Selasa, 24 Maret 2020

Rabu, 25 Maret 2020
HARI RAYA KABAR SUKACITA
Yes. 7:10-14; 8:10; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,11; Ibr. 10:4-10; Luk. 1:26-38.

Selama 40 hari Masa Prapaskah, kita memiliki 2 Hari Raya. Bukan sekedar Pesta, tetapi Hari Raya, yakni Hari Raya St. Yusuf pada tanggal 19 Maret dan Hari Raya Kabar Sukacita pada tanggal 25 Maret. Kehadiran 2 Hari Raya di tengah masa tobat ini bisa kita maknai bahwa di tengah masa tobat dengan meningkatkan sikap prihatin dan mati raga, kita diajak untuk tetap mengalami sukacita. Bahkan, dalam salah satu Minggu Prapaskah, yakni yang ke-4, kita pun merayakan Minggu Sukacita. Itu berarti, kita diajak untuk tidak hanya merenungkan dan menghayati Jalan Salib, tetapi juga sukacita penuh pengharapan. Secara khusus, hari ini, ketika kita merayakan Kabar Sukacita, kita bersama-sama diajak untuk membangun dan meneguhkan harapan kita akan janji keselamatan yang secara khusus dinyatakan kepada Bunda Maria. Kesediaan Bunda Maria untuk menerima tugas mengandung dan melahirkan Sang Juru Selamat adalah berkah bagi kita semua. Dengan kesediaan dan sikapnya yang dapat diringkat dalam kata-katanya:  "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1,38), Bunda Maria telah menjadikan kita semua memiliki Tuhan yang "menjadi manusia dan diam di tengah-tengah kita" (Yoh 1,14). Bunda Maria telah berperan dalam mewujudkan apa yang mustahil menjadi mungkin. "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Luk 1,37), tetapi agar yang mustahil itu menjadi kenyataan, dibutuhkan peran manusia untuk ikut serta mewujudkannya. Tidak mustahil bagi Allah untuk menyelamatkan kita, tetapi kalau kitanya menolak dan tidak mau diselamatkan, akapah keselamatan itu tetap terjadi?
Di tengah wabah coronavirus ini, kita memang merasa sedih dan sangat prihatin. Tetapi, kita tidak boleh kehilangan harapan. "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Luk 1,37. Saya yakin, Tuhan berkenan menyelamatkan kita. Dan itu tidak mustahil. Namun, dari pihak kita dibutuhkan sikap taat seperti Bunda Maria: "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1,38). Ada cukup hanyak kata-kata bijak yang kita terima: cuci tangan sesering mungkin dengan sabun, hindari kerumunan, jaga jarak, tinggal di rumah, dll. Semoga, kita punya niat dan usaha yang sungguh-sungguh "Jadilah padaku menurut kata-kata itu".

NB. Tepat jam 12.00 siang (18.00 WIB), Paus mengajak kita semua untuk bersama-sama berdoa Bapa Kami. Kita bersama-sama berseru kepada Bapa agar diberbaskan dari wabah coronavirus ini.

--
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau;
Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
(Bil 6,24-26)

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar