Rabu, 31 Okt 2018
Alfonsus Rodriguez
Ef. 6:1-9; Mzm. 145:10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 13:22-30.
Orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah itu mengandung paradoks. Dalam Injil hari ini dikatakan bahwa di satu sisi hanya sedikit orang yang bisa masuk di dalamnya karena jalannya sempit (= sulit) sehingga orang harus berjuang. Banyak orang berusaha, tetapi hanya sedikit yang dapat masuk. Di sisi lain, Kerajaan Allah itu terbuka dan diperuntukkan bagi semua orang. Orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Lalu bagaimana kita harus menyikapi paradoks ini? Bagi kita yang percaya dan mengukuti Kristus, sudah jelas. Keselamatan kita dijamin oleh-Nya. Namun, apakah itu cukup? Tidak! Kalau tidak hati-hati, kita bisa kehilangan jaminan itu. Kata-kata Yesus ini amat jelas: "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!" Jadi, jelas siapa yang tidak akan masuk dalam Kerajaan-Nya adalah yang melakukan kejahatan dan tidak mau bertobat. Kita semua tentu dapat menyebutkan contoh apa yang dimaksud perbuatan jahat. Sebaliknya, kita akan masuk ke dalam Kerajaan Allah kalau kita menjadikan hidup kita bermakna, bermanfaat, dan berguna bagi orang lain (bdk. renungan kemarin).
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar