Renungan Katolik *Bahasa Kasih*
_Sabtu,_ *01 Juni 2019*
*St. Yustinus*
Kis 18:23-28
Mzm 47:1-3,8-10
Yoh 16:23b-28
*KEMBALI KEPADA BAPA*
_Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa. -- Yoh 16:28_
Suatu duka yang sangat dalam bila kita ditinggal selama-lamanya oleh orang yang kita kasihi.
Pada pertengahan Maret lalu, seorang teman meninggal. Hari itu ia bersama teman-temannya bermain arung jeram. Cuaca yang semula cerah berubah menjadi hujan lebat. Saat beristirahat di suatu tempat, banjir tiba-tiba datang dan menghanyutkan mereka. Empat orang meninggal, termasuk teman saya.
Peristiwa duka mendadak ini membuat orang-orang yang mengenalnya sangat kaget. Keluarga sangat berduka. Dua minggu setelah kematiannya, ayahnya menulis di Facebook: _"Anak kami tetap EMPAT sampai kapanpun juga. Hanya yang sulung sudah pindah ke Rumah Bapa di surga nan permai."_
Inilah pengharapan kita sebagai umat beriman. Karena wafat dan kebangkitan Yesus, kita memperoleh kehidupan kekal di surga. Kristus rela mati, supaya kita memperoleh hidup yang kekal. Melalui Sakramen Baptis, kita menerima Roh Kudus yaitu Roh Allah yang menghidupkan. Oleh Roh Allah yang berdiam di dalam diri kita inilah, kita mempunyai pengharapan bahwa kelak kita akan dibangkitkan dan tetap hidup, meskipun kita sudah mati (Yohanes 11:25). Roh Allah ini yang memungkinkan kita mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri, dalam kebahagiaan-Nya yang tanpa akhir.
Sahabat yang terkasih, kematian selalu membawa duka. Namun, jangan berhenti sampai di sini. Kita berasal dari Allah dan jiwa kita pasti kembali kepada Allah selama kita tidak menolak-Nya. (Yo)
_Apakah saya menyadari, ketika hidup saya berakhir di dunia, hidup kekal saya baru dimulai?_
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar