Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Rabu,_ *01 Mei 2019*
Kis 5:17-26
Mzm 34:2-9
Yoh 3:16-21
*BOHONG YANG BERKELANJUTAN*
_...tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah. -- Yoh 3:20-21_
Pernahkah kita melakukan kesalahan dan kemudian berbohong untuk menutupinya? Kebohongan yang mungkin kita anggap kebohongan kecil (ada juga yang menyebutnya _white lies_) dan baik, pada akhirnya harus ditutupi dengan kebohongan yang lain.
Namun, sekalipun kebohongan kita tutupi dengan rapi, jika Tuhan menginginkan, akan terbuka juga. Pada akhirnya bisa jadi pertanggungjawaban yang dibutuhkan lebih besar daripada kesalahan pertama. Tidak ada lagi damai sejahtera.
Contoh, para koruptor yang sedang menjalani persidangan. Fakta yang mulai terungkap merujuk pada kesadaran tersangka yang pada awalnya sudah tahu bahwa korupsi yang dilakukan melanggar hukum dan merugikan orang banyak. Tetapi keuntungan pribadi yang didapat membutakan suara hatinya. Lalu, segala cara dilakukan untuk menutupinya. Bahkan bisa mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Marilah kita melihat kedalaman hati kita. Apakah hidup kita dipenuhi dengan kebohongan yang diikuti dengan pembenaran karena malu mengakui kebohongan itu? Sekalipun bukan kebohongan besar, namun kebohongan apapun yang telah kita lakukan, haruslah kita tinggalkan. Kita perlu mengakui kesalahan yang telah dilakukan, jika kita ingin datang kepada Sang Terang. (Md)
_Apakah saya dapat mengakui kesalahan yang telah dilakukan dan tidak berbohong?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar