Selasa, 17 Juli 2018

PERCIKAN HATI❤
Rabu, 18 Juli 2018
🌟Motivasi Rohani

*HARI ESOK ITU TIDAK NYATA*

Saya (sewaktu di Seminari Menengah Mertoyudan)  pernah membaca buku tulisan pendeta Richard Wurmbrand (1909 – 2001) yang berjudul, _“Tortured for Christ”_ – menderita demi Kristus.  Ia tersiksa dan menderita, dan kita ingat akan kata-kata evangelis kelahiran Texas - Jerry Bridges (1929 - 2016 ), _"God never allows pain without a purpose"_  - Tuhan tidan pernah mengijinkan penderitaan tanpa sebuah tujuan

Dalam siksaan yang mencekam, Wurmbrand bisa bertahan karena ia menyadari bahwa hari inilah yang nyata, _“hic et nunc”_ – di sini dan kini. Ia tidak memikirkan masa lampau yang telah berlalu atau membayangkan masa depan yang belum terjadi. Ingat kata indah  kebijaksanaan China yang berbunyi, “kemarin adalah sejarah, masa depan adalah misteri dan hari ini adalah berkah.”

Sang pendeta tersebut,  menghadapi siksaan demi siksaan dengan tenang, seraya berpikir, _“pareunt et imputantur”_ – waktu lewat dan harus kita pertanggungjawabkan. Wurmbrand yakin dan percaya bahwa apa yang ia lakukan akan mendapatkan upah di surga (bdk. Luk 6: 23). Peribahasa Inggris ada ungkapan yang kiranya bagus, _“Don’t meet trouble half-way”_ – jangan terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi. Peribahasa ini juga berarti: hadapi, kerjakan dan selesaikan sampai tuntas. 

Memang, tidak dipungkiri bahwa kita ini sering cemas dan gelisah memikirkan peristiwa yang belum terjadi. Itulah sebabnya, dramawan Romawi – Seneca (4 seb.M – 65 M) berkata, “Alangkah bodohnya manusia membuat berbagai rencana bagi hidupnya, sementara hari esok tidak ada dalam penguasaannya.”  Dan para  rabi Yahudi berkata, “Jangan pedulikan hari esok, sebab engkau tidak mengetahui apa yang akan terjadi. Barangkali kau tak akan menemukan hari esok.”

Baiklah kita bersama  penyair lirik  Romawi – Horatius (65 – 8 seb. M) berkata,  _“Carpe diem”_ – nikmatilah kesempatan yang sekarang ada.

Kita pun boleh mengutip lagu yang pernah _hit,_  yang dilantunkan Herlina Pirena:
        Jam kehidupan diputar sekali
         Dan tak seorangpun tahu kapan kan berhenti
         Mungkin hari ini, mungkin esok, mungkin nanti
         Cepat atau lambat,  tak s'orangpun tahu
          Bila waktunya.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar