2018
*HARUS SIAP. DOA MENJADI PRIORITAS*

*BACAAN*
*Why 22:1-7* – “Malam takkan ada lagi sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka”
*Luk 21:34-36* – *“Berjaga-jagalah, agar kamu terluput dari malapetaka yang akan terjadi”*

*RENUNGAN*
1.Kehidupan kita adalah *sebuah persiapan*, baik untuk hidup abadi bersama Allah maupun menghadapi segala penderitaan dan godaan yang mendahuluinya. Peperangan rohani sungguh nyata, entah kita sadar atau tidak, entah  menghendaki atau tidak. Maka *apa saja yang membuat kita terlena, harus dihindari.* Yang sering membuat terlena adalah kesenangan-kesenangan duniawi yang menggoda dan menggiurkan, kerja tiada henti tanpa istirahat sehingga tidak pernah berdoa, *cemas  akan segala sesuatu tetapi tidak pernah cemas dan risau ketika kehidupan rohani benar-benar parah*.

2. *Tidak seorang pun dari kita bisa menghindari hari akhir*. Bagi beberapa orang, hari akhir akan terasa tiba-tiba dan sangat menyakitkan, bagi yang lain terasa menyesakkan. Bagi orang beriman, ia hanya ingin sampai pada  *tujuan akhir* , yaitu Allah. *Kematian tidak menakutkan, tetapi menjadi sebuah refleksi untuk sampai pada kepenuhan hidup*. Kematian merupakan pintu untuk memasuki kehidupan yang sebenarnya.  *Yang dituntut dari kita adalah hidup dalam cinta*. *Hidup hari ini akan menentukan hidup pada saat nanti, yaitu kehidupan abadi bersama Allah.*

3.Tuhan mengingatkan untuk selalu berjaga-jaga dan berdoa agar kita tidak masuk ke dalam pencobaan (Mat 26:41). *Kita harus berjaga-jaga dan berdoa, karena begitu banyaknya musuh dan ancaman di sekitar kita dan karena kita ini lemah. Lewat doa kita bisa membetengi diri dari pengaruh jahat. Maka doa harus menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Tanpa doa kita akan tercekik oleh polusi dunia.* Apakah doa sudah menjadi prioritas dalam hidupku?
(ms,berkat.id)

Salam Damai Kristus
#renungan

*MENGHENINGKAN HATI*

Sabtu 01 Des 2018

_`Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia` (Luk 21:36)_


Gereja Katolik maupun para pertapa non Katolik mempunyai kebiasaan bermeditasi.

Dalam keheningan meditasi itulah seseorang menyatukan dirinya dengan Sang Ilahi dan mendengarkan Dia secara penuh.

Yesus juga melakukan hal yang sama.

Sebelum mengajar dan mewartakan Kerajaan Allah, Yesus terlebih dahulu menjalankan meditasi.

Sering Ia berdoa sepanjang malam.

Dalam keheningan malam itu, hati-Nya terbuka mendengarkan suara Bapa-Nya dan bersatu dengan-Nya.

Pagi harinya Ia turun ke tengah umat dan mulai mewartakan Kerajaan Allah (bdk. Luk 21:38).

Doa, meditasi, dan karya dijalani Yesus dengan seimbang.

Tentunya, Beato Dionisius dan Redemptus, martir, juga menerima kekuatan ilahi melalui doa mereka yang mendalam sehingga mereka kuat menghadapi kemartiran.

Bagaimana dengan Anda sendiri?

Apakah hari ini Anda sudah menciptakan keheningan diri untuk mendengarkan Yesus melalui doa pribadi dan merenungkan sabda-Nya?

Tuhan Yesus, Engkau mengajar kami untuk menjaga keseimbangan antara doa dan karya.

Semoga teladan hidup-Mu ini menyatu dalam diri kami dan menyata dalam hidup kami setiap hari.

*_Fr. Dionysius, CSE_*

Sabtu 01 Des 2018
Pw B. Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir
Hari Sabtu Imam
Why 22:1-7; Mzm 95:1-7; Luk 21:34-36

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Sabtu, 1 Desember 2018

Bacaan: Mazmur 118:13 "Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN menolong aku."

Renungan:
  Pernahkan anda merasakan penolakan? Penolakan bisa membuat seseorang sakit hati dan bisa berkembang pada tindakan-tindakan bodoh yang membahayakan. Seseorang yang tidak siap ditolak biasanya akan menyakiti orang yang menolaknya atau menyakiti dirinya sendiri.
  Yesus pun pernah mengalami penolakan. Penolakan yang dialami Yesus lebih menyakitkan karena Yesus bukan saja ditolak manusia, tetapi seolah-olah Allah juga menolakNya. Tentu saja Yesus sedih, tetapi Yesus tetap menerima keadaan itu sampai akhirnya segala tugas yang dibebankan kepadaNya terselesaikan. Dan pada akhirnya semuanya itu membawa kemenangan bagi Yesus.
  Mungkin saat ini anda sedang mengalami penolakan. Lamaran kerja anda ditolak, hasil kerja anda ditolak oleh pimpinan, karya anda ditolak oleh masyarakat, cinta anda ditolak oleh orang yang anda cintai, pelayanan anda ditolak oleh pengurus gereja, kehadiran anda ditolak oleh orang tua, pasangan, anak, guru, masyarakat dan sahabat. Ingat! Jangan sakit hati! Mintalah kekuatan dari Tuhan. Siapa tahu justru dengan penolakan tersebut, anda akan dipakai Tuhan untuk menyatakan kasih dan kuasaNya lebih dalam lagi. Oleh karena itu jangan bertindak bodoh, jangan berusaha menyakiti diri sendiri dan orang lain yang menolak anda karena masih ada Tuhan penguasa alam semesta yang senantiasa menerima anda apa adanya. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, aku percaya di balik semua penolakan yang aku alami saat ini, ada rencanaMu yang begitu indah untuk membentuk mental dan kepribadianku menjadi lebih baik lagi sehingga kehadiranku dapat memberkati banyak orang. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
Doa seperti sebuah payung...
Sebuah payung tidak mampu...
Mata menyimpan...
Kedamaian jiwa seseorang...
Mutiara Iman

AKU DATANG SEGERA
1 Desember 2018

“Sungguh Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan nubuat kitab ini” (Why 22:7)

Lectio
Why 22:1-7; Mzm 95:1-2, 3-5,6-7; Luk 21:34-36

Selagi makan siang, Andi bertanya kepada teman-temannya :
”Guys, apa yang akan kalian lakukan selama Masa Adven?”
Cindy menjawab :
”Aku mau membeli hadiah Natal buat orangtuaku.”
Tony menjawab :
”Kalau saya sih mau beli dan sepatu baru. Supaya pas Natalan bisa jreng! Kalau kamu?”
Andi menjawab :
”Ini selalu menjadi TRADISI di mana saya benar-benar mau menyiapkan hati untuk kedatangan Tuhan. Mungkin pertanyaanya :
”Seperti apakah saya ingin dilihat ketika Tuhan datang? Kalau aku mau datangin dan ajak DAMAI pada semua keluarga, sahabat, yang gua merasa ada salah. Doain ya semoga gua bisa.”

Seperti apakah diri kita ketika Tuhan Yesus datang? Siapkan diri selama Adven supaya kita bisa seperti yang Tuhan inginkan ketika Dia datang.

Oratio
Datanglah Ya Immanuel, sehingga hati ini penuh damai dan sukacita. Amin

Missio
Marilah kita persiapkan diri, baik itu pikiran, hati dan tindakan selama masa Adven.
Have a Blesser Saturday.
Doa Hari Sabtu

01 Des' 2018

By : Team Moderator DSM

Tuhan Yesus,

aku berdoa untuk saudara saudari seimanku baik di milis
Doa-Satu-Menit ini, DSM_Chat, OMP, google DSM, Lab,
 maupun di gereja, di kantor,
dan di manapun aku mengenal mereka, kiranya
Engkau memberkati mereka dan keluarganya.

Tuhan berkati usaha dan pekerjaan mereka,
agar boleh berhasil dan limpahkanlah berkatMu
baik berkat jasmani maupun berkat rohani kepada mereka.

Tuntunlah mereka selalu di dalam jalanMu Tuhan,
agar apapun yang mereka pikirkan dan kerjakan,
semuanya sesuai dengan rencana dan kehendakMu.
Jika mereka salah di dalam melangkah,
tunjukkanlah kepada mereka kesalahannya itu,
dan bawalah mereka kembali ke jalan yang benar.

Berikanlah kepada mereka kerinduan untuk
selalu mengutamakan Engkau ya Tuhan di dalam
setiap aspek kehidupan mereka.
Dengan Roh KudusMu Tuhan yang tinggal di dalam
hati mereka, kiranya menuntun mereka untuk
selalu hidup sesuai firmanMu, dan hari berganti
hari kehidupan kerohanian mereka terus bertumbuh
dan berbuah lebat.

Hadirlah selalu menemani kehidupan saudara saudari
seimanku ini Tuhan.
Di dalam setiap apapun pergumulan hidup mereka,
kiranya kasih dan penyertaanMu menguatkan mereka,
memberi mereka jaminan bahwa Engkaulah satu - satunya
Tuhan Yesus, Sang Juru Selamat yang dapat diandalkan.

Terima kasih Tuhan Yesus,
dengarlah permohonanku ini yang kupanjatkan hanya
di dalam namaMu, Tuhan Yesus, Penolongku yang hidup.
Amin.

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu, 01 Desember 2018

B. Dionisius dan Redemptus, Biarawan Martir Indonesia

Why 22:1-7
Mzm 95:1-7
Luk 21:34-36

MENJAGA DIRI DARI 'GADGET'

Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi.    Luk 21:34

Pernahkan Anda tiba-tiba tersadar dan merasa ingin berdoa untuk memohon ampun dan juga ingin mengaku dosa?

Begini pengalaman saya. Bagi laki-laki yang bekerja di Jakarta, biasanya berangkat kerja pagi-pagi dan pulang rumah sudah malam. Hampir tidak pernah saya sudah tiba di rumah sore hari. Sesampaikan di rumah, pasti saya langsung mandi dan makan. Setelah itu saya akan beristirahat sambil bermain _gadget._ Istri sering mengingatkan. tetapi biasanya tidak lama dan saya kembali pada gadget.

Sesudah istri saya marah, baru saya menyadari betapa saya kurang memberikan perhatian kepada anak saya dan lebih sering berfokus pada _gadget_ saya. Bukankah sepanjang perjalanan macet sudah banyak waktu bagi saya untuk bermain _gadget?_

Ketika saya menyadari keterikatan saya akan _gadget,_ saya bertekad untuk memberikan fokus 100% kepada anak setiap saya sudah berada di rumah. Waktu saya bersamanya hanya sebentar sebelum ia tidur. Saya menyadari betapa anak saya lebih berharga daripada _chat, email, facebook, line, google,_ dan lain-lainnya di _gadget_ saya. _Chat_ dari teman dan pekerjaan dapat menunggu dan tidak akan hilang, tetapi waktu dengan anak akan hilang bila tidak digunakan.

Rasa bersalah membuat saya sungguh-sungguh meluangkan waktu bagi anak. Sayapun berdoa memohon ampun kepada Tuhan dan berjanji menaruh _gadget_ saya ditempat lain. Perasaan tersebut sebenarnya adalah rahmat Tuhan yang membantu saya menyadari ada yang tidak benar.

Marilah kita belajar untuk menggunakan gadget dengan tepat sehingga kita tahu mana yang lebih penting dan perlu. (Aw)

Apakah saya terikat pada gadget?

Salam Damai Kristus
Santo-Santa
1 Desember

Beato Dionisius dan Redemptus a Cruce, Martir Indonesia
Pierre Berthelot - demikian nama Santo Dionisius - lahir di kota Honfleur, Prancis pada tanggal 12 Desember 1600. Ayahnya Berthelot dan Ibunya Fleurie Morin adalah bangsawan Prancis yang harum namanya. Semua adiknya: Franscois, Jean, Andre, Geoffin dan Louis menjadi pelaut seperti ayahnya. Sang ayah adalah seorang dokter dan nakoda kapal. Pierre sendiri semenjak kecil (12 tahun) telah mengikuti ayahnya mengarungi lautan luas; dan ketika berusia 19 tahun ia sudah menjadi seorang pelaut ulung. Selain darah pelaut, ia juga mewarisi dari ayahnya hidup keagamaan yang kuat, yang tercermin di dalam kerendahan hatinya, kekuatan imannya, kemurnian dan kesediaan berkorban. Ia kemudian memasuki dinas perusahaan dagang Prancis. Dalam rangka tugas dagang, ia berlayar sampai ke Banten, Indonesia. Tetapi kapalnya dibakar oleh saudagar-saudagar Belanda dari kongsi dagang VOC. Berkat pengalamannya mengarungi lautan, ia sangat pandai menggambar peta laut dan memberikan petunjuk jalan.
Pierre kemudian bekerja pada angkatan laut Portugis di Goa, India. Namun ia senantiasa tidak puas dengan pekerjaannya itu. Ada keresahan yang senantiasa mengusik hatinya. Ia selalu merenungkan dan mencari arti hidup yang lebih mendalam. Ketika itu ia sudah berusia 35 tahun. Akan tetapi usia tidak menghalangi dorongan hatinya untuk hidup membiara. Ia diterima di biara Karmel. Namanya diubah menjadi Dionisius a Nativitate. Sekalipun ia sudah menjalani hidup membiara, namun ia masih beberapa kali menyumbangkan keahliannya kepada pemerintah, baik dengan menggambar peta maupun dengan mengangkat senjata membuyarkan blokade di Goa yang dilancarkan oleh armada Belanda (1636).
Di biara Karmel itulah, ia bertemu dengan Redemptus a Cruce, seorang bruder yang bertugas sebagai penjaga pintu biara dan koster, penerima tamu dan pengajar anak-anak. Redemptus lahir di Paredes, Portugal pada tahun 1598 dari sebuah keluarga tani yang miskin namun saleh dan taat agama. Orangtuanya memberinya nama Thomas Rodriguez da Cunha. Semenjak usia muda, ia masuk dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke India. Ia kemudian menarik diri dari dinas ketentaraan karena ingin menjadi biarawan untuk mengabdikan dirinya pada tugas-tugas keagamaan. Ia diterima sebagai bruder di biara Karmel.
Suatu ketika Raja Muda di Goa bermaksud mengirim utusan ke Aceh, Indonesia, yang baru saja berganti sultan dari Sultan Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Ia ingin menjalin hubungan persahabatan karena hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu baik. Sebagai seorang bekas pelaut yang sudah pernah datang ke Banten, Dionisius ditunjuk sebagai almosenir, juru bahasa dan pandu laut. Oleh karena itu tahbisan imamatnya dipercepat. Dionisius ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1637 oleh Mgr. Alfonso Mendez. Bruder Redemptus dengan izinan atasannya ikut serta dalam perjalanan dinas itu sebagai pembantu.
Pastor tentara Dionisius bersama rombongannya berangkat ke Aceh pada tanggal 25 September 1638 dengan tiga buah kapal: satu kapal dagang dan dua kapal perang. Penumpang kapal itu ialah: Don Fransisco de Sosa (seorang bangsawan Portugis), Pater Dionisius, Bruder Redemptus, Don Ludovico dan Soza, dua orang Fransiskan Rekolek, seorang pribumi dan 60 orang lainnya. Mereka berlabuh di Ole-Ole (kini: Kotaraja) dan disambut dengan ramah.
Tetapi keramahan orang Aceh ternyata hanya merupakan tipu muslihat saja. Orang-orang Belanda telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang hanya untuk meng-katolik-kan bangsa Aceh yang sudah memeluk agama Islam. Mereka semua segera ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa agar menyangkal imannya. Selama sebulan mereka meringkuk di dalam penjara dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Beberapa orang dari antara mereka meninggalkan imannya. Dionisius dan Redemptus terus meneguhkan iman saudara-saudaranya dan memberi mereka hiburan. Akhirnya di pesisir pantai tentara sultan mengumumkan bahwa mereka dihukum bukan karena berkebangsaan Portugis melainkan beriman KatoIik. Maklumat sultan ini diterjemahkan oleh Dionisius kepada teman-temannya. Sebelum menyerahkan nyawa ke tangan para algojo, mereka semua berdoa dan Pater Dionisius mengambil salib dan memperlihatkan kepada mereka supaya jangan mundur, melainkan bersedia mengorbankan nyawa demi Kristus Yang Tersalib dan yang telah menebus dosa dunia, dosa mereka. Dionisius memohon ampun kepada Tuhan dan memberikan absolusi terakhir kepada mereka satu per satu. Segera tentara menyeret Dionisius dan mulailah pembantaian massal.
Sepeninggal teman-temannya, Pater Dionisius masih bersaksi tentang Kristus dengan penuh semangat. Kotbahnya itu justru semakin menambah kebencian rakyat Aceh terhadapnya. Algojo-algojo semakin beringas untuk segera menamatkan riwayat Dionisius. Namun langkah mereka terhenti di hadapan Dionisius. Dengan sekuat tenaga mereka menghunuskan kelewang dan tombak akan tetapi seolah-olah ada kekuatan yang menahan, sehingga tidak ada yang berani. Segera kepala algojo mengirim utusan kepada sultan agar menambah bala bantuan. Dionisus berdoa kepada Tuhan agar niatnya menjadi martir dikabulkan. Dan permintaan itu akhirnya dikabulkan Tuhan. Dionisius menyerahkan diri kepada algojo-algojo itu. Seorang algojo - orang Kristen Malaka yang murtad - mengangkat gada dan disambarkan keras-keras mengenai kepala Dionisius, disusul dengan kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari tubuhnya.
Kemartiran Dionisius dengan kawan-kawannya disahkan Tuhan: mayat mereka selama 7 bulan tidak hancur, tetap segar seperti sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah Dionisius sangat merepotkan orang sekitarnya, karena setiap kali dibuang - ke laut dan tengah hutan - senantiasa kembali lagi ke tempat ia dibunuh. Akhirnya jenazahnya dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien ('pulau buangan'). Kemudian dipindahkan ke Goa, India. Martir-martir itu dibunuh pada tanggal 29 Nopember 1638. Bersama Redemptus, Dionisius digelarkan 'beato' pada tahun 1900.

Sumber : www.imankatolik.or.id

Kamis, 29 November 2018

"Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik." 2 Tes 3 :13

Seberapa banyak dari kita bertanya-tanya, apakah saya berdampak baik ?

Kita mungkin tdk pernah tahu bahwa diri kita telah membuat perbedaan dlm hidup org lain.
Tetapi bagaimanapun,kebaikan yg telah kita buat tdk akan pernah sia-sia.

Mungkin kita tdk akan melihat hasilnya dlm masa hidup kita, dari kontribusi kita sepertinya terlihat tdk berarti kerika kita melakukannya.

Tetapi kita hrs yakin bahwa apa yg ditabur akan menghasilkan buah.
Tuhan akan menumbuhkan apa yg kita tabur hingga berbuah sekalipun utk melihat hasilnya butuh wkt yg lama.
sebab itu jgn lelah utk menabur kebaikan.

Salam Damai Kristus
Kencan Dengan Tuhan
Jumat, 30 November 2018

Bacaan: 1 Petrus 4:8   "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa."

Renungan:
  Rasa tanggung jawab terhadap pemenuhan materi keluarga, beban kerja dan pencapaian karier membuat banyak orang mengabaikan masalah penting lainnya seperti kebutuhan rohani dan membangun hubungan dalam keluarga.  Banyak orang lupa bahwa anak-anak membutuhkan perhatian mereka; orang tua yang sudah pensiun butuh sapaan melalui telepon atau dikunjungi; dan kita perlu menanyakan apa yang sedang digumuli oleh kakak atau pun adik kita.
  Jangan biarkan kesibukan untuk mencari materi mencuri banyak hal berharga lainnya dari hidup kita. Jangan menjadi suami yang ingin mengatakan mencintai istri, namun tak kunjung mengatakannya hingga sang istri sudah tidak ada lagi di sisinya. Jangan ingin menjadi anak yang ingin merasakan hangatnya pelukan kasih orang tua, tetapi malu untuk mengatakannya, hingga suatu hari sudah tidak mungkin memeluk ayah atau ibu yang sudah terbujur kaku di dalam peti mati. Jangan menjadi orang tua yang ingin bermain dengan anak, tetapi tanpa terasa waktu sudah membuat anak-anak kita menjadi seorang ayah atau ibu.
  Marilah kita nyatakan cinta kita kepada orang-orang yang kita kasihi ketika masih ada kesempatan dan mereka masih ada bersama-sama dengan kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, berilah aku kemauan untuk menyisihkan waktu bersama-sama orang yang ku kasihi, walau hanya untuk berbincang-bincang, bangun lebih pagi untuk memasakkan makanan bagi anggota keluargaku, pulang lebih cepat untuk bercengkerama dengan keluargaku, menanyakan kabar dan kesehatan orang tuaku dan mengajak berdoa keluarga bersama. Yesus, jadikan hatiku seperti hatiMu sendiri. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
Kita diberkati oleh TUHAN...
Ketika tiada kata...
Keintiman kita dengan TUHAN...
Jumat, 30 Nov 2018
Pesta St. Andreas
Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4:18-22.

"Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. ... Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia."

Hari ini, kita memperingati St. Andreas, Rasul. Mateus (Injil hari ini) mengisahkan bagaimana ia dipanggil untuk menjadi murid Yesus pada saat sedang menjala ikan bersama Petrus, saudaranya. Begitu mendengar Yesus memanggil, ia "segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus". Hal ini mengingatkan sekaligus menegur kita yang sering kali mudah menunda-nunda: menunda untuk berdoa, menunda untuk mengerjakan tugas, menunda untuk berbuat baik, termasuk menunda untuk mengambil bagian dalam karya pelayanan di Gereja. Semoga, kesiap-sediaan Andreas menjadi inspirasi bagi kita. Sementara itu, Yohanes mengisahkan dengan sedikit berbeda. Semula, ia adalah murid Yohanes Pembaptis yang kemudian menjadi murid Yesus (Yoh 1,35-40). Setelah berjumpa dengan Yesus, ia kemudian membawa atau mengantar Petrus, saudaranya, untuk datang kepada Yesus (Yoh 1,41-42). Memang, salah satu peran Andreas sebagai murid Yesus yang khas adalah mengantar orang kepada Yesus. Kita ingat dalam peristiwa Yesus memberi makan 5000 orang: Andreaslah yang memberitahu bahwa di situ ada seorang anak kecil yang mempunyai 5 roti dan 2 ikan, kemudian mengantarkannya kepada Yesus (Yoh 6,8-11). Dari sedikit pengenalan tentang St. Andreas ini, kiranya kita bisa belajar bagaimana menjadi murid-murid Kristus yang tidak hanya tekun datang kepada Yesus (berdoa, membaca dan merenungkan Kitab Suci, ekaristi, dll), tetapi juga mau mengajak, membawa, dan mengantar orang lain datang kepada-Nya. Hal ini secara konkret dapat dilakukan oleh para orang tua dengan mengajak anak-anak berdoa bersama, ke gereja bersama, mengikuti kegiatan lingkungan, dll. Bahkan di beberapa tempat, ada umat yang memiliki kendaraan (motor/mobil) berinisiatif untuk antar-jemput umat lain yang kesulitan ke gereja atau ikut kegiatan lingkungan karena sakit atau sudah sepuh (lansia).
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
Jumat, 30 Nop 18, St. Andreas, Rasul

*TANGGAPAN TEGAS*

*BACAAN*
*Rom 10:9-18* – “Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran dari firman Kristus”
*Mat 4:18-22* – “Lalu *mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus”*

*RENUNGAN*
1.Hari ini Gereja merayakan pesta *St. Andreas Rasul.* Bersamaan dipanggilnya Andreas, dipanggil pula Simon (Petrus), Yakobus, dan Yohanes. Mereka dijadikan penjala manusia. Seperti mereka, masing-masing dari kita pasti memiliki sejarah panggilan sebagai orang beriman.

2.Tuhan Yesus memanggil kita untuk menjadi murid-Nya, dan *Tuhan menghendaki tanggapan kita.* Tanggapan yang dikehendaki Tuhan adalah *cinta*. *Cinta kepada Allah merupakan pilihan dari semua pilihan, sekaligus sebagai prioritas*. *Jika kita mencintai Tuhan  melebihi diri kita, kita dapat mengikuti Dia. Jika kita lebih memilih Dia di atas aktifitas dan kehidupan kita, kita dapat mengikuti Dia.* Jawaban cinta seperti apa yang layak kita berikan kepada Tuhan?

3. *Tuhan menghendaki kita untuk memilih. Setiap pilihan untuk Tuhan, harus menyingkirkan pilihan-pilihan lain. Kita tidak dapat mengikuti seseorang tanpa meniggalkan sesuatu dan seseorang yang lain. Simon dan Andreas meninggalkan jala mereka, Yakobus dan Yohanes meninggalkan perahu dan orang tua mereka. Kita selalu berusaha mengikuti Kristus tetapi tanpa mau meninggalkan sesuatu dan yang lain: dunia, kesenangan-kesenangan, dan pilihan-pilihan yang menyesatkan. Dengan cara ini, iman kita dalam bahaya. Kalau kita memilih Kristus, maka harus berani menyingkirkan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan Dia.* Beranikah aku?
(MS,berkat.id)

Salam Damai Kristus
ADVEN, PERSIAPAN SPIRITUAL MENUJU HIDUP BARU.

Begitu pentingnya peristiwa kelahiran Yesus Sang Putera, sehingga Gereja mempersiapkan umatnya untuk memperingatinya. Dan masa persiapan ini dikenal dengan nama ADVEN. Kata "adven" sendiri berasal dari kata "adventus" dari bahasa Latin, yang artinya "kedatangan". Masa Adven yang kita kenal saat ini sebenarnya telah melalui perkembangan yang cukup panjang.
Persiapan yang terbaik adalah dengan lebih sering menerima Sakramen Ekaristi, dan juga menerima Sakramen Tobat. Sakramen Ekaristi menyadarkan kita akan kasih Allah yang memberikan Putera Nya untuk bersatu dengan kita, yang dimulai dengan peristiwa inkarnasi.
Sakramen Tobat menyadarkan kita bahwa kita sebenarnya tidak layak menyambut Kristus karena dosa-dosa kita, namun Kristus datang kedunia untuk menyelamatkan kita dari belenggu dosa.
Masa Adven adalah waktu yang tepat untuk terus bertekun dalam doa-doa pribadi dan membaca Kitab Suci. Sungguh baik kalau kita dapat mengikuti bacaan Kitab Suci mengikuti kalender Gereja, karena bacaan-bacaan telah disusun sedemikian rupa untuk mempersiapkan kita menyambut Sang Mesias.
Hidup ini keras...
Hidup adalah seni menggambar...
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Jumat, 30 November 2018

Pesta St. Andreas

Rm 10:9-18
Mzm 19:2-5
Mat 4:18-22

LUANGKAN WAKTU BERSEKUTU

Jadi, iman timbul dari pendengaran oleh firman Kristus. Rm 10:17

Komputer, telepon, dan chat menjadi hal-hal yang paling banyak menghabiskan waktu saya sehari-hari. Ya, karena seluruh pekerjaan saya dilakukan melalui tiga hal ini. Jika dihitung termasuk perjalanan macet pulang pergi, mungkin saya menghabiskan waktu dua belas jam di luar rumah.

Sesampainya di rumah pada malam hari, saya meluangkan waktu bersama anak karena ia sudah harus bersiap-siap tidur. Biasanya saya bermain sebentar dan membacakan cerita sebelum tidur. Sisa waktu sesudahnya sudah tidak banyak bagi saya untuk melakukan hal-hal lain.

Mungkin banyak dari kita yang mempunyai rutinitas keseharian seperti saya. Karena itu kita perlu bijak dalam mengatur dan meluangkan waktu untuk aktivitas lain selain kerja, khususnya kegiatan rohani. Selain Perayaan Ekaristi, saya sungguh bersyukur memiliki sel grup dimana saya mendapatkan santapan rohani. Dalam pertemuan sel, kami biasa membaca firman Tuhan, kemudian membahas, berdiskusi dan _sharing_ ĺdari firman yang kami dengar. Pertemuan sel grup menguatkan, mengingatkan, dan membuka wawasan saya.

Marilah kita temukan kelompok rohani yang cocok dan bergabunglah agar dapat menjadi _support system_ bagi pertumbuhan rohani kita. Pastinya, iman kita akan bertumbuh. (Aw)

Apakah saya sudah mempunyai kelompok rohani yang cocok bagi pertumbuhan rohani saya?

Salam Damai Kristus
Doa Hari Jumat

30 Nov' 2018

By : Team Moderator DSM

"Tuhan Yesus,

Hari demi hari telah kujalani bersamaMu Tuhan.
Sungguh aku bersuka cita karena hidup ini
terasa ringan dijalani bila Engkau hadir menemaniku.

Memang tidak selalu jalanku mulus,
kadang aku harus melalui batu - batu kerikil,
kadang batu yang besar.
Ada saat aku terantuk dan jatuh, namun
tanganMu selalu tersedia menopang dan mengangkatku kembali.
Terima kasih Tuhan Yesus, sungguh Kau amat
berarti dalam hidupku ini.

Tuhan Yesus,
tak terasa akhir tahun itu sudah semakin dekat.
Hari ini adalah hari terakhir di bulan November,
satu bulan lagi sudah akhir tahun.
Umurku pun sudah semakin bertambah,
fisikku semakin lemah seperti mesin yang
sudah terlalu lama dipakai.
Namun Tuhan, walau fisikku semakin lemah,
aku ingin kerohanianku justru semakin kuat.
Semakin banyak tahun yang kulewati,
semakin banyak umurku,
semakin banyak pengalaman - pengalaman hidupku,
kiranya semuanya itu membuat aku semakin
bijak, membuat aku semakin dewasa di dalam
kerohanianku, membawa aku semakin bertumbuh
dan berbuah di dalam Engkau.

Tuhan Yesus,
tolonglah aku supaya selama Kau masih berikan
aku kesempatan untuk hidup,
aku dapat menjalaninya dengan baik,
aku dapat mengisi waktuku dengan hal - hal
yang berguna, yang menjadi berkat bagi sesamaku.
Kiranya setiap harinya aku jalani seolah hari terakhir
hidupku di dunia, sehingga tidak ada waktu
yang terbuang percuma.
Satu hari nanti ketika aku pulang ke rumahMu Tuhan,
aku berharap dapat memandang wajahMu yang tersenyum
bangga kepadaku, dan mengundang aku tinggal
bersamaMu selamanya di rumahMu yang kekal.

Segala puji syukur kunaikkan hanya bagiMu,
Tuhan Yesusku yang hidup.
Amin.

Salam Damai Kristus
Santo-Santa 30 November

Santo Andreas, Rasul

Andreas, salah seorang dari keduabelas Rasul Yesus, Tuhan kita. Mulanya ia berguru pada Yohanes Pembaptis; tetapi kemudian ia bersama seorang kawannya mengikuti dan menjadi murid Yesus, segera setelah Yohanes mengarahkan perhatian murid-muridnya kepada Yesus dengan menyebutNya "Anak Domba Allah" yang dinantikan Israel (Yoh 1:36-42).

Saudara Simon Petrus ini adalah nelayan kelahiran Betsaida, sebuah kota di tepi danau Genesaret (Mrk 6:45; Yoh 1:44; 12:21). Ayahnya Yohanes (Yona) adalah juga seorang nelayan di Kapernaum, sebuah kota yang letaknya 4 km sebelah barat muara Yordan pada danau Genesaret. Andreas-lah yang membawa Simon saudaranya (yang kemudian disebut Yesus 'Petrus', Si Batu Karang) kepada Yesus. Bersama Yakobus dan Yohanes (anak-anak Zebedeus). Andreas dan Simon adalah murid-murid Yesus yang pertama. Ketika beberapa orang Yunani mau bertemu dengan Yesus, Andreas-lah yang membawa mereka kepada Yesus dan menyampaikan maksud mereka itu kepadaNya. Karena keutamaannya ini, Santo Beda menjuluki dia "Pengantar kepada Kristus.

Andreas memainkan suatu peran yang penting di dalam peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus. Ia hadir pada saat Yesus mengadakan mujizat perbanyakan roti kepada lima ribu orang; bahkan justru dialah yang memberitahukan kepada Yesus perihal anak lelaki kecil yang membawa lima ketul roti dan dua ekor ikan itu (Yoh 6:5-9). Ia juga ada di antara empat orang rasul yang mempertanyakan kepada Yesus perihal tibanya hari akhirat (Mrk 13:3, 4).

Setelah Yesus naik ke surga, Andreas ada di antara rasul-rasul lainnya di ruang atas untuk menantikan turunnya Roh Kudus yang dijanjikan Yesus. Konon, ia kemudian mewartakan Injil di Scytia dan Yunani, dan kemudian menurut tradisi (yang agak diragukan), ia pergi ke Byzantium, di mana ia mengangkat Stachys menjadi Uskup setempat.
Di mana, kapan, dan bagaimana Andreas wafat kurang diketahui jelas. Namun seturut tradisi, ia wafat di Patras, Acaia, digantung pada sebuah salib yang berbentuk huruf "X" (silang). Ia bergantung di salib itu selama 2 hari, dan selama itu ia terus berkotbah kepada khalayak yang datang menyaksikannya. Ia tidak dipakukan melainkan diikat saja pada salib itu, sehingga lebih lama ia menderita sebelum menghembuskan nafasnya. Salib ini kemudian dinamakan orang "Salib Santo Andreas".

Pada masa pemerintahan Kaisar Konstansius II, salib relikui Andreas itu dipindahkan dari Patras ke gereja para Rasul di Konstantinopel. Sesudah kota itu rusak oleh Perang Salib pada tahun 1204, maka salib itu dicuri dan kemudian disimpan di katedral Amalfi di Italia. Kurang jelas apakah ia pernah berkotbah di Rusia dan Skotlandia seperti yang dikatakan oleh tradisi. Yang jelas ialah bahwa ia dijadikan pelindung kedua negara itu.

Sumber berita     : www.imankatolik.or.id
Sumber gambar : Santo Santa Katolik

Rabu, 28 November 2018

BUDAYA TOLONG MENOLONG

Dalam hubungan persahabatan adakalanya teman akan membutuhkan pertolongan kita... Kalau kita mampu menolong mereka, b u k a n karena kita lebih kuat , sehingga bisa meremehkan dan menguasai mereka... H e n d a k n y a pertolongan yg kita lakukan tanpa ada maksud2 lain yg bisa merendahkan, karena kita sedang berada 'diatas angin', sehingga kita merasa lebih dari mereka... Kita harus tetap mempertahankan nilai kehormatan mereka sebagai teman, b u k a n sebagai orang yg dibawah kita... Dalam Persahabatan diperlukan rasa tolong menolong ; adakalanya teman yg butuh pertolongan.., t e t a p i dilain kesempatan justru kita yg membutuhkan pertolongan mereka... Untuk itu, hendaknya kita memiliki hati yg rela menolong dengan sikap yg murni dan tanpa pamrih... ( Galatia 6 : 2 )  Have a Nice Friendship !  God Bless You.  Salam Damai Ktistus.
#renungan

*PERJAMUAN NIKAH ANAK DOMBA*

Kamis 29 Nov 2018

_`Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba` (Why 19:9a)_


Menjelang akhir tahun liturgi, Gereja mengajak kita merenungkan akhir zaman, penghakiman terakhir, dan keselamatan kita. Kitab Wahyu memberikan gambaran tentang hal-hal tersebut dan gambaran kehidupan kekal di surga sebagai pernikahan Anak Domba.

Dalam arti tertentu, kita tidak perlu menunggu akhir zaman untuk ikut serta dalam perjamuan nikah Anak Domba. Kita semua yang telah dimeteraikan dengan pembaptisan diundang untuk ambil bagian dalam perjamuan ini, bahkan selagi kita masih hidup di dunia. Perjamuan ini adalah Ekaristi, di mana Anak Domba Allah yang tidak bercacat dan tidak bercela dikurbankan demi keselamatan seluruh umat manusia sepanjang sejarah.

Ekaristi bukan sekedar simbol atau tanda, melainkan secara nyata menghadirkan kurban Kristus di atas salib. Demikian pula, Ekaristi secara nyata menghadirkan perjamuan Anak Domba yang tidak bercela di surga, yang dihadiri seluruh isi surga, para malaikat dan para kudus, meski kita merayakannya dalam gereja yang sederhana atau dalam penjara sekalipun. Kristus sungguh-sunguh hadir dengan seluruh keallahan dan kemanusiaan-Nya. Ia memberikan Tubuh dan Darah-Nya sebagai santapan untuk keselamatan kita. Sayang, banyak orang yang tidak menyadari dan menghayati kebenaran indah ini, sehingga menghadiri Misa dengan `asal-asalan` saja.

*_Sr. M. Amadea, P.Karm_*

Kamis 29 Nov 2018
Why 18:1-2,21-23; 19:1-3,9a; Mzm 100:2-5; Luk 21:20-28; Yoh 8:33-37

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
Kamis, 29 Nov 2018
Pekan Biasa XXXIII
Why. 18:1-2,21-23; 19:1-3,9a; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 21:20-28.

"Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." - Luk 21,28

Injil adalah kabar gembira atau kabar baik. Namun, membaca/mendengarkan apa yang disabdakan Yesus hari ini, mungkin kita bertanya-tanya: di mana letak warta gembiranya? Apalagi, di sekitar kita - kendati mungkin kita tidak mengalaminya secara langsung - terjadi peperangan, ketidakadilan, penindasan, dan terorisme. Di mana kita bisa menemukan warta sukacita dalam suasana seperti itu? Sebagai orang beriman, sukacita kita terletak pada kehadiran Sang Penyelamat yang sudah dekat. Artinya, dalam kondisi apa pun, baik dalam suka maupun duka, baik dalam kemujuran maupun dalam derita, baik dalam keberhasilan maupun dalam kegagalan, baik saat sehat maupun sakit, Tuhan selalu dekat dengan kita. Ia tidak pernah jauh dari kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita. Namun, apakah kita tidak pernah lupa mengangkat muka kepada-Nya untuk sungguh-sungguh menyadari dan merasakan bahwa Ia sungguh dekat dengan kita. Atau sebaliknya kita terlalu sibuk dengan diri kita sendiri: di saat suka, kita lupa bersyukur; dan di saat duka kita sibuk mengeluh dan menyalahkan sana-sini?
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
Kamis, 29 Nop 2018
*SAAT YANG MENAKUTKAN*

*BACAAN*
*Why 18:1-2.21-23; 19:1-3.9* – “Kota raja Babilon jatuh”
*Luk 21:20-28* – “Yerusalem akan dinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah”

*RENUNGAN*
1.Bagi orang Yahudi, Yerusalem adalah *Kota Abadi* yang tak penah akan hancur. Tetapi tahun 70 Yerusalem benar-benar dihancurkan musuh. *Kehancuran Yerusalem merupakan gambaran akhir zaman.* Pada zaman kita ini di mana-mana muncul peperangan, terorisme, gempa bumi, banjir, kelaparan yang membuat hidup ini semakin cemas dan susah. Orang-orang saleh dan tidak berdosa pun menderita. *Tuhan tidak merencanakan semua penderitaan ini, tetapi Tuhan mengijinkan hal itu terjadi karena Tuhan menghargai kebebasan kita.* Bagaimana kita telah menggunakan kebebasan?

2.Kehancuran Yerusalem tidak berarti Tuhan meninggalkan dunia ini. Dengan kehancuran Bait Allah dan Yerusalem, *kita memiliki pusat baru penyembahan yaitu Kristus, yang benar-benar hadir di dalam Ekaristi.* Pusat perhatian adalah Kristus dalam tabernakel, tetapi hanya sedikit jiwa yang mengerti kebenaran tersebut. Setelah 2000 tahun, Yesus tetap rendah hati, membiarkan diri berada dalam tabernakel. Apakah kenyataan ini berpengaruh terhadap sikap kita ketika berada dalam gereja?

3.Mengikuti Kristus memberi kita jaminan bahwa *hidup kita memiliki arti.* Semua perjuangan menghidupi Injil akan mendapatkan penghargaan. *Pada akhir zaman kita menyesali banyak hal, tetapi kita tidak pernah akan menyesali apa yang telah kita buat bagi Kristus*. Apakah kebenaran ini membimbing hidup kita tiap hari? (MS,berkat.id)

Salam Damai Kristus
1 MENIT MENJELANG TIDUR

1 Timotius 1:15
Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

Kita mengikut Kristus tidak sekedar sebuah pengakuan percaya tanpa makna, tapi harus memiliki komitmen penuh, punya motivasi murni yang membuat kita dengan mudah dapat membuang segala keinginan dan kebanggaan diri, Dia adalah anak Allah yang datang ke dunia mengorbankan diri jadi tebusan bagi dosa manusia.

Penyerahan dosa kita kepada Tuhan merupakan langkah awal percaya kepada-Nya untuk menikmati anugerah keselamatan, Dia mengubah kita menjadi ciptaan yang baru, ketika putus asa dibuatnya menjadi percaya diri, kehilangan pengharapan dipulihkan menjadi penuh sukacita, Kristus Yesus selalu mendatangkan kebaikan bagi semua orang percaya yang mengasihi-Nya.~HDJ

Selamat malam dan selamat beristirahat. Allah yg mahakuasa melindungi, menyertai dan memberkati kita semua dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

KESELAMATAN, KEMULIAAN DAN KEKUASAAN
29 Nopember 2018

"Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,” (Why 19:1)

Lectio
Why. 18:1-2,21-23; 19:1-3,9a; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 21:20-28.

Seorang pemuda yang kehujanan berteduh di depot makanan.
“Pak pesan kopi susu panas 1 ya.” kata pemuda itu.
Sambil membersihkan jas hujannya dia bergumam :
”Memang di dunia ini hanya DUIT yang bisa menyelamatkan dan berkuasa sehingga orang kaya bisa hidup mewah dan terjamjn. Kalau kita ya kepanasan dan kehujanan!”
Bapak itu berkata :
“Maaf saya harus koreksi pernyataan Mas, yang mungkin bisa menjadi pegangan IMANMU. Yang BERKUASA, yang MENYELAMATKAN dan yang MULIA itu hanya TUHAN. Uang jelas tidak memberikan semua itu. Uang tidak bisa menyembuhkan Kanker saya, namun Tuhan yang BERKUASA MENYEMBUHKANNYA. Sehingga saya berikan harta saya untuk membuat Panti Asuhan. Hidup saya sekarang penuh SUKACITA dan DAMAI dengan apa yang saya milliki, karena TUHAN bersamaku.”
Hidup bersama Tuhan selalu ada keselamatan dan kemuliaan yang dari pada-Nya.

Orasio
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh kudus, Amin.

Misio
Marilah kita hidup hanya mengandalkan Tuhan.
Have a blessed Thursday.
*Pelita Hati Hari Ini:* (29.11.2018)

*Menengadahkan Hati kepada-Nya*

*_Bacaan Lukas 21:20-28_*
*DAN* akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." (Luk.21:25-28)

Sahabat pelita hati,
Pelita sabda hari ini masih melanjutkan pewartaan Yesus tentang runtuhnya bait Allah Yerusalem dan tanda-tanda kedatangan Anak Manusia. Kedatangan-Nya digambarkan dengan tanda-tanda alam yang menakutkan. Namun yang terpenting adalah warta yang menyatakan, "Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

Sahabat pelita hati,
Bangkit dan mengangkat muka berarti mengarahkan dan menengadahkan hati kepada Tuhan. Kita memandang wajah kasih-Nya yang selalu meneduhkan hati dan menyejukkan jiwa. Kita harus mendekatkan diri kepada-Nya karena Ia penjamin dan penyelamat kita. Tak boleh kita menjauh apalagi lari dari pada-Nya.

Sahabat terkasih,
Pewartaan Tuhan tentang runtuhnya bait Allah dan tanda-tanda alam dengan beragam penggambaran yang menakutkan mau menyatakan  bahwa kita tak boleh mengandalkan hidup pada bangunan duniawi yang fana dan sementara. Pada saatnya semua bangunan dan tatanan duniawi itu akan  berakhir dan musna. Memandang dan mengangkat muka kepada Tuhan berarti mengarahkan hati pada yang kekal dan abadi, yakni hidup dalam Tuhan. Yang menenteramkan hati bukan lagi kelimpahan duniawi tetapi jiwa tenang dan dan daminya hati. Jika kita sungguh hidup di dalam rangkulan kasih-Nya bukan lagi kefanaan duniawi yang menguasai hidup dan hati tetapi rasa damai dan ketenangan jiwa akan meraja. Semoga pelita sabda kita hari ini semakin meneguhkan kita untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

_Di Timika ada Tembagapura,_
_ladang emas kekayaan Indonesia._
_Hidup damai dan sejahtera,_
_dambaan hati umat manusia._

_dari Papua dengan cinta,_
*Berkah Dalem**

*_Rm.Istoto_*

Salam Damai Kristus
Doa Hari Kamis

29 Nov' 2018

By : Team Moderator DSM

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
Tuhan,
kami mempunyai anak perempuan!
Dan dia juga sehat!
Kami sangat bahagia.
Terima kasih Tuhan.

Waktu persiapan selesai.
Banyak kekhawatiran yang terjadi.
Tapi kekhawatiran baru muncul lagi.
Kami ingin melakukan lebih baik
daripada yang dilakukan orang banyak.
Kami menginginkan yang terbaik
untuk anak kami.

Tetapi orang menyarankan ini
dan yang lain menyarankan itu,
dan terkadang kami bingung.

Tuhan,
berikan kepada kami hikmat
untuk mempelajari apa yang
dibutuhkan oleh anak kami.
Jangan biarkan kami mencoba
untuk membentuk anak kami
sebagaimana keinginan kami,
tetapi menjaga kepribadiannya
agar ia menjadi dirinya sendiri,
karena ia adalah pemberian-Mu.

Dalam nama Yesus Kristus,
kami berdoa.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin.

Salam Damai Kristus
Renungan Katolik Bahasa Kasih
Kamis, 29 November 2018

Why 18:1-2,21-23; 19:1-3,9a
Mzm 100:2-5
Luk 21:20-28

PEMBALASAN DARI TUHAN?

....Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa.Luk 21:23-24

Beruntunglah kita yang hidup di masa damai ini! Jauh dari konflik bersenjata, walaupun keberadaan teroris tetap mengusik dan bahkan sudah menyusup ke banyak bidang. Tapi, pernahkah Anda kita membayangkan orang-orang yang hidup di tengah konflik, di tengah peperangan yang kejam? Bagaimana dengan bayi-bayi yang tidak berdosa?

Hal itu mendorong banyaknya pengungsian. Hidup dalam pelarian dan menjadi pengungsi juga sulit. Tidak banyak pemimpin negara yang mengizinkan para pengungsi masuk ke wilayahnya. Beberapa negara, termasuk Indonesia, dengan alasan kemanusiaan mengizinkan para pengungsi masuk dan ditampung sementara. Namun banyak dari mereka yang tidak mendapatkan suaka untuk menjadi warga negara sehingga bisa mendapatkan pekerjaan dan menjalani kehidupan yang normal.

Beberapa misi kemanusiaan dari para relawan yang terpanggil untuk membantu para warga sipil yang terjebak di daerah konflik bersenjata. Taruhan nyawa serta ruang gerak yang terbatas menyebabkan tidak banyak relawan yang bersedia.

Lantas, apakah negara atau wilayah yang berkonflik itu merupakan pembalasan dari Tuhan, sehingga apa yang tertulis menjadi digenapi? Baiklah kita sebagai sesama manusia tidak menghakimi dan membuat pernyataan dengan pemikiran kita sendiri, karena Tuhanlah yang akan menjadi Hakim Agung atas apa yang kita perbuat di dunia ini.

Yang menjadi permenungan kita, apakah kita sudah bersyukur kepada Tuhan atas setiap kebaikan yang bisa kita alami? (Md)

Salam Damai Kristus
Santo Santa 29 November

S. Fransiskus Antonius Fasani

Orang kudus ini, yang lahir pada tahun 1681, dipanggil Johnny semasa kecilnya. Ia adalah putera seorang petani Italia. Ayahnya meninggal dunia sebelum usianya mencapai sepuluh tahun. Suami-kedua ibunya bersikap baik kepadanya. Ia mengirim anak itu agar mendapatkan pendidikan dari para Fransiskan.

Ketika usianya limabelas tahun, Johnny minta agar diperkenankan bergabung dengan ordo Fransiskan. Ia menjadi Frater Fransiskus Antonius. Ia berhasil amat baik dalam seluruh pelajaran dan ditahbiskan menjadi seorang imam. P Fransiskus Antonius menjadi terkenal sebagai seorang guru dan pengkhotbah. Di kemudian hari, ia juga diangkat sebagai superior. Ia berusaha semaksimal mungkin menjadi pelayan kasih bagi segenap biarawan.

P Fransiskus Antonius secara istimewa menaruh perhatian pada para tahanan. Penjara-penjara di masa itu sungguh merupakan tempat yang mengerikan. Dengan segala daya upaya ia berusaha membantu para tahanan yang malang. Kasihnya mengalir bagi siapa saja yang membutuhkan. Dialah yang memulai kebiasaan mengumpulkan hadiah-hadiah di masa Natal untuk dibagikan kepada keluarga-keluarga miskin. Di Lucera, di kota di mana ia melewatkan hidupnya, orang biasa mengatakan, “Jika engkau ingin melihat St Fransiskus dari Assisi, lihat saja P Fransiskus Antonius!”

St Fransiskus Antonius memiliki devosi yang mendalam kepada Bunda Maria. Ia biasa menyampaikan penghormatan istimewa kepada Santa Perawan Maria dengan gelarnya Yang Dikandung Tanpa Dosa. Pada permulaan novena menyambut hari raya inilah ia wafat. Beberapa waktu sebelumnya, kala kesehatannya masih prima, ia mengatakan bahwa ia akan segera meninggal dunia. Ia bahkan mengatakan kepada seorang rekan imam bahwa ia akan ikut bersamanya. Rekan imam yang baik ini dengan agak terperanjat menjawab, “Dengar, Pater, jika engkau hendak meninggalkan dunia ini, itu urusanmu, tetapi aku tidak akan tergesa-gesa!” Apakah jawab orang kudus kita? “Kita berdua harus melakukan perjalanan ini,” katanya, “aku dulu dan engkau menyusul.” Dan tepat inilah yang terjadi. Rekan imam itu hidup hanya dua bulan setelah St Fransiskus Antonius pergi mendapatkan ganjaran abadinya. P Fransiskus Antonius wafat pada tahun 1742 dan dimaklumkan sebagai “beato” oleh Paus Pius XII pada tahun 1951 dan sebagai “santo” pada tahun 1986 oleh Paus Yohanes Paulus II.

Adakah seorang dalam hidupmu yang engkau kenali sebagai seorang yang kudus? Bagaimanakah cara hidup yang diamalkannya sehingga mengatakan hal itu kepada orang-orang lain?

Sumber : yesaya.indocell.net

Selasa, 27 November 2018

Jangan mengukur hari esok...
Tidak ada masa lalu...
Hidup ini singkat...
Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 28 November 2018

Bacaan: Matius 6:33  "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Renungan:
  Menurut sebuah legenda kuno, ketika tiga Raja dari Timur mengikuti bintang Betlehem, mereka sampai pada rumah seorang wanita. Mereka mengatakan kepadanya, "Mari ikut kami. Kami telah melihat bintangnya di Timur dan kami akan datang menyembah Dia." Wanita itu menjawab, "Saya ingin pergi, tetapi saya tidak dapat ikut kalian sekarang. Saya harus mengatur rumah saya dahulu dan urusan saya yang lain, baru kemudian saya akan mengikuti kalian untuk menemui Dia." Tetapi ketika pekerjaan selesai, ketiga orang Raja dari Timur itu sudah tidak kelihatan lagi, bintang di langit tidak bersinar lagi dan wanita itu tidak dapat melihat Yesus.
  Dalam kehidupan sehari-hari kita pun sering kehilangan kesempatan untuk.bertemu secara pribadi dengan Yesus. Hal ini diakibatkan karena kesibukan dan kemalasan kita. Ketika ada kesempatan beribadah di Gereja, kita melalaikannya karena ada pekerjaan, undangan pernikahan, persiapan ujian, persiapan ulangan umum atau ingin libur setelah seminggu bekerja. Ketika hendak makan dan sesudah makan, kita melalaikan doa karena lupa atau malu bila harus berdoa di depan orang banyak atau karena memang tidak pernah mengucap syukur atas berkat Tuhan. Ketika beribadah di Gereja, kita sibuk dengan bermain game di hp atau membalas pesan dari orang lain sehingga tidak menghargai kehadiran Tuhan saat itu di dalam ibadah. Banyak waktu untuk Tuhan kita korupsi demi kepentingan pribadi.
  Semakin sedikit waktu yang kita berikan untuk Tuhan, itu membuktikan semakin sedikitlah cinta kita kepada Tuhan. Banyak orang mengharapkan berkat yang besar dari Tuhan, tetapi selalu perhitungan waktu dengan Tuhan dalam hal beribadah dan berdoa. Mari kita luangkan waktu lebih banyak lagi untuk Tuhan sebanding dengan berkat yang kita harapkan datang dalam hidup kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, masuklah lebih dalam di hatiku. Hancurkan semua penghalang yang selama ini mengikat aku sehingga aku melalaikan hidup rohaniku. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus
Rabu, 28 Nop 2018
*HARGA MAHAL YANG HARUS KITA BAYAR*

*BACAAN*
*Why 15:1-4* – “Mereka melagukan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba”
*Luk 21:12-19* – *“Karena nama-Ku kamu akan dibenci semua orang. Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang”*

*RENUNGAN*
1.Injil hari ini berbicara tentang *penganiayaan orang-orang beriman.* Perlawanan dari dunia merupakan *harga yang harus dibayar oleh para pengikut Kristus.* Yesus mengingatkan bahwa mereka akan ditangkap, disiksa, dan dibunuh karena nama-Nya. *No pain, no gain.* Bagi kita, tidak ada alasan untuk takut, tetapi *harus bersukacita karena  kita memiliki pengharapan karena iman.*

2. *Penindasan* tidak perlu menjadi hal yang fatal atau alasan untuk putus asa dan mengingkari Kristus, tetapi *menjadi saat untuk bersaksi tentang Kabar Gembira*. Tuhan menghendaki agar kita menggunakan semua talenta kita untuk membangun dan mewartakan Kerajaan Allah. Kita *dituntut untuk percaya sepenuhnya* bahwa kemenangan kebaikan terhadap keburukan adalah milik Tuhan.

3.” *Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat.”* *Jika kita berada dekat dengan Kristus dalam doa dan perbuatan, Ia, pelan-pelan, akan mengambil alih hidup kita.* Dengan demikian *egoisme kita makin menghilang dan hati kita tumbuh; kita mati terhadap diri sendiri.* _“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil_” (Yoh 3:30).

4.Dalam situasi sulit tersebut, *Kristus satu-satunya pengharapan.* _“Tidak sehelai pun dari ramput kepalamu akan hilang.”_ Tuhan juga menguatkan, _“Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya”_ (Luk 9:24). (MS.www.berkat.id)

Salam Damai Kristus
#renungan

*ADA RAHMAT DALAM PENCOBAAN*

Rabu 28 Nov 2018

_`Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu._
_Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu` (Luk 21:15.19)_


Pernahkah Anda merasa seperti seluruh dunia menentang Anda? Semua kata-kata dan perbuatan Anda seolah-olah sia-sia dan kehadiran Anda tidak dianggap lagi.

Orang-orang yang seharusnya menghibur Anda malahan menyusahkan dan menolak Anda karena ketidakmengertian mereka.

Air mata Anda tiada hentinya mengalir.

Namun, karena Anda sudah pernah mengalami kasih Allah, maka siang malam Anda berseru minta tolong kepada Tuhan sebab itulah harapan satusatunya bagi Anda, walaupun mungkin Anda juga merasa ditinggalkan Tuhan.

Tuhan serasa membiarkan Anda berjalan sendiri.

Saat ini sadarilah, tidakkah karena rahmat Tuhan selalu menyertai Anda maka Anda tetap bertahan? Kalau Tuhan meninggalkan kita, walaupun hanya sedetik, maka kita akan kembali ketiadaan.

Seandainya dalam hidup ini semua lancar dan tidak perlu perjuangan, maka orang tidak akan menemukan makna hidup.

Kehidupan ini akan menjadi hampa.

Akan lebih `seru` ketika kita dapat melalui penderitaan dan pencobaan karena saat itu iman kita dimurnikan dan kita dapat lebih lagi melihat kasih, kuasa, dan rencana Tuhan atas diri kita.

Ya, Tuhan, aku bersyukur atas anugerah hidup yang Kau berikan dan atas segala sesuatu yang Kaubiarkan terjadi dalam hidupku.

*_Sr. M. Cornelia, P.Karm_*

Rabu 28 Nov 2018
Why 15:1-4; Mzm 98:1-3, 7-9; Luk 21:12-19

Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*

Salam Damai Kristus
*Rabu, 28 November 2018; Hari , Pekan Biasa XXXIV*
 *Bacaan Injil: Luk 21:12-19*
"... Dan kalian akan diserahkan juga oleh orangtuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu, dan beberapa orang di antaramu akan dibunuh; karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang. Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang. Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu."

 *Refleksi* :
Satu tema yang bisa renungkan untuk memahami wejangan Yesus dalam Injil hari ini adalah ketahanan. Mengapa begitu penting? Mengapa Yesus sangat menekankan keselamatan kita tergantung pada praktik kebajikan ini?

Kita mulai saja dengan jawaban *pertama* : “kamu akan dibenci semua orang karena namaku “ (Luk 21, 17). Artinya, jika nama Tuhan menjadi tanda kontradiksi, kita, para muridNya seharusnya demikian.  Mengapa? Karena seorang murid harus menjadi seperti gurunya.

 *Kedua* , ketahanan adalah cara kita mempersiapkan diri menerima salib yang berat. Salib itu berupa kekerasan dan kekejaman yang datang dari keluarga sendiri. Menghadapi situation ini sama seperti perang melawan diri yang membutuhkan mental petarung sejati yang hanya menyerang dengan kasih dan bertahan dengan kesabaran agar tidak jatuh dalam keputusasaan dan kemarahan.

 *Ketiga* , Salah satu cardinal virtue (kebajikan agung) adalah kekuatan. Ketahanan adalah bagian dari kekuatan. Sehingga prinsip utama ketahanan adalah membimbing kita kepada kemampuan melawan segala bentuk kontradiksi dalam keseharian hidup kita. Di sinilah, ketahanan dapat mencapai nilai maksimum yaitu kepenuhan salib.

 *Keempat* , ketahanan meliputi kebebasan untuk memberi diri melalui cinta. Yesus sendiri menegaskan “Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu “ (Luk 21, 19). Kata “kalau “ adalah ekspresi Yesus untuk menawarkan secara terbuka ‘free choice ‘ (pilihan bebas) untuk menerima salibNya. Demikian ungkapan dari santo Josemaria Escriba:” ketahanan adalah perang terindah dari cinta dan kedamaian “.

 *Kelima* , ketahanan melahiran kesabaran. menerima salib ibaratnya menerima mawar sekaligus durinya, dengan kata lain jalan ke puncak salib itu tak terlepas dari kesulitan dan tantangan. Kesabaran itulah memampukan kita untuk tidak mundur dari medan laga. Di dalam kesabaran itu bertumbuhlah “stoical attitudes “ (sikap pengendaliann diri dari nafsu) menghadapi kebencian, kemarahan dan keputusasaan.

 *Pesan* : kesaksian iman paling utama adalah memberi teladan ketahanan dalam menghadapi masalah. Tak dapat dipungkiri kita sering tidak bertahan justru ketika kita menghadapi ujian hidup dari dalam Rumah kita sendiri. Ada yang mengumbar kekecewaan melalui medsos, ada yang curhat lepas bebas dengan tetangga jauh untuk bersimpati padanya, ada yang “kabur tak kabar “ dari keluarga karena situasi kontradiksi internal, dll.
Untuk itu,marilah kita belajar dari Bunda Maria, yang telah mengerti dengan baik kebenaran tentang ketahanan dan kesabaran menghadapi salib hidup. Wanita hebat ini telah menjadi model kesabaran yang subur sampai ziarah hidup di dunia ini selesai. Anugerah ketahanan itu berlimpah sejauh kita menempatkan bersamaan dengan iman, harap dan cinta. Saya yakin ketahanan iman membuat orang mengalami “kemabukan yang bijaksana “ (sober intoxication). Amin.

 *Selamat pagi dan Tuhan memberkati.*
P. Abdul Ocd
Salam Damai Krisrus
Rabu, 27 Nov 2018
Pekan Biasa XXXIV
Why. 15:1-4; Mzm. 98:1,2-3ab,7-8,9; Luk. 21:12-19.

"Karena nama Ku, kalian akan dibenci semua orang...kalau kalian tetap bertahan, kalian tetap akan memperoleh hidup"(Luk 21:19)

Setiap orang pasti menginginkan kehidupan bersama yang aman, damai dan harmonis. Namun, ada kalanya hal ini tidak terwujud karena adanya ulah dari beberapa atau sekelompok orang yang suka bikin keresahan dan mengacau ketertiban umum. Bahkan, mereka menaruh kebencian terhadap orang-orang yang baik dan menebarkan provokasi, hoax, kebencian, dll., yang akhirnya menyulut kekacauan, menimbulkan kegaduhan dan merusak kedamaian. Hal ini menunjukkan bahwa untuk menjadi orang baik memang dibutuhkan ketahanan. Bertahan untuk tetap menjadi baik kendati ada banyak hambatan, tantangan bahkan aneka bentuk permusuhan dari pihak-pihak lain yang tidak suka. Sabda Tuhan hari ini memberi peneguhan. Bagi setiap orang yang bertahan untuk menjadi orang baik dan memperjuangkan kebaikan bersama, Tuhan senantiasa hadir dan memberikan kata-kata hikmat serta memberi jaminan keselamatan. Bukan jaminan dan keselamatan duniawi karena bisa saja di dunia ini, orang-orang yang baik menderita, dikalahkan, dipenjarakan, dianiaya, dan dibunuh. Namun, pengorbanan mereka ini adalah kesaksian luar biasa, yang tidak hanya menginspirasi banyak orang tetapi juga menyelamatkan kehidupan bersama. Dan bagi orang beriman, Tuhan menyediakan pula anugerah tak terhingga dalam kehidupan abadi. Pengorbanan hidup di dunia ini mendatangkan anugerah hidup abadi.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus
««C E R M I N  D I R I»»

Siapa yg belum pernah melihat cermin?‎

Dgn bercermin kita bisa melihat apakah penampilan kita sudah benar,
sudah rapi & cantik atau ganteng, atau masih amburadul.

Perubahan suasana hati kita juga tercermin di wajah kita,
kenali hal ini dgn memandangi cermin.

Inilah cara yg baik mengobati diri kita akibat suasana hati yg terus menerus berubah.

Cara ini membuat kita tertawa,
jika kita melihat buruknya wajah kita dalam keadaan marah.

Sebaliknya,
tersenyumlah & otot wajah akan mengendur,
sehingga membangkitkan semangat & membuat kita gembira.

Cermin secara fisik mudah di liat & mudah untuk di benahi,
t a pi cermin secara rohani seringkali tanpa sadar kita justru menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Banyak di antara kita yg tidak mencerminkan ajaranNYA dalam hidup kita se-hari².

Dgn mudah kita bisa menasihati seseorang untuk tidak melakukan sesuatu yg merugikan orang lain,
t a p i kita sendiri justru dgn entengnya malah melakukannya alias munafik.

LAIN DI BIBIR, LAIN PULA DI HATI,
LAIN UCAPAN, LAIN TINDAKAN !!!

Sekarang kita bercermin bukan hanya untuk penampilan jasmani saja,
t a p i yg lebih penting buat penampilan rohani kita.

Kalo kita ingin orang lain menghargai & menghormati setiap penampilan kita, hendaknya kita juga menjaga setiap perilaku kita.

“.... ukuran yg kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.”
(Markus 4:24b)

Salam Damai Kristus
Orang hebat...
*Pelita Hati Hari Ini:* (28.11.2018*

*Setia Selamanya*

_*Bacaan Lukas 21:12-19*_
*TETAPI* sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."<®><©><®>

Sahabat pelita hati,
Kini Yesus menggambarkan deret tantangan, kesulitan bahkan ancaman yang akan dihadapi oleh anak-anak Tuhan yang mengiringi datangnya "hari akhir" itu. Namun Tuhan memberikan peneguhan bahwa kita tidak boleh takut apalagi mundur. Justru Tuhan menegaskan bahwa itu menjadi kesempatan indah bagi kita untuk bersaksi. Apa jaminannya? Tuhan lah yang akan bertindak. Dia lah yang akan memberi kata-kata hikmat untuk menghadapi beragam tantangan itu. Singkat kata, yang dibutuhkan adalah kehendak dan kesiapan hati kita dan Tuhanlah yang akan mengajarkan bagaimana kita harus berkata-kata.

Sahabat terkasih,
Tuhan menutup sabda-Nya dengan pesan yang meneguhkan, "Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu." Atau dalam Injil yang lainnya dikatakan, "Barangsiapa bertahan hingga pada kesudahannya akan selamat". Pesan pokoknya sama, yaitu Tuhan menuntut agar kita setia. Tuhan tak menuntut apa-apa dari kita kecuali taat dan setia.  Ketaatan dan kesetiaan yang sama juga menjadi komitmen Yesus dalam melaksanakan tugas perutusan-Nya. Kesetiaan-Nya melaksanakan tugas perutusan dan penebusan itu membanya kepada salib dan kematian, namun pada akhirnya Ia dibenarkann oleh Allah. Ia dibangkitkan dan dimuliakan. Semoga pelita sabda hari ini mendorong kita untuk semakin setia dalam jalan dan panggilan masing-masih, baik yang hidup dalam bangunan keluarga atau yang menanggapi panggilan khusus sebagai rohaniwan, biarawan maupun biarawati. Dengan caranya masing-masing harus mengutamakan kesetiaan di atas segalanya, sambil percaya bahwa Tuhan akan menyempurnakan usaha-usaha kita. Mari kita bertanya, apakah saya sungguh telah setia terhadap panggilan dan tanggungjawab kita? Setialah untuk selamanya.

_Kualalumpur di Malaysia,_
_menara kembar jadi ikon-nya._
_Ya Tuhan, mampukan kami untuk setia,_
_setia hingga selamanya._

_dari Papua dengan cinta,_
*Berkah Dalem**

*_Rm.Istoto_*

Salam Damai Kristus
Mutiara Iman

TAKUT AKAN TUHAN
28 Nopember 2018

“Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu?” (Why 15:4)

Lectio
Why 15:1-4; Mzm 98:1,2–3ab, 7-8,9; Luk 21:12-19

Suatu sore Edwin janjian ngopi bersama teman-temannya dan sambil ngobrol ringan, ia bertanya :
”Apa sih yang kalian harapkan dari anak masing-masing?”
Jawab Sony :
”Kalau gua sih asal dia mau nerusin usaha yang sudah gua rintis dari awal, gua sudah senang!”
Ruby menjawab :
”Kalau gua sih pengen anak jadi dokter. Jangan jadi kayak bapaknya yang hanya lulusan SMA dan cuma bisa dagang saja. Kalau Kau sendiri gimana Win?”
Jawab Edwin :
”Aku mau anakku takut akan Tuhan. Kalau yang satu ini bisa dia lakukan, maka apapun yang dijalankannya pasti untuk KEBAIKAN dan KEBENARAN.”
“Wah Win, dari dulu emang kamu paling bijaksana!” Kata Ruby.

Takut akan Allah adalah awal dari PENGETAHUAN.

Oratio
Ya Allah, mampukan kami selalu setia pada semua perintah-Mu. Amin

Missio
Marilah kita hidup dengan TAAT sebagai tanda takut akan Allah.
Have a Blessed Wednesday.