Jumat, 28 Desember 2018

Renungan Katolik Bahasa Kasih
Sabtu, 29 Desember 2018

1Yoh 2:3-11
Mzm 96:1-3,5-6
Luk 2:22-35

WAJIB HUKUMNYA

Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. 1Yoh 2:6

Beberapa bulan lalu, saya dimarahi habis-habisan oleh seorang teman yang berbeda kota dengan saya. Tak cukup puas dengan makian via telepon, ia juga WA saya dengan kata-kata kasar. Ia menuduh saya melaporkan faktur pajak yang tidak sesuai dengan nominal yang ia terbitkan. Berkali-kali saya menjelaskan kalau saya mengikuti aturan perusahaan tempat saya bekerja. Saya tetap menghadapinya dengan sabar, sambil berdoa dan percaya bahwa suatu saat Tuhan pasti menunjukkan yang benar. Ternyata setelah beberapa waktu, ia menelepon saya untuk meminta maaf dan saya menerima permintaan maafnya.

Kalau saya dihadapkan pada situasi seperti di atas, biasanya saya hanya diam dan berdoa. Saya belajar mengampuni. Karena menurut saya, sekalipun saya sudah membela diri dan mengatakan saya tidak salah, mereka tetap tidak percaya. Saya lebih percaya pada kekuatan doa dan percaya bahwa Tuhan sendiri yang akan menunjukkan kebenarannya.

Seorang sahabat pernah menasihati saya untuk bersyukur ketika Tuhan mengirimkan orang-orang seperti itu, karena di situlah kita bisa belajar arti mengampuni yang sesungguhnya. Sama seperti Injil hari ini, ketika kita mengatakan kita hidup di dalam Tuhan, maka kita wajib hidup seperti Kristus telah hidup. Menurut saya, ini memang wajib hukumnya. Orang bisa mengenal Tuhan jika hidup kita bisa menjadi berkat bagi sesama dan hidup kita menghasilkan buah Roh.

Mari kita meneladani kehidupan Yesus, agar banyak orang percaya datang kepada-Nya dan Ia semakin dimuliakan. (Ar)

Sudahkah kehidupan saya meneladani kehidupan Yesus?

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar