Senin, 29 April 2019
Pekan Paskah II
Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4-6,7-9; Yoh. 3:1-8.
Nikodemus, tokoh kita hari ini, muncul setidaknya 3x dalam Injil Yohanes. Pertama, saat ia datang kepada Yesus untuk mulai mengenal-Nya secara lebih dekat (Yoh 3,1-8). Sebelum datang kepada-Nya, ia telah melihat dari kejauhan tentang apa yang dibuat oleh Yesus. Tentu, ia juga sudah mendengar tentang siapa Yesus. Hal ini tampak jelas dari apa yang dikatakan saat berjumpa dengan Yesus: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." (ay.2). Yang kedua, saat ia tampil membela Yesus di hadapan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi ketika mereka berbedat tentang pribadi, asal-usul dan ajaran Yesus (Yoh 7,45-52). Pada tahap ini, tampak bahwa Nikedomus sudah ada ketertarikan untuk menjadi pengikut Kristus. Bahkan, kendati belum secara terang-terangan, ia sudah menjadi murid-Nya. Kemungkinan besar, ia juga setia mengikuti Yesus. Kendati tidak semua yang diajarkan oleh Yesus dapat dimengerti dengan baik, namun ia tidak ikut-ikut mengundurkan diri seperti yang dilakukan para murid yang lain (Yoh 6,60-66). Keterangan waktu yang menyebutkan bahwa ia datang kepada Yesus pada waktu malam (ay.2), tidak hanya menunjukkan gelapnya malam, di mana Nikodemus masih sembuyi-sembunyi atau tidak mau terang-terangan mengikuti Yesus, tetapi juga menunjukkan bahwa hati dan pikirannya masih gelap karena belum mengerti sepenuhnya apa yang diajarkan Yesus. Pertanyaan yang diajukan kepada Yesus berkaitan dengan kelahiran kembali (ay.4), menegaskan bahwa ia belum bisa menangkap dengan jelas apa yang dimaksud oleh Yesus. Meskipun demikian, hal ini justru semakin membuatnya tertarik untuk mengikuti Yesus. Bahkan, ia menjadi salah satu murid yang setia mengikuti Yesus di jalan salib-Nya. Kendati di sepanjang jalan salib namanya tidak disebut, namun ia hadir pada saat Yesus dimakamnya. Inilah untuk ketiga kalinya Ia disebut. Pada saat Yesus diturunkan dari salib dan dipersiapkan untuk dimakamkan, ia membawa "campuran minyak mur dengan minyak gaharu" (Yoh 19,39).
Melalui Baptisan, kita semua telah dilahirkan kembali dalam air dan Roh. Namun, proses menjadi murid Yesus tidak hanya berhenti di situ. Belajar dari Nikodemus, kita pun mesti semakin sering datang kepada Yesus untuk berdialog dengan-Nya; doa bukan sekedar untuk memohon tetapi untuk berbincang-bincang dengan Yersus, termasuk bertanya jawab. Selain itu, kita juga mesti berani membela-Nya, seperti yang dilakukan Nikodemus. Terakhir, kita juga mempersembahkan "minyak rum dan minyak gaharu" yang harum baunya, yakni berupa perbuatan-perbuatan baik kita.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar