Jumat, 17 Agustus 2018
HR KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Sir. 10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac, 3a,6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21.
"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." (Mat 22,21)
Orang merdeka bukanlah orang bebas sebebas-bebasnya. Juga bukan orang yang sama sekali tidak terikat. Orang merdeka adalah orang yang secara bebas memilih untuk mengikatkan diri pada sesuatu yang luhur nilainya dan pantas diperjuangkan. Bagi Petrus, yang paling luhur itu adalah Allah sehingga merdeka berarti menjadi hamba Allah: mengikatkan diri pada Allah dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya (bac I). Oleh karena itu, dengan penuh kebebasan, kita berseru untuk saling mengabdi satu sama lain dalam cinta kasih (Refr. Mzm). Karena manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah, Allah hadir dalam diri setiap orang sehingga mengabdi Allah berarti mengasihi sesama manusia. Saat ini bangsa kita belum sungguh-sungguh merdeka karena masih banyak orang yang belum mampu mengasihi. Oleh karena itu, baiklah budaya kasih kita jadikan sebagai cara untuk untuk mengisi kemerdekaan, karena memang hakikat kasih itu memerdekaan. Karena Tuhan mengasihi kita, maka kita dianugerahi kemerdekaan yang sejati, yakni pembebasan dari kuasa dosa. Kalau kita mampu mengasihi Tuhan, sesama dan alam semesta, kita pun akan mengalami kemerdekaan yang sejati.
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami mampu mengasihi Engkau, sesama dan alam semesta demi terwujudkan kemerdekaan yang sejati di tanah air kami. Amin. -agawpr-
Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar