Rabu, 27 Februari 2019

PERCIKAN HATI❤
Kamis, 28 Februari 2019

🌟Kebijaksanaan Hidup

*_IRI_*

🙂Dalam relasi dengan sesama ada beberapa tipe seorang sahabat yakni; bahagia ketika teman bahagia, bersedih ketika teman bersedih, bahagia ketika teman bersedih dan bersedih ketika teman bahagia. Pertanyaan bagi kita kualitas seorang sahabat seperti apa yang kita miliki?

🙂Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial, kata sosial sendiri berasalah dari bahasa Latin socius yang artinya teman. Dari asal kata tersebut jelaslah bahwa dalam hidup manusia, sesama atau orang lain merupakan bagian penting yang tak terpisahkan. Berdasarkan kenyataan tersebut menjadi bahan refleksi bagi kita prihal sikap dan tindakan kita terhadap sesama.

🙂Dalam pergaulan kita dengan sesama, ada begitu banyak reaksi dan ekspresi yang kita tunjukkan. Namun kali ini kita akan mencoba mendalami prihal iri hati.

🙂Sikap iri hati kerap kali muncul dalam diri kita. Iri hati muncul ketika kita melihat sesama kita yang lebih dari kita, misalnya teman sekolah yang berprestasi, memiliki handphone baru, atau teman kerja kita yang dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi, teman kita yang mendapatkan pasangan hidup yang sempurna dan lain sebagainya.  Iri hati kerap kali menguasai kita dalam keadaan-keadaan tersebut. Bahkan lebih parah lagi ada orang yang iri hati dengan seorang teman yang rendah hati atau murah hati.

🙂Sahabat terkasih, sejak dahulu manusia diciptakan berpasang-pasangan. Allah mengehendaki kita untuk hidup saling berdampingan satu dengan yang lain, dengan demikian niscaya muka bumi dipenuhi dengan sukacita karena ada damai. Sudah sepatutnya manusia mengusahakan apa yang telah dimulai oleh Allah. Buanglah sikap iri hati kepada sesama. Mari kita bersyukur ketika sesama kita bergembira dan bersedih ketika mereka bersedih. Kita hadir sebagai pribadi yang selalu ada bagi yang lain.  Percayalah Allah pun memperhatikan kita, ia tidak membiarkan kita tanpa arah dan tujuan.

🙂Masing-masing dari kita punya kesempatan yang sama untuk sukses dan bahagia, namun semua ada saatnya, dan dalam penantian itu kita hendaknya berusaha dan kerja keras serta mengusahakan kebaikan dengan demikian maka sukacita dan kesejahteraan beserta kita sekalian.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar