Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *30 November 2019*
*Pesta St. Andreas*
Rm 10:9-18
Mzm 19:2-5
Mat 4:18-22
*MARI, IKUTLAH AKU*
_Dan mereka meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia. -- Mat 4:22_
Ketika mengalami panggilan Tuhan pertama kali, semangat terasa begitu membara memenuhi hati dan hidup. Cinta yang besar membuat kita mau menyerahkan hidup seutuhnya hanya kepada-Nya. Saat Tuhan meminta kita meninggalkan segala sesuatu -- entah itu kesukaan, hobi, orang yang kita sayangi, pekerjaan, cita-cita -- kita berjuang dan meninggalkan semua itu demi Yesus.
Waktu terus berganti, kita terus mengikuti-Nya dengan setia. Kita diberkati dengan banyak hal yang menambah sukacita. Kita merasa inilah yang patut kita terima dalam mengikuti-Nya. Dan inilah yang pernah saya rasakan. Segala sesuatu Tuhan sediakan dan saya sangat menikmatinya. Sampai suatu saat, Tuhan memintanya kembali. Dan....sayapun berontak.
Banyak pertanyaan kami serukan kepada Tuhan. Segala pertanyaan klise bahwa saya sudah melayani-Nya, sudah berikan hidup, dan berbagai pernyataan yang mencoba membernarkan diri memenuhi pikiran dan hati. Namun ayat ini kembali membuat saya berefleksi, apakah saya masih mau meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti-Nya seperti dulu? Apakah saya masih menjaga hati dari keterikatan pada segala yang saya miliki?
Selama berbulan-bulan saya menggumuli hal ini bersama dengan Tuhan. Perasaan kecewa, marah, sakit hati, direndahkan, semua bercampur menjadi satu. Saat-saat yang tidak mudah bagi saya. Namun ketika hati ini berserah, saya siap dengan jawaban, "Ya Tuhan, saya mau!"
Kita perlu terus berani untuk meninggalkan segala sesuatu untuk Tuhan. Dengan demikian kita siap untuk hidup bagi-Nya. (Al)
_Sudahkah saya melepaskan segala sesuatu untuk mengikuti Tuhan?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar