Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 26 Maret 2020
Bacaan: Mazmur 25:5 "Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari."
Renungan:
Carol Schuller, anak dari Robert Schuller mengalami kecelakaan sehingga kakinya harus diamputasi. Tetapi keadaan itu tidak membuatnya minder atau putus asa. Ia tetap tegar dan ulet sehingga ia menjadi satu pemain handal dalam tim softballnya. Pada suatu musim panas Robert diundang sebagai tamu dalam sebuah pelayanan ke Hawai selama seminggu. Dalam perjalanan itu ada acara pertunjukkan bakat. Ketika tiba giliran Carol, dengan penuh percaya diri ia berkata, "Saya tidak tahu apa bakat saya sebenarnya, namun ini adalah kesempatan yang baik untuk mengutarakan apa yang ingin anda ketahui tentang kaki palsu saya. Saya mengalami kecelakaan dan hampir tewas, namun tim dokter terus mentransfusi darah sehingga denyut saya kembali menguat. Mereka memotong kaki saya tepat di bawah lutut dan belakangan mereka memotong lutut saya juga. Saya harus berada di rumah sakit selama 7 bulan dengan infus antibiotik untuk melawan infeksi yang meradang. Kalau saya memiliki bakat, maka bakat saya adalah: Saya dapat memberitahukan kepada anda semua bahwa selama masa-masa sukar itu, kayakinan menjadi sangat nyata bagi diri saya. Saya melihat gadis-gadis berjalan normal dan saya ingin berjalan seperti mereka tapi tidak bisa. Inilah yang dapat saya pahami dan sekaligus ingin saya beritahukan kepada anda semua, bahwa bukan cara berjalan anda yang diperhitungkan, namun siapa yang berjalan dengan anda dan dengan siapa anda berjalan. Terima kasih."
Malam itu tidak ada mata yang kering dan tidak ada hati yang tidak tersentuh. Mereka paham bahwa masa sukar pasti berlalu. Manusia tegar mampu bertahan karena Tuhan berjalan bersama mereka.
Jangan terpaku pada masalah yang ada di depan kita, karena itu hanya akan menambah sesak di dada kita, tapi pandanglah Tuhan yang selalu setia berjalan bersama kita. Mengapa orang-orang tegar mampu bertahan? Bukan strategi yang memampukan mereka bertahan di masa sukar, tetapi hati yang kuat yang selalu memandang dan terpaut pada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk melangkah bersamaMu. Masuklah dalam hatiku dan hancurkanlah semua karat-karat kekecewaan, kebencian, ketakutan dan kecemasanku saat ini. Aku percaya, hanya Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar