Rabu, 25 Juli 2018

Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 26 Juli 2018

Bacaan: Kolose 3:21 
"Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya."

Renungan:
  Anton dikunjungi teman lamanya, Alex. Alex memperkenalkan anaknya, Jane yang sedang depresi. Depresi membuat Jane kehilangan nafsu makan, tidak bisa tidur dan tidak memunyai semangat belajar. Setiap kali Anton bertanya pada Jane, maka Alex langsung menjawab pertanyaannya, sehingga tidak ada kesempatan bagi Jane untuk menjawab. Alex bercerita, "Jane berhubungan dengan obat-obatan dan tidur di mana saja dia mau. Dia dikeluarkan dari universitas karena gagal dalam beberapa mata kuliah. Jika dia tekun membaca Alkitab dan selalu ke Gereja, maka dia tidak akan seperti itu. Tetapi yang dia inginkan adalah bermain musik dengan teman-temannya yang tidak jelas masa depannya itu." Setelah mendengar semua ocehan Alex, maka Anton berkata, "Jika kau tidak keberatan, bisa aku berbicara hanya berdua dengan Jane?" Alex mengerti lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
  Anton mencoba menciptakan suasana santai agar dapat tercipta komunikasi dua arah yang baik dengan Jane. Akhirnya Anton berkata, "Jane, saya pikir jika saya tinggal dengan ayahmu, saya juga pasti akan berhubungan dengan obat-obat terlarang. Apakah sikap ayahmu berkaitan dengan pergaulan dan perbuatan yang kau lakukan selama ini?" Jane menganggukkan kepala sambil menangis. Kemudian Anton meneruskan perkataannya, "Saya dapat merasakan bahwa engkau sangat tertekan. Ketertekanan itu muncul karena engkau tidak bisa melakukan apa yang diinginkan ayahmu dan engkau tidak pernah mengungkapkan apa yang menjadi keinginanmu selama ini pada ayahmu."
  Apa yang dialami Jane adalah salah satu contoh kasus yang dialami banyak anak lainnya. Ada orang tua yang memaksakan atau menerapkan standar yang tinggi pada anak-anak mereka, sehingga anak-anak itu merasa tertekan. Orang tua harus memahami tipe anak-anak mereka. Ada anak yang mudah mengerti dan menuruti nasihat orang tua, tetapi ada juga anak yang susah dinasihati karena ia ingin menemukan jati dirinya lewat pengalamannya sendiri.
  Orang tua harus minta kesabaran dan hikmat dari Tuhan, agar dapat memahami dan mendidik anak-anak mereka dengan baik. Mengenal karakter, minat dan bakat anak akan mempermudah mengarahkan mereka mencapai masa depan yang cerah. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, beri aku hikmat untuk mendidik anak-anak yang telah Kau percayakan padaku, sehingga mereka boleh bertumbuh menjadi pribadi yang penuh sukacita dan dapat menjadi berkat bagi sesama. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar