Kesabaran Menunggu Waktu Tuhan
(RD Josep Susanto)
Kesabaran dalam menunggu waktunya Tuhan adalah pesan yang bisa kita ambil dalam bacaan pertama hari ini.
Lagi-lagi bacaan diambil dari nubat nabi Yesaya. Salah satu godaan terbesar manusia, termasuk umat Israel dan umat Kristiani adalah kurang sabar dalam menunggu waktunya Allah.
Semuanya maunya serba instan, cepat, praktis, asal mendatangkan usaha yang sedikit tetapi mengharapkan hasil yang gemilang.
Inilah wajah manusia yang semakin ke sini kiranya semakin mengkhawatirkan.
Karena dunia memang menawarkan hidup yang seperti itu, mulai dari bikin mie instant sampai shortcut dalam bidang teknologi dan ekonomi.
Maka tidak heran budaya yang demikian menghasilkan generasi-generasi yang sulit sekali berproses, tidak mau susah, mudah mengeluh dan mudah patah.
Padahal mengenai iman, tidak pernah ada yang instan. Iman lahir dari pengalaman yang mengakar, yang lama-lama menjadi habit orang beriman, dan itu semua memerlukan waktu yang tidak pendek.
Iman itu ibarat pertumbuhan tanaman yang pertumbuhannya bahkan tidak bisa dilihat secara langsung dan kasat mata.
Iman tumbuh perlahan namun pasti bila disiram, diberi pupuk dan dijaga pertumbuhannya dengan sebuah keyakinan dan kepercayaan tanpa batas.
Bagi manusia jaman sekarang, pertumbuhan iman yang kuat dan tangguh itu dianggap sesuatu yang sangat membosankan.
Dalam proses pertumbuhan iman, ternyata manusia harus melalui segala persoalan dan permasalahan hidup, problem yang datang silih berganti, dan tidak jarang membuat manusia terluka dan terhempas.
Dalam nubuat Yesaya hari ini kita diajak untuk sabar dalam menantikan waktunya Tuhan.
Kesabaran iman harus disertai dengan doa dan usaha, dengan tetap melakukan kebaikan, kebenaran dan keadilan.
Tuhan akan membalas segala perjuangan, kegigihan dan ketekunan umatNya yang dengan setia berpegang kepadaNya.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar