Rabu, 31 Oktober 2018

Kamis, 1 Nov 2018
HR Semua Orang Kudus
Why. 7:2-4,9-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; 1Yoh. 3:1-3; Mat. 5:1-12a.

Berbahagialah ....
 
Hari ini kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Injil mengajak kita untuk merenungkan sabda bahagia yang kita kenal dengan Delapan Sabda Bahagia. Kalau kita cermati, kebahagiaan yang dimaksud oleh Yesus bukan pertama-tama kebahagiaan jasmani tetapi rohani, bukan kebahagiaan duniawi tetapi kebahagiaan sorgawi. Hal ini amat jelas dari sabda bahagia pertama dan kedelapan atau terakhir. Sabda bahagia pertama menegaskan,  "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya *Kerajaan Sorga*"; sementara yang terakhir: "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya *Kerajaan Sorga*". Selain itu, ayat terakhir juga memberikan penegasan yang sama: "Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di *sorga*". Kebahagiaan surgawi, yang sudah dialami oleh para kudus dan juga kita harapkan untuk kita alami kelak, pertama-tama merupakan anugerah Tuhan. Dua sabda bahagia pertama yang dianugerahkan kepada yang miskin dan berdukacita menegaskan anugerah cuma-cuma dari Tuhan ini. Miskin dan dukacita adalah sebuah kondisi ketidakberdayaan yang menggerakkan belas kasih Allah. Meskipun manusia pasif karena tidak berdaya, namun Allah bertindak dan bekerja. Sementara itu, enam sabda bahagia yang lain, pelan-pelan mengajak manusia untuk aktif, berusaha dan berbuat sesuatu. Pertama-tama berusaha untuk menjadi lemah lembut, kemudian mencari, memelihara, dan mempertahankan kebenaran. Lalu semakin aktif berbuat sesuatu, yakni dengan bermurah hati, menyucikan hati terus-menerus, dan memperjuangkan kedamaian. Akhirnya, berani berkorban dan  menanggung resiko atas usaha-usaha yang dilakukan untuk membela kebenaran, bermurah hati, memperjuangkan kedamaian. dll. Kedelapan sabda bahagia ini mengajak kita untuk mengarahkan diri pada kebahagiaan sejati dengan cara bertindak seperti Allah sendiri. Setelah mengalami Allah yang penuh belas kasih dan murah hati kepada kita yang miskin, kita diundang untuk menjadi lemah lembut, mencintai kebenaran, semakin murah hati, memiliki hati yang suci, cinta damai, dan berani berkorban demi orang lain, demi kebenaran, demi kebaikan bersama.
--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar