Minggu, 19 Agustus 2018

Doa Hari Senin

20 Agst' 2018

By : Team Moderator DSM

Berada bersama dengan-Mu, Tuhan, itu saja.
Itu saja yang kuinginkan.

Itulah keseluruhan,
yang sempurna, penyembuhan.
Mata terpejam, membuka mata hati,
dan membenamkan diri di haribaan-Mu.

Aku menyatukan diri dari semua kelinglunganku
dan aku  mempercayakan diri ku kepada-Mu.
Aku berbaring  di rengkuhan-Mu
seperti di telapak tangan yang besar.

Aku tidak perlu bicara, agar Engkau mendengarkan aku.
Aku  tidak perlu menyebutkan apa yang kudambakan,
aku tidak perlu mengingatkan Engkau
atau memberitahukan Engkau,  apa yang sedang terjadi di dunia ini
dan untuk tujuan apa, kami butuh pertolongan-Mu.

Aku tidak ingin melarikan diri dari orang-orang atau menghindarinya.
Aku tidak ingin membenci kebisingan dan kegelisahan.
Aku ingin menyerap semuanya itu dalam keheninganku
dan diriku siap untuk-Mu.

Aku ingin berdiam saja mewakili mereka
yang terburu-buru, yang tersebar, yang berisik.
Mewakili semua orang yang tidak mempunyai waktu.
Dengan segenap panca-indra dan pikiranku aku menunggu,
sampai Engkau ada bersamaku.

Berada bersama dan di dalam Engkau, ya Tuhan,
itu saja yang kuminta.
Aku meminta segala sesuatu
yang kuperlu untuk sekarang dan selamanya.

Ketika doaku menjadi lebih khusyuk dan 
lebih mendalam keluar dari hati sanubariku
aku semakin berkurang dan sedikit untuk berkata-kata.
Akhirnya aku menjadi hening dan tenang.

Aku menjadi apa yang masih mungkin terjadi
kontras yang besar untuk berbicara adalah
aku menjadi pendengar.

Semula aku berpikir, 
berdoa adalah berbicara.
Tetapi aku belajar,
bahwa berdoa bukan hanya diam,
tapi mendengarkan.

Jadi:
Berdoa tidak berarti mendengarkan diri sendiri berbicara.
Berdoa berarti berdiam diri dan diam dan menunggu
sampai aku mendengar Tuhan berbicara.

Terima kasih Tuhan,
untuk hikmat tentang pengertian ini.
Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Amin.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar