Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Jumat,_ *01 Maret 2019*
Sir 6:5-17
Mzm 119: 12,16,18,27,34 35
Mrk 10: 1-12
*PERKAWINAN*
_Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. -- Mrk 10: 6-8_
Dari awal penciptaan dunia, Kitab Kejadian mewahyukan bahwa, Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut citra Allah. Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam agar menjadi penolong yang sepadan dengannya, sehingga mereka akhirnya dapat bersatu menjadi satu daging. Jadi persatuan laki-laki dan perempuan bersatu menjadi satu daging. Jadi persatuan laki-laki dan perempuan telah direncanakan oleh Allah sejak awal mula (Kej 2:7,18,2b-24).
Allah adalah Kasih (1Yoh4:8), dan kasih dalam diri Trinitas adalah misteri yang tidak terselami. Namun misteri ini direncanakan Allah untuk digambarkan dalam hubungan suami dan istri. Maksudnya, manusia diciptakan sesuai gambaran Allah sendiri untuk dapat menggambarkan kasih Allah itu. Kasih Allah, yang terlihat jelas dalam diri Trinitas adalah kasih yang bebas (tak ada paksaan), setia, menyeluruh/total, dan menghasilkan buah.
Perkawinan juga direncanakan Allah sebagai gambaran akan hubungan kasih-Nya dengan umat-Nya. Yesus mengasihi Gereja-Nya dengan menyerahkan nyawa-Nya baginya untuk menguduskannya. Maka para suami dipanggil untuk menjadi *"berkat yang menyelamatkan"* bagi istrinya, dan sebaliknya para istripun dipanggil agar menjadi berkat bagi yang menyelamatkan bagi suaminya. Selain itu para suami dipanggil untuk mengasihi, berkorban dan menguduskan istrinya, sesuai dengan teladan yang diberikan oleh Yesus kepada Gereja-Nya; dan para istri dipanggil untuk menaati suaminya yang disebut kepada "kepala istri", seperti Gereja sebagai anggota Tubuh Kristus dipanggil untuk taat kepada Kristus, Sang Kepala. Itu merupakan tantangan bagi suami-istri, lebih-lebih di zaman milenial ini. (Ld/Jc- _Sumber:www.katolisitas.org_)
Bagaimana saya memandang perkawinan?
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar