Rabu, 1 Januari 2020
HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH
Hari Perdamaian Sedunia
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21
"Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan ... supaya kita diterima menjadi anak" (Gal 4,4.5)
Bertepatan dengan dimulainya tahun baru 2020 ini, kita merayakan Santa Maria Bunda Allah. Gelar yang dikenakan kepada Bunda Maria ini sudah dihayati oleh Gereja sejak abad-abad pertama, kendati baru dinyatakan secara resmi dalam Konsili Efesus tahun 431. Kemudian, pada tahun 1931, bertepatan dengan ulang tahun Konsili Efesus yang ke-1500, Paus Pius XI menetapkan tanggal 1 Januari sebagai Perayaan Santa Maria Bunda Allah. Sekarang, setiap kali mendoakan "Salam Maria", kita pun menyebut gelar itu: "Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami ..." Bagaimana gelar ini bisa dijelaskan? Ini bukan sekedar gelar kehormatan, melainkan gelar iman. Kita menyebut Bunda Maria sebagai Bunda Allah karena ia telah mengandung, melahirkan, dan mengasuh Allah Putra yang menjelma menjadi Manusia. Yesus Kristus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Oleh karena itu, layaklah kita menyebut ibu-Nya sebagai Bunda Allah. Tentu, Maria bukanlah Bunda Allah Bapa. Ia adalah Bunda Allah Putra. Sebab, di dalam rahimnya, Allah Putra menjelma menjadi manusia dan dari tubunnya pula, Ia mengambil daging kemanusiaan-Nya. Adapun maksud Allah Putra menjadi manusia adalah supaya kita diangkat menjadi anak Allah. Oleh karena itu, mengawali tahun baru ini, marilah kita memohon restu Bunda Maria untuk membangun niat untuk menjadi anak-anak Allah yang baik: mbangun miturut dan semakin mendekatkan diri pada Allah serta semakin mengasihi sesama karena kita semua adalah saudara se-Bapa, yakni Allah.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar