PULANGLAH HAI ANAKKU
(RD Josep Susanto)
Bisakah Anda membayangkan seorang anak yang di rumah gak nurut orang tua, di sekolah berkelahi, mencuri, diam-diam merokok, bolos sekolah, tidak pernah mau belajar, kerjanya main terus, uang sekolah tidak dibayarkan malah dipakai untuk beli narkoba.
Dalam bayangan kita pasti langsung muncul cap ANAK NAKAL.
Lalu daya analisia kita mulai mencari-cari penyebabnya, entah lewat pendekatan psikologi ataupun pendekatan sosial.
Kita bisa menilai dari yang positif sampai yang sangat negatif terhadap anak nakal itu.
Mungkin anak ini sebetulnya cerdas cuma salah bergaul saja.
Mungkin dia dari kecil dimanja dan orang tuanya tidak pernah tegas.
Mungkin anak ini cuma kurang perhatian, karena orang tuanya sibuk bekerja.
Mungkin orang tuanya salah didik dan kurang memberi kasih sayang.
Secanggih-canggihnya analisa kita seperti analisa di atas, SEMUANYA tidak bisa menjawab mengapa Bangsa Israel memberontak kepada Allah.
Dalam bacaan pertama hari ini (Hos 11), nabi Hosea mengungkapkan bagaimana Allah bertindak seolah seperti ayah dan ibu yang baik, sempurna, peduli, sayang, penuh kasih dan perhatian, kepada Israel yang dilukiskan sebagai anak yang dikasihi Allah tapi jadi semakin nakal dan menjauh dari Allah.
Hosea mengatakan:
Ketika Israel masih muda,
Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anakKu itu.
Makin Kupanggil mereka,
makin pergi mereka itu dari hadapanKu;
Mereka mempersembahkan korban kepada para Baal,
dan membakar korban kepada patung-patung.
Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tanganKu,
Tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.
Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih.
Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka;
Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. (Hos 11:1-4)
Kalau membaca ayat-ayat di atas, kita mungkin saja langsung menyalahkan Bangsa Israel, TETAPI jangan lupa, seringkali dalam hidup kita pun kita tidak jauh berbeda dari apa yang mereka perbuat.
Kira juga sering kali nakal, menjauh dari Allah, menganggap kasih Allah sebagai angin lalu belaka.
Ingatlah, Dia akan selalu mengasihimu dan menunggu kita untuk pulang, kembali kepadaNya.
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar