#renungan
*MENGHENINGKAN HATI*
Sabtu 01 Des 2018
_`Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia` (Luk 21:36)_
Gereja Katolik maupun para pertapa non Katolik mempunyai kebiasaan bermeditasi.
Dalam keheningan meditasi itulah seseorang menyatukan dirinya dengan Sang Ilahi dan mendengarkan Dia secara penuh.
Yesus juga melakukan hal yang sama.
Sebelum mengajar dan mewartakan Kerajaan Allah, Yesus terlebih dahulu menjalankan meditasi.
Sering Ia berdoa sepanjang malam.
Dalam keheningan malam itu, hati-Nya terbuka mendengarkan suara Bapa-Nya dan bersatu dengan-Nya.
Pagi harinya Ia turun ke tengah umat dan mulai mewartakan Kerajaan Allah (bdk. Luk 21:38).
Doa, meditasi, dan karya dijalani Yesus dengan seimbang.
Tentunya, Beato Dionisius dan Redemptus, martir, juga menerima kekuatan ilahi melalui doa mereka yang mendalam sehingga mereka kuat menghadapi kemartiran.
Bagaimana dengan Anda sendiri?
Apakah hari ini Anda sudah menciptakan keheningan diri untuk mendengarkan Yesus melalui doa pribadi dan merenungkan sabda-Nya?
Tuhan Yesus, Engkau mengajar kami untuk menjaga keseimbangan antara doa dan karya.
Semoga teladan hidup-Mu ini menyatu dalam diri kami dan menyata dalam hidup kami setiap hari.
*_Fr. Dionysius, CSE_*
Sabtu 01 Des 2018
Pw B. Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir
Hari Sabtu Imam
Why 22:1-7; Mzm 95:1-7; Luk 21:34-36
Sumber:
*Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"*
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar