Rabu, 31 Oktober 2018

Rabu, 31 Oktober 2018
KatKit (Katekese Sedikit) No. 162

Seri Katekismus
KUNCI-KUNCI KERAJAAN

Syalom aleikhem.
Semua orang dipanggil masuk ke dalam Kerajaan Allah. Namun, Kerajaan itu adalah milik kaum miskin dan kecil, artinya mereka yang menerimanya dengan rendah hati. Di antara semua orang, Tuhan Yesus mengundang para pendosa secara khusus untuk masuk Kerajaan Allah. Pendosa diundang supaya bertobat sebab pertobatan adalah syarat mutlak masuk Kerajaan Allah. Pewartaan Kerajaan Allah oleh Tuhan Yesus disertai kekuatan, mujizat, dan tanda. Semua itu menunjukkan bahwa Kerajaan Allah hadir di dalam diri-Nya dan bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan. Kedatangan Kerajaan Allah berarti kekalahan kerajaan setan.

Dalam karya-Nya di depan umum, Tuhan Yesus memilih dua belas orang laki-laki menjadi rasul-rasul-Nya. Mereka selalu bersama-sama dengan Kristus dan ambil bagian dalam perutusan-Nya. Dari dua belas itu, Simon Petrus menduduki tempat pertama. Kristus menjanjikan bahwa Gereja-Nya akan dibangun di atas wadas kuat, yaitu Rasul Petrus yang menerima perutusan untuk menjaga supaya iman jangan gugur.

Tuhan Yesus mempercayakan kepada Rasul Petrus wewenang yang khusus: “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga” (Mat. 16:19). “Kuasa kunci-kunci” berarti wewenang untuk memimpin rumah Allah, yaitu Gereja. Wewenang “mengikat” dan “melepaskan” adalah wewenang di dalam Gereja untuk membebaskan orang dari dosa, mengambil keputusan menyangkut ajaran, dan memberikan aneka keputusan disipliner. Sang Kristus mempercayakan otoritas ini kepada Gereja melalui pelayanan Para Rasul, terutama melalui Rasul Petrus.

Sejak saat Rasul Petrus mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah yang hidup, Tuhan Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan lalu dibunuh, dibangkitkan pada hari ketiga (Mat. 16:21). Rasul Petrus menolak pernyataan itu, juga rasul-rasul lain tak mengerti. Dalam hubungan ini, terjadilah perubahan rupa Kristus.

Tuhan Yesus membiarkan kemuliaan ilahi-Nya bersinar untuk meneguhkan pengakuan Rasul Petrus dan menunjukkan bahwa Ia harus menderita kematian di salib di Yerusalem untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Perubahan rupa memberi kita gambaran mengenai kedatangan kedua Kristus dalam kemuliaan yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia (Flp. 3:21). Selain itu, kita harus mengalami banyak sengsara untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Kis. 14:22).

** Ringkasan atas Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 544 – 556

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring

Tidak ada komentar:

Posting Komentar