Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Kamis,_ *30 Mei 2019*
*Hari Raya Kenaikan Tuhan*
Kis 1:1-11
Mzm 47:2-3,6-9
Ef 1:17-23 atau Ibr 9:24-28; 10:19-23
Luk 24:46-53
*KEHAUSAN YANG DITULARKAN*
_Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. -- Luk 24:47_
Inti perutusan Yesus ke dunia adalah membawa manusia untuk bertobat dan menerima pengampunan dosa.
Pertobatan tidak hanya dilakukan saat masa Prapaskah, tetapi setiap waktu adalah pertobatan bagi manusia agar menerima rahmat kekudusan dari-Nya. Mengapa pertobatan harus dilakukan setiap waktu?
Dosa menghalangi manusia untuk dapat bersatu dengan Allah yang Maha Kudus. Dan Allah selalu rindu untuk bersama dengan kita manusia. Oleh karena itu, Allah memberi kesempatan dan jalan bagi manusia untuk terbebas dari dosa, yaitu melalui salib Yesus. Pertobatan juga merupakan pengalaman perjumpaan dengan-Nya.
Ketika saya mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi, ada rasa haus dan lapar yang besar akan pengenalan kepada-Nya. Rasa inilah yang mendorong saya untuk terus tinggal dalam hadirat-Nya. Untuk itu saya belajar meluangkan waktu khusus bagi-Nya setiap hari secara konsisten. Namun saya tidak ingin menikmati sukacita bersekutu dengan Tuhan sendirian.
Buah dari kehausan tersebut melahirkan kerinduan agar orang lain mengalami sukacita yang saya alami. Untuk alasan itulah saya mulai masuk dalam pelayanan, dan saya meyakini Tuhan pasti akan campur tangan. Buah pertobatan saya menghasilkan buah yang lain, yaitu kerinduan untuk mewartakan tentang pertobatan dan pengampunan dosa oleh kasih-Nya yang tak terbatas. (In)
_Apakah pertobatan saya sudah menghasilkan buah?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar