Rabu, 22 Agustus 2018

Kencan Dengan Tuhan
Kamis, 23 Agustus 2018

Bacaan: 1 Samuel 3:19 "Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur."

Renungan:
  Seorang bertanya pada kepala geng di Arkansas, "Apa yang harus dilakukan agar geng anda dapat segera berakhir?" "Berikan kami keluarga yang baik, maka kami tidak akan membutuhkan geng ini lagi!" jawab kepala geng itu. Artinya, dibutuhkan kemauan dan ketegasan dari orang tua untuk membimbing dengan disiplin, kehidupan seorang anak dan kemauannya agar hidupnya menjadi lebih baik.
  Hofni, Pinehas dan Samuel sama-sama dibesarkan dalam suasana keagamaan yang sangat kuat, tetapi lingkungan yang agamawi ternyata tidak cukup untuk menghasilkan pribadi yang disiplin, baik dan bertanggung jawab. Perjalanan dan akhir hidup mereka sangat jauh berbeda. Hofni dan Pinehas adalah contoh pemimpin yang tidak punya penguasaan diri, sedangkan Samuel memiliki disiplin diri yang sangat tinggi. Disiplin diri menjadikan Samuel menjadi pemimpin yang besar, sedangkan ketidakdisiplinan menjatuhkan Hofni dan Pinehas. Menarik sekali apa yang dikatakan oleh E. James Rohn tentang pendisiplinan diri, "Kepedihan disiplin itu beratnya beberapa ons saja, sementara penyesalan itu beratnya berton-ton." Artinya, orang yang tidak mau membayar  harga untuk mendisiplin diri biasanya akan menuai penyesalan yang besar sebagai akibat dari ketidakdisiplinannya, yaitu terlewatkannya peluang-peluang yang sangat baik. Sedangkan bagi orang-orang yang mau membayar harga pendisiplinan dengan pengorbanan yang relatif besar, ia akan mengisi kesempatan demi kesempatan sampai ia menemukan peluang yang mengangkatnya ke posisi puncak.
  Mana yang akan kita ikuti, Hofni-Pinehas ataukah Samuel yang disiplin? Buatlah pilihan yang benar dan persiapkan diri untuk menjadi orang yang dipercaya Allah dan manusia. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, mampukan aku untuk hidup disiplin terutama dalam hidup kerohanianku sehingga melalui kehadiranku kuasaMu dapat bekerja secara nyata untuk memberkati sesamaku. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar