Kamis, 23 Agustus 2018

Mimpi-Mimpi Itu Sudah Terwujud Sekarang
(RD Josep Susanto)

Siang ini aku masuk di ruang kantorku di Komisi Kerasulan Kitab, Gedung Karya Pastoral KAJ.

Iseng iseng aku buka-buka lemari di mana terdapat barang barang yang cuma disimpan, dibuang sayang. Penuh debu, dan sarang laba-laba.

Tiba-tiba mataku tertarik pada map lusuh berwarna hijau tua di sudut sebuah lemari.

Aku tarik map itu dari tumpukan-tumpukkan dokumen lainnya dengan hati-hati, takut sobek, karena sudah tua sekali umurnya.

Di halaman pertama, ada judul dari map itu yang tertulis: SIDANG MAWI 1977.

Waduh, bulan Juni, tahun 1977, berarti waktu map ini dipakai aku baru berumur 3 bulan.

Kulihat di samping kanan atas map itu ada tulisan tangan orang jaman dulu. Oh ternyata tulisan itu adalah sebuah nama. Nama orang besar malah, yaitu L. Soekoto SJ.

Ohhhh, ternyata map ini milik Alm. Mgr Leo Soekoto. Pasti map ini dipakai ketika beliau mengikuti sidang para Uskup (waktu itu masih bernama MAWI: Majelis Agung Wali Gereja. Sekarang bernama KWI, Konfrensi Wali Gereja Indonesia).

Kubuka dengan hati-hati isi map usang itu. Ternyata di dalamnya terdapat tulisan mesin ketik dari Sang Begawan Kitab Suci yang sangat terkenal di Indonesia kala itu, Dr. C. Groenen OFM.

Tulisan Pater Groenen berjudul MENGINTEGRASIKAN KITAB SUCI DALAM KARYA PASTORAL, SIDANG MAWI 1977.

Dengan semangat ingin tahu kubaca dokumen-dokumen itu. Aku ingin tahu, pada tahun 1977, orang berbicara apa tentang Kitab Suci di Indonesia.

Air mataku secara tidak sadar menetes ketika halaman demi halaman kubaca.

Salah satu yang ditulis oleh Pater Groenen dalam tulisan itu adalah harapan dan mimpinya tentang peran dunia Kitab Suci di Indonesia di masa depan (berarti beliau berbicara tentang dunia kita sekarang ini).

Beberapa impian, cita-cita dan harapan beliau tentang Kitab Suci yang BELUM BERKEMBANG di masa itu, antara lain:

1. Agar Kitab Suci berperan dalam pilar-pilar kehidupan menggereja seperti: Pewartaan, Liturgi, dan Katekese.

Singkat kata, Kitab Suci harus berintegrasi dan menjiwai bidang-bidang kehidupan Gereja lainnya.

2. Agar Kitab Suci berperan di ruang lingkup yang tidak resmi (di luar ibadat), seperti dibaca dalam kelompok, dibaca dalam pertemuan orang-orang dengan aneka profesi, dibaca dalam keluarga, dibaca dalam kelompok kharismatik, dan terakhir dibaca secara pribadi.

3. Yang menarik dalam tulisannya, Pater Groenen juga menulis apakah mungkin Kitab Suci digunakan oleh umat?

Bagi kita orang jaman sekarang pertanyaan itu sepertinya lucu. Tetapi ketika pertanyaan itu muncul di tahun 1977, jawabannya bisa lain.
Karena belum banyak umat pada masa itu yang membaca apalagi belajar Kitab Suci.

Bahkan disinggung kekhawatiran apakah bahaya atau tidak bila Kitab Suci dibaca di luar ibadat Gereja.

4. Pater Groenen juga mengungkap gagasannya bagaimana pesan Kitab Suci dapat sampai kepada umat.

Beliau memberi kiat-kiat seperti:
- pembinaan kader umat yang pada masa itu dinilai sangat amat sulit. Termasuk juga para imam yang belajar Kitab Suci.

-penggunaan sarana audio visual seperti KASET, sandiwara radio, poster, film, proyektor yang pada masa itu dianggap sangat mahal dan mewah.

Apa yang membuat aku terharu ketika membaca tulisan Pater Groenen ini?

Tidak lain, tidak bukan, aku menyadari bahwa betapa pada masa sekarang ini MIMPI-MIMPI BELIAU SUDAH TERWUJUD.

Segala kemudahan, fasilitas, kita untuk membaca, belajar, berdiskusi tentang Kitab Suci adalah hasil kerja keras beliau dan orang-orang yang punya mimpi tentang Kitab Suci.

Artinya pewartaan Kerasulan Kitab Suci di masa sekarang sudah sangat jauh berkembang, bahkan berbuah.

Kalau begitu, sekarang di tahun 2018, sebagai Ketua Komisi Kerasulan Kitab Suci, aku juga mau bermimpi.

Mimpiku adalah agar umat semakin membaca dan mencintai Kitab Suci. Khususunya anak-anak muda. Aku berharap agar suatu saat nanti pembahasan Kitab Suci bisa lebih menarik lagi untuk mereka, menyentuh hidup mereka.

Aku yakin dengan tekad, kerja keras, dukungan banyak pihak, suatu saat nanti mimpiku ini bisa terwujud.

Salam Damai Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar