Senin, 30 Desember 2019

DI PENGHUJUNG WAKTU

Ada pameo yang mengatakan: “Pengalaman mengajarkan”. Kita dapat belajar banyak dari pengalaman hidup di masa lampau.

Pengalaman adalah guru yang baik, sebab lewat pengalaman kita diuji tentang sesuatu hal, pelajaran baru sudah dapat kita petik.

Dengan menyaksikan pengalaman hidup 2019, kita akan menemukan:

Keberhasilan-keberhasilan yang telah kita capai

Kegagalan-kegagalan yang telah kita lakukan

Peluang-peluang yang telah kita abaikan.

Dengan melihat peluang baik yang kita abaikan, kita bertekad untuk tidak mengulanginya. Melepaskan peluang (baik) bukan hanya kelalaian, tetapi juga kesalahan.

Benar bahwa tidak mudah untuk tetap kosisten dalam keyakinan bahwa Tuhan selalu berkarya di tengah kita. Kita sering mempertanyakan, benarkah Tuhan prihatin dengan nasib kita. Telinga kita menjadi berat untuk mendengarkan, mata kita tertutup untuk melihat. Pikiran kita membatu dan hati kita mengeras.

Melalui pergumulan hidup sehari-hari, kita diajak untuk  peka terhadap karya Tuhan yang membahagiakan. Kalau mata hati dan budi kita terbuka, kita akan merasakan banyak kejutan dari Tuhan. Dia yang mencintai tanpa syarat.

Seperti Yesaya, kita yakin bahwa Firman Tuhan itu seperti hujan yang turun dari langit. Ia tidak akan kembali ke langit, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan (Yes 55:10). Tuhan terus menerus berkarya di tengah kita.

Terhadap segala pikiran negatif yang kita tujukan kepada diri kita sendiri, Tuhan selalu mempunyai jawaban positif terhadap kita:

Ketika kita berkata: itu tidak mungkin.
Tuhan menjawab: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah”. (Luk 18:27)

Ketika kita berkata: Saya lelah sekali.
Tuhan berkata: Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.". (Mat 11:28-30)

Ketika kita berkata: tak seorangpun mencintai aku lagi.
Tuhan menjawab: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan  Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. (Yoh 3:16)

Ketika kita berkata: saya tidak dapat menanggungnya.
Tuhan menjawab: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Kor 12:9), Bila berseru kepadaKu, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya (Mzm 91:15)

Ketika kita berkata: saya takut.
Tuhan menjawab: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan”. (Yes 41:10)

Ketika kita berkata: Saya merasa sendirian/kesepian.
Tuhan menjawab: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau (Ibr 13:5.)

Di penghujung waktu, mari bersyukur kepada-Nya yang telah hadir dalam pengalaman keseharian kita.

Selamat Tinggal 2019
Terima kasih Pengalaman.

Weetebula 31 Desember 2019
Tuhan Memberkati.
RD. Kamilus

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar