Selasa, 27 November 2018

*Rabu, 28 November 2018; Hari , Pekan Biasa XXXIV*
 *Bacaan Injil: Luk 21:12-19*
"... Dan kalian akan diserahkan juga oleh orangtuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu, dan beberapa orang di antaramu akan dibunuh; karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang. Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang. Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu."

 *Refleksi* :
Satu tema yang bisa renungkan untuk memahami wejangan Yesus dalam Injil hari ini adalah ketahanan. Mengapa begitu penting? Mengapa Yesus sangat menekankan keselamatan kita tergantung pada praktik kebajikan ini?

Kita mulai saja dengan jawaban *pertama* : “kamu akan dibenci semua orang karena namaku “ (Luk 21, 17). Artinya, jika nama Tuhan menjadi tanda kontradiksi, kita, para muridNya seharusnya demikian.  Mengapa? Karena seorang murid harus menjadi seperti gurunya.

 *Kedua* , ketahanan adalah cara kita mempersiapkan diri menerima salib yang berat. Salib itu berupa kekerasan dan kekejaman yang datang dari keluarga sendiri. Menghadapi situation ini sama seperti perang melawan diri yang membutuhkan mental petarung sejati yang hanya menyerang dengan kasih dan bertahan dengan kesabaran agar tidak jatuh dalam keputusasaan dan kemarahan.

 *Ketiga* , Salah satu cardinal virtue (kebajikan agung) adalah kekuatan. Ketahanan adalah bagian dari kekuatan. Sehingga prinsip utama ketahanan adalah membimbing kita kepada kemampuan melawan segala bentuk kontradiksi dalam keseharian hidup kita. Di sinilah, ketahanan dapat mencapai nilai maksimum yaitu kepenuhan salib.

 *Keempat* , ketahanan meliputi kebebasan untuk memberi diri melalui cinta. Yesus sendiri menegaskan “Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu “ (Luk 21, 19). Kata “kalau “ adalah ekspresi Yesus untuk menawarkan secara terbuka ‘free choice ‘ (pilihan bebas) untuk menerima salibNya. Demikian ungkapan dari santo Josemaria Escriba:” ketahanan adalah perang terindah dari cinta dan kedamaian “.

 *Kelima* , ketahanan melahiran kesabaran. menerima salib ibaratnya menerima mawar sekaligus durinya, dengan kata lain jalan ke puncak salib itu tak terlepas dari kesulitan dan tantangan. Kesabaran itulah memampukan kita untuk tidak mundur dari medan laga. Di dalam kesabaran itu bertumbuhlah “stoical attitudes “ (sikap pengendaliann diri dari nafsu) menghadapi kebencian, kemarahan dan keputusasaan.

 *Pesan* : kesaksian iman paling utama adalah memberi teladan ketahanan dalam menghadapi masalah. Tak dapat dipungkiri kita sering tidak bertahan justru ketika kita menghadapi ujian hidup dari dalam Rumah kita sendiri. Ada yang mengumbar kekecewaan melalui medsos, ada yang curhat lepas bebas dengan tetangga jauh untuk bersimpati padanya, ada yang “kabur tak kabar “ dari keluarga karena situasi kontradiksi internal, dll.
Untuk itu,marilah kita belajar dari Bunda Maria, yang telah mengerti dengan baik kebenaran tentang ketahanan dan kesabaran menghadapi salib hidup. Wanita hebat ini telah menjadi model kesabaran yang subur sampai ziarah hidup di dunia ini selesai. Anugerah ketahanan itu berlimpah sejauh kita menempatkan bersamaan dengan iman, harap dan cinta. Saya yakin ketahanan iman membuat orang mengalami “kemabukan yang bijaksana “ (sober intoxication). Amin.

 *Selamat pagi dan Tuhan memberkati.*
P. Abdul Ocd
Salam Damai Krisrus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar