Selasa, 07 Agustus 2018

Kencan Dengan Tuhan
Rabu, 8 Agustus 2018

Bacaan: Amsal 30:8-9 "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku."

Renungan:
  Ada seorang raja yang merasa tidak bahagia di dalam hidupnya. Kemudian dia menemui seorang astrolog yang mengatakan kepadanya bahwa ia akan menemukan kebahagiaan dengan mengenakan jas milik seseorang yang benar-benar merasa bahagia. Ia pun kemudian mengunjungi sekolah-sekolah tinggi, dengan anggapan bahwa orang-orang terpelajar di sana pasti merasa bahagia. Namun usahanya gagal. Ia pun menemui seorang yang sangat kaya, namun orang kaya tersebut ternyata tidak bahagia hidupnya. Akhirnya seorang buruh melintas di depannya sambil bernyanyi-nyanyi kecil sementara ia melakukan pekerjannya. "Ia pasti orang yang berbahagia," pikir sang raja. "Juallah jasmu kepadaku dan aku akan memberimu satu tas penuh emas," kata sang raja. Tetapi buruh itu hanya tertawa dan berkata, "Aku sangat senang memberikan jas itu tuan, tetapi masalahnya aku tidak punya jas."
  Mungkin kita pernah berpikir bahwa orang kaya atau mereka yang sukses dan memiliki segalanya adalah orang yang paling merasa bahagia. Tetapi kenyataannya tidaklah selalu demikian. Ada orang kaya yang mati dalam ketidakbahagiaan. Atau kita berpikir karena orang miskin itu hidupnya sangat sederhana, maka mereka akan bahagia. Namun banyak orang miskin merindukan untuk menjadi orang kaya.
  Lalu di manakah kita menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya? Bukan dengan menjadi orang kaya atau orang miskin. Kebahagiaan yang sesungguhnya terletak pada hati yang merasa puas dan selalu merasa bersyukur atas karunia Tuhan dan berkat-berkat yang Ia percayakan kepada kita. Sebanyak apa pun Tuhan memberkati kita, tetapi jika tidak ada rasa puas dan ucapan syukur di dalam hati kita, maka kebahagiaan itu akan tetap menjauh dari hidup kita. Belajarlah merasa puas dan bersyukur atas keberadaan kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, ampuni aku karena aku sering merasa tidak puas atas setiap berkat yang Kau berikan padaku. Amin. (Dod).

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar